Jul 27, 2022

Cara Meditasi Islam yang Bisa Cegah Stres dan Tingkatkan Mental dan Pikiran

 



Selena, SettiaBlog dapat bibit kelapa gading, seperti pada klip di atas, daunnya baru tumbuh 2 helai. Kelapa gading itu buahnya kecil - kecil berwarna kuning gading Selena dan pelepahnya juga memiliki warna kuning gading. Pohonnya tidak tinggi, paling hanya 3 meteran, sehingga dulu masyarakat Jawa sering menanamnya di depan rumah sebagai pohon hias. Tampilannya kelapa gading ini cantik kok Selena. Tapi sekarang sudah mulai jarang di temukan. Naah...cengkir (kelapa masih sangat muda) kelapa gading ini Selena yang biasa di gunakan untuk acara tingkepan dan satunya cengkir kelapa hijau. SettiaBlog sering di suruh menggambarkan tokoh wayang pada cengkir. Cengkir sendiri memiliki arti kencenging pikir. Maknanya menjalani hidup harus dilandasi pikiran yang kuat, tidak mudah bimbang. Orang yang berpikiran kuat memiliki mental yang tangguh dan memiliki hat yang teguh, tetapi mau terus mengembangkan diri dan mampu beradaptasi dengan hal-hal baru. Untuk memiliki pikiran yang kuat, Anda perlu melatih diri dengan tekun. Bentuklah mental yang tangguh dengan memastikan prinsip hidup yang Anda yakini, memiliki pendirian untuk menjalani hidup sesuai nilai keutamaan, dan menjadi pribadi tangguh yang mampu mengatasi kesulitan.

Di sisi lain kita sering di hadapkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan itu bisa membuat kita stres. Ada beberapa cara untuk mengurangi stres hingga rasa cemas. Salah satunya adalah dengan melakukan meditasi Islam yang tujuannya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbicara tentang meditasi, kita sering memvisualisasikannya dengan yoga ataupun meditasi zen. Namun ada cara lain yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menjalankan meditasi dalam Islam. Pada dasarnya tujua dari meditasi ini adalah untuk mendapatkan kepuasan batin. Semua jenis meditasi Islam melibatkan seluruh kegiatan yang bentuknya mengingat Allah dan tujuan dari ini adalah untuk memurnikan hati dari pikiran jahat (negatif). Beberapa cara meditasi Islam yang bisa Anda lakukan:

1. Taffakur

Taffakur artinya berpikir dengan sengaja, konstruktif dan positif. Berapa banyak waktu yang kita habiskan dalam sehari untuk merefleksikan kebesaran Allah SWT? Di zaman seperti ini taffakur dinilai sangat penting. Kalau kita tidak memiliki waktu untuk merenung dan berpikir, tentunya kita justru akan mengalami ketakutan. Akibatnya bisa timbul stres, kecemasan dan kurangnya kedamaian dalam diri. Yang perlu kita lakukan adalah melepaskan dan membebaskan diri dari belenggu yang mengikat kita ke dunia ini. Mulailah dengan duduk diam selama lima menit setelah sholat fardhu. Tutup mata dan pikirkan bagaimana Allah selalu memperhatikan kita. Renungkan bagaimana saat Allah tahu semua yang ada di kepala kita, kekhawatiran kita hingga harapan kita. Fokus utama kita adalah pada Allah, bukan yang lain. Tingkatkan waktu sedikit demi sedikit setiap hari. Luangkan waktu untuk merenungkan Allah dan akhirat yang akan membantu kita untuk lebih bersyukur dan juga meringankan tekanan kehidupan sehari-hari. Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, i>"Allah Ta'ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat."

(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

2. Bersyukur

Banyak mengucapkan terima kasih secara verbal jadi salah satu ungkapan syukur kita. Mungkin kita melihat beberapa orang yang kurang beruntung sehingga dapat membuat kita berkata, "Saya bersyukur atas apa yang saya miliki". Rasa terima kasih ini tentu perlu dilakukan setiap hari secara sadar. Membuat jurnal rasa syukur memungkinkan kita untuk memproses emosi syukur dengan lebih baik. Hadits bersyukur atas segala nikmat Allah SWT ini disampaikan oleh Ibnu Amr ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua watak yang apabila keduanya terdapat dalam diri seseorang, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang sabar dan bersyukur. Yakni, seseorang yang jika melihat orang lain lebih pintar atas dirinya dalam masalah agama, ia mengikutinya. Dan jika melihat orang lain lebih sulit dari dirinya, lalu ia memuji Allah SWT atas karunia yang diterimanya. Orang seperti inilah yang dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersabar dan bersyukur." (HR. Tirmidzi).

3. I'tikaf

I'tikaf memiliki arti berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah sunnah ini sebenarnya bisa dilakukan setiap waktu, akan tetapi yang paling utama adalah saat bulan Ramadhan. Berdiam diri ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan beribadah di Gua Hira. Nabi juga selalu melakukan i'tikaf saat bulan Ramadan karena pahalanya sangat besar. Melepaskan diri dari rutinitas dan beribadah di masjid semata-mata hanya kepada Allah SWT. Saat i'tikaf jangan melamun dan pikiran tidak boleh kosong. Dan meninggakan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh seseorang yang sedang beritikaf. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa."

4. Dzikir

Dzikir adalah salah satu praktik meditasi Islam yang paling umum. Dzikir berarti memuji dan memuliakan Allah. Dengan berdzikir dalam keadaan meditasi, Anda akan meningkatkan efektivitas latihan yang luar biasa. Allah SWT menjamin akan memberi ketenangan hati dan akan selalu mengingat orang-orang yang berdzikir kepada-Nya, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an: "Orang-orang yang beriman keadaan hati mereka menjadi tenang karena dzikir kepada Allah, ingatlah dengan mengingatkan Allah, hati menjadi tenang." (QS. Al-Ra'du: 28).

5. Membaca Al-Qur'an

Meditasi Islam salah satunya adalah membaca Al-Qur'an. Jika Anda mengalami hal yang sangat buruk sebaiknya berwudhu dan membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari).
Bottom Note

Lihat Selena, nanti kalau orang - orang di negara kamu pada menggunakan pohon kelapa gading sebagai hiasan halaman rumah. Nanti orang - orang sini baru berbondong - bondong ikut menanam pohon kelapa gading. SettiaBlog sendiri sebenarnya juga ingin buktikan ketika negara - negara maju di Eropa atau di Amerika menerapkan etika yang ada di Jawa, SettiaBlog memiliki keyakinan negara tersebut akan menjadi lebih makmur dan hebat.

SettiaBlog itu sering dengar kalau kita selalu berharap negara ini akan menjadi negara “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo” atau negeri yang memiliki kekayaan alam berlimpah, aman dan tentram. Bukankankah kita sudah mengalaminya sekarang? Menuntutnya itu terus yang gimana lagi. Tinggal kita sekarang mau menyukurinya atau tidak.

Jul 21, 2022

Tip's Melatih Kemandirian Emosional dan Sosial Sejak Dini

 



Tay, beberapa kali SettiaBlog memutar ulang lagu kamu yang "Carolina", yang ada pada klip di atas.  Ketika tiba di lirik, Into the mist, into the clouds
Don’t leave
I make a fist, I’ll make it count
And there are places I will never, ever go
And things that only Carolina will ever know

Vokal rendah kamu terdengar gimana gitu, semakin di dengerin semakin menyayat. Dan lagu kamu mampu mewakili kegetiran hidup  tokoh Kya dalam film "Where The Crawdads Sing." Yang paling SettiaBlog suka cara penulisan lirik kamu, terkesan sederhana tapi ada makna yang mendalam dalam bait tersebut. SettiaBlog jadi ingat gaya penulisan puisinya Wolfgang  Goethe. Kebetulan dulu waktu masih belajar bahasa Jerman, SettiaBlog suka baca puisinya Wolfgang Goethe.

Sementara "Where The Crawdads Sing" sendiri bercerita tentang perjuangan seorang gadis yang belajar untuk hidup mandiri di rawa-rawa Carolina Utara setelah ditinggalkan oleh orang tuanya. Kemandirian. Baik kemandirian emosional maupun kamandirian sosial, semestinya harus di latih sejak dini. Mengapa kemandirian harus dilatih sejak dini? Kita semua kan udah pada paham, dasarnya manusia itu kan memang diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Meski begitu bukan berarti Anda bisa bergantung kepada orang lain setiap saat. Dalam menjalani hidup, menjadi mandiri itu perlu. Sebab, ndak selamanya orang-orang di sekitar kita seperti keluarga atau teman mampu membantu kita menghadapi beban hidup yang semakin bertambah dari hari ke hari. Nah, apakah saat ini Anda sudah hidup sebagai pribadi yang mandiri? Kalau belum, cari tahu manfaat sikap mandiri dan bagaimana cara melatihnya berikut ini. 

Agar Tidak Mudah Mengandalkan Orang Lain

Sewaktu kecil kita mungkin terbiasa menerima bantuan dari orang tua. Ketika dewasa pun terkadang orang tua turut andil dalam membantu kita menjalin hidup. Meski menguntungkan, tetapi Anda tidak boleh lengah dan wajib melatih kemandirian diri sendiri. Ingat, tak selamanya orang tua bisa diandalkan. Suatu hari nanti ada masanya tenaga mereka mulai menurun dan justru Anda lah yang menjadi tulang punggung untuk mereka.  Jadi, mulai dari sekarang, biasakan hidup mandiri agar tidak selalu bergantung dengan uluran tangan orang lain. Ketika Anda bisa memegang kendali atas hidup Anda, maka cita-cita setinggi apa pun akan terasa mudah untuk diraih. 

Bekal untuk Bertahan Hidup di Dunia yang Keras Ini

Semakin bertambahnya usia, semakin besar tanggung jawab yang akan kita terima. Apalagi kalau Anda memutuskan untuk berumah tangga, tentunya sikap mandiri menjadi bekal penting yang harus dimiliki. Sementara di luar sana, orang bisa melakukan apa saja untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini. Anda pun harus demikian. Oleh karena itu, latihlah sikap mandiri mulai dari sekarang agar bisa survive menjalani hidup. 

Melatih Mental Jadi Lebih Tangguh 

Manfaat sikap mandiri yang ketiga adalah melatih mental menjadi lebih tangguh. Ketika kita terlalu bergantung kepada orang lain, tanpa disadari mental akan menjadi lebih manja. Padahal, dalam menjalani hidup kita dituntut menjadi pribadi yang tangguh agar bisa melewati setiap permasalahan yang ada. Untuk menumbuhkan perilaku tangguh, Anda bisa mulai dengan belajar hidup mandiri. Dengan cara ini lama kelamaan Anda akan menjadi orang yang kuat dan terbiasa dengan garis kehidupan yang ada kalanya penuh ujian. 

Membantu Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Melatih sikap mandiri ternyata juga bisa membantu menumbuhkan rasa percaya diri, lho. Ya, karena sudah terbiasa melewati rintangan yang ada tanpa bantuan orang lain, ke depannya jika ada masalah Anda akan lebih percaya diri untuk mengatasinya. 

Tips Melatih Diri Menjadi Seorang yang Mandiri

Setelah mengetahui manfaat sikap mandiri, sekarang cari tahu bagaimana cara menumbuhkan kemandirian lewat tips berikut.

Cobalah Membuat Keputusan untuk Diri Sendiri

Membuat sebuah keputusan untuk diri sendiri memang tidak mudah. Apalagi kalau hal itu berhubungan dengan kesuksesan kita di masa depan. Meski sulit, sebisa mungkin ambillah keputusan tanpa bantuan orang lain. Inilah cara pertama agar Anda bisa hidup dengan mandiri. Agar mendapatkan keputusan yang tepat, Anda bisa menimbang baik buruk dari setiap opsi yang ada.  

Jangan Cepat Meminta Bantuan Orang Lain

Jika memang masalah yang ada bisa dihadapi seorang diri, jangan buru-buru untuk meminta pertolongan kepada orang lain. Ingat ya, orang lain juga bisa merasa jengah kalau Anda terus menerus meminta bantuan mereka. Daripada dikenal sebagai orang yang menyebalkan, mulai sekarang jangan minta bantuan kalau tidak begitu perlu. 

Belajarlah Menanggung Beban Hidup yang Ada 

Tip's melatih sikap mandiri yang terakhir adalah belajar untuk menanggung beban hidup Anda sendiri. Meski begitu bukan berarti Anda tidak bisa menceritakan permasalahan tersebut kepada orang lain.  Hanya saja ketika Anda merasa bisa mengatasi seorang diri, maka atasilah. Dengan begitu Anda akan tumbuh jadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh.  Sikap mandiri merupakan salah satu kemampuan dasar agar bisa survive menjalani kehidupan. Kalau Anda merasa belum menjadi pribadi yang mandiri, mulai dari sekarang ikuti tips di atas untuk menumbuhkan rasa kemandirian. 


Bottom Note

Tay, beberapa hari ini SettiaBlog juga merasakan kegetiran. Awalnya 3 hari yang lalu, SettiaBlog kan meneruskan menggambar di dinding kamar SettiaBlog, tepatnya dinding sebelah barat yang ada jendelanya. Entah kenapa, SettiaBlog tiba - tiba ada niatan menggambar tetesan air di sudut dan bagian bawah jendela. Lalu apa yang terjadi? Malamnya, sambil rebahan SettiaBlog mengamati gambar di dinding kamar. Dinding sebelah utara, terlihat rindang dan adem gitu, dinding timur juga lumayan, yang selatan belum terlihat adem tapi enak di lihat, begitu melihat ke arah barat SettiaBlog seakan melihat air mata, benar - benar air mata Tay.

Pikiran SettiaBlog langsung ndak karuan, ini SettiaBlog mau di perlihatkan apa? Kenapa yang barat SettiaBlog kasih gambar air mata? Sudah, ndak pikir panjang, semua dinding kamar SettiaBlog cat ulang, karena SettiaBlog ndak mau melihat ada air mata.

Jul 19, 2022

Pola Pikir Sederhana yang Membantu Anda Berhenti Menyia-nyiakan Waktu

 



Kemarin malam SettiaBlog mencari buku catatan yang dulu sering SettiaBlog gunakan corat coret puisi, lha kok SettiaBlog menemukan buku "mutiara nasehat". Seingat SettiaBlog buku ini dulu aku pinjam di perpustakaan pribadinya bapak Rodli Abdurrahman, tetangga SettiaBlog, agak jauh c. Udah lu..ama ini, SettiaBlog lupa mengembalikan, SettiaBlog benar-benar minta maaf dengan bapak Rodli sekeluarga. Buku ini SettiaBlog buka tepat di halaman yang terlipat dan di situ tertera sub-tema "bagi waktu luangmu", lalu SettiaBlog ambil satu hadis, "Telah datang kepadaku Malaikat Jibril, lalu berkata, 'Ya Muhammad, hiduplah sesukamu, tetapi sadarlah bahwa kamu pasti mati; cintailah siapa saja yang kamu cintai, tetapi sadarlah bahwa kamu pasti akan berpisah; kerjakanlah apa saja yang kamu sukai, tetapi sadarlah bahwa kamu pasti mendapat balasannya; dan ketahuilah bahwa semulia - mulia orang yang beriman adalah orang yang berdiri (shalat) di tengah malam dan orang yang tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain'." (Hr Hakim). Dan SettiaBlog juga ambil satu ayat, "Hai orang - orang yang beriman bertaqwa lah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Hasyr 59 : 18). Intinya di suruh menggunakan waktu dengan bijaksana, karena hidup ini singkat. Seperti klip nya Dytto "life too short" di atas, sebenarnya ini lagunya aespa yang di cover oleh finger- tutting nya Dytto.

