Oct 30, 2022

Siap Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

 



Beberapa hari ini memang SettiaBlog agak sedikit murung. Sampai ada yang sindir SettiaBlog, di pikir SettiaBlog kangen sama gendhuk SettiaBlog. Kayak ngerti - ngerti o siapa gendhuk SettiaBlog. SettiaBlog percaya kok jika gendhuk SettiaBlog itu berjodoh dengan SettiaBlog ya suatu saat akan berkumpul dengan SettiaBlog. Kalau ndak di dunia ini ya akan berkumpul di kehidupan berikutnya, kayak lagu "The One That Got Away" di atas. Ngenes banget" SettiaBlog. Ndak...ndak...ini hanya bercanda. SettiaBlog selalu di ajarkan eyang - eyang SettiaBlog untuk selalu berpikir besar, ini juga yang SettiaBlog tularkan ke gendhuk SettiaBlog. Selalu berpikir besar! Hidup kan ndak mungkin selalu mengikuti gaya Gerak Lurus Beraturan. Pasti banyak gaya dan hukum lain yang mengikuti perjalanan hidup. Life is a series of happy and sad moments. But when you are going a little low on life then all you can do is let go and try and be happy. The struggle, the sadness will fade off eventually, things will be better. So try and be in the moment and enjoy life.

SettiaBlog beberapa hari ini murung karena eyang SettiaBlog cerita ada lembah yang sangat luas dan di situ ada kehidupan. Eyang SettiaBlog cerita dengan rasa kwatir, dia bilang katanya pintu utara dan timur mulai terbuka. SettiaBlog bingung, apanya yang terbuka. Terus eyang SettiaBlog bilang katanya SettiaBlog di suruh bantu menambal. Ya SettiaBlog bilang kayak ban bocor ae eyang - eyang kok di tambal. Dia marah - marah, di ajak ngomong serius malah cengengesan. Untuk yang baca blognya Settia, cerita - cerita SettiaBlog ndak usah di masukkan hati, lupakan!

Hidup manusia saat ini telah berada di akhir zaman , dan sudah dekat dengan waktu hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam sejumlah hadisnya tentang dekatnya dengan hari kiamat ini. Walaupun, kapan akan hari kiamat, seberapa lama lagi hari kiamat, itu adalah ilmu yang dirahasiakan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengisyaratkan tentang dekatnya hari kiamat. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ، وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ هُمَا.
“Jarak diutusnya aku dan hari kiamat seperti dua (jari) ini.”
Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah), lalu merenggangkannya. (HR. Bukhari). Rasulullah pun telah mengisyaratkan tentang keadaan di akhir zaman dalam sabdanya,
“Bagaimana sikap kalian apabila fitnah telah mengelilingi kalian?”

Fitnah telah berada di sekitar kita dan kita telah diliputi oleh fitnah, kita telah dihadapkan kepada fitnah dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dari berbagai unsur kehidupan, fitnah berada di tengah-tengah. Dan fitnah itupun berkepanjangan, lama, berkesinambungan dan semakin dahsyat dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Sampai disebutkan di dalam hadis:
يَرْبُو فِيهَا الصَّغِيرُ وَ يَهْرَمُ فِيهَا الْكَبِيرُ
“Anak-anak kecil menjadi dewasa dan orang yang tua menjadi pikun.” “Yaitu apabila kebanyakan dari umat ini telah meninggalkan sunnah.”
Lalu para sahabat bertanya:
“Kapan akan terjadi hal itu Wahai Abu Abdurrahman?”
Maka beliau menjawab:
“Apabila telah pergi para ulamanya.”
Artinya banyak yang meninggal dunia dari kalangan ulama, banyak orang-orang yang wafat dari kalangan para ulama.
“Dan semakin banyak orang-orang yang bodohnya. Semakin banyak ahli qira’ah, tapi semakin sedikit yang faqih kepada makna-makna ayat Al-Qur’an.”
Lantas bagaimana kita harus menghadapi ujian dan fitnah akhir zaman ini?

1. Mencari ilmu

Semua problem berkaitan dengan fitnah, maka mesti setiap mukmin menjadikan bagian dari hidupnya adalah untuk mencari ilmu. Karena ilmu adalah bagian terpenting dalam hidup kita.

2. Menyiapkan kehidupan masa depan (setelah kematian)

Kehidupan setelah kematian kita adalah masa depan yang paling depan. Jika para ibu dan para bapak berbicara tentang masa depan, maka inilah masa depan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu Al-Qur’an mengajarkan kisah seorang Nabi yang mengajarkan masa depan kepada anaknya, yaitu Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam. Ketika beliau sedang dalam keadaan dekat kepada kematian, sedang sakaratul mau, maka mengumpulkan semua anaknya. Allah berfirman:
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Tidaklah kalian memperhatikan tentang Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam ketika datang sakaratul maut menjemputnya? Maka beliau berkata: ‘Wahai anak-anakku, apa yang kalian akan sembah setelah aku meninggal dunia?’ Maka serempak anaknya mengatakan: ‘Kami akan menyembah Illahmu dan Illah nenek moyangmu (yaitu Allah, Illah yang satu), dan kami tunduk kepadaNya.’” (QS. Al-Baqarah: 133)

Jadi ketika kita berbicara tentang masa depan, maka ingatkanlah masa depan itu adalah masa depan setelah kematian. Maka oleh sebab itu -sebagai catatan tinta emas bagi kita- semua apa yang kita cari dalam interaksi dunia, maka jadikanlah semuanya adalah jembatan dan jadikanlah kendaraan untuk kita ke surga. Jadikanlah semua nikmat yang Allah berikan kepada kita sebagai kendaraan yang menghantarkan kita ke surga, sebagai masa depan kita. Jangan Anda berpikir masa depan adalah masa depan karir kita di dunia ini.

3. Menjaga amal

Ketika kita bertanya tentang amal dan ketika kita meminta ditunjukkan kepada seorang alim tentang amal dimasa hari ini, maka ada jawaban yang sederhana dari sekian penjelasan. Lakukanlah amal yang mampu kita mendawamkannya setelah kita menunaikan perkara-perkara yang fardhu (wajib). Menjaga shalat lima waktu, menjaga puasa dan menjaga setiap perkara yang Allah Ta’ala fardhu-kan. Oleh sebab itu Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh istrinya sendiri, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:
“Ya Rasulullah, amal yang mana yang paling dicintai Allah? Yang paling mulia di sisi Allah?”
Maka Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang mampu kita mendawamkannya walaupun amalan itu sederhana.” (HR. Muslim)

Sering kita bertanya tentang yang mungkin sulit bagi kita untuk melakukan hari ini. Beramal tapi banyak yang kita lalaikan. Contohnya adalah sudahkah Anda meng-kontinu-kan untuk diam ketika mendengar suara adzan kemudian menjawabnya kemudian kita membaca shalawat setelahnya? Maka jangan kita lewatkan amalan yang sederhana untuk mendapatkan pahala besar. Terutama diwaktu yang sangat sulit bagi kita untuk melakukan kebaikan. Dan ini adalah solusinya.

4. Berkata benar

Kewajiban mukmin adalah benar dalam berkata, benar dalam bercakap, benar dalam berucap dan benar dalam beramal. Fitnah terbesar pada hari ini adalah melihat berbagai kedzaliman. Di sisi lain, kita pun melihat begitu dahsyatnya rekayasa musuh kepada kaum muslimin dan rekayasa musuh terhadap Islam. Dan kita seorang muslim yang punya ghirah iman pasti ingin melakukan sesuatu, melawan terhadap semua kedzaliman ini, melawan setiap keburukan ini. Dan tentunya itu adalah alamat dalam diri kita ada iman Karena ghirah itu sebagaimana dinyatakan di dalam hadis, ghirah itu berupa energi yang ada dalam diri seorang mukmin yang disebutkan di dalam hadis:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَان
“Apabila kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu (kekuasaanmu), kalau tidak mampu maka dengan lisanmu, kalau tidak mampu maka dengan cara engkau tidak menyetujuinya (benci dalam hatimu), dan itu adalah bagian yang lemah dari iman kita.” (HR. Muslim)

5. Solusi ketika iman sedang turun

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa di antara hiruk-pikuk kehidupan dalam fitnah, maka kita akan sering mendapatkan ujian yang menyebabkan kita lemah. Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun telah mengisyaratkan:
إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ
“Dalam setiap kondisi semangat, akan datang masa yang lemah. Maka barangsiapa yang melemahnya kepada sunnahku, maka ia akan selamat. Dan barangsiapa yang dalam kondisi lemahnya kepada selain sunnah, maka dia akan celaka.” (HR. Ibnu Hibban)



Bottom Note

Dari 'Urwah bahwa Aisyah telah mengabarkan kepadanya bahwa dalam shalatnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering berdoa:
ALLAHUMMA INNI 'AUUDZUBIKA MIN 'ADZAABIL QABRI WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL WA A'UUDZUBIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAATI, ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL MA'TSMI WAL MAGHRAMI
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung dari fitnah Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang).
Maka seseorang bertanya kepada Beliau, Alangkah seringnya Anda memohon perlindungan diri dari lilitan hutang. Beliau bersabda:
Sesungguhnya apabila seseorang sudah sering berhutang, maka dia akan berbicara dan berbohong, dan apabila berjanji, maka dia akan mengingkari. (HR. Sunan Abu Dawud No. 746)

Oct 27, 2022

Membuka Mata Hati

 



Klip "wide eyes" di atas milik The Big Moon band indie dari Britania Raya yang di motori sang vokalis sekaligus gitaris Juliette Jackson. SettiaBlog suka klip di atas karena rok panjang yang di kenakan sang basist Celia Archer. Soalnya gendhuk SettiaBlog kalau pas lagi pakai rok kayak itu terlihat cantik....he...he.... Mulai ngacau SettiaBlog. Lho, SettiaBlog kan memuji gendhuk SettiaBlog sendiri ya ndak apa - apa. Kalau pas ada yang ndak bener dengan gendhuk SettiaBlog ya SettiaBlog tegor, kalau emang baik SettiaBlog ya harus memujinya, biar imbang. Lagunya sendiri "wide eyes". Bukalah mata lebar-lebar. Perhatikan apa yang terjadi di sekeliling Anda. Tapi ada ungkapan gini, "Mereka yang hanya bisa menilai dari apa yang dilihat oleh mata, tak akan mampu untuk mengerti apa yang dirasakan oleh hati." Mungkin kita sering mendengar perkataan fitnah akhir zaman dan salah satu cara menghidarinya dengan membuka mata lebar-lebar, keep an eye peeled (selalu waspada) dan melihat dengan hati.

Menurut Ibnu At-Thoilah manusia mempunyai dua mata, yaitu mata Zahiriyah dan mata hati, mata Zahir berfungsi untuk melihat hal-hal yang sifatnya fisik, sedangkan mata hati berguna untuk melihat hal-hal metafisik. Mata Zahiriyah termasuk dalam susunan tubuh manusia, Mata Zahiriyah terbentuk dari susunan daging dilindungi oleh tulang dan rambut yang berada di bagian muka manusia. Dalam proses mencari kebenaran mata Zahir berfungsi untuk membuktikan suatu kebenaran dengan cara dilihatnya atau disaksikan dengan mata Zahir, misalnya si Anu mengatakan bahwa di kota A ada banguanan tua peninggalan Belanda lalu si Ana pun pergi ke kota A untuk membuktikan perkataan si Anu, apabila Ana melihat bahwa di kota A ada bangunan tua maka perkataan si A benar, dan bila di kota A tersebut tidak ada bangunan tua maka perkataan si Anu salah. Itu adalah salah satu fungsi dari mata Zahir untuk membuktikan kebenaran sebuah pernyataan. Mata Zahir tidak akan berfungsi bila mata tersebut sedang sakit dan tidak ada pencahayaan, bila tidak ada cahaya maka ia tidak akan bisa melihat apa-apa. Fungsi mata sangat dipengaruhi oleh kesehatan tubuh dan pencahayaan terhadap objek yang dilihat.

Mata hati adalah mata yang terdapat dalam hati, hati disini bukan hati segumpal daging yang ada di tubuh manusia, hati disini bersifat metafisik yang tidak bisa di uraikan secara fisik, hati dan mata hati termasuk dalam hal-hal perkara ghaib. Ibnu At-Thoilah mengistilahkannya dengan Latifah Rabbaniayah atau hal-hal yang menjadi rahasia Allah SWT. Mata hati berfungsi untuk melihat perkara-perkara yang ghaib atau perkara yang tidak bisa di uraikan dengan fisik. Mata hati di istilahkan oleh Ibnu At-Thoilah dengan Bashiroh. Apabila mata hati sehat maka ia bisa melihat keagungan Allah dan bisa mendekatkan hati dengan Allah SWT, mata Zahir berguna untuk melihat fakta sedang mata batin melihat makna di balik fakta.

Objek di dunia ini bisa di lihat dari dua sisi, sisi zahiriyah dan batiniyah, misalnya bila kita melihat gula maka kita melihat butiran yang berwarna putih, lalu butiran itu di letakan di lidah, maka akan terasa bahwa benda itu berasa manis, ketika kita merasakan kemanisan gula itu merenungkan seolah-olah kita memandang sesuatu yang tidak ada di hadapan mata kita. Proses merenungkan itu adalah kinerja mata hati dalam memandang sesuatu, mata hati memberikan fakta bahwa gula adalah butiran putih dan mata hati memberi makna manis, jadi gula itu adalah manis, kata manis tidak bisa di gambarkan dengan sesuatu yang materiil, ketika mata Zahir melihat pedang maka mata hati memberi makna tajam, ketika mata Zhir melihat garam mata hati memberi makna asin, mata hati yang hanya bisa memberikan makna gula itu manis, pedang itu tajam, garam itu asin, mata hata seperti ini masih dikatakan sebagai mata hati yang buta, mata hati yang terbuka adalah mata hati yang mampu melihat keagungan Allah disemua benda yang dilihat.

Kekuatan mata hati tergantung dari kesehtan hati itu sendiri apabila hatinya sehat maka mata hati akan semakin kuat menyaksikan hal-hal yang sifatnya ghaib, mata hati juga tidak akan berfungsi jika tidak ada cahaya yang meneranginya, cahaya mata hati adalah ketika hati selalu dihadapkan kepada Allah SWT dan selalu berinteraksi dengan petunjuk Allah yaitu Al-Quran dan Hadist, yang menutup mata hati untuk menyaksikan keghaiban adalah nafsu, maka untuk membuka mata hati terlebih dahulu kita harus menundukan nafsu kepada Allah, kekuatan mata hati ada beberapa tingkatan.

Tingkat pertama  mata hati yang melihat keagungan Allah disetiap objek yang dilihat oleh mata Zahir, ketika melihat bunga maka ia tidak hanya takjub dengan melihat bunga tersebut tetapi akal dan pikirannya langsung bertafakur mengenai keagungan Allah dalam menciptakan keindahan di alam dunia maka tatkala ia merenung ia akan merasa kecil di hadapan Allah dan selalu mengucapkan subhanallah ketika melihat kejadian-kejadian di alam dunia. Mata Zahir melihat fakta mata hati memberikan makna terhadap apa yang diligat oleh mata zahir dan itu tergantung dari kesehatan hati manusia, semakin sehat maka ia akan mendapatkan makna semakin dalam sampai kepada sebuahhakihat dari alam semesta, mata hati tidak bisa menguraikan secara materiil apa yang disaksikan oleh mata hati, maka ia memerlukan sebuah perumpamaan untuk menguraikan makna, seperti makna hakikat dunia menurut mata hati bahwa dunia itu adalah bagaikan seorang nenek tua yang sedang berhias sedangkan tubuhnya banyak ulatnya.

Tingkat kedua  mata hati yang terbuka dan mendapatkan cahaya hidayah dari Allah, akan mampu menyaksikan dengan keimanan tentang alam setelah jasad dan roh memisahkan, dia meyakini bahwa ada alam setelah alam dunia ini, yaitu alam kubur, padang mashar, hari pembalasan dan lain sebagainya.

Tingkat Ketiga  apabila mata hati semkin kuat dan hati semakin bersih maka ia akan memahami tentang alam keabadian yaitu alam akhirat, kematian di dunia adalah awal dari sebuah perjalanan alam keabadian, kematian hanya memisahkan jasad dan roh manusia, roh manusialah yang nantinya akan menghadap Allah untuk mempertanggung-jawabkan semua amal yang dilakukan di dunia, ahli maksiat tidak akan bisa selamat dengan kematian dan ahli taat tidak akan kehilangan pahala dengan kematian, karena kematian adalah sebuah awal perjalanan menuju alam keabadian yaitu akhirat.

Mata hati yang terbuka akan selalu merasa dilihat oleh Allah itu disebabkan karena keyakinannya yang sangat kuat akan keberadaan Allah, karena keyakinannya tersebut maka jiwa akan tunduk pada Allah, apapun yang Allah katakan dalam wahyunya akan ia laksanakan dengan sepenuh hati termasuk meyakini semua ketentuan Allah yang Allah sudah atur, hidupnya tidak akan dirisaukan oleh perkara dunia seperti rezeki, kekayaan, harta, jabatan, pasangan hidup, dan lain-lain, dia menyadari bahwa posisi di dunia hanya sebagai seorang hamba, yang ia lakukannya hanyalah beribadah, semua tindakan di alam dunia ini ia lakukan atas dasar ketaatan kepada Allah, dan ia tidak akan mengusik-ngusik fungsi Allah sebagai maha pengatur kehidupan, termasuk pengaturan rezeki, bila ia ditakdirkan menjadi orang kaya maka ia akan bersyukur dengan menggunakan kekayaanya itu di jalan Allah, apabila ia ditakdirkan menjadi orang miskin maka ia tidak akan mengeluh ia akan menjadi orang yang bergembira dalam kesabarannya, ia akan selalu gembira seperti gembiranya seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bertemu, dalam kemiskinan ia akan lebih taat dan dalam kejayaan ia akan semakin taat. Miskin dan kaya hanyalah sebuah peran yang diberikan Allah kepada manusia. tidak ada yang Allah bedakan yang menjadi ukuran bagi Allah adalah ketaqwaan hamba-Nya. Orang-orang seperti inilah yang dijamin rezekinya oleh Allah.

"Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)." (Q.S Al-Mu’min ayat 130)

Seorang hamba yang mata hatinya terbuka maka ia tidak akan dirisaukan oleh rezeki yang ia dapatkan, baik banyak atau sedikit rezeki yang ia terima tetap ia akan bersyukur pada Allah, karena baik banyak atau sedikit rezeki yang diterima oleh manusia tetap semua itu milik Allah dan akan dikembalilkan kepada Allah, maka hidupnya akan selalu tenang, dia tau kemana ia harus melangkah dan apa yang harus ia lakukan karena semuanya sudah tercantum dalam Al-quran dan contoh pelaksanaanya sudah ada dalam sosok Rasulullah SAW, ia hidupnya hanya untuk ibadah. Semua aspek kehidupannya akan tertuju kepada Allah, dia Shalat karena Allah, zakat karena Allah, bekerja karena Allah, berkeluarga karena ingin ridho Allah, semuanya untuk Allah. Kalau semuanya untuk Allah buat apa ia risau dengan sedikitnya rezeki, buat apa ia berlaku tidak jujur sedangkan ia meyakini bahwa Allah maha melihat,buat apa ia iri dengan orang yang hartanya lebih banyak dari dia, banyak sedkitnya harta itu semua milik Allah. Berbeda dengan orang-orang yang dibutakan mata hatinya, karena ia hanya melihat dengan mata zahir maka ukuran hidup pun hal-hal yang materiil, apa yang membuat ia bahagia adalah hal-hal yang sifatnya materiil, seperti banyaknya harta, kuatnya kuasa, wanita atau pria yang bagus rupa, segala usaha akan ia lakukan untuk mendapatkan kebahagian, berbuat tidak jujur, itu dilakukan untuk memenuhi hasrat akan dunia, bila ia mendapatkan harta maka ia akan menjadi sombong dengan harta tersebut, dan ia akan tidak tenang dengan hartanya tersebut ketakutan akan kehabisan harta sangat mengahatui dirinya, bila mana hartanya habis maka ia akan setres. Dimana coba letak kebahagiannya kalau kita menghamba pada dunia.




Bottom Note


Klip "your light" di Bottom Note ini juga milik The Big Moon. Perhatikan klipnya, yang buat sangat brilian. Sepintas memang terlihat acak, jika di perhatikan, gerakan dan bendanya terpola. Kelihatannya simple tapi rumit. Klip yang bagus ini.

Sebenarnya manusia mampu melihat kenyataan dengan jernih atau ibaratnya mampu ‘memotret’ kenyataan dengan resolusi tinggi manakala dia melihat tidak hanya dengan mata raga tapi juga mata nalar dan mata hati yang sehat, bersih dan tercerahkan oleh wahyu Allah SWT. Intinya kita harus menghambakan diri kepada sang Khalik.  Ketika kita sudah benar benar menghambakan diri maka hati dan pikiran akan sehat, bersih dan bening.  Di saat itulah kita akan mampu melihat realitas dengan mata hati.  Tentu saja ini butuh latihan yang memakan waktu. Puasa adalah salah satu caranya.

Oct 25, 2022

Apa C yang Patut Kita Sombongkan?

 



Maaf ya untuk yang baca blognya Settia! SettiaBlog sering cerita tentang kehidupan SettiaBlog, memang sangat berwarna, kebanyakan yang SettiaBlog ceritakan itu saat masih 'hidup di jalan' seperti yang sering SettiaBlog bilang. 'Hidup di jalan' yang SettiaBlog maksud itu ketika masih mencari jati diri, bukan tinggal di jalanan. Kalau sekarang c udah ndak mikir soal mode atau gaya, yang penting ada benda yang melekat di badan untuk menutup aurat. Sampai sering lho SettiaBlog itu di tanya orang, "mau ngarit ke mana mas?" SettiaBlog ya cengar cengir menjawab asal, "ke sana pak" Ngarit itu mencari rumput untuk makan ternak. Lha...SettiaBlog itu ndak punya ternak. Tapi SettiaBlog kerjanya tetap ngarit (mengais rezeki dari Allah SWT yang bertebaran di jagad ini), buat bekal ibadah. Lha kita lho bisanya apa, paling kalau ndak ngarit ya angon. Angon itu untuk orang yang beri bekal lebih ilmu dari Allah SWT, membimbing orang - orang yang belum paham. Udahlah, ndak usah di ambil pusing omongan SettiaBlog. Klip "sunset" milik Caroline Polachek di atas itu bagus lho. Cukup kreatif dan imajinatif. Musiknya SettiaBlog suka, kalau ndak salah ini musik Andalusia. Gayanya Caroline gunakan gaya Jewish, kalau SettiaBlog tetap gayanya Jawi. Setiap orang kan punya gaya beda - beda. Sunset bisa di artikan matahari tenggelam. Jadi ingat Surah Ar-Rahman ayat 17.
رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat. Allah adalah Tuhan dua tempat terbit dan dua tempat tenggelamnya matahari pada musim dingin dan musim panas. Dan di lanjutkan ayat 18
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Sudah jelas kan ya, kita thu ndak berarti apa - apa tanpa kasih dan sayang Allah SWT. O...ya, mengingatkan gendhuk SettiaBlog. Gendhuk SettiaBlog harus membiasakan sikap momong, among dan ngemong, namanya juga berkumpul dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena gendhuk SettiaBlog orangnya sering ngambekan dan kadang mokong.

Pernah kan kita bertemu dengan orang sombong? Atau pernahkah diri ini merasa sombong? Sebenarnya apa c yang dimaksud sombong itu? Sombong adalah saat kita menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kesombongan itu membinasakan, kesombongan membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain. Apa c yang patut disombongkan dari diri kita sedangkan Allah Swt menciptakan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah. Selain itu, segala apa yang ada di bumi itu hanyalah titipan semata dari Sang Pencipta. Tanpa kita sadari dalam dunia pergaulan manusia sehari-hari, kesombongan sering menggejala. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan adanya kelebihan yang dimiliki baik dari segi jabatan atau kedudukan, kekayaan yang melimpah, kecantikan ataupun ketampanan bahkan dalam segi ilmu pengetahuan. Misalnya saja, kita menyombongkan kepintaran namun keesokan harinya kita mengalami kecelakaan dan amnesia maka ilmu yang kita banggakan itu sudah tidak ada artinya lagi. Jika kita memiliki jabatan, kedudukan dan kekayaan namun Allah Swt dapat menghilangkannya dalam sekejap. Seperti halnya sekarang ini, bencana sering sekali terjadi baik kebakaran maupun banjir. Dalam sehari seluruh harta yang kita miliki itu dapat lenyap. Bukankah ilmu, kekayaan dan segalanya adalah milik Allah Swt sehingga sewaktu-waktu dapat diambil kapan saja.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 18 yang artinya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. Nah sebenarnya sikap sombong dapat terjadi dari enggannya seseorang untuk mengevaluasi diri karena merasa benar. Sehingga ketika seseorang nantinya memberikan saran kepadanya maka ia akan menolak hal tersebut dan membuat pembenaran dalam dirinya. Rasulullah Saw pernah bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sifat takabbur (sombong) walaupun sekecil dzarrah (biji kecil)”. Namun, ada beberapa ciri sifat sombong yang sebenarnya tanpa disadari ternyata pernah kita lakukan, sebagai berikut:

Apapun topik pembicaraannya, selalu berakhir membicarakan diri sendiri

Biasanya orang sombong cenderung fokus membicarakan dirinya sendiri sehingga apapun topik pembicaraannya maka akan dikaitkan dengan dirinya. Misalnya saja, kita sedang berkumpul dalam suatu ruangan dan membicarakan tentang rencana pembuatan buku. Tiba-tiba Anda berkata, “Tahun lalu saya juga sempat buat tulisan di buku dan diterbitkan”. Informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan menyebabkan orang lain merasa risih jika dilakukan secara terus menerus.

Orang lain wajib tau orang-orang penting yang ada dalam pergaulan Anda

Terkadang kita tidak berniat pamer akan kekayaan yang dimiliki namun kita gemar membicarakan orang-orang penting dalam lingkungan keluarga. Misalnya saja tanpa ada yang bertanya, tiba-tiba Anda berkata, “Eh tanteku kemarin terpilih jadi anggota DPR lho.” Hal yang tanpa kita sadari dari sikap membanggakan orang-orang di sekitar kita dapat memicu sifat sombong. Meskipun niat kita tidak demikian namun jika kebiasaan ini sering kita lakukan maka lambat laun perasaan sombong akan muncul dalam diri kita karena merasa memiliki orang-orang dengan jabatan penting.

Mengeluh sembari pamer

Sikap pamer yang dibungkus dalam keluhan itu tanpa disadari sering dilakukan oleh orang-orang saat ini. Misalnya saja Anda mengeluh, “Aduh jengkel deh masa iPhone 13 Pro Max ku dipinjam sama kakak, akhirnya pake yang Samsung S22 deh.” Tidak ada salahnya mengeluh namun ada baiknya jika tidak didasari dengan rasa ingin pamer yang membuat orang lain menjadi risih dengan kita bahkan bisa menimbulkan perasaan iri. Secara tidak langsung dari keluhan kita tersebut seakan ingin memberitahukan ke orang lain bahwa kita memiliki beberapa gawai yang belum tentu orang lain bisa miliki.

Tidak respek dengan pencapaian orang lain

Saat seorang teman menceritakan pencapaian yang diperoleh terkadang Anda merasa tidak tertarik. Hal tersebut mungkin tidak diutarakan secara langsung namun jika dalam diri sudah ada perasaan menganggap diri lebih hebat atau superior dari orang lain maka itulah salah satu bibit dari kesombongan. Padahal pencapaian orang lain bisa saja tidak seperti yang kita raih namun proses yang mereka lalui untuk mencapai titik tersebut dapat lebih ekstrem dari apa yang pernah kita alami. Keadaan tiap orang berbeda sehingga kita juga patut untuk menghargai pencapaian orang lain sekecil apapun itu.

Bangga dengan pencapaian diri sendiri atau keluarga dan orang lain wajib tahu

Merasa bangga atas pencapaian diri sendiri ataupun keluarga adalah hal lumrah. Namun jika kebanggaan tersebut dilakukan dengan menceritakannya kepada orang lain secara berulang atau terus menerus tentunya akan membuat orang lain malas. Bahkan orang yang awalnya ikut bangga menjadi biasa saja dengan cerita yang Anda utarakan.

Menyepelekan kemampuan orang lain

Menyepelekan orang lain adalah hal yang tidak dapat dipungkiri sering terjadi khususnya dalam dunia kerja. Perasaan merasa lebih baik dari orang lain dan menganggap bahwa tanpa kehadiranmu semua tidak akan berjalan dengan baik adalah salah satu bibit sombong yang perlu kita hindari.

Berdasarkan beberapa ciri di atas tentunya kita harus mampu mengendalikan diri agar tidak terjerumus atau memiliki bibit sombong dalam diri kita. Oleh karena itu, sifat sombong atau takabbur, baik karena harta, jabatan dan ilmu pengetahuan, tidak boleh terjadi. Segala hal yang kita miliki haruslah kita syukuri dan berusaha untuk muhasabah agar dapat menjadi lebih baik kedepannya sehingga tidak menjadi orang yang merugi.  Selain itu kita harus mampu bergaul dengan semua orang tanpa membeda-bedakan tingkat status sosial. Sebab dengan cara seperti itu paling tidak kita telah melakukan latihan untuk menghilangkan rasa sombong yang ada pada diri sendiri.



Bottom Note

Momong, among, ngemong merupakan nilai-nilai kearifan lokal yang mampu menciptakan kepemimpinan yang :

Religiusitas

Pada prinsipnya, religious leadership bukan terletak pada keyakinan beragama, praktik beragama, pengalaman beragama, atau pengetahuan beragama. Sekalipun keempat hal tersebut perlu sebagai landasan, pemimpin menekankan dan perlu menunjukkan konsekuensi beragama dalam values, attitudes, dan behavior yang diamalkannya. Values, attitudes, dan behavior tersebut menjadi landasan dalam beberpa hal. Pertama, dalam membangun visi organisasi. Kedua, dalam hal membangun keyakinan masa depan organisasi. Ketiga, dalam menunjukkan rasa cinta kasih kepada para pemangku kepentingan. Religious leaders tidak terjebak pada pengutamakan kinerja ekonomi semata-mata, apalagi dengan menghalalkan segala cara untuk mengejar laba dan pertumbuhan. Dan juga tidak terjebak pada pengutamakan salah satu agama atau penganut agama, atau menekankan pada praktik, pengalanan, dan pengetahuan beragama. Tetapi lebih pada nilai-nilai spiritual, yang secara keseharian tampak pada sikap, ucapan, tindakan, kemauan menolong, kesediaan bekerjasama dengan semua orang. Dan yang sangat penting adalah kemampuan dalam menghayati pekerjaan sebagai salah satu wujud dari makna kehidupan dan meyakini bahwa yang dikerjakannya adalah sebuah panggilan hidup.

Kekeluargaan

Pemimpin yang memegang nilai-nilai kekeluargaan adalah dia yang memandang setiap orang memiliki kedudukan yang sama dan sederajad sebagai insan. Perbedaan dalam hal jabatan, posisi, kedudukan, keahlian, maupun pangkat di dalam organisasi sama sekali tidak mengurangi kesamaan dan kesederajadan setiap pemangku kepentingan, termasuk karyawan, dalam menjalankan organisasi. Kesamaan tersebut tercermin dalam perlakuan yang adil sesuai dengan posisinya dalam pemangku kepentingan. Baik dalam tangung jawab, wewenang, dan imbalan atau penghargaan yang dberikan secara adil. Adil tidak berarti sama atau merata. Pemimpin yang adil, yang menerapkan fair leadership, berusaha untuk jernih dan akuntabel dalam menghadapi masalah. Tidak bias karena kepentingan atau keberpihakan. Adil sejalan dengan independensi dalam melihat dan memecahkan masalah organisasi, termasuk masalah antar karyawan maupun pemangku kepentingan lainnya. Dalam hal absennya peraturan, pemimpin berperikemanusiaan terkadang perlu menggunakan golden rule : membuat keputusan terbaik bagi orang lain seperti membuat keputusan untuk diri sendiri; atau membuat keputusan orang lain seperti yang kita harapkan kalau orang lain membuat keputusan untuk kita sendiri; jujur, dan dengan memperhatikan situasi setiap orang terkait. Dalam kondisi seperti itu, atau dalam kondisi ketidaksesuaian aturan yang ada, pemimpin berani untuk berinisiatif mengubah atau menyempurnakan aturan.

Keselarasan

Pemimpin yang berpegang pada prinsip keselarasan dapat disetarakan dengan harmony leader. Dalam hal pencapaian tujuan, kepemimpinan selaras atau harmoni berusaha menyeimbangkan tujuan dan cara mencapainya dan memperhatikan budaya atau peradaban masyarakat. Dalam hal hubungan dengan sesama dan pemangku kepentingan, pemimpin selaras, atau pemimpin dalam keselarasan adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain dengan cara yang bersahabat, tidak menimbulkan konflik terbuka. Secaa positif, pemimpin dalam keselarasan mampu menimbulkan kehidupan organisasi yang tentram, rukun, semua berkarya dengan senang dan optimum karena masing-masing menempati posisi yang sesuai dengan harapan dan kapasitas.
Sudah ... sudah..., sebenarnya masih banyak lagi, lha wong SettiaBlog kok jadi ngelantur ndak karuan.

Oct 22, 2022

Menyikapi Takdir Dengan Benar

 



Lihat klip "meant to be" di atas, mengingatkan SettiaBlog saat masih suka keluyuran. Jika Anda perhatikan klip nya, saat ada di Caffe, Tyler Hubbard dan Brian Kelley menyanyi. Saat SettiaBlog masih sering keluyuran di hutan dan gunung suka banget pakai Twill shirt jacket dengan warna maroon motif kotak seperti yang di pakai Tyler Hubbard, motif kotaknya itu lho bagus. Twill shirt jacket itu baju yang dalamnya ada lapisannya kayak jaket, kan di Bukit Tinggi dingin dan hutan di sana masih banyak rotannya dan durinya sering kena kulit kalau ndak rapet pakaiannya. Seingat SettiaBlog produknya H&M. Ya kalau lagi naik gunung tetep pakai perlengkapan gunung. SettiaBlog sendiri suka keluyuran ke hutan karena waktu Bocil SettiaBlog sering di rumah Bibi (Bu Dhe), anak pertamanya itu suka memajang foto MAPALA UNISI (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia). Tanpa SettiaBlog sadari foto - foto itu telah menginspirasi SettiaBlog ketika remaja. Itulah yang membuat SettiaBlog suka keluyuran di hutan dan gunung. Sekarang dia tinggal di Bandung, untuk keluarga di Bandung semoga selalu di beri kesehatan dan rezeki yang luas.

Dan dulu SettiaBlog ada teman, dia homeless (ndak betah tinggal di rumah), nama Agung Yopi. Hari - harinya banyak di habiskan di rumah SettiaBlog dan dia hobi motor, mulai balap dan sebagainya. Dari sinilah SettiaBlog mulai suka keluyuran dari kota ke kota. Saat itu SettiaBlog suka gunakan jaket jean kayak yang pakai Brian Kelley pada klip di atas, kalau warna, suka yang abu atau biru muda. Celana dari dulu sukanya ya abu, biru muda atau biru tua. Sebenarnya yang SettiaBlog kenakan juga terinspirasi dari seseorang. SettiaBlog dulu kan suka baca majalah - majalah Jerman, naa...h di situ ada bahasan cewek yang berpetualang dari kota ke kota, SettiaBlog lupa namanya, yang jelas dia sering gunakan jaket dan celana jean biru muda. Untuk keluarga mas Agung Yopi semoga di beri kesehatan dan rezeki yang luas. Udahlah lupakan cerita SettiaBlog di atas. Seperti itulah alur takdir kehidupan yang SettiaBlog jalani. Dan setiap orang pasti punya alur takdir kehidupannya masing - masing. Seperti yang di gambarkan dalam pada klip "meant to be" di atas, ndak akan ada yang ngerti apa yang akan terjadi di kehidupan yang akan datang. Seperti yang Anda lihat Bebe Rexha menikmati semua alur takdir kehidupannya, itu alur cerita dalam klip lho ya. Gendhuk SettiaBlog juga jangan emosi gitu tha, saat lihat Bebe Rexha. Bebe Rexha punya takdir kehidupannya sendiri. Gendhuk SettiaBlog kan juga punya takdir kehidupannya sendiri, di syukuri...yang sudah di berikan Allah SWT.

Seorang muslim wajib baginya mengimani perkara-perkara yang telah diberikan kepadanya berupa rukun iman. Seorang muslim yang baik bukan hanya mempercayai saja namun juga mengamalkan dari setiap bagian rukun iman yakni: Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-kitab Allah, Iman Kepada Rasul, Iman Kepada Hari Akhir dan Iman Kepada Qodho dan Qodar. Sebagai penganut agama yang kaffah haruslah terpenuhi keseluruhan itu sesuai tuntunan dan arahan dari Al-Qur’an dan Hadits. Pada realitanya, sebagian manusia lupa dan lalai akan kewajibannya mempercayai hal yang sudah pasti tersebut. Manusia yang tersesat bisa saja melupakan Tuhannya dengan meniadakan Allah SWT di setiap nafas hidupnya. Manusia bisa saja melupakan iman kepada malaikat dan hari akhir karena hati yang tersesat dengan tidak mempercayai suatu hal yang ghaib. Manusia bisa saja melupakan iman kepada kitab-kitab Allah, dan Rasul Allah. Namun manusia tidak bisa menghindari dari Qodho dan Qodar Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim akan dimintai pertanggungjawaban dari setiap perbuatan yang dikerjakannya.

Takdir atau lebih lengkapnya Qodho dan Qodar memiliki unsur ikatan kesinambungan.  Qodar berarti ketika Allah SWT telah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya dan Qodho adalah tibanya masa ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi. Oleh karenanya, Qodar yakni suatu ketetapan Allah berlaku terhadap segala sesuatu sejak zaman azali serta Qodho adalah pelaksanaan Qodar ketika terjadi. Rasulullah SAW berkata:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ "Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk."  (HR. Muslim no. 8)

Semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT seperti adanya pergantian siang dan malam, adanya alam yang indah, sebaliknya adanya hal-hal yang ditetapkan seperti bencana alam, musibah dan lain sebagainya. Begitu pula adanya perbedaan keadaan manusia, Allah menciptakan manusia dengan bermacam ragam, ada wujud yang sempurna atau kurang sempurna. Adapun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dan menempatkan kondisi manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda. Karena yang sedemikian itu adalah sebuah ketentuan yang sudah pasti baik adanya dan seharusnya manusia juga mampu mengimani sampai sedalam itu.

Hadits di atas menyebutkan takdir baik maupun buruk, oleh karena itu, manusia senantiasa mampu menyiapkan diri dan mental untuk menyambut bukan hanya suatu ketetapan yang diberikan kepada manusia dalam keadaan baik saja, namun juga manusia mampu mempersiapkan dalam keaadaan buruk juga. Manusia akan lebih mudah menerima jika dirinya diberi keadaan takdir yang baik seperti mendapatkan rezeki yang melimpah dan lain sebagainya. Namun, manusia akan susah menerima takdir baginya dalam keadaan buruk atau sebagai musibah dan cobaan. Karenanya sering kali manusia frustasi dan menempatkan prasangka buruk kepada takdir yang telah Allah berikan kepadanya. Sejatinya manusia mampu membuat rencana yang hebat. Mampu merencanakan untuk mencapai kepentingan dan tujuannya dengan detail dan rinci. Akan tetapi, sebagus-bagusnya rencana manusia ketika Allah tidak meridhoi rencana itu terjadi manusia mampu berbuat apa. Mau tidak mau kita harus menerima apapun yang terjadi dalam hidup kita baik ataupun buruk. Sehingga kita seringkali tidak menerima keadaan dan seringkali menyalahkan takdir Allah yang salah terhadap dirinya. Manusia mulai merasa bahwa nikmat yang diberikan Allah adalah suatu ketidak adilan.

Musibah bisa saja menimpa kepada siapa saja terserah kehendak Allah. Misalnya, ketika seorang pedagang yang berjualan dari siang sampai malam, dirinya telah bekerja keras serta mempunyai perhitungan bahwa ketika hari itu akan sangat ramai, namun karena hujan lebat seharian alhasil pelanggan yang datang hanya sebanyak hitungan jari. Hal yang terjadi adalah pedagang tersebut tidak bisa menolak dari takdir yang demikian. Takdir yang demikian seringkali membuat kita jauh akan syukur kepada Allah SWT. Adapula perencanaan manusia yang telah merencanakan dan mempersiapkan tentang jodoh. Pada suatu hari, ada sepasang calon pengantin yang telah saling mengenal dengan cara ta’aruf sehingga mendapatkan keinginan yang sama yakni melangsungkan ke jenjang pernikahan. Keduanya telah merencanaka dengan matang apa saja yang diperlukan untuk melangsungkan pernikahannya. Undangan telah dicetak dan disebar luaskan, gedung pernikahan telah dipersiapkan, kedua belah pihak keluarga telah saling mempersiapkan kostum dan hari pelaksanaan dengan matang. Semua hal tersebut menurut renananya akan berjalan dengan sangat lancar dan baik, tidak akan ada suatu hal yang mampu menghentikan rencana mulia mereka. Akan tetapi pada hari berlangsungnya akad pernikahan, mempelai pria mengalami musibah kecelakaan dengan satu mobil rombongannya menuju lokasi pernikahan. Allah pun berkehendak lain, kecelakaan tersebut mengakibatkan meninggal dunia calon mempelai suaminya.

Hal-hal di atas seringkali membuat manusia akan merasa bahwa dunia tidak adil, takdir Allah tidak bagus dan merasa garis hidupnya tidak jelas. Namun akan tiba saatnya manusia akan menyadari apa yang telah direncanakan oleh Allah adalah suatu hal yang terbaik bagi hidupnya. Tidak sedikit juga di antara banyak manusia yang memiliki hati yang tangguh dengan mampu menerima dan selalu bersyukur dengan semua apa yang telah Allah tetapkan.

Kebanyakan muslim ketika ditanyai apa yang mereka cari dalam hidup ini? Mereka selalu menjawab mencari ridho Allah, karena mereka ingin mendapat ridho dari Allah. Akan tetapi hal yang sebenarnya bahwa ridho Allah bukan untuk diminta dan dicari tetapi untuk mereka lakukan. Karena subjek utama ridho Allah adalah diri mereka sendiri yang harus ridho kepada Allah bahwa kemudian Allah ridho adalah hal yang otomatis. Karena tidak mungkin kalau mereka ridho dengan takdir Allah lalu Allah tidak meridhoi. Rumus sederhana di puncak firman-firman Allah dengan siapa yang dipanggil Allah untuk memasuki hilir kemesraan cinta dengan Allah. Siapa yang kompatibel terhadap cinta Allah, karena unsur kompatibelnya adalah Rodhiatan Mardiyah. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
"Wahai jiwa yang tenang!"
ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. (Q.S.al-Fajr [89]: 27-28)

Dari dalil di atas menyebutkan bahwa semua manusia di muka bumi ini bisa jadi Allah meridhoi dan menerima amalan kita bisa jadi tidak, kecuali beberapa orang yang dijamin masuk surga oleh Allah seperti Rasulullah. Selain itu, semua manusia di dunia ini kedudukannya sama di mata Allah. Oleh karena itu, kita tidak usah sibuk mencari ridho Allah, akan tetapi kitalah yang harus terus menerus ridho kepada Allah karena rumusnya adalah Rodhiatan Mardiyah bukan terbalik Mardiyatan Rodhiah. Jadi kitalah yang harus memastikan setiap saat ridho kepada apapun saja yang Allah SWT tentukan untuk kita, jika kita ridho dan terus ridho efeknya pasti diridhoi oleh Allah SWT.

Hal yang disebut kita ridho kepada Allah adalah ridho kepada setiap aplikasi Allah dalam hidup kita. Misalnya jantung kita berdetak menandakan bahwa Allah mempunyai urusan dengan jantung kita dan kita harus ridho dengan nikmat demikian. Sebagaimana pohon, binatang dan alam itu adalah 100% ekspresi dari ridho. Oleh karena itu, temukanlah ridho karena manusia adalah makhluk yang diberi akal untuk mengambil jalan dari kehidupan maka setiap hari manusia harus menemukan yang mana saja dari perilaku kita hari ini yang diridhoi Allah dan mana saja yang tidak dirihoi. Termasuk yang mana perilaku kita yang mencerminkan ridho kepada Allah dan mana yang tidak itulah ukuran hidup. Sudah seharusnya kita ridho berlangsung di setiap saat dalam hidup kita. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak berdiri di fakta hidupnya, tidak berdiri di kenyataan hidupnya mereka berdiri di harapannya saja. Maka yang akan terjadi adalah akan selalu merasa kurang apa yang di dapat dari hidupnya. Namun jika kita ikhlas berpijak ditempat dan momentum yang Allah beri serta dengan meridhoi apa yang telah Allah karuniai kita sampai saat ini dengan posisi dan keadaan bagaimanapun. Maka ridho Allah akan menyertai keikhlasan kita untuk melangsungkan kehidupan kita.



Bottom Note

Sekali lagi lupakan ya cerita SettiaBlog di atas! Kalau bahasan ini sebenarnya, beberapa hari yang lalu Eyang SettiaBlog mengingatkan tentang menyikapi takdir thu seperti apa. Kalau di jelaskan c panjang banget, ya ini SettiaBlog menjelaskan alakadarnya sekedar untuk wawasan saja. O..ya, kata Eyang SettiaBlog kok pernah masuk ke mimpi gendhuk SettiaBlog. Benarkah? Kalau dalam mimpi ketemu wanita cantik dengan hidung kecil mancung dan bibir mungil, ya itu Eyang SettiaBlog. Ndak...ndak...ini hanya bercanda, maaf! Ndak usah di masukkan hati.

Rodhiatan Mardiyatan adalah ketika umat muslim di dunia ini telah mengaplikasikan ridho untuk diridhoi, maka akan terciptanya hati yang senantiasa ikhlas kepada setiap ketentuan yang Allah berikan. Serta kita menjadi hamba Allah yang insyaAllah dimuliakan Allah karena mendapatkan ridho Allah SWT. Semoga kita semuanya menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur atas ni’mat Allah SWT dengan segala takdir-Nya.

Oct 19, 2022

Pentingnya Memanage Perasaan

 



Chanel YouTube "KISARASA" di atas merupakan salah satu Chanel YouTube yang harus terus di kembangkan. KISARASA ini sangat meng-edukasi masyarakat untuk mengenal lebih dalam kekayaan bangsa Indonesia. Terima kasih untuk Chef Juna, Chef Renatta dan tentu juga seluruh kru nya. Dan klip di atas SettiaBlog ambil yang episode 7, tentang masakan Bali 'Be Keren'. Kalau soal kelezatan masakan tradisional seperti di atas ndak usah di ragukan lagi, coba aja datang kesana kalau ndak percaya. Yang bikin SettiaBlog ngiler, kopi Bali nya itu lho....mm... Apalagi di sajikan dalam bentuk lesehan seperti itu. Untuk masyarakat Bali semua, kalau SettiaBlog ada di sana, tolong ya di ampirkan kerumah sekedar nyeruput kopi Balinya dan terimakasih juga untuk masyarakat Bali yang terus menjaga kelestarian alam. Penyajian kopi dengan lesehan seperti yang di lakukan Ibu Agung itu bener-bener bikin kopi terasa gimana ya, ndak bisa bilangnya, di situ ada kasih sayang, ada kenyamanan, ada ketenangan dan nyeruput kopi benar-benar menyegarkan. Seandainya semua tempat kerja di penuhi suasana yang penuh kasih sayang dan totalitas seperti yang di lakukan Ibu Agung pasti enak ya. Semua itu bisa terwujud jika setiap orang mampu me-manajemen perasaannya. Apa itu manajemen perasaan? Sebentar... sabar....! Kayak gendhuk SettiaBlog aja, ndak sabaran.

Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa tidak bisa lepas dari orang lain. Ketergantungan kepada orang lain sangatlah besar. Sehingga tak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Sekaya apapun sehebat apapun tetap mereka memerlukan orang lain dalam hidupnya. Bagaimana kita melihat orang kaya dengan fasilitas yang serba ada, mereka masih membutuhkan orang lain sebagai tukang kebun, sopir, suster dan lain-lain. Ini menandakan bahwa keberadaan orang lain sangat diperlukan dalam hidupnya. Yang diharapkan disini adalah bagaimana seseorang dapat mengelola perasaannya sehingga tidak terjadi lagi seseorang dengan kemewahannya, jabatan yang dimilikinya bisa berbuat semena-mena terhadap orang lain karena sejatinya manusia itu sama, manusia itu sederajat.

Perasaan yang dimaksud disini adalah keadaan bathin atau gejolak jiwa sewaktu menghadapi sesuatu. Sebagai manusia terkadang kita kurang bisa menjaga dan mengelola perasaan dalam diri. Ketika perasaan senang tiba betapa kita lupa bahwa ada orang lain yang sedih, ketika marah betapa emosi kita tidak terkontrol dimana ada orang yang tersakiti dengan ucapan dan tindakan kita, ketika kita diberi cobaan kita lupa bahwa semua itu adalah ujian yang diberikan sang maha kuasa hingga kesedihan yang mendalam terlihat dalam dirinya bahkan ketika kita jatuh cintapun kita merasakan keindahan yang luar biasa tanpa bisa menjaga perasaannya dengan baik. Padahal sesuatu yang berlebihan itu tidak dibenarkan dalam ajaran agama Islam, semuanya harus pada level yang wajar.

