Dec 28, 2023

Mengelola Nafsu dengan Baik

 


Video klip di atas "Take Me Home, Country Roads" yang di cover Cellodeck. Mirip istri SettiaBlog kan ya. Tentu ndak akan ada yang percaya ...he...he..., ya udah lupakan. Di penutup tahun ini SettiaBlog ingin minta maaf pada semuanya. Tentu banyak kok yang ndak suka dengan bahasan SettiaBlog, tindak tanduk dan ucapan SettiaBlog. SettiaBlog akan jelasin sedikit tentang ungkapan SettiaBlog yang sering bilang kalau SettiaBlog ini agak gila. Maksudnya pola pikir SettiaBlog itu sering ndak sama dengan masyarakat pada umumnya. Alhamdulillah SettiaBlog dulu sering di ajari Kangmas - Kangmas SettiaBlog tentang paugeraning urip, kayak ndak boleh merusak rumah tangga orang, ndak boleh mengambil hak orang lain dan lain - lain. Singkatnya ndak boleh cluthak. Dan ini menjadi pegangan SettiaBlog dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Kalau ada yang curiga dengan tindak tanduk SettiaBlog yang aneh, justru SettiaBlog sangat berterima kasih, karena ini akan menjadi kontrol SettiaBlog dalam bertingkah laku. Syukur - syukur kalau ada yang langsung menegor SettiaBlog ketika salah, SettiaBlog tambah senang. Untuk background SettiaBlog kasih buah kapas yang terurai. Ada ungkapan dari Jalaluddin Rumi seperti ini,
Sumbatlah telinga nafsumu, yang bagai kapas menutupi kesadaranmu dan membuat tuli telinga batinmu.


Seorang sufi bernama Al-Bushiri dalam mengibaratkan nafsu bagaikan seorang bayi yang masih menyusu  pada ibunya, bila terus engkau beri susu, ia  terus bergantung pada susu itu. Tetapi jika engkau sapih iapun dapat tumbuh sehat tanpa susu. Nafsu yang ada dalam diri seseorang harus dikelola dengan baik. Karena dalam kehidupan manusia pada hakikatnya terjadi pergulatan antara nafsu muthmainnah  dengan nafsu  lawwamah, yang ditandai dengan pasang surutnya  iman.

Karena itu melawan nafsu setan tidaklah gampang.  Rasulullah SAW suatu hari bersama shahabat menuju Madinah dari suatu peperangan melawan orang-orang kafir, beliau berkata: Kita baru saja pulang dari jihad kecil dan akan menghadapi jihad yang besar. Sahabatpun heran dan bertanya, jihad apa yang besar itu hai Rasulullah. Beliaupun menjawab, jihad melawan hawa nafsu. Jihad dalam peperangan, musuh jelas tampak di depan mata, sedangkan jihad besar melawan nafsu tidak tampak, bahkan syaitan dalam menggoda manusia selalu memakai banyak cara. Malas, menunda waktu shalat, makan berlebihan, iri, dengki, dan sebagainya adalah tipu muslihat syaitan dalam mencelakakan manusia.  

Melawan kekuatan hawa nafsu adalah ibadah yang sangat mulia. Jika kita gagal melawannya,  kekuatan inilah yang justru menguasai kita. Dan hal yang menghawatirkan  adalah jika seseorang,  hal buruk menguasai jiwanya. Dalam Al Qur’an surat al-Maidah ayat 30. Kerugian itu datang kepada manusia bila ia selalu mengikuti keinginan hawa nafsunya. Karena hawa nafsu selalu mengarahkan kepada kejahatan dan kerusakan. Karena itu jika nafsu tidak dikelola tetapi dibiarkan saja, lalu menguasai jiwa kita, pasti akan membahayakan dalam kehidupan. Kita harus mampu menahan diri dari dorongan lima pancaindra dan lima persepsi kita. Misalnya mata yang berfungsi sebagai  penglihatan, telinga berfungsi sebagai pendengaran, mulut digunakan untuk berbicara, hidung sebagai penciuman, dan tangan adalah rasa. Karena itu bagi siapa yang mampu menjaga pancaindra ini,  ia akan mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu.

Di akhir tahun ini SettiaBlog mengajak kita semua bareng - bareng mencoba berlatih mengendalikan lima pancaindra dan lima persepsi kita, semoga kita semua mampu menjaga hati agar tidak dirusak oleh bisikan syaitan. Karena syaitan selalu berusaha menyesatkan manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Hijir ayat  39 – 40 : Ia (iblis) berkata; Tuhan,  lantaran engkau menghukumku jadi tersesat, nanti aku akan menipu mereka (manusia) dan akan menyesatkan semuanya, kecuali hamaba-hamba-Mu yang ikhlash.

Hanya hamba-hamba yang ikhlas dalam mengerjakan ibadah yang dapat menjaga hatinya, sehingga hati orang-orang yang ikhlash selalu menjadi sehat  yang disebut qalbun saliim.  Semoga kita semua termasuk hamba Allah SWT yang ikhlas.

Sekali lagi SettiaBlog minta maaf atas kebodohan SettiaBlog dalam bertindak dan berucap. Dan izinkan SettiaBlog berjalan di tahun baru nanti untuk menyusuri takdir kehidupan SettiaBlog .

Dec 22, 2023

Memaknai Hidup dengan Logika tanpa Terjebak Fatamorgana

 


Di Bojonegoro sekarang lagi musim enthung. Settia....kamu jangan ngacau! Indonesia itu hanya memiliki 2 musim, kemarau dan penghujan. Mana ada musim enthung. Di bilangin kok ngeyel, di Bojonegoro itu sekarang lagi musim enthung. Itu lho, kepompong ulat pohon Jati, kalau di Bojonegoro bilangnya enthung. Dan itu di cari untuk di masak, katanya c enak banget. Lho, berarti SettiaBlog belum pernah makan enthung? Belum....he....he...., Oalah...Settia...Settia.... gitu kok ngakunya orang Bojonegoro. Pernah coba memakannya, SettiaBlog coba beberapa ekor, klethus....klethus... gimana gitu, habis itu langsung bentol - bentol di tubuh. Ya mungkin karena proteinnya yang sangat tinggi. SettiaBlog punya alergi protein untuk beberapa jenis hewan, salah satunya enthung ini. Untuk video klipnya SettiaBlog kasih "Mirage" milik Kitaro. SettiaBlog suka permainan warnanya, bagus banget, saat kupu - kupu terbang. Mirage sendiri bisa di artikan fatamorgana. Ada ungkapan seperti ini.
"Kebanyakan manusia lebih menyukai keindahan fatamorgana ketimbang menghadapi realita hidup yang terkadang tak seindah harapan."