Lalu bagaimana cara memanfaatkan waktu hidup yang singkat ini dengan bijaksana? O..ya, SettiaBlog dulu sering memperhatikan keluarganya bapak Rodli yang bukunya SettiaBlog pinjam. Keluarganya sangat dinamis, menyeimbangkan antara agama, pekerjaan dan pendidikan. Seluruh anggota keluarganya itu seakan - akan ndak pernah menyia - nyiakan waktu. Dan mereka melakukannya dengan sabar, juga dengan kerja keras, karena hal ini tidaklah mudah. Sebagian besar dari kita mungkin sangat pandai dalam urusan menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, termasuk SettiaBlog. Kita bahkan merasa kalau hal itu tidak akan menimbulkan masalah. Padahal, kenyataannya di kemudian hari kita malah merasa menyesal atas semua waktu berharga yang pernah kita buang secara percuma. Kebiasaan buruk ini biasanya sulit dihentikan karena pola pikir kita yang masih keliru. Untuk itulah Anda perlu mencoba menerapkan beberapa pola pikir sederhana, yang dapat membantu Anda agar ndak lagi membiarkan waktu berharga Anda berlalu begitu saja.

1. Mulai segalanya dari sekarang

Saat hendak memulai sesuatu, jangan tunggu waktu yang sempurna untuk melakukannya. Karena yang ada malah waktu yang Anda miliki semakin menipis, sehingga nantinya Anda ndak sempat mengerjakan apa pun. Ketahuilah, bahwasanya sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mulai merealisasikan rencana Anda. Sesulit apa pun itu, jika Anda telah berani menyempatkan, maka kelak ndak akan ada penyesalan yang Anda rasakan.

2. Kerjakan sedikit demi sedikit

Saat dihadapkan langsung pada setumpuk pekerjaan, yang akan timbul pada diri Anda biasanya rasa malas. Belum apa-apa Anda sudah menganggap pekerjaan itu memberatkan. Padahal, Anda bisa memecah tugas itu menjadi beberapa bagian kecil, sehingga kesannya lebih mudah untuk dikerjakan. Menyicil pekerjaan sedikit demi sedikit jauh lebih baik ketimbang menundanya terus-menerus.

3. Sebisa mungkin isi waktu luang

Tidak melakukan apa pun di waktu luang memang bisa menjadi salah satu cara me time yang murah, tapi jangan juga dibiasakan seperti itu. Di lain kesempatan Anda tetap harus memanfaatkan waktu luang Anda dengan sebaik-baiknya. Ada banyak sekali kegiatan produktif yang bisa dilakukan sembari mengisi kekosongan waktu senggang. Bisa dengan menekuni hobi, atau mempelajari suatu keterampilan baru.

4. Berorientasi pada proses ketimbang hasil

Menjalani proses itu terkadang memakan waktu yang cukup lama. Meskipun begitu, waktu yang tercurahkan untuk hal tersebut tidak akan pernah berakhir sia-sia. Berbanding terbalik, jika yang Anda lakukan hanyalah terus-terusan berkhayal tentang hasil yang ingin Anda raih. Tentunya selain membuang-buang waktu, apa yang Anda inginkan pun mustahil dapat terwujud jika Anda tidak kunjung mengambil tindakan nyata.

5. Waktu yang Anda miliki berada dalam kendali Anda

Dengan pola pikir seperti ini, Anda akan lebih sadar, bahwa Anda-lah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas waktu yang Anda punya. Anda yang memutuskan ingin diisi oleh apa waktu senggang Anda. Apakah itu dengan hal-hal yang bermakna, atau sesuatu yang ndak berguna.


Jadi, bijaksanalah dalam mengatur waktu Anda. Anda yang mengendalikan waktu, bukan justru waktu yang mengendalikan Anda.

Bottom Note

"Nabi Muhammad SAW mengumpamakan kehidupan dunia bagaikan berjalan di hari panas, lalu berhenti sejenak sekadar beristirahat, dan tidak lama lagi tempat itu akan ditinggalkan."

Jul 14, 2022

Arah Pikiran Menentukan Masa Depan

 



Klip di atas itu Selena Gomez saat di Paris untuk menghadiri event khusus  peluncuran produk terbaru Rare Beauty miliknya. Lihat penampilannya, simple tapi mampu memperlihatkan kecantikannya, di situ dia kenakan warna white egg, dia juga kenakan warna putih azure yang di padu dark forest green, di tambah sanggulnya, terlihat elegan kan. Saat di Milan, Italia Selena kenakan warna mint green di padu hitam motif kotak warna orange dan di London , Inggris dia kenakan warna neon yellow. Semua warna yang di kenakan sangat simple. Dari model dan warna yang simple ini membuat Selena tambah terlihat sederhana, cantik, anggun dan elegan. Dan ini sangat pas ketika di kenakan bertemu dengan para penggemar dan costumer yang menggunakan produknya. Jauh dari kesan sombong dan angkuh,. Begitulah cara Selena merangkul para penggemar dan costumernya.

 Setiap manusia mempunyai keunikan masing-masing, sehingga tidak dapat disamakan antara satu individu dengan individu yang lain. Begitu pun dengan kebiasaan dalam  menjalankan kehidupan serta pengaruhnya dalam menentukan orientasi masa depan. Seperti yang di lakukan Selena, yang serius membangun jaringan untuk mengembangkan bisnusnya. Tidak sedikit individu yang meremehkan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan, tanpa memikirkan bagaimana pengaruhnya terhadap masa depannya. Tanpa disadari, kebiasan-kebiasaan ini lah yang berpengaruh besar terhadap masa depan yang akan dijalani. Dalam menjalankan kehidupan dan membentuk kebiasaan mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun, membentuk kebiasaan baik yang menunjang orientasi dalam menentukan masa depan tentu tidak mudah. Individu perlu memiliki kesadaran penuh akan hal ini, sebagai akar dalam membentuk kebiasaan positif guna membentuk orientasi masa depan yang cerah. Saat manusia lahir, ia tidak mempunyai pengetahuan apapun dan tidak mengenal siapa pun. Ia mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang saling beriringan. Pada fase inilah, banyak hal yang ia dapatkan untuk menunjang masa depan.

Circle pertama yang ia jumpai adalah keluarga, orangtua mengajaknya berkomunikasi dengan berbagai ekspresi yang diupayakan agar terjadi interaksi. Seiring berjalannya waktu, ia tumbuh dengan berbagai pengaruh. Orangtua menyadari bahwa merekalah yang menjadi pengaruh utama dalam membentuk kebiasaan bagi anaknya. Orangtua adalah panutan sekaligus teladan yang menjadi sosok utama yang ditiru oleh anaknya, baik dalam hal berbicara, berbuat, serta kebiasaan-kebiasaan yang nampak terlihat oleh anaknya. Namun, adakah hal lain yang berpengaruh lebih besar dalam membentuk kebiasaan seorang individu? Tentu ada, itulah pikiran. Pikiran yang diatur oleh individu itu sendiri.

Sebentar, SettiaBlog jadi lapar, mencium aroma rendang buatan Simbok, yang di panasi. Ya, Simbok dapat bagian daging sapi dan kaki sapi saat Hari Raya Kurban. Kaki Sapi nya di buat asem-asem dan dagingnya di buat rendang. Jadi rendang sapi ini sudah di masak Simbok 3 hari yang lalu tapi tiap beberapa jam di panasi terus. Berarti namanya ini oblok - oblok rendang sapi....he...he..., tapi rasanya mantap lho. SettiaBlog makan dulu, ya!

SettiaBlog lanjutkan bahasannya. Di bawah ini ada beberapa kekuatan pikiran dalam mempengaruhi manusia :

Pikiran melahirkan mindset

Mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi, sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.

Pikiran mempengaruhi intelektualitas

Akal seseorang bekerja sesuai arahan. Pikiran apa pun yang sedang dipikirkan seseorang akan diterima oleh akal dan ia akan bekerja ke arah pikiran itu. Segala sesuatu yang dipikirkanakan menjadi arah bagi akal, kemudian akan bekerja dan mewujudkan pikiran tersebut. .

Pikiran mempengaruhi fisik

Segala sesuatu yang ada di pikiran, akan menjadi pusat perhatian akal, kemudian membuka memori yang tersimpan di file khusus hingga memengaruhi tubuh saat itu juga. Kondisi tubuh juga dapat memengaruhi akal, membuatnya membuka file sejenis dengan kondisi tubuh. .

Pikiran mempengaruhi perasaan

Perasaan adalah reaksi alamiah dari pikiran dalam diri kita. Perasaan juga bersumber dari pikiran. Bahwa kekuatan pikiran berpengaruh pada akal, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan perasaan yang menguasai seseorang. .

Pikiran mempengaruhi sikap

Sikap tidak menggambarkan manusia sebagai makhluk paling sempurna, tapi sesuatu yang diprogram oleh dunia luar hingga terjadi secara spontan. Ada sikap memusuhi atau menyerang, sikap taat dan menerima, serta sikap tegas dan percaya diri. .

Pikiran memengaruhi hasil

Pikiran memengaruhi akal dan membuatnya berkonsentrasi pada suatu makna. Kemudian otak membuka file yang serupa dengan makna tersebut dan memengaruhi perasaaan. Perasaan adalah bahan bakar bagi sikap yang digunakan orang dalam menggerakkan tubuh, mengekspresikan wajah dan berbicara. Semua itu mendatangkan hasil yang ingin diwujudkan ketika itu. Otak akan mengambil hasil tersebut dan menyimpannya dalam file khusus dalam memori. .

Pikiran memiliki proses yang kuat

Proses berpikir hanya memerlukan waktu sekejap, namun berlangsung secara terus-menerus. Proses berpikir mempunyai 7 sumber pendukung dalam pembentukannya, yaitu bersumber dari orangtua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman, media massa, dan diri sendiri. Sejak manusia lahir, dididik orang tua, yangakan selalu mengenalkan anaknya kepada lingkungan baru. Sebagai bayi yang tidak mengetahui apapun, pada fase pertumbuhan manusia belajar dengan proses meniru. Meniru kebiasaan orang tua, keluarga, dan lingkungan terdekat yang menjadi bahan tiruan, yang nantinya proses ini akan disimpan dalam arsip khsusus.

Seiring berjalannya waktu, seorang manusia memasuki ruang lingkup yang lebih luas lagi, yaitu masyarakat. Akal akan terus mengikat informasi-informasi baru yang terdapat dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri. Oleh sebab itulah, data-data pengalaman sejak manusia lahir itu akan menjadi bahan untuk dibuka oleh akal jika nanti ada keterkaitan. Pikiran yang berulang-ulang dan dihubungkan dengan persepsinya. Pikiran akanmembuat arsip memori dalam akal. Ketika manusia lahir, otaknya masih jernih. Seiring berjalannya waktu, otak manusia diisi oleh pengaruh-pengaruh interaksi yang akan tersimpan dan terekam dalam file-file.

Setiap kali mengahadapi pengalaman baru, otak akan mengidentifikasikannya dengan menggunakan data-data yang sudah ada di dalam otak, kemudian menyimpan pengalaman baru itu di dalam file sejenis. Pikiran itu menentukan sukses atau gagal, bahagia atau sengsara. Dikatakan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yang ditujukan pada pikiran ini adalah negatif, maka sekitar 60.000 pikiran keluar dari akal akan mengarah ke arah negatif.

Sebaliknya, jika arah yang ditujukan pada pikiran adalah positif, maka sekitas 60.000 pikiran akan mengarah ke arah positif. Lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Dengan perhitungan sederhana, 80% dari 60.000 pikiran, berarti sekitar 48.000 pikiran negatif yang melahirkan mindset, memengaruhi intelektualitas, fisik, perasaan, sikap dan hasil. Harus diakui bahwa manusia harus ekstra hati-hati dalam menentukan dan mengelola pikirannya. Sebab, pikiran merupakan akar dari berjalannya kehidupan manusia, terutama dalam membentuk kebiasaan.

Sebuah lembaga penelitian di Toronto, Kanada, melakukan riset tentang kebiasaan. Uji coba dilakukan terhadap 2 ekor belalang peloncat yang diletakkan di dalam tabung kaca yang separuhnya diisi air. Untuk mempertahankan hidup, tentunya belalang ini harus berusaha keluar dari tabung dengan meloncat. Lambat laun, belalang ini tidak berusaha untuk meloncat lagi karena setiap kali meloncat mereka terbentur dengan tutup tabung. Setelah tutup tabung dibuka, ternyata tidak satupun belalang yang berusaha untuk meloncat lagi. Yang akhirnya belalang tersebut tenggelam dan mati. Dari hasil riset ini, mari kita analogikan dengan kebiasaan manusia. Manusia yang terus berusaha tentunya akan mendapatkan hasil yang berbeda dengan manusia yang menyerah begitu saja.

Kebiasaan manusia terbentuk dengan cara yang sama, yaitu pengulangan perilaku kemudian diikat dengan perasaan dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga terbentuk kebiasaan. Kebiasaan adalah pikiran yang diciptakan seseorang dalam benaknya, kemudian dihubungkan dengan perasaan dan diulang-ulang hingga akal meyakininya sebagai bagian dari perilakunya. Apabila seorang individu mengarahkan pikirannya ke arah negative, kemudian pikiran tersebut memengaruhi dan membentuk kebiasaan buruk, tentu akan memengaruhi dirinya dalam menentukan arah masa depannya. Begitupun sebaliknya, apabila seorang individu mengarahkan pikirannya ke arah positif, kemudian pikiran tersebut memengaruhi dan membentuk kebiasaan positif, tentu akan semakin menunjang dirinya dalam menentukan arah masa depannya. 

Mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif dan mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik memanglah tidak mudah. Sebab, kebiasaan tersebut telah berulang-ulang dilakukan. Dalam Hukum Kebiasaan di jelaskan bahwa “Pikiran atau tindakan apa saja yang Anda lakukan secara berulang-ulang, pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan baru.”  Dalam hal ini, tentunya seorang individu pasti bisa merubah kebiasaan-kebiasaan buruk menjadi kebiasaan positif dengan memunculkan kebiasaan baru dan itu harus diupayakan demi kebaikan diri sendiri serta penunjang menentukan masa depan. Ada juga yang bilang bahwa kebiasaan adalah faktor yang kuat dalam hidup kita. Karena kebiasaan yang konsisten dan sering dilakukan merupakan pola yang tidak disadari, maka kebiasaan secara terus menerus menghasilkan efektivitas atau ketidakefektifan kita dalam memanfaatkan waktu.

Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia akan tiba masanya dihadapkan dengan perbagai persoalan hidup terkait tujuan di masa depan seperti pendidikan, pekerjaan, ataupun pernikahan. Orientasi masa depan di bidang pendidikan tentu menjadi hal yang sangar mendasar dan sangat penting diantara bidang yang lainnya. Dalam menghadapi hal ini, perlu adanya pondasi kuat dalam membentengi diri dan merencanakan orientasi masa depan yang matang dan tersusun jelas. Secara garis besar, hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu diri kita sendiri, sementara faktor eksternal yaitu orangtua, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Dalam menyikapi 2 hal ini, seorang individu mempunyai keunikan tersendiri. Apakah ia lebih kuat dengan pondasi dari dirinya sendiri dan tahan terhadap pengaruh sekitar, atau ia lemah dan mudah terpengaruhi oleh lingkungan sekitar. Keduanya sama-sama bersumber dari akar, yaitu pikiran.

Ada 5 jenis manusia.
Pertama,orang yang tidak tahu apa yang diinginkan.
Kedua, orang yang tahu apa yang diinginkan, tapi tidak melakukan apa pun untuk menggapainya.
Ketiga, orang yang tahu apa yang diinginkan dan punya tujuan jelas, tapi tidak percaya pada kemampuannya.
Keempat, orang yang tahu pasti apa yang diinginkan, tapi ia terpengaruh oleh hal-hal negatif dari luar.
Kelima,orang yang tahu apa yang diinginkan dan berusaha keras untuk menggapainya sampai berhasil. Jika kita diperkenankan untuk memilih diantara 5 jenis manusia tersebut, urutan ke berapa kita akan memposisikan diri? Tentu saja kita ingin berada di posisi kelima.

 Maka dari itu, manusia perlu memahami bagaimana proses akalnya berpikir. Agar dapat mengarahkan pikirannya ke arah positif, tetaplah berusaha untuk mengarahkan pikiran tersebut ke arah positif. Lakukan usaha tersebut secara terus menerus, agar membentuk pola pikir (mindset) positif. Dengan begitu, hal tersebut akan memengaruhi intelektualitas serta memengaruhi keadaan fisik. Mengarahkan pikiran ke arah positif juga akan memengaruhi perasaan yang membentuk sikap. Setiap tahapan dalam mengelola pikiran akan memengaruhi hasil yang diupayakan. Oleh karena itu, tetaplah berupaya untuk mengarahkan pikiran ke arah positif agar membentuk kebiasaan yang efektif serta berpengaruh baik dalam menentukan orientasi masa depan.


Bottom Note



Klip di Bottom Note ini Putri Leonor dari Spanyol, muda, anggun, cantik, pintar dan cerdas, di tambah gaun warna deepskyblue yang di kenakan menambah cantik penampilannya. Ya memang  deepskyblue ini warnanya perempuan, karena yang pakiai warna ini akan terlihat feminin. Putri Leonor masih muda tapi sudah menguasai lebih dari 4 bahasa internasional. Dan dia juga menggalang kerukunan dengan putri dan pangeran muda dari negara lain, seperti Inggris, Norwegia, Jordania, Maroko dan negara - negara lainnya. Kasih sayang sesama umat harus selalu di tumbuhkan seperti lirik pada klip "love goes on" di bawah ini.

Begitu juga blognya Settia ini yang selalu menebar kasih sayang ke seluruh umat agar tercipta perdamaian. O..ya, SettiaBlog tegaskan lagi, ndak usah ikut baca blog barunya Settia. Itu memang catatan yang khusus untuk mengingatkan SettiaBlog. Dulu untuk melatih sikap - sikap seperti itu SettiaBlog imbangi dengan puasa daging, lama itu, lebih dari 7 tahun, mulai dari SMA. Jangan ada yang meniru kekonyolan SettiaBlog ini. Tekanan darah SettiaBlog dulu ndak pernah lebih dari 90 mmHg. Mati suri dulu sering SettiaBlog alami, anehnya orang - orang di sekitar SettiaBlog ndak ada yang tahu. Kalau sekarang sudah normal, lha wong sudah makan daging walaupun ndak banyak. Berarti SettiaBlog sudah bisa menjadi manusia berbudi luhur? SettiaBlog belum bisa dan mungkin juga ndak bisa. Makanya SettiaBlog terus belajar dan selalu memohon pada Allah SWT agar memiliki pikiran positif, SettiaBlog ndak muluk - muluk kok, yang penting memiliki pikiran positif itu sudah cukup karena SettiaBlog ndak mungkin jadi manusia berbudi luhur. Lebih dari 80% pikiran SettiaBlog masih memikirkan dunia...jauh banget dari sikap berbudi pekerti luhur. Lha wong setiap menit ae selalu memikirkan gendhuk SettiaBlog.

Jul 11, 2022

Beberapa Keunggulan Responsive Selling

 



Klip di atas itu tampilan blog pribadi yang baru SettiaBlog buat. Baru SettiaBlog posting 5 catatan SettiaBlog, sambil menguji meta tag dan responsive atau ndak template SettiaBlog ini. Catatan ini sudah SettiaBlog buat beberapa tahun yang lalu, saat SettiaBlog di ajari kakangmas SettiaBlog tentang berbudi pekerti dan berbudi luhur. SettiaBlog mencari dan membuat catatan sebagai pengingat, jumlahnya kalau ndak salah sekitar 25 tapi baru 5 yang SettiaBlog posting. Setelah SettiaBlog coba, cukup responsive, ketika handphone di miringkan lebarnya juga pas, seperti yang Anda lihat di klip. Untuk lagu SettiaBlog kasih tombol play mengapung di bawah, tiap postingan memiliki lagu sendiri - sendiri dan saat di Beranda ketika tekan tombol play maka akan terdengar lagu "Romeo and Juliet" seperti klip di atas. Untuk warna font nya masih SettiaBlog uji, ini gunakan hexadecimal #889988 (dolphin gray), kayaknya ramah di mata. Kalau nama blognya, Settia Nation, ya ini blog pribadi SettiaBlog, bahasannya memang di buat keras agar bisa menuntun dan mengingatkan SettiaBlog. Bicara soal "responsive", tidak hanya berlaku pada blog atau website, dalam bisnis pun juga di kenal responsive selling.

Responsive selling adalah penawaran dan penjualan demi menciptakan respon positif dari permintaan pembelian oleh konsumen. Hal ini, mudah dijumpai, seiring perkembangan bisnis online yang makin meningkat. Banyak produk yang bisa dibeli hanya dengan  menggunakan smartphone dengan modal klik saja. Namun dengan kemudahan ini, tak jarang ada beberapa orang yang salah membeli atau memesan produk. Alhasil, pembeli tidak dapat melihat dan mencoba barang secara langsung. Maka, para pembeli hanya dapat mengandalkan deskripsi yang diberikan oleh penjual. Untuk meminimalisir hal ini, biasanya pembeli akan melihat online review terlebih dahulu. Oleh karena itu, teknik responsive selling berupa ulasan positif merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah bisnis.

Beberapa Keunggulan Responsive Selling

Responsive selling punya peranan penting dalam menghasilkan sebuah ulasan. Sebab, ulasan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para calon pembeli. Sekitar 61 persen pembeli membaca ulasan positif terlebih dahulu sebelum membuat keputusan untuk membeli suatu produk. Selain itu, para calon pembeli cenderung melakukan pembelian pada produk yang memiliki nilai rata-rata 4 bintang atau bahkan lebih. Dengan adanya ulasan positif ini, akan membantu para calon pembeli untuk memilih produk Anda atau produk kompetitor.

• Meningkatkan Kepercayaan Calon Pembeli Baru

Ulasan online dapat membantu meningkatkan kepercayaan calon pembeli. Toko online yang memiliki banyak ulasan positif dari pembeli sebelumnya akan lebih dipercaya oleh calon pembeli baru. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa testimoni pelanggan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen. Ketika calon pembeli baru mengunjungi toko Anda maka hal yang mereka lihat tidak hanya produk dan harganya saja melainkan juga testimoni dari pelanggan lain. Testimoni sangat membantu mereka dalam memutuskan tindakan selanjutnya. Apabila ulasan online dirasa cukup memuaskan maka mereka tidak akan berpikir ulang dalam membeli produk atau layanan Anda.

• Meningkatkan Identitas Merek

Salah satu manfaat dari ulasan positif secara online untuk bisnis adalah dapat membantu meningkatkan pengenalan merek. Semakin banyak perusahaan Anda mendapatkan ulasan positif dari pelanggan maka semakin meningkat pula merek Anda. Akan ada banyak orang yang mengenal dan mengetahui merek Anda melalui ulasan yang Anda tampilkan secara online. Dengan adanya ulasan atau testimoni yang Anda tampilkan pada berbagai media online maka orang-orang akan melihat perusahaan Anda sebagai perusahaan yang memiliki nilai. Jika banyak pelanggan yang memberikan ulasan positif maka dapat membantu meningkatkan rating. Ini juga sangat membantu meningkatkan kepopuleran toko Anda di mesin pencari.

• Meningkatkan Penjualan

Bukankah kepercayaan pelanggan adalah salah satu syarat dalam meningkatkan kepercayaan? Nah ketika calon pembeli menemukan ulasan kepuasan pelanggan sebelumnya maka dapat meningkatkan kepercayaan dan minat beli yang lebih besar. Maka tidak heran jika ulasan online dianggap sebagai salah satu strategi yang dapat membantu meningkatkan penjualan. Apabila Anda menampilkan testimoni di media digital Anda baik website, media sosial dan lain sebagainya maka dapat meningkatkan visibilitas merek Anda. Orang-orang dapat mengetahui bagaimana pelanggan Anda puas dengan apa yang Anda berikan kepada mereka. Sehingga ini dapat meningkatkan minat beli mereka terhadap produk atau layanan Anda.


Bottom Note

Budi luhur bisa dianggap sebagai rangkuman dari segala apa yang dianggap watak utama oleh orang Jawa. Siapa saja yang berbudi luhur seakan-akan dalam diri manusia itu menyinarkan kehadiran Tuhan kepada sesama dan lingkungannya. Budi luhur tidak lain merupakan sebuah ideologi orang Jawa, sebagai falsafah hidup dalam berperilaku. Aktualisasi budi luhur dalam perilaku diwujudkan melalui budi pekerti. Budi pekerti berasal dari kata ”budi” dan ”pekerti.” Kata ”budi” berarti kesadaran mulia, yang diejawantahkan berupa etika atau norma kehidupan, sedangkan kata ”pekerti” diturunkan dari akar kata Sanskerta ”kr” yang berarti bertindak. Budi luhur adalah hal ihwal yang dicita-citakan, dimimpikan, bersifat abstrak, dan akan diwujudkan ke dalam kehidupan dalam bentuk budi pekerti. Adapun budi pekerti adalah etos pekerti atau bingkai tindakan yang membentuk etika kehidupan. Etika adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupannya. Etika itu merupakan rambu-rambu normatif untuk menilai apakah pekerti seseorang dianggap mencerminkan budi luhur atau tidak. Penyimpangan terhadap etika berarti juga sekaligus pengingkaran terhadap nilai budi luhur. Begitu pula etika kebijakan Jawa, tentu dapat diartikan sebagai norma yang digunakan masyarakat Jawa untuk menilai pekerti seseorang dalam kehidupannya.

Maaf jika SettiaBlog salah menafsirkan! Ya mungkin banyak pihak yang ndak suka dengan falsafah - falsafah luhur yang telah di kembangkan oleh leluhur Jawa ini, SettiaBlog sendiri ndak tahu kenapa? Apa yang salah? Banyak juga yang memperdebatkan asal usul orang Jawa. Kenapa mereka ndak datang ke Yogya menemui mbak yu Pembayun terus suruh bukakan garis keturunannya dari mana. Tapi ndak usah kaget jika nasabnya sampai ke Nabi Muhammad SAW. Makanya di Jawa selalu menekankan pentingnya memahami budi pekerti yang luhur, seperti yang di ajarkan Nabi Muhammad SAW. Kalau masih ndak terima, datang saja ke Jawa Barat, tanya, nasabnya ke mana. Jangan - jangan juga sama.

Ini fakta yang ada di Jawa. Kenapa banyak pihak yang ndak suka dengan keberadaan orang Jawa, salah satunya karena banyak orang Jawa yang masih memiliki nasab ke Nabi Muhammad SAW. Apakah Anda semua juga ingin Jawa dengan keluhuran budi pekerti nya hilang? Tolonglah di renungkan!

Jul 6, 2022

Apatis Bisa Menjadi Tanda Salah Satu Gangguan Mental

 



Beberapa hari ini SettiaBlog utak - atik membuat template blog baru. SettiaBlog membuat blog baru, isinya ini nanti yang berhubungan dengan perjalan SettiaBlog, bisa cerpennya SettiaBlog, novelnya SettiaBlog, puisinya SettiaBlog, karikaturnya SettiaBlog atau catatan - catatan yang mengispirasi perkembangan SettiaBlog. Template nya sendiri SettiaBlog membuatnya dalam bentuk template lama, header dan nav nya biasa kayak model blog lama tapi tetap di buat responsive. Template ini hanya SettiaBlog khususkan untuk tampilan mobile (handphone). Nanti kalau sudah jadi akan SettiaBlog tunjukkan. SettiaBlog buat novel? SettiaBlog buat cerpen? Wes tha, ndak usah terlalu di pikirin omongan SettiaBlog. Kalau memang SettiaBlog nanti beneran buat novel atau cerpen, kalau ingin baca Anda harus menyiapkan mental.

Lha ya, kemarin malam pas lagi serius utak - atik css coding template blog SettiaBlog, di kasih kabar Simbah lambung {saudara simbah) SettiaBlog meninggal dunia, sakit sekitar 7 hari, begitu anak-anaknya kumpul semua, Simbah lambung SettiaBlog menutup mata untuk selamanya, semua adalah kepunyaan Allah SWT, dan kepada Allah jualah semua akan kembali, ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan. . Pagi nya SettiaBlog langsung pergi menuju makam. Kebetulan untuk Simbah lambung SettiaBlog ini makam keluarganya ada dekat kuburan desa yang di tengah sawah. Sekitar jam setengah 8 pagi SettiaBlog melintas di galengan (pematang) sawah, sambil memandang hamparan padi yang habis di panen. Sampai di makam orang - orang sudah hampir selesai menggali. Seperti biasa tanpa banyak basa - basi SettiaBlog langsung ikut nimbrung duduk di bawah pohon dan ikut kelakar canda tawa mereka. Masyarakat di sini sudah terbiasa ketika ada tetangga yang meninggal atau di timpa kesusahan tanpa di minta sudah berbondong - bondong datang membantu. Alhamdulillah SettiaBlog hidup di tengah - tengah masyarakat yang dinamis, masih menjunjung tinggi solidaritas dan tidak apatis. Seperti pada klip " people help the people" milik Birdy. Klip yang indah, menggambarkan bahwa setiap manusia akan mengalami tua atau mengalami saat - saat lemah dan tentu membutuhkan orang lain.

Anda mungkin pernah berada dalam posisi menjadi orang yang atau merasa acuh tak acuh. Sikap apatis didefinisikan sebagai ketidakpedulian atau hilangnya minat terhadap situasi sosial dan emosional. Seseorang dapat dikatakan apatis jika mereka menunjukkan kurangnya perasaan, minat, dan perhatian khusus tentang situasi tertentu atau kehidupan secara umum. Meskipun banyak orang mungkin memiliki periode apatis yang singkat di beberapa titik dalam hidup mereka (yaitu mengabaikan kekecewaan, atau perasaan 'tidak dapat diganggu'), sikap apatis dalam pengertian medis dianggap sebagai sindrom jangka panjang. Apatis juga biasanya dikaitkan dengan kondisi mental atau gangguan tertentu. Walau demikian, apatis tidak sama dengan depresi.

Namun, apatis termasuk bagian dari gangguan depresi atau terkait dengan penurunan kognitif. Mengutip laman Parkinson’s Foundation depresi biasanya menimbulkan perasaan tidak berharga atau bersalah. Sementara orang dengan sikap apatis tidak akan merasakan suasana hati atau memiliki kondisi emosional yang datar.

Apatis sendiri di bagi menjadi beberapa subtipe, di antaranya:

Apatis emosional ditandai dengan kurangnya emosi positif dan negatif. Sikap apatis, ditandai dengan kurangnya perilaku yang dimulai dari diri sendiri.
Apatisme umum, ditandai dengan motivasi yang kurang, respons emosional yang buruk, dan kurangnya keterlibatan sosial.
Dua bentuk sikap apatis lain yang mungkin juga dialami seseorang, yaitu:
Apatis pengamat Jenis ini terkait dengan efek pengamat, sebuah fenomena di mana orang menyaksikan orang lain yang membutuhkan bantuan. Namun, tidak melakukan apa pun untuk campur tangan atau menawarkan bantuan. Ada banyak alasan mengapa orang tidak mengambil tindakan dalam situasi ini, termasuk ketidakpedulian atau sikap apatis terhadap penderitaan orang lain.

• Kelelahan karena belas kasih
•• Kadang-kadang orang pada awalnya peduli, tetapi menjadi kewalahan atau kelelahan secara fisik dan emosional.
•• Hal ini menyebabkan penurunan kemampuan untuk merasakan kasih sayang atau empati terhadap orang lain.

Anda perlu mengetahui apa saja yang menjadi tanda seseorang mengalami sikap apatis :

•• Tidak adanya emosi, perasaan, perhatian atau gairah

•• Kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari

Perasaan acuh tak acuh

Kurangnya minat dalam aktivitas

Mengurangi partisipasi dalam aktivitas

Tidak emosional dalam menanggapi peristiwa positif dan negatif

Kurangnya motivasi untuk melakukan atau menyelesaikan apapun

Kelesuan dan tingkat energi yang rendah atau kepasifan

Apatis mungkin sering merupakan gejala depresi tetapi keduanya bukanlah hal yang sama karena depresi biasanya membuat penderitanya mengalami ketidakberdayaan dan keputusasaan.

Apatis juga sering kali menjadi pembawa gejala depresi lainnya, termasuk anhedonia dan lesu.

Anhedonia,, merupakan keadaan di mana seseorang tidak menikmati hal-hal yang biasanya mereka sukai.

Ini mirip dalam beberapa hal dengan sikap apatis, tetapi sikap apatis lebih luas cakupannya daripada anhedonia.

Sementara kelesuan, bisa menjadi kondisi tubuh, pikiran, atau gabungan dari keduanya. Dalam kedua kasus tersebut, komponen inti adalah kelambatan atau kelambanan.

Hal ini sering kali berkaitan dengan apatis. Gejalanya meliputi mengantuk dan lelah.

Munculnya sikap apatis dalam diri Anda atau seorang individu bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun secara umum, apatis merupakan gejala dari beberapa gangguan kejiwaan dan neurologis yang meliputi:

Penyakit Alzheimer
Gangguan depresi persisten (alias dysthymia, sejenis depresi ringan kronis)
Demensia frontotemporal
Penyakit Huntington
Penyakit Parkinson
Kelumpuhan supranuklear progresif
Skizofrenia
Stroke
Demensia vascular


Sebuah penelitian dalam jurnal Hindawi menemukan lesi lobus frontal di otak orang dengan gejala apatis. Pusat apatis secara luas diyakini terletak di bagian depan otak. Dengan demikian, apatis dapat terjadi akibat stroke yang memengaruhi bagian otak ini. Seseorang juga bisa mengalami sikap apatis tanpa kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya, pada remaja yang terkadang cenderung mengalami sikap apatis, tetapi kondisi ini biasanya berlalu seiring waktu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Healthline, penyedia layanan kesehatan menggunakan empat kriteria untuk mendiagnosis sikap apatis. Orang dengan sikap apatis harus memenuhi semua kriteria di bawah ini:
• Penurunan atau kurangnya motivasi
• Seseorang menunjukkan motivasi yang berkurang yang tidak sesuai dengan usia, budaya, atau status kesehatan.
• Perubahan perilaku, pemikiran, atau emosional
• Perubahan perilaku mungkin menyulitkan untuk terlibat dalam percakapan atau melakukan tugas sehari-hari.
Perubahan dalam berpikir termasuk ketertarikan pada berita, acara sosial, dan pemikiran yang mendalam.
Efek pada kualitas hidup
Perubahan perilaku berdampak negatif pada kehidupan profesional dan hubungan pribadi seseorang.
Perubahan perilaku tidak disebabkan oleh kondisi lain
Perubahan perilaku tidak terkait dengan cacat fisik, penggunaan zat, atau tingkat kesadaran yang terpengaruh.
Seseorang harus mengalami gejala tersebut setidaknya selama empat minggu atau lebih untuk didiagnosis dengan sikap apatis.
Meski mungkin terdengar sepele, sikap apatis perlu penanganan khusus karena tidak dapat hilang dengan sendirinya. Apalagi jika keapatisan ini terjadi karena kondisi kesehatan mental yang bermasalah. Perawatan untuk sikap apatis tergantung pada penyebab yang mendasari.
• Psikoterapi : psikoterapi di gunakan ketika sikap apatis terkait dengan kondisi seperti depresi atau kecemasan. Misalnya, dengan terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini adalah salah satu pendekatan yang membahas pikiran dan perilaku yang mendasari suatu perbuatan yang berujung pada ketidakpedulian serta motivasi yang buruk dalam diri seseorang.

•• Pengobatan: sikap apatis yang disebabkan oleh gangguan neurodegeneratif progresif, akan diresepkan obat untuk mencoba dan mengatasi gejala ini. Contoh obat yang dapat digunakan untuk mengobati kondisi yang menampilkan apatis sebagai gejala meliputi:
Antidepresan seperti paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), dan bupropion (Wellbutrin, Zyban).
Antidementia, yang mengobati penyakit Alzheimer, seperti donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne), dan rivastigmine (Exelon).
Antipsikotik, yang digunakan untuk mengobati skizofrenia.
Stimulan dopamin, yang mengobati penyakit Parkinson, seperti ropinirole (Requip). Dan lain - lain.

Pengobatan mandiri : apabila Anda atau orang di sekitar Anda apatis tapi tidak mengambil tindakan dengan obat atau terapi, mungkin bisa mencoba pengobatan mandiri dengan cara:

1. Tetapkan Tujuan Kecil

Memiliki terlalu banyak tujuan dan kemudian gagal menyelesaikan tugas dapat membuat Anda merasa kalah dan tidak termotivasi sehingga memicu sikap apatis. Sebaliknya, fokuslah untuk menyelesaikan tugas-tugas kecil yang lebih mudah dikelola.

2. Pisahkan Proyek Besar Menjadi Langkah-Langkah Kecil

Sangat mudah untuk merasa kewalahan saat dihadapkan pada proyek besar. Dengan menangani hanya sebagian kecil dari proyek setiap hari, Anda dapat membuat kemajuan menuju tujuan bahkan jika sedang mengalami perasaan apatis.

3. Perhatikan Pemicunya

Perhatikan apakah ada situasi atau pemicu stres tertentu yang membuat Anda merasa apatis. Menghilangkan rintangan yang membuat diri sendiri merasa tidak termotivasi mungkin dapat membantu Anda merasa lebih mampu menemukan inspirasi.

4. Ubah Rutinitas

Terkadang kesibukan sehari-hari dapat membuat Anda merasa tidak terinspirasi dan memicu sikap apatis. Cobalah untuk mencari cara sehingga dapat keluar dari rutinitas, meskipun perubahan ini relatif kecil. Selain dengan menerapkan beberapa cara di atas, janganlah takut untuk meminta bantuan. Teman dan keluarga yang suportif dapat membantu Moms saat merasa tidak termotivasi, dan mendapatkan dukungan dari mereka mungkin dapat membantu memicu kembali minat yang ada dalam diri.


Bottom Note

Kepedulian sosial yang tinggi, tolong menolong, keramahan, beribadah tanpa tekanan karena saling menghargai antar pemeluk agama, menanamkan keluhuran budi pekerti di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dan masih banyak lagi sikap luhur lainnya. Itulah model Khilafah yang di gagas oleh Eyang - eyang SettiaBlog dan perlahan - lahan mulai terkikis. Dengan model Khilafah yang di gagas oleh Eyang - Eyang SettiaBlog agama Islam berkembang subur di Jawa dan Indonesia tanpa menyakiti agama lain dan tanpa intimidasi.

Jika masyarakat Indonesia sudah ndak suka dengan model Khilafah yang telah di gagas Eyang - Eyang SettiaBlog, ya ndak apa - apa. Biarkan model ini di pakai oleh negara lain. Tapi semuanya yang ngerti soal Khilafah, sekarang tolong SettiaBlog di tunjukkan, model yang cocok untuk Indonesia itu yang bagaimana? Mampu ndak membawa kedamaian umat. Maafkan SettiaBlog jika ngomongnya sering ndak enak! Background Bottom Note ini akan SettiaBlog gunakan pada template baru SettiaBlog.
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.

Jul 1, 2022

Mengenal Beberapa Kepribadian untuk Mengenal Diri Sendiri

 



Klip di atas itu mural (lukisan dinding) yang baru SettiaBlog buat di kamar SettiaBlog sendiri. Karena jendela kamar SettiaBlog menghadap ke barat, kalau siang sampai sore, tembok kamar SettiaBlog agak silau, makanya SettiaBlog kasih mural. Ya, gambarnya pas lagi santai, itupun tanpa konsep dan seperti yang Anda lihat baru dapat satu sisi dinding kamar. SettiaBlog sengaja buat monokromatik, hanya memadukan 2 warna forest green dan white egg. Kalau konsepnya, apa ya, tropikal, di situ ada Pisang bali, Monstera, Taro, Pisang kipas, Pohon kelapa dan masih banyak yang lain. Jangan di tertawakan ya! Monstera yang di pojok itu untuk mengkaburkan sudut ruangan biar ruangan tidak terasa kaku. Kacau kan ya... SettiaBlog.... he... he... SettiaBlog mengetik bahasan ini sambil mengunyah sukun goreng, mbak yu SettiaBlog yang buat. Gambar yang SettiaBlog ambil dalam klip di atas itu belum selesai masih terlihat kasar guratannya, nanti di perhalus biar lebih kelihatan karakternya, kayak dahan dan pohon Monstera nya kan terlihat masih kaku. Kalau backsoundnya SettiaBlog kasih lagu "California in the Spring". Harapannya SettiaBlog c secepatnya keceriaan penuh tawa canda kembali menaungi seperti indahnya musim semi di California.

Bicara soal karakter tidak hanya gambar tembok SettiaBlog yang butuh, setiap manusia pun sudah semestinya mengenal karakter dan kepribadiannya masing - masing. Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti misalnya ada wanita ketika kenakan warna yang soft akan terlihat lembut dan anggun, ada yang yang terlalu percaya diri, ada yang berkepribadian pemalu. ada orang yang supel dan masih banyak lagi kepribadian.

Aspek-aspek kepribadian di antaranya :
Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa.
Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :

Kepribadian yang sehat

•• Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.

•• Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.

•• Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.

•• Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.

•• Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.

•• Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)

• Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.

•• Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.

•• Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.

•• Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.

•• Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi),  acceptance  (penerimaan), dan affection  (kasih sayang).

Kepribadian yang tidak sehat

•• Mudah marah (tersinggung)

•• Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan

•• Sering merasa tertekan (stress atau depresi)

•• Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang

•• Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum

•• Kebiasaan berbohong

•• Hiperaktif

•• Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas

•• Senang mengkritik atau mencemooh orang lain

•• Sulit tidur

•• Kurang memiliki rasa tanggung jawab

•• Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)

•• Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama

•• Pesimis dalam menghadapi kehidupan

•• Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan

Faktor-faktor penentu kepribadian

Faktor keturunan

Keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu.Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

Faktor lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.

Ciri - ciri individu yang berhasil berinteraksi dengan lingkungan atau kelompok

•• Diterima oleh kelompoknya

•• Diperlukan oleh kelompoknya

•• Disenangi oleh kelompoknya

•• Diharapkan manfaatnya bagi kelompok

Kecenderungan kepribadian

Bagaimana atau dari mana seseorang memperoleh SEMANGAT; apakah dari luar diri (extrovert/E), atau dari dalam diri (introvert/I).

Bagaimana seseorang mendapatkan INFORMASI; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuitive/N).

Bagaimana seseorang membuat KEPUTUSAN; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F).

Bagaimana seseorang MERENCANAKAN KEGIATANNYA; apakah dengan menilai situasi (judging/J) atau dengan memahami situasi (perceiving/P).

 1. Extrovert dan Introvert

Tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menuntut interaksi, semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif. Sebaliknya Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self.

Karakteristik Introvert :

•• Suka menyendiri

•• Menyukai pergaulan satu lawan satu

•• Berpikir, baru bicara atau bertindak

•• Melestarikan energi

•• Fokus pada dunia dalam

•• Tenang

•• Fokus pada satu hal dalam satu waktu

•• Diam

•• Berpikir pada diri sendiri

•• Menyukai refleksi

Karakteristik Ekstrovert:

•• Suka bergaul

•• Menyukai interaksi dalam kelompok

•• Bicara atau bertindak, baru berfikir

•• Mengeluarkan energi

•• Fokus pada dunia luar

••℅Banyak bicara

•• Menginginkan variasi dan aksi

•• Ramah

••℅Berpikir tanpa beban

•• Menyukai diskusi  

2. Intuitive (N) vs Sensing (S)

Tipe ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.Intutive adalah abstract thinkers. Sementara sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers.

Intuitive :

Lembut hati

Simpati pada problem orang lain

Subyektif, nyaman dengan nilai

Bijaksana

Menghargai pertemanan

Memutuskan dengan hati

Menghargai harmony

Terlihat emosional

Pandai menghargai orang lain

Memasukan segala sesuatu ke dalam hati

Sensing :

Cenderung pada kepastian

Menganalisis problem

Obyektif, nyaman dengan hal logis

Langsung

Menghargai kompetensi

Memutuskan dengan kepala

Menghargai keadilan

Terlihat tidak sensitif

Baik dalam memberi kritik

Tidak pernah memasukkan segala sesuatu ke dalam hati

  3. Perceiving (P) vs Judging (J)

Tipe dikotomi ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Judging bukan berarti judgemental (atau menghakimi), tapi diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat).

Perceiving

Menginginkan keterbukanaan

Menghargai sesuatu yang mengalir

Beradaptasi sambil jalan

Menyukai fleksibelitas

Main sekarang, kerja nanti

Menyukai proyek jangka pendek

Berorientasi proses

Lebih santai

Menyukai spontanitas

Judging

Suka akan kejelasan, kepastian

Menghargai sesuatu yang terstruktur

Perencanaan ke depan

Menyukai keteraturan

Kerja dulu, baru main

Menyukai proyek yang sempurna

Berorientasi hasil

Lebih terstruktur

Menyukai keteraturan, pasti  

4. Feeling (F) vs Thinking (T)

Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. SementaraThinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisis untuk mengambil keputusan.  

Feeling :  

Lembut hati  

Simpati pada problem orang lain  

Subyektif, nyaman dengan nilai  

Bijaksana  

Menghargai pertemanan  

Memutuskan dengan hati  

Menghargai harmony  

Terlihat emosional  

Pandai menghargai orang lain  

Memasukan segala sesuatu ke dalam hati  

Thinking :  

Cenderung pada kepastian  

Menganalisis problem  

Obyektif, nyaman dengan hal logis  

Langsung  

Menghargai kompetensi  

Memutuskan dengan kepala  

Menghargai keadilan  

Terlihat tidak sensitif  

Baik dalam memberi kritik  

Tidak pernah memasukkan segala sesuatu ke dalam hati


Bottom Note

Ini untuk njelasin alasan SettiaBlog mencorat - coret dinding kamar pada mbak yu SettiaBlog dan saudara yang lain, karena ndak suka kalau dinding kamar SettiaBlog di corat - coret, alasannya ya seperti yang di jelaskan di atas. Mbak yu SettiaBlog habis kena masalah beberapa hari yang lalu, makanya pikiran SettiaBlog sedikit cemas. Ada sales yang menawari produk bedak untuk di jual di toko mbak yu SettiaBlog. Dan saat Disperindag melakukan Sidak di pasar, bedak dari sales tersebut ternyata masuk kategori berbahaya. Mbak yu SettiaBlog dan beberapa pedagang yang lainnya harus berhubungan dengan pihak berwajib. Ya alhamdulillah tidak terjadi apa -apa dengan mbak yu SettiaBlog, faktanya memang mbak yu SettiaBlog benar - benar ndak ngerti kalau bedak itu masuk produk terlarang.

Untuk beberapa bahasan terakhir memang SettiaBlog khususkan untuk saudara dan keluarga SettiaBlog, dan ndak ada kaitannya dengan orang lain, makanya SettiaBlog kasih kode Sazia cucu SettiaBlog. SettiaBlog benar - benar minta maaf pada saudara dan keluarga SettiaBlog semuanya. Ada beberapa kalimat yang tidak enak di bahasan SettiaBlog. Kayak di ilustrasi itu ada kata bodoh dan beberapa kata lainnya yang ndak enak. Jangan salah memahami, SettiaBlog hanya menguraikan yang pernah SettiaBlog dapat dari orang lain, kalau ndak salah waktu itu di Surabaya. Makanya SettiaBlog bilang ndak mau menerima argumen seperti itu, SettiaBlog lebih memilih pasrah total pada Allah SWT. Pada bahasan itu sebenarnya SettiaBlog ingin membandingkan, pandangan dari orang lain justru sering menambah masalah, lebih baik memohon pada Allah SWT, itu lebih bisa memberi jalan keluar, ini yang pernah SettiaBlog alami. Dan untuk semua yang baca blognya Settia, maaf semuanya. SettiaBlog sebenarnya malu masalah keluarga di ikutkan dalam blog. Mohon di maklumi semua, SettiaBlog itu paling kecil di keluarga, jadi ndak mungkin SettiaBlog menasehati secara langsung pada saudara - saudara SettiaBlog yang lebih tua, bisanya lewat seperti ini. Dengan keluarga itu sedikit saja ada perkataan yang menyinggung pasti akan jadi masalah yang berkepanjangan. Besok SettiaBlog pasti di marahi mbak yu SettiaBlog karena membahas ini di blog. Kebiasaan keluarga SettiaBlog memang selalu menyimpan masalah keluarga hanya sebatas keluarga. Biarin di marahi. Sudah biasa kok di marahi.