Dec 28, 2023

Mengelola Nafsu dengan Baik

 


Video klip di atas "Take Me Home, Country Roads" yang di cover Cellodeck. Mirip istri SettiaBlog kan ya. Tentu ndak akan ada yang percaya ...he...he..., ya udah lupakan. Di penutup tahun ini SettiaBlog ingin minta maaf pada semuanya. Tentu banyak kok yang ndak suka dengan bahasan SettiaBlog, tindak tanduk dan ucapan SettiaBlog. SettiaBlog akan jelasin sedikit tentang ungkapan SettiaBlog yang sering bilang kalau SettiaBlog ini agak gila. Maksudnya pola pikir SettiaBlog itu sering ndak sama dengan masyarakat pada umumnya. Alhamdulillah SettiaBlog dulu sering di ajari Kangmas - Kangmas SettiaBlog tentang paugeraning urip, kayak ndak boleh merusak rumah tangga orang, ndak boleh mengambil hak orang lain dan lain - lain. Singkatnya ndak boleh cluthak. Dan ini menjadi pegangan SettiaBlog dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Kalau ada yang curiga dengan tindak tanduk SettiaBlog yang aneh, justru SettiaBlog sangat berterima kasih, karena ini akan menjadi kontrol SettiaBlog dalam bertingkah laku. Syukur - syukur kalau ada yang langsung menegor SettiaBlog ketika salah, SettiaBlog tambah senang. Untuk background SettiaBlog kasih buah kapas yang terurai. Ada ungkapan dari Jalaluddin Rumi seperti ini,
Sumbatlah telinga nafsumu, yang bagai kapas menutupi kesadaranmu dan membuat tuli telinga batinmu.


Seorang sufi bernama Al-Bushiri dalam mengibaratkan nafsu bagaikan seorang bayi yang masih menyusu  pada ibunya, bila terus engkau beri susu, ia  terus bergantung pada susu itu. Tetapi jika engkau sapih iapun dapat tumbuh sehat tanpa susu. Nafsu yang ada dalam diri seseorang harus dikelola dengan baik. Karena dalam kehidupan manusia pada hakikatnya terjadi pergulatan antara nafsu muthmainnah  dengan nafsu  lawwamah, yang ditandai dengan pasang surutnya  iman.

Karena itu melawan nafsu setan tidaklah gampang.  Rasulullah SAW suatu hari bersama shahabat menuju Madinah dari suatu peperangan melawan orang-orang kafir, beliau berkata: Kita baru saja pulang dari jihad kecil dan akan menghadapi jihad yang besar. Sahabatpun heran dan bertanya, jihad apa yang besar itu hai Rasulullah. Beliaupun menjawab, jihad melawan hawa nafsu. Jihad dalam peperangan, musuh jelas tampak di depan mata, sedangkan jihad besar melawan nafsu tidak tampak, bahkan syaitan dalam menggoda manusia selalu memakai banyak cara. Malas, menunda waktu shalat, makan berlebihan, iri, dengki, dan sebagainya adalah tipu muslihat syaitan dalam mencelakakan manusia.  

Melawan kekuatan hawa nafsu adalah ibadah yang sangat mulia. Jika kita gagal melawannya,  kekuatan inilah yang justru menguasai kita. Dan hal yang menghawatirkan  adalah jika seseorang,  hal buruk menguasai jiwanya. Dalam Al Qur’an surat al-Maidah ayat 30. Kerugian itu datang kepada manusia bila ia selalu mengikuti keinginan hawa nafsunya. Karena hawa nafsu selalu mengarahkan kepada kejahatan dan kerusakan. Karena itu jika nafsu tidak dikelola tetapi dibiarkan saja, lalu menguasai jiwa kita, pasti akan membahayakan dalam kehidupan. Kita harus mampu menahan diri dari dorongan lima pancaindra dan lima persepsi kita. Misalnya mata yang berfungsi sebagai  penglihatan, telinga berfungsi sebagai pendengaran, mulut digunakan untuk berbicara, hidung sebagai penciuman, dan tangan adalah rasa. Karena itu bagi siapa yang mampu menjaga pancaindra ini,  ia akan mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu.

Di akhir tahun ini SettiaBlog mengajak kita semua bareng - bareng mencoba berlatih mengendalikan lima pancaindra dan lima persepsi kita, semoga kita semua mampu menjaga hati agar tidak dirusak oleh bisikan syaitan. Karena syaitan selalu berusaha menyesatkan manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Hijir ayat  39 – 40 : Ia (iblis) berkata; Tuhan,  lantaran engkau menghukumku jadi tersesat, nanti aku akan menipu mereka (manusia) dan akan menyesatkan semuanya, kecuali hamaba-hamba-Mu yang ikhlash.

Hanya hamba-hamba yang ikhlas dalam mengerjakan ibadah yang dapat menjaga hatinya, sehingga hati orang-orang yang ikhlash selalu menjadi sehat  yang disebut qalbun saliim.  Semoga kita semua termasuk hamba Allah SWT yang ikhlas.

Sekali lagi SettiaBlog minta maaf atas kebodohan SettiaBlog dalam bertindak dan berucap. Dan izinkan SettiaBlog berjalan di tahun baru nanti untuk menyusuri takdir kehidupan SettiaBlog .

Dec 22, 2023

Memaknai Hidup dengan Logika tanpa Terjebak Fatamorgana

 


Di Bojonegoro sekarang lagi musim enthung. Settia....kamu jangan ngacau! Indonesia itu hanya memiliki 2 musim, kemarau dan penghujan. Mana ada musim enthung. Di bilangin kok ngeyel, di Bojonegoro itu sekarang lagi musim enthung. Itu lho, kepompong ulat pohon Jati, kalau di Bojonegoro bilangnya enthung. Dan itu di cari untuk di masak, katanya c enak banget. Lho, berarti SettiaBlog belum pernah makan enthung? Belum....he....he...., Oalah...Settia...Settia.... gitu kok ngakunya orang Bojonegoro. Pernah coba memakannya, SettiaBlog coba beberapa ekor, klethus....klethus... gimana gitu, habis itu langsung bentol - bentol di tubuh. Ya mungkin karena proteinnya yang sangat tinggi. SettiaBlog punya alergi protein untuk beberapa jenis hewan, salah satunya enthung ini. Untuk video klipnya SettiaBlog kasih "Mirage" milik Kitaro. SettiaBlog suka permainan warnanya, bagus banget, saat kupu - kupu terbang. Mirage sendiri bisa di artikan fatamorgana. Ada ungkapan seperti ini.
"Kebanyakan manusia lebih menyukai keindahan fatamorgana ketimbang menghadapi realita hidup yang terkadang tak seindah harapan."


Ndak sedikit kaum terdidik yang terkadang merasa iri terhadap orang yang pendidikannya rendah, tetapi sukses berbisnis. Dalam hal ini, siapa pun harus menyadari bahwa hidup sudah ada yang mengatur. Allah SWT bebas memberikan rezeki berlimpah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Jika manusia melihat atau mengalami hal-hal di luar nalar, ia sebaiknya segera mengingat Allah SWT. Terkadang, seseorang merasa bahwa dirinya ndak bodoh-bodoh amat. Bahkan, prestasinya di sekolah dan kampus termasuk di atas rata-rata. Namun, nasibnya secara ekonomi kalah dibanding teman-temannya. Padahal, dilihat dari segi usaha dan kecerdasan, teman-temannya tergolong biasa aja. Maka, muncul ungkapan pintar, tetapi nasibnya kurang sukses. Hal ini menjadi misteri hidup yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Sebenarnya, makna (tepat atau sesuai harapan) dan (tidak tepat atau di luar harapan) bergantung pada orang yang menjalaninya. Sebagai contoh, seorang ahli mesin lulusan perguruan tinggi ternama bekerja di bidang kuliner. Mungkin ada yang menyatakan bahwa nasib sarjana tersebut (tidak mendapatkan keberuntungan). Ia semestinya menjadi teknisi di sebuah perusahaan terkemuka dengan gaji besar. Meskipun banyak orang yang berfikir normatif seperti itu, kenyataannya ia menjalaninya dengan nyaman. Bahkan, ia justru merasa beruntung dapat mengembangkan bakatnya di bidang bisnis makanan. Jadi, apa yang disebut pandangan umum belum tentu benar. Pandangan umum tentang bejo  atau tidak bejo belum tentu sesuai dengan yang dirasakan pelakunya. Seseorang dikatakan bejo  atau ndak bejo  bukan semata-mata didasarkan pada pandangan orang lain yang sifatnya sangat subjektif. Orang lain bisa mengatakan bahwa seseorang nasibnya bejo  karena dulu waktu sekolah ndak pinter, pernah tinggal kelas, tetapi kini bisa menjadi pengusaha. Belum tentu orang yang dianggap beruntung itu di kantor bisa bisa bekerja dengan nyaman. Ia mungkin tersiksa mendapati kenyataan bahwa teman-temannya satu kantor bisa naik ke jenjang karier lebih tinggi karena mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun dirinya tetap stagnan karena kemampuan tidak menonjol sekalipun menjadi pegawai di pemerintahan.

Orang yang pinter, tetapi merasa dirinya ndak bejo  dalam menerima nasib atau takdirnya, berarti patut diragukan kadar intelektualnya. Orang yang pinter seharusnya merasa bejo  di mana pun ia bekerja dengan sebaik-sebaiknya. Ia tidak merasa iri terhadap nasib orang lain.

Setiap orang berhak untuk sukses, bahagia, dan sejahtera. Ndak ada pembedahan bahwa hanya orang yang cerdas yang berhak sukses dan bahagia. Orang yang dikatakan tolol bukan tidak mungkin bisa menjadi konglomerat. Artinya, Allah SWT sudah menentukan garis nasib berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ada orang yang lemah pikir, tetapi kaya raya. Namun, ndak sedikit orang lemah pikir hidupnya sangat mengenaskan. Ada orang cerdas yang sangat kaya, tetapi ada pula orang genius yang hidup begitu sederhana atau bahkan sangat miskin. Manusia hanya berfikir keras dan berusaha sekuat tenaga. Ndak perlu menyalahkan takdir karena bisa menimbulkan stres, stroke, dan depresi.

Orang yang enggan menerima kenyataan merasa bahwa takdirnya tidak adil segingga memicu saraf otaknya bekerja lebih keras. Saraf otak merupakan pengendali semua organ tubuh. Jika otak bekerja terlalu lelah maka kinerja organ-organ tubuh lainnya akan melemah. Berbagai penyakit mudah menyerang akibat kondisi otak yang terbebani berat. Tubuh yang mudah terserang penyakit kian lama semakin rapuh. Jika sudah demikian, bisa mengalami akibat yang paling fatal.

 عن جابر بن عبد االله لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بـَرَأَ بِإِذْنِ االلهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim) Demikian hadits yang diriwayatkan Muslim. Dengan bahasa lain: setiap masalah ada solusinya: setiap kesulitan ada kemudahannya: setiap soal ada jawabannya: setiap kegagalan ada berhasilnya.  Masalahnya, banyak orang larut dalam penyakit, terjebak dalam masalah yang ndak kunjung selesai. Akibatnya, belum dapat obatnya sudah menyerah kalah. Bukankah itu sangat disayangkan?

Banyak sekali orang putus asa dan akhirnya bertindak semaunya. Akhirnya, ketika ia mendapatkan masalah, bukan bersyukur tapi malah menyesali dengan mengucap: "Mengapa masalah ini menimpa saya? Mengapa bukan orang lain?" Seakan-akan protes kepada Allah SWT yang Mahabijak dan Mahasegalanya. Bahkan, sering kali kita menyalahkan orang lain ketika masalah menimpa kita. Ironis, bukan? Padahal, masalah itu ada karena kita. Sekali lagi, disebabkan karena ulah kita sendiri, bukan karena orang lain (QS asy-Syuuraa: 30). “Bersama kesulitan ada kemudahan.” Itu artinya, masalah adalah cara Allah SWT memperhatikan umatnya. Dengan diberi masalah, Allah SWT ingin melihat apakah hamba-hamba-Nya itu masih tetap beribadah dan taat pada-Nya atau sebaliknya.  Maka, sikap terbaik ketika tertimpa masalah adalah dengan menunjukkan bahwa kita tetap istiqamah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dari sini, kalimat ini terasa mudah diucapkan tetapi ndak mudah dijalankan. Why? Ada cara sederhana bagaimana menyikapi setiap masalah yang menimpa.

Pertama, yakinkan diri bahwa masalah pasti berlalu. Hanya soal waktu aja. Terasa sakit itu karena kita menganggap masalah adalah akhir dari segalanya. Tidak! Masalah bukan akhir, melainkan awal pembuktian bahwa kita adalah hamba-Nya yang terpilih (QS at-Tin: 4). Maka, bersyukurlah ketika mendapatkan masalah. Karena, dengan adanya masalah, kita akan semakin matang laiknya buah mangga yang masak di pohon. Sebelum masak, buah itu mendapati berbagai masalah, seperti diterpa hujan, angin, badai, dan panas. 

Kedua, sikapi secara wajar. Jangan berlebihan. Segala apa pun yang disikapi secara berlebihan (lebay) akan berdampak buruk. Allah SWT pun ndak menyukai dan melarang umatnya bersikap berlebih-lebihan dalam hal apa pun (QS al-Maidah: 77, QS az-Zumar: 53). Masalah akan tetap menjadi masalah. Yang dibutuhkan adalah cara dan sikap kita menghadapi masalah agar masalah itu segera berlalu. 

Ketiga, lihatlah ke bawah bahwa masalah kita masih lebih baik dibandingkan dengan masalahnya. Dengan begitu, kita tetap bisa bersyukur dan berupaya agar masalah yang menimpa bisa segera berakhir. Masalah itu seperti sedang berjalan menanjak. Terasa berat dan sulit. Tapi, ketika kita mampu melaluinya dari satu tangga ke tangga berikutnya akan terasa mudah dan ringan. Jangan sampai kita terjebak dan hidup dalam fatamorgana masalah. Artinya, melihat hidup itu selalu dipenuhi masalah demi masalah. Seakan-akan ndak ada hari esok yang lebih baik. Cara berpikir seperti ini harus segera diubah. Dengan cara, bahwa kita sebaiknya bersahabat dan berdamai hidup berdampingan dengan masalah.




Kalau yang ini video klipnya Kitaro yang "Matsuri".


SettiaBlog suka motif belah ketupat yang di kenakan, modelnya ini hakama atau apa ya? Tolong ya, yang ngerti SettiaBlog di kasih tahu.

Seperti yang kita tahu, ulat harus menjadi kepompong terlebih dahulu sebelum menjadi kupu-kupu. Proses tersebut mengajarkan bahwa jika ingin berkembang dan menjadi lebih baik lagi serta mencapai tujuan hidupnya, setiap orang pasti dan harus mau berubah. Selain itu, setiap orang harus melewati proses hidupnya sesuai urutan atau secara bertahap dengan baik, baru dapat mencapai hasil yang maksimal.

Dec 18, 2023

Tahapan Tazkiyatun Nafs, Cara Menyucikan Jiwa

 


      
Video klip di atas "you were mine" milik Natalie Taylor. Ya, ini untuk istri SettiaBlog. Ada ungkapan Jawa yang  berbunyi, “Ojo dumeh, eling lan waspodo”, para orangtua di Jawa sering berpesan tentang paugeraning urip atau prinsip hidup tersebut. Prinsip ini adalah bekal manusia menghadapi ujian dan perjuangan hidup, selain dapat pula dijadikan senjata ampuh dalam menaklukan dirinya sendiri (jihadun nafs) dan mewujudkan “Roso setyo lan mituhu dumateng Gusti”.  Prinsip ini layak dijadikan pedoman karena merupakan salah satu sarana penting pencegahan terhadap kecerobohan dan kelalaian yang sering kita lakukan. Karena dengan berpedoman padanya, kita akan menyadari, memahami dan dengan lebih mudah mentaati semua kaidah agama, budi pekerti, serta beragam aturan lainnya di tengah kehidupan manusia. Bagaimana tidak, karena ojo dumeh  yang kurang lebih maksudnya “jangan mentang-mentang” itu, adalah sebuah peringatan serius agar kita tidak larut dalam sikap jemawa, adigang, adigung, adiguna. Dengan meneguhi prinsip hidup ojo dumeh  ini, diharapkan kita mampu terhindar dari beberapa penyakit hati dan laku tercela di antaranya:
Mentang mentang kaya, sehingga kita menjadi sombong dan merasa semua hal dan segala sesuatu dapat dibeli dengan uang.
Mentang-mentang punya jabatan dan sedang berkuasa, maka kita merasa seenaknya bisa memerintah, merendahkan bahkan menindas orang lain.
Mentang-mentang berilmu, maka kita cenderung menganggap orang lain bodoh dan bisa kita bodohi.
Mentang-mentang berwajah rupawan, maka kita suka berlagak sebagai yang paling layak terkenal dan menjadi idola, lalu menganggap orang lain tak pantas tampil ke permukaan, dan masih banyak lagi contoh sikap mentang-mentang lainnya.

Padahal para leluhur sudah berpesan, sebagaimana paugeraning uripSopo sing dumeh bakal keweleh. Sopo sing adigang bakal keplanggrang. Sopo sing adigung bakal kecemplung. Sopo sing adiguno bakal ciloko. Sopo sing becik bakal ketitik. Sopo sing olo bakal ketoro. Sopo sing salah bakale seleh. Sopo sing temen bakal tinemu. Itulah hukum keadilan Allah SWT  yang pasti berlaku dalam kehidupan, dan tak sesiapapun dapat menghindar darinya. Maka karena itu pula sebabnya kenapa kita dianjurkan untuk senantiasa bersikap eling, selalu ingat dalam segala keadaan. Dengan bersikap demikian, maka kita akan tetap ingat akan kewajiban manembah marang Gusti, keharusan menyembah kepada Allah SWT, sekaligus ingat akan nikmat-nikmat dan anugerah-Nya, kasih-sayang-Nya, di samping juga selalu ingat pada kesalahan, kekurangan, dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan agar kita tak merasa ujub  di hadapan-Nya, melainkan dengan penuh kerendahan hati selalu berharap-harap cemas pada karunia dan ampunan-Nya. Maka dengan sikap eling inilah diharapkan akan lahir pekerti yang luhur sehingga kita menjadi manusia yang paling besar manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar kita.

Selain eling, kita juga dituntut untuk selalu waspodo. Sebab waspada merupakan sebentuk kehati-hatian kita sebagai manusia dalam menjalankan hidup. Dengannya kita akan lebih teliti dalam memilih, lebih cermat dalam mengambil keputusan, bahkan akan memunculkan sikap wara’  dalam menjalani kehidupan sehari hari. Waspada juga berarti berhati-hati dalam semua sikap dan tingkah laku. Mampu membedakan dengan jelas dan terang, mana yang merupakan perintah dan mana yang merupakan larangan Tuhan, sehingga dengan modal kewaspadaan itu kita diharapkan akan selamat dalam perjalanan hidup ini. Begitulah hendaknya dua prinsip ojo dumeh  dan eling lan waspodo  ini mesti dipahami secara utuh, dianggap sebagai satu kesatuan tak terpisahkan, karena keberadaan atau ketiadaan salah satunya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Pendek kata, dengan prinsip ojo dumeh, eling lan waspodo ini, kita diharapkan lebih mampu menjadi hamba sahaja yang pasrah dan yakin pada kekuasaan Allah SWT, sekaligus hati-hati dan bijaksana di tengah manusia lain. Dengan kata lain, dengan prinsip itulah kita bakal mampu menjadi manusia yang tawadhu’ dan “bisa merasa” dan bukan sebaliknya justru sombong, mentang-mentang “merasa bisa”.
“Mulo ojo dumeh, kudu tansah eling lan waspodo. Sebab ono luwih, luwih soko ono. Kang kebak, luwih dening kebak. Kang suwung, luwih dening suwung. Kang pinter, luwih dening pinter. Kang sugih, luwih dening sugih…” dan seterusnya.
 

Maaf ya, SettiaBlog ngomong gini bukan berarti SettiaBlog orang bersih, SettiaBlog juga orang yang ceroboh dan banyak melakukan kesalahan. SettiaBlog hanya ingin mengajak kita semua bareng - bareng   menyucikan jiwa atau biasa di kenal dengan tazkiyatun nafs. Al-Ghazali menjelaskan bahwa tazkiyatun nafs merupakan pembersihan diri dari sifat kebuasan, kebinatangan, dan setan untuk kemudian mengisi dengan sifat-sifat terpuji. Untuk menyucikan jiwa, ada tiga fase yang mesti dilalui.

Tathahhur

Pada tahap ini, penyucian jiwa diawali dengan taubat serta berjanji tidak akan mengulangi segala perbuatan yang bisa mengotori diri.

Tahaqquq

Tahaqquq  adalah cara bagaimana seorang Muslim dapat berada sedekat mungkin dengan Allah SWT sehingga memperoleh kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Di tahap ini seorang Muslim memfokuskan hati dan pikiran hanya kepada Allah SWT, salah satunya dengan cara dzikir.
Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali Imran ayat 191).

Takhalluq

Takhalluq maknanya berakhlak dengan nama-nama Allah yang mulia serta meneladani Rasulullah SAW. Ini adalah upaya perwujudan sifat-sifat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya Allah memiliki sifat ar-Rahmaan dan ar-Rahiim. Oleh sebab itu seorang Muslim hendaknya juga mengasihi dan menyayangi sesama.

Itulah tahapan menyucikan diri atau tazkiyatun nafs  bagi umat Islam. Keberhasilan seseorang dalam melakukan tazkiyatun nafs  akan mewujud dalam aktivitas sehari-harinya, termasuk sholat secara khusyu, selalu hati-hati dalam perbuatan dan ucapan, menunaikan zakat, dan menjaga amanah.

Dec 14, 2023

Elastis, Berpikir Fleksibel dalam Dunia yang Terus Berubah

 


SettiaBlog dari tadi membuat tulisan untuk backdrop. Backdrop itu latar belakang atau background yang ada di dalam sebuah ruangan untuk mempermanis ruangan di depan latar belakang tersebut. SettiaBlog ingin membuat sendiri dari nol tulisan tersebut, yang SettiaBlog buat ini untuk 2 tempat. Untuk bahan SettiaBlog gunakan kayu jati Belanda, karena sifatnya yang lebih lentur (alot dalam bahasa Jawanya) dan ringan, karena nantinya akan nempel di dinding, jadi ini cocok ringan tapi tidak mudah patah. Anda bisa lihat pada video klip di atas. Yang belakang itu sudah SettiaBlog kasih filler (cat Duco dasaran, itu pakai merk Suzuka),. Backsound nya "elastic heart" milik Sia yang di cover Linus. Ukurannya sendiri, untuk font yang kecil SettiaBlog buat ketebalan 7 mm, untuk font dengan ketinggian 10 cm SettiaBlog buat ketebalan 17 mm. Kalau terlalu tebal akan menghilangkan karakter font tersebut. Elastic (lentur), fleksibel atau luwes. Kalau di Jawa di kenal ungkapan " Wong Jowo Iku Gampang Di Tekak Tekuk" (Orang Jawa itu mudah di bengkan-bengkokkan). Maksudnya, orang Jawa itu fleksibel, mudah bergaul dan bisa berada di berbagai level masyarakat.

Semakin kita tidak kaku dalam berpikir, kita akan semakin berpikiran terbuka, kreatif dan inovatif. Inilah cara mengembangkan kekuatan pikiran yang elastis.

Masyarakat berubah dengan cepat. Apakah kita perlu mengubah cara berpikir kita untuk bertahan hidup? Leonard Mlodinow menegaskan bahwa kecepatan perkembangan teknologi dan budaya mengharuskan kita untuk mengadopsi jenis pemikiran selain gaya analisis rasional dan logis yang cenderung ditekankan dalam masyarakat kita. Ia juga memberikan kabar baik: kita telah memiliki beragam kemampuan kognitif yang diperlukan untuk merespons tantangan baru dan baru secara efektif. Dia menyebut hal ini sebagai “pemikiran elastis”.

Mlodinow menjelaskan pemikiran elastis sebagai:
“kemampuan untuk melepaskan ide-ide yang menyenangkan dan menjadi terbiasa dengan ambiguitas dan kontradiksi; kemampuan untuk melampaui pola pikir konvensional dan menyusun ulang pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan; kemampuan untuk meninggalkan asumsi yang sudah mendarah daging dan membuka diri terhadap paradigma baru; kecenderungan untuk mengandalkan imajinasi dan logika serta menghasilkan dan mengintegrasikan beragam ide; dan kemauan untuk bereksperimen dan bertoleransi terhadap kegagalan.”

Sederhananya, berpikir elastis adalah membiarkan otak Anda membuat koneksi tanpa arah.Mari kita telusuri mengapa pemikiran elastis berguna dan bagaimana kita dapat menjadi lebih baik dalam hal tersebut.

Pertama-tama, mari kita hilangkan metafora bahwa otak kita persis seperti komputer. Tentu, ia dapat menjalankan fungsi analitik serupa. Namun otak kita mampu memperoleh wawasan yang tidak analitis dan tidak dapat diprogram. Sebelum kita bisa menerima jenis pemikiran lain yang otak kita punya kapasitasnya, kita perlu menerima bahwa pemikiran analitik—umumnya digambarkan sebagai penerapan analisis sistematis dan logis—mempunyai keterbatasan.
Seperti yang dijelaskan Mlodinow,
“Pemikiran analitis adalah bentuk refleksi yang paling dihargai dalam masyarakat modern. Paling cocok untuk menganalisis permasalahan hidup yang lebih sederhana, ini adalah jenis pemikiran yang kami fokuskan di sekolah kami. Kami mengukur kemampuan kami melalui tes IQ dan ujian masuk perguruan tinggi, dan kami mencarinya pada karyawan kami. Namun meskipun pemikiran analitis mempunyai kekuatan yang sama dengan pemrosesan tertulis, pemikiran analitis berjalan secara linier…dan sering kali gagal memenuhi tantangan kebaruan dan perubahan.”

Meskipun sangat berguna dalam berbagai situasi sehari-hari, pemikiran analitis mungkin bukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang jawabannya memerlukan cara baru dalam melakukan sesuatu. Untuk masalah-masalah seperti itu, pemikiran elastis adalah yang paling berguna. Ini adalah jenis pemikiran yang senang berkelana di luar kotak dan menghasilkan ide-ide yang masuk dan keluar dari bidang kiri. “Proses kita jauh lebih kompleks daripada yang terjadi di komputer, otak serangga, atau bahkan otak mamalia lain". Hal ini memungkinkan kita menghadapi dunia dengan kemampuan analisis konseptual yang sangat luas.

Anggap saja seperti ini: ketika Anda tiba di sungai dan harus menyeberanginya, pemikiran analitis Anda akan berguna. Ini memindai lingkungan untuk mengevaluasi pilihan Anda. Di manakah air paling rendah? Di mana pergerakannya paling cepat, dan di manakah titik penyeberangan paling berbahaya? Bahan apa saja yang tersedia untuk membantu penyeberangan Anda? Bagaimana orang lain bisa memecahkan masalah ini? Sungai khusus ini mungkin baru bagi Anda, namun konsep menyeberanginya mungkin bukan hal baru, sehingga Anda dapat dengan mudah mengandalkan langkah-langkah logis dari proses berpikir analitis.

Berpikir elastis adalah tentang menghasilkan ide-ide baru atau baru. Ketika memikirkan cara terbaik untuk menyeberangi sungai, pemikiran seperti inilah yang membawa kami dari jembatan kayu ke jembatan gantung dan dari perahu dayung ke kapal uap. Berpikir elastis melibatkan kita menyatukan banyak ide berbeda untuk membentuk cara baru dalam melakukan sesuatu. Kita tidak perlu meninggalkan pemikiran analitis sama sekali. Kita hanya perlu menyadari bahwa hal ini mempunyai keterbatasan. Jika cara kita melakukan sesuatu tampaknya tidak memberikan hasil yang kita inginkan, itu mungkin merupakan tanda bahwa kita memerlukan pemikiran yang lebih elastis.

“manusia cenderung tertarik pada hal-hal baru dan perubahan.”

Sepanjang sejarah kita, kita rela mengantri dan membayar agar terkejut dan takjub. Dari pertunjukan sulap dan roller coaster hingga sirkus dan film, industri hiburan kita sepertinya tidak pernah kehabisan penonton. Kecenderungan kita untuk terlibat dengan hal-hal baru tidak hanya terbatas pada hiburan. Bayangkan kembali pameran teknologi besar pada pergantian abad kedua puluh yang menampilkan penemuan dan visi mutakhir untuk masa depan dan menarik jutaan pengunjung. Atau, melihat lebih jauh ke belakang, bayangkan ziarah yang dilakukan orang-orang untuk melihat keajaiban arsitektur baru yang sering kali terlihat di gereja dan katedral pada saat perjalanan sulit dilakukan. Tindakan semacam ini menunjukkan kualitas “yang menjadikan kita manusia… kemampuan dan keinginan kita untuk beradaptasi, mengeksplorasi, dan menghasilkan ide-ide baru.” Salah satu alasan mengapa hal-hal baru menarik perhatian kita adalah karena kita mendapatkan dopamin yang menyenangkan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang baru (dan tidak mengancam). Jadi, dalam sejarah evolusi kita, kecenderungan kita untuk menjelajah dan belajar dihargai dengan dorongan kesenangan, yang kemudian mengarah pada eksplorasi lebih lanjut .

Menjelajah tidak berarti mendaftar untuk pergi ke Mars. Menjelajah bisa dengan mencoba sesuatu yang baru. “Saat Anda bersosialisasi dengan orang asing, Anda sedang menjajaki kemungkinan menjalin hubungan baru.…Saat Anda melakukan wawancara kerja meskipun Anda sudah bekerja, Anda sedang menjajaki langkah karier baru.”

Kaitannya eksplorasi dengan elastisitas adalah eksplorasi memerlukan pemikiran yang elastis. Eksplorasi, menurut definisi, adalah penjelajahan ke bagian-bagian yang tidak diketahui di mana kita mungkin dihadapkan dengan pengalaman baru dan baru. Sulit untuk menganalisis secara logis sesuatu yang Anda tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman. Ketertarikan terhadap hal-hal baru inilah yang berkontribusi pada kemampuan kita berpikir secara elastis.

Anda tidak dapat membuat keputusan tanpa memanfaatkan emosi Anda.
“kita cenderung memuji pemikiran analitis sebagai sesuatu yang objektif, tidak dipengaruhi oleh distorsi perasaan manusia, dan oleh karena itu cenderung mengarah pada akurasi. Namun meski banyak yang memuji pemikiran analitis karena tidak terikat pada emosi, ada juga yang mengkritik pemikiran analitis karena tidak terinspirasi oleh emosi, seperti halnya pemikiran elastis.”

Kemampuan kita untuk merasakan emosi merupakan komponen besar dan berharga dalam proses pengambilan keputusan biologis kita.  “Evolusi memberi kita emosi seperti kesenangan dan ketakutan agar kita dapat mengevaluasi dampak positif atau negatif dari keadaan dan peristiwa.” Tanpa emosi, kita tidak memiliki motivasi untuk mengambil keputusan. Sesuatu yang baru akan mempunyai dampak yang sama dengan apa yang lama. Keadaan seperti ini tidak akan terlalu berguna untuk merespons perubahan. Meskipun kita tertarik pada hal-hal baru, tidak semua hal baru itu baik. Kemampuan emosional kitalah yang dapat membantu kita menentukan apakah perubahan itu positif dan menentukan cara terbaik untuk menghadapinya.

“Emosi merupakan unsur integral dalam kemampuan kita menghadapi tantangan lingkungan.” Namun, kecenderungan kita terhadap hal-hal baru dapat dieksploitasi, dan saat ini kita harus menghadapi dan mengatasi berbagai pengurasan emosi dan juga kemampuan kognitif kita. Gangguan kronis yang memanipulasi respons emosional kita memerlukan energi untuk mengatasinya, sehingga membuat kita kehabisan tenaga secara emosional. Hal ini menyebabkan berkurangnya energi emosional kita untuk memproses pengalaman dan informasi baru, sehingga kita tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang mungkin bermanfaat bagi kita dan apa yang harus kita hindari.

“Pemikiran beku” terjadi ketika Anda memiliki orientasi tetap yang menentukan cara Anda membingkai atau mendekati suatu masalah. Pemikiran beku kemungkinan besar terjadi ketika Anda ahli di bidang Anda . “Sangatlah ironis bahwa pemikiran yang beku merupakan risiko tertentu jika Anda ahli dalam suatu hal. Ketika Anda seorang ahli, pengetahuan Anda yang mendalam jelas sangat berharga dalam menghadapi tantangan-tantangan yang biasa terjadi dalam profesi Anda, namun keterlibatan Anda dalam kumpulan kebijaksanaan konvensional tersebut dapat menghalangi Anda dalam menciptakan atau menerima ide-ide baru, dan menghambat Anda ketika dihadapkan pada hal-hal baru dan baru. mengubah."

Ketika Anda berpegang teguh pada gagasan bahwa segala sesuatunya akan selalu terjadi, Anda menutup otak Anda dari memperhatikan peluang-peluang baru. Di sebagian besar pekerjaan, hal ini mungkin berarti hilangnya peluang atau ketidakmampuan menemukan solusi dalam kondisi perubahan parameter. Namun ada beberapa profesi yang konsekuensinya jauh lebih mengerikan. Misalnya, seperti yang dibahas Mlodinow, jika Anda seorang dokter, pemikiran yang membeku dapat menyebabkan kesalahan besar dalam diagnosis. Pemikiran beku tidak sejalan dengan pemikiran elastis. Jadi, jika Anda ingin memastikan bahwa Anda tidak memuntahkan hal-hal yang sama ketika dunia berkembang di sekitar Anda, tingkatkan pemikiran elastis Anda.

Otak kita luar biasa. Untuk memanfaatkan kemampuan berpikir elastis bawaan kita, kita harus keluar dari cara kita sendiri dan berhenti mencoba memaksakan proses berpikir tertentu . “Jaringan default mengatur kehidupan mental batin kita—dialog yang kita lakukan dengan diri kita sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar. Ketika kita beralih dari rentetan masukan sensorik yang dihasilkan oleh dunia luar, hal itu mengarah pada diri kita sendiri. Ketika hal ini terjadi, jaringan saraf pemikiran elastis kita dapat mencari-cari di database besar pengetahuan, ingatan, dan perasaan yang tersimpan di otak, menggabungkan konsep-konsep yang biasanya tidak kita kenali. Itu sebabnya istirahat, melamun, dan aktivitas tenang lainnya seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk menghasilkan ide.”
Pemikiran elastis akan terjadi ketika kita memberikan diri kita ruang tenang untuk membiarkan otak melakukan tugasnya. “Proses asosiatif dari pemikiran elastis tidak berkembang ketika pikiran sadar berada dalam keadaan fokus. Pikiran yang santai mengeksplorasi ide-ide baru; pikiran yang sibuk mencari ide-ide yang paling dikenal, yang biasanya paling tidak menarik. Sayangnya, karena jaringan default kami semakin terpinggirkan, kami memiliki lebih sedikit waktu yang tidak fokus untuk melanjutkan dialog internal kami yang lebih luas. Akibatnya, kita kehilangan kesempatan untuk merangkai asosiasi-asosiasi acak yang menghasilkan ide-ide dan realisasi baru.”
Berikut adalah beberapa saran tentang cara mengembangkan pemikiran elastis:

• Kembangkan “pikiran pemula” dengan mempertanyakan situasi seolah-olah Anda tidak memiliki pengalaman di dalamnya.

• Perkenalkan perselisihan dengan menjalin hubungan dan ide yang menantang keyakinan Anda.

• Kenali nilai keberagaman.

• Hasilkan banyak ide dan jangan khawatir bahwa sebagian besar ide tersebut buruk.

• Kembangkan suasana hati yang positif.

• Bersantailah ketika Anda melihat diri Anda menjadi terlalu analitis.

Pelajaran utamanya adalah bahwa pemikiran elastis yang bermanfaat tidak perlu diarahkan. Seperti halnya anak-anak dan permainan yang tidak terstruktur , terkadang kita harus memberikan otak kita kesempatan untuk melakukan apa saja . Kita juga harus rela berhenti mengganggu diri kita sendiri sepanjang waktu. Seringkali kita merasa takut dengan pikiran kita sendiri, atau kita berasumsi bahwa diam berarti bosan, jadi kita mencari gangguan yang membuat otak kita sibuk. Untuk mendorong pemikiran elastis dalam masyarakat kita, kita harus menjauhkan diri dari rangsangan terus-menerus yang diberikan oleh layar.

Anda dapat mempersiapkan otak Anda untuk mendