Sep 28, 2022

Beberapa Kesalahan yang Sering Di Lakukan Di Usia Muda

 



Ada yang tahu ndak siapa itu Settia Hayuning Bawono Kertarajasa Jayawardana? Apakah dia cucunya Sri Tribhuwana Wijayatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani? Dia ndak pernah ingin atau menganggap keturunan Raja atau Ratu. Dia ini di kenal sosok manusia aneh, stres sedikit gila yang memimpikan merubah peradaban. Kalau nama Settia Hayuning Bawono Kertarajasa Jayawardana dulu ceritanya gini. SettiaBlog dulu suka pergi ke perpustakaan Masjid Jami' Darussalam karena banyak buku koleksinya yang bagus dan berbobot. Lha...tiap ke situ SettiaBlog mengisi buku tamu dengan nama Settia Hayuning Bawono Kertarajasa Jayawardana. Lambat laun SettiaBlog jadi bertanya, nama ini SettiaBlog dapat dari mana? Atau mungkin pengaruh dari energi Eyang Tribhuwana Tunggadewi. Jadi yang SettiaBlog maksud dengan Eyang SettiaBlog selama ini itu energinya yang mempengaruhi pemikiran SettiaBlog. Bukan mereka membisiki SettiaBlog atau mereka datang grunuk-grunuk dengan wajah cantik menggoda. Tapi energi positifnya. Kok mereka? Ya, Eyang SettiaBlog lebih dari satu tapi yang dominan ada 2, nanti yang satunya akan SettiaBlog sebutkan. Murid les SettiaBlog pernah kwatir, jangan - jangan itu jin. Bisa jadi jin karena setiap manusia tak luput dari godaan dan bisikan jin. Jadi Eyang SettiaBlog ini dalam bentuk energi positif dan yang SettiaBlog rasakan itu di ulu hati akan terasa dingin terus menyebar. Kalau jin yang SettiaBlog rasakan biasanya di daerah punggung itu kayak ada yang berjalan mengikuti aliran darah.

Kalau yang satunya Eyang SettiaBlog namanya Dewi Pertimah, ya ini nama Jawanya. SettiaBlog ndak enak kalau menyebut nama aslinya, nanti di kira mengaku - ngaku. SettiaBlog tegaskan energi positif beliau yang mempengaruhi pemikiran SettiaBlog. Jangan salah paham. Dan tanaman yang SettiaBlog tanam dalam klip di atas itu Delima merah. Itu buah kesukaan beliau. Cerita tentang Delima merah ada di Bottom Note. Dan yang terpenting cerita - cerita SettiaBlog kayak ini jangan di percaya, karena ndak rasional dan ndak masuk akal. Tapi lebih ndak masuk akal lagi, kalau bahasan di blognya Settia tanpa di pengaruhi energi Eyang - eyang SettiaBlog bisa mempengaruhi orang yang membacanya. Lha wong Settia ini orang ndak jelas dan ndak punya kedudukan apa - apa kok orang lain percaya bahasan SettiaBlo. Lebih ndak masuk akal kan? Ini untuk semua murid les SettiaBlog, khususnya yang sedang berjuang jauh di sana, sabar, tabah, selalu berpikir positif dan ndak usah kwatir tentang kekacauan pikiran SettiaBlog. Seperti yang pernah SettiaBlog bilang, menempatkan pada posisi rendah bukan berarti derajat kita rendah. Allah SWT menilai seseorang bukan dari penampilan, status atau kedudukan tapi seberapa besar energi positif yang ada dalam diri kita. Begitu juga untuk mengetahui itu perbuatan jin atau bukan, di lihat dari jejak yang di tinggalkan. Kalau jejaknya itu membawa ke syirik-kan atau ke musyrik-kan ya itu pasti perbuatan jin.

Usia muda memang sangat penting untuk dijadikan kesempatan dalam melakukan banyak hal. Bahkan usia muda kadang dilabeli sebagai garda terdepan untuk melakukan perubahan. Contohnya saja bisa seperti masa-masa silam kemajuan bangsa Indonesia dari zaman ke zaman. Namun adakalanya banyak pemuda justru ndak mempergunakan waktunya untuk kegiatan yang produktif. Sehingga tentu bisa berdampak pada dirinya di masa mendatang. Padahal keputusan yang diambil hari ini sangat menentukan kesuksesan kita di tua nanti. Nyatanya banyak orang yang  justru melakukan kesalahan di usia muda dan hanya menghabiskan energinya untuk hal yang ndak berguna. Kondisi ini penting disadari agar ndak terjerumus pada kemunduran diri sendiri. Ada beberapa kesalahan banyak orang di usia muda. 

• Selalu mau serba cepat dan instan

Menginginkan hasil yang cepat tentu sah-sah saja, namun justru bisa ndak baik kalau hasilnya ndak memuaskan juga. Harus disadari bahwa hidup butuh perjuangan dan ada rute-rute tertentu yang harus dilewati, kalau ndak sabar dalam proses tentu ndak bakalan mendapatkan hasil yang maksimal pula. Jika hidup selalu ingin instan dan ndak mau terjun dalam suka duka perjuangan, maka jelas nikmatnya kesuksesan ndak bakalan didapatkan. Dalam analoginya bahwa manusia akan selalu terbentur dan terbentur, hingga akhirnya terbentuk. 

• Mudah menyerah

Kesuksesan ndak ada yang didapat secara mudah, maka jalanya tentu dengan perjuangan yang keras. Orang yang mudah menyerah ketika menghadapi tantangan atau bahkan kegagalan, maka sejatinya sulit menemukan sebuah hasil. Kondisi itu merupakan kesalahan yang ndak patut dirawat. 

• Sering bermedia sosial sehingga merasa ragu dan insecure

Bermedia sosial tidaklah jadi soal selama dalam hal kewajaran, tetapi justru menjadi ndak baik kalau menimbulkan rasa ragu untuk berbuat dan insecure hanya karena sering membandingkan diri dengan orang lain. Jadi, bermedia sosial saja dengan sebijak mungkin. 

• Mencoba memiliki banyak teman namun tidak bermakna dan ndak dipercaya

Memiliki banyak teman jelas hal baik dalam hidup ini, namun harusnya teman dapat mendorong diri bisa menjadi lebih baik. Apa gunanya memiliki banyak teman kalau tidak bisa dipercaya dan hanya merugikan diri sendiri saja. Maka dari itu mulailah untuk cek lingkungan pertemanan Anda, dan perlahan menyingkir dari lingkungan teman yang hanya merugikan. 

Dan untuk yang sudah menginjak usia 40 tahun. 40 tahun adalah usia yang krusial dan rawan dalam perjalanan umur manusia, karenanya dalam Islam di usia ini, seseorang harus Lebih fokus dalam ibadah. Usia 40 tahun sudah bukan lagi waktunya sibuk main Tik Tok, sibuk upload foto, hobby nongkrong, nonton drakor, dengerin musik, dan joget-joget. Setiap muslim di usia 40 tahun , harus mulai sibuk menjalani hidupnya dengan ibadah, amal shalih, menuntut ilmu, menjaga perilaku, menjaga syahwat, dan meninggalkan ketamakan pada dunia. Dalam bukunya Ath-Thabaqat al-Kubra, Ibrahim al-Nakha’i rahimahullah mengatakan bahwa mereka (para salaf) berkata, " jika seseorang telah mencapai usia 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya". Yakni, bila seseorang sudah berusia 40 tahun, namun belum ada juga minatnya terhadap agamanya, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia. Sebab, usia 40 tahun adalah dimana manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya.

Maka siapa saja yang telah mencapai usia 40 tahun hendaknya ia berusaha memperbarui taubat dan kembali kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh, serta membuang kejahilan ketika usia muda, dan lebih berhati-hati. Ia harus melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh keimanan, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur. Bila usia 40 tahun, maka hendaknya kita mulai meningkat minatnya terhadap agama, dimana semasa mudanya jauh sekali dari agama. Maka sekarang mulailah menutup aurat dan banyak mengikuti kajian-kajian agama. Bila usia 40 tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan, barangsiapa yang telah mencapai usia 40 tahun dan kebaikkannya belum mengalahkan keburukannya, hendaknya ia bersiap-siap ke neraka. Karena itulah bila telah usia 40 tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina, mengumbar aurat, mabuk, dan lain-lain, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut.

Bila usia 40 tahun, juga hendaknya ia mulai bersungguh-sungguh perbaiki apa-apa yang telah lewat dan manfaatkan dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Sehingga menjadi pemenyesal kemudian hari yang tiada guna. Imam Malik rahimahullah dalam bukunya yang berjudul At-Tadzkiroh, menegaskan bahwa beliau dapati para ahli ilmu di negeri-negeri itu mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu). Artinya, ada orang-orang yang sibuk dengan dunia dan ketika berusia 40 tahun, orang-orang itu sudah beralihh fokus pada ibadah. Abdullah bin Dawud rahimahullah dalam menjelaskan ihya' ulumuddin berkata, "bahwa kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya".

Sebab itu, bila usia Anda telah mencapai 40 tahun hendaknya mulai sibuk dengan amal shalih, sebab waktu kita sudah tak lama lagi di dunia. Yang harus diingat juga, usia ummat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam rata-rata sangat singkat hanya antara 60-70 tahun. Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda :
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah).



Bottom Note

Pada suatu ketika, Fatimah az-Zahra, putri Rasulullah menderita sakit dan sedang tidak berselera untuk mengasup makanan. Demi melihat sang istri yang terlihat lemah dan kurang bersemangat, Ali bin Abi Thalib sang suami merasa prihatin dan berusaha menghibur sang istri.
"Dalam keadaan seperti ini, mungkin adinda menginginkan sesuatu?" Tanya Ali dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Dinda ingin mengasup buah delima kanda!" Jawab Fatimah dengan suara yang masih lemah.

Mendengar permintaan istri terkasih, Ali langsung bergegas mengambil wudhu dan setelahnya bermunajat kepada Allah SWT dengan shalat 2 rakaat dilanjut dengan berdoa penuh kekhusyuan. Ali langsung menyampaikan permintaan istrinya kepada Allah SWT yang Maha Kaya dan Maha berkuasa atas segala sesuatu. Ali sadar tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan dan ijin Allah SWT. Saat ini Ali sama sekali tidak mempunyai sepeser uangpun untuk membeli sebiji buah delimapun. 

Dengan keyakinan akan pertolongan Allah SWT, Ali bin Abi Tahlib tetap berikhtiar dengan tetap beangkat ke pasar untuk mebelikan buah delima buat istrinya. Bersyukurnya, di tengah jalan Ali bertemu dengan beberapa sahabbat yang berkenan untuk memberikan pinjaman uang untuk membeli buah delima, tidak tanggung-tanggung para sahabat mau meinjamkan uang berapapun yang disebutkan oleh Ali. Tapi, Ali tetap saja hanya berkenan untuk meminjam sejumlah 1 dirham saja atau cukup untuk membeli sebutir buah delima yang diinginkan oleh sang istri, Fatimah az-Zahra. Setelah mendapatkan buah delima merah segar, Ali langsung bergegas pulang. Ditengah perjalanan Ali melihat seorang lelaki tua tengah tergeletak di pinggir jalan, tampak lemah dan tidak berdaya, sangat memprihatinkan!
"Hai anak muda, aku telah lima hari terbaring lemah disini, aku kelaparan dan tidak punya sesuap makananpun. Bisakah kau memberiki sebiji buah delima?" Dengan terbata-bata, si bapak tua menjelaskan keadaan dan permintaanya. Mendengar penjelasan dan permintaan si bapak tua, seketika muncul dilema dalam dirinya. Saat ini Ali memang memegang sebuah buah delima merah segar, tapi itu merupakan permintaan istrinya di rumah yang juga dalam keadaan sakit, lemah tak berdaya. 

Jika satu-satunya buah delima ini kuberikan kepada orang tua ini, bagaimana dengan istriku yang juga membutuhkannya!? Tapi kalau bapak tua ini tidak juga kuberi buah delima, berarti aku abai kepadanya dan juga pada besarnya pahala dari Allah SWT. Batin Ali kembali saling bertempur, saling mendapatkan alibi terbaik. Alhamdulillah, akhirnya Allah memberi petunjuk.  Muncul gagasan Ali untuk membelah duah delima itu menjadi dua bagian. Belahan pertama langsung diberikan kepada si bapak tua, sedangkan belahan berikutnya kembali dimasukkannya ke dalam kantong dan dibawa pulang untuk istrinya. Masha Allah, sesampai dirumah Ali justeru mendapati istrinya  Fatimah az-Zahra sudah kembali terlihat segar bugar dan telah beraktifitas seperti biasa. Bahkan, Fatimah az-Zahra sendiri yang menyambut kedatangan sang suami sepulang dari pasar dengan keceriaan seperti biasanya..
"Kenapa Kanda terlihat murung?"  Tanya Fatimah ketika mendapati wajah sang suami justeru terlihat murung sesampai dirumah. Mendengar pertanyaan Fatimah, Ali langsung menjelaskan semua kejadian yang terjadi selama perjalanannya membeli buah delima kepada sang istri.
"Kanda, kalau begitu alangkah lebih baik lagi kalau buah delima itu diberikan saja kepada bapak tua itu lagi! Karena atas ijin Allah SWT, sesaat setelah kanda pergi tadi tubuhku kembali sehat dan segar bugar seperti biasanya." Kata Fatimah dengan penuh kasih sayang.

Mendengar penjelasan dan permintaan istrinya, wajah Ali langsung berbinar-binar penuh cahaya dan hendak langsung mengantarkan separuh buah delima yang dipegangnya kepada si bapak tua di pinggir jalan tadi. Tapi tiba-tiba datang seseorang yang mengetuk pintu dan setelah dibuka, ternyata sahabat Salman Al Farisi yang datang atas perintah Rasulullah untuk mengantarkan buah delima merah untuk sang puteri, Fatimah az-Zahra. Seketika, Salman al-Farisi langsung  memberikan sebungkus kantong berisi sembilan buah delima merah itu  kepada Ali dan berkata “Ini ada buah delima dari Rasulullah untuk Fatimah.” 
“Kalau benar ini dari Rasulullah SAW, pasti jumlahnya sepuluh. Bukan sembilan, hai sahabatku Salman!” Jawab Ali sambil tersenyum kepada Salman. Mendengar pernyataan Ali, sontak Salman al-Farisi terkaget-kaget dibuatnya. 
“Bagaimana engkau tahu wahai Ali, Rasulullah mengirimkan 10 buah delima?” Tanya sahabat Salman yang ternyata memang sengaja menguji keyakinan Ali. Ternyata Salman memang sengaja menyembunyikan satu buah delima merah dibalik bajunya.
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).  (QS. Al An'am : 160)

Itu jawabnya, kata Ali kepada sahabat Salman dengan senyuman penuh arti. Sedangkan Salman yang akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri kejaiban bersedekah sekaligus benarnya janji Allah SWT, semakin kuat keimanannya dan dengan tersipu mengeluarkan sebuah delima merah lagi dari balik bajunya.

Sep 27, 2022

Beberapa Alasan Seseorang tidak Bahagia

 



Terkadang SettiaBlog bertanya dalam hati, apa c tujuan SettiaBlog membuat bahasan di blog ini? Apa c motif SettiaBlog membuat bahasan di blog ini? Malam ini SettiaBlog lagi sendirian di depan rumah sambil cicipi buah Matoa, kebetulan di depan rumah murid les SettiaBlog punya pohon Matoa besar dan buahnya banyak banget. SettiaBlog tadi di ambilkan yang sudah matang. Di temani lagunya Lady Gaga yang "Million Reasons", yang ada pada klip di atas, SettiaBlog mulai mengetik bahasan. Gaga....SettiaBlog suka warna rambut kamu yang putih ke-silver-an itu lho. Dari dulu memang SettiaBlog menginginkan warna rambut seperti itu, kepengennya c yang alami. Thu...kan SettiaBlog mulai ngacau. Ndak tahu lah kekacauan pikiran SettiaBlog ini kok ndak sembuh - sembuh. Untungnya lho gendhuk SettiaBlog itu sudah kebal dengan kekacauan pikiran SettiaBlog. Ndak kebal gimana, lha wong mulai tahun 2009 sampai sekarang ngadepin SettiaBlog yang kacau kayak gini. Gendhuk SettiaBlog, masih ingat ndak dengan Settia Hayuning Bawono Kertarajasa Jayawardana? Sudah....sudah.... kok jadi ngelantur ke mana - mana, kembali ke bahasan.

Lha terus apa yang mau di bahas? SettiaBlog lho belum ada ide. Dari tadi SettiaBlog hanya duduk di depan rumah, nyantai...dengerin musik, ngemil sambil liatin pohon - pohon kecil yang SettiaBlog tanam di pot. Kegiatan gini tok ae bagi SettiaBlog udah bikin bahagia. Ya, kebahagiaan mungkin terdengar seperti sesuatu yang sederhana. Namun untuk mencapainya, kayaknya bukanlah hal mudah. Apalagi dalam budaya kita, kebahagiaan kerap diidentikkan dengan pencapaian dan kesuksesan. Perlu di ingat lho, bahwa kebahagiaan yang identik dengan hal-hal pencapaian dan kesuksesan bisa sulit dipertahankan karena sifatnya tidak konsisten. Sebenarnya ada kebahagiaan yang tidak didasarkan pada perolehan atau pencapaian, yaitu penghargaan atau kepuasan. Artinya, kita bisa menjadi puas hanya dengan memahami siapa diri kita, di mana kita berada, dan apa yang kita miliki bisa jadi jalan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Lalu, sebenarnya alasan apa seseorang sulit merasa bahagia.

Sering membanding-bandingkan

Sulit rasanya merasa puas dengan kehidupan jika kita terus membandingkan hidup kita dengan pengalaman orang lain. Apalagi, hampir semua orang membandingkan dirinya dengan orang yang telah mencapai kesuksesan yang lebih tinggi dari dirinya, bukan membandingkan dengan yang di bawahnya. Proses membanding-bandingkan ini akan menghasilkan ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan. Sebab, kita selalu merasa kurang dari orang lain. Saat orang-orang yang hobi membandingkan itu menyadari ada yang hidup lebih sulit darinya, mereka mulai berpikir lebih positif. Lama kelamaan, mereka akan merasa bahwa hidupnya unik dan berharga.

Tidak bertanggung jawab dan menyalahkan orang lain

Orang-orang yang sulit bertanggung jawab akan sulit menjalin hubungan dengan orang lain, terutama hubungan dekat yang penuh tantangan. Orang-orang seperti ini biasanya tidak sadar kalau ia memicu situasi yang membuat dirinya sendiri meraa tidak bahagia. Dalam dunianya, mereka juga selalu merasa bahwa semua hal yang terjadi adalah salah orang lain. Perspektif inilah yang membuat seseorang kerap merasa tidak berdaya untuk mengubah sisi negatifnya dan berujung tidak bahagia.

Tidak mau menerima kenyataan

Belajar menerima kenyataan dalam keadaan sulit bisa menjadi kunci untuk melalui momen tak diinginkan yang tak terduga. Masih banyak kok yang kesulitan menerima kenyataan dan mengatakan, “Mengapa ini terjadi padaku?” “Mengapa aku harus melaluinya?” Padahal, tak ada jawaban memadai untuk pertanyaan seperti itu. Semestinya kita mengatakan “Bagaimana aku bisa maju melewati ini semua?” atau “Apa yang bisa aku pelajari dari ini?” pada diri sendiri. Menanyakan pertanyaan itu akan membuat kita lepas dari negativitas dan lebih mudah menerima diri.

Mudah terdistraksi

Banyak orang yang mudah terdistraksi, sehingga apa yang ia pikirkan beralih dengan cepat dan terus bergantian. Padahal, hal ini bisa berujung pada kecemasan, penurunan produktivitas, dan kelelahan. Bahkan, distraksi terus menerus juga bisa membuat seseorang sulit merasakah kebahagiaan. Selain itu, pikiran seperti “Saya akan bahagia ketika...” juga dapat menjadi distraksi dari waktu yang terjadi saat ini. Untuk itu, sebaiknya mulailah memusatkan perhatian pada hal yang ada di depan mata kita.

Menyadari hal-hal itu mungkin akan membuat kita merasa lebih puas dengan hidup dan lebih bahagia karenanya.



Bottom Note

Bahasan ini baru SettiaBlog posting siang ini. Tadi malam pas lagi enak-enak ketik bahasan, kakak SettiaBlog ngasih tahu kabar yang kurang enak. Ada teman SettiaBlog yang sakit mendadak dan ndak tertolong. Dia masih muda banget, pergi selamanya dengan meninggalkan anak yang masih kecil dan istrinya. Lemes SettiaBlog mendengarnya. Bukti kelemahan manusia yang tak akan mampu mengingkari kekuasaan Allah SWT. Ribuan alasan apapun tak akan mampu menolak kekuasaan Allah SWT, jika Allah sudah menghendaki.
Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali.
Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya dan dari siksa api neraka. Dan berikan kesabaran pada keluarga yang di tinggalkannya.

Sep 21, 2022

Beberapa Perspektif dalam Memandang Kehidupan, Bikin Tenang Menjalaninya

 



Klip di atas "sale el sol" milik Shakira. SettiaBlog tertarik dengan lirik,
De tanto sumar, pierdes la cuenta
Karena satu di tambah satu tidak selalu dua
Jadi 1 + 1 = tidak selalu 2. Lho...., maksudnya apa Settia? Di mana - mana, kalau 1 + 1= ya 2. Jangan ngacau Settia! He...he....Settia ndak ngacau kok. Ketika Anda menjawab dengan spontan bahwa 1 + 1= 2, sudah bisa dipastikan Anda adalah orang yang berfikir matematikakis. Matematikakis, selalu menjawab bahwa 1 + 1= 2, jika jawabannya bukan angka dua berarti Anda telah melakukan kesalahan dalam menjawab. Karena angka 2 adalah jawaban untuk 1 + 1 sampai kapanpun. Matematika adalah ilmu yang mengharapkan kepastian dalam jawabannya. Maka dari itu, matematika adalah ilmu pasti.

Menurut matematikakis bahwa 1+1=2, jika ada seseorang memiliki jawaban yang berbeda apakah kita lantas langsung menyalahkan seseorang tersebut?. Menurut dia bahwa 1+1=27, matematikakis pasti dengan keras menyalahkan mereka yang menjawab begitu sebab dari mana 25 angka laginya. Anggapan yang muncul untuk para agamis, kenapa mereka?. Karena 1+1= 27 didasarkan pada pahala sholat yang hanya 1 derajat jika munfarid (sendirian) dan 27 derajat untuk sholat yang berjama'ah. Berjama'ah paling sedikit 2 orang sehingga jika ada 1+1=27(seseorang ditambah seseorang mendapatkan 27 derajat pahala karena termasuk berjama'ah). Berikutnya, 1 + 1=perspektif. Uraian yang diatas akan membantu kita dalam memahami maksud 1 + 1=perspektif. Sehingga kita bisa sedikit simpulkan maksud 1 + 1=perspektif yaitu
1. Sebuah persoalan yang sama (1 + 1) membuat perbedaan dalam pemaknaan
2. Setiap pemaknaan memiliki alasan yang berdasar masing-masing  pemaknaan
Dan kita bisa sedikit definisikan bahwa 1 + 1=perpektif adalah suatu pandangan kita terhadap 1 + 1 dengan berbagai macam pemaknaan dalam meraih hasilnya dengan argument mereka masing-masing. Dari persoalan yang kecil seperti 1 + 1 memiliki pemaknaan hasil yang beragam maka masihkah kita belum menerima keberagaman dalam memaknai sesuatu?. Jawaban hanya Anda yang tahu...

Pasti yang baca tambah mumet (bingung) kan. Gini ae, jika Anda melihat gambar penampang kepala manusia, otak kan dibagi menjadi empat bagian. Yaitu Kanan Depan, Kiri Depan, Kanan Belakang, dan Kiri Belakang. Setiap orang memiliki semua ini, tetapi setiap orang memiliki salah satu bagian dominan dari empat bagian ini. Otak cerebral kiri itu logis, analitis, faktual, dan kuantitatif. Otak Cerebral kanan adalah gambaran besar intuitif, mengintegrasikan dan mensintesis. Limbik kiri itu teratur, urut, terencana dan detail. Limbik kanan adalah interpersonal, perasaan, kinestetik dan emosional. Lalu Anda lebih dominan otak sebelah mana?

Sementara itu sifat dan fungsi berpikir manusia terbagi menjadi 4 fungsi, yaitu: Fungsi Pengindra (Sensing) manusia itu dapat merasakan panas atau dingin, mencium aroma wangi atau busuk, melihat keadaan, mendengar suara, dan merasakan manis, pahit, asin atau pedas. Manusia mempunyai sensor untuk mengerti sesuatu yang nyata termasuk bisa menghitung, membuat rencana dan sebagainya. Yang kedua adalah fungsi intuisi (Intuiting) Manusia mampu memahami apa yang sebenarnya terjadi dibalik sebuah kejadian memiliki kemampuan menarik kesimpulan dari hal yang umum ke khusus, mampu bertindak tanpa berpikir, atau bawah sadar Itulah fungsi intuiting. Selanjutnya yaitu fungsi berpikir (thinking) adalah berpikir secara logis, bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar berdasarkan fakta membuat perhitungan yang matang. Dan yang keempat adalah fungsi perasaan (Feeling) Manusia bisa tertawa dan menangis, Kasihan atau marah, bisa sabar, memelihara, berempati dengan orang lain adalah fungsi perasaan. Keempat fungsi tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT yang tidak dapat diubah. Semua orang di seluruh dunia memiliki semua fungsi ini, tetapi ada satu yang dominan.

Makanya, ketika SettiaBlog bilang sering berkomunikasi dengan Eyang SettiaBlog, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Pasti orang yang dominan di thinking tidak akan pernah percaya cerita SettiaBlog., lha wong yang dominan di Intuiting saja juga ndak akan percaya cerita SettiaBlog. Sudah....sudah, tambah ngacau SettiaBlog...he....he..., kalau ndak ngacau ya bukan SettiaBlog. Tapi kalau SettiaBlog bilang, 1 + 1 = bukan 2, boleh kan? Dan 1 + 1= perspektif
Anda pasti pernah merasa gelisah dalam menjalani hidup. Terkadang pikiran Anda mulai terganggu lewat sejumlah pertanyaan yang ndak semua orang tahu. Contohnya adalah mimpi yang belum tentu berhasil atau perihal kejadian menyedihkan yang Anda alami tak kunjung berakhir. Seringnya, hal-hal tersebut membuat setiap orang bertanya-tanya hingga hidup dalam ketidakpastian dan terbelenggu rasa cemas. Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka solusi yang bisa Anda terapkan adalah membiasakan diri untuk mencoba memandang hidup dari perspektif yang lain.

Anda bisa menerapkan beberapa pola pikir berikut yang dapat membantu mendatangkan rasa tenang dalam diri Anda.

1. Hidup itu berisi segala ketidaksempurnaan

Hakikat hidup yang sebenarnya adalah berisi ketidaksempurnaan. Sehingga segala hal yang ada di dalamnya pun tidak ada yang kekal. Anda perlu memahami hal ini, agar Anda ndak melulu meletakkan harapan pada hal yang ndak sempurna ini. Sebab bisa dipastikan ujungnya adalah kekecewaan. Sebagaimana hidup itu bekerja, maka Anda perlu mencari yang lebih kekal darinya. Ada sesuatu yang lebih besar yang bisa jadikan tempat kembali yang abadi, yaitu Allah SWT. Jika Anda mampu menerapkan pola pikir demikian, maka ketenangan dalam menjalani hidup ini akan Anda dapatkan.

2. Anda ndak bisa memandang hidup hanya dari sisi hitam atau putih saja

Apa yang ada di dalam hidup ini tentu sangatlah beragam. Sehingga Anda tidak bisa memandang hidup hanya dari sisi hitam atau putih, tanpa mengindahkan warna yang lain. Sebab jika demikian, Anda akan memandang suatu keburukan, kesalahan, atau hal hitam lainnya sebagai sesuatu yang buruk secara mutlak. Begitu pun sebaliknya. Namun, dengan mempertimbangkan kedua sisi tersebut, maka Anda akan menjadi orang yang bijak dalam menilai sesuatu. Hal itulah yang akan mendatangkan kedamaian, lantaran Anda terbebas dari rasa kebencian dan perasaan tidak nyaman lainnya.

3. Dalam hidup ini, selalu ada hal potisif di balik setiap kejadian

Hidup ini juga berisi kejadian yang beragam. Ada senang, sedih, suka, maupun duka. Ketika Anda dihadapkan dengan kejadian menyakitkan, seringnya Anda akan terbelenggu di dalamnya kemudian menolak untuk menerima takdir pahit itu. Tindakan demikian yang kerap membuat Anda ndak bisa menjalani hidup ini dengan tenang. Sehingga Anda perlu menyadari, bahwa di balik setiap kejadian yang tidak menyenangkan, pasti terselip hal positif yang bisa Anda petik hikmahnya. Dengan begitu, Anda merasa aman dalam menjalani hidup ini. Karena Anda yakin, setiap kesedihan ndak akan bertahan lama, setiap kesedihan akan bergulir pada kebahagiaan.

4. Hidup itu adil, karena segala sesuatunya selalu beriringan

Pada dasarnya, semua hal di hidup ini berjalan beriringan. Ada kebahagiaan, ada pula kesedihan. Ada kesuksesan, ada pula kegagalan. Semuanya sudah diatur dengan porsinya masing-masing. Sehingga tak perlu gelisah, jika Anda sedang berada pada titik terendah. Sebab akan datang masanya Anda berada pada titik puncak. 

5. Hidup berisi serangkaian proses yang panjang

Berdasarkan penjelasan pada poin-poin sebelumnya, dapat dipahami bahwa hidup ini selalu berproses. Perubahan dari duka menuju suka pun perlu waktu yang ndak instan. Sebab hidup punya alurnya sendiri yang harus dilalui tahap demi tahap.  Ibaratnya, buah juga akan matang ketika waktunya sudah tiba. Begitu pula Anda akan mencapai proses yang Anda inginkan, ketika waktu Anda sudah tiba. Mulai saat ini, coba untuk berikan kesempatan pada diri sendiri untuk berpikir lebih dalam akan segala sesuatu. Sebab hidup ini sudah selayaknya dijalani dengan rasa damai agar tak datang penyesalan di akhir cerita. Nikmati prosesnya selagi masih ada kesempatan dan banyak-banyak bersyukur atas segala hal yang ada di masa sekarang.


Bottom Note

SettiaBlog sendiri sering kok mengalami kejadian - kejadian yang di luar nalar dan susah di logika. Ada yang jadi pertanyaan SettiaBlog sampai sekarang. Ada seseorang itu mampu melihat diri SettiaBlog sampai yang paling dalam. Contoh mudahnya, seandainya dia SettiaBlog tanya, apa warna CD yang sedang SettiaBlog kenakan? Dia akan langsung bisa menjawab dengan benar kok. Gimana caranya ya kok bisa gitu. he...he..., sekali lagi, jangan di per-ca-ya cerita SettiaBlog.
SettiaBlog tambah ngacau....
Porque uno y uno no siempre son dos

Sep 17, 2022

Merubah Energi Negatif menjadi Positif

 



Mengubah energi negatif ke positif di dalam tubuh dipercaya bisa meningkatkan kualitas hidup. Segala sesuatu di sekitar kita bahkan di dalam tubuh pun mengalir energi. Ketika marah, tubuh atau kepala akan terasa panas. Saat itu, energi negatif tengah berputar. "Happy, sedih, kesal, semua apapun emosi adalah energi yang bergerak."

Energi memang jumlahnya tetap dan tidak bisa dihancurkan namun bisa ditransformasikan atau diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Ketika energi negatif yang bergerak dan tidak diubah menjadi positif, dampaknya akan buruk. Misal ketika kesal akan beban hidup yang dialami kemudian ditahan, tidak diekspresikan, atau tidak diungkapkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa kasus bahkan mengalami kanker tiroid karena energi negatif karena kesal menumpuk di tenggorokan dan tidak kunjung dilepaskan dalam jangka waktu yang lama. "Semua emosi harus kita proses, dishare, jangan hanya disimpan untuk diri sendiri."

Tugas kita setiap hari yakni mengubah energi negatif yang dirasakan ke arah positif. Jika setiap pagi seseorang sudah menciptakan rasa bahagia, energi itu akan menular kepada orang sekitar, termasuk di lingkungan pekerjaan. Dan banyak cara yang bisa di tempuh untuk merubah energi negatif menjadi energi positif. SettiaBlog juga sudah sering membahasnya, kayak menjalani kehidupan dengan ikhlas, memperbaiki niat dalam beribadah, meditasi, yoga dan banyak lagi. Bisa juga kok dengan memanfaatkan energi positif yang ada di alam ini.

Manusia itu memiliki perasaan paling peka dibandingkan makhluk hidup lainnya lho. Dapat merasakan sedih, gundah, dan energi negatif lainnya yang merusak hari. Dan tidak semua orang dapat mengawali atau melewatkan hari-hari dengan rasa gembira dan bahagia. Dan berikut ini beberapa cara termudah untuk melunturkan energi negatif.

Udara dan sinar matahari

Udara segar dan sinar matahari memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memutuskan energi negatif dari tubuh dan pikiran. Udara segar dan sinar matahari yang hangat akan membuat kulit wajah terasa nyaman. Cobalah untuk sekedar jalan-jalan sejenak atau membuka jendela dan rasakan udara yang masuk ke dalam paru-paru Anda dan hembuskan energi negatif, ulangi hingga Anda merasa rileks.

• Taburkan garam di sekitar Anda

Garam dipercaya mampu memberikan fokus dan energi positif bagi mental dan fisik. Seperti Himalayan Salt Rocks asal Pakistan, dipercaya mampu mentransfer ion negatif di udara. Sayangnya tak semua negara memiliki batu ajaib ini, namun Anda dapat menggunakan garam laut yang ditaburkan di sekitar Anda, seperti di jendela atau pintu. Hal ini dikenal ampuh menangkal energi negatif yang masuk.

• Mandi

Air akan melunturkan seluruh energi negatif yang menempel pada tubuh. Tubuh yang bersih dan segar akan terasa lebih menyenangkan dan membuat perasaan lebih rileks.

Membersihkan rumah adalah juga salah satu cara untuk membuat tempat tinggal menjadi lebih nyaman dan sehat, serta meminimalisir terjangkitnya suatu penyakit. Membersihkan energi rumah adalah menghilangkan getaran negatif dan membawa energi baru. Dengan cara ini, tak hanya kebersihan saja yang didapat, namun suasana segar bisa didapatkan di dalam rumah. Lantas, bagaimana caranya?

1. Membuka jendela

Salah satu cara termudah untuk membuang racun yang terperangkap dan energi negatif di rumah Anda adalah dengan membuka jendela. Mulailah membersihkan rumah Anda dengan membiarkan udara segar masuk dan energi buruk keluar.

2. Bersihkan pintu masuk rumah

Sebagian besar energi negatif datang bersama kita saat kita berjalan melewati pintu, dan di sinilah energi itu sering macet. Jadi bersihkan energi yang tidak diinginkan dengan menyapu dan membersihkan jalan masuk Anda. Berikan perhatian khusus pada pintu dan bersihkan kenopi pintu.

3. Bersihkan dengan garam

Garam adalah pembersih alami yang sangat baik dan cara umum lainnya untuk menghilangkan energi negatif dari ruangan Anda. Tuangkan garam alami jenis apa pun di sudut ruangan yang ingin Anda bersihkan.  Beri waktu 48 jam untuk menjebak dan menyerap energi buruk lalu menyapu. Atau, jika Anda memiliki anak atau hewan, isi mangkuk kecil dan kemudian cukup buang garam setelah dua hari. Anda juga dapat menggunakan lilin garam Himalaya atau membuat lilin garam Anda sendiri untuk efek menyerap racun yang sama.

4. Gabungkan kristal

Beberapa kristal seperti turmalin hitam, hematit, dan selenite sangat bagus untuk membersihkan energi negatif. Tempatkan turmalin hitam di empat sudut ruangan mana pun, di ambang jendela, atau di sudut tempat tidur Anda untuk menyerap energi beracun dan negatif. Turmalin hitam juga menyerap energi elektromagnetik, jadi simpanlah di dekat elektronik seperti komputer dan TV.  

5. Gunakan minyak esensial

Gunakan minyak esensial untuk mengharumkan udara, meningkatkan suasana hati, dan membersihkan energi negatif. Sebarkan lemon atau pinus untuk aroma bersih alami. Gunakan jeruk manis atau lavender untuk efek mengangkat secara alami.

6. Menggabungkan tanaman atau bunga

Tanaman tidak hanya menyaring racun dari udara, mereka juga secara alami membantu menyaring energi negatif sambil menumbuhkan energi positif seperti ketenangan dan keberuntungan. Tujuan yang baik adalah memiliki setidaknya satu tanaman di setiap ruangan dan beberapa di ruangan yang paling sering Anda habiskan, seperti dapur atau kamar tidur.

7. Bersihkan kekacauan

Kekacauan dapat membuat ruangan terasa berat dan stagnan. Bersih dan rapi untuk membuat ruangan Anda terasa lebih terang dan cerah.


Bottom Note

Klip di atas itu pujian yang biasa SettiaBlog dengar di masjid atau mushola dekat rumah.
Ya Allah hamba mohon Ibadah hamba Istiqomah
Ya Allah hamba mohon Mati hamba Khusnul Khotimah
ﻻاﻟﻪاﻻﷲ   Ø§َﻟْﻤَﻠﻚ الْØ­َÙ‚ُّ اﻟْﻤُﺒِï»´ْﻦ
ﻣُﺤَﻤَّﺪٌرَﺳْï»®Ù„ُï·²ِ   ïº»َﺎدِÙ‚ُ اﻟْï»®َﻋْﺪِاْï»»َﻣِﻴﻦ
Laa ilaaha illallaah almalikul haqqul mubin
Muhammadurrosulullah shodiqul wa dil amin

(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Merajai, Maha Haq, Maha Terang . Muhammad rasul Allah Yang memegang teguh janji, dan dapat dipercaya)

Sep 13, 2022

Tip's Untuk Mengoptimalkan Intonasi Suara

 



Klip di atas itu "Calm down" milik Selena Gomez feat Rema. Lagunya terdengar renyah dan menenangkan, sesuai dengan konsep video klipnya. Backgroundnya lihat, mulai dari mural dinding kamar dengan gaya - gaya Picasso dan detail lainnya. Di tambah lagi adanya mobil balap klasik Porsche 356. Mm... keren...Selena, jenong...jenong... he...he..., ya memang Selena itu jidatnya jenong kok, makanya cerdas. Kalau untuk Si Rema, suaranya terdengar khas dengan logat bahasa ebonics (Inggris Afrika-Amerika) dan intonasinya di setiap baris lagu memang sangat bagus. Intonasi yang tepat dan maksimal pada setiap kata atau kalimat memang sangat penting agar pendengar atau audiens bisa menikmati, percaya dan mengikuti yang akan di sampaikan.

Anda tentu pernah mengalami, mengira bahwa Anda telah menyampaikan pesan presentasi atau pidato Anda dengan baik, tetapi respon dari audiens Anda tidak sesuai dengan pesan yang Anda sampaikan. Sebagai contoh, ketika Anda mengatakan pada audiens, “Saya merasa semangat berada disini”, akan tetapi dalam menyampaikannya nada suara Anda terdengar datar dan tidak bersemangat,  maka audiens Anda tidak akan mempercayai kata-kata Anda. Mereka lebih percaya pada interpretasi dari intonasi suara Anda yang terkesan datar dan tidak bersemangat.

Intonasi suara yang Anda keluarkan dapat membuat kesuksesan atau kegagalan presentasi atau pidato Anda. Tidak peduli seberapa baik pesan presentasi atau pidato yang telah Anda siapkan, hal itu tidak menjamin bahwa pesan Anda akan didengar. Untuk memikat audiens dan mempertahankan minat mereka, maka Anda juga perlu menyampaikannya dengan baik. Saat itulah intonasi suara Anda ikut bermain. Tanpa keraguan, perannya sangat penting dalam menyampaikan pesan Anda. Intonasi suara yang Anda gunakan akan sangat berperan dalam penyampaian presentasi atau pidato Anda, karena itu akan mencerminkan kepribadian Anda, kepercayaan diri dan minat Anda terhadap subjek tersebut.

Penyampaian vokal (vocal delivery) mencakup komponen penyampaian ucapan yang berhubungan dengan suara Anda. Ini termasuk cepat atau lambat (rate), keras atau lemah (volume), tinggi atau rendah (pitch), artikulasi (articulation), pengucapan (pronunciation), dan kefasihan (fluency) dari suara Anda. Penyampaian vokal ini yang ditunjukkan dengan intonasi suara merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat Anda menyampaikan presentasi atau pidato. Ada dua alasan utama yang mendasarinya.

Pertama, penyampaian vokal dapat membantu Anda untuk melibatkan dan menarik perhatian audiens Anda (speaking for engagement) dengan memperhatikan variasi dalam cepat atau lambat (rate), keras atau lemah (volume), tinggi atau rendah (pitch) suara.
Kedua, penyampaian vokal membantu memastikan bahwa ide-ide Anda dikomunikasikan dengan jelas (speaking for clarity) dengan memperhatikan unsur artikulasi, pengucapatan dan kefasihan. Jadi, bagaimana mengoptimalkan intonasi suara Anda untuk menyampaikan presentasi atau pidato yang menonjol ? Untuk menjadikannya sebagai senjata yang ampuh, berikut ini ada beberapa tip's untuk mengoptimalkan intonasi suara Anda dengan kekuatan dan otoritas.

Hangatkan Suara Anda

Saat melakukan presentasi atau pidato, menampilkan diri yang terbaik sangat penting agar Anda dapat terhubung dengan audiens Anda. Itu termasuk menguasai nada suara Anda yang perlu terdengar berwibawa dan mudah didekati. “Nada suara” tersebut adalah komponen penting untuk membangun kehadiran pribadi Anda sebagai presenter. Karena itu, sebelum Anda naik ke atas panggung untuk menyampaikan presentasi atau pidato, Anda perlu melakukan pemanasan. Ada banyak cara untuk melakukannya termasuk melatih artikulasi dan pernapasan Anda. Berikut tiga latihan cepat dan sederhana yang bisa Anda coba :
• Tarik napas dalam beberapa kali.
• Tarik napas perlahan selama 4 hitungan, tahan 2 hitungan, lalu buang napas perlahan selama 4 hitungan. Lakukan minimal 6 putaran.
• Menguap beberapa kali. “Latihan” dasar ini akan melepaskan ketegangan di rahang, tenggorokan, dan pita suara Anda.
• Lakukan tongue twisterTongue twister  adalah serangkaian kata atau kalimat yang memiliki bentuk dan pengucapan yang hampir sama. Biasanya, tongue twister bisa berisi kata-kata bermakna yang berbeda, tetapi susunan hurufnya nyaris sama. Anda dapat mengatakan : “I slit a sheet.  A sheet I slit.  And, on that slitted sheet, I sit”.  Tidak hanya akan membantu pemanasan, tetapi tongue twister  juga akan mengkondisikan suara Anda untuk mengartikulasikannya dengan lebih baik.
Menghabiskan waktu 2 menit untuk latihan sederhana ini sudah cukup untuk menyiapkan Anda atau setidaknya suara Anda untuk presentasi atau pudato yang sukses.

Bicaralah Dengan Percaya Diri dan Jelas

Jika Anda ingin didengar dan dipahami, maka rasa malu perlu dihindari dalam melakukan presentasi atau pidato. Jika Anda menggunakan mikrofon, maka selalu letakkan di posisi yang memungkinkan terjadinya peningkatan volume suara. Presenter cenderung merendahkan suaranya untuk menghindari distorsi dari suara mikrofon, tetapi kesalahan umum ini memberikan dampak pada ucapan Anda yang membuat Anda terdengar ragu-ragu. Pastikan semuanya mengarah kepada upaya untuk membuat nada suara Anda yang kuat dan percaya diri. Untuk menghindari Anda terlihat tidak yakin atau gugup, maka berlatih, berlatih dan berlatihlah.

Semakin baik persiapan Anda, semakin percaya diri yang akan Anda rasakan, tampilkan, dan suarakan. Persiapan yang baik juga akan membantu menjernihkan ucapan Anda dari filler words  seperti Eeee atau Ehmm. Kata-kata itu digunakan biasanya sebagai pengisi kekosongan. Biasanya presenter masih berpikir akan kata-kata apa yang berikutnya hendak mereka sampaikan, sehingga mereka mengisinya dengan Eeee atau Ehmm. Hal itu bisa sangat merusak saat Anda menyampaikan ide atau rekomendasi, karena dapat merusak keyakinan dalam suara Anda. Karena itu, persiapan yang cermat di awal adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, sehingga Anda sudah menguasai pesan utama dari presentasi Anda di dalam benak Anda yang dapat bermanfaat untuk menghindari kekacauan kosakata yang ingin Anda sampaikan.

Variasikan Kecepatan Bicara dan Gunakan Jeda

Kontras sangat penting untuk dampak keseluruhan dari sebuah presentasi atau pidato. Tidak ada yang lebih buruk dari presenter yang menatap catatan mereka atau berbicara seperti robot. Anda perlu menghidupkan presentasi Anda agar audiens Anda mau mendengarkannya. Jika Anda hadir dengan suara yang monoton, maka Anda secara pasti akan menghilangkan minat mereka. Anda jangan berbicara terlalu cepat, karena hal itu akan membuat Anda terlihat gugup dan sulit untuk diikuti. Sebaliknya, jika Anda berbicara terlalu lambat, maka Anda akan tampak ragu-ragu dan membuat audiens bosan.

Anda perlu menemukan keseimbangan yang tepat. Cara termudah untuk melakukan ini adalah memperlakukan presentasi Anda seperti percakapan, bukan pertunjukan. Jika Anda dapat melakukan ini, maka segala sesuatunya akan berjalan dengan sendirinya tanpa Anda memikirkannya. Adakalanya Anda berbicara lebih lambat untuk memberikan penekanan pada sebuah kata atau kalimat. Di sisi lain, adakalanya Anda perlu berbicara lebih cepat untuk menunjukkan semangat dan jiwa dinamis. Ingatlah bahwa jeda bisa menjadi cara yang bagus untuk menarik perhatian kepada aspek yang penting dari presentasi atau pidato Anda. Misalnya, diam sejenak sebelum menyampaikan poin penting. Dengan cara ini, maka efek dramatik akan tercipta dan sekaligus akan membuat informasi yang disampaikan menjadi pesan yang kuat dan mudah diingat. Selain itu, jeda juga memberi audiens Anda waktu untuk merenungkan dan mencerna apa yang Anda sampaikan yang sangat penting untuk mempertahankan keterlibatan mereka.

Variasikan Tinggi atau Rendah (Pitch) dan Keras atau Lemah (Volume) Suara

Mirip seperti hal di atas, tinggi atau rendah dan keras atau lemah suara dapat memberikan kontras yang sangat penting untuk membuat audiens Anda tetap terlibat. Sangat penting bahwa bagian tertentu dari presentasi atau pidato Anda diberi penekanan khusus dengan tinggi atau rendah dan keras atau lemah suara. Hal itu akan membantu Anda meyakinkan audiens bahwa Anda peduli dan tahu tentang apa yang Anda sajikan. Dalam presentasi atau pidato, kuncinya adalah jangan berpresentasi dengan pitch  yang monoton yang menggunakan nada yang sama dari awal sampai akhir. Misalnya, dalam cerita yang anda sampaikan bahwa Anda sedang prihatin, maka perlihatkan itu dengan pitch  yang rendah (cenderung ngebass, berat dan dalam). Ketika Anda sedang gembira, perlihatkanlah juga dengan pitch yang tinggi (halus, indah dan manis).

Selain itu, Anda juga kadang perlu berbicara dengan volume suara yang lebih keras untuk menunjukkan sesuatu yang penting. Anda juga perlu berbicara lebih keras untuk memastikan bahwa audiens Anda bisa mendengar suara Anda. Suara yang keras juga Anda perlukan untuk menunjukkan bahwa Anda antusias dalam presentasi atau pidato Anda. Ingat bahwa antusias itu menular. Jika Anda terdengar kurang antusias dalam menyampaikan presentasi atau pidato, maka Anda tidak dapat berharap audiens Anda akan antusias untuk mendengarkan presentasi atau pidato Anda. Selain suara yang keras, Anda juga perlu memvariasikan suara Anda dengan suara yang lemah. Misalnya, ketika suasana yang lebih syahdu dibutuhkan, maka Anda perlu berbicara sedikit lebih pelan.



