Nov 29, 2023

Jadikan Hidup lebih Bermakna

 


Video klip di atas "love life" milik Natalie Taylor. Dan bahasan ini SettiaBlog ketik di antara pohon dan bunga yang pada mulai memunculkan daun tunas di ujungnya, kan sekarang lagi musim awal penghujan. Suasana pun juga sedikit adem. Beberapa bunga sudah ada yang mulai mekar dan kupu-kupu yang terbang dari satu bunga ke bunga berikutnya. Salah satu dari mereka hinggap di bunga ungu dan memakan nektarnya. Dengan hati-hati, SettiaBlog berjalan ke arahnya dan melihat kupu-kupu itu dari dekat. SettiaBlog sangat kagum pada bentuk dan warnanya yang indah. Setelah selesai, ia terbang dengan lapisan serbuk sari yang tebal pada tubuhnya. Lalu ia berlanjut hinggap ke bunga yang lain. Tahukah Anda bahwa ada sekitar 400.000 varietas bunga dan tanaman yang berbeda di planet bumi? Dapatkah Anda membayangkannya? Banyaknya variasi di antara semua bunga yang SettiaBlog lihat membuat SettiaBlog selalu takjub. Setiap bunga memiliki warna yang indah dan bentuk yang unik. Lho, SettiaBlog kok jadi cerita tentang bunga dan kupu - kupu, gimana tho ini. Lha wong SettiaBlog itu mau membahas tentang hidup yang penuh makna. Ndak jelas SettiaBlog ini....maaf! Pikiran lagi sedikit ngeblur ...he...he....

Pernah ndak Anda mendengar keluhan orang atau Anda sendiri bilang begini: "kapan ya aku bisa bahagia seperti dia? Kok bisa ya dia senang dan bahagia terus, sementara hidup aku begini-begini aja, susah!"
Kalau Anda pernah mendengar itu, coba deh didalami dan cari alasan kenapa keluhan seperti itu bisa muncul? Apakah pertanyaan itu karena faktor rasa atau mindset  yang tidak benar? Atau karena faktor keduanya?
Okay. Sekarang SettiaBlog ingin bertanya lagi sama Anda? Bahagia dan tidak bahagia itu sumbernya dari mana? Merasa senang karena banyak uang apakah secara otomatis bahagia? Saat Anda lihat pasangan suami isteri yang catik dan ganteng jalan bareng, makan bareng, dan selfie bareng yang diunggah di medsos apakah juga pasti bahagia?

Nops! Hentikan cara berpikir bahwa senang dan bahagia itu sama? Memiliki uang banyak, pasangan cantik atau ganteng, rumah dan mobil bagus, gaji besar, dan lain-lain itu adalah "unsur luar" yang mendorong seseorang bisa menjadi senang. Hidup senang tidak berbanding lurus dengan bahagia. Senang lebih pada aspek kecukupan material yang oleh rerata orang disalahpahami sebagai kebahagiaan itu sendiri. Sementara bahagia adalah suatu kondisi pikiran yang sinkron dengan emosional dan spiritual dalam berbagai situasi dan kondisi. Bahagia tidak selalu harus dipenuhi dulu seluruh kebutuhan material (fisik), seperti uang yang banyak, mobil dan rumah yang bagus, jabatan tinggi, dan lain-lain. Bahagia itu suatu kondisi batin yang merasa nyaman (comfort) dan lega tanpa beban atas kondisi apapun. Rasa nyaman karena mau menerima atas apa yang dimilikinya dengan sepenuh jiwa. Jadi kebahagiaan muncul dari hati terdalam, hati yang tenang, hati yang ikhlas atas kondisi yang ada dalam wujud syukur. Rasa bahagia dan tidak bahagia tergantung bagaimana akal dan hati menyikapi diri dan lingkungan tanpa tergantung oleh faktor luar.

Memang benar, bahwa faktor luar diri bisa menjadi pendukung kebahagiaan, seperti kecukupan ekonomi, status sosial. Namun tidak bisa dipastikan bahwa orang kaya dan terkenal pasti bahagia. Istri cantik atau suami ganteng juga belum pasti membahagiakan. Betapa banyak orang kaya yang tidak bahagia. Berapa banyak pasangan yang bubar (cerai) padahal mereka ganteng-ganteng dan cantik-cantik, dan lain-lain. Jadi mm...mm..., kebahagiaan itu muncul tergantung kemampuan seseorang dalam memaknai hidup ini (meaning life). Hidup itu bermakna atau tidak tergantung cara pandang hidupnya yang dipengaruhi oleh pikiran dan rasa. Tidak sedikit orang yang hidup pas-pasan, rumah sederhana dengan segala keterbatasan hidupnya justru sangat bahagia. Inilah kenapa Viktor Frankl, ilmuwan di bidang psikologi, melalui teori "logotherapy" menyebut hidup bermakna justru bisa muncul dari penderitaan. Frankl memiliki pengalaman berada di kamp konsentrasi NAZI yang kejam dan dia mengamati ragam perilaku manusia dalam penderitaan. Ia menemukan sejumlah orang tetap mampu berjuang dalam hidup yang penuh derita. Sementara sejumlah orang lainnya mengalah dan merasa kalah kepada derita. Bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Menurut Frankl, hal yang membedakan dari sejumlah orang yang mempertahankan kehidupan ini adalah karena mereka memiliki hidup yang bermakna. Tanpa makna hidup, kehidupan dirasakan hampa. Ketika kehidupan dirasa hampa, manusia ndak ubahnya seperti mayat hidup (zombie). Ia bergerak, namun tidak ada arti dan tujuan.

Karenanya, untuk hidup bahagia itu ketika Anda mampu menjadikan hidup ini indah yang penuh arti. Anda bisa menerima keadaan, merasa hidup Anda penting dan memberi manfaat bagi sesama. Artinya, Anda mampu memaknainya secara positif, penuh optimisme, dan banyak berbagi manfaat kepada orang lain, apapun bentuknya dengan tetap "positive thinking".

Apa kata Islam soal ini? Islam itu agama yang komplit membincang soal ini. Dalam QS: Al-An'am: 32: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
Ayat tersebut ingin menggambarkan bahwa kehidupan dunia, kehidupan yang bersifat material hanyalah "mainan" atau kamuflase kebahagiaan. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa Allah SWT menurunkan Nabi Adam as ke bumi ini dan akhirnya, kenapa kita harus ada di dunia ini?

Yes, pertanyaan yang cerdas. Kalau disederhanakan begini: kenapa kita mesti hidup di dunia jika kita pada akhirnya mati juga? Anda harus tahu, bahwa siklus hidup manusia di dunia ini hanya satu kali, yaitu hidup dan setelah itu mati. Dalam QS: Al-Mulk: 2, disebutkan: "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".

Dalam ayat tersebut, kenapa kata "mati" disebut dahulu sebelum hidup? Karena kematian adalah akhir dari segalanya, tidak bisa kembali lagi untuk bertobat atau memperbaiki diri. Sementara kata "hidup" disebut belakangan karena Allah SWT menghargai hidup kita, bahwa kehidupan manusia merupakan peluang yang luar biasa untuk kebaikan, meskipun hal yang buruk (dosa) juga bisa dilakukan. Tegasnya, Allah SWT ingin menguji manusia siapa yang paling baik dalam perbuatannya.

Inti dari bahasan di atas, bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai oleh hati-hati manusia yang tenang (muthmainnah). Jiwa-jiwa manusia yang bersih, lapang dan kuat dari tekanan ego. Jiwa yang mampu mengelola sampah emosi dengan baik.

Lalu bagaimana caranya? Langkah yang paling bisa dilakukan adalah bagaimana kita mampu memaknai hidup ini dengan baik. Jangan biarkan jiwa ini dikotori oleh kehendak-kehendak yang bersifat material yang hanya menawarkan kebahagiaan semu di bumi.

Biar tambah adem, ini ada video klip relaxing.


Ini tarian dan musik dari Tibet. Wajah dan bentuk tubuhnya ndak jauh beda kan ya dengan orang Indonesia pada umumnya. Orang Indonesia sendiri merupakan campuran beragam genetika. Indonesia kan terletak di jalur persimpangan perdagangan laut, apalagi tanahnya juga subur, sudah sewajarnya kalau Indonesia dulu menjadi tujuan dari negara lain dan tidak menutup kemungkinan Indonesia dulu pernah menjadi pusat peradaban. Makanya, seperti yang Anda lihat orang Indonesia itu unik, karena campuran dari beragam genetika. Kayak "gado - gado", ada kentang kukus, tahu putih, tempe, daun selada hijau, buah mentimun, tauge, kol. Di tambah bumbu, ada kacang tanah goreng di haluskan, daun jeruk, kecap manis, garam, gula merah, asam jawa dan lain - lain. Gado gado ya gado gado, ndak bisa hanya di bilang kentang rebusnya atau taogenya aja. Settia kamu itu lho ngomongin apa? Ndak tahu...he...he... Udah ya.

Nov 25, 2023

Tip"s Menemukan Kebahagiaan dengan Ikigai

 




Seperti biasanya SettiaBlog suka melihat matahari yang terbit dari arah timur.
Ya Allah, berikan aku bagian dari setiap kebaikan yang turun malam ini dari langit ke bumi.
Dan video klip di atas cahaya matahari pagi di kota Bojonegoro dengan theme song nya "rising" milik Aash Gandhi. Kadang kala kita pernah merasa kurang bergairah, tidak semangat, dan malas. Seringkali kita juga merasa bosan, lelah, dan perasaan ndak menentu saat menjalani rutinitas sehari-hari. Sebagai manusia, wajar jika sesekali merasakan hal yang demikian. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka jelas akan mengganggu keseharian Anda. Lalu, bagaimana memperbaiki semuanya agar hidup terasa lebih bermakna?

Yang baca blognya Settia tentu masih ingat kan ya istilah IkigaiIkigai  (生き甲斐) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, kata Ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yang berarti nilai, sehingga Ikigai  dapat diartikan sebagai alasan kita hidup, menjalani hidup mulai bangun pagi. Ikigai bisa menjadi salah satu jawaban agar hidup Anda menjadi bermakna dengan memahami konsepnya.

Konsep Ikigai

Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monako. Alasan seseorang untuk bangun di pagi hari tidak selalu merupakan sesuatu hal yang besar. Terkadang dari hal-hal kecil dan sederhana, kita menemukan makna dari kebahagiaan. Misalnya, menikmati matahari terbit, minum kopi pahit yang hangat, memasak makanan untuk disantap bersama keluarga, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang tanpa kita sadari dapat membuat hati ini bersemangat dan bahagia saat melakukannya. Seseorang yang menerapkan  Ikigai  akan tahu alasan mereka harus bangun pagi, harus memperjuangkan sesuatu, dan mereka memiliki harapan. Jika kita hidup tanpa mengetahui Ikigai,  hidup akan terasa sepi tanpa makna. 

