Mar 28, 2024

Konsep Law of Attraction dalam Islam Menurut Perspektif Al Qur'an dan Hadits

 


Gambar yang ada di video klip di atas SettiaBlog buat kemaren sore. Di xperia kan ada aplikasi bawaan 'sketsa', SettiaBlog campur beberapa warna terus SettiaBlog gurat menggunakan ujung jari telunjuk. E... kok mirip pohon, langsung SettiaBlog kasih bintik - bintik putih dan sedikit pastel, di tambah efek salju turun. Terus SettiaBlog kasih lagu "a thousand years". Jadilah video klip di atas. Dalam lirik A thousand years sendiri mengisahkan tentang rasa bahagia seseorang ketika menemukan dambaan hati yang membuat jantungnya kembali berdegup. Pertemuan ini memberikan cinta yang tidak memiliki batas waktu dan akan terus bersemi setiap tahunnya. Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mewujudkan apa yang di dambakan, di impikan dan di harapkan. Setiap manusia sendiri sebenarnya punya kemampuan untuk menarik apa pun hal yang kita yakini ke dalam kehidupan dengan pikiran, biasanya dikenal dengan law of attraction.

Dalam psikologi, law of attraction atau hukum ketertarikan menjelaskan bahwa segala sesuatu yang dipikirkan, baik hal positif maupun negatif, itulah yang akan terjadi dalam kehidupan. Konsep law of attraction  dalam Islam telah diajarkan melalui Al Qur'an dan hadits. Dalam konsep law of attraction  menurut perspektif Islam, apa pun yang disangka dan diyakini dalam pikiran akan direalisasikan oleh Allah SWT. Jika seseorang berpikir berhasil, maka ia akan berhasil. Sebaliknya, jika dirinya berpikir gagal, maka ia juga akan gagal. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi pikiran sesuai dengan apa yang diinginkan dan diharapkan.

Law of attraction dalam Islam merupakan bagian dari hukum Allah yang berlaku untuk semua hamba-Nya, tidak mengenal tabiat, ketakwaannya, ataupun kemaksiatannya. Konsep ini tertuang di Al Qur'an, salah satunya dalam surat Az-Zalzalah ayat 7-8 yang berbunyi:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ - 7
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ - 8
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa law of attraction  dalam Islam sudah ada sejak Al Qur'an diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Lewat ayat itu, Allah mengingatkan hamba-Nya untuk selalu berpikir positif dan menebar kebaikan pada orang sekitar agar mereka mendapatkan balasan yang serupa. Konsep Law of Attraction Al Qur'an mengarah pada tiga hal, yakni do'a,  dzan (prasangka) , dan syukur.

Jika seseorang berdo'a dan memantaskan diri di hadapan Allah SWT, do'anya akan cepat terwujud. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al Mu'min ayat 60.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al-Mu’min: 60)

Begitu pula dengan seseorang yang berhusnudzan atau berprasangka baik kepada Allah SWT, niscaya akan menerima hal-hal positif di dalam hidupnya. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhori).

Pada intinya, law of attraction dalam Islam merupakan hukum tarik-menarik yang secara langsung melibatkan peran Allah dalam memengaruhi tercapainya tujuan hidup manusia. Karena itu, sebagai umat yang beriman, kaum Muslimin harus selalu berpikir positif dan menghindari prasangka buruk (suudzon), baik kepada Allah SWT maupun sesama manusia.

Mar 26, 2024

Keseimbangan Hidup

 


Untuk bahasan kali ini SettiaBlog gunakan background postingan yang cukup unik, pola garis itu di bentuk dari sekuntum bunga.  Gambar yang ada dalam video di atas juga beda, sengaja SettiaBlog ambil dengan kamera yang beresolusi sangat rendah. SettiaBlog pengen ngerti perbedaannya. Ternyata kamera dengan resolusi rendah dan tinggi, sama - sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Ya, Allah SWT memang sudah menciptakan alam semesta dengan menempatkan mekanisme keseimbangan. Dalam kehidupan sehari - hari pun juga sama, di perlukan keseimbangan.

  Seorang Sufi pernah berkata, Muhammad SAW telah naik ke langit tertinggi lalu kembali lagi. Demi Allah, aku bersumpah, bahwa seandainya aku yang mencapai tempat itu, aku tidak akan kembali lagi. Nabi Muhammad SAW memang bukanlah seorang sufi. Sehingga ia tidaklah memikirkan puncak dari pencapaian spiritualitasnya, tetapi justru ia memilih untuk menjalankan tugas kenabiannya sebagai manusia, penyampai risalah. Seyyed Hossein Nasr di bukunya Muhamad, Kekasih Allah, menulis, Walaupun Mi"raj merupakan penobatan kehidupan spiritual Nabi Muhammad SAW. Tidak berarti tugas keduniawiannya berjalan tanpa hambatan. Beliau tetap teraniaya di bawah segala rupa tekanan hidup di Makkah. Betapapun Nabi Muhammad SAW telah menikmati puncak kenikmatan tertinggi seorang hamba (manusia), Nabi Muhammad SAW tetaplah menjalankan kehidupannya sebagai manusia biasa. Bahkan ketika musuhnya melemparinya kotoran manusia dan batu, ia pun berdarah sebagaimana manusia biasa merasakan sakit.

Perangai Nabi Muhammad SAW yang tidak berubah selepas Isra' Mi'raj dilukiskan dengan apik oleh Rev John Davenport. Ia menyebut Muhammad sebagai, Raja di seluruh Tanah Arab, ia memperbaiki sepatunya sendiri dan menambal baju wolnya yang kasar, memeras susu, menyapu dapur, dan menyalakan api di tungku. Kurma dan air adalah santapannya sehari-hari, susu dan anggur merupakan barang mewah baginya. Apabila ia bepergian, ia memakan bekalnya bersama-sama dengan pelayannya. Kejujurannya atas ucapan-ucapannya tentang kebajikan dibuktikan pada waktu wafatnya oleh kekosongan lemarinya. Simbol dari kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya (Muhammad) nampak dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Dalam arti luas, Allah SWT mencintai manusia melalui Isra' Mi'raj. Dengan peristiwa itu pulalah, muncul satu jalan penyatuan manusia dengan Allah SWT berupa risalah shalat. Didalam shalat itulah sarana seorang hamba bercakap dan berkomunikasi dengan Tuhannya. Ada kesatuan badani dan ruhaniah, itu pulalah yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW tatkala Isra' Mi'raj.

Islam dikenal sebagai agama yang seimbang. Ia mengatur hubungan vertikal maupun horisontal. Ia adalah agama samawi, tapi juga agama bumi. Ia sangat ketat mengatur urusan langit, tapi ndak meninggalkan urusan bumi. Dalam Isra' Mi'raj, kita menemukan bagaimana Islam mempercayakan kedudukan manusia itu tinggi dan disejajarkan dengan Allah SWT satu tingkat.

Sebab pada saat Mi'raj, manusia dalam hal ini diwakili oleh Nabi Muhammad SAW, langsung bercakap dengan Allah SWT. Artinya, Islam menjunjung tinggi manusia. Sedangkan kembalinya Nabi Muhammad SAW ke bumi, ke dunia ini melambangkan bahwa hubungan manusia kepada Tuhannya belum sah saat ia meninggalkan kewajibannya di bumi sebagai khalifah. Bumi dalam Islam dianggap sebagai sarana, atau jalan untuk mencapai akhirat (surga). Sikapnya yang lemah lembut kepada semua orang membuat dunia takjub dan hormat kepadanya. Kelembutan dan kasih sayangnya inilah yang kelak akan dikenang di seluruh langit dan bumi. Ia mengajarkan cinta kasih dengan segenap jiwa dan raganya. Hingga saat ia terpanah lehernya, ia bersandar di bawah Uhud, atau gunung yang penuh batu.

Gunung Uhud itu pun marah, ia seperti tak terima saat melihat Nabi Muhammad SAW lehernya terluka oleh panah. Ia hendak menurunkan batu-batuan dari atas, tetapi Nabi Muhammad SAW justru menahannya, dan berkata Tidak usah. Aku sudah mendo'akan agar orang-orang yang menganiayaku bisa mendapatkan hidayah, dan seluruh keturunannya nanti menjadi pemimpin umat islam. Pada bukunya yang berjudul The Sppeches and table-talk of the Prophet Mohamad , seorang Orientalis Stanley Lane Poole menuliskan tentang Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang datang dekat kepadanya jatuh cinta, orang yang bercakap tentang dirinya akan berkata:
Saya tidak pernah melihat yang seperti dia sebelum dan sesudahnya. Ia seorang yang sangat pendiam, tetapi apabila ia berkata dengan tekanan dan kesungguhan, dan ndak ada orang yang dapat melupakan apa yang dikatakannya.
Lebih lanjut ia melukiskan betapa ia sangat pemaaf dan tidak pendendam bahkan pada musuhnya sekalipun. Hari kemenangan Nabi Muhammad SAW yang terbesar terhadap musuhnya juga hari kemenangannya yang terbesar terhadap dirinya. Dengan bebas ia memaafkan orang-orang Quraisy dan melupakan segala tahun-tahun kesusahan dan penghinaan-penghinaan keji yang mereka lakukan terhadap dirinya serta membebaskan seluruh penduduk Mekkah.

Apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW telah berdampak bukan hanya kepada kaum muslim, tetapi juga terhadap dunia pada umumnya. Lamartine, menuliskan laki-laki ini tidak hanya menggerakkan tentara, hukum, imperium, manusia, dan dinasti-dinasti, melainkan juga berjuta-juta manusia dalam sepertiga bagian dunia yang telah dikenal pada masa itu; dan lebih dari itu, ia menggoncangkan rumah-rumah berhala, mengobarkan idea-idea agama, kepercayaan-kepercayaan serta jiwa manusia.

Di atas dasar sebuah kitab yang setiap hurufnya telah menjadi hukum, Ia menciptakan suatu kebangsaan spiritual yang mempersatukan manusia dari segala ras dan bahasa. Keagungan akhlak, keteladanan sikap hidupnya, serta sikap konsisten dan segala kesederhanaannya melambangkan Nabi Muhammad SAW hanyalah manusia biasa. Ia ndak tinggal di istana megah dan mewah. Ia tinggal di rumah yang serba sederhana. Alas tidurnya adalah pelepah kurma. Makanan dan juga keteguhannya dalam berpuasa membuat semua orang takjub.  Hidupnya hanya dipersembahkan untuk umat dan tegaknya agama Islam.

Di Isra' Mi'raj, kita mengenang manusia agung, Nabi Muhammad SAW. Sebagai manusia yang sempurna, yang Allah SWT telah menyuruh malaikat bersujud di hadapan-Nya, oleh sebab itu Allah SWT dan para malaikat memuji dan memberkahi Beliau, dan mereka yang beriman pun diperintahkan untuk memujinya pula. Ia telah meninggalkan Al-qur'an dan Al-hadist sebagai pegangan bagi siapa saja yang hendak mengikuti jalannya. Ya Nabi Salam Alaika, Ya Rasul Salam Alaika.

Sedikit Renungan

Untuk lagunya pada video klip di atas "lotus pond". Bunga Lotus merupakan simbol keseimbangan hidup di alam ini. SettiaBlog sendiri juga terus belajar untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan, berat memang. Yang sering jadi pertanyaan, apakah kita yang mengatur kesibukan, atau justru kesibukan yang mengatur kita? Dalam menjalani kehidupan ini, kita perlu memiliki deskripsi pekerjaan yang baik, yakni kemampuan untuk mengatur waktu dan membagi tugas dengan sebaik-baiknya. Namun, bagaimana kita dapat mengatur waktu dalam kehidupan kita? Salah satu contoh terbaik datang dari ajaran Rasulullah SAW. Siti Aisyah radhiyallahu anha menceritakan bahwa Beliau membagi waktu hidupnya menjadi tiga bagian: sepertiga untuk beribadah kepada Allah SWT, sepertiga untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan, dan sepertiga untuk keluarga. Dalam keseharian, kita sering melihat dua ekstrem. Ada yang sepenuhnya mengabdikan hidup mereka untuk beribadah kepada Allah SWT, meninggalkan tugas-tugas manusiawi, bahkan melupakan anggota keluarganya. Di sisi lain, ada yang sibuk dengan pekerjaan dan bisnis mereka, hingga melupakan ibadah kepada Allah SWT, bahkan keluarga mereka terlantar. Kedua ekstrem ini ndak mewakili jalan terbaik. Orang yang bijak adalah mereka yang mampu mengatur waktu dengan seimbang, membagi waktu untuk beribadah dan berurusan dengan Allah SWT, menjalankan tugas dan pekerjaan dengan baik, serta meluangkan waktu untuk keluarga. 

💖 Hidup untuk Allah SWT 💖

Nabi Muhammad SAW mempersembahkan sepertiga waktu hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Al Qur'an menjelaskan bahwa hanya Baginda Nabi yang memiliki jaminan ampunan dari Allah SWT atas segala dosa yang pernah dikerjakannya. Kita dapat membaca ayat yang menjelaskan hal ini dalam Surat Al-Fath ayat ke-2. Orang yang memiliki jaminan ampunan seperti itu memiliki ibadah yang luar biasa. Sebagai contoh, Beliau rajin menjalani shalat malam hingga kakinya bengkak akibat bersujud kepada Allah SWT. Siti Aisyah melihat Baginda Nabi shalat hampir sepanjang malam, bahkan hingga menjelang subuh. Ketika Siti Aisyah bertanya mengapa Baginda Nabi yang memiliki jaminan ampunan masih begitu tekun beribadah, Nabi Muhammad SAW menjawab dengan tulus, “Tidakkah Aku ingin menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah SWT? Semakin banyak ampunan yang aku terima, semakin banyak sujud dan ibadah yang kuberikan kepada-Nya.”

Kekuatan Nabi Muhammad SAW datang dari kedekatannya dengan Allah SWT melalui ibadah dan shalat. Semakin tinggi kualitas ibadah, semakin dekat kita dengan Allah SWT, dan semakin banyak karunia yang akan kita terima.

💖 Hidup untuk Melaksanakan Tugas 💖

Dalam menjalani tugas dan pekerjaan, Nabi Muhammad SAW menonjolkan keteladanan dan akhlak yang baik. Keteladanan ini adalah kunci keberhasilan dalam melaksanakan tugas. Nabi Muhammad SAW sangat berwibawa karena Beliau selalu menjalankan apa yang diajarkan kepada umatnya. Akhlak mulia, toleransi, dan penghormatan terhadap orang lain adalah sifat-sifat yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad SAW. Dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW ndak menakut-nakuti orang, melainkan menyebarkan kegembiraan. Nabi Muhammad SAW selalu memudahkan urusan orang lain dan berusaha menjadikan agama sebagai jalan yang penuh cinta dan kasih sayang.

💖 Hidup untuk Keluarga 💖

Selanjutnya, sepertiga waktu hidup diperuntukkan untuk keluarga. Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya menjaga ketentraman dan keharmonisan dalam rumah tangga. Menghargai dan menghormati anggota keluarga adalah kunci sukses dalam kehidupan. Dalam keseharian, meskipun sederhana, kita harus membangun rumah tangga yang didasarkan pada ajaran agama, sehingga kita dapat memahami hak dan kewajiban anggota keluarga, dan membangun pengertian dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan seseorang sering dimulai dari rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Dalam dunia yang terus berubah, menjaga nilai-nilai positif dan akhlak yang baik adalah langkah penting untuk mewujudkan bangsa dan negara yang kuat.

Dan yang paling penting, lupakan bahasan SettiaBlog. SettiaBlog sendiri sangat jauh dari keseimbangan hidup, terlalu egois, hanya mementingkan diri sendiri. Maaf ya atas kelemahan SettiaBlog.
"Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan."
“Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali hal itu membuatmu mau bekerja lebih keras untuk masa depan."

Mar 22, 2024

Tip's Mengenal Rasa tanpa Jadi Emosi dalam Diri

 


Lagu yang ada di video klip di atas "Bigger Than the Whole Sky" milik Taylor Swift. Salah satu lagu Taylor Swift yang bikin SettiaBlog trenyuh. Ceritanya c tentang hubungan jarak jauh, boleh di bilang ndak saling kenal secara fisik tapi saling mempengaruhi. Gimana tho SettiaBlog ini maksudnya? SettiaBlog juga bingung njelasinnya. Ya gitulah pokoknya, soal rasa atau perasaan ini emang susah njelasinnya. Apalagi era teknologi dan internet sudah berkembang pesat menyebabkan seseorang dapat terhubung dengan seseorang yang ada di ujung dunia dengan hanya melalui satu klik. Seseorang dapat merasakan koneksi emosional yang kuat dengan orang yang belum pernah mereka temui secara fisik. Koneksi emosional tersebut bisa memicu munculnya rasa. Oleh karena itu, di bulan yang baik ini SettiaBlog minta maaf kepada semua yang pernah terhubung dengan SettiaBlog dan khususnya Taylor Swift dan kawan - kawan. SettiaBlog benar - benar minta maaf. Untuk background videonya itu SettiaBlog ambil sekitar jam 12 malam dengan sedikit cahaya bulan. Lumayan bagus kok hasilnya, terus SettiaBlog kasih gambarnya Taylor Swift.

Setiap manusia pasti memiliki rasa dalam dirinya. Apalagi dalam menjalani proses hidup yang selalu banyak mendatangkan kejutan. Berbagai rasa akan muncul dalam diri, bahkan bisa saja lebih dari satu rasa dalam waktu yang bersamaan. Setiap jenis rasa, entah kesal, kecewa, sedih atau yang lainnya, pasti bisa Anda kenali. Terkadang, rasa-rasa tersebut, apabila ndak terkendali dengan baik, maka dapat menjadikan Anda berperilaku yang kurang menyenangkan kepada orang-orang di sekitar. Mengapa bisa begitu? Karena rasa yang Anda alami berubah menjadi emosi yang mengarah ke negatif. Nah, agar ndak sampai seperti itu, berikut ada beberapa langkah tentang bagaimana mengenal rasa, tanpa menjadi sebuah emosi dalam diri.

1. Sadari tentang apa yang sedang Anda alami 

Langkah pertama, untuk mengenal rasa agar ndak sampai berubah menjadi emosi dalam diri, yaitu dengan menyadari tentang apa yang sedang Anda alami. Kesadaran akan perasaan yang sedang Anda rasakan saat ini, dapat membuat Anda mengenali rasa sesungguhnya yang ada di dalam hati Anda. Sehingga, ketika jenis rasa sudah Anda kenali, maka Anda akan mengerti bagaimana caranya untuk menyikapinya. Tentu saja, dengan sesuatu hal yang positifnya. Apa pun perasaan yang muncul, cobalah tetap menjaga pikiran dan hati Anda agar positif, terlebih saat Anda sedang berproses menyadari hal tersebut.

2. Terima rasa yang sudah Anda sadari 

Langkah berikutnya yaitu, ketika Anda sudah mampu menyadari hal-hal yang sedang terjadi, sehingga Anda bisa mengenali rasa apa yang ada di dalam hati Anda saat ini, maka setelahnya cobalah untuk bisa menerima rasa tersebut. Jika ada rasa yang lebih dari satu, maka itu ndak masalah, yang penting bisa mengenali dan menerimanya. Ketika, Anda sudah mampu menyadari dan menerima dengan setulus hati. Maka, ini akan memudahkan Anda untuk ke tahap selanjutnya, dalam proses mengenal rasa yang muncul di hati, tanpa menjadikannya emosi diri yang negatif. Penerimaan selalu menjadi bagian dalam belajar tentang rasa dalam berkehidupan.

3. Lepaskan rasa tersebut dengan penuh lapang dada 

Ketika Anda sudah bisa menyadari rasa apa yang Anda alami, lalu Anda juga sudah mampu menerimanya. Maka, langkah selanjutnya agar rasa tersebut bisa Anda kenali, tanpa menjadikannya emosi dalam diri yaitu, cobalah melepaskan segala rasa dengan penuh lapang dada. Cara ini efektif juga bagi Anda yang sedang mempelajari cara mengendalikan diri. Saat sudah dikenali rasanya, lalu Anda sudah menerima, maka agar ndak menjadi emosi dalam diri, ada baiknya untuk Anda lepaskan rasa tersebut. Jadi, intinya adalah jangan memendam rasa, karena memendam hanya akan membuat Anda terjebak dalam rasa yang sedang Anda alami sendiri.

4. Ulangi beberapa langkah di atas setiap harinya 

Menjalani kehidupan, pastinya setiap hal yang Anda jalani, ndak akan mungkin bisa sama persis setiap hari. Maka dari itu, ulangi terus beberapa langkah di atas tadi. Mengulang kegiatan mengenal rasa, dapat membuat Anda lebih peka lagi. Ini sangat bermanfaat, karena Anda akan semakin pandai dalam mengenali rasa-rasa yang ada. Semakin Anda pandai, maka akan semakin paham tentang harus berbuat apa, saat ada rasa tertentu muncul. Sehingga, Anda pun bisa mengolahnya secara tepat dan sesegera mungkin, sebelum rasa yang muncul berubah menjadi emosi diri yang negatif. Ingat, jangan sampai salah urutan dalam mengulangnya, ya.

5. Mengambil sisi positif dari setiap rasa yang muncul 

Untuk langkah terakhir yaitu, ambillah sisi positif dari setiap rasa yang muncul. Mengenal rasa, tanpa menjadikannya emosi diri, itu bisa. Tinggal bagaimana cara Anda mengolahnya. Sebenarnya, ini cukup sederhana, karena mengenal rasa tanpa menjadi sebuah emosi, masih di area diri sendiri. Maka, sekarang Anda aturlah sendiri. Pada intinya yaitu, ketika ada rasa yang muncul, tetaplah positif di setiap prosesnya. Mulai dari menyadari, menerima hingga melepaskan. Ambil sisi positif dari setiap rasa yang Anda alami, supaya saat rasa tersebut dilepaskan, ndak akan ada hal negatif yang tersisa di dalam hati.

Rasa merupakan tanggapan dari hati terhadap sesuatu, entah manusia, benda, keadaan atau yang lainnya. Rasa yang muncul bisa memengaruhi emosi yang Anda miliki, karena emosi merupakan luapan perasaan yang terjadi dalam beberapa saat. Nah, agar Anda bisa mengenali rasa saja, dan ingin membatasi supaya ndak berkembang menjadi emosi, kelima langkah di atas, bisa Anda lakukan. Ingat, ya harus sesuai dengan urutannya.
Salah satu teknik pernapasan yang bisa Anda coba untuk menenangkan perasaan dan pikiran saat sedang cemas atau marah adalah pernapasan perut. Begini cara melakukannya:

💞 Pertama-tama, ambillah posisi duduk atau berbaring telentang yang nyaman.

💞 Letakkan satu tangan di perut, tepat di bawah tulang rusuk dan tangan satunya lagi di dada.

💞 Ambil napas dalam-dalam melalui hidung, dan rasakan perut Anda mendorong tangan Anda keluar. Dada Anda seharusnya tidak bergerak saat mengambil napas.

💞 Hembuskan napas melalui bibir yang mengerucut seperti Anda sedang bersiul. Rasakan tangan di perut Anda masuk dan dorong semua udara keluar.

💞 Lakukan pernapasan ini 3–10 kali. 

Mar 19, 2024

Cara dan Teknik Bersyukur

 


Video klip di atas  " What Was I Made For?" milik Billie Eilish yang di bawakan Abi Carter salah satu kontestan American Idol 2024. SettiaBlog suka gayanya yang simpel, santai, tenang dan senyumnya itu lho. Liriknya sendiri c mengeksplorasi perasaan kebingungan, keraguan diri, dan pencarian tujuan. Menunjukkan hilangnya arah dan rasa terlepas dari identitas asli seseorang. Pada bait pertama, Billie Eilish menggambarkan perubahan dari perasaan percaya diri menjadi perasaan tidak yakin dan tersesat. Dia mempertanyakan tujuan hidupnya dan bertanya-tanya apa yang akan ia lakukan ke depannya. Dalam lagu ini, Billie Eilish menyiratkan kerinduan untuk mendapatkan kembali kebahagiaan dan rasa penerimaan terhadap siapa dirinya sebenarnya. Ya, mungkin banyak yang memiliki perasaan seperti itu, termasuk SettiaBlog. O.. ya, untuk backgroundnya SettiaBlog kasih dawet campur santan. Kalau menurut SettiaBlog, berlatih menerima diri dengan cara bersyukur adalah cara yang efektif untuk menghadapi keadaan seperti yang di alami Billie Eilish dalam lagu tersebut. Baru nanti memikirkan langkah selanjutnya. SettiaBlog sudah berapa kali saja mengulang kata 'syukur' ini, untuk kali ini SettiaBlog akan membahas sedikit cara bersyukur dari segi psikologi qur'ani, bahasa yang SettiaBlog gunakan agak serius ya.

Dimensi psikologis menjadi bagian penting dari perilaku syukur yang merupakan salah satu dimensi yang bisa memengaruhi motivasi seseorang untuk membiasakan diri bersyukur kepada Allah SWT. Dimensi psikologis yang tampak dalam perilaku syukur adalah menyangkut mental manusia dalam menggerakkan hatinya untuk berbagi kepada sesama setelah memperoleh kenikmatan dari Allah SWT. Mental menjadi landasan bagi pemikiran manusia untuk memenuhi kebutuhan yang belum terjangkau sehingga memengaruhi setiap keputusan dan langkah yang akan diambil. Perilaku syukur merupakan persoalan mental yang bisa dibina sejak seseorang masih dalam pengawasan orangtua. Jika mental bersyukur seseorang sudah dilatih sejak usia dini, perilaku positif ini bisa terpatri secara integral dalam menjalani kehidupan ini. Mental bersyukur bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri atau muncul tanpa ada proses yang menyertainya, melainkan melalui proses latihan yang tidak mudah sebagaimana yang dibayangkan. Dalam dimensi psikologis, perilaku syukur membutuhkan latihan secara terus-menerus dalam setiap langkah yang dijalani manusia. Jika latihan syukur dibiasakan setiap hari, maka mental positif ini akan memberikan dampak yang besar bagi keperibadian manusia itu sendiri. Ini karena, mental bersyukur bisa menjadi karakter yang melekat dalam setiap individu yang merasa dirinya butuh terhadap sang pemberi nikmat di dunia ini. Dimensi psikologis yang juga terdapat dalam perilaku syukur adalah dimensi emosional. Dimensi psikologis ini terkait dengan ego atau sifat ke-aku-an yang melekat dalam diri manusia dan menjadi pemicu lahirnya ambisi yang berlebihan. Struktur ego yang melekat dalam setiap diri manusia bisa membawa malapetaka bagi masa depan jika keinginan yang direncanakan tidak terpenuhi. Dalam konteks kekinian, banyak sekali manusia yang terjebak dengan egonya karena selalu tidak puas dengan nikmat dan karunia Allah SWT yang diberikan. Ketika itulah ego mengendalikan emosi dan perasaan untuk menolak kebersyukuran sebagai perilaku yang bisa mendorong manusia agar tidak mudah menyalahkan atau mengeluh dengan karunia Allah SWT. Permasalahan yang muncul dalam dimensi syukur adalah menyangkut tentang ketidakmampuan manusia dalam menyikapi nikmat Allah SWT sebagai sebuah pemberian yang harus disyukuri. Di tengah kemajuan teknologi modern, jiwa manusia untuk mencapai zona syukur seringkali dikalahkan oleh kesombongan diri yang merasa dirinya tidak butuh pada Allah SWT. Sifat ke-aku-an atau ego yang mewarnai jiwa manusia ternyata mampu mengalahkan hati nurani yang paling dalam. Tidak heran bila sifat ke-aku-an atau ego menjadi sebuah penghalang bagi manusia untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan ikhlas dalam menerima semua ketentuan Allah SWT.

Teknik bersyukur dalam psikologi qur'ani dan psikologi positif memang memiliki perbedaan dari sisi sumber ajaran. Namun, hakikatnya tidak jauh berbeda dan memiliki tujuan yang sama untuk berterimakasih atas apa yang telah diperoleh, baik karena pemberian orang lain atau secara khusus berterimakasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan do'a dan permohonan seseorang. Teknik bersyukur dalam psikologi modern dapat dilakukan dengan dua cara yang sangat sederhana, yaitu secara personal dan transpersonal.

Pertama, bersyukur secara personal. Teknik pertama ini adalah sebuah cara yang bisa dipraktikkan ketika kita menerima hadiah dari orang lain. Teknik bersyukur ini memang berangkat dari kesadaran diri yang merasakan sebuah bantuan atau pertolongan dari orang lain. Orang yang berterimakasih terhadap adanya bantuan dari orang lain merupakan pribadi yang tidak egois dengan situasi atau kondisi yang membelenggu diri. Teknik bersyukur ini sama sekali tidak berat untuk dilakukan, namun seringkali mengalami banyak hambatan dan tantangan dari orang yang bersangkutan. Ketika memperoleh bantuan dalam bentuk materi maupun tenaga, kita tinggal melangkah diri untuk mengucapkan kata terimakasih secara tulus.

Bersyukur dalam psikologi positif adalah sebuah bentuk pengakuan atas kebaikan orang lain yang telah memberikan bantuan atau kontribusi penting dalam hidup Anda. Pengakuan atas kebaikan orang lain adalah bentuk syukur yang harus Anda ingat selalu, karena berkaitan dengan kepentingan orang lain. Artinya, Anda tetap mengingat kebaikan yang pernah orang lain lakukan dalam hidup Anda sehingga tetap menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

Kedua, bersyukur secara transpersonal. Teknik bersyukur selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah secara transpersonal. Bersyukur secara transpersonal merupakan sebuah ungkapan terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak karunia di dunia ini. Pribadi yang cenderung bersyukur adalah mereka yang meyakini akan kekuasaan Allah SWT dalam melimpahkan rezeki ke muka bumi. Pribadi yang bersyukur juga akan senantiasa merefleksikan kehidupan ini dengan penuh kelapangan dan kesyahduan, karena Tuhan dianggap sebagai pemberi segalanya bagi kehidupan umat manusia.

Bersyukur secara transpersonal merupakan bentuk syukur yang sangat mendalam dan tidak sekadar pengakuan atas kekuasaan Allah SWT yang memberikan kenikmatan hidup di dunia ini. Bentuk syukur ini sudah melampaui diri manusia dan sama sekali tidak terfokus pada kebaikan manusia, melainkan menjadikan Allah SWT sebagai sumber dari segala sumber yang memancarkan cahaya kebaikan dan kenikmatan kepada manusia.

Latihan Bersyukur

Meskipun perilaku syukur cenderung mudah diucapkan dalam setiap kesempatan, namun dalam praktiknya seringkali mengalami kesulitan dan mendapatkan banyak hambatan. Dari sini dibutuhkan latihan secara konsisten dan terus-menerus untuk menjadikan syukur sebagai perilaku yang bernilai ibadah dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup di masa yang akan datang. Latihan bersyukur bukan bermaksud untuk menjadikan setiap orang sebagai pribadi yang sombong atau bersikap jumawa dengan apa yang dipraktikkan, melainkan sebagai langkah awal untuk membiasakan diri menjadi pribadi yang tidak lupa dengan sang pencipta yang telah memberikan nafas kehidupan di dunia ini.

Di dalam psikologi qur'ani, hakikat syukur sesungguhnya lebih ditunjukkan kepada Allah SWT sebagai sang pemberi nikmat kepada setiap manusia. Kebersyukuran adalah bentuk pengakuan terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah SWT, yang disertai dengan ketaatan dalam mempergunakan semua nikmat itu di jalan-Nya. Rasa syukur adalah salah satu tanda orang beriman sehingga harus mengakui akan kebesaran karunia Allah SWT yang tidak terbatas di muka bumi. Maka barang siapa yang bersyukur, berarti ia menyadari secara penuh akan hubungan personal antara hamba dan sang pencipta.

Dalam psikologi modern, latihan bersyukur cakupannya lebih luas dan lebih ditunjukkan untuk mengingatkan akan peran penting orang lain dalam setiap kesuksesan dan kebahagiaan yang diraih oleh seseorang. Bersyukur bukan berarti ingin menunjukkan bahwa kita adalah orang yang paling dermawan dalam mengeluarkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, lebih daripada itu adalah agar kita tidak lupa diri dengan kekuatan Allah SWT yang telah memberikan jalan atau garis kehidupan yang lebih baik dari orang lain.

Pertama, ucapkan alhamdulilah setiap waktu. Latihan bersyukur dalam Islam ini memang menjadi langkah awal bagi setiap muslim untuk membiasakan diri untuk mengenal dan menikmati karunia Allah SWT yang tidak pernah terbatas di muka bumi. Setiap kali memperoleh nikmat dari Allah SWT, tariklah nafas secara perlahan-lahan kemudian katakan dengan penuh penghayatan, "Alhamdulillah" (Terimakasih Ya Allah). Kalimat ini memang terkesan sangat sederhana dan mudah diucapkan, namun kedahsyatannya sangat luar biasa. Ucapan Alhamdulillah memang menjadi anjuran Nabi Muhammad SAW yang sangat penting bagi setiap muslim yang merasa dirinya mengabdi kepada Allah SWT. Kalimat Alhamdulillah pun menjadi salah satu ucapan yang sangat familiar dan menjadi kekuatan utama bagi seorang muslim untuk menunjukkan akan kekuasaan Allah SWT.

Kedua, membuat sistem pengingat. Latihan rasa bersyukur tidak mudah sebagaimana yang dibayangkan. Perilaku syukur bukan sekadar semangat dalam ucapan, melainkan harus diimplementasikan dalam setiap tindakan setiap harinya. Kebiasaan mengucapkan kata syukur memang menjadi langkah awal bagi setiap manusia untuk merasakan kedahsyatan pengaruh syukur, tetapi harus disertai dengan kecerdasan dalam bersikap disiplin atau konsisten dalam menjalankan perilaku syukur setiap hari. Secara sederhana, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan membuat sistem pengingat/alarm dengan cara menuliskan sesuatu yang kecil yang semestinya disyukuri setiap hari.

Ketiga, menuliskan catatan syukur setiap hari. Latihan syukur dengan menuliskan beberapa catatan penting setiap hari merupakan cara yang mudah dilakukan. Hal-hal yang ingin disyukuri setiap harinya, sebaiknya dibuatkan sebuah catatan di buku kecil yang bisa menampung kebaikan yang telah dilakukan. Aktivitas membuat catatan syukur bisa kita lakukan menjelang tidur atau di pagi hari yang sangat segar. Semisal, dalam satu hari kita menyelesaikan pekerjaan rumah (menyapu, menyiram bunga, atau mengepel lantai), maka kita tinggal mengucapkan rasa syukur itu sebagai bentuk karunia dalam menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik.

Keempat, menciptakan gelombang syukur di alam terbuka. Dalam latihan syukur ini, setiap orang bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja, termasuk bersyukur di alam terbuka. Menciptakan gelombang syukur di alam terbuka sesungguhnya merupakan cara efektif agar tidak mudah lupa dengan apa yang diberikan Tuhan. Di alam terbuka setiap orang bisa merenungkan dan mengambil pelajaran dari semua kemurahan dan kasih sayang Tuhan yang menciptakan keindahan dunia beserta dengan isinya. Kebiasaan menciptakan gelombang syukur di alam terbuka pada gilirannya bisa membuat kita semua semakin termotivasi untuk memanfaatkan semua karunia Tuhan dengan penuh keikhlasan.

Kelima, lakukan meditasi secara simultan. Sebelum memulai meditasi, dibutuhkan sikap rileks dan tidak mudah tegang dengan apa yang dipikirkan. Ketika perasaan kita sudah rileks, maka kita bisa memulai kegiatan meditasi dengan penuh keheningan dan keintiman. Dalam melakukan meditasi, kita dituntut untuk menghilangkan semua keruwetan atau pun permasalahan hidup yang menimpa dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena, meditasi membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi yang menyelaraskan pikiran dan perasaan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Meditasi merupakan sebuah teknik sufistik untuk meraih kebersatuan dengan Allah SWT. Ketika menjalankan meditasi, hati dan pikiran sebisa mungkin sudah terbebas dari belenggu kemunafikan maupun kesombongan. Ini karena, meditasi termasuk pengalaman spiritual yang menuntut kerendahhatiaan dalam menerima semua ketentuan Allah SWT sebagai sang pemberi kenikmatan bagi manusia di dunia ini. Meditasi merupakan olah rohani dalam ajaran agama yang dianggap mampu membuka kesadaran hati (the heart consciousness) dan mengheningkan pikiran dari segala kegalauan yang menghantui. Melalui meditasi, pengalaman sufistik seseorang akan semakin meningkat seiring dengan ilham yang diperoleh dari sang pencipta. Meditasi bukan semata-mata latihan duduk dengan diam, tetapi dalam meditasi jiwa harus diisi dengan pancaran cahaya, kehidupan yang baru, dengan inspirasi, dan kesabaran. Meditasi sekarang merupakan alternatif untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi manusia modern. Maka berkembanglah beberapa penelitian tentang pengaruh meditasi terhadap gelombang-gelombang otak sebagaimana yang berkembang di negara timur.



Sedikit Renungan

Dari awal SettiaBlog sudah berkomitmen untuk membuat blog ini 100% menggunakan handphone. Kalau tantangan dan suka dukanya banyak banget dan di situ letak nikmatnya. Terkadang kalau leher udah terasa lelah, SettiaBlog biasanya menggunakan bantuan Keyboard Bluetooth, agar bisa duduk tegak sambil mengetik. Seperti gambar di atas, itu bukan Tab lho ya. Handphone yang SettiaBlog maksud di sini yang bisa di genggam. Yang untuk mengetik dan mengedit ini, SettiaBlog gunakan handphone murahan yang penting berbasis microsoft. Lebih enak kalau di pakai mengetik. Dan SettiaBlog akan terus berkomitmen menggunakan handphone dalam mengerjakan blog ini. Alhamdulilah sampai sekarang masih bisa berkarya.

Begitu juga dalam melatih rasa syukur harus memiliki komitmen yang kuat. Seperti yang kita lihat dan alami dalam kehidupan sehari - hari. Jika orang-tua ingin menekankan sesuatu pada anaknya dan supaya anaknya melakukan sesuatu itu, biasanya ia akan mengulang-ulangnya. “Nak, bergaul yang baik ya dengan teman-teman.” Besoknya lagi, sebelum anak berangkat sekolah orang-tua juga berpesan: . “Nak, bergaul yang baik ya dengan teman-teman.” Itu pesan yang artinya sangat penting agar anak bergaul dengan temannya secara baik. Surat Al Fatihah disebut sebagai sab’ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) karena ia selalu kita baca dalam shalat, berulang-ulang. Setidaknya, 17 kali kita baca dalam 17 rakaat shalat lima waktu. Artinya apa? Allah SWT berkeinginan kita berkomitmen menjalankan pesan Al Fatihah. Al Fatihah membuka jalan sukses dan Rumus Sukses, menjadi komitmen hidup.

Di dalam surat yang terdiri dari 7 ayat itu ada 7 rumus sukses, yakni visi, potensi, peluang, motivasi, misi, strategi, dan gerak.

Udah ya...., jangan di masukkan hati bahasan SettiaBlog. Dan SettiaBlog minta maaf, yang SettiaBlog lakukan ini kurang baik, jangan di contoh!
"Gratitude is one of the sweet shortcuts to finding peace of mind and happiness inside. No matter what is going on outside of us, there's always something we could be grateful for."
(Bersyukur adalah salah satu jalan pintas yang manis untuk menemukan kedamaian pikiran dan kebahagiaan di dalamnya. Tidak peduli apa yang terjadi di luar kita, selalu ada sesuatu yang bisa kita syukuri)

Mar 18, 2024

Cara Mengatasi Kejenuhan Akibat Bosan Hidup

 


Video klip di atas ada "Something in the Orange". Untuk itu border background postingan SettiaBlog buat bernuansa warna 'orange'. Background nya SettiaBlog buat dari kerupuk kelenteng. Ya, udah di utak - utek c sama SettiaBlog, jadilah background seperti yang Anda lihat. Nama kerupuk kelenteng ini karena pabriknya itu dekat dengan Kelenteng. Dan pemiliknya orang Tionghoa-Indonesia, udah turun temurun. Berkat kesabaran dan keuletan pemiliknya yang mampu mempertahankan rasa gurih, kerenyahan dan yang paling penting tidak serik walaupun di goreng pakai minyak. Makanya mampu bertahan hingga sekarang. Untuk lirik lagu Something in the Orange ini menceritakan tentang seseorang yang terjebak di dalam rutinitas yang monoton (itu-itu terus), kemudian mencari cara untuk bisa keluar dari semua itu. la ingin meninggalkan masa lalu dan memulai hidup baru. Saat melihat sesuatu berwarna orange (matahari), dia ngerasa terinspirasi untuk menemukan sebuah kebahagiaan dan memperbaiki hidupnya. Idenya sendiri muncul ketika Sang pencipta lagu menyaksikan matahari terbenam yang berwarna orange dan dalam pikirannya terus membekas kata 'orange,', saat itu dalam benaknya berkata, 'Oh, itu warna yang keren untuk diceritakan dalam sebuah lagu.' Jadilah lagu di atas. Ya emang kalau orang selalu men-syukuri kehidupan yang di jalani akan lebih mudah menemukan ide dan tentu lebih bisa menikmati kehidupan yang sedang di jalaninya.
Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. (HR. Ahmad)
Menjalani kehidupan emang ndak seru jika hanya datar aja tanpa ada tantangan atau konflik yang perlu diselesaikan. Beberapa orang sering mengaku merasa bosan menjalani hidup yang sepertinya begitu-begitu aja, dengan rutinitas yang itu-itu aja. Banyak orang ndak menyadarinya, inilah sekian alasan mengapa banyak orang ngerasa hidupnya datar dan membosankan.

Terkungkung di satu tempat

Ketika Anda berada di satu tempat yang sama berulang kali setiap hari, wajar jika Anda merasa terjebak dan ndak bisa bergerak. Rutinitas yang sama membuat Anda terbiasa dan pada akhirnya kehilangan minat pada apa pun yang terjadi di sekitar Anda.

Tidak punya tujuan hidup

Jika setiap orang punya resolusi untuk mengubah diri, Anda mungkin ndak punya itu. Anda ndak punya tujuan untuk dilakukan 1-2 tahun mendatang. Perubahan dan kemajuan apa yang ingin Anda raih dan sebagainya.

Takut gagal

Ketakutan Anda akan kegagalan membuat Anda takut melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Hal ini membuat Anda ndak ingin bergerak dan melakukan perubahan dalam hidup. Dan karena ndak ada perubahan inilah Anda jadi makin bosan dengan kehidupan.

Berhenti melakukan apa yang Anda suka

Mungkin dulu Anda punya hobi, tapi seiring bertambahnya kesibukan pekerjaan, Anda jadi ndak punya waktu lagi ngelakuin hobi dan passion yang membuat Anda 'hidup'. Pada akhirnya, Anda merasa terlalu lelah melakukan apa pun dan ndak ada yang seru untuk dilakukan.

Dan masih banyak lagi faktor yang menyebabkan Anda merasa bosan dengan rutinitas, ini jika Anda ndak mau memahami tujuan hidup yang sedang Anda jalani. I hope you’re happy today!  SettiaBlog harap di manapun Anda berada, Anda semua bisa terus happy ya! Ya...Walaupun hidup kadang suka ndak sesuai ekspektasi, tapi coba jalanin dulu aja prosesnya. SettiaBlog mau nanya nih. Dalam ngejalanin hidup, Anda pernah ndak c ngerasa bosan? Contohnya kayak bosan sama kegiatan yang itu-itu aja, bosan karena ndak ngapa-ngapain, ataupun bosan sama workflow kerja yang Anda jalanin di kantor? Rasa bosan dan jenuh dalam ngejalanin hidup itu pasti ada kan ya, tapi rasa bosan ini ndak boleh terlalu lama dirasain. Dengan kata lain, sebagai manusia kita perlu muter otak gimana caranya biar hidup kita lebih ada warnanya.

Bosan sendiri sebenarnya perasaan yang normal dirasain sama siapa aja. Biasanya, rasa bosan muncul karena Anda ndak puas dan tertarik sama sesuatu. Bisa juga karena Anda lagi ngelakuin tugas atau pekerjaan yang terlalu sulit. Menurut Judith Wurtman, rasa bosan itu muncul karena ndak adanya stimulasi dari luar diri Anda. Dengan kata lain, ndak ada hal baru yang Anda lakuin buat nambah semangat dalam hidup. Istilah bosan sering dipakai kalau kita udah ngerasa malas ngelakuin suatu hal. Tapi, sebenernya rasa bosan itu baik ndak c buat diri sendiri? Menurut pandangan dari Hilary Jacobs Hendel, bosan adalah hal yang wajar. Namun, ketika rasa bosan terjadi secara berulang dan ngebuat diri kita ndak tertarik dalam ngejalanin hidup, rasa bosan itu bisa dikategoriin sebagai bosan kronis. Bosan kronis juga bisa dikarenakan terlalu banyak menghindari masalah dan kurang mencari hal baru untuk digemari. Kalau Anda terus-terusan stuck  di posisi bosan kronis ini, tentu Anda ndak bakal bisa nemuin makna dalam hidup. Seakan-akan hobi, mimpi, dan hal-hal yang Anda senengin dalam hidup bakal ndak ada artinya lagi.

Nah, ditambah lagi kalau Anda udah ngerasa bosan banget dalam ngejalanin hidup dan dibarengin sama overthinking tentang apa yang bakal terjadi di kehidupan Anda selanjutnya. Bisa-bisa semua rasa itu bakal bikin Anda malah cemas, dan yang paling buruk adalah depresi. Itu semua terjadi Karena Anda ndak nemuin makna spesial dalam hidup dan ndak ada yang mau Anda lakuin kedepannya.
‘’Kebosanan adalah masalah biasa dan wajar dialami oleh setiap individu, namun bisa menyebabkan depresi jika dibiarkan berlarut-larut”

Jenuh akibat bosan hidup, sebenernya bisa terjadi kapan aja. Sebagian dari Anda pernah ndak c, saking jenuhnya terus jadi ngerasa ndak produktif?

Gimana c, caranya ngilangin kejenuhan akibat bosan hidup?

Kalau Anda ngerasa jenuh dan bosan sama apa yang Anda kerjain, SettiaBlog saranin jangan langsung take time  buat malas-malasan. Kalau malas-malasan Anda jadiin alasan buat rehat dan cari motivasi, Anda ndak akan pernah ngerasa cukup. Ntar malah jadi keterusan ya kan… Anda bisa coba tips di bawah ini buat keluar dari rasa jenuh yang kayaknya susah banget diilangin:

1. Perasaan bosan jangan dilawan

Semakin Anda berusaha buat keluar dari rasa jenuh, semakin sering Anda ngerasa rasa jenuh itu ndak ilang-ilang dari diri Anda. “Enjoy the moment, do something”, rasa jenuh akan hidup bakal hilang sendirinya kalo Anda coba pelan pelan buat fokus sama apa yang Anda kerjain. Di sini SettiaBlog mau nekenin, better fokus sama kegiatan yang bisa bikin Anda happy daripada Anda repot mikirin  “gimana caranya saya bisa lepas dari rasa jenuh ini?”. Karena sebenernya, rasa jenuh datang tanpa diundang, dan pergi tanpa dipaksakan. Let it flow, kadang kebanyakan mikir bisa bikin Anda malah pusing sendiri.

2. Jangan takut nyobain eksperimen baru

Perasaan jenuh mungkin sering terjadi karena kita melakukan suatu hal yang berulang dan kurang menantang. Hal ini bisa bikin hilangnya makna dari hari-hari yang Anda lewatin. Cara terbaik buat ngelawan itu adalah dengan nyiptain tantangan buat diri Anda sendiri. Dengan nyiptain mission  buat diri sendiri setiap harinya, Anda jadi termotivasi buat menantang diri dan akhirnya jauh lebih produktif.

3. Kontrol diri, cari motivasi hidup

Menurut Gray (2001), Individu harus pinter ngontrol diri. Ngontrol perilaku dengan cara ngerjain hal yang disukain biar kadar jenuh akibat terlalu bosan menurun. Kontrol diri di sini, juga harus berlandaskan pemikiran bahwa  “Rasa jenuh itu wajar dan ndak bisa sepenahnya diilangin”. Ada baiknya Anda cari tau motivasi baru dalam hidup, sehingga bisa ngebantu Anda buat lebih semangat dan ngontrol diri buat ndak bermalas-malasan. Karena ketika Anda mulai tau apa motivasi hidup, di situ juga Anda punya tujuan yang ingin Anda capai. It’s okay  buat rehat. Tapi jangan jadiin rehat buat alasan Anda bermalas-malasan. Anda harus stay buat kontrol diri dan nanemin mindset bahwa Anda ndak bisa selamanya ada di posisi jenuh ini.

Jenuh dan bosen itu manusiawi, tapi ndak baik juga kalo bosen Anda udah mulai kronis dan Anda jadi ndak bisa ngendaliin diri sendiri. It’s okay, just take your time. Kalau Anda ngerasa bosen ini udah ngaruh ke hidup Anda dan Anda ngerasa jadi ndak sehat, ada baiknya Anda share masalah yang Anda alamin ke orang lain.
Enjoy your day! Jangan lupa bersyukur dan ndak bosan buat jadi versi terbaik dari diri Anda.
Seperti yang sering SettiaBlog bilang, ndak usah di masukkan hati bahasan SettiaBlog dan SettiaBlog minta maaf.
Allah SWT tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup akan mudah. Tapi, Dia mengatakan 'Aku akan bersama dengan mereka yang mau bersabar' .
Sedikit Renungan

Dalam video klip di atas SettiaBlog kasih gambar mobil dengan ilusi optik. Ilusi optik itu kayak fatamorgana. Dan dalam perjalanan hidup, kita seringkali terjebak dalam fatamorgana kehidupan. Fatamorgana sendiri merupakan sebuah fenomena optik yang memanifestasikan dirinya sebagai ilusi visual, terkadang juga mencerminkan kehidupan kita yang penuh dengan ilusi dan harapan palsu. Ketika kita melihat fatamorgana di tengah gurun pasir, kita dapat merasakan betapa penipuannya. Begitu pula dengan kehidupan kita, di mana sering kali kita mengejar impian dan aspirasi yang terlihat begitu nyata, tetapi kemudian hanya menjadi ilusi semata. Kehidupan modern sering memperkuat fatamorgana ini. Dalam dunia yang didominasi oleh media sosial dan gambaran sempurna yang diproyeksikan oleh orang lain, kita tergoda untuk mengejar citra yang tidak realistis. Kita melihat foto-foto orang lain yang tampak bahagia dan sukses, dan kita merasa bahwa kehidupan mereka sangat luar biasa. Namun, apa yang tidak terlihat adalah kejadian sehari-hari yang biasa dan tantangan yang mereka hadapi di balik layar. Ini adalah fatamorgana kehidupan yang kita hadapi saat ini.

Selain itu, kita juga sering terjebak dalam impian yang tidak realistis dan harapan palsu. Kita mungkin bermimpi untuk mencapai kesuksesan finansial yang besar, ketenaran, atau kebahagiaan abadi. Namun, realitas seringkali tidak seindah impian kita. Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan kita seringkali dihadapkan pada kegagalan, keterbatasan, dan kesulitan yang ndak terduga.

Fatamorgana juga dapat memberikan kita harapan dan motivasi untuk terus berusaha. Mendorong kita untuk melihat melampaui kenyataan yang kasar dan berimajinasi tentang masa depan yang lebih baik. Fatamorgana juga memberikan kita kemampuan untuk membayangkan dan menciptakan dunia baru yang belum ada. Namun, penting untuk diingat bahwa fatamorgana hanya ilusi. Ini ndak boleh menjadi satu-satunya fokus kehidupan kita. Kita harus berurusan dengan realitas dan menerima kehidupan sebagaimana adanya, dengan segala keindahannya dan kekurangannya. Dalam menghadapi fatamorgana kehidupan, kita perlu memiliki sikap yang realistis dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang penting bagi kita.

Bagaimana kita dapat menavigasi fatamorgana kehidupan?

Pertama, kita harus mengembangkan kesadaran diri yang kuat dan mengenali perbedaan antara kenyataan dan ilusi. Kita harus belajar untuk membedakan antara apa yang kita inginkan dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Kedua, kita perlu mengambil langkah konkret untuk mencapai tujuan kita, bukan hanya mengandalkan impian semata. Kita harus bekerja keras, belajar dari kegagalan, dan terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar kita.

Terakhir, kita harus berbagi pengalaman dan belajar dari orang lain. Berbicara tentang kehidupan yang sebenarnya dan mengungkapkan tantangan dan kesulitan yang kita hadapi dapat membantu melawan fatamorgana yang seringkali dipertontonkan oleh orang lain. Dengan saling mendukung dan menginspirasi, kita dapat memecah fatamorgana kehidupan dan menciptakan komunitas yang berhubungan dengan realitas.

Fatamorgana kehidupan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan kita. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi dan pelajaran yang harus kita ambil. Dengan menyadari kehadirannya, kita dapat mengelola harapan dan impian kita dengan bijak, sambil tetap berpegang pada realitas yang ada di depan mata. Hidup bukan tentang menciptakan fatamorgana yang sempurna, tetapi tentang menerima kehidupan apa adanya dan menemukan kebahagiaan dalam perjalanan kita.

Mar 15, 2024

Keutamaan surat Al-Waqi'ah

 


Video klip di atas ada surat Al-Waqi'ah. Surat Al Waqi'ah sendiri merupakan surat urutan ke-56 dalam Al Qur'an dengan 96 ayat. Untuk warna background video SettiaBlog kasih warna pink. Dalam dunia psikologi, warna ini digunakan untuk melambangkan arti kuat, mampu diandalkan, serta pondasi kekuatan hidup. Di samping itu pink juga melambangkan suasana romantic, feminism kuat, kepedulian, serta aura kelemah-lembutan dan kasih sayang. .Al-Qur'an adalah kitab suci yang sangat penting dan segalanya bagi umat Islam, karena menjadi sebuah pedoman hidup atau panduan untuk bagaimana seorang muslim atau muslimah berperilaku, berbicara dan yang lainnya. Setiap permasalahan yang terjadi, semuanya akan kembali lagi kepada dasar hukumnya dari Al-Qur'an. Al-Qur'an sangatlah luar biasa karena ini merupakan mukjizat paling tinggi yang diterima oleh Rasulullah SAW. Setiap perbuatan dan akhlak dari Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah refleksi yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Beliau merupakan manusia pilihan yang diutus dan diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak dan perbuatan umatnya secara khusus serta semua manusia pada umumnya.

Sejarah singkat diturunkannya Al-Qur'an secara bertahap kurang lebih 23 tahun, ada juga riwayat lain yang menyebutkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Untuk ayat yang pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadhan adalah surat Al Alaq yang memiliki 5 ayat. Membaca Al-Qur'an sangatlah diwajibkan bagi semua umat Islam, dan memiliki banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup, hati menjadi lebih tenang dan tentram, serta bisa mendapatkan syafaat. Mengkhususkan satu surat tertentu yang ada di dalam Al-Qur'an untuk dibaca tidaklah salah selama ada dalil-dalil yang menyertainya. Ini akan menjadi salah apabila tidak pernah membaca satu surat  atau satu ayat apapun yang ada di dalam Al-Qur'an. Karena pada hakikatnya semua surat yang ada di dalam Al-Qur'an memiliki keutamaan.

Contohnya  ketika mengutamakan surat Al Kahfi, untuk kita baca pada hari Jum'at, maka ini tidak akan jadi masalah karena ada dalil yang menyertainya. Berdasarkan riwayat dari HR Muslim: ”Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat dari surat Al Kahfi, makan dia akan dilindungi dari Dajjal”. Lalu, berdasarkan riwayat dari HR Al Hakim: ”Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam jum'at, maka cahaya akan memancarkan untuknya antara dirinya hingga Baitul Atiq”.

Isi kandungan dari Al-Qur'an sangatlah menyentuh dan menakjubkan dari segala aspek kehidupan, salah satunya adalah tentang perihal kelancaran rezeki. Dalam hal ini, surat Al-Waqi'ah memiliki banyak manfaat dan keutamaan bagi yang rutin membaca surat ini, maka akan mendapatkan kelancaran dalam rezekinya dan dijauhkan dari kemiskinan. Isi kandungan dari surat Al-Waqi'ah membahas tentang hari kiamat, seperti hari kiamat yang pasti akan terjadi di dunia ini, kondisi semua manusia pada hari kiamat nanti, lalu keadaan orang-orang yang ahli surga dan ahli neraka. Terdapat juga pembahasan tentang ganjaran yang akan didapatkan setelah hari kiamat untuk orang-orang yang selalu beramalan baik dan bersyukur serta orang-orang yang memiliki sifat kufur.

Surat Al-Waqi'ah di dalam Al-Qur'an merupakan surat ke 56 yang terdapat di dalam juz 27. Surat Al-Waqi'ah terdapat 96 ayat. Kenapa dinamakan surat Al-Waqi'ah, karena merujuk kepada ayat yang pertama yaitu Al-Waqi'ah yang memiliki arti kiamat. Keseluruhan dari isi surat Al-Waqi'ah menjelaskan tentang bagaimana hari kiamat akan terjadi dan juga apa saja balasan yang didapatkan oleh orang kafir serta orang mukmin. Selain itu, di dalam surat Al-Waqi'ah menjelaskan juga tentang bagaimana penciptaan manusia, api serta segala jenis tumbuhan yang sekaligus membuktikan tentang kekuasaan Allah SWT serta akan ada hari kebangkitan.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa yang sering membaca surat Al-Waqi'ah setiap hari, maka dia tidak akan mendapatkan kefakiran”. Menurut Al Baqai, isi yang terkandung dalam surat Al-Waqi'ah merupakan penjelasan dari apa yang sudah diuraikan dalam surat Ar Rahman. Menurutnya di dalam surat Al-Waqi'ah terdapat penjelasan tentang tiga kelompok yaitu yang pertama, orang-orang yang sangat dekat dengan Ar Rahman yang mendahului oran-orang taat lainnya.

Kelompok yang kedua adalah orang-orang yang taat selain mereka, dan kelompok yang ketiga adalah orang-orang yang secara terang-terangan melakukan tindakan yang munafik dan durhaka baik dari kelompok manusia ataupun kelompok dari jin.

Berikut adalah beberapa manfaat dan keutamaan dalam membaca surat Al-Waqi'ah.

1. Tidak akan mengalami kemiskinan

Apabila seseorang yang memiliki kebiasaan membaca surat Al-Waqi'ah sebanyak satu kali di setiap malamnya, maka dia akan mendapatkan pahala yang sangat baik yaitu kemiskinan dapat dijauhkan dalam hidupnya untuk selama-lamanya.

2. Mendapatkan kekayaan yang berlimpah

Apabila seseorang sering membaca surat Al-Waqi'ah sebanyak 14 kali setiap habis menunaikan sholat Ashar, maka dia akan mendapatkan balasan yang berupa kekayaan berlimpah dan tidak akan ada habisnya.

3. Dapat dikabulkan hajatnya yang berhubungan dengan rezeki

Jika membacanya sebanyak 41 kali ketika berada dalam satu majils, insya allah akan ditunaikan semua hajat yang dimohonkan terutama yang berkaitan dengan rezeki.

4. Dijadikan dermawan dan hartawan

Seseorang dapat menjadi orang yang kaya dan selalu mengucap syukur dengan cara membaca surat Al-Waqi'ah sebanyak 3 kali setelah melaksanakan sholat shubuh dan 3 kali setelah melaksanakan sholat isya', insya allah akan dijadikan seseorang yang dermawan dan juga hartawan.

5. Rezekinya berlimpah

Apabila seseorang ingin rezekinya berlimpah, menurut para sufi yaitu hendaklah melakukan puasa selama satu minggu dimana dimulai dari hari jum'at. Lalu, setelah menyelesaikan sholat fardhu membaca surat Al-Waqi'ah sebanyak 25 kali hingga pada malam jum'at berikutnya. Pada malam jum'at berikutnya setelah melaksanakan sholat maghrib membaca surat Al-Waqi'ah sebanyak 25 kali, lalu sesudah melaksanakan sholat isya' membaca sebanyak 125 kali diikuti dengan bersholawat kepada nabi 1000 kali, setelah semua itu sudah selesai perbanyak bersedekah dan amalkan surat Al-Waqi'ah 1 kali di pagi dan petang hari, insya allah kemungkinan akan berhasil mendapatkan rezeki yang berlimpah.

Pada dasarnya, beberapa surat yang ada di Al-Qur'an ada yang memiliki keutamaan berupa penambah rezeki.

6. Dipermudah ketika roh keluar dari jasad

Apabila seseorang membaca surat Al-Waqi'ah ketika berada di sisi orang yang sudah meninggal atau orang yang sedang mengalami naza, insya allah akan dipermudah agar rohnya bisa keluar dari jasadnya. Dengan begitu orang tersebut tidak akan merasakan terlalu lama dalam menghadapi sakaratul maut.

7. Disembuhkan dan diringankan sakitnya

Jika seseorang membaca surat Al-Waqi'ah pada saat berada di sisi orang yang sedang sakit, insya allah akan diringankan penyakitnya dan dipermudah dalam kesembuhannya.

8. Dipermudah dalam melahirkan

Jika seseorang membaca surat Al-Waqi'ah kepada orang yang sedang melakukan persalinan, insya allah akan dipermudah dalam proses melahirkan tanpa ada halangan dan kesulitan.

9. Melindungi diri dari kemudaratan dunia

Jika seseorang membaca surat Al-Waqi'ah ini untuk seorang gadis dan juga wanita, maka akan bermanfaat untuk melindungi diri dari segala hal kemudaratan yang ada di dunia sekaligus bisa terhindar dari kondisi kemiskinan, ini sesuai dengan hadist yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika sedang membicarakan Abdullah yang sedang terbaring sakit.

10. Diberikan kemudahan dan ketenangan

Siapapun yang membaca surat Al-Waqi'ah serta dijadikan sebagai wirid atau do'a, maka orang tersebut akan mendapatkan kemudahan dan juga kesenangan selama-lamanya dari Allah SWT.

11. Mendapatkan banyak pahala

Jika seseorang yang membaca setiap ayat dari surat Al-Waqi' ah akan diberikan 10 kali lipat pahala yang sesuai dengan hadist dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Iman Tirmidzi. Di dalam Al-Quran terdapat kurang lebih 6.236 ayat dan apabila kita membacanya semua sampai khatam, maka kita akan mendapatkan pahala yang berjumlah 62.360.

12. Dijauhi dari sifat kafir

Siapapun yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap hari, kemungkinan dia akan dijauhi dari kekafiran. Kekafiran merupakan salah satu hal yang sangat tidak disukai oleh Allah SWT, oleh karena itu selalu membaca surat Al-Waqiah setiap hari, insya allah kita dijauhkan dari sifat kafir. Berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Masud menyatakan Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang sering membaca surat Al-Waqiah, niscaya dia tidak akan tertimpa oleh sifat kafir untuk selamanya”.

13. Merupakan surat untuk meraih kekayaan

Siapapun yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap hari, insya allah bisa memudahkan untuk mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT yang akan terus mengalir dan juga rezeki yang halal. Dikutip oleh Imam Ja’far Shadiq yang berkata:
“Barangsiapa yang sering membaca surat Al-Waqiah ketika malam jumat tiba, dia akan mendapatkan cinta dari Allah SWT, dicintai oleh semua manusia, tidak mendapatkan kesengsaraan, kefakiran, penyakit dunia ; surat ini merupakan bagian dari sahabat Amirul Mukminin yang menurut beliau memiliki keistimewaan yang  tidak bisa ditandingi oleh orang lain”.

14. Pada hari kiamat akan mendapatkan syafaat

Apabila ada orang yang rajin membaca surat Al-Waqi'ah ketika di hari kiamat nanti akan mendapatkan syafaat. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: ” Barangsiapa yang sangat merindukan surga begitupun dengan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqiah; dan barangsiapa yang hendak melihat neraka dan sifatnya, maka bacalah surat As Sajadah”.

Dan yang paling penting, ndak usah terlalu di masukkan hati bahasan SettiaBlog. Kalau bagi SettiaBlog pribadi, dari dulu emang suka dengan surat Al Waqi'ah ini, karena dari sekian banyak surat-surat Al Qur'an yang dibaca Rasulullah SAW, Al Waqi'ah termasuk surat yang disukai dan rutin dibaca. Di bawah ini terdapat hadist yang disahihkan oleh Syaikh Al-Albani, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi, berbunyi:
عن ابنِ عبّاسٍ قالَ : قالَ أَبُو بَكْر رضي الله عنه: "يَا رَسُولَ الله قَدْ شِبْتَ. قالَ: شَيّبَتْنِي هُودٌ وَالْوَاقِعَةُ وَالمُرْسَلاَتُ و {عَمّ يَتَسَاءَلُونَ} و {إِذَا الشّمْسُ كُوّرَتْ}
"Seperti diceritakan Ibnu Abbas, Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, Engkau telah beruban." Nabi SAW menjawab, "Telah membuatku beruban (surat) Huud, Al Waqiah, Al Mursalaat, Amma yatasaa aluun, dan Idzasy syamsu kuwwirat'" (HR Tirmidzi)
Amma yatasaaa aluun ( Surat An Naba)
idzasy-syamsu kuwwirat (Surat At Takwir)

Sekali lagi SettiaBlog minta maaf, belum pantes sebenarnya SettiaBlog membuat bahasan seperti ini. Untuk background postingan SettiaBlog gunakan coretan asal di sketchbook.

Mar 14, 2024

Harapan yang Di Lepas agar Kita bisa Lebih Bahagia

 


SettiaBlog ndak sengaja mendapatkan background yang cukup bagus. Di situ ada gradasi warna yang lembut dan ketika di pakai membaca juga terlihat jelas. Background itu SettiaBlog ambil dari pisang 'saba' rebus yang di belah jadi dua. Bicara soal pisang, beberapa hari yang lalu mbakyu SettiaBlog kan ngerasa tubuhnya lemas dan kesemutan, waktu di bawa ke dokter katanya kekurangan Kalium. Dan sumber Kalium tertinggi dari makanan yang kita konsumsi ternyata pisang. Berarti pandangan orang Jawa dulu ada benarnya kalau pisang dalam bahasa Jawa itu Gedhang ( digeget leh bar madhang ) atau di konsumsi setelah makan. Tapi kalau di Sunda, Gedhang itu artinya pepaya lho. Kok jadi mempermasalahkan pisang, lanjut ke pembahasan ya. Untuk video klip di atas ada 'monsters' milik James Blunt. Liriknya sendiri menceritakan kesedihan seorang anak yang melihat orang tuanya menghadapi masalah, 'monsters' dalam lagu tersebut di gambar sebagai masalah yang menimpa orang tuanya dan Si anak menginginkan masalah - masalah yang di hadapi orang tuanya cepat pergi. SettiaBlog juga selalu berharap semoga masalah - masalah di sekitar SettiaBlog cepat pergi. Untuk background videonya SettiaBlog ambilkan suasana Laut Jawa di pagi hari, saat fajar mulai menampakkan diri. Air Laut Jawa dengan ombaknya yang lembut berbalut warna keemasan cahaya matahari yang bersinar lembut. Kira - kira ada yang ngerti ndak ini di daerah mana? Cahaya matahari pagi merupakan simbol harapan dan setiap orang tentu memiliki harapan dalam kehidupannya. Tapi terkadang banyak perjalanan hidup yang ndak sesuai dengan harapan. Yang jelas Allah SWT lebih mengerti apa yang terbaik untuk makhluknya.

Apakah kita sering merasa bahwa bahagia terasa sulit dijangkau? Kadang-kadang, rasa bahagia sepertinya terus berada di luar jangkauan, tersembunyi di balik sejumlah harapan dan ekspektasi yang kita genggam erat. Namun, apa yang terjadi jika rahasia kebahagiaan sebenarnya terletak pada kebijaksanaan untuk melepaskan beberapa harapan itu? Dalam perjalanan menuju kebahagiaan yang lebih dalam, ada tiga harapan kunci yang mungkin perlu kita lepaskan agar kita bisa menemukan kedamaian yang lebih besar dalam hidup. Mari kita telaah bersama harapan-harapan tersebut dan betapa pentingnya untuk membebaskannya agar kita bisa meraih kebahagiaan yang lebih autentik dan berkelanjutan.

1. Harapan akan kesempurnaan diri

Salah satu harapan yang seringkali menjadi beban berat adalah harapan akan kesempurnaan. Ketika kita terjebak dalam mencari kesempurnaan, kita cenderung merasa tidak puas dengan diri sendiri dan kehidupan kita. Kita menuntut agar segala sesuatu berjalan sesuai dengan harapan dan standar yang tidak realistis. Namun, kesempurnaan itu sendiri hanyalah ilusi. Kita semua memiliki kelemahan dan kekurangan, dan itu adalah bagian alami dari manusiawi. Ketika kita melepaskan harapan akan kesempurnaan, kita dapat merangkul diri kita apa adanya dan lebih menerima kehidupan dengan lapang dada. Bukan berarti kita berhenti berusaha menjadi lebih baik, tetapi kita belajar untuk menghargai kemajuan kita tanpa terlalu keras pada diri sendiri. Dengan melepaskan harapan akan kesempurnaan, kita dapat mengalami kelegaan yang besar dan menemukan kebahagiaan dalam keadaan apa pun.

2. Harapan akan memiliki kendali penuh atas segala hal dalam hidup

Harapan akan memiliki kendali penuh atas segala hal dalam hidup juga merupakan sumber stres yang besar. Kita seringkali merasa perlu untuk mengendalikan setiap aspek kehidupan kita, mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga masa depan. Namun, kenyataannya adalah banyak hal di luar kendali kita. Ketika kita terus berusaha untuk mengontrol segalanya, kita tidak hanya membuat diri kita tegang dan cemas, tetapi juga melewatkan momen-momen berharga dalam hidup. Mengakui bahwa ada banyak hal di luar kendali kita adalah langkah pertama menuju kebebasan dan ketenangan pikiran. Kita bisa belajar untuk melepaskan harapan akan kontrol dan memberikan diri kita izin untuk merelaksasi dan percaya pada alur kehidupan. Ketika kita menerima bahwa tidak semua hal dapat kita kontrol, kita dapat menemukan kedamaian dalam menerima apa yang telah terjadi dan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.

3. Harapan akan penerimaan tanpa usaha

Harapan akan diterima tanpa usaha merupakan sumber kekecewaan yang besar. Kita seringkali berharap bahwa orang lain akan sepenuhnya menerima kita tanpa kita harus berusaha keras untuk itu. Namun, penerimaan sejati memerlukan komunikasi, pengertian, dan kompromi. Ketika kita terus mengharapkan orang lain untuk menerima kita tanpa usaha, kita cenderung merasa terasing dan tidak dihargai. Merangkul fakta bahwa hubungan yang sehat memerlukan kerja keras dari kedua belah pihak adalah kunci untuk menyingkirkan harapan ini. Kita perlu berinvestasi waktu dan energi untuk membangun hubungan yang kokoh dan bermakna. Dengan berkomunikasi secara terbuka, mendengarkan dengan empati, dan memberikan dukungan, kita dapat memperkuat ikatan kita dengan orang-orang di sekitar kita dan merasakan kebahagiaan yang lebih dalam. Mengubah pola pikir kita dengan melepaskan harapan-harapan yang tidak perlu adalah langkah penting menuju kehidupan yang lebih bahagia. Dengan melepaskan harapan akan kesempurnaan, kontrol, dan penerimaan tanpa usaha, kita dapat merangkul kehidupan dengan lebih ringan dan menemukan kebahagiaan yang lebih dalam dalam prosesnya. Mari kita mulai melepaskan harapan-harapan ini dan membuka diri untuk merasakan kebebasan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Mar 11, 2024

Pentingnya Seorang Muslim Membangun Kesungguhan

 


Video klip di atas "Truly Madly Deeply" milik Savage Garden. Truly Madly Deeply sendiri bisa di artikan 'bersungguh - sungguh'. Kalau dalam hadits shahih tentang bekerja, bunyinya seperti ini,
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.
Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [HR Tirmidzi, no. 2344; Ahmad (I/30); Ibnu Majah, no. 4164]

Kesungguhan dan keseriusan seorang muslim merupakan cerminan jiwa yang telah tersiram oleh Kitabullah. Karena Al-Qur’an adalah Kitab yang haq yang tidak ada laghwu  (kesia-siaan) dan juga tidak ada senda gurau di dalamnya. Allah SWT berfirman, artinya,
اِنَّهٗ لَقَوۡلٌ فَصۡلٌۙ وَّمَا هُوَ بِالۡهَزۡلِؕ
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, dan sekali-kali bukanlah dia sendau gurau.” (QS: At-Tariq [86]:13-14)
Maka seorang muslim yang serius dan bersungguh-sunggah berarti dia telah berhias dan berakhlaq dengan akhlaq Al-Qur’an. Seorang muslim yakin bahwa dia diciptakan bukan hanya untuk sebuah senda gurau atau main-main di muka bumi, namun dia sadar bahwa dirinya mengemban amanah yang besar, amanah yang tidak sanggup dipikul oleh langit, bumi dan gunung, sebuah pertanggungjawaban yang agung nanti di hari Kiamat. Allah SWT berfirman, artinya,
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.” (QS: Al-Mu’minun [23]:115).
Firman Allah SWT yang lain, artinya,
إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.“ (QS: Al-Ahzab [33]:72)
Keseriusan dan kesungguhan memiliki tanda-tanda yang amat banyak, di antaranya yaitu:

1. Ikhlash

Ikhlas merupakan salah satu pembeda yang pokok antara seorang yang bersungguh-sungguh dengan yang main-main. Orang yang tidak ikhlas, maka bisa jadi seorang munafik dan bisa jadi adalah riya’. Sedangkan orang muslim yang sesungguhnya, tidak berbuat munafik dan tidak riya’, sebab tujuannya adalah ridha Allah subhanahu wata´ala dan mengharap pahala-Nya.

2. Ittiba’ (mengikuti) Nabi Muhammad SAW

Ini merupakan pembeda ke dua dari keseriusan seorang muslim, karena seorang muslim akan berusaha maksimal agar amal ibadahnya diterima, sedangkan suatu amal akan diterima jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah.

3. Adil dan Pertengahan

Serius bukan berarti ekstrim atau berlebihan, namun maknanya adalah adil dan pertengahan. Allah subhanahu wata´ala melarang dari sikap ghuluw (ekstrim), dan Rasulullah SAW memberitahukan bahwa ghuluw  merupakan sebab kehancuran dan kerusakan. Sikap pertengahan akan dapat memelihara kelangsungan suatu amal, kontinyuitas dalam ketaatan dan menjaganya agar tidak terputus atau mengalami kebosanan.

4. Intens dalam Ketaatan

Intensif dalam melakukan ketaatan dan mengambil setiap kesempatan untuk melaksanakan berbagai bentuk ibadah, bersyukur dan berdzikir kepada Allah subhanahu wata´ala dan terus menambah hal itu bukan termasuk ghuluw  selagi dilakukan dalam batas-batas syara’. Sebagaimana dimaklumi bahwa iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Dan mempertahankan ketaatan, membuka pintu-pintuk kebaikan dan ikut andil di dalamnya merupakan penambah keimanan sekaligus merupakan bukti dari kesungguhan seorang muslim dalam beribadah.

5. Jelas dalam Tujuan

Seorang muslim meskipun berbeda profesi dan bermacam-macam bidang yang mereka geluti namun mereka memiliki tujuan pokok dan prinsip yang sama yakni mencari keridhaan Allah subhanahu wata´ala dan mengharap pahala di sisi-Nya. Oleh karena itu seorang muslim menjadikan seluruh aktivitasnya sebagai bentuk ibadah, wasilah dan sarana untuk mencapai tujuan pokok tersebut. Dengan tujuan yang terpuji ini maka kita dapat menjadikan tidur, makan, minum, kesibukan dan juga waktu luang kita sebagai bagian dari ibadah yang mendapatkan pahala, jika diniatkan dengan benar ketika melakukaknnya.

6. Berkemauan Tinggi

Berkemauan tinggi merupakan ciri dari orang-orang yang serius, sebab seorang yang berkemauan tinggi tidak rela dengan kemalasan, tidak mudah bosan dan tidak suka berleha-leha. Keinginannya selalu menggiringnya kepada perkara-perkara yang tinggi dan permasalahan yang besar, maka di antara mereka ada yang tekun dalam mendalami ilmu, ada yang serius dalam beribadah, ada yang sungguh-sungguh dalam menerapkan akhlaq dan adab dan lain sebagainya. Meskipun umur mereka pendek, namun dengan keseriusan dan kesungguhan, mereka mampu berpindah dari satu kondisi ke kondisi yang lebih sempurna, dari satu kedudukan ke kedudukan yang lebih tinggi dan seterusnya hingga ajal menjemput. Allah subhanahu wata´ala berfirman,
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr [15]:99).

7. Berteman dengan Orang Serius

Salah satu hal yang dapat menjadi kan seorang muslim tetap dalam keseriusan adalah berteman dengan orang serius, karena manusia akan terpengaruh dengan teman pergaulan nya. Jika seseorang berteman dengan orang yang senang berbuat sia-sia, main-main dalam hidup, senang kepada kebatilan, menyia-nyiakan waktu, maka dia pun akan terpengaruh oleh mereka dan akan menjadi salah satu bagian dari mereka.

8. Tegar Menghadapi Masalah

Orang yang sungguh-sungguh akan tegar dalam menghadapi masalah dan dia tidak lari darinya tanpa berusaha mencari solusinya. Dia hadapi masalah dengan bijak dan tenang, dan ia jadikan itu sebagai tonggak untuk memulai sebuah langkah baru, sehingga dengan kemampuan dan pikiran yang telah diberikan oleh Allah SWT permasalahan akan terselesaikan dan jalan keluar dari berbagai ujian dan cobaan akan diperoleh. Di antara yang perlu diperhatikan adalah mencari waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah, yakni waktu-waktu yang lapang dan tenang untuk dapat merenung dan mencurahkan pikiran dengan maksimal. Selain itu juga terkadang perlu untuk meminta pendapat dari pihak lain, terutama teman-teman dan sahabat yang diketahui responsif, mempunyai kemampuan berpikir dengan teliti dalam memandang suatu masalah.

9. Syamil (Universal)

Seorang muslim yang bersungguh sungguh tidak pilih-pilih dalam melaksanakan agamanya, sebagai mana hal itu diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, artinya,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya.” (QS. Al-Baqarah:208)
Ibnu Abbas radhiyallahu `anhu berkata, ” Makna ayat ini adalah kerjakan seluruh amal perbuatan dan seluruh sisi kebaikan.” (Tafsir Ibnu Katsir 1/324)
Seorang muslim tidak boleh membuang bagian dari agama Allah SWT sekehendaknya, mengambil yang ini dan meninggalkan yang itu sesukanya. Juga bukan cermin keseriusan bila hanya mengerjakan perkara-perkara yang mudah dan enak saja lalu enggan dengan berbagai kewajiban lainnya.

10. Pantang Menunda-nunda

Seorang yang berjiwa serius pantang menunda-nunda dan pantang bersandar kepada angan-angan dusta. Tetapi dia bersegera untuk melakukan ketaatan, menyibukkan diri dengan ibadah dan aktivitas yang berguna. Dia bertaubat dan beristighfar setiap saat, sebelum dan sesudah melakukan ibadah, dan dia tidak mengatakan, “Nanti saja aku bertaubat, besok saja aku introspeksi diri dan lain sebagainya.” Dia kerjakan shalat dengan baik dan tepat waktu, membaca Al-Qur’an dan merenungkan isinya dan dia tidak mengatakan, “Nanti aku akan shalat dengan baik dan banyak membaca al-Qur’an.”

11. Melihat Sirah Nabi dan Shahabat

Termasuk salah satu pendorong kesungguhan adalah dengan melihat perjalanan hidup para nabi dan shahabat sebagai manusia yang penuh dengan kesungguhan dalam hidup mereka. Allah SWT berfirman, artinya,
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS: Yusuf:111)

12. Menjauhi Sikap Glamour dan Mewah

Setiap orang yang berakal sepakat bahwa nikmat itu tidak dapat diperoleh dengan leha-leha, dan kemuliaan tidak akan tercapai kecuali dengan susah payah. Maka menghindari gaya mewah dan menjauhi sikap berlebihan merupakan jalan untuk mencapai tingginya himmah (keinginan). Sebagian salaf berkata, “Ilmu itu tidak dapat diraih dengan bersantai-santai.”

Mar 9, 2024

Meneladani Sikap Rasulullah SAW Saat Ramadhan Tiba

 


Video klip di atas "back to you". Untuk background postingan ini SettiaBlog terinspirasi dari payung raksasa yang ada di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah (yang berarti terang benderang). Boleh ndak SettiaBlog cerita - cerita dikit saat berada di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah, ini dari pengalaman orang awam kayak SettiaBlog lho ya, kalau ada cerita yang ndak sesuai mohon di maklumi. Ketika menjalankan ibadah di sana, SettiaBlog lebih banyak menghabiskan waktu di masjid. Saat menjelang shalat Ashar SettiaBlog akan duduk di pelataran Masjid Nabawi yang ada payung raksasanya itu, teknologi yang begitu hebat dari payung tersebut membuat Masjid Nabawi menjadi lebih nyaman dan sejuk. Menjelang shalat Maghrib SettiaBlog biasanya menyempatkan minum seteguk air zam - zam terus ambil wudlu. Kembali SettiaBlog di bikin kagum dengan pelayanan Masjid Nabawi . Begitu mau duduk untuk wudlu, begitu cepat ada yang mengelap dudukan itu dengan kain tisu, setelah wudlu juga di sodori tisu untuk mengeringkan bekas wudlu. Shalat Maghrib SettiaBlog masuk ke dalam masjid dan berdiam diri di situ sampai shalat Isyak. Setelah shalat Ghaib sehabis shalat Isyak, SettiaBlog baru pulang untuk makan malam. Saat shalat Subuh SettiaBlog akan ambil tempat di dalam masjid, sehabis shalat Ghaib subuh SettiaBlog keluar masjid dan ikut orang - orang untuk berjalan - jalan mengelilingi area Masjid Nabawi. Ada satu tempat di mana ketika di situ SettiaBlog tiba - tiba menangis. SettiaBlog Ndak mengerti, kenapa? Besoknya SettiaBlog ke situ lagi, juga gitu lagi. Sampai SettiaBlog coba tanya ke Eyang SettiaBlog, sebenarnya kenapa? Hanya di jawab dengan senyuman. Pernah ketika SettiaBlog akan shalat Subuh, SettiaBlog itu terus aja masuk ke dalam masjid, ndak ngerti kaki ini kok terus melangkah sampai ke shaf dekat imam baru berhenti. Setelah SettiaBlog shalat tahiyatul masjid, ada dua orang besar yang mengapit posisi SettiaBlog, posisinya begitu rapat, sampai shalat Subuh selasai SettiaBlog hanya memandang ke depan, hanya sedikit menengok saat salam. Entah kenapa saat itu SettiaBlog ngerasa sangat fokus. Selesai shalat Ghaib SettiaBlog berdiri dan dari arah depan ada yang menghampiri SettiaBlog sambil mengulurkan sebungkus kurma, kurmanya kering kalau ndak salah jumlahnya ada 7 buah, warnanya agak kehijauan mengkilat. Di benak SettiaBlog sempat bertanya, kenapa kurmanya ini kok warnanya ndak hitam atau coklat. Lalu kurma itu SettiaBlog masukkan ke saku tas.

SettiaBlog coba searching ke google tentang kurma yang di kasihkan ke SettiaBlog dan SettiaBlog mendapatkan hadist ini:
كان النبي صلى الله عليه وسلم يفطر قبل أن يصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتمرات فإن لم تكن تمرات حسا حسوات من ماء  Nabi shallahu alaihi wa salam dahulu berbuka dengan makan beberapa kurma muda sebelum shalat, jika tidak ada kurma muda maka dengan kurma kering, jika tidak ada kurma maka beliau meneguk beberapa teguk air (HR. Ahmad : 12676, Abu Dawud : 2356 dan At-Tirmidz i : 696).
Setelah baca hadist tersebut SettiaBlog benar - benar merasa bersalah udah berburuk sangka. Ternyata itu dari kebiasaan Rasulullah SAW yang terus di lestarikan . Di lanjut ndak ceritanya? SettiaBlog udah bilang kalau SettiaBlog ini orang awam, ceritanya tentu ndak akan menarik. Kalau ceritanya kurang menarik mohon di maklumi. Kita lanjut ya.. Sekarang lanjut ke kota Makkah al-Mukarramah (kota yang disucikan dan dimuliakan oleh Allah SWT). Perasaan SettiaBlog ketika masuk ke kota Makkah sama kayak saat masuk ke kota Madinah. Semua tempat yang SettiaBlog singgahi atau lewati rasanya itu udah pernah, kayak napak tilas gitu. Di kota Makkah ini SettiaBlog fokus untuk Tawaf dan Sa'i. Pada Tawaf dan Sa'i pertama berjalan lancar, sehabis Sa'i sempat SettiaBlog rasakan capek dan kaki sedikit pegal. SettiaBlog ingat kurma yang di saku tas, SettiaBlog ambil tiga butir, SettiaBlog makan, habis itu SettiaBlog meneguk sedikit air zam - zam. Entah kenapa, perasaan capek dan pegal yang SettiaBlog rasakan perlahan - lahan hilang. Seperti saat di Madinah, di kota Makkah ini, menjelang shalat Ashar SettiaBlog mencari tempat di pelataran Masjidilharam. SettiaBlog biasa berkumpul orang - orang imigran yang kerja di kota Makkah dan di situ juga berkumpul para pengurus masjid. SettiaBlog shalat Ashar di situ dan nongkrong di situ sampai shalat Maghrib baru masuk ke masjid. Sebelum shalat Ashar di situ di bagikan segelas kecil kopi arab qahwa sama sebungkus kurma kering, setelah akan di bagikan hubus (itu lho, roti bulat pipih yang makannya di cocolkan ke kare) dan di situ makannya bareng - bareng gitu. Pernah juga itu yang di bagikan nasi, mirip nasi gareng dalam kemasan aluminium foil gitu. Dan SettiaBlog benar - benar sangat bersyukur bisa nimbrung makan bareng bersama mereka, bukan karena nilai makanannya. Kebiasaan Rasulullah SAW yang tetap di pertahankan di sana. Alhamdulillah, itu yang SettiaBlog rasakan. Jika Anda membaca kisah atau riwayat Nabi Muhammad SAW. Dalam bergaul Rasulullah SAW selalu bersikap ramah, memperlakukan tiap orang dengan sama, rendah hati dan sebagainya. Udah ya, SettiaBlog belum pantas cerita ini terlalu jauh, mohon maaf jika ceritanya ndak menarik.

Lanjut ke bahasan ya. Dahulu, sejak datangnya bulan Rajab 1444 H. Kaum muslimin selalu berdo'a: Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Syakban serta sampaikanlah umurku ke bulan Ramadhan.  Dari do'a yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tersebut, mengandung makna bahwa beliau Rasulullah SAW sangat berharap kedatangan bulan suci Ramadhan. Lantas bagaimana kebiasaan atau sikap Rasulullah SAW apabila Ramadhan yang diharapkannya itu telah datang?

Setidak-tidaknya ada beberapa perilaku Rasulullah SAW dalam menyikapi telah datangnya bulan suci Ramadhan, diantaranya:
       Pertama, sebelum memasuki Ramadhan, Rasulullah SAW kemudian dilanjutkan oleh para sahabat, lalu para tabi’in dan   Salafus shalih, selalu merindukan datangnya bulan suci Ramadhan. Untaian do'a selalu terucap dari lisan Rasulullah SAW begitu juga dari lisan-lisan mereka agar diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Setidak-tidaknya kerinduan itu datang dua bulan sebelum Ramadhan tiba. Bahkan seorang Imam madzhab Imam Malik selalu berpesan kepada murid-muridnya agar selalu mempersiapkan langkah-langkah menghadapi bulan suci Ramadhan.
       Dapat digali dari sejarah, bahwa Imam Malik sekalipun tidak mendapatkan kesempatan untuk hidup bersama para sahabat, namun ia mampu meneladani para sahabat melalui sejarah hidup mereka. Terdapat bukti bahwa para sahabat pun sangat berharap kedatangan bulan suci Ramadhan. Bahkan enam bulan sebelum Ramadhan, mereka sudah berharap akan kedatangannya. Seperti halnya seorang generasi tabi’in bernama Ma’la bin Fadhal berkata bahwa dahulu sahabat Rasulullah SAW berdo'a kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan, agar Allah SWT menyampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdo'a pula agar Allah SWT terima semua amal ibadah mereka di bulan itu, diantara do'a itu ialah:
أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
      Ya Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima. (HR. at- Thabrani.

       Memperhatikan do'a Rasulullah SAW yang dikuti oleh para salafus shaleh, terlihat dengan jelas bahwa sejak Rasulullah SAW dan generasi sahabat serta tabi’ian, ternyata mereka selalu merindukan datangnya bulan suci Ramadhan. Hal ini mereka sandarkan dengan harapan untuk mendapatkan janji dan tawaran Allah SWT dan Rasul-Nya tentang berbagai ganjaran dan keistimewaan yang tidak ada pada bulan-bulan lain.  Namun dibalik itu semua, kita semua harus berharap agar kaum muslimin jangan berharap rahmat (kasih sayang), mahgfirah (ampunan) tersebut hanya pada bulan Ramadhan saja. Akan tetapi sandarkanlah harapan tersebut pada bulan-bulan yang lain juga, tentu istimewakanlah pada bulan Ramadhan. Nasihat ini pernah diucapkan oleh Imam Nawawi, bahwa kata beliau: Celakalah kaum ranbbaniyyin, mereka tidak mengenal Allah kecuali hanya bulan Ramadhan saja.   Jadilah penerus Rasulullah SAW, mengapa? Karena mereka setelah mengenal Allah SWT dengan melaksanakan syariat, lalu mereka meningkatkan tahapan pengenalan kepada Allah SWT dengan lebih semangat, serius dan penuh kehati-hatian, dalam hadits disebut wahtisaaban,  

       Kedua, pada saat Ramadhan telah datang, atau telah terbit hilal (bulan sabit), sebagai pertanda datangnya bulan baru. Rasulullah SAW dan para sahabat menyambutnya dengan suka cita. Hal ini terbukti dengan do'a yang beliau panjatkan dalam riwayat ad-Darami dari Ibnu Umar Ra:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ :  اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَم وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
       Dari Ibnu Umar dia berkata: Bila Rasul melihat hilal dia berkata: Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan taufik kepada yang dicintai Robb kami dan diridhai-Nya. Robb kami dan Robbmu (hilal) adalah Allah. (HR. Addarami).

       Inilah gambaran Rasulullah SAW merindukan kedatangan Ramadhan, ia bergembira dengan memanjatkan do'a, bukan gembira dengan hura-hura atau dengan hiruk pikuk dan lain-lain, yang justru hanya memunculkan kebisingan.      

       Ketiga, pada saat Ramadhan sedang berlangsung, Rasulullah SAW dan para sahabat meningkatkan ketakwaannya dengan menahan diri dari berbagai sahwat dan perbuatan yang dapat merusak kesempurnaan puasa. Mereka menutup setiap celah sahwat dengan mengetuk pintu-pintu kebaikan. Seperti sahwat anggota tubuh atau menyakiti orang lain dan sejenisnya. Semuanya dilakukan sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Beliau menghidupkan siang dan malam dengan berbagai amal ibadah. Seperti bersedekah, shalat tarawih, berzikir, membaca dan tadabbur al-Qur'an dan berbagai ibadah lainnya. Asiyah pernah berkata perihal perilaku Rasulullah SAW dalam menyikapi Ramadhan, seperti dalam riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas Ra: 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ
       Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan.

       Keempat, Pada saat Ramadhan akan berakhir, Rasulullah SAW mengencangkan tali ikat pinggangnya. Beliau lakukan sebagai pertanda bahwa beliau tambah serius untuk beribadah dan menghidupkan malam-malamnya lalu membangunkan keluarganya untuk shalat dan berdzikir agar tidak kehilangan keberkahan yang melimpah ruah pada malam-malam tersebut. Bahkan khusus pada malam-malam terakhir, beliau beri’tikaf di masijid.  Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Asiyah Ra:
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
       Nabi SAW biasa beri'tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau di wafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri'tikaf setelah beliau wafat.        Rasulullah SAW dan para sahabat lebih giat dalam beribadah di sepertiga akhir Ramadhan. Apabila kita ingin mencontoh perilaku Rasulullah Saw, ikutilah. Manfaatkanlah Ramadhan yang telah datang menghampiri kita. Semoga kita bisa dan mampu mengisi hari hari dan malam-malam Ramadhan dengan peningkatan ketakwaan, dan amal shaleh. Semoga Allah SWT menaikkan kita ke derajat yang paling tinggi, yakni pribadi-pribadi yang muttaqien.

       
Tak terasa kita semua akan berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Di bawah ini potongan lirik back to you
What if I say that I'm sorry
Bagaimana jika saya mengatakan bahwa saya minta maaf
More than I've ever been before
Lebih dari yang pernah saya alami sebelumnya