Bottom Note

Intonasi merupakan tinggi rendahnya suara, irama suara atau alunan nada. Ketika melakukan public speaking dihadapan komunikan pastikan nada bicara yang dipakai, merupakan nada biasa sehari-hari ketika melakukan percakapan agar komunikan merasa seperti diajak berkomunikasi dengan intens. Hati-hati jangan sampai kita berbicara dengan monoton agar komunikan tidak mudah merasa bosan.

Aspek yang kedua yaitu Volume, komunikator harus memperhatikan dimana dilakukannya public speaking. Jika dilakukan di ruang terbuka, maka komunikator harus menaikkan volume suaranya, sebaliknya apabila dilakukan di ruang tertutup maka komunikator harus bisa menyesuaikan volume suaranya, tidak terlalu keras tapi juga tidak terlalu pelan. Volume yang tinggi dapat digunakan untuk menyampaikan topik yang bersemangat. Selain itu volume rendah juga dapat digunakan untuk menarik perhatian komunikan agar lebih memperhatikan apa yang sedang komunikator sampaikan.

Speed and Pause atau kecepatan dan jeda, seorang komunikator harus memiliki kemampuan yang baik untuk mengontrol cepat lambatnya berbicara. Apabila komunikator berbicara terlalu cepat maka komunikan akan sulit untuk menerima informasi yang diberikan oleh komunikator, selain itu komunikan akan kesulitan untuk menyimpulkan makna dari informasi tersebut. Begitu pula sebaliknya apabila komunikator berbicara dengan lamban maka komunikan akan cenderung jenuh dengan topik bahasan yang disampaikan. Ketika menyampaikan informasi komunikator harus bisa mengatur nafasnya dengan teratur. Pause atau jeda ketika berbicara mempengaruhi isi pesan yang disampaikan, penempatan jeda yang tepat memberikan kesempatan kepada komunikan untuk mencerna isi dan makna dari pesan yang disampaikan oleh komunikator.

Sep 7, 2022

Bersikap Seimbang untuk Dunia dan Akhirat

 



Klip di atas itu ada bunga Desert Rose yang SettiaBlog tanam dari biji dan yang ada di klip itu bunga pertama. Padahal induknya memiliki warna bunga putih polos dan bunganya besar. Ya mungkin terjadi perkawinan silang dengan Desert Rose lain, makanya bunganya jadi kecil-kecil dan warnanya putih dengan border warna pink di tepi mahkota bunga, indah lho tampilan bunganya. Kalau backgroundnya ini daun apa? Ada yang tahu ndak? Ya, backgroundnya daun ganyong, umbinya bisa di makan, rasanya gurih tapi ada manisnya. Di Jawa ada candaan gini, ganyong keterak céléng, bathuk nonong mata ngeléng (jidat jenong dan matanya seperti hilang kalau lagi tertawa). Ini hanya candaan lho ya.. Lho...wanita yang jidatnya jenong kebanyakan sangat cerdas dan pandai, di samping itu intuisi atau Indra keenamnya kuat sekali. SettiaBlog kali ini hanya ingin cerita yang santai - santai kok. Untuk backsound nya SettiaBlog ambil "just stay" milik Aakash Gandhi. Backsound nya ini mirip yang di pakai Polin Lifestyle, cuma dia ambil yang Invisible Beauty.

Just stay! Tinggallah! Tinggallah sepuasnya di dunia ini! Allah SWT sudah menyediakan semua yang Anda butuhkan. Namun yang jadi pertanyaan, untuk apa sebenarnya manusia diciptakan di dunia ini? Sebagai seorang muslim, tentu akan mudah menjawabnya: untuk beribadah. Demikian karena tujuan penciptaan memang telah jelas dititahkan oleh Allah SWT, yaitu dalam firman-Nya pada surat adz-dzariyat ayat 56 yang artinya berbunyi:
“Tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (menyembahKu)”.
Ayat ini berlaku umum  menjelaskan bahwa tugas pokok kita sebagai manusia pada dasarnya adalah untuk beribadah semata. Namun demikian, apakah yang dimaksud dengan ibadah di sini hanya seperti yang kita bayangkan yaitu melaksanakan rukun Islam semata? Atau hanya berdiam di masjid berdzikir kepada Allah tanpa henti tanpa melakukan kegiatan apapun selainnya? Tentu tidak. Ketentuan bahwa satu-satunya tugas kita sebagai makhluk ciptaan Allah adalah untuk beribadah memang tidak dapat didustakan. Namun kenyataan bahwa kita hidup di dunia juga tidak dapat dikesampingkan.

Setiap manusia di dunia memiliki jalan takdir hidupnya masing-masing. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah saw. menerangkan bahwa nasib manusia pada hakikatnya sudah ditentukan, termasuk rezeki, ajal, amal, kesedihan, dan kebahagiaannya. Hal ini seharusnya meniscayakan adanya iman kepada Allah bahwa Dia lah satu-satunya yang berkuasa dan tiadalah manusia melakukan sesuatu apapun kecuali ditujukan untuk menggapai ridha-Nya.

Manusia memang diciptakan dengan berbagai macam watak dan karakter. Berdasarkan tingkat kesadarannya, aktivitas yang dilakukan tentu juga akan berbeda-beda. Seseorang dengan kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, akan bisa menyeimbangkan kebutuhan duniawi dengan akhiratnya. Sementara seseorang dengan tingkat kesadaran tidak berimbang, akan lebih condong memprioritaskan salah satu dari keduanya. Dari Anas ra. ia berkata, Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi saw. untuk bertanya tentang ibadah Beliau. Setelah diberitahukan, mereka menganggap ibadah mereka sedikit sekali. Mereka berkata,
“Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan Nabi Muhammad saw., padahal Beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.”
Salah seorang dari mereka mengatakan, “Aku akan melakukan shalat malam seterusnya.”
Lainnya berkata, “Aku akan berpuasa seterunya tanpa berbuka.”  Kemudian yang lain juga berkata, “Sedangkan aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah.”

Melihat kepada potongan hadis di atas, tentu ada rasa kagum bagaimana semangat ibadah para sahabat yang sangat tinggi. Namun ternyata, setelah kabar ketiga sahabat tersebut sampai kepada Nabi Muhammad saw., beliau memiliki tanggapan yang berbeda. Beliau menegaskan bahwa telah berlebih-lebihan dalam melakukan ibadah sehingga melupakan aspek kehidupan dunia, padahal amalan yang demikian tidak dicontohkannya. Pada lanjutan hadis dijelaskan bahwa Rasulullah saw. mendatangi mereka seraya bersabda,
“Benarkah kalian yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat (malam) dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka siapa yang tidak menyukai sunahku, ia tidak termasuk golonganku.”
Sebaliknya, terlalu memperhatikan dunia hingga melupakan akhirat tentu juga tidak baik. Manusia memang diciptakan dengan akal dan dihiasi dengan keinginan (syahwat) pada keindahan-keindahan duniawi. Allah swt berfirman dalam surat Ali Imran ayat 14 yang artinya adalah,
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa wanita, anak, harta, kendaraan, termasuk sawah ladang adalah keindahan dunia yang wajar jika manusia condong kepadanya. Kecintaan terhadap beberapa hal tersebut pada dasarnya adalah sah karena fitrah manusia memang diciptakan demikian. Namun kemudian menjadi tidak wajar jika kecintaan yang timbul menjadi berlebihan, apalagi menjadikan kesemuanya itu hanya sebagai tujuan hidup tanpa memperhatikan urusan akhirat. Sejatinya, dunia memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 29 yang artinya berbunyi,
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.”
Dipahami dari ayat ini adalah bahwa bumi dijadikan untuk manusia, artinya manusia memiliki hak untuk memanfaatkan segala apa yang ada di dalamnya. Pemanfaatan itu tentu harus dipahami pada hal-hal yang mengandung maslahat saja, termasuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier, dalam ukuran yang diizinkan oleh syariat.