Tidak mudah memang mengelola perasaan dalam diri kita dengan baik. Perlu kerendahan hati, pengertian, kesabaran, keikhlasan dalam menerima apa yang terjadi dalam hidup sehingga apa yang terjadi bukanlah sesuatu yang harus disesalkan, sesuatu yang harus dibesar-besarkan tetapi apa yang terjadi adalah pengalaman hidup yang senantiasa membawa perubahan ke arah pendewasaan diri.

Manajemen perasaan diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengkoordinasikan fungsi perasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara melembutkan hati, dimana dengan segala kelembutan hati hubungan manusia dengan manusia yang lain akan terjadi dengan baik. Dengan kelembutan hati seseorang akan memandang orang lain dengan penuh kasih sayang. Dilain sisi menajamkan hati juga penting karena ia akan lebih gampang dan mudah membedakan sesuatu yang haq dan bathil.

Berkaitan dengan manajemen perasaan tadi, SettiaBlog membayangkan betapa sulit seorang guru memberikan pelayanan yang sama di sekolah kepada peserta didik. (kebetulan SettiaBlog dulu bandel di sekolah dan kena marah oleh guru, jadi ngerti perasaan dan kasih sayang seorang guru pada muridnya) Ketika awal-awal pelajaran seorang guru bisa dengan konsisten menjaga semangat mengajar dengan persiapan yang telah ada, tetapi ketika akhir pelajaran dengan kondisi anak yang mulai gaduh, tak bisa diatur emosi guru mulai naik. Bentakan, teriakan bahkan omelan hadir di kelas hanya untuk menenangkan keadaan. Tidak adil memang ketika perasaan atau suasana hati tak mendukung menjadikan jalan akhir harus ditempuh, dimana kelembutan hilang dari pandangan mata yang nampak malah sebaliknya.

Di lingkungan kerjapun demikian, dengan karakter rekan kerja yang berbeda-beda dan pengetahuan sifat dan karakter rekan kerja yang telah kita ketahui, kadang kita kurang bisa berdamai dengan perasaannya. Tahu dia keras tetapi kita tidak mau kalah dengan kekerasannya, sehingga meski lewat argumen perdebatanpun terjadi dan ini yang sebenarnya memicu konflik. Ketika seseorang melontarkan kata yang tidak enak, kita tidak membalasnya itu merupakan suatu prestasi besar dalam diri karena kita telah berani meredam ego kita, meredam amarah yang sebenarnya akan keluar dari diri kita secara spontan apalagi berkenaan dengan harga diri kita.

Di lingkungan keluarga, sebagai orang tua harus dapat mengelola perasaan dengan baik dalam menanggapi setiap polah, prilaku anak yang menuntut kesabaran tinggi. Masa-masa emas anak tak semestinya diisi dengan ancaman dan kekerasan. Setiap orang tua ingin tumbuh kembang anak sesuai dengan masanya tanpa dirusak dengan sikap yang akan merusak tiap fase dalam perkembangan hidupnya.

Ternyata bekal ilmu pengetahuan saja belum cukup untuk kita bisa hidup berdampingan baik dengan sesama, kita butuh terus belajar dan belajar dalam meningkatkan kualitas diri agar lebih baik dari waktu kewaktu. Semoga kita bisa berdamai dengan perasaan, bisa mengelola perasaan kita agar tak ada yang disakiti dengan sikap dan ucapan kita. Sehingga perasaan yang meledak-ledak menanggapi sesuatu hal dapat teredam dengan sendirinya seiring waktu berjalan yang pada akhirnya kita bisa lebih bijaksana menanggapi sesuatu yang terjadi.




Bottom Note



Untuk menambah semangat pagi ini, SettiaBlog kasih klipnya Shakira yang 'gitana'. Es normal que le temas a lo que no conoces. Ya, terkadang kita sering takut dengan hal-hal yang belum terjadi dan belum di ketahui. Tapi tak ada jalan lain kecuali maju dan terus maju menjalani hidup.

Oct 14, 2022

Yang Membuat Hidup Semakin Rumit Adalah Pola Pikir Kita

 



Tadi malam pas lagi nyantai di depan rumah, mata SettiaBlog tertuju pada bunga anggrek merpati (Dendrobium crumenatum) yang menempel di pohon Belimbing depan rumah. Karena habis hujan bunganya pada bermunculan, seperti yang ada pada klip di atas. Itu lho...anggrek yang daunnya kecil dan biasa tumbuh liar di pohon-pohon. Kalau bunganya mekar baunya haru...um dan harumnya itu suedep. Warnanya putih kecil-kecil bentuknya mirip burung merpati. Di negaranya Selena Gomez sana anggrek jenis ini harganya mahal banget. Tapi mekarnya bunga ini agak rumit, harus nunggu kelembaban dan suhu yang pas. Ya mungkin serumit kehidupan ini. Sebenarnya c rumit atau tidaknya kehidupan ini tergantung cara menyikapinya. O...ya, di bawah ini ada 2 ilustrasi cerita candaan, yang satu alurnya normal dan yang satu alurnya rumit. Untuk backsound nya SettiaBlog pakai "home" lagunya Joe Satriani.
Ilustrasi 1 :
Ada Sepasang suami istri yang telah lama menikah. Untuk menghormati privacy, setelah 20 tahun menikah masing-masing dari mereka mengajukan sebuah permintaan. Suami meminta istrinya tidak membuka handphone atau WAnya. Sedangkan istrinya meminta agar suaminya tidak membuka laci meja yang ada di kamar tidur mereka. Keduanya pun sepakat, dengan hal itu sang suami merasa aman karena perselingkuhannya dengan beberapa wanita ini tidak akan diketahui oleh sang istri. Kata-kata mesra dan percakapan via SMS dan WA nya pun pasti tak akan diketahui oleh istrinya. Diapun dapat dengan leluasa menggunakan handphone dan WA sebagai alat komunikasi bersama selingkuhannya itu.

Setelah 16 tahun kesepakatan itu dipegang dengan kokoh akhirnya roboh juga. Sang suami tergoda untuk membuka laci meja di kamar tidur. Ternyata setelah ia buka laci itu betapa terkejutnya ia melihat isi laci itu yang berisi 2 butir kacang ijo dan uang Rp 7.000.

Suami : “Owalah jadi gara gara ini sampai aku tidak boleh membuka laci ini, Tapi memang ada apa dengan dua butir kacang ijo dan uang tujuh ribu rupiah ini, sampai aku tidak boleh melihatnya?”

Istri : “Apa setelah nanti aku ceritakan semuanya padamu, kamu mau akan tetap mencintaiku????”
Suami: “Oh Tentu lah sayangku…”
Istri: “Tapi Maafkan aku suamiku, sebenarnya aku ini adalah wanita yang rusak, aku pernah selingkuh dibelakangmu. Dan untuk mengingatkan hal itu, setiap aku melakukan perselingkuhan pasti kuletakkan satu butir kacang ijo di laci meja itu.”
Suami: “(Didalam hati) Itu tidak jadi masalah untukku, kan kamu juga baru satu kali selingkuh daripada aku sudah melakukannya sampai belasan kali. (Sambil memeluk) Sayang, kau tak perlu khawatir, aku akan tetap terus mencintaimu walaupun kau pernah selingkuh di belakangku. Dan cintaku pun tidak akan pernah berkurang sedikitpun padamu. Tetapi apa maksud dari uang tujuh ribu rupiah itu?”
Istri: “(Dengan terisak) Ya uang itu sebagai tanda aku pernah selingkuh juga, Karena laci meja ini kecil maka aku jual 1 kilogram kacang ijonya dan hanya laku 7.000 rupiah saja.”

Ilustrasi ke 2 :
Disuatu hari seorang direktur perusahaan ingin mengadakan meeting kerja selama 12 hari ke luar kota dan akan mengajak seluruh staff (karyawan kantornya). Si Boss telepon Sekretaris seksinya : “Besok kita akan pergi dinas ke luar kota 12 hari, Jangan lupa persiapkan diri kamu..!!!!!”
Si Sekretaris telepon Suaminya : “Ayah besok kayaknya mama bakalan ada Dinas di luar kota selama 12 hari ayah jaga diri baik baik ya…”
Si Suami telepon Kekasih Gelapnya : ”Besok pagi istriku akan ada dinas keluar Kota selama 12 hari, kamu ada waktu luang kan??”
Si Kekasih Gelap telepon anak Kursusnya : " Nak, minggu ini bu guru keluar kota, kursusnya libur 12 hari ya, jadi kamu bisa belajar dirumah dulu ya…”
Si anak telepon Ayahnya : " Yah, Aku besok libur kursusnya selama 12 hari, ibu gurunya akan pergi keluar kota besok, kita jalan jalan ya yah..!!!”
Si Ayah (alias Bosnya) telepon sekretarisnya : ” Sepertinya kita tidak jadi pergi dinas besok, Soalnya anak saya ngajak jalan jalan…!!!"
Sekretaris telepon suaminya : "Aku besok ndak jadi pergi dinas yah, si bos ndak bisa pergi besok katanya…”
Suami telepon Kekasih Gelapnya : “Maaf banget ya, ternyata istriku ndak jadi pergi dinas keluar kota. Jadi kamu ndak usah dateng besok pagi…”
Kekasih gelap telepon anak Kursusnya: “Begini Nak, Berhubung ibu ndak jadi pergi keluar kotanya, itu berarti kita besok tetep kursus ya…!!!”
Anak kursus telepon sang ayah (si Boss) : "Yah, kayaknya ndak jadi jalan jalan deh, besok kursusnya tetap..!!!"
Ayah telepon Sekretarisnya lagi : “Sepertinya acara jalan jalan dengan anak saya batal, kalo begitu atur jadwal pergi dinas kita minggu ini lagi ya…!!!”

Rumit dan bikin mumet kan ya cerita yang kedua SettiaBlog. Kalau kita melihat realita yang terjadi. Terkadang ada orang hidup sederhana, tapi dapat menjalani hari harinya dengan penuh sukacita, sebaliknya ada orang yang hidup berkecukupan, namun wajahnya tampak murung dan kening yang berkerut. Mengapa bisa terjadi demikian? Padahal menurut logika, orang yang hidupnya pas pasan,justru adalah orang yang menderita, karena ada begitu banyak kebutuhan hidupnya yang belum terpenuhi. Dan orang yang hidupnya sudah mapan, seharusnya sudah dapat menikmati hidup dengan santai. Karena semua yang dibutuhkan sudah ada, rumah sudah milik sendiri, anak dan istri tidak kekurangan apapun. Bahkan menempati posisi penting ditempat pekerjaan.

Pola Pikir Yang Keliru Menciptakan Suasana Hati Yang Tidak Nyaman

Penyebab terbesar hal seperti ini bisa terjadi adalah karena pola pikir, orang yang berpikiran jernih, melihat kebawah. Bahwa diluar dirinya, masih teramat banyak orang yang hidupnya jauh lebih menderita. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harian, harus bekerja kasar. Hidup sebagai pekerja kasar, tidak ada jaminan sama sekali. Mau sakit, istri melahirkan atau apapun alasannya, adalah menjadi urusan pribadi. Pada prinsipnya, datang dan kerja, dapat uang. Tidak masuk kerja ,jangan berharap akan mendapatkan apapun. Dengan menengok kebawah, maka rasa syukur akan memenuhi seluruh relung hati. Sehingga walaupun banyak harapan yang belum terpenuhi, setidaknya sudah dapat menikmati hidup secara layak. Anak bisa disekolahkan, rumah tangga beres dan sudah dapat menjalani hidup layak bersama anak istri dan tidak harus bekerja kasar, hanya untuk sebungkus nasi.

Pola Pikir Yang Keliru

Bahwa setiap orang  bercita cita untuk memperbaiki nasib keluarga, namun seharusnya tetap menyukuri apa yang sudah ada pada kita.Tapi karena saking terobsesi untuk sesegera mungkin mencapai impian hidupnya, maka secara tanpa sadar telah menghanyutkan orang kedalam pola pikir yang keliru, yakni menciptakan :"over expectation" terhadap dirinya dan keadaan diluar. Hal ini akan menghadirkan rasa tidak puas terhadap banyak hal. Baik rasa tidak puas terhadap diri sendiri, terhadap istri dan juga terhadap anak anak. Karena dalam alam pikirannya, bahwa segala sesuatu  keinginannya akan dapat dijadikan realita secepat hasrat hatinya. Lupa bahwa sehebat apapun seseorang,mustahil dapat  menguasai kondisi yang terjadi diluar kemampuan dirinya. Sebagai contoh.: Seluruh rencana yang sudah dipersiapkan secara matang,bisa jadi tertunda,karena berbagai faktor: hujan lebat, banjir, mitra kerja sakit atau diri sendiri sakit. Karena tidak terbiasa menerima kondisi yang berbeda dengan apa yang diharapkan,maka hal hal kecil dapat menyebabkan orang menjadi murung sepanjang hari.

 Kemurungan ini, akan mengimbas dalam hubungan berinteraksi dalam keluarga, maupun dilingkungan dimana ia berada. Dan bila dibiarkan berlarut larut, akan menjerumuskan orang menghancurkan masa depannya sendiri secara perlahan tapi pasti.

Menjaga Agar Pola Pikir Tetap Positif

Disamping memiliki akal budi, kemampuan untuk berpikir, manusia juga memiliki cita rasa, yang tidak selalu berjalan selaras .Disinilah sikap mental kita diuji, mampukah kita mengalahkan diri sendiri,dengan mengenyampingkan pikiran yang dapat menghanyutkan diri kita kedalam pola pikir ang keliru atau tidak. Hal ini menjadi sangat penting, karena menjadi penentu hidup kita. Orang yang tidak mampu mengalahkan diri sendiri, maka suasana hatinya akan selalu dirundung kemurungan, was was dan perasaan galau sepanjang hari.  Sebaliknya, bila mampu mengalahkan diri sendiri dan dapat menerima apapun hasil kerja keras dirinya,akan membuat hidupnya tentram  dan jauh dari kemurungan. 

Menjadikan dirinya manusia yang tahu bersyukur dan peduli akan penderitaan orang lain. Sebaliknya, orang yang selalu dirundung kemurungan, akan menjauhkan dirinya dari rasa syukur dan bersikap apatis terhadap lingkungan, bahkan terhadap anak istri yang sakit, karena seluruh pikiran dan hatinya, hanya tertumpu pada dirinya sendiri. Hidup adalah sebuah pilihan dan setiap orang berhak untuk memilih jalan hidup masing masing, Namun ada hal yang patut diingat adalah bahwa salah memilih jalan hidup, belum tentu akan ada jalan  untuk kembali lagi. Karena sering kali, orang baru sadar, ketika semuanya sudah terlambat.

Oct 12, 2022

Miskomunikasi Terjadi dalam Perusahaan? Cara Mengatasi Miskomunikasi

 



SettiaBlog akan jelasin sedikit tentang parfum. Biasanya kita melihat tulisan eau de toilette atau EDT. Meski ada kata toilette, tetapi parfum jenis eau de toilette ndak mengandung aroma seperti toilet. Eau de toilette artinya itu pewangi untuk tubuh manusia yang memiliki aroma lebih ringan dibandingkan dengan jenis eau de parfum (EDP). Jenis aroma yang dimiliki oleh eau de toilette atau EDT biasanya akan lebih menyegarkan dan bahkan bisa memberikan kesan ceria. Oleh karena itu parfum eau de toilette cocok untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Gitu..! Jangan salah paham. Lho....SettiaBlog kok ngerti soal parfum, emangnya gendhakan SettiaBlog punya usaha Fragrance (usaha yang berhubungan dengan parfum). Ndak....SettiaBlog ndak punya gendhakan kok. Punyanya ya hanya gendhuk SettiaBlog itu thok. Jangan salah paham lho ya!

Kayak sebelumnya SettiaBlog cerita tentang masa SMP, tujuannya apa tho? Mengenang masa di mana kita masih memiliki kebebasan dan kesenangan. Coba setelah mengenang masa SMP yang pasti penuh keceriaan, sekarang pandang bocilnya masing - masing! Tatap dalam - dalam! Apa yang Anda rasakan? Itu buah karya Anda. Harapan Anda ada dalam diri mereka. Perubahan kecil yang Anda lakukan pada bocil Anda yang akan merubah peradaban ini. Maaf! SettiaBlog hanya mengetik yang harus SettiaBlog sampaikan. Jangan salah paham dengan perkataan SettiaBlog. Peperangan yang sedang SettiaBlog lakukan ya ini, memberikan kesadaran bahwa perubahan yang besar di mulai dari hal - hal yang kecil, dari lingkungan keluarga Anda masing - masing. Hal inilah yang akan merubah peradaban. SettiaBlog juga ngerti ndak banyak orang yang peduli dan mau mengingatkan hal - hal seperti ini, mungkin 1:1000 karena resikonya berat. Ya, sekali lagi SettiaBlog minta maaf pada semua, ndak usah di masukkan hati perkataan SettiaBlog. Dan SettiaBlog udah jelasin semua biar ndak ada miskomunikasi yang bisa sebabkan kesalah pahaman. Karena SettiaBlog kalau buat bahasan sering seenaknya kayak lagunya Mr Big "Going Where The Wind Blows" di atas. Bicara seenaknya, datang dan pergi juga seenaknya.

Miskomunikasi merupakan hal yang juga umum sering terjadi dalam proses komunikasi tiap perusahaan. Komunikasi dalam perusahaan melibatkan banyak orang baik dari lapisan atasan maupun bawahan. Bayangkan jika miskomunikasi terjadi dalam lapisan tersebut berlarut-larut. Pasti menyebabkan masalah lain dalam perusahaan, bukan? Miskomunikasi sering juga disebut sebagai miskonsepsi yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti salah penerimaan atau salah penanggapan dari suatu komunikasi. Misalkan, Si A menyampaikan suatu pesan kepada Si B. Namun, Si B tidak menangkap pesan Si A secara keseluruhan. Maka, kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai miskomunikasi. Pada akhirnya, miskomunikasi akan berdampak pada rendahnya penyelesaian project internal perusahaan dan akan berdampak lagi kepada proses bisnis perusahaan.

Komunikasi modern sudah menggunakan berbagai macam platform dan gadget canggih seperti e-mail, video call, text messenger, dan lainnya. Penggunaan platform dan gadget tercanggih pun tak luput dari kemungkinan miskomunikasi. Ada beberapa hal yang sering sebabkan adanya miskomunikasi.

Konteks, dalam lingkungan bisnis, konteks yang dimaksud adalah latar belakang, lingkungan atau kerangka kerja yang mengelilingi suatu peristiwa atau kejadian. Konteks memberikan tugas dan tanggung jawab yang bermakna dan berfungsi sebagai klarifikasi. Tanpa pemahaman konteks bisnis yang tepat, kesalahan dapat terjadi selama proses komunikasi. Kurangnya pemahaman terhadap konteks bisnis juga dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan hubungan bisnis baik secara internal maupun eksternal. Selain itu, kegagalan untuk memperhitungkan konteks mengurangi kepercayaan.

Asumsi, dalam komunikasi bisnis terjadi ketika berbagai faktor dianggap benar tetapi tidak pernah dikonfirmasi dan terjadi pada setiap tahap siklus komunikasi. Para pemimpin bisnis harus mendengarkan masukan tim mereka dan melakukan riset pasar untuk mendukung asumsi mereka sebelum bergerak maju dengan suatu produk atau keputusan. Membuat asumsi adalah hal yang lumrah dalam bisnis untuk strategi dan pengambilan keputusan berdasarkan standar tertentu. Namun, adalah hal yang keliru jika asumsi yang disimpulkan adalah asumsi yang kurang tepat. Dalam beberapa kasus, yang terbaik adalah tidak berasumsi terhadap suatu proses dalam bisnis. Sebaiknya langsung saja bertanya untuk memastikan apakah asumsi tersebut tepat atau tidak.

Ketidakjelasan dan ambiguitas, terjadi ketika pesan tidak sepenuhnya disampaikan, pengirim meninggalkan informasi berharga atau penerima gagal mengajukan pertanyaan klarifikasi. Ambiguitas dan ketidakjelasan meningkatkan kesulitan suatu tugas, mengurangi kemampuan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah.   Diperlukan komunikasi intense secara internal dan eksternal serta mengidentifikasi masalah dengan jelas dan menggunakan bahasa yang spesifik dan konkret.

Kelebihan Informasi, sesuatu yang berlebihan dan terlalu kurang memang tidak baik. Salah satu penyebab utama miskomunikasi dalam bisnis dapat dikaitkan dengan supply informasi yang berlebihan. Ketika informasi dikirim melalui beberapa pesan dalam jangka waktu yang lama dan akhirnya menumpuk, pengambilan inti dari dapat dengan mudah dilewatkan. Ini dapat mengakibatkan miskomunikasi di kemudian hari dalam proses yang dapat berdampak buruk pada suatu produk atau layanan.

Karena dapat membahayakan proses bisnis perusahaan, miskomunikasi tidak dapat dibiarkan begitu saja. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi miskomunikasi adalah:

Berikan Instruksi Jelas dan Ringkas

Miskomunikasi terjadi ketika kedua belah pihak gagal untuk memahami arahan yang sebenarnya. Sangatlah penting untuk memberikan instruksi dengan jelas dan ringkas dalam untuk menghindari miskomunikasi. Jangan berbicara berputar-putar pada suatu topik karena akan membuat kebingungan. Rincian yang tidak relevan dan terlalu banyak detail juga cukup membingungkan dan mendorong terjadinya miskomunikasi. Berbicaralah dengan jelas dan langsung ke pokok permasalahan dengan menghadirkan instruksi langkah demi langkah. Jangan memberikan satu set instruksi yang terperinci dan sangat panjang karena kebanyakan orang tidak akan membacanya sepenuhnya. Lebih baik sederhanakan pesan  kemudian ucapkan kalimat pendek dan lebih bermakna.

Berhenti berasumsi

Asumsi adalah penyebab sesungguhnya miskomunikasi. Dalam kebanyakan kasus ketika seorang karyawan bertanya kepada karyawan yang lain mengapa ia tidak mengikuti instruksi yang diberikan, jawabannya sudah jadi bahwa ia berasumsi bahwa itu harus dilakukan dengan cara ini. Miskomunikasi terjadi ketika dua peserta dari percakapan yang sama menafsirkan semuanya sesuai dengan pemahaman dasar mereka. Ini menimbulkan konflik karena kedua belah pihak gagal menyampaikan dan mendengar secara ringkas. Sebaiknya periksa lagi apakah orang yang terlibat dalam komunikasi telah memahami arah komunikasi dengan benar atau tidak. Ingat, mendengarkan secara aktif sangat berbeda dari mendengar sesuatu secara pasif. Penting untuk meluangkan waktu memahami masalah sesuai dengan serangkaian instruksi dan berhenti berasumsi bahwa persepsi yang muncul dalam kepala adalah kebenaran yang sebenarnya.

Perhatikan Gaya Komunikasi

Beberapa orang memerlukan instruksi terperinci sedangkan yang lain senang dengan pedoman khusus. Beberapa lainnya menginginkan instruksi verbal sedangkan beberapa menginginkannya secara tertulis. Seorang karyawan harus mengetahui audiens yang dihadapi jika ingin menghindari masalah miskomunikasi.

Jadilah pendengar yang baik

Mendengarkan dengan cermat dapat dengan mudah menghindari miskomunikasi dan mampu dengan cepat memahami arahan tepat serta menghilangkan hambatan yang dapat menimbulkan masalah miskomunikasi. Luangkan waktu yang diperlukan untuk memahami umpan balik verbal dan nonverbal untuk memahami masalah ini. Dengarkan bahasa tubuh orang yang berbicara. Misalnya, apakah ia gelisah, menghindari kontak mata, bagaimana postur tubuhnya, dan sebagainya. Ini akan memberi ide yang baik apakah orang lain telah memahami arah komunikasi yang dimaksud atau tidak.

Berpikirlah Sebelum Berbicara

Jika ingin menghindari miskomunikasi, seseorang perlu mengucapkan kata-kata yang bermakna dan itu mungkin dengan mengaturnya secara tertib. Dalam sebuah percakapan, penting untuk tetap fokus pada topik dan mempertahankan nada yang seimbang dan sikap positif. Alih-alih melemparkan diri ke dalam percakapan, ambillah jeda untuk menenangkan pikiran dan merenungkan kata-kata yang akan dikeluarkan saat berkomunikasi.

Diskusikan Ekspektasi

Sebelum meluncurkan proyek baru, pemilik bisnis atau manajer proyek harus memantau setiap anggota tim yang terlibat dalam proyek dan berbicara tentang tugas dan sasaran spesifiknya. Pemilik atau pemimpin harus dengan jelas menetapkan harapan dan bagaimana pekerja akan cocok dengan anggota tim lainnya. Izinkan anggota tim untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi apa pun yang tidak jelas. Hal ini harus dilakukan kapan saja setiap ada perubahan proyek dalam proses bisnis. Semakin lama menunggu untuk melakukan perubahan, semakin sulit karena pekerjaannya telah menjadi menumpuk. Segera setelah menemukan kesalahan atau perubahan, hal tersebut harus dikomunikasikan ke seluruh tim. Jika hanya memberi tahu satu orang tentang perubahan tersebut, anggota tim lainnya cenderung membuat kesalahan yang sama berulang kali.