Ndak sedikit kaum terdidik yang terkadang merasa iri terhadap orang yang pendidikannya rendah, tetapi sukses berbisnis. Dalam hal ini, siapa pun harus menyadari bahwa hidup sudah ada yang mengatur. Allah SWT bebas memberikan rezeki berlimpah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Jika manusia melihat atau mengalami hal-hal di luar nalar, ia sebaiknya segera mengingat Allah SWT. Terkadang, seseorang merasa bahwa dirinya ndak bodoh-bodoh amat. Bahkan, prestasinya di sekolah dan kampus termasuk di atas rata-rata. Namun, nasibnya secara ekonomi kalah dibanding teman-temannya. Padahal, dilihat dari segi usaha dan kecerdasan, teman-temannya tergolong biasa aja. Maka, muncul ungkapan pintar, tetapi nasibnya kurang sukses. Hal ini menjadi misteri hidup yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Sebenarnya, makna (tepat atau sesuai harapan) dan (tidak tepat atau di luar harapan) bergantung pada orang yang menjalaninya. Sebagai contoh, seorang ahli mesin lulusan perguruan tinggi ternama bekerja di bidang kuliner. Mungkin ada yang menyatakan bahwa nasib sarjana tersebut (tidak mendapatkan keberuntungan). Ia semestinya menjadi teknisi di sebuah perusahaan terkemuka dengan gaji besar. Meskipun banyak orang yang berfikir normatif seperti itu, kenyataannya ia menjalaninya dengan nyaman. Bahkan, ia justru merasa beruntung dapat mengembangkan bakatnya di bidang bisnis makanan. Jadi, apa yang disebut pandangan umum belum tentu benar. Pandangan umum tentang bejo  atau tidak bejo belum tentu sesuai dengan yang dirasakan pelakunya. Seseorang dikatakan bejo  atau ndak bejo  bukan semata-mata didasarkan pada pandangan orang lain yang sifatnya sangat subjektif. Orang lain bisa mengatakan bahwa seseorang nasibnya bejo  karena dulu waktu sekolah ndak pinter, pernah tinggal kelas, tetapi kini bisa menjadi pengusaha. Belum tentu orang yang dianggap beruntung itu di kantor bisa bisa bekerja dengan nyaman. Ia mungkin tersiksa mendapati kenyataan bahwa teman-temannya satu kantor bisa naik ke jenjang karier lebih tinggi karena mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun dirinya tetap stagnan karena kemampuan tidak menonjol sekalipun menjadi pegawai di pemerintahan.

Orang yang pinter, tetapi merasa dirinya ndak bejo  dalam menerima nasib atau takdirnya, berarti patut diragukan kadar intelektualnya. Orang yang pinter seharusnya merasa bejo  di mana pun ia bekerja dengan sebaik-sebaiknya. Ia tidak merasa iri terhadap nasib orang lain.

Setiap orang berhak untuk sukses, bahagia, dan sejahtera. Ndak ada pembedahan bahwa hanya orang yang cerdas yang berhak sukses dan bahagia. Orang yang dikatakan tolol bukan tidak mungkin bisa menjadi konglomerat. Artinya, Allah SWT sudah menentukan garis nasib berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ada orang yang lemah pikir, tetapi kaya raya. Namun, ndak sedikit orang lemah pikir hidupnya sangat mengenaskan. Ada orang cerdas yang sangat kaya, tetapi ada pula orang genius yang hidup begitu sederhana atau bahkan sangat miskin. Manusia hanya berfikir keras dan berusaha sekuat tenaga. Ndak perlu menyalahkan takdir karena bisa menimbulkan stres, stroke, dan depresi.

Orang yang enggan menerima kenyataan merasa bahwa takdirnya tidak adil segingga memicu saraf otaknya bekerja lebih keras. Saraf otak merupakan pengendali semua organ tubuh. Jika otak bekerja terlalu lelah maka kinerja organ-organ tubuh lainnya akan melemah. Berbagai penyakit mudah menyerang akibat kondisi otak yang terbebani berat. Tubuh yang mudah terserang penyakit kian lama semakin rapuh. Jika sudah demikian, bisa mengalami akibat yang paling fatal.

 عن جابر بن عبد االله لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بـَرَأَ بِإِذْنِ االلهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim) Demikian hadits yang diriwayatkan Muslim. Dengan bahasa lain: setiap masalah ada solusinya: setiap kesulitan ada kemudahannya: setiap soal ada jawabannya: setiap kegagalan ada berhasilnya.  Masalahnya, banyak orang larut dalam penyakit, terjebak dalam masalah yang ndak kunjung selesai. Akibatnya, belum dapat obatnya sudah menyerah kalah. Bukankah itu sangat disayangkan?

Banyak sekali orang putus asa dan akhirnya bertindak semaunya. Akhirnya, ketika ia mendapatkan masalah, bukan bersyukur tapi malah menyesali dengan mengucap: "Mengapa masalah ini menimpa saya? Mengapa bukan orang lain?" Seakan-akan protes kepada Allah SWT yang Mahabijak dan Mahasegalanya. Bahkan, sering kali kita menyalahkan orang lain ketika masalah menimpa kita. Ironis, bukan? Padahal, masalah itu ada karena kita. Sekali lagi, disebabkan karena ulah kita sendiri, bukan karena orang lain (QS asy-Syuuraa: 30). “Bersama kesulitan ada kemudahan.” Itu artinya, masalah adalah cara Allah SWT memperhatikan umatnya. Dengan diberi masalah, Allah SWT ingin melihat apakah hamba-hamba-Nya itu masih tetap beribadah dan taat pada-Nya atau sebaliknya.  Maka, sikap terbaik ketika tertimpa masalah adalah dengan menunjukkan bahwa kita tetap istiqamah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dari sini, kalimat ini terasa mudah diucapkan tetapi ndak mudah dijalankan. Why? Ada cara sederhana bagaimana menyikapi setiap masalah yang menimpa.

Pertama, yakinkan diri bahwa masalah pasti berlalu. Hanya soal waktu aja. Terasa sakit itu karena kita menganggap masalah adalah akhir dari segalanya. Tidak! Masalah bukan akhir, melainkan awal pembuktian bahwa kita adalah hamba-Nya yang terpilih (QS at-Tin: 4). Maka, bersyukurlah ketika mendapatkan masalah. Karena, dengan adanya masalah, kita akan semakin matang laiknya buah mangga yang masak di pohon. Sebelum masak, buah itu mendapati berbagai masalah, seperti diterpa hujan, angin, badai, dan panas. 

Kedua, sikapi secara wajar. Jangan berlebihan. Segala apa pun yang disikapi secara berlebihan (lebay) akan berdampak buruk. Allah SWT pun ndak menyukai dan melarang umatnya bersikap berlebih-lebihan dalam hal apa pun (QS al-Maidah: 77, QS az-Zumar: 53). Masalah akan tetap menjadi masalah. Yang dibutuhkan adalah cara dan sikap kita menghadapi masalah agar masalah itu segera berlalu. 

Ketiga, lihatlah ke bawah bahwa masalah kita masih lebih baik dibandingkan dengan masalahnya. Dengan begitu, kita tetap bisa bersyukur dan berupaya agar masalah yang menimpa bisa segera berakhir. Masalah itu seperti sedang berjalan menanjak. Terasa berat dan sulit. Tapi, ketika kita mampu melaluinya dari satu tangga ke tangga berikutnya akan terasa mudah dan ringan. Jangan sampai kita terjebak dan hidup dalam fatamorgana masalah. Artinya, melihat hidup itu selalu dipenuhi masalah demi masalah. Seakan-akan ndak ada hari esok yang lebih baik. Cara berpikir seperti ini harus segera diubah. Dengan cara, bahwa kita sebaiknya bersahabat dan berdamai hidup berdampingan dengan masalah.




Kalau yang ini video klipnya Kitaro yang "Matsuri".


SettiaBlog suka motif belah ketupat yang di kenakan, modelnya ini hakama atau apa ya? Tolong ya, yang ngerti SettiaBlog di kasih tahu.

Seperti yang kita tahu, ulat harus menjadi kepompong terlebih dahulu sebelum menjadi kupu-kupu. Proses tersebut mengajarkan bahwa jika ingin berkembang dan menjadi lebih baik lagi serta mencapai tujuan hidupnya, setiap orang pasti dan harus mau berubah. Selain itu, setiap orang harus melewati proses hidupnya sesuai urutan atau secara bertahap dengan baik, baru dapat mencapai hasil yang maksimal.

Dec 18, 2023

Tahapan Tazkiyatun Nafs, Cara Menyucikan Jiwa

 


      
Video klip di atas "you were mine" milik Natalie Taylor. Ya, ini untuk istri SettiaBlog. Ada ungkapan Jawa yang  berbunyi, “Ojo dumeh, eling lan waspodo”, para orangtua di Jawa sering berpesan tentang paugeraning urip atau prinsip hidup tersebut. Prinsip ini adalah bekal manusia menghadapi ujian dan perjuangan hidup, selain dapat pula dijadikan senjata ampuh dalam menaklukan dirinya sendiri (jihadun nafs) dan mewujudkan “Roso setyo lan mituhu dumateng Gusti”.  Prinsip ini layak dijadikan pedoman karena merupakan salah satu sarana penting pencegahan terhadap kecerobohan dan kelalaian yang sering kita lakukan. Karena dengan berpedoman padanya, kita akan menyadari, memahami dan dengan lebih mudah mentaati semua kaidah agama, budi pekerti, serta beragam aturan lainnya di tengah kehidupan manusia. Bagaimana tidak, karena ojo dumeh  yang kurang lebih maksudnya “jangan mentang-mentang” itu, adalah sebuah peringatan serius agar kita tidak larut dalam sikap jemawa, adigang, adigung, adiguna. Dengan meneguhi prinsip hidup ojo dumeh  ini, diharapkan kita mampu terhindar dari beberapa penyakit hati dan laku tercela di antaranya:
Mentang mentang kaya, sehingga kita menjadi sombong dan merasa semua hal dan segala sesuatu dapat dibeli dengan uang.
Mentang-mentang punya jabatan dan sedang berkuasa, maka kita merasa seenaknya bisa memerintah, merendahkan bahkan menindas orang lain.
Mentang-mentang berilmu, maka kita cenderung menganggap orang lain bodoh dan bisa kita bodohi.
Mentang-mentang berwajah rupawan, maka kita suka berlagak sebagai yang paling layak terkenal dan menjadi idola, lalu menganggap orang lain tak pantas tampil ke permukaan, dan masih banyak lagi contoh sikap mentang-mentang lainnya.

Padahal para leluhur sudah berpesan, sebagaimana paugeraning uripSopo sing dumeh bakal keweleh. Sopo sing adigang bakal keplanggrang. Sopo sing adigung bakal kecemplung. Sopo sing adiguno bakal ciloko. Sopo sing becik bakal ketitik. Sopo sing olo bakal ketoro. Sopo sing salah bakale seleh. Sopo sing temen bakal tinemu. Itulah hukum keadilan Allah SWT  yang pasti berlaku dalam kehidupan, dan tak sesiapapun dapat menghindar darinya. Maka karena itu pula sebabnya kenapa kita dianjurkan untuk senantiasa bersikap eling, selalu ingat dalam segala keadaan. Dengan bersikap demikian, maka kita akan tetap ingat akan kewajiban manembah marang Gusti, keharusan menyembah kepada Allah SWT, sekaligus ingat akan nikmat-nikmat dan anugerah-Nya, kasih-sayang-Nya, di samping juga selalu ingat pada kesalahan, kekurangan, dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan agar kita tak merasa ujub  di hadapan-Nya, melainkan dengan penuh kerendahan hati selalu berharap-harap cemas pada karunia dan ampunan-Nya. Maka dengan sikap eling inilah diharapkan akan lahir pekerti yang luhur sehingga kita menjadi manusia yang paling besar manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar kita.

Selain eling, kita juga dituntut untuk selalu waspodo. Sebab waspada merupakan sebentuk kehati-hatian kita sebagai manusia dalam menjalankan hidup. Dengannya kita akan lebih teliti dalam memilih, lebih cermat dalam mengambil keputusan, bahkan akan memunculkan sikap wara’  dalam menjalani kehidupan sehari hari. Waspada juga berarti berhati-hati dalam semua sikap dan tingkah laku. Mampu membedakan dengan jelas dan terang, mana yang merupakan perintah dan mana yang merupakan larangan Tuhan, sehingga dengan modal kewaspadaan itu kita diharapkan akan selamat dalam perjalanan hidup ini. Begitulah hendaknya dua prinsip ojo dumeh  dan eling lan waspodo  ini mesti dipahami secara utuh, dianggap sebagai satu kesatuan tak terpisahkan, karena keberadaan atau ketiadaan salah satunya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Pendek kata, dengan prinsip ojo dumeh, eling lan waspodo ini, kita diharapkan lebih mampu menjadi hamba sahaja yang pasrah dan yakin pada kekuasaan Allah SWT, sekaligus hati-hati dan bijaksana di tengah manusia lain. Dengan kata lain, dengan prinsip itulah kita bakal mampu menjadi manusia yang tawadhu’ dan “bisa merasa” dan bukan sebaliknya justru sombong, mentang-mentang “merasa bisa”.
“Mulo ojo dumeh, kudu tansah eling lan waspodo. Sebab ono luwih, luwih soko ono. Kang kebak, luwih dening kebak. Kang suwung, luwih dening suwung. Kang pinter, luwih dening pinter. Kang sugih, luwih dening sugih…” dan seterusnya.
 

Maaf ya, SettiaBlog ngomong gini bukan berarti SettiaBlog orang bersih, SettiaBlog juga orang yang ceroboh dan banyak melakukan kesalahan. SettiaBlog hanya ingin mengajak kita semua bareng - bareng   menyucikan jiwa atau biasa di kenal dengan tazkiyatun nafs. Al-Ghazali menjelaskan bahwa tazkiyatun nafs merupakan pembersihan diri dari sifat kebuasan, kebinatangan, dan setan untuk kemudian mengisi dengan sifat-sifat terpuji. Untuk menyucikan jiwa, ada tiga fase yang mesti dilalui.

Tathahhur

Pada tahap ini, penyucian jiwa diawali dengan taubat serta berjanji tidak akan mengulangi segala perbuatan yang bisa mengotori diri.

Tahaqquq

Tahaqquq  adalah cara bagaimana seorang Muslim dapat berada sedekat mungkin dengan Allah SWT sehingga memperoleh kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Di tahap ini seorang Muslim memfokuskan hati dan pikiran hanya kepada Allah SWT, salah satunya dengan cara dzikir.
Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali Imran ayat 191).

Takhalluq

Takhalluq maknanya berakhlak dengan nama-nama Allah yang mulia serta meneladani Rasulullah SAW. Ini adalah upaya perwujudan sifat-sifat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya Allah memiliki sifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim. Oleh sebab itu seorang Muslim hendaknya juga mengasihi dan menyayangi sesama.

Itulah tahapan menyucikan diri atau tazkiyatun nafs  bagi umat Islam. Keberhasilan seseorang dalam melakukan tazkiyatun nafs  akan mewujud dalam aktivitas sehari-harinya, termasuk sholat secara khusyu, selalu hati-hati dalam perbuatan dan ucapan, menunaikan zakat, dan menjaga amanah.

Dec 14, 2023

Elastis, Berpikir Fleksibel dalam Dunia yang Terus Berubah

 


SettiaBlog dari tadi membuat tulisan untuk backdrop. Backdrop itu latar belakang atau background yang ada di dalam sebuah ruangan untuk mempermanis ruangan di depan latar belakang tersebut. SettiaBlog ingin membuat sendiri dari nol tulisan tersebut, yang SettiaBlog buat ini untuk 2 tempat. Untuk bahan SettiaBlog gunakan kayu jati Belanda, karena sifatnya yang lebih lentur (alot dalam bahasa Jawanya) dan ringan, karena nantinya akan nempel di dinding, jadi ini cocok ringan tapi tidak mudah patah. Anda bisa lihat pada video klip di atas. Yang belakang itu sudah SettiaBlog kasih filler (cat Duco dasaran, itu pakai merk Suzuka),. Backsound nya "elastic heart" milik Sia yang di cover Linus. Ukurannya sendiri, untuk font yang kecil SettiaBlog buat ketebalan 7 mm, untuk font dengan ketinggian 10 cm SettiaBlog buat ketebalan 17 mm. Kalau terlalu tebal akan menghilangkan karakter font tersebut. Elastic (lentur), fleksibel atau luwes. Kalau di Jawa di kenal ungkapan " Wong Jowo Iku Gampang Di Tekak Tekuk" (Orang Jawa itu mudah di bengkan-bengkokkan). Maksudnya, orang Jawa itu fleksibel, mudah bergaul dan bisa berada di berbagai level masyarakat.

Semakin kita tidak kaku dalam berpikir, kita akan semakin berpikiran terbuka, kreatif dan inovatif. Inilah cara mengembangkan kekuatan pikiran yang elastis.

Masyarakat berubah dengan cepat. Apakah kita perlu mengubah cara berpikir kita untuk bertahan hidup? Leonard Mlodinow menegaskan bahwa kecepatan perkembangan teknologi dan budaya mengharuskan kita untuk mengadopsi jenis pemikiran selain gaya analisis rasional dan logis yang cenderung ditekankan dalam masyarakat kita. Ia juga memberikan kabar baik: kita telah memiliki beragam kemampuan kognitif yang diperlukan untuk merespons tantangan baru dan baru secara efektif. Dia menyebut hal ini sebagai “pemikiran elastis”.

Mlodinow menjelaskan pemikiran elastis sebagai:
“kemampuan untuk melepaskan ide-ide yang menyenangkan dan menjadi terbiasa dengan ambiguitas dan kontradiksi; kemampuan untuk melampaui pola pikir konvensional dan menyusun ulang pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan; kemampuan untuk meninggalkan asumsi yang sudah mendarah daging dan membuka diri terhadap paradigma baru; kecenderungan untuk mengandalkan imajinasi dan logika serta menghasilkan dan mengintegrasikan beragam ide; dan kemauan untuk bereksperimen dan bertoleransi terhadap kegagalan.”

Sederhananya, berpikir elastis adalah membiarkan otak Anda membuat koneksi tanpa arah.Mari kita telusuri mengapa pemikiran elastis berguna dan bagaimana kita dapat menjadi lebih baik dalam hal tersebut.

Pertama-tama, mari kita hilangkan metafora bahwa otak kita persis seperti komputer. Tentu, ia dapat menjalankan fungsi analitik serupa. Namun otak kita mampu memperoleh wawasan yang tidak analitis dan tidak dapat diprogram. Sebelum kita bisa menerima jenis pemikiran lain yang otak kita punya kapasitasnya, kita perlu menerima bahwa pemikiran analitik—umumnya digambarkan sebagai penerapan analisis sistematis dan logis—mempunyai keterbatasan.
Seperti yang dijelaskan Mlodinow,
“Pemikiran analitis adalah bentuk refleksi yang paling dihargai dalam masyarakat modern. Paling cocok untuk menganalisis permasalahan hidup yang lebih sederhana, ini adalah jenis pemikiran yang kami fokuskan di sekolah kami. Kami mengukur kemampuan kami melalui tes IQ dan ujian masuk perguruan tinggi, dan kami mencarinya pada karyawan kami. Namun meskipun pemikiran analitis mempunyai kekuatan yang sama dengan pemrosesan tertulis, pemikiran analitis berjalan secara linier…dan sering kali gagal memenuhi tantangan kebaruan dan perubahan.”

Meskipun sangat berguna dalam berbagai situasi sehari-hari, pemikiran analitis mungkin bukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang jawabannya memerlukan cara baru dalam melakukan sesuatu. Untuk masalah-masalah seperti itu, pemikiran elastis adalah yang paling berguna. Ini adalah jenis pemikiran yang senang berkelana di luar kotak dan menghasilkan ide-ide yang masuk dan keluar dari bidang kiri. “Proses kita jauh lebih kompleks daripada yang terjadi di komputer, otak serangga, atau bahkan otak mamalia lain". Hal ini memungkinkan kita menghadapi dunia dengan kemampuan analisis konseptual yang sangat luas.

Anggap saja seperti ini: ketika Anda tiba di sungai dan harus menyeberanginya, pemikiran analitis Anda akan berguna. Ini memindai lingkungan untuk mengevaluasi pilihan Anda. Di manakah air paling rendah? Di mana pergerakannya paling cepat, dan di manakah titik penyeberangan paling berbahaya? Bahan apa saja yang tersedia untuk membantu penyeberangan Anda? Bagaimana orang lain bisa memecahkan masalah ini? Sungai khusus ini mungkin baru bagi Anda, namun konsep menyeberanginya mungkin bukan hal baru, sehingga Anda dapat dengan mudah mengandalkan langkah-langkah logis dari proses berpikir analitis.

Berpikir elastis adalah tentang menghasilkan ide-ide baru atau baru. Ketika memikirkan cara terbaik untuk menyeberangi sungai, pemikiran seperti inilah yang membawa kami dari jembatan kayu ke jembatan gantung dan dari perahu dayung ke kapal uap. Berpikir elastis melibatkan kita menyatukan banyak ide berbeda untuk membentuk cara baru dalam melakukan sesuatu. Kita tidak perlu meninggalkan pemikiran analitis sama sekali. Kita hanya perlu menyadari bahwa hal ini mempunyai keterbatasan. Jika cara kita melakukan sesuatu tampaknya tidak memberikan hasil yang kita inginkan, itu mungkin merupakan tanda bahwa kita memerlukan pemikiran yang lebih elastis.

“manusia cenderung tertarik pada hal-hal baru dan perubahan.”

Sepanjang sejarah kita, kita rela mengantri dan membayar agar terkejut dan takjub. Dari pertunjukan sulap dan roller coaster hingga sirkus dan film, industri hiburan kita sepertinya tidak pernah kehabisan penonton. Kecenderungan kita untuk terlibat dengan hal-hal baru tidak hanya terbatas pada hiburan. Bayangkan kembali pameran teknologi besar pada pergantian abad kedua puluh yang menampilkan penemuan dan visi mutakhir untuk masa depan dan menarik jutaan pengunjung. Atau, melihat lebih jauh ke belakang, bayangkan ziarah yang dilakukan orang-orang untuk melihat keajaiban arsitektur baru yang sering kali terlihat di gereja dan katedral pada saat perjalanan sulit dilakukan. Tindakan semacam ini menunjukkan kualitas “yang menjadikan kita manusia… kemampuan dan keinginan kita untuk beradaptasi, mengeksplorasi, dan menghasilkan ide-ide baru.” Salah satu alasan mengapa hal-hal baru menarik perhatian kita adalah karena kita mendapatkan dopamin yang menyenangkan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang baru (dan tidak mengancam). Jadi, dalam sejarah evolusi kita, kecenderungan kita untuk menjelajah dan belajar dihargai dengan dorongan kesenangan, yang kemudian mengarah pada eksplorasi lebih lanjut .

Menjelajah tidak berarti mendaftar untuk pergi ke Mars. Menjelajah bisa dengan mencoba sesuatu yang baru. “Saat Anda bersosialisasi dengan orang asing, Anda sedang menjajaki kemungkinan menjalin hubungan baru.…Saat Anda melakukan wawancara kerja meskipun Anda sudah bekerja, Anda sedang menjajaki langkah karier baru.”

Kaitannya eksplorasi dengan elastisitas adalah eksplorasi memerlukan pemikiran yang elastis. Eksplorasi, menurut definisi, adalah penjelajahan ke bagian-bagian yang tidak diketahui di mana kita mungkin dihadapkan dengan pengalaman baru dan baru. Sulit untuk menganalisis secara logis sesuatu yang Anda tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman. Ketertarikan terhadap hal-hal baru inilah yang berkontribusi pada kemampuan kita berpikir secara elastis.

Anda tidak dapat membuat keputusan tanpa memanfaatkan emosi Anda.
“kita cenderung memuji pemikiran analitis sebagai sesuatu yang objektif, tidak dipengaruhi oleh distorsi perasaan manusia, dan oleh karena itu cenderung mengarah pada akurasi. Namun meski banyak yang memuji pemikiran analitis karena tidak terikat pada emosi, ada juga yang mengkritik pemikiran analitis karena tidak terinspirasi oleh emosi, seperti halnya pemikiran elastis.”

Kemampuan kita untuk merasakan emosi merupakan komponen besar dan berharga dalam proses pengambilan keputusan biologis kita.  “Evolusi memberi kita emosi seperti kesenangan dan ketakutan agar kita dapat mengevaluasi dampak positif atau negatif dari keadaan dan peristiwa.” Tanpa emosi, kita tidak memiliki motivasi untuk mengambil keputusan. Sesuatu yang baru akan mempunyai dampak yang sama dengan apa yang lama. Keadaan seperti ini tidak akan terlalu berguna untuk merespons perubahan. Meskipun kita tertarik pada hal-hal baru, tidak semua hal baru itu baik. Kemampuan emosional kitalah yang dapat membantu kita menentukan apakah perubahan itu positif dan menentukan cara terbaik untuk menghadapinya.

“Emosi merupakan unsur integral dalam kemampuan kita menghadapi tantangan lingkungan.” Namun, kecenderungan kita terhadap hal-hal baru dapat dieksploitasi, dan saat ini kita harus menghadapi dan mengatasi berbagai pengurasan emosi dan juga kemampuan kognitif kita. Gangguan kronis yang memanipulasi respons emosional kita memerlukan energi untuk mengatasinya, sehingga membuat kita kehabisan tenaga secara emosional. Hal ini menyebabkan berkurangnya energi emosional kita untuk memproses pengalaman dan informasi baru, sehingga kita tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang mungkin bermanfaat bagi kita dan apa yang harus kita hindari.

“Pemikiran beku” terjadi ketika Anda memiliki orientasi tetap yang menentukan cara Anda membingkai atau mendekati suatu masalah. Pemikiran beku kemungkinan besar terjadi ketika Anda ahli di bidang Anda . “Sangatlah ironis bahwa pemikiran yang beku merupakan risiko tertentu jika Anda ahli dalam suatu hal. Ketika Anda seorang ahli, pengetahuan Anda yang mendalam jelas sangat berharga dalam menghadapi tantangan-tantangan yang biasa terjadi dalam profesi Anda, namun keterlibatan Anda dalam kumpulan kebijaksanaan konvensional tersebut dapat menghalangi Anda dalam menciptakan atau menerima ide-ide baru, dan menghambat Anda ketika dihadapkan pada hal-hal baru dan baru. mengubah."

Ketika Anda berpegang teguh pada gagasan bahwa segala sesuatunya akan selalu terjadi, Anda menutup otak Anda dari memperhatikan peluang-peluang baru. Di sebagian besar pekerjaan, hal ini mungkin berarti hilangnya peluang atau ketidakmampuan menemukan solusi dalam kondisi perubahan parameter. Namun ada beberapa profesi yang konsekuensinya jauh lebih mengerikan. Misalnya, seperti yang dibahas Mlodinow, jika Anda seorang dokter, pemikiran yang membeku dapat menyebabkan kesalahan besar dalam diagnosis. Pemikiran beku tidak sejalan dengan pemikiran elastis. Jadi, jika Anda ingin memastikan bahwa Anda tidak memuntahkan hal-hal yang sama ketika dunia berkembang di sekitar Anda, tingkatkan pemikiran elastis Anda.

Otak kita luar biasa. Untuk memanfaatkan kemampuan berpikir elastis bawaan kita, kita harus keluar dari cara kita sendiri dan berhenti mencoba memaksakan proses berpikir tertentu . “Jaringan default mengatur kehidupan mental batin kita—dialog yang kita lakukan dengan diri kita sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar. Ketika kita beralih dari rentetan masukan sensorik yang dihasilkan oleh dunia luar, hal itu mengarah pada diri kita sendiri. Ketika hal ini terjadi, jaringan saraf pemikiran elastis kita dapat mencari-cari di database besar pengetahuan, ingatan, dan perasaan yang tersimpan di otak, menggabungkan konsep-konsep yang biasanya tidak kita kenali. Itu sebabnya istirahat, melamun, dan aktivitas tenang lainnya seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk menghasilkan ide.”
Pemikiran elastis akan terjadi ketika kita memberikan diri kita ruang tenang untuk membiarkan otak melakukan tugasnya. “Proses asosiatif dari pemikiran elastis tidak berkembang ketika pikiran sadar berada dalam keadaan fokus. Pikiran yang santai mengeksplorasi ide-ide baru; pikiran yang sibuk mencari ide-ide yang paling dikenal, yang biasanya paling tidak menarik. Sayangnya, karena jaringan default kami semakin terpinggirkan, kami memiliki lebih sedikit waktu yang tidak fokus untuk melanjutkan dialog internal kami yang lebih luas. Akibatnya, kita kehilangan kesempatan untuk merangkai asosiasi-asosiasi acak yang menghasilkan ide-ide dan realisasi baru.”
Berikut adalah beberapa saran tentang cara mengembangkan pemikiran elastis:

• Kembangkan “pikiran pemula” dengan mempertanyakan situasi seolah-olah Anda tidak memiliki pengalaman di dalamnya.

• Perkenalkan perselisihan dengan menjalin hubungan dan ide yang menantang keyakinan Anda.

• Kenali nilai keberagaman.

• Hasilkan banyak ide dan jangan khawatir bahwa sebagian besar ide tersebut buruk.

• Kembangkan suasana hati yang positif.

• Bersantailah ketika Anda melihat diri Anda menjadi terlalu analitis.

Pelajaran utamanya adalah bahwa pemikiran elastis yang bermanfaat tidak perlu diarahkan. Seperti halnya anak-anak dan permainan yang tidak terstruktur , terkadang kita harus memberikan otak kita kesempatan untuk melakukan apa saja . Kita juga harus rela berhenti mengganggu diri kita sendiri sepanjang waktu. Seringkali kita merasa takut dengan pikiran kita sendiri, atau kita berasumsi bahwa diam berarti bosan, jadi kita mencari gangguan yang membuat otak kita sibuk. Untuk mendorong pemikiran elastis dalam masyarakat kita, kita harus menjauhkan diri dari rangsangan terus-menerus yang diberikan oleh layar.

Anda dapat mempersiapkan otak Anda untuk mendapatkan wawasan dengan mengembangkan pola pikir yang menghasilkan wawasan tersebut. Jangan memaksakan pemikiran Anda atau menerapkan pendekatan analitis terhadap situasi tersebut. “Tantangan wawasan adalah persoalan serupa dalam membebaskan diri Anda dari pemikiran yang sempit dan konvensional.”

Dalam hal mengembangkan dan mengeksplorasi kemungkinan pemikiran elastis, mungkin yang terbaik adalah mengingat bahwa, “proses berpikir yang kita gunakan untuk menciptakan apa yang dipuji sebagai mahakarya seni dan sains pada dasarnya tidak berbeda dengan proses berpikir yang kita lakukan. gunakan untuk menciptakan kegagalan kita.”

Dec 12, 2023

Tip's Self Healing Dalam Islam

 


Bahasan kali ini cerita - cerita aja ya. SettiaBlog sambil dengerin lagu "someone you loved" pada video klip di atas. Biar rileks mengetik bahasannya. Semoga semua yang baca blognya Settia menjadi orang - orang yang selalu mendapatkan kebahagiaan bersama orang - orang yang di sayanginya. Tadi siang SettiaBlog membakar daun bambu dan ranting - rantingnya yang menumpuk, mau SettiaBlog buat arang bambu untuk tambahan pupuk. Cerita apa ya enaknya? O ya, SettiaBlog benar - benar minta maaf ya, kalau terkadang bahasan SettiaBlog ndak enak di baca. Lupakan ya bahasan - bahasan yang kurang enak di baca! SettiaBlog dulu punya guru, namanya ibu Mami Martoemi, yang betul - betul memperhatikan SettiaBlog, mulai tindak tanduk, kesehatan, kepribadian dan lain - lainnya. Terima kasih, SettiaBlog ndak mungkin bisa membalas kebaikan mereka semua. SettiaBlog itu dulu gemuk, sampai kalau di pakai lari gitu mudah ngos - ngosan. Suatu hari SettiaBlog di tegur sama ibu Mami Martoemi, awalnya dia lihat betis SettiaBlog kan besar. SettiaBlog di suruh menekan dengan jari. Beberapa saat dia bilang katanya SettiaBlog kurang vitamin B. SettiaBlog hanya diem. Beberapa hari kemudian SettiaBlog di suruh meminum rebusan kacang hijau sama gula aren buatan ibu Mami. Dia sambil cerita, karena dia itu juga memiliki tubuh gemuk. Banyak c ceritanya, terus dia ngasih saran ke SettiaBlog untuk membiasakan jalan kaki. Katanya c untuk menguatkan jantung dan paru - paru. SettiaBlog pun menurutinya. Dalam seminggu, SettiaBlog berangkat ke sekolah dengan jalan kaki 3 kali, sekitar 3 km-an jarak rumah SettiaBlog ke sekolah. Makanya waktu sekolah dulu SettiaBlog sering gunakan sepatu Adidas, karena ini yang paling nyaman buat jalan kaki. Sampai SettiaBlog suka naik gunung, blusukan masuk hutan, ya alasan ini, untuk menguatkan jantung dan paru - paru.

Cerita ini beneran, bukan rekayasa atau sindiran, boleh kok di tanyakan ke temen - temen SettiaBlog. SettiaBlog dari dulu itu orangnya lemah, ndak pinter, ndak cerdas, seenaknya, pokoknya ndak ada yang bisa di contoh dari SettiaBlog. Tapi Alhamdulillah, dari dulu SettiaBlog itu selalu dekat dengan orang - orang yang baik dan memperhatikan SettiaBlog. Baik di rumah, lingkungan dan di manapun SettiaBlog melangkahkan kaki. Dari dulu seperti itu. Dan SettiaBlog minta maaf untuk semuanya, ndak mungkin SettiaBlog bisa membalas kebaikan mereka. Seandainya SettiaBlog bisa kembali ke masa lalu, SettiaBlog pasti akan membenahi semua kesalahan sikap atau tindakan yang ndak semestinya SettiaBlog lakukan, tentu yang menjadikan SettiaBlog lebih baik. Tapi sayang, masa lalu itu seperti daun bambu dan ranting yang terbakar jadi arang. Arang kan ndak mungkin bisa menjadi daun dan ranting bambu lagi. Untuk yang baca blognya Settia, jadikan SettiaBlog ini contoh yang buruk ya dan contoh kegagalan. Agar Anda semua bisa lebih baik dan lebih baik lagi.

Udah ya ceritanya. SettiaBlog mau self healing....he....he.... Banyak yang bilang self healing merupakan metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat, melainkan dengan menyembuhkan dan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam dalam tubuh yang dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam praktiknya, metode ini merupakan salah satu istilah yang menggunakan prinsip bahwa sebenarnya tubuh manusia mampu memperbaiki dan menyembuhkan diri melalui cara-cara tertentu secara alamiah.
Emangnya SettiaBlog mau self healing di mana? Huuuss.... jangan keras - keras! Ya biasa, glimbang - glimbung di atas kasur. Ehmmm....

Lalu bagaimana sebenarnya bentuk self healing  dalam pandangan Islam? Manusia diciptakan dengan beragam jenis perasaan seperti rasa kesal, takut, sedih, maupun senang. Semua itu merupakan sifat manusiawi yang diberikan Allah SWT kepada umatnya. Dalam sejarah Islam, kita tahu bahwa sosok nabi pun pasti pernah mengalami kesedihan dan ketakutan, seperti kisah Nabi Yaqub AS yang kehilangan anak tercintanya Yusuf. Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 84 yang artinya:
"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya)."
Kisah lain juga dialami oleh sahabat Rasul. Rasulullah SAW sedang dalam peperangan atau dalam perjalanan yang jauh, maka Rasulullah SAW memerintahkan kepada Bilal untuk beristirahat dengan shalat. Shalat dapat mengobati penyakit-penyakit, seperti persepsi yang salah terhadap diri sendiri maupun orang lain, mengobati kesedihan dan juga keputusasaan. Manusia yang berdiri di hadapan Sang Pencipta dalam shalatnya dengan khusyuk, akan membuatnya mendapatkan energi positif yang menciptakan ketenangan hati dan perasaan aman. Melalui shalat, ketidakstabilan emosi, beban masalah, lelah fisik, dan berbagai permasalahan lainnya akan menghilang. Inilah mengapa shalat merupakan obat untuk berbagai penyakit sekaligus penolong bagi manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153:
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Selain shalat, hal yang dapat kita lakukan untuk self healing adalah berdzikir. Berdzikir tidak hanya sekedar mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah. Berdzikir juga berarti kita mengingat bagaimana kasih sayang, cinta, dan kebesaran Allah SWT dalam hidup kita. Berdzikir akan membantu kita juga untuk lebih fokus, tenang, dan damai. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya: 
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d : 28).

Bertafakur juga menjadi cara lain untuk self healing seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Di saat emosinya tidak dalam keadaan yang baik-baik saja, Rasulullah SAW pernah menyendiri (beruzlah) di Gua Hira, melaksanakan shalat, dzikir, ataupun kembali bertafakur akan kebesaran Allah SWT di dunia ini. Kembali kepada Allah dan menyadari kebesarannya adalah hal yang dilakukan Rasulullah SAW saat butuh proses untuk kembali bangkit.

Kita juga dapat bertafakur dengan mencari tempat baru yang ingin dikunjungi guna untuk me-refresh diri, mengingat kebesaran Allah yang ada di alam semesta, dan mendapatkan ketenteraman hati. Dan semoga kita menjadi pribadi yang mampu menjaga hati dan pikiran, serta menuangkan perasaan yang kita rasakan dengan cara yang positif seperti beribadah, shalat, berdzikir, dan bertafakur.
 

Dec 9, 2023

Manfaat Pengembangan Diri

 


Video klip di atas "back to December" milik Taylor Swift. Ndak terasa kan ya waktu begitu cepat berlalu, ujug - ujug udah bulan Desember lagi. Mahasuci Allah,  yang telah memerintahkan manusia untuk bergerak, berusaha, dan berkarya, menggali potensi dan menciptakan berbagai prestasi. Segala puji bagi-Nya yang telah menyuruh manusia untuk berlomba lomba dalam kebaikan. Tiada Tuhan selain Dia yang menilai manusia dari amal, kerja, prestasi, dan jasa (liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalan). Dan Mahabesar Dia yang telah menempatkan kenikmatan tak terhingga setelah adanya kerja keras: kenikmatan sejati hanya bisa diraih setelah seseorang lelah dalam berusaha. Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya akan dimiliki oleh orang yang telah berjuang, berupaya dan bekerja keras.

“Diam berarti mati”. Static condition means death.  Diam adalah kehinaan. Diam adalah kemunduran dan ketertindasan. Diam adalah kekalahan. Diam adalah belenggu para pecundang. Diam hanya akan mencelakakan diri sendiri, menyusahkan bahkan membahayakan orang lain. Tidak ada yang lebih menyakitkan dan merusak seseorang, selain diam, tidak berekspresi, tidak bergerak, tidak tumbuh berkembang. Matahari yang hanya berada pada satu posisi, tidak berputar (melakukan rotasi), akan membosankan siapa pun yang hidup di muka bumi. Matahari yang diam hanya akan membuat kehidupan takkan berjalan normal, bahkan menjadi ciri telah berakhirnya kehidupan.

Air yang menggenang, tidak mengalir, pasti akan busuk. Bila berlangsung lama, ia akan menjadi sarang penyakit, yang menyebarkan berbagai penyakit ke sekeliling. Singa yang mendekam di sarang takkan pernah bisa menemukan mangsa untuk disantap.. Burung yang tidak mau terbang takkan pernah pulang ke sarang dalam   keadaan kenyang. Bayi yang pendiam tanpa gerak takkan tumbuh dengan baik. Ia akan dicemasi oleh orang tua dan keluarganya. Keberlangsungan  hidupnya pun terancam. Bahkan sekiranya bisa tumbuh besar, ia takkan berkembang, menjadi pribadi yang cerdas dan sehat. Tidak ada prestasi, produktifitas, kemajuan, kebaikan, dan kesuksesan yang bisa diraih dengan diam. Semua hal positif hanya bisa didapatkan dengan gerak-dinamis. Hanya bisa dihasilkan dengan aktifitas gerak yang produktif dan energik. Diam bukan emas. Justru diam berarti kemalasan, kelemahan, keminderan, kemiskinan, dan ketertindasan. Di mana pun, dan kapan pun, kemiskinan, dan ketertindasan hanya terjadi ketika seseorang atau sebuah masyarakat diam, dan tidak berusaha untuk keluar dari kondisi tersebut. Tidak ada kebaikan dan kemajuan yang diperoleh dari diam.

Pepatah “diam itu emas” adalah mitos yang telah memperbodoh dan mencelakakan ratusan juta manusia sepanjang sejarah kehidupan. Pepatah ini hanyalah argumen dalam rangka mencari alasan terhormat untuk menutupi kekurangan dan kelemahan yang naif. Kalau pun ada benarnya, pepatah itu harus ditempatkan pada konteks tertentu yang relevan, dan hanya cocok untuk satu atau dua kasus. Hanya pengecualian. Sedangkan selebihnya, diam adalah kekalahan. Diam adalah kenaifan. Dan orang yang hanya berdiam diri, termangu berpangku tangan, adalah the real loser, pecundang sejati; orang yang hanya bisa menyesali diri dan mencela dunia; orang yang hanya akan menyalahkan dunia yang tidak mau berpihak kepadanya; orang yang akan mencari cari sejumlah alasan mulia untuk menyembunyikan kelemahannya yang mencolok dan telak. Ketika menjadi murid, pendiam takkan tumbuh cerdas. Ketika menjadi guru, pendiam takkan mencerdaskan murid. Ketika menjadi karyawan, pendiam akan menjadi beban perusahaan. Ketika menjadi manajer, pendiam akan menyia-nyiakan potensi besar di sekitarnya. Ketika menjadi rakyat, pendiam akan selalu ditipu, dibodohi, dizalimi, dan sangat bergantung pada kebaikan pemimpin. Ketika menjadi pemimpin, pendiam akan membiarkan rakyat ditindas, dan tidak berdaya, menjadi bulan bulanan masalah yang berkepanjangan. Pemimpin yang diam saat rakyat dililit multi krisis yang pelik dan mencekik sama buruknya dengan pemimpin yang suka membuat keributan saat rakyat menginginkan hidup tenang untuk membangun.

Menurut Anda, seberapa penting seseorang dalam mengembangkan dirinya? Tentunya, cukup penting dikarenakan bahwa siklus kehidupan seseorang akan melalui tahapan menjadi dewasa dan mandiri. Perlu banyaknya penyesuaian yang diperlukan agar diri sendiri dapat beradaptasi atas aktivitas kehidupan yang terus berganti. Selain itu, manfaat seseorang dalam mengembangkan dirinya tidak hanya berdampak pada pribadi dari orang itu sendiri. Namun, dapat ditularkan juga kepada orang lain.

Pengembangan diri adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri mereka, baik di bidang pribadi maupun profesional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan individu agar dapat mencapai tujuan hidup yang lebih baik dan sukses. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri, seperti mengikuti pendidikan formal atau informal, mengikuti pelatihan atau seminar, membaca buku atau artikel, atau bahkan melakukan refleksi diri. Dengan mengambil tindakan yang konkret dan tepat, seseorang dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Adapun tahapan-tahapan pengembangan diri seseorang yang pertama tentu memfokuskan pada kebutuhan diri sendiri terlebih dahulu. Mengevaluasi apa saja hal-hal yang selama ini dilakukan dan menggali potensi diri apa saja yang selama ini terpendam. Dengan memahami kebutuhan ini, seseorang akan menjadi paham mengenai tujuan yang akan dicapai dalam masa pengembangan dirinya. Setelah selesai dengan dirinya, seseorang dapat membantu orang lain dalam mengembangkan dirinya.

Pengembangan diri dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi individu dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Meningkatkan Keterampilan:  Pengembangan diri dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu dalam berbagai bidang, baik profesional maupun pribadi. Hal ini dapat membuka peluang karir baru, meningkatkan kinerja kerja, serta memperluas jaringan relasi.

Meningkatkan Kepuasan Diri: Dengan melakukan pengembangan diri, individu dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dalam mengambil keputusan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepuasan diri dan memotivasi individu untuk mencapai tujuan mereka.

Menambah Wawasan: Pengembangan diri dapat membantu individu menambah wawasan dan memahami dunia dengan cara yang lebih baik. Hal ini dapat membantu individu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan, membantu meningkatkan kualitas hidup mereka, serta membantu mereka mencapai kesuksesan.

Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, individu dapat mengoptimalkan kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari dan memecahkan masalah. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Mengatasi Stres:  Pengembangan diri juga akan membantu individu mengatasi stres dan memperbaiki kesehatan mental. Dengan mempelajari teknik-teknik manajemen stres dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup, individu dapat merasa lebih tenang dan lebih mampu menghadapi situasi yang menantang.

Meningkatkan Hubungan:  Pengembangan diri bisa membantu individu meningkatkan keterampilan interpersonal dan membantu mereka memperbaiki hubungan dengan orang lain. Hal ini dapat membantu memperbaiki kualitas hubungan pribadi dan profesional.

Meningkatkan Kreativitas:  Pengembangan diri juga dapat membantu meningkatkan kreativitas individu, membantu mereka berpikir di luar kotak, dan menciptakan solusi yang inovatif. Hal ini dapat membantu individu menjadi lebih kreatif dan lebih mampu memecahkan masalah dengan cara yang berbeda dan lebih efektif.









Kalau video klip ini ada bunga "patuk manuk" atau Rudbeckia. Dan di kasih backsound  lagu "i'm with you" milik Avril. Untuk background postingan ini SettiaBlog kasih watermelon pink. Maaf ya, SettiaBlog ngomong kayak gitu bukan sok keminter tapi mengajak bareng - bareng untuk terus bergerak mengikuti sunnatullah yang terdapat di alam raya. Terus berkembang dan berkembang. Karena pengembangan diri bisa meningkatkan keterampilan, meningkatkan kepuasan diri, menambah wawasan, meningkatkan kinerja kerja, serta memperluas jaringan relasi.
 

Dec 6, 2023

Penyebab Kufur Nikmat

 


Pada bahasan kali ini SettiaBlog gunakan background bunga Melati. Habisnya tadi ada temen bawa minyak Melati, SettiaBlog di suruh coba menciumnya. Enak kok baunya, lembut, calm, hampir mirip bau Melati Jawa yang baru di petik. SettiaBlog sendiri sering kok gunakan bunga Melati untuk aromaterapi. Ya biasanya pas lagi lewat gitu di tepi jalan deket SettiaBlog ada yang tanam dan sering berbunga lebat, SettiaBlog ambil 4 atau 5 kuntum, terus SettiaBlog hirup baunya. Ndak boleh itu Settia, ambil milik orang. Ya SettiaBlog bilang yang punya. Kalau kebetulan ada yang belum mekar biasanya SettiaBlog ambil 2 atau 3 butir, SettiaBlog bersihkan terus SettiaBlog makan he....he.... Kalau itu namanya nggragas....Settia, lha wong bunga kok di makan. Apa, mau bilang kayak jin gitu. Yang SettiaBlog ngerti, tumbuhan khususnya bunga di ciptakan oleh Allah SWT untuk memperindah alam ini dan juga mengharumkan alam ini. Di samping itu banyak kandungan zat yang bermanfaat bagi manusia dalam bunga, tak terkecuali bunga Melati. Kalau Anda memandang bunga Melati itu sakral ya terserah Anda, kalau bagi SettiaBlog bunga Melati sama seperti bunga - bunga yang lain. O..ya, maaf beberapa hari ini SettiaBlog ndak membuat bahasan. Beberapa hari yang lalu SettiaBlog ndak sengaja membuka video klip nya Erin Zelia Nawawi di atas. SettiaBlog ndak ngerti, setelah dengerin, saat mulai di ayat ke 2 dan seterusnya, ada perasaan gimana gitu, trenyuh rasanya. Ini bukan penilaian ya, lha wong SettiaBlog ndak becus apa - apa kak menilai, ini hanya yang SettiaBlog rasakan. SettiaBlog merasa kurang bersyukur atau boleh di bilang kufur nikmat lah. SettiaBlog benar - benar ndak ngerti, setelah dengerin, muncul perasaan seperti itu.

Ada beberapa penyebab kufur nikmat yang harus kita ketahui. Sebab, hal ini merupakan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Manusia harus selalu mensyukuri segala yang dimilikinya. Di mana ketika mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh harta dan kenikmatan lainnya, namun kuasa-Nya tetap hadir dalam setiap nikmat. Akibatnya, seorang hamba tidak boleh bertindak sombong dan memanjakan diri ketika ada banyak nikmat. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah ketika manusia tidak mengungkapkan rasa syukurnya. Bahkan perilaku ini disebut sebagai kufur pada nikmat atas pemberianNya. Dalam firman-Nya, Allah (SWT), telah memperingatkan terhadap perilaku ini:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)

Selain itu, ayat ini memperingatkan manusia untuk tidak terjerumus ke dalam kufur nikmat dan mendorong mereka agar selalu bersyukur. Seseorang yang termasuk dalam kufur nikmat akan selalu merasa bangga atas apa pun yang diberikan kepadanya. Kemudian, lupa kapan untuk memuji Allah SWT atas pemberiannya tersebut.

Berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa orang sulit untuk mengungkapkan rasa syukur sehingga jatuh ke dalam kufur nikmat:

1.   Makan Makanan Haram

Pertama, makan makanan yang tidak diperbolehkan atau haram Hati ini perlu diselidiki ketika sulit mensyukuri apa yang dimilikinya; Apakah ada cara untuk menghasilkan rezeki itu haram namun tetap kita lakukan? Apakah kita yakin bahwa asupan yang masuk ke dalam tubuh kita dan yang kita peroleh berasal dari sumber yang halal? Jangan remehkan hal ini.

2.   Tidak Menghargai Nikmat Allah SWT

Yang kedua, adalah orang yang tidak menghargai setiap nikmat Allah SWT yang diberikan untuknya. Sebab, menurutnya, harta yang ada ini semata-mata diperoleh atas usahanya sendiri. Pikirnya, Allah SWT tidak ikut andil atas itu.

3.   Hanya Peduli Urusan Duniawi

Ketiga, hanya mencari materi dunia. Kekayaan dan segala macam kemewahan duniawi lebih penting dari apapun bagi orang yang hanya mengharapkan imbalan di dunia ini. Bahkan memikirkan Allah SWT dan bersyukur akan sulit karena semua yang dia pikirkan adalah perkara dunia saja.

4.   Hanya Memikirkan Diri Sendiri

Keempat, karena mementingkan diri sendiri. Salah satu musuh terbesar setiap orang adalah kesombongan. Bagaimana orang yang sombong bisa bersyukur? Orang-orang yang melakukan langkah mereka dengan bangga; baginya, kekayaan bisa membuat kedudukan seseorang menjadi tinggi. Seperti kesombongan Firaun, yang menganggap kekayaannya setara dengan milik Tuhan. Namun, tahukah? Bahwa kekayaannya benar-benar mengujinya.

5.   Akibat Tipu Daya Setan

Kelima, akibat tipu daya setan. Setan akan terus mencoba menggoda umat manusia sampai akhir zaman. Kita pasti akan terbawa arus godaannya jika kita tidak terus memperbaharui iman kita. Godaan setan juga dapat berkontribusi pada kurangnya rasa syukur ini. Seperti yang Dia nyatakan dalam firmanNya:
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS. A’raf:17)
Nah, jangan pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT jika ingin lebih menikmati hidup dan menerima berkah Allah SWT.

Udah ya, lupakan bahasan SettiaBlog. SettiaBlog lapar. Makan dulu ya, mbak yu SettiaBlog tadi masak sayur lodeh boros, terong, terus apalagi ya ini campurannya. Wah...ini di makan sama kerupuk Klenteng...mm...mantab....he...he....