Cara Menemukan Ikigai

Pada dasarnya, Ikigai  merupakan irisan dari empat elemen yaitu Passion, Mission, Vocation, dan Profession. Dalam menemukan Ikigai, yang terpenting adalah menyeimbangkan empat elemen tersebut untuk saling mengisi dalam membentuk sebuah tujuan hidup berkelanjutan. Keempat aspek tersebut harus saling melengkapi. Jika Anda hanya menemukan beberapa saja maka belum bisa dikatakan sudah menemukan cara hidup Ikigai. Apabila kita dapat menyatukan keempat elemen tersebut, maka kita akan menemukan arti dari Ikigai  yang dapat membuat hidup lebih bermakna.

1.         Passion: What You Love

Passion  dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita senangi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukan hal tersebut dan merasa bahagia apabila melakukan hal tersebut, misalnya hobi ataupun kesenangan pribadi.

2.       Mission: What the World Need

Mission  adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar kita. Mungkin tidak sesuai dengan passion  kita tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat berkontribusi dengan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita.

3.       Vocation: What You Can be Paid For

Tidak dipungkiri demi bertahan hidup tentunya kita harus mempunyai penghasilan. Vocation  adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dan menghasilkan suatu pendapatan bagi kita.

4.       Profession: What You Are Good at

Profession  adalah sesuatu yang kita merasa ahli di bidangnya. Keahlian ini bisa kita dapatkan dengan menempuh pendidikan atau mengikuti kursus pelatihan.

Selain itu, dalam Ikigai  dikenal lima pilar penting yang menopang prinsip Ikigai  itu sendiri. Kelima pilar tersebut adalah: 

Pilar 1  : Awali dengan hal yang kecil

Hal kecil yang bisa menjadi awal dari hari Anda, bisa jadi adalah bangun pagi. Pada saat kita bangun pagi terlebih dengan rasa syukur akan memberikan rasa positif yang berguna untuk mengawali hari. Pada pagi hari, apabila waktu tidur Anda cukup, otak akan berada dalam kondisi segar dan siap untuk mencerna informasi baru.

Pilar 2  : Bebaskan diri Anda

Membebaskan diri seperti layaknya seorang anak kecil. Anak kecil terbiasa berpikir secara polos dan apa adanya. Alangkah menyenangkan apabila kita dapat mempertahankan cara pandang seorang anak kecil sepanjang kehidupan kita.  Berada dalam kondisi mengalir dan terbebas dari beban diri sendiri akan meningkatkan kualitas dalam hidup dan pekerjaan. Berada dalam kondisi mengalir menjadikan pekerjaan akan berkelanjutan dan terasa menyenangkan.

Pilar 3  : Keselarasan dan kesinambungan

Sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya kita hidup selaras dan berdampingan. Begitu pula dalam prinsip Ikigai, dengan menghargai dan menghormati karakteristik tiap orang di sekitar maka akan timbul sebuah “segitiga emas” antara Ikigai, aliran, dan kreativitas. Ikigai berhubungan erat dengan menjaga keselarasan dengan lingkungan, dengan orang-orang di sekitar, dan masyarakat secara luas. Tanpanya maka kelestarian akan menjadi mustahil.

Pilar 4  : Kegembiraan dari hal-hal kecil

Orang-orang Jepang terkenal dengan penghargaannya terhadap hal-hal kecil. Mereka terbiasa menghargai sesuatu walau dari hal terkecil sehingga menghasilkan suatu karya yang luar biasa. Contohnya, makanan khas Jepang yaitu susyi. Restoran di Jepang sangat teliti dalam memilih ikan sebagai bahan utama dari sushi. Mereka rela bangun pagi dan berjalan ke pasar ikan dini hari guna mendapatkan ikan terbaik, hasil tangkapan nelayan semalam, yang masih segar dengan kualitas sempurna yang dapat disajikan kepada para pelanggannya.

Pilar 5  : Hadir di tempat dan waktu sekarang

Menikmati waktu dan kondisi yang dirasakan pada saat sekarang adalah salah satu pilar dari Ikigai. Kesederhanaan yang timbul dari keadaan sekitar kita apa pun itu, ketika menghargai dan menikmati waktu yang telah diberikan akan membuat hidup terasa lebih bermakna.  

Nov 21, 2023

Meraih Kesuksesan Prophetic (Langkah Sukses Kenabian)

 


Video klip di atas adalah deburan ombak yang tenang dari Laut Utara Jawa, ini SettiaBlog ambil di Sarang. Di balik ketenangan ombak inilah tersimpan kejayaan dan kebesaran bangsa Indonesia di masa lampau. Semua tentu masih ingat kan ya, dengan eyang SettiaBlog Ratu Pantai Utara, Ratu Sima atau Si Ratu Adil. Terima kasih untuk semuanya, yang telah berjuang tanpa lelah mencari peradaban bangsa Indonesia yang selama ini terbenam. Lagunya sendiri "oceans", lagunya sendiri bercerita tentang seseorang yang sedang melangkah dalam situasi yang penuh ketidakpastian, namun tetap percaya penuh akan Allah SWT yang pasti akan menyertainya.
"Pantai itu menyenangkan, sedangkan gunung itu menenangkan."
"Perahu layar dibuat bukan untuk diikat di pantai, tapi untuk mengarungi ganasnya ombak di tengah lautan."

Banyak orang di dunia ini menyukai laut dengan begitu banyak pernak-pernik di dalamnya. Banyak keindahan yang bisa ditemui di laut, dan salah satunya adalah pantainya yang begitu Indah. Pantai dengan deru ombak yang mengalir menjadi tempat bermain air yang sangat menyenangkan bagi banyak orang. Orang bisa bermain banana boat, naik perahu ke tengah laut, ataupun bermain jetski. Bagi yang tidak mau berenang, bermain pasir membentuk bangunan, lubang besar, benteng, ataupun berbagai bentuk lain juga tidak kalah mengasyikkan.

Salah satu yang sering menjadi perhatian di beberapa pantai yang terutama mempunyai ombak besar adalah para peselancar. Para peselancar adalah para penakluk ombak, di mana mereka justru mencari dan menunggu ombak besar yang datang untuk ditaklukkan. Bagi banyak orang, ombak besar merupakan salah satu hal yang perlu dijauhi karena berbahaya buat keselamatan. Sekali digulung ombak, orang akan kesulitan untuk bisa melepaskan diri dan bisa-bisa terbawa ke tengah laut. Sebaliknya, bagi peselancar, justru hidup mereka sangat tergantung dari besarnya ombak yang datang kepada mereka. Saat ombak datang, mereka menanti saat yang tepat untuk bisa menunggangi ombak tersebut dengan selancar yang mereka bawa. Penempatan waktu (timing) yang tepat sangat menentukan apakah mereka berhasil berselancar dengan baik atau tidak.

Ombak di laut, sebagaimana kehidupan sering datang melalui apa yang disebut sebagai tantangan ataupun rintangan. Banyak orang menghindari tantangan atau rintangan ini karena tidak berani menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul. Padahal, jika orang tahu bagaimana menaklukkan ombak, tidak hanya kepuasan batin luar biasa yang didapatkan, tetapi juga penampilan ciamik yang indah dipandang banyak orang. Ombak di laut, seperti sebuah ujian apakah seorang peselancar mampu mengatasinya atau tidak. Dan sekali peselancar mampu mengatasi ombak, tidak berhenti di situ. Ombak itu adalah ujian pertama, dan selanjutnya ia akan terus diuji bagaimana menaklukkan ombak yang jauh lebih besar di tempat lain. Begitu seterusnya, sebagaimana dalam hidup yang juga mengalami banyak ujian. Sebagaimana ujian yang mesti dihadapi oleh anak-anak sekolah, pada setiap fase kehidupan, kita selalu mengalami hal yang kurang lebih mirip, menghadapi berbagai ujian. Ujian diperlukan untuk melihat dan mengevaluasi apakah belajar kita sudah memberikan hasil maksimal atau belum. Jika kita berhasil melewati ujian tersebut, maka kita dinyatakan lulus atau naik kelas. Dan yang menarik, kenaikan kelas atau kelulusan bukan berarti kita mendapatkan hal yang lebih mudah. Sebaliknya, kenaikan kelas dan kelulusan itu adalah awal dari kita belajar lagi hal-hal yang lebih sulit untuk kemudian mendapatkan ujian yang lebih sulit juga.

       Sekolah merupakan salah satu proses pembelajaran yang baik buat kehidupan. Dalam setiap fase kehidupan, kita menghadapi berbagai tantangan dan ujian. Dalam setiap fase ujian tersebut kita akan melihat apakah proses pembelajaran selama ini bisa berhasil atau tidak. Jika kita bisa melewati masa-masa ujian itu dengan baik, maka kita akan naik ke kelas yang lebih tinggi. Namun itu tidak berarti akan menjadi lebih mudah, di kelas yang lebih tinggi akan jauh lebih sulit ujian yang harus dilewati. Saat kita bekerja dalam posisi staf misalnya, berbagai ujian harus kita lewati, mulai dari banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, terkadang harus sampai lembur tetapi bayarannya kurang, atasan yang tidak koperatif dan komunikatif, hasil kerja yang kurang dihargai, dan berbagai hal lain yang dirasa mungkin tidak mengenakkan. Tetapi kita harus melewati masa-masa itu karena memang di situlah kita ditempa untuk menjadi pekerja yang lebih tangguh.

Kita ditempa dengan berbagai tekanan kerja yang ada apakah mampu untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut sebaik-baiknya. Jika kita kemudian dengan berbagai tantangan tersebut kalah, sering mengeluh, dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tentu saja akan sulit bagi kita untuk bisa naik kelas ke jenjang lebih tinggi. Hal terpenting bagi kita adalah bagaimana kita menghadapi persoalan dan tantangan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan segala kesungguhan dan potensi yang kita miliki agar kita siap untuk bisa naik kelas. Karena bagaimanapun, untuk bisa naik kelas menjadi supervisor atau manager, tantangan yang kita hadapi akan jauh lebih sulit dibandingkan sekarang. Seperti pepatah tentang sebuah pohon, semakin tinggi menjulang, semakin deras angin yang akan menerpa. Semakin tinggi kedudukan yang kita miliki, akan semakin banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah mental dan sikap kita, karena itulah mesti dibentuk dari sekarang. Sebuah keramik terbentuk menjadi keramik yang indah dan mahal karena dia ditempa oleh panas yang tinggi, ditekan dalam tekanan yang besar, dipukul-pukul, dipahat, dicat, dan dibentuk selama kurun waktu tertentu. Onggokan tanah itu, jika tidak mau dibentuk dan hanya mau enak-enakan, hanya akan menjadi onggokan tanah, tidak pernah akan bisa menjadi keramik. Sama dengan diri kita sendiri, jika hanya ingin enak-enakan, tidak mau menghadapi tantangan kehidupan yang keras, tidak mau belajar dari kesalahan, tidak berani menghadapi kegagalan, maka hidup kita tidak akan pernah naik kelas yang lebih tinggi.

Sebenarnya, kesulitan dan tantangan hidup adalah cara terbaik bagi kita untuk meningkatkan diri. Kuncinya adalah bagaimana kita mau berpikir dan bekerja keras mencari solusi dari permasalahan yang ada. Dengan selalu berpikir kreatif, maka kita akan menemukan berbagai alternatif penyelesaian yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Selanjutnya adalah mau bekerja keras mencari berbagai solusi tersebut. Tidak ada satupun di dunia ini permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya. Tinggal kita bagaimana berpikir dan bekerja keras mencarinya. Semakin serius kita pikirkan dan kita kerjakan, maka jalan keluar dari setiap permasalahan akan segera kita selesaikan. Masalahnya, yang sering terjadi, permasalahan itu kita pikirkan terus menerus, tetapi selesai cuma dipikirkan saja dan tidak dikerjakan. Akibatnya, semakin hari semakin banyak permasalahan yang harusnya kita bisa selesaikan, hanya berhenti di pikiran. Beban itu akhirnya semakin berat dan semakin rumit. Di situlah, kemampuan kita mengurai setiap permasalahan menjadi penting. Dengan mengurai satu persatu permasalahan yang ada, diselesaikan dengan baik, maka akan bisa meringankan beban pikiran kita.

Jangan menunggu untuk menyelesaikan segera masalah yang kita hadapi, agar tidak menjadi besar. Jika kita mengakhirkan hari ini, percayalah, besok juga masalah tersebut harus diselesaikan. Karena itu, semakin cepat sebuah masalah terselesaikan akan semakin baik buat kita karena beban hidup kita akan menjadi jauh lebih ringan. Jika manajemen masalah ini bisa kita lakukan dengan baik, akan memudahkan kita untuk menghadapi tantangan ke depan yang jauh lebih besar. Toh kita akan mengalaminya bukan? Jika kita berani bermimpi untuk menjadi orang yang lebih sukses, kita juga mesti berani menghadapi tantangan yang lebih besar. Jika tidak berani? ya, tinggal kelas, dong……


Kalau ini ada video klip "stronger".

Karena, bahasan ini hanya SettiaBlog peruntukkan bagi orang yang berani berjuang dalam hidup, bukan untuk pecundang yang hanya menertawakan dan sibuk mencari kesalahan orang lain.

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Al-Baqarah: 200-201).

  Sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin karena merugilah bagi orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya (QS. Al-‘Ashr 1-3). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada untuk meningkatkan kualitas amal ibadah kita setiap hari karena orang yang amal ibadahnya hari ini sama dengan hari kemaren adalah orang yang merugi dan orang yang amal ibadahnya hari ini lebih baik dari hari kemaren adalah orang yang beruntung. Pepatah Arab mengatakan “Waktu itu laksana pedang, jika kamu tidak memamfaatkannya maka ia akan menebasmu”. Maka merupakan suatu kebijaksanaan jika kita meningkatkan kualitas amal ibadah kita dari waktu ke waktu. Untuk mencapai kualitas kesuksesan yang berorieantasi bukan hanya pada kehidupan dunia tapi juga untuk kehidupan akhirat atau boleh saya sebut dengan “Kesuksesan Prophetic”, maka Islam telah mengajarkannya kepada kita.
“Sukses”, siapa c yang ndak familiar dengan kata yang satu ini?
Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang ingin sukses, baik itu sukses dalam belajar, sukses dalam membina keluarga, sukses dalam berusaha, sukses dalam karier, dan lain - lain. Tapi tidak semua orang bisa meraih yang namanya “sukses”. Bisa jadi ini terjadi karena diferensiasi metode yang dilakukan orang dalam meraih sukses dan tingkat ketekunan dan kegigihan (keistiqomahan) mereka. Orang yang bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya pasti akan senang dan selalu optimis, begitu juga sebaliknya orang yang gagal dalam hidupnya akan pesimis dalam menjalani hidup. Karena itulah watak manusia, mereka tidak bisa mengambil pelajaran (i’tibar/faedah) dibalik realita. Dilain sisi, orang pada umumnya mengidentikkan sukses dengan kebebasan financial, punya asset yang banyak, penghasilan di atas 50 juta perbulan, punya rumah dan mobil mewah. Itu kan hanya persepsi nafsu duniawi belaka, tapi realitanya banyak mereka yang punya banyak asset, penghasilan di atas 50 juta perbulan, rumah dan mobil mewah tapi hati mereka tidak tenang setenang seperti apa yang orang miskin banyak pikirkan, jiwa mereka penuh dengan was-was. Namun, tidak sedikit orang yang hidupnya sederhana bisa ‘sukses’ dalam hidupnya, hatinya tenang dan bahagia.

Nah, sekarang bukan saatnya lagi pola pikir kita dikuasai dengan yang namanya ‘sukses berarti bebas finansial’, tapi bukan berarti kita menafikkan pentingnya finansial, bahkan sangat penting. Oleh karena itu kita harus berhijrah metode meraih sukses dari ‘persepsi financial, duniawi, dan nafsu belaka’ kepada sukses dengan ‘kekuatan spritual, kenabian atau prophetic, ukhrawi’ yang akan mengantarkan hidup kita ‘sukses financial’ dan sukses ‘jiwa atau ruh’ artinya apa yang diraih dan diikhtiarkan untuk duniawiah berbuah pahala dan kebaikan juga untuk ukrawi dan ruhiah kita.

Langkah sukses pertama, istifaedah, orang bijak selalu bilang “semua peristiwa itu ada hikmahnya”, dalam Al-Quran Allah ta’ala juga berfirman ”Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (Qs Al-Hasyr: 2).

Allah ta’ala tidak pernah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatu. Dia menciptakan surga supaya manusia cenderung kepada-Nya, Dia menciptakan neraka supaya manusia takut dengan siksaaan-Nya dan senantiasa menjauhi dosa, Allah ta’ala menciptakan manusia yang jahat agar manusia yang hasan (baik) bisa menasehati dan saling tolong menolong untuk kebaikan dan taqwa (lihat QS Al-Maidah: 2). Begitu juga kita dalam menghadapi kehidupan dibalik kegagalan yang kita hadapi pasti ada hikmahnya dan dibalik kesuksesan yang kita miliki juga ada hikmahnya karena Allah ta’ala tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa hikmah. Maka, hanya orang-orang yang memiliki wawasan (ilmu) lah yang bisa mengambil faedah dibalik realita kehidupan.

Kedua, istiqamah atau teguh pendirian, roda kehidupan memang tidak selalu berada di atas terkadang kita berada di bagian bawah, badai disertai angin kencang dan hujan selalu menerjang biduk kehidupan yang kita tumpangi, sehingga membuat kita oleng kekiri ataupun kekanan, terkadang biduk kita hampir tenggelam bahkan ada yang tenggelam karena terpaan badai yang kuat dan besar. Namun, orang yang optimis, pantang menyerah dan teguh pendirian akan berusaha sekuat tenaga mencapai pulau sukses mereka “patah dayungnya mereka gunakan tangan sebagai penggantinya, robek layarnya mereka ganti dengan baju mereka, tenggelam biduk mereka, mereka berenang mengarungi lautan walaupun terkadang terombang ambing terhempas ombak”.

Orang sukses semuanya berangkat dari perjuangan kecil yang mereka rintis, ini realita kalu kita belajar dari orang-orang sukses yang ada di Indonesia boleh kita lihat biografi mereka, ada yang sekolah sambil jualan di pasar, jadi buruh, jualan gorengan sambil sekolah, dll. Atau para pengusaha yang sukses mereka terkadang juga ada yang bangkrut alias gulung tikar, tapi mereka berusaha bangkit dan bangkit. Ingatlah, tidak semua orang mengarungi samudra dengan kapal yang besar, tapi banyak diantara mereka yang mengarungi samudra dengan biduk kecil, namun mengapa mereka berhasil? Jawabannya “istiqamah”, Allah ta’ala berfirman “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri yang merubah nasibnya”.(QS Ar-Ra’ad: 11).

Ketiga, istisyarah, Allah ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an  “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka".(QS As-Syura: 38).

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa merupakan suatu kewajiban untuk bermusyawarah dalam urusan dunia. Dalam bermusyawarah akan muncul solusi-solusi bermutu dan ide-ide cemerlang yang bisa membantu penyelesaian masalah, karena Allah ta’ala akan membukakan jalan permasalahan bagi siapa yang mengharap rahmat dari musyawarah itu. Orang Minang punya pepatah “duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang” artinya menyelesaikan masalah tanpa musyawarah itu sulit, tapi jika dengan musyawarah masalah itu cepat terselesaikan. Pepatah ini senada dengan apa yang Allah ta’ala perintahkan dalam al-Qur’an  “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu”. (QS Al-Mujadalah: 11).

Keempat,  istikharah, hidup itu terkadang pilihan, dalam perkara apaupun kita selalu dihadapkan kepada pilihan. Masing-masing pilihan mesti punya konsekuensi yang terkadang kita ragu dalam menentukan pilihan kita karena mempetimbangkan konsekuensi dari pilihan itu. Banyak orang menyesal setelah mereka menentukan pilihan mereka dan gagal bahkan mereka mengumpat diri mereka sendiri. Ini tentu sangat berbeda dengan orang yang ‘istikharah’, dalam menentukan pilihan mereka selalu meminta pertolongan Allah ta’ala. Kalau pilihan mereka itu berakibat baik pada diri mereka maka mereka akan bersyukur pada Allah ta’ala, tapi jika pilihan mereka itu membuat mereka rugi atau buruk bagi mereka, mereka tetap sabar dan yakin bahwa dibalik realita ini pasti Allah ta’ala mempersiapkan kebaikan yang banyak. Itulah bedanya orang yang istikharah dan yang tidak. “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”. (QS Al-Qashas: 68).

Oleh karena itu, bawalah Allah ta’ala setiap anda akan menentukan pilihan, insya Allah ta’ala anda akan mendapatkan kebaikan yang banyak.

Kelima, istijabah, kewajiban manusia adalah berikhtiar (berusaha), apa yang menjadi hasilnya nanti adalah urusan Allah ta’ala. Namun disamping itu kita juga harus ber-istijabah (berdo’a atau memohon) kepada Allah ta’ala sebagai penguat ikhtiar yang telah kita usahakan. Ber-istijabah kepada Allah ta’ala merupakan suatu ibadah sebagaimana perintah Allah ta’ala  “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” .(QS Al-Mu’min: 60) (yang dimaksud menyembah-Ku adalah beribadah kepada-Ku). Di surat lain Allah ta’ala juga berfirman  ” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” . (QS Al-Baqarah: 186).