Mengajukan Pertanyaan

Cara terbaik untuk menghindari miskomunikasi adalah dengan mengajukan pertanyaan yang relevan. Pertanyaan membuat konsep jauh lebih jelas dan membantu mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Jangan menyela seseorang ketika dia berbicara. Catat dan tulis poin-poin utama sehingga mengajukan pertanyaan terkait dapat dilakukan dengan mudah. Jika ragu untuk bertanya, bahkan mintalah klarifikasi jika memang diperlukan. Semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek harus diberi contoh waktu untuk mengajukan pertanyaan dan meninjau pekerjaan mereka. Pertimbangkan untuk melibatkan ahli materi pelajaran untuk memastikan proyek tersebut akan berhasil secara efektif.

Bersikap Sopan

Ketika Bersikap sopan dan bersahabat, karyawan lain sebagai lawan bicara akan berusaha lebih keras untuk mendengarkan dengan baik. Cobalah untuk berbicara dalam bahasa yang bisa dipahami oleh orang lain. Pastikan untuk menjauh dari nada dan kata-kata yang bersifat sarkastik karena dapat menimbulkan miskomunikasi.

Periksa dan Tindak Lanjuti

Terus periksa dan tinjau proses bisnis berjalan untuk memastikan bahwa karyawan telah memahami komunikasi dengan baik. Penting untuk memastikan komunikasi dan pemahaman yang lengkap untuk menghindari miskomunikasi. Kalau memang diperlukan, berikan ringkasan singkat di bagian akhir komunikasi atau diskusi. Ketika melakukan pemeriksaan dan peninjauan mengenai komunikasi, berarti karyawan tersebut menunjukkan minat dan kemauan untuk bekerja ekstra  membina berkomunikasi dengan benar.

Meskipun caranya cukup sederhana, mengatasi miskomunikasi juga memerlukan niat dan tekad yang kuat.



Bottom Note

Tahu ndak gambar apa yang SettiaBlog jadikan background Bottom Note ini? Ini namanya Gethuk Blondo. Rasanya wuenak poll, waktu kecil SettiaBlog suka makanan ini. Ya memang dari kecil SettiaBlog di kenal aneh dan beda dengan orang pada umumnya. Awalnya SettiaBlog juga ndak terima. Setelah besar ini SettiaBlog baru ngerti, mau di arahkan kemanakah SettiaBlog ini. Menyuarakan sesuatu yang mungkin orang lain ndak peduli dan ndak mau tahu. Sudah SettiaBlog utarakan di awal, ini berat terutama akan terkena sanksi sosial, dari teman-teman SettiaBlog, dari keluarga SettiaBlog, dari tetangga SettiaBlog dan tentu juga dari keluarga gendhuk SettiaBlog karena sering SettiaBlog gunakan obyek. SettiaBlog sendiri juga ndak mungkin berani cerita kebohongan karena mereka semua adalah saksi perbuatan yang pernah SettiaBlog ceritakan di Blog. Sekali lagi SettiaBlog minta maaf, bahasan SettiaBlog sifatnya umum dan tidak ada sindiran kepada siapapun.

Oct 11, 2022

Rendah Diri di Hadapan Allah, Rendah Hati di Depan Sesama

 



Ya ini SettiaBlog nyeruput kopi pahit dan ngemil bolu Chiffon, biar ide nya lancar, sambil jari SettiaBlog mengetik bahasan. Beberapa waktu yang lalu SettiaBlog lagi duduk lengar - lenger di teras rumah sambil dengerin lagunya Iwan Fals "Maaf Cintaku" seperti klip di atas. Salah satu lagu yang SettiaBlog gunakan belajar main gitar. Sambil lengar - lenger SettiaBlog mengingat - ingat benda yang SettiaBlog pakai waktu SMP. Waktu SMP SettiaBlog sering pakai parfum craft man produknya TABACo, baunya unik dan sedikit aneh, ya memang ini parfum khusus cowok dengan bahan dasar tembakau, maaf ya! Ndak usah di tiru. Dan yang pernah SettiaBlog pakai waktu SMP dulu kini SettiaBlog cari lagi. Kalau baju c dulu suka pakai T-shirt warna putih atau kaos kerah biru muda, putih, pokoknya warna - warna ringan. Celana, lha wong masih SMP paling celana pendek chargo atau celana jean pendek, warnanya paling ya biru atau coklat tua. Ini yang ndak boleh di tiru oleh siapapun, SettiaBlog suka menentang pola. Sekolah kan mewajibkan sepatu warna hitam, SettiaBlog sukanya pakai warna putih dan biru muda, dulu apa ya, Adidas dan sepatu canvas Converse. Ada yang paling ngacau waktu SMP, waktu itu tas cowok kan identik dengan bentuk kotak (memiliki sudut), nah...SettiaBlog nekad gunakan tas bentuk perahu yang identik dengan cewek, kalau sekarang c sudah banyak tas cowok bentuk perahu. Tas kepunyaan mbak SettiaBlog, SettiaBlog pakai ke sekolah, kalau ndak salah warnanya maroon. Semua pada ngliatin SettiaBlog aneh gitu. Maaf ya teman-teman! Jangan ada yang salah paham, waktu itu SettiaBlog sengaja. Kan udah SettiaBlog bilang kalau SettiaBlog itu benar-benar kacau.

Lupakan ya cerita SettiaBlog di atas. Dari ilustrasi cerita di atas mungkin semua akan ngerti apa yang SettiaBlog perjuangkan. Ini peperangan SettiaBlog dan SettiaBlog tidak ingin melibatkan orang lain. SettiaBlog ngerti resiko dan akibatnya bagi SettiaBlog. Maaf juga untuk gendhuk SettiaBlog! Gendhuk SettiaBlog juga memiliki peperangannya sendiri, berjuang sendirian, mati - matian melawan ketidak adilan gender dan banyak lagi tekanan yang memacu gendhuk SettiaBlog untuk terus maju. Maafkan SettiaBlog kalau terkadang menggurui! Tapi ada peperangan yang lebih besar, perang melawan hawa nafsu. Rasulullah SAW pun pernah mengingatkan,
رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ
Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”
Walaupun SettiaBlog suka menentang pola yang ada tapi selalu belajar dan belajar untuk selalu rendah hati kepada sesama dan rendah diri di hadapan Allah SWT.

Merendahkan diri kepada Allah SWT menyebabkan cinta-Nya. Khusyuk hati dan jasad di hadapan Allah SWT serta tunduk kepada kebenaran. Rendah hati ialah menerima nasihat dengan terbuka, menghargai pendapat orang lain, dan padamnya api syahwat. Kekeruhan hati mengendap dan cahaya ta’zhim memancar di hati lalu merembes ke seluruh tubuh.
“Jika hati luluh, maka tubuh pun pasrah.”
"Belumkah datang waktunya bagi mereka yang beriman hatinya khusyuk mengingat Allah dan kebenaran yang diwahyukan (kepada mereka), dan tak akan seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelumnya, kemudian mereka melalui masa panjang sehinga hati mereka menjadi keras? Banyak orang yang fasik di antara mereka."  (QS 57:16).
"Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan kerendahan hati dan suara perlahan. Ia tidak menyukai orang yang melanggar peraturan."  (QS 7:55).

Khusyuk adalah saripati sikap hormat, cinta, rendah hati, dan pasrah hati, serta ruh kepada Allah SWT. Demikianlah adab terbaik dalam shalat, saat seorang hamba hadir dan memenuhi panggilan-Nya. Khusyuk di tengah shalat tidak terpisah dari khusyuk hati di luar shalat. Seseorang yang lalai sepanjang waktu tak dapat khusyuk dalam shalat. Mukmin memperteguh iman terlebih dahulu, lalu mengarahkan hati untuk dapat khusyuk.
Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu, dengan rendah hati dan rasa gentar, tanpa mengeraskan suara, waktu pagi dan petang. Janganlah termasuk orang yang lalai."  (QS 7:205).
"Hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah ialah mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan rendah hati, dan bila ada orang jahil menegur mereka, mereka jawab, “Salam!” mereka yang selama malam hari bersujud dan berdiri menghadap Tuhan"  (QS 25:63-64).

Al-Mujahid berkata, “Orang yang khusyuk adalah orang yang beriman secara benar.” Ali bin Hasan jika berwudhu’, wajahnya memucat. Ketika ditanya, “Apa yang membuatmu seperti itu?” Ia menjawab, “Tahukah engkau siapa di hadapanku yang aku hendak berdiri menemuinya?”
Para sahabat mencintai shalat, sehingga hati mereka hidup dan tenteram. Rasulullah saw  bersabda, “Ketenteraman dalam hatiku dijadikan ada pada pelaksanaan shalat.” (HR Ahmad).

Shalat menghidupkan hati dan khusyuk adalah penghidup shalat. Nilai-nilai yang menghidupkan shalat, pertama, hadirnya hati; hati kosong dari selain shalat. Kedua, memahami makna bacaan dalam hati. Ketiga, ta’zhim dan takut kepada Allah, karena mengenal keagungan dan keluhuran Allah swt serta mengetahui kehinaan di hadapan-Nya. Tingkatan khusyuk, pertama, tunduk dan patuh terhadap perintah Allah SWT. Kedua, introspeksi terhadap perbuatan yang membinasakan: sombong, berbangga diri, riya’ dan khianat. Ketiga, menjaga diri dari sikap bebas berbuat atau dari persangkaan mempunyai hak atas Allah. Khusyuk dalam arti ta’zhim, cinta dan pasrah hati seorang hamba kepada Tuhan adalah setiap saat.

Umar bin Khathab melihat laki-laki menundukkan kepala dalam shalat. Beliau pun berkata, “Wahai saudaraku, khusyuk itu bukan menundukkan kepala, tetapi ada dalam hati.” Aisyah berkata, “Umar bin Khathab jika berjalan bergegas-gegas, jika berbicara lantang, dan jika makan, sampai merasa kenyang, dan beliau adalah seorang ahli ibadah yang sesungguhnya.”
Sahal bin Sa’ad berkata, “Siapa yang hatinya khusyuk, setan tak akan mendekatinya.”

Pada suatu malam, ketika sedang menulis Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikunjungi seorang tamu, dan lampu yang digunakan hampir padam. Sang tamu berkata, “Biarlah aku bereskan lampu itu.” Khalifah menjawab, “Bukan suatu kemuliaan bila seseorang memperbudak tamunya.” Lalu khalifah mengisi lampu dengan minyak dan menyalakannya. Tamu itu bertanya, “Engkau sendiri yang mengerjakannya, ya Amurul Mukminin?” Khalifah menjawab, “Aku menyalakan lampu dan aku tetap Umar, tidak kurang sedikit pun. Sebaik-baik manusia adalah yang bersikap rendah diri kepada Allah SWT.”

Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW agar rendah hati terhadap orang-orang beriman. Hendaklah kita berusaha bersikap rendah hati kepada sesama manusia pada umumnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku, agar kalian saling merendahkan diri, sehingga tiada seorang pun  yang berlaku sombong terhadap yang lain dan tiada seorang pun yang berbuat aniaya terhadap yang lain.” (HR Muslim).

Rendah hati merupakan akhlak terpuji, baik dalam pandangan Allah SWT maupun pandangan manusia. Dengan sikap rendah hati, harkat dan martabat seseorang tidak akan menurun, bahkan sebaliknya. Rasulullah saw bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi kekayaan seseorang. Allah tidak akan menambahkan kepada seorang hamba yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (HR Muslim).

Dengan rendah hati seseorang memperoleh simpati dan mendapat tempat di hati masyarakat, dan masyarakat pun sayang kepadanya. Hubungan timbal balik akan terjalin dengan baik, dan jalinan kerjasama di bidang apa pun berlangsung dengan baik pula. Orang yang dimuliakan sesama manusia karena rendah hati juga akan dimuliakan oleh Allah SWT. Tatkala berkunjung ke negeri Syam, Umar bin Khaththab ra naik unta bergantian dengan pembantunya. Sesampai di perbatasan Syam, kebetulan giliran pembantu naik unta dan Khafilah Umar ra mengendalikan, sementara perjalanan menyeberangi air bah. Maka beliau mencebur ke dalam air sambil menarik tali unta dengan mengempit sepasang sandal di ketiak kirinya. Gubernur Syam, Abu Ubadah bin Jarrah berseru, “Wahai Amirul Mukminin, para pembesar negeri telah bersiap menyambut kehadiran tuan. Maka tidak pantas mereka menyaksikan tuan demikian.” Beliau menjawab, “Wahai Abu Ubadah, Allah SWT menjadikan kita hidup terhormat di dalam Islam. Maka kita tak perlu peduli masalah jabatan.”

Ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat hijrah ke Madinah, rombongan beliau disambut dengan suka cita. Orang-orang kaya dan terpadang saling berebut meraih tali kendali unta beliau. Nabi saw bersabda, “Lepaskanlah, dan biarkan dia berjalan, karena unta ini sudah mengetahui rumah siapa yang bakal menjadi persinggahanku!” Orang-orang pun melepaskannya. Sesampainya di depan pintu rumah Abu Ayyub al-Anshari, unta itu berhenti dan mendekam. Maka turunlah Nabi saw dari untanya. Ketika orang berlomba-lomba menghiasi rumahnya agar Nabi singgah di rumah mereka, Abu Ayyub berkata dalam hati, “Aku orang fakir, bagimana mungkin memperoleh derajat tinggi di sisi Allah?” Allah SWT menghendaki agar Nabi-Nya singgah di rumah Abu Ayyub, karena sikap rendah hati yang menghias kepribadiannya. Mukmin yang tawadhu’ kepada Allah SWT dengan bersujud dan bertauhid akan dilapangkan dadanya dalam menerima Islam dan mendapat cahaya dari sisi-Nya. Pangkal akhlak terpuji ialah ketundukan dan hasrat yang luhur, sedangkan pangkal akhlak tercela ialah kesombongan dan kehinaan.

Oct 9, 2022

Mana yang Sesuai Karakter Anda?

 



Hari Sabtu kemarin, pagi - pagi Si Bocil Sazia panggil - panggil SettiaBlog, terus dia bilang katanya habis dari rumah Mbah Bas dengan Bunda Yuli. SettiaBlog bingung, dia mau cerita tapi ndak bisa njelasinnya. SettiaBlog coba searching di Chanel YouTube sekolah PAUD nya Si Bocil. O...ternyata dia mau cerita saat acara Maulid Nabi, dia di ajak bersosialisasi dengan orang-orang sekitar oleh gurunya Bunda Yuli. Klipnya ada di atas itu, Si Bocil yang pakai baju light brown motif bunga - bunga kecil, sepatu Kasogi warna blue-black. Dan dia menyuapi Mbah Bas (Mbah Bas ini rumahnya sekitar 100 m dari sekolahan Si Bocil). Itu salah satu penerapan sistem pendidikan berbasis karakter. Seperti yang kita tahu pembentukan karakter anak, selain dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature) dan faktor lingkungan (nurture). Setiap manusia memiliki potensi bawaan yang akan bermanifestasi setelah dia dilahirkan, termasuk potensi yang terkait dengan karakter atau nilai-nilai kebajikan. Oleh karena itu, sosialisasi dan pendidikan awal yang berkaitan dengan nilai-nilai kebajikan baik dikeluarga, sekolah maupan lingkungan yang lebih luas.

Bergaul dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, sudah pasti kita akan sering menjumpai beragam keunikan dan perbedaan tersendiri. Baik itu dari keunikan sikap, perbedaan sikap, kepribadian, perbedaan gaya hidup, pola pikir, bahkan sudut pandang sekalipun. Karena, pada dasarnya setiap orang memiliki pembawaannya masing-masing yang menjadi ciri khasnya. Salah satu di antara keunikan seseorang merupakan mereka yang memiliki karakter kuat. Karena, ciri khas satu ini sering kita jumpai dengan mudah di lingkungan sekitar, baik itu karakter yang melekat pada sahabat, teman kuliah, teman sekolah, teman kerja, bahkan di lingkungan keluarga kita sendiri. Beberapa ciri seseorang yang berkarakter kuat;

• Teguh Pendirian

Setiap orang tentu sudah dikenalkan dengan apa yang menjadi prinsipnya sejak kecil, prinsip antara satu orang dengan orang lainnya tentunya bisa jadi tidak sama. Semua tergantung dari beragam latar belakang dan budaya nya masing-masing. Bahkan bisa menjadi prinsip antara satu orang dengan orang lainnya saling bertentangan. Salah satunya yang nyata yaitu bahwa Anda termasuk individu yang memiliki karakter yang kuat yaitu mempunyai sikap teguh pendirian. Anda mampu memegang dan mempertahankan prinsip Anda sebaik mungkin. Bagi Anda keberadaan prinsip ibarat sebuah kemudi yang akan mengarahkan hidup ke jalan yang lebih baik.

• Sangat Konsisten

Dalam menjalani kehidupan, sudah seharusnya kita menjadi sosok yang konsisten. Karena, dengan menjadi seorang yang konsisten, kita akan memiliki keteraturan dan kedisiplinan dalam berbagai hal. Semua aktivitas yang Anda jalani akan tersusun dengan rapi dan teratur sehingga tidak akan plin-plan. Menjadi seorang yang konsisten merupakan bukti bahwa Anda merupakan sosok yang berkarakter kuat. Anda sangat mencintai keteraturan sehingga selalu memastikan bahwa segala sesuatunya tersusun dengan baik, bagi diri Anda suatu pantangan apabila yang Anda lakukan berjalan secara berantakan tidak tersusun rapi.

• Tidak Mudah Terpengaruh dalam hal apapun

Memang tidak dapat dipungkiri jika setiap tempat memiliki pengaruhnya masing-masing. Namun, tidak semua pengaruh yang ada bersifat baik dan membawa pada dampak yang positif. Tidak jarang kita akan dipertemukan dengan beragam jenis pengaruh yang negatif yang pada akhirnya malah terjerumus ke arah yang tidak baik. Walaupun begitu, hal ini tidak akan terjadi pada mereka yang memiliki karakter yang kuat, salah satu bukti bahwa Anda sosok yang memiliki karakter kuat yaitu tidak mudah terpengaruh dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Anda bisa memilah-milah dengan cermat dan bijak dalam bergaul.

• Tidak Terpicu terhadap Standar Orang Lain

Karena setiap orang memiliki standarnya masing-masing yang sudah tentu tidak dapat disamakan, apa yang dalam pandangan kita sudah terlihat sebagai suatu standar yang sempurna, bisa jadi di mata orang lain terlihat berbenturan, begitupun sebaliknya. Tidak terpicu dengan apa yang menjadi standar kesempurnaan orang lain merupakan salah satu bukti bahwa Anda sosok yang memiliki karakter yang kuat, Anda tahu apa yang terbaik buat Anda sendiri sehingga bisa percaya diri dengan mengikuti versi terbaik dari diri Anda sendiri.

Begitu juga dalam bisnis atau pekerjaan, karakter yang kuat sangat di perlukan. Memulai bisnis sendiri merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin bekerja dengan waktu yang lebih fleksibel. Akan tetapi, sebelum memilih jenis usaha, sebaiknya kenali dahulu karakter Anda agar lebih mudah untuk meraih kesuksesan. Seringkali orang memulai bisnis tanpa mengenali karakternya terlebih dahulu. Akibatnya, mereka menjadi tidak menikmati bisnis yang dijalankan atau bahkan banyak yang kemudian mengalami kegagalan.
"Mengenali karakter diri sendiri akan membantu kita menemukan bisnis yang paling cocok untuk ditekuni. Dengan begitu, kesuksesan pun akan lebih mudah didapatkan."
"Satu lagi yang diperlukan ketika memulai bisnis adalah keberanian untuk berbuat nekat dengan tetap memiliki perhitungan serta tidak takut terhadap risiko apa pun."
Secara garis besar, karakter pebisnis dibagi menjadi empat, yaitu dominan, influential, compliant, dan steady. Nah, yang manakah karakter Anda?

Dominan

Orang dengan karakter dominan dikenal efisien, memiliki motivasi kuat, dan mandiri. Sebagai pebisnis, orang tipe ini biasanya paling berani mengambil risiko. Ia senang berinovasi dan tidak mudah menyerah. Pebisnis tipe ini sangat suka mengontrol anak buahnya sehingga sering dianggap sebagai diktator. Ia juga sangat ambisius, menikmati persaingan, dan mengutamakan hasil. Strategi bisnisnya terletak pada kekuatan yang dimilikinya.

# Jika memiliki karakter dominan, sebaiknya Anda tidak memilih bisnis waralaba penuh (full franchise). Sebab, hal itu akan membuat Anda merasa bosan dan merasa tidak berkembang karena tidak dapat melakukan perubahan. Menciptakan bisnis baru dengan inovasi dan kreativitas adalah pilihan yang terbaik bagi Anda.

Influential

Kekuatan orang yang berpengaruh (influential) terletak pada kepercayaan diri, antusiasme, dan keramahannya. Ia juga dikenal sebagai orang yang ramah, suka bersosialisasi, ekspresif, dan unik. Orang tipe ini senang bertemu dengan banyak orang dan suka menjadi pusat perhatian. Sebagai pebisnis, ia mampu berkomunikasi dan melakukan pendekatan yang sangat baik terhadap orang-orang yang ditemui. Tak diragukan lagi, ia akan bisa membangun hubungan yang baik dan memiliki relasi yang luas.

#  Pebisnis dengan tipe influential tidak bisa berdiam di satu tempat dan mengerjakan bisnisnya dari sana. Oleh sebab itu, bisnis seperti online shop di Facebook tidak cocok bagi orang-orang tipe seperti ini. Pilihlah bisnis di bidang pemasaran (marketing) atau jasa yang memungkinkan bertemu banyak orang apabila Anda termasuk dalam pebisnis tipe ini.

Compliant

Kooperatif, sensitif, dan menyukai detail merupakan ciri-ciri utama dari orang dengan tipe compliant. Sebagai pebisnis, ia sangat berhati-hati dalam melakukan segala hal, penyabar, tekun, dan menyukai sesuatu yang terorganisasi dengan baik. Sebagai pimpinan, ia sangat pengertian terhadap anak buahnya. Ia tidak menyukai sesuatu yang tidak pasti dan seringkali memilih untuk menyelesaikan segala sesuatunya sendiri.

# Anda merasa memiliki karakter seperti ini? Berarti bisnis yang paling cocok untuk Anda adalah bisnis yang membutuhkan detail dan kesabaran, seperti bisnis membuat cupcakes  dengan beragam topping menarik. Anda juga bisa memilih bisnis pakaian, tas, atau pernak-pernik lucu buatan sendiri.

Steady

Orang dengan tipe stabil (steady) selalu menarik perhatian karena terlihat ramah, kalem, sabar, dan baik hati. Ia juga tidak mudah menyerah dan gigih dalam menjalankan bisnisnya. Namun orang tipe ini sangat tidak menyukai tantangan. Oleh sebab itu, ia lebih memilih untuk menjalankan bisnis yang hasilnya sudah bisa diketahui secara pasti. Dukungan orang-orang sekitar merupakan faktor terbesar dalam kesuksesannya.

# Jual-beli saham pastinya bukan pilihan bisnis yang baik jika Anda termasuk tipe ini. Sebab sebagai orang yang tidak menyukai perubahan, hal tersebut dapat membuat Anda stres. Pilihlah bisnis yang memang sudah mapan dengan membeli waralabanya, seperti restoran cepat saji atau toko swalayan. 





Bottom Note



Kalau klip di Bottom Note ini "don't cry" milik Guns N' Roses. Klipnya bagus kok, mengingatkan kita semua tentang dampak dari pertengkaran yang sering terjadi dalam rumah tangga atau pasangan. Di klip itu juga di perlihatkan Slash sang gitaris bertengkar dengan pasangannya dalam mobil Shelby 1966 yang akhirnya jumping ke jurang.

Pertengkaran orang tua di hadapan anaknya juga seringkali menimbulkan trauma buat si anak. Anak sulit mengerti mengapa kedua orang tua yang dia cintai bisa saling mengungkapkan kata-kata kasar atau bahkan bisa saling memukul. Seringkali ini menjadi suatu luka yang terbawa sampai dewasa.

Namun siapapun yang mengalami hal tersebut di masa lalu harus bisa berpikir secara logis, positif dan konstruktif. Dan harus bisa menjadikan pengalaman orang tua yang sering bertengkar menjadi suatu pelajaran untuk tidak berbuat demikian nanti dengan pasangan. Sekiranya ada sesuatu hal yang dulu selalu menjadi dasar pertengkaran orang tua, bisa di telaah supaya bisa mencari jalan keluarnya jika menghadapinya nanti.
Maaf! Kalau kali ini bahasan SettiaBlog tanpa ekspresi.