Tentu kita semua pernah mendengar atau membaca kisah viral seseorang yang memiliki kekayaan tiada bandingannya di muka bumi ini, Qarun. Dikisahkan bahwa pada awalnya Qarun adalah seseorang yang miskin. Lalu dia meminta Nabi Musa as. untuk mendoakannya agar diberikan kekayaan kepadanya. Doa itu akhirnya dikabulkan dan Qarun lantas menjadi orang yang kaya. Al-Quran menggambarkan betapa kekayaan tersebut sangat melimpah. Saking kayanya, bahkan kunci-kunci gudang hartanya sangat berat dan harus diangkat oleh beberapa orang kuat. Namun, kecintaannya yang berlebihan terhadap harta kekayaannya memunculkan perasaan sombong yang pada akhirnya mengantarkannya pada kebinasaan. Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw. berkata,
“Celaka budak dinar, dirham, dan kain (qathifah). Jika diberi dia ridha, jika tak diberi dia tak rela.”
Melalui hadis tersebut, Rasulullah saw. menekankan bahwa sungguh tak elok manusia yang hatinya terpaku pada keberadaan harta. Menjadi kaya memang tidak salah, tapi menempatkan kekayaan pada hati tidaklah dianjurkan. Tercatat dalam sejarah, tidak sedikit para alim ulama yang mempunyai kekayaan yang banyak, namun kekayaan tersebut tidak menggoyahkan hati mereka dalam menyikapi kehidupan di akhirat.

Islam menganjurkan keseimbangan dalam menyikapi kehidupan dunia dan akhirat. Tidak berlebihan pada dunia, sebaliknya juga tidak berlebihan pada akhirat. Dalam surat Al-Qashash ayat 77 Allah swt. berfirman,
“Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa akhirat memang telah disediakan sebagai tempat kembali, namun sebelumnya manusia juga ditakdirkan hidup di dunia. Dengan begitu, sebagaimana akhirat harus dipersiapkan, dunia juga harus dijadikan tempat mempersiapkan hidup di akhirat kelak. Dalam sebuah ungkapan dikatakan bahwa dunia adalah ladang akhirat (ad-dunya mazra’at al-akhirah). Maksudnya adalah bagaimana kita harus bersikap terhadap dunia untuk menjadikannya sebagai ladang di mana kita menanam berbagai amal baik untuk dipanen nantinya di akhirat. Jika amal yang kita tanam berasal dari bibit yang kurang baik, kita harus bersiap memanen hasil yang kurang baik. Sebaliknya jika yang kita tanam berasal dari bibit yang baik, maka kita akan bergembira dengan hasil yang baik pula di akhirat kelak. Allah berfirman,
“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun dia akan melihat (balasan)nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun dia akan melihat (balasan)nya pula.”



Bottom Note

Segala sesuatu pasti ada berkahnya. Adapun berkahnya hati adalah merasa puas dengan pemberian Allah, Yang Maha Kuasa, dengan cara ini, kita akan selalu berusaha menjadi orang yang pandai bersyukur. Ya memang ndak mudah mengakui bahwa keberhasilan yang telah di capai itu karena kasih sayang Allah SWT. Apalagi ikhlas memusatkan niat dalam melaksanakan ketaatan hanya kepada Allah SWT semata., ketaatan dengan maksud hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tiada maksud lain, seperti untuk mendapat perhatian, pujian manusia atau tujuan-tujuan lain yang bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tentu bukanlah hal yang mudah, seperti itulah yang SettiaBlog rasakan. Ya mungkin karena ego SettiaBlog yang membuat SettiaBlog ini jadi hamba yang kurang ikhlas dan kurang bersyukur kepada Allah SWT.

Sep 2, 2022

Mengenal Aura Jiwa Manusia

 



Pasti semua sudah akrab dengan bunga dalam klip di atas. Ya, Sirih Gading. Kebetulan di sini ada beberapa jenis Sirih Gading. Dan dalam klip di atas SettiaBlog ambil 3 jenis, Enjoy, Golden dan Manjula. Bahasan ini sebenarnya sudah SettiaBlog ketik tadi malam, belum SettiaBlog posting karena sudah nguantuk. Saat mengetik SettiaBlog ngemil talas rebus, kebetulan Mbakyu SettiaBlog bawa dari Badander, ndak terasa habis cukup banyak, kekenyangan terus ngantuk he...he.... Beberapa waktu lalu SettiaBlog memisah Sirih Gading jenis Enjoy menjadi 3 pot. Dengan media sama dan perawatan sama, hanya tempatnya saja yang 1 pot itu SettiaBlog buat beda tapi dalam kondisi pencahayaan yang sama. Dua minggu yang lalu SettiaBlog kaget, Sirih Gading yang 1 pot tiba-tiba layu. SettiaBlog berpikir, ini kenapa, masak hanya dalam tempo sehari sudah layu dari ujung sampai pangkal. Lalu SettiaBlog bongkar, kok akarnya normal. SettiaBlog hanya lengar-lenger, apa mungkin Sirih Gading ini menyerap energi negatif lalu layu? Ah...masak ya tho. Tapi ndak usah di gagas omongan SettiaBlog, itu kan hanya pikiran SettiaBlog yang ndak jelas ini. SettiaBlogpun ambil gunting terus pohon Sirih Gading itu SettiaBlog cacah menjadi 7 bagian dan SettiaBlog tanam lagi.

Kalau gitu SettiaBlog akan bicara sedikit tentang 'aura', sekali lagi SettiaBlog tegaskan, bahasan SettiaBlog jangan di tanggapi serius. Jiwa manusia adalah ciptaan Allah SWT Yang Maha Mengetahui. Idealnya jiwa manusia berjalan sesuai aturan yang telah digariskan-Nya. Sehingga, pemiliknya bisa sampai pada kondisi yang penuh kebaikan dan ketenteraman, serta mampu menapaki jalan terang-benderang yang di ujungnya terdapat surga sebagai hadiahnya. Rasulullah SAW menjelaskan peran qalb (hati) dalam jiwa  manusia. Aspek penentu hakekat manusia adalah segumpal darah (mudghah), yang disebut qalb (hati). Gumpalan itulah yang menjadi penentu kesalehan dan kejahatan jasad manusia (HR. Sahih Bukhari). Karena begitu menentukannya fungsi hati itulah Allah hanya melihat hati manusia dan tidak melihat penampilan dan hartanya. (HR. Ahmad ibn Hanbal). Hati yang penuh dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan akan menuntun manusia menjadi orang baik.

Orang baik cenderung lebih banyak tersenyum. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? karena semakin banyak orang tersenyum, maka  hawa positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati dan  dengki  jarang menghinggapi orang baik. Orang baik akan selalu menanamkan pikiran positif dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman. Orang baik biasanya lebih sering menyapa duluan. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting, ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini. Orang baik  tidak ingin menunjukkan bahwa dia baik. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk kekurangan dirinya.

Orang baik selalu pintar mengendalikan emosi. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Orang baik akan bercerita atau membagikan hal-hal yang bermanfaat  dengan tujuan memberi tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yg benar. Orang baik selalu menghafal  tiga kata sakti dan santun yaitu maaf, tolong,  dan terima kasih. Orang baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk meminta maaf  dan memperbaiki kesalahan. Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi  dan menganggap dirinya selalu benar. Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan  dan  perilaku orang jahat. Memang baik menjadi orang penting, tetapi jauh lebih penting menjadi orang yang baik. Perang melawan nafsu jahat untuk menjadi orang baik banyak caranya. Sahabat Rasulullah SAW, bernama Yahya ibn Mu’adh al Razi memberikan tipsnya. Ada empat pedang untuk memerangi nafsu jahat: makanlah sedikit, tidurlah sedikit, bicaralah sedikit dan sabarlah ketika orang melukai Anda, maka nafs atau ego itu akan menuruti jalan ketaatan, seperti penunggang kuda dalam medan perang. Dan memerangi nafsu jahat ini menurut Rasulullah SAW adalah jihad, karena butuh perjuangan untuk merdeka dari buah kejahatannya.



Bottom Note

Kalau lagunya pada klip di atas "Sailing", aslinya milik Rod Stewart. Liriknya bercerita tentang perjalanan hidup itu seperti berlayar di Samudera luas atau terbang di Angkasa raya.

Sebuah kapal layar hanya bisa melaju kencang di tengah samudera jika memiliki pasak yang kokoh, layar yang kuat, dan kemudi yang teguh. Meski diterjang ombak dan badai, sang kapal akan tetap stabil menuju arah yang dituju.

Dan di lanjutkan dengan lagu "Wake Me Up When September Ends". Yang jelas dalam hidup kita tidak ingin menyesal di kemudian hari.