Sebagai seorang Muslim yang menjadi patokan kesuksesan kita adalah Rasulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan para sahabat-sahabatnya, misalnya Umar radiyallahu ‘anhu memiliki 70.000 property, Usman radiyallahu ‘anhu memiliki property disepanjang wilayah Aris dan Khibar, belum lagi sahabat Abdurrahman bin Auf, Amru bin Ash, Zubair, dan Mu’awiyah, dll radiyallahu ‘anhum ajma’in. Kesuksesan mereka bukan hanya diakui secara duniawi saja melainkan juga secara ukhrawi mereka adalah para ahli sorga yang Allah ta’ala janjikan atas mereka.

“Bukanlah kaya (sukses) orang yang banyak hartanya, tapi orang yang kaya (sukses) adalah orang yang kaya jiwanya” (HR Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah ra).
  

Nov 17, 2023

Jalan Menuju Ridho Allah SWT

 


Video klip di atas ada jalan yang melintasi hutan Jati. Kalau lagunya itu "the way" milik Amanda Ventura. The way sendiri memiliki banyak makna. Kayak misalnya ada ungkapan,
"A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way."
Pemimpin yang paling efektif adalah mereka yang mampu menyesuaikan gaya mereka dengan melihat situasi seperti seberapa banyak tugas, kemampuan masing-masing anggota dan faktor-faktor lain yang mampu menyelesaikan pekerjaan. atau ungkapan seperti,
"Struggle that you do today is the single way to build a better future."
(Perjuangan yang kamu lakukan hari ini merupakan cara untuk membangun kualitas yang lebih baik di hari esok.)

Kalau untuk bahasan kali SettiaBlog menghubungkan the way dengan cara (jalan) mencari ridho Allah SWT. Diantara sekian banyak ibadah yang Allah perintahkan baik dalam Al-Quran maupun al sunnah adalah syariat tentang Ibadah umrah. Ibadah umrah, bukan jalan-jalan biasa tetapi ibadah suci, ibadah luar biasa yang mesti disiapakan sebagaimana mestinya. Kesiapan dalam ibadah umrah bukan saja terletak pada aspek material (fisik dan materi), melainkan juga kesiapan mental spiritual. Kesiapan tersebut sebagaiman tercermin dalam tiga kesucian, antara lain : suci hati dengan meluruskan niat (hanya karena Allah SWT), suci jiwa dengan taubat, dan suci harta dengan zakat infaq dan shadaqah. Umrah juga mengunjungi kota suci Mekah dan Madinah. Madinah. Dan yang paling penting, umrah adalah memenuhi panggilan Allah yang Maha Suci. Kota suci yang menjadi pusat prosesi ibadah umrah adalah Mekah. Di dalamnya terdapat Ka’bah, yang secara jelas dan tegas dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai kota yang diberkahi,
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali ‘Imran : ayat: 96).

Maka mengunjungi atau ziarah ke kota yang diberkahi adalah sebuah pengalaman ruhani luar biasa yang dapat menguatkan iman dan meningkatkan kedekatan kepada Allah. Kata suci dalam semua ibadah menjadi salah satu kunci yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah, terutama ibadah umrah yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

Pertama, Faktor Niat. Keberhasilan dan kemabruran ibadah umrah, sangat ditentukan oleh faktor niat. Hendaknya benar-benar meniatkan perjalanan umrah untuk ibadah kepada Allah. Niatkan dengan ikhlas hanya karena Allah semata, memenuhi panggilan Allah, perjalanandengan totalitas ibadah, bertamu ke baitullah, berziarah ke makam Nabi, mengikuti sunnah Nabi Saw. Dengan niat yang lurus, akan berdampak positif kepada kesungguhan dalam menjalani semua prosesi ibadah sejak berangkat ke tanah suci hingga kembali ke tanah air sendiri. Allah berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah” (QS. Al Baqarah : 196).

Kedua, Faktor Ilmu (Manasik). kemabruran ibadah umrah, juga ditentukan oleh faktor ilmu. Hendaknya berbekal ilmu yang memadai tentang fiqih umrah, sehingga mengetahui mana yang Rukun, Wajib dan Sunnah untuk dilaksanakan selama di tanah suci. Mana yang benar-benar menjadi tuntunan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam umrah, dan mana yang bukan sunnah Nabi Muhammad SAW. Tanpa berbekal ilmu, semua ibadah akan sia-sia dihadapan Allah SWT. Sebagai contoh : di Ka’bah kita menyaksikan banyak orang menempel ke dinding Ka’bah, memegang dan mengusap-usap kain penutup Ka’bah, sampai berebut dan berlama-lama melakukan hal tersebut. Demikian pula banyak orang yang berjubel di sekitar maqam Ibrahim, memegang dan mengusap-usap maqam Ibrahim. Padahal tidak ada tuntunan dari sunnah Nabi Saw untuk melakukan hal-hal seperti itu. Di sinilah pentingnya ilmu manasik umrah sebagai bentuk pembekalan yang memadai, baik sebelum berangkat, selama di tanah suci, maupun saat akan kembali ke tanah air. Pada saat pembekalan inilah, diharapkan jama’ah memahami dengan detail apa yang akan dilaksanakan selama menjalankan ibadah umrah di tanah suci nanti. Hal ini akan menghindari kebingungan, juga menghindari kesalahan serta penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Ketiga Faktor Pembimbing. Ibadah umrah bagi umat Islam Indonesia bukan saja suci tapi juga sangat istimewa, bukan saja karena harus mengeluarkan dana dalam jumlah yang tidak sedikit, juga karena lokasi ibadah yang di Mekah. Dengan lokasi umrah di Mekah, artinya ada kendala bahasa dan kendala teknis lainnya, yang cukup menyulitkan bagi jama’ah umrah —khususnya mereka yang sudah berusia lanjut. Maka faktor pembimbing umrah menjadi sangat penting untuk menunjang kelancaran ibadah umrah. Fungsi pembimbing bukan hanya menuntun prosesi ibadah umrah, namun juga untuk melakukan komunikasi yang diperlukan jama’ah dengan berbagai pihak selama berada di tanah suci. Ketulusan dan kesungguhan pembimbing menjadi hal yang sangat mutlak diperlukan untuk menunaikan ibadah sesuai tuntunan sunnah. Pembimbing adalah motivator, yang terus menerus memotivasi jama’ah agar tertib dan semangat melakukan ibadah selama di Mekah maupun Madinah. Jika melaksanakan umrah dengan bersungguh-sungguh karena Allah, memperbanyak ibadah selama di tanah suci, menghindari hal-hal yang merusak nilai ibadah, maka saat kembali pulang ke tanah air akan mendapatkan kesucian diri. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa, sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas dan perak” (HR. An Nasa’i nomer 2631, At Tirmidzi nomer 810, Imam Ahmad nomer 1 / 387. Syaikh Albani menyatakan hadits hasan sahih).

Bagaimana cara berinteraksi dengan Allah SWT saat Dia ridho terhadap ibadah Haji atau Umrah Kita? Sebelumnya mencari jawabannya kita perlu tahu, bagaimana kita bisa mengetahui apakah Allah SWT ridho kepada kita atau tidak? Sebagian manusia mengukur tanda keridhoan dengan pemberian duniawi. Sehingga bila seseorang telah diberi kekayaan atau jabatan tertentu ia mengatakan bahwa Allah SWT telah ridho kepadanya. Atau saat orang selamat dari suatu bahaya dengan cara yang unik, ia berkata bahwa Allah SWT masih mencintainya. Nah, apa kaitan urusan duniawi dengan ridho Allah SWT ? Kalaulah dunia adalah ukuran keridhoan Allah SWT , niscaya Rasulullah SAW tidak akan pernah tidur di atas tikar, menambal sendiri bajunya yang robek, tidak pula akan melewati tiga bulan dengan hanya mengonsumsi kurma dan air.

Jika demikian, apa tanda keridhoan Allah SWT terhadap ibadah Haji atau Umrah? Jika Allah SWT memudahkan kita untuk melakukan ibadah, meninggalkan maksiat, menambah iman dan kedekatan kita kepadaNya, maka ini adalah pertanda tambahnya ridho Allah SWT kepada kita. Ya, sangat sederhana, bila kita berada dalam ketaatan, maka Allah SWT berarti ridho kepada kita. Namun dengan syarat bahwa ketaatan itu dilakukan dengan penuh harap akan balasan Allah SWT , baik sangka kepada Allah, dan tidak disertai bangga diri. Karena ada sebagian orang yang kalau diberi kemudahan untuk melakukan ketaatan, maka dia merasa bangga diri, seakan dia telah menerima surat khusus yang memberitahukan bahwa dia salah satu ahli surga, lalu menganggap dirinya orang istimewa yang berbeda dari yang lain karena keutamaan dan kesalehannya. Barangkali dia tidak mengatakan ini dengan lisannya, namun hatinya merasakan itu.

Allah SWT berfirman: “Hai manusia, apakah yang telah memperdaya kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.” (QS. Al-Infithar: 6)
Yang semestinya dilakukan ialah menyandarkan nikmat ketaatan itu hanya kepada Allah SWT . Dialah satu-satunya yang berperan dalam memudahkan ketaatan yang membuatNya ridho. Ya, ridho Allah SWT adalah karunia dari Allah SWT juga, bukan karena upaya kita. Allah SWT yang memberi ridho itu, karena sifat pemurahNya, bukan karena kita berhak mendapatkannya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, ‘Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kepadamu keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 17)
Mungkin banyak orang yang heran dengan pembahasan sikap kepada Allah SWT saat Dia ridho. Anggapannya kalau Allah SWT telah ridho, maka kita tidak perlu lagi sesuatu yang lain. Namun ternyata kita tetap perlu sikap, yang tentunya lebih spesifik lagi kepada Allah SWT pada saat ini. Karena menggapai ridho Allah SWT berbeda dengan senantiasa dalam keridhoanNya. Ya, karena sekedar mencapai ridho Allah SWT itu mudah. Allah SWT cepat sekali ridho karena Dia Mahamulia dan Maha dermawan. Namun yang sulit adalah bagaimana kita bisa tetap dalam keridhoanNya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan melakukan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Ada sebuah permisalan, seseorang belum pernah bertemu dengan menteri sama sekali, namun tiba-tiba dia diangkat menjadi direktur di kantor kementerian. Pada saat itu tentu orang ini akan berusaha keras mencari tahu apa saja yang disenangi oleh pak menteri dan apa pula yang dibencinya, kapan waktu yang tepat untuk menemuinya dan kapan pula waktu yang tidak tepat. Perkara-perkara ini dia cari tahu saat ini karena dia mendapat jabatan baru yang tentu saja dia tidak ingin jabatan itu hilang begitu saja. Ini terhadap sesama manusia, lebih-lebih kepada Allah SWT , tentu kita harus lebih berambisi agar Allah tetap ridho kepada kita dan kita tidak kehilangan kemuliaan ridhoNya. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Yang harus kita lakukan agar Allah SWT ridlo terhadap ibadah Haji atau Umroh Kita:

1. Kita harus ridho kepada Allah SWT sebagaimana Allah SWT ridho kepada kita.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepadaNya.” (QS. Al-Maidah: 119)
Ridho bahwa Allah adalah sesembahan kita, tiada sekutu bagiNya, ridho untuk taat kepadaNya, ridho dengan berita-berita yang dikabarkanNya, dengan agamanya, dengan kitab dan RasulNya. Lakukan ini dan pastikan akan terjadi hal yang luar biasa. Rasulullah saw bersabda:
مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
“Barang siapa ridho dengan Allah sebagai tuhanNya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabinya, maka ia berhak mendapat surga.” (HR. Muslim)

Katakan kepada Allah SWT bahwa kita ridho dengan apa yang Allah SWT perintahkan dan yang Dia larang. Apa yang membuat Allah ridho kita ridho, dan apa yang membuat Allah SWT murka kita pun benci. Kita ridho dengan apa yang telah Allah SWT bagi untuk kita, ridho dengan tubuh yang Allah SWT berikan, dengan keluarga yang Allah SWT karuniakan, dengan negeri yang kita tinggali, dan dengan tingkat ekonomi yang telah Allah SWT jatahkan. Intinya kita ridho kepada Allah SWT. Ridho ini adalah amalan, bukan amalan anggota badan, tetapi amalan hati. Dan amalan hati itu lebih utama dan lebih penting daripada amalan tubuh, meski keduanya sama-sama diminta oleh Allah SWT . Jika hati kita sudah bisa melakukan ini, maka kita akan bisa merasakan kebahagiaan dengan Allah SWT . Ibnul Qayyim r.h. berkata, “Buah dari sikap ridho adalah bahagia dan senang dengan Allah.”

Ridho adalah salah satu jalan menuju Allah SWT , namun memiliki keistimewaan bahwa jalan ini jalan yang paling pintas. Kalau ibadah yang lain perlu kekuatan besar, ibadah ridho hanya membutuhkan upaya kecil namun menghasilkan kebaikan yang banyak. Ibnul Qayyim r.h. berkata, “Jika Allah SWT memberi seorang hamba rezeki yang sedikit, namun ia ridho dengan itu, maka Allah Subhanahu wata’ala pun akan ridho meski dengan sedikit amalnya.”

2. Sabar dalam keridhoan Allah.

Yaitu dengan menjaga kesabaran saat menjalani ketaatan, sabar untuk tidak melakukan larangan, sabar dalam takdir Allah SWT yang secara lahir menyusahkan kita. Manusia pada dasarnya bisa sabar dalam banyak hal terkait pekerjaan sesama manusia, maka sabar terkait Allah SWT tentu lebih utama. Nabi Musa a.s. bersegera dalam melaksanakan ketaatan kemudian berkata:
“Aku bersegera kepadaMu wahai tuhanku agar Engkau ridho.” (QS. Thaha: 84)
Padahal Musa a.s. termasuk rasul yang utama, meski demikian beliau bersegera kepada Allah SWT dengan ketaatan. Kalaupun Allah SWT telah ridho kepada kita, bagaimana kita tetap bersegera untuk mendatangiNya. Melakukan perintah dengan cepat, misalnya dengan mendatangi orang tua kita demi memastikan apakah mereka berdua ridho kepada kita atau tidak, karena ridho Allah SWT sangat tergantung ridho keduanya. Atau setelah menikmati makanan segera ucapkan hamdalah karena Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya Allah ridho kepada seorang hamba saat ia makan satu makanan lalu ia memujiNya, atau meminum satu minuman lalu memujiNya.” (HR. Muslim)
Demikianlah, kita perlu menjaga keridhoan Allah SWT yang telah diraih, karena ridhoNya tidak diberikan kepada sembarang orang. Misalkan ada malaikat yang memberi kita sebidang tanah di surga Firdaus, apakah kita akan meninggalkannya? Tentu tidak mungkin bukan? Bahkan sangat wajar kalau dia harus mempertaruhkan jiwa dan raganya. Dan ridho Allah SWT itu lebih dari surga Firdaus. Ini Allah SWT sendiri yang memberitahukannya. Allah SWT berfirman:
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.”(QS. At-Taubah: 72)
Keridhoan Allah SWT ini harus kita pegang erat-erat, jangan sampai setan merebutnya dari kita, karena kalau setan tahu bahwa Allah telah ridho kepada kita, maka ia akan sangat marah dan sangat dengki, karena ia telah berjanji akan memalingkan manusia dari Allah SWT dan jalanNya.

Nov 14, 2023

Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga

 


Video klip di atas "rich man" milik Little Big Town. Potongan liriknya seperti ini, yeah, I'm a rich man, without a lick of money, a better than blessed man, had all I ever wanted, i got everything I need, got love and a family. Dan video klip ini merupakan penghormatan kepada orang-orang selalu berbuat kebaikan, pekerja keras, dan keluarga yang penuh kasih sayang di mana pun berada. SettiaBlog juga setuju dengan lagu tersebut. Keutuhan keluarga tidak boleh terkoyak oleh apapun juga yang bersifat materi dan duniawi.  Karena mereka berprinsip, harta yang paling berharga adalah keluarga. Sabar dan qonaah merupakan pilar penyangga untuk keutuhan keluarga sekaligus kehormatan keluarga. Tanpa dilandasi sikap sabar, seringkali keluarga menjadi tama’ atau ambisius. Karena sabar pada dasarnya adalah perasaan untuk menahan atau menunda keinginan yang berlebihan. Jika menuruti keinginan, setiap anggota keluarga mempunyai keinginan yang beragam dan ini seringkali menjadi beban bagi keluarga. Disinilah diperlukan visi keluarga yang sama, sehingga lahir perilaku saling menghargai antar anggota keluarga. Mereka saling menjaga lisannya untuk tidak saling menyakiti, tetapi dibangun atas dasar penghormatan dengan kata-kata yang menyejukkan.

Jika megacu pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 153, “… sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” menunjukkan betapa pentingnya kesabaran itu dalam kehidupan. Prof. Quraisy Shihab memaknai kesabaran ini dengan sabar dalam menghadapi ejekan dan rayuan, sabar melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, sabar dalam petaka dan kesulitan, dan sabar dalam berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Keluarga yang dibangun atas dasar kesabaran, akan mendapatkan kehormatan dalam hidupnya. Banyak orang yang gagal memahami konsep kehormatan keluarga sebagai dasar tradisi masyarakat Indonesia. Beberapa budaya menghargai kehormatan keluarga lebih dari yang lain. Banyak nilai kehormatan keluarga dapat mengalahkan tindakan atau keyakinan individu. Kehormatan keluarga mempengaruhi status sosial seseorang. Keluarga dipandang sebagai sumber utama kehormatan dan masyarakat sangat menghargai hubungan antara kehormatan dan keluarga. Perilaku anggota keluarga yang penuh kesabaran mencerminkan kehormatan keluarga dan cara keluarga memandang dirinya sendiri dan dirasakan oleh orang lain sebagai sesuatu yang simpatik. Lebih dari itu, kehormatan keluarga dapat bergantung pada banyak faktor, antara lain status sosial, pendidikan, pekerjaan atau karier, kepemilikan harta, dan rumah serta mobil yang dimiliki.

Banyak orang yang hidup dalam budaya kehormatan yang tinggi, dengan memandang keluarga sebagai institusi sentral dalam kehidupan masyarakat dan identitas sosial seseorang sangat bergantung pada kondisi keluarga. Oleh karena itu, penting bagi anggota keluarga untuk memenuhi harapan keluarga dan masyarakat agar dapat diterima dengan penuh penghormatan. Dalam beberapa pendapat ahli, menjaga kehormatan keluarga dianggap lebih penting daripada kebebasan individu atau pencapaian karir. Apalah artinya pangkat yang hebat, karir yang cepat, rumah tingkat empat, mobil mengkilat, dan isteri memikat serta jumlahnya empat sekalipun, kalau dalam keluarga penuh dengan kegalauan, tidak akan menjamin ketenangan, bahkan akan menjadi bencana kehidupan. Untuk itu menjaga keluarga yang damai, sebuah keniscayaan. Suatu nuansa keluarga yang selalu didambakan oleh setiap insan yang beriman.

Disamping sikap sabar, sikap qonaah merupakan pilar penyangga ketahanan keluarga. Qanaah dalam Islam merupakan cerminan menerima seberapapun rezeki yang diberikan oleh Allah SWT atas semua usaha yang sudah dlakukan dan merasa cukup tanpa adanya sikap suudzan (berprasangka buruk) kepada Allah SWT atas nikmat yang diterima. Rezeki sebagai pilar keluarga, seringkali menjadi pemicu keretakan keluarga. Bahkan faktor yang paling dominan dari perceraian suatu perkawinan adalah masalah ekonomi atau rezeki. Mengapa ini terjadi ? Karena rezeki berpengaruh pada harapan keluarga akan masa depan anggota keluarga. Keluarga dengan rezeki yang relatif kurang menganggap anggota keluarga (khususnya anak) sebagai beban. Sedangkan keluarga dengan rezeki yang relatif melimpah dapat memenuhi semua kebutuhan, meskipun hal ini  tidak menjamin lahirnya kebahagiaan lahir dan batin.

Dalam masyarakat modern, konsep keluarga telah berubah secara drastis dari keluarga yang patternalistik menjadi keluarga yang materialistik. Peran keluarga berputar di sekitar ekonomi yang ujung-ujungnya rezeki. Seakan-akan rezeki menjadikan semua urusan keluarga selesai. Padahal rezeki hanya sebagian kecil kontribusinya pada keutuhan keluarga. Lebih penting dari itu adalah kemampuan anggota keluarga mengelola hati dan pikirannya untuk menghasilkan konsep diri yang positif dan kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan dan pencapaian keluarga apapun rezeki yang diperoleh. Kemampuan membangun kesabaran dan mengelola emosi atas apa yang diterima, menjadi kunci dalam menghadapi masalah-masalah keluarga yang bersifat materi. Untuk itu, keutuhan keluarga hanya bisa terjamin kalau dibangun atas dasar sikap sabar dan qonaah. Sabar dan qonaah sebagai faktor yang menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis tidak lengkap kalau tidak didasari dengan perasaan “cinta” yang dalam. Cinta sangat penting untuk membangun keharmonisan keluarga. Kata cinta memang tidak bisa didefinisikan secara operasional, tetapi bisa dirasakan dengan penuh penghayatan. Ketika seseorang lelah, stress, pusing mikir pekerjaan, dan perilaku kecemasan lainnya muncul, kalau keluarga inti penuh dengan rasa cinta semua akan sirna. Orangtua memainkan peran penting dalam membentuk cinta dalam keluarga. Wujud cinta itu adalah orangtua menyayangi anaknya dan anak menghormati orangtua. Tidak ada saling menuntut, mengeluh, bahkan merasa ada yang salah dalam keluarga. Mereka membangun satu visi kehidupan yang didasari nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah yang dalam. Inilah pilar penyangga keluarga, harta yang paling berharga dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Lho....lho....SettiaBlog ini ngomongnya ngelantur ke mana ? Maaf, maaf, udah terlanjur di ketik terus gimana? Biarin ya?

Kalau ini kata bijak Sasuke Uchiha.
"Apa yang dihancurkan selalu dapat diperbaiki dan dibangun kembali."

Dan untuk penutup SettiaBlog kasih lagu "a thousand years" milik Christina Perri.


A Thousand Years, bercerita tentang cinta abadi, sebuah cinta ndak terbatas yang akan berlangsung ribuan tahun lamanya. Cinta abadi tersebut bisa kita dapatkan, lewat jalinan pernikahan. Karena hanya dalam pernikahan, kita dapat berikrar sehidup semati, menjalani hari-hari bersama pasangan hingga tua nanti, hingga ajal menjemput, sampai surga mempertemukan kita dengan pasangan kita kembali, dan menjadikan cinta kita kekal abadi.

Nov 13, 2023

Nasehat Tentang Mewujudkan Mimpi dari Film Tangled

 


Video klip di atas "kingdom dance" dari film Tangled yang di cover Mia Asano dan Taylor Davis. Terima kasih udah kenakan warna merah putih. O..ya, Selena, Tay, tahu ndak di bawah ini gambar apa?



Ini rumah Joglo yang baru dapat beberapa waktu yang lalu dan ini masih di elus (di haluskan) sama tukang kayu. Dan ini di dapat dari Wonogiri. Nah, aliran sungai Bengawan Solo dulu melawati kota ini, saat masih mengalir ke selatan. Mungkin Anda pernah dengar kampung Wotawati di Wonogiri, itu dulunya Bengawan Solo. Seperti yang Anda lihat, Bengawan Solo sekarang mengarah ke Timur. Dari Selatan ke Utara terus ke Timur, membentuk angka 7. Ini kebetulan, atau apa ya, namanya. Udahlah, anggap aja itu kebetulan. Yang jelas memiliki Joglo ini udah impian dari dulu. Untuk merealisasikannya ini yang memang butuh proses dan waktu. Ini aja udah banyak yang komen, yang kurang inilah, yang kurang itulah. Rumah Joglo ini recycle, maklum kalau harus membenahi beberapa bagian. Membuat Joglo sendiri ada etika dan aturannya sendiri. Biarin ya orang lain ngomong apa....he...he..., karena di situlah serunya sebuah proses. Kok malah ngomongin rumah Joglo, lanjut ke pembahasan ya. Kalau film animasi Tangled sendiri memberi motivasi kita semua tentang bagaimana berani bermimpi dan mewujudkannya. Yang ndak enak itu, kita yang punya mimpi orang lain yang mewujudkannya. Buat Anda yang sampai detik ini masih belum punya impian hidup, ada beberapa nasehat dari film tersebut.

• Anda wajib punya mimpi dalam hidup, kalau belum ada, ciptakan sekarang juga!

Impian itu ibarat bahan bakar yang bikin Anda terus bergerak. Mimpi Rapunzel dalam film ini sangat sederhana, yaitu melihat cahaya lentera yang berterbangan ke langit dari dekat. Ia sangat ingin tahu cahaya apa itu, sebab selama belasan tahun, gadis yang dikurung dalam menara itu hanya menatapnya dari jendela kamar.  Impian hidup juga memberi harapan dan suntikan semangat dalam hari-hari Anda. Adegan menarik dari film ini adalah saat dimana Rapunzel mengajak orang-orang berwajah seram dalam Pub untuk menciptakan mimpi. Pada akhirnya, mimpi itu sendiri yang membuat seseorang bahagia dan berbinar-binar saat menyebutkannya. Makanya, rugi banget kan kalau Anda ndak punya mimpi?

• Anda ndak bakal tahu sehebat apa kekuatan dan keberanian Anda kalau ndak keluar dari zona nyaman

Meski bertahun-tahun Rapunzel dicekoki oleh ketakutan dunia luar oleh ibu palsunya, tapi demi mewujudkan impian, gadis itu memutuskan untuk berani menerjang bahaya. Ia ndak bisa meraih apa pun dengan tinggal diam. Dunia luar hanya menjadi bayang-bayang kalau Anda sendiri ndak berani menghirup pahit manisnya. Kejarlah mimpi Anda dan berlelah-lelahlah. Hasil yang Anda dapat bakal setimpal dengan kerja keras Anda. Terus berada dalam zona nyaman, hanya membuat hidup Anda yang berharga jadi datar dan biasa aja. Orang yang berani mengambil resiko adalah mereka yang punya peluang untuk berhasil meraih mimpinya, dan Rapunzel membuktikan itu.

• Anda harus yakin pada impian Anda meski belum tahu cara meraihnya, sebab keajaiban itu perlu waktu

Kalau Anda sendiri ndak yakin pada mimpi Anda, Anda bakal sulit untuk berusaha mewujudkannya secara maksimal, karena hati Anda aja cuma separuh. Mungkin mimpi itu kedengarannya ndak masuk akal, bahkan Anda sendiri ndak tahu cara meraihnya. Tapi impian yang sungguh-sungguh Anda yakini, pasti akan Allah SWT bukakan tahap demi tahap jalannya. Usaha Anda ndak bakal Allah SWT sia-sia kan. Seperti inilah keyakinan Rapunzel pada impiannya. Ia sangat yakin bahwa kelak ia bisa melihat ratusan cahaya itu dari dekat meski ndak tahu gimana caranya. Tapi buah dari keyakinan itu membuatnya fokus dan mendatangkan ide-ide yang sebelumnya ndak pernah terlintas. Keajaiban pun terjadi dan impiannya terwujud.

• Cara licik dalam meraih tujuan hidup pada akhirnya selalu berujung tragis

Apalagi kalau sampai ada kehidupan orang lain yang Anda rugikan karena ambisi Anda. Anda mungkin berjaya, tapi kesenangan itu ndak bakal lama. Setiap kebohongan pasti akan terungkap, setiap kejahatan pasti bakal terkena imbasnya. Untuk apa menanam duri yang suatu saat bakal melukai Anda? Kisah tragis dalam film ini juga menimpa pada lakon jahat, mother Gothei. Karena ambisinya untuk tetap muda dan cantik, ia sampai tega menculik dan mengurung Rapunzel belasan tahun demi mendapatkan kekuatan dari rambut ajaib gadis itu. Saat kelicikkannya terungkap, Gothei jatuh mengenaskan dari atas menara. 

• Tebarkan cinta dalam menggapai mimpi Anda, Anda pasti bakal dapat dukungan penuh mewujudkannya

Contohnya, Anda bisa lihat cuplikan saat Rapunzel menenangkan Maximus, kuda kerajaan yang sedang marah pada Flynn Rider. Padahal ia sangat membutuhkan Flynn untuk mewujudkan mimpinya. Kata-kata manis Rapunzel berhasil meluluhkan hati Maximus. Begitu juga dengan adegan dalam Pub dimana Flynn disandera orang-orang sangar berbadan besar. Ungkapan manis Rapunzel malah membuat semua orang bernyanyi. Memang, ndak ada kekuatan yang lebih besar dari cinta. Anda yang selalu bersikap baik dan ramah pada semua orang pasti bakal mudah untuk menerima bantuan dari mereka dalam mewujudkan mimpi Anda. Kalau pun ndak bisa membantu, minimal mereka bakal memberi Anda dukungan. Jadi, bersikaplah penuh cinta dimana pun Anda berada.

Dan yang paling penting mohon do'anya, semua yang baca blognya Settia. Biar rumah Joglonya jadi tanpa halangan dan rumah Joglo ini nantinya juga untuk fasilitas umum kok.

Nov 11, 2023

Pedoman Rasulullah SAW dalam Berbisnis, Kejujuran Dapat Memunculkan Integritas Perusahaan

 


Video klip di atas "Perfect Liar" single terbarunya Putri Ariani. SettiaBlog suka cara pengucapan bahasa Inggris Putri Ariani, bahasa Inggris dengan logat Indonesia. Bagus lho ini, di dengerin juga jelas pengucapannya. Terus aransemen musiknya juga ada sentuhan musik etnis Indonesia yang terdengar halus. Ya kalau tema lagunya c tentang ketidak jujuran. Seperti yang kita tahu ketidak jujuran akan menyakiti orang lain dan diri sendiri.
Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat." (Ali bin Abi Thalib r.a)
Kalau dalam dunia bisnis di kenal dengan soul marketing, merupakan pengembangan dari cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Sehingga dengan melakukan konsep ini, kegiatan bisnis akan penuh dengan muatan etika dan moral yang berakar pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.

Soul marketing diawali dengan sikap jujur dan harus selalu diutamakan, karena setiap perusahaan pasti menginginkan pelanggannya setia, sedangkan untuk bisa setia maka kepercayaan harus dibentuk dengan sikap jujur. Kejujuran memang bukan alat untuk menciptakan keuntungan yang cepat, karena jika pengusaha ingin cepat untung malah biasanya enggan untuk jujur dengan sungguh-sungguh. Hanya karena tergiur untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat, pengusaha biasa menebar janji palsu dan omong kosong.

Misalnya sebuah produk yang kualitasnya biasa-biasa saja dibungkus dengan strategi promosi yang hanya menonjolkan sisi baiknya saja mungkin bisa membuat barang cepat laku, namun itu tidak bisa membentuk kepercayaan yang hakiki karena konsumen tidak selamanya bisa dibohongi. Pengusaha yang seperti itu jangan harap konsumen akan kembali melakukan transaksi. Selain itu, konsumen akan selalu ingat saat dia dikecewakan dan selalu bercerita dan memberi rekomendasi kepada komunitas, keluarga, dan teman-temannya.

Kejujuran menciptakan integritas dari pihak produsen. Jika pengusaha menjelaskan kelebihan dan kekurangan produk, integritaslah yang sesungguhnya dia jual kepada konsumen. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. al-Quzuwaini). Tentu saja pengusaha memiliki batasan dalam sikap jujurnya, yaitu sikap murah hati saat menjawab. Konsumen jangan terlalu banyak melontarkan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan produk yang ditawarkan, sedangkan penjual pun apabila tidak ditanya jangan merasa enggan untuk menjelaskan yang menyangkut kepentingan konsumen. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur, dan para syuhada” (HR. Tirmidzi). Selain itu, kejujuran juga bisa dilihat dari kegiatan marketing yang dilakukan perusahaan.

Seorang pengusaha atau pebisnis tidak lepas dari kegiatan marketing yang mengumbar janji kepada konsumen. Janji merupakan ucapan yang menunjukkan kesanggupan atau kesadaran untuk berbuat sesuatu. Sebuah janji berhubungan erat dengan kepercayaan konsumen. Sebuah ucapan harus sejalan dengan perbuatan. Ucapan yang menjadi janji harus selaras dengan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (bersaksi atau jujur tentang kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Maidah [5]: 8)



Kalau video klip yang ini "I Want To Break Free" milik Queen yang di cover Karolina. Temanya c hampir sama dengan lagu perfect liar.
Kita semua pasti ingin orang-orang di sekitar kita selalu bersikap jujur. Ndak pernah sekali pun kita ingin dibohongi atau dikelabuhi. Namun, di dunia ini kita ndak pernah bisa mengendalikan sikap dan tindakan semua orang di sekitar kita. Dan kita juga ndak boleh merasa menjadi korban di berbagai situasi atau biasa di kenal dengan victim mentality. Karena kondisi tersebut akan menyebabkan seseorang meyakini bahwa situasi buruk yang terjadi akan selalu menimpa dirinya. Udah ya..., mau mandi dulu. Dan yang paling penting, ndak usah di masukan ke hati omongan SettiaBlog.

Nov 9, 2023

Mujahadah An Nafs Adalah Kontrol Diri

 


Video klip di atas "hey brother" milik Avicii yang di cover Efi Gjika. SettiaBlog ambil sedikit potongan liriknya.
Hey, brother, there’s an endless road to re-discover
Hey, saudara, ada jalan ndak berujung yang harus ditemukan kembali
Hey, sister, know the water’s sweet but blood is thicker
Hey, saudari , ketahuilah air memang manis tapi darah lebih kental
Hey, brother, do you still believe in one another?
Hey, saudara, apakah kau masih percaya satu sama lain?
Kalau warna merah - putih yang di kenakan Efi di atas, kita semua tentu sudah ndak asing kan ya. Warna itu bukan mencontek dari negara lain lho ya. Jika Anda buka sejarah, Anda akan ngerti. Eyang Tribuana Tunggadewi dan pasukannya udah biasa memasang pataka di atas kapal yang memimpin sebuah rombongan ekspedisi untuk menandai adanya seseorang di atas kapal tersebut yang bertindak mewakili Raja atau Negara. Bendera atau panji-panji yang dipasang bernama: “Getih-Getah Samudra” (lima garis merah dan empat garis putih), sebagai bendera armada laut Majapahit. Dan tombak pataka itu namanya "Sang Hyang Baruna" Pataka Sang Hyang Baruna bersama tiga pataka kalau ndak salah masih berada di THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART1000 5th Avenue, New York, NY - USA. Kita sendiri juga masih sering liat kan ya, di acara - acara tertentu di sertakan makanan yang berwarna merah - putih. Kayak "arang - arang kambang", makanan yang terbuat dari ketan yang mewakili warna putih dan gula aren mewakili warna merah. Dalam bahasa Jawa, makna "KETAN" dapat di artikan "Caketno Ati Marang Allah Kang Maha Rahman", (Mendekatkan Hati Kepada Allah Yang Maha Pengasih). Adapun makna dari "ARANG ARANG KAMBANG" adalah diambil dari 2 kata, yakni "ARANG ARANG" yang artinya "Jarang" dan "KAMBANG" yang artinya "Menampakkan Diri", yang senantiasa menenggelamkan diri dalam dekapan Allah SWT, Yang Maha Rahman. Ketika seorang sudah "Kambang" (Muncul) di permukaan dalam kehidupan bermasyarakat, maka ia harus mampu membawa dan menebarkan energi positif dengan memancarkan kasih sayang disekelilingnya, sebagaimana sifat Allah Yang Maha Rahman. Setelah itu seorang bisa menenggelamkan diri kembali kepada Allah Yang Maha Rahman. Ini artinya, ketika seorang hidup berada di tengah-tengah masyarakat dan menjalankan bhaktinya beramal shalih serta menebar kasih sayang, hendaknya dilakukan penuh ke ikhlasan dan semata-mata hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin mendapat pujian, sanjungan dan penghargaan serta pamrih lain-lainnya. Untuk dapat menjaga hati agar senantiasa tetap ikhlas hanya karena Allah SWT, maka ia harus segera menenggelamkan diri kembali dalam dekapan Allah Yang Maha Rahman, setelah menjalankan bhaktinya tersebut.

SettiaBlog sendiri suka makan arang - arang kambang, kalau di pasaran ada yang udah di kasih durian untuk campuran kuah gula aren, kalau di sini biasa menggunakan buah nangka. Enak banget dan sangat berenergi. Agar energi positif  dapat menyelimuti pada diri seorang, maka ia harus melakukan Mujahadah dengan istiqomah, agar menjadi seorang yang bersih hatinya seperti ketan.  Dengan cara terus menerus dan istiqomah melakukan Mujahadah ini, maka akan menjadi dekat dan Makrifatullah atau mengenal Allah SWT, yang maha lembut (latif). Ini merupakan makna dari parutan kelapa yang lembut. Ketika sudah dekat dan Makrifatullah ini, maka Allah yang Maha Bercahaya (ber-energi), akan senantiasa melimpahkan energi positifnya. Dengan energi positif ini, maka akan menjadi mampu beramal shalih dan berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah serta Memayu Hayuning bawono. Hal ini karena dirinya senantiasa mendapatkan limpahan cahaya-Nya yang senantiasa menggerakan dan membimbing ke jalan yang di ridhoi Allah SWT, yakni "Shirothol Mustaqim". Ini merupakan jalan yang penuh kenikmatan dari Allah SWT, jalannya para Nabi dan Rasul serta Wali Allah.

Pengertian Mujahadah menurut arti bahasa, Syar'i dan istilah ahli hakikat, arti Mujahadah menurut ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan Syara' (Agama). Sebagian ulama mengatakan : "Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu", dan ada lagi yang mengatakan : "Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya".
Adapun dalil yang melandasi agar seseorang melakukan Mujahadah adalah :
Allah SWT berfirman : Artinya ; " Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhoan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". ( QS.29, Al-Ankabut : 69 )

Nabi Muhammad SAW bersabda : Arinya ; " Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar."
Lantas sahabat bertanya ; " Apakah pertempuran akbar ( yang lebih besar ) itu wahai Rasulullah ?"
Rasulullah SAW menjawab ; " Jihad ( memerangi ) hawa nafsu ". ( HR. Imam Baihaqi dan Nasa'i)
Hadist dari Fadlolah bin Ubaid ; Bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : Artinya ; " Orang yang berjihad ( bermujahadah ) adalah orang yang memerangi nafsunya dalam ( pendekatan dirinya kepada ) Allah ". ( HR. Imam Tirmidzi, Thabrani dan Ibnu Hiban dan Hakim )

          Dengan melakukan Mujahadah seperti pejelasan di atas, yang dikandung maksud agar kita semua dapat menang dalam perang dan mampu menundukkan hawa nafsunya yang senantiasa mengganggu dan mempengaruhi anggota badannya untuk melakukan perbuatan yang dilarang syariat agama. Dengan Mujahadah ini pula hati seorang dapat terjaga dari sifat-sifat tercela dan menjadi terhiasi dengan sifat-sifat mulia Allah SWT. Sifat mulia itu akan memancar dan memberi pengaruh kepada hati ( qolbu ), jasad dan seluruh anggota badan sehingga dalam hidupnya semakin menjadi manusia yang shalih secara vertikal ( pribadi dengan Allah SWT ), dan horisontal ( sosial ) serta mampu Memayu Hayuning Bawono.



Kalau video klip yang ini adalah "The Prayer Of Thousand Years". Ini termasuk Tibet-an music. Nuansanya memang menenangkan. SettiaBlog suka cosplaynya ini lho. Cosplay itu permainan kostum yang dilakukan oleh seseorang. Bagus kok ini, dia meniru lukisan dan di wujudkan dalam alam nyata. Kalau tanda di jidad nya itu, kalau ndak salah namanya bindi, simbol kecerdasan, kekuatan dan penetral energi negatif. Udah ya, yang jelas omongan SettiaBlog ndak usah terlalu di percaya.
Mujahadah An Nafs adalah sebuah sikap atau tindakan dalam upaya mengendalikan diri. Mengendalikan diri yang dimaksud dalam Mujahadah An Nafs adalah menahan diri agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Adapun bentuk upaya mengendalikan diri yang dimaksud dalam Mujahadah An Nafs adalah segala upaya yang mencegah diri memiliki sifat serakah, tamak, dengki, dan sifat-sifat yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan buruk. Mujahadah An Nafs adalah salah satu bentuk jihad, karena mengendalikan diri sejatinya adalah memerangi hawa nafsu. Mujahadah An Nafs termasuk dalam ketegori jihad karena perang tersulit yang dihadapi manusia sejatinya bukanlah perang melawan musuh, melainkan melawan dirinya sendiri atau hawa nafsunya sendiri. Tentunya, Mujahadah An Nafs adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan oleh umat manusia, khususnya umat Islam. Sebab pengendalian diri yang baik akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Nov 6, 2023

Tanda Pola Pikir Anda sudah Dewasa

 


Kemaren sore SettiaBlog lihat ke belakang rumah. Kalau di kampung kayak tempat SettiaBlog ini, kebun yang paling belakang dari rumah ada jajaran pohon bambu terus di bawahnya ada jomblangan (sungai buatan). Tahun ini kan musim kemaraunya cukup panjang dan jomblangan di belakang rumah sampai mengering. SettiaBlog ambil beberapa ember tanah humus di dasar jomblangan yang sudah mengering, SettiaBlog ingin menguji tingkat kesuburan humus tersebut. Tempat SettiaBlog ini masuk ke daerah yang cukup rendah, udah ada 3 tahun ndak pernah kering jomblangan ini, baru kemarau tahun ini kering, jadi banyak banget humusnya. Dulu banyak rawa di tempat SettiaBlog, makanya nama dusun SettiaBlog itu SekarToyo (bunga air). Bunga air itu kalau di sini Maskumambang namanya, itu lho jika Anda melintas dari kota Cepu ke Bojonegoro coba lihat ke sungai di bawah jembatan, Anda akan melihat hamparan tanaman Maskumambang, terutama di musim kemarau. Kayak video klip di atas.  Maskumambang ini juga di pakai dalam tembang macapat. Tembang Maskumambang memiliki makna tentang perjalanan hidup manusia yang masih berwujud janin dalam kandungan ibunya. Tembang ini menunjukan belum adanya jati diri yang menunjukan akan terlahir sebagai seorang perempuan atau laki-laki. Tembang Maskumambang  berasal dari kata mas yang berarti emas, sesuatu yang sangat berharga yakni seorang anak yang berharga untuk orang tuanya dan kata kumambang yang artinya mambang atau mengambang. Yang dimaksud kumambang adalah kehidupan sang anak yang masih sangat bergantung pada ibunya di dalam rahim dengan hidup didalamnya selama 9 bulan lamanya.  Ngomong apa c kamu Settia? Ndak tahu.....he....he....


Yang jelas kita ndak mungkin terus bersikap seperti anak kecil, kita harus tumbuh dengan kedewasaan. Kalau klip di atas ini "wind", salah satu ending song terpopuler di seri Naruto milik Yoshio Akeboshi. Dan ini di cover cewek cantik dengan flute, biar pada semangat. Masak udah cantik - cantik dan gantheng - gantheng kok bersedih. Lagu ini memberikan dorongan kepada setiap orang supaya lebih termotivasi dan lebih semangat dalam mencapai tujuan hidup. 
"Kedewasaan: melakukan apa yang penting dan mengabaikan apa yang tidak penting."

Carroll Bryant, seorang penulis buku, berkata  “Growing old is mandatory but growing up is optional”. Menjadi tua adalah pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Semua orang pasti menua, tapi ndak semua orang menjadi dewasa pada saat bertambahnya usia. Kedewasaan tidak dilihat dari segi usia, karena yang menjadikan tolak ukur sebuah kedewasaan adalah kemampuan untuk memiliki pola pikir yang matang. Apa saja c tandanya kalau pola pikir Anda sudah dewasa?

• Bisa memilah mana yang baik dan buruk

 Anda bisa melihat baik dan buruknya hal yang Anda pilih atau lakukan dalam hidup. Menjadi baik atau buruk adalah pilihan hidup. Ketika Anda sudah dewasa, tentunya Anda hanya akan memilih hal yang baik, bukan? Baik itu terkait dengan pergaulan, pekerjaan, gaya hidup dan lainnya.  

• Berpikir sebelum bertindak  

Anda bisa mengendalikan diri saat menyikapi suatu hal. Anda akan berpikir mengenai solusi yang terbaik dan logis untuk dilakukan, yang tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.  

• Berbesar hati ketika menerima kritik  

Dalam proses mengejar mimpi, Anda  akan menerima banyak kritik dari orang lain. Kritik tidak akan membuat Anda down atau bersedih, melainkan Anda jadikan sebagai bahan introspeksi diri dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam diri Anda. Menerima kritik memang tidak mudah, tapi ketika kritik tersebut merupakan kritik membangun, kenapa tidak Anda jadikan masukkan “gratis” untuk meningkatkan kualitas diri?  

• Melihat sesuatu dari sudut pandang positif  

Anda bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif sehingga Anda lebih bijak dalam menanggapi sebuah masalah atau situasi. Anda membuka diri untuk menerima pola pikir orang dengan pendapat yang berbeda, dan terbuka untuk berdiskusi sehingga wawasan dan pikiran Anda terbuka. Dengan begitu Anda tidak menjadi pribadi yang egois dan selalu positif dalam menerima sudut pandang orang lain.  

• Mencari solusi, mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan  

Ketika dihadapkan dengan masalah dan Anda berkontribusi terhadap kesalahan tersebut, Anda akan berbesar hati untuk jujur mengakui kesalahan dan fokus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Anda tidak akan berusaha mencari kambing hitam untuk disalahkan karena buat Anda kesalahan merupakan pembelajaran.  

• Bisa mengerti orang lain  

Anda bisa menyelami perasaan orang lain dan mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang tersebut. Anda tidak egois dan mementingkan diri sendiri atau selalu ingin dimengerti.  

• Tidak mudah tersulut emosi  

Karena Anda bisa memilah mana yang baik dan buruk, dan juga selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, Anda tidak mudah tersulut emosi ketika dihadapi oleh situasi yang kurang mengenakkan. Anda mampu mengatur emosi Anda dan bisa mengkomunikasikan perasaan tidak nyaman Anda dengan cara yang baik.  

• Tidak haus pujian  

Anda tidak memiliki keinginan untuk menjadikan semua hal tentang diri Anda. Anda tidak impulsif dalam menjalani hidup dan tidak menganggap pengakuan dari orang lain sebagai tujuan utama hidup Anda.  

• Bisa mengalahkan rasa takut  

Anda mengerti, rasa takut adalah musuh yang harus dikalahkan dan tidak boleh jadi penghalang kesuksesan Anda dalam mengejar mimpi atau menjadi penghambat kebahagiaan Anda. Ketika beranjak dewasa, Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan hidup, misalnya ketika Anda dihadapkan dengan pilihan untuk membuka bisnis atau bekerja di perusahaan. Takut saat akan merintis bisnis sendiri memang wajar, karena tanpa perhitungan yang matang, Anda bisa saja gagal dan modal Anda hilang. Tapi rasa takut ini tidak sepantasnya menghalangi langkah Anda dalam mewujudkan mimpi kan?

 Umur tidak menjadi patokan untuk mengetahui kedewasaan seseorang. Bisa jadi Anda akan bertemu dengan orang yang lebih muda dari Anda, namun pemikirannya lebih dewasa dibandingkan orang yang berusia 30 atau 40 tahun. Kedewasaan tidak datang secara instan, tapi juga tidak bisa sekadar ditunggu begitu saja. Anda harus melatih pola pikir dan sikap dewasa lewat berbagai proses kehidupan. Kuncinya adalah kemampuan dan keinginan untuk terus berproses memperbaiki diri menjadi lebih baik, dan open minded serta berkeinginan untuk belajar dalam setiap prosesnya.  
 

Nov 3, 2023

Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Terobsesi Menjadi Sempurna 

 


Video klip di atas "beautiful" milik Christina Aguilera. Lagunya sendiri mengatakan bahwa kecantikan itu sifatnya relatif. Tidak terbatas pada satu ras atau kelompok etnis, ukuran, berat badan, tinggi badan, warna rambut, warna mata, tekstur rambut, panjang rambut, dan lain - lain sesuai standard yang telah di tentukan di masyarakat. Kalau dalam budaya pewayangan Jawa, kecantikan itu di gambarkan, salah satunya seperti Dewi Wara Sumbadra (bacanya; Dewi Woro Sembodro) atau Rara Ireng ialah putri Prabu Basudewa, raja negara Madura (Mandura). Dia di gambarkan sebagai seorang putri yang anggun, lembut, tenang, setia dan patuh pada suaminya, penyabar, berbudi pekerti yang baik, tenang, namun mampu bersikap tegas bila diperlukan. Gimana ya bilangnya. Kalau dalam video klip di atas di perlihatkan kelompok anak muda memegang handphone sebagai cerminan obsesi wanita yang selalu ingin tampil cantik dan sempurna. Dan mereka rela melakukan apapun untuk mengejar obsesinya itu. Makanya di lagu tersebut mengajak pendengar nya untuk berdamai dengan perasaan sendiri dan bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan, karena setiap perempuan terlahir cantik dan setiap makhluk tercipta sempurna dimata yang Maha Kuasa.

Seorang yang idealis dan perfeksionis memiliki kecenderungan untuk meraih kesempurnaan dalam hal apapun, baik itu pekerjaan, penampilan, bahkan hingga dalam hal-hal kecil sehari-hari. Hal ini tentu ndak sepenuhnya buruk, pun begitu juga, hal ini ndak sepenuhnya bisa dibilang baik. Keinginan untuk selalu menjadi yang terbaik dan melakukan segala hal dengan sempurna akan membuat kita termotivasi untuk maksimal dalam menjalankan segala hal. Namun, jika tidak bisa dikontrol dengan baik, keinginan untuk menjadi sempurna ini bisa menyebabkan kita terjebak dalam beberapa hal berikut.

• Mengejar kesempurnaan hanya akan membuat Anda sering kecewa

Selalu mengharapkan kesempurnaan, ndak cuma dari diri sendiri, tapi juga orang lain hanya akan membuat Anda sering merasa kecewa. Kekecewaan ini bahkan bisa membenamkan Anda dalam perasaan depresi yang berlarut-larut. Bentuk kekecewaan ini bisa saja beragam dan tidak begitu Anda rasakan pada awalnya. Namun, lama-kelamaan semua itu akan menumpuk dalam diri Anda tanpa Anda sadari.

• Harapan Anda akan sesuatu juga menjadi sangat tinggi

Bayangkan, ketika Anda sudah terobsesi dengan berbagai bentuk kesempurnaan, Anda kemudian akan mulai berharap terlalu tinggi pada pasangan Anda yang dari luar terlihat sangat sempurna. Padahal, yang namanya manusia tentu memiliki kekurangan. Ndak cuma pada pasangan, perasaan berharap ini juga akan Anda miliki pada hal lain jika kesempurnaan adalah sesuatu yang Anda tuju selama ini. Misal, pada pekerjaan, karena merasa sudah sempurna dalam segala kerjaan yang Anda lakukan, Anda jadi berharap akan bisa segera mendapat kenaikan jabatan. Hidup penuh harapan yang terlalu tinggi seperti ini ndak menyenangkan, lho. 

• Anda juga akan jarang bersyukur jika selalu ingin segalanya sempurna

Karena terlalu mengejar kesempurnaan, Anda akan jadi orang yang sering mengeluh dan jarang bersyukur, lho. Kenapa? Karena ketika tidak berhasil mendapatkan sesuatu sesempurna yang kita inginkan, kita jadi cenderung untuk enggan menghargai hal tersebut. Kurangnya rasa syukur ini bisa menjadikan kita tidak bisa menikmati apapun yang kita miliki karena terlalu fokus pada apa yang tidak bisa kita miliki.

• Alhasil, ndak akan ada yang namanya kebahagiaan dalam diri Anda

Ketika harapan sudah terlalu tinggi namun kenyataannya tidak seperti yang diimpikan, maka pastilah yang muncul adalah kekecewaan. Untuk Anda yang masih terobsesi dengan kesempurnaan, rasa kecewa seperti ini bisa menjadi sebuah tekanan tersendiri yang ndak bisa ditolerir. Bukan ndak mungkin, kebahagiaan menjadi sirna dalam diri seseorang yang terus terobsesi pada kesempurnaan.

• Obsesi Anda akan kesempurnaan hanya akan membuat Anda menjadi pribadi yang egois dan jumawa

Sulit untuk menjadi orang yang memikirkan kepentingan orang lain jika kita sudah terlalu fokus pada kesempurnaan yang ingin kita raih. Sehingga, siapapun yang memiliki obsesi berlebihan seperti ini akan berakhir menjadi seorang yang egois. Selain itu, ketika beberapa pencapaian berhasil diraih, sudah pasti orang jenis ini akan menjadi sangat sombong dan jumawa. Kedua sifat tersebut ndak cuma merugikan orang lain, tapi tentunya juga akan merugikan diri sendiri. Mungkin efeknya ndak akan Anda rasakan dalam waktu dekat, tapi pastinya akan berimbas bagi diri Anda di masa yang akan datang. Intinya, obsesi terhadap kesempurnaan hanya akan menyulitkan diri Anda sendiri Keinginan untuk mencapai sesuatu tentu sangat disarankan, tapi ketika semua usaha sudah dilakukan, hasilnya harus tetap kita serahkan pada Allah Yang Maha Kuasa.

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah (Muhammad): “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Makna dalam Surat Ali Imran ayat 26 adalah bahwa Allah yang Maha Kuasa, Maha Memiliki, Maha Mengatur, Maha Menghendaki dan Maha Memuliakan makhluk ciptaan-Nya. Maka bergantunglah kepada-Nya dan jangan sekali-kali Anda bergantung kepada manusia melebihi kepada Allah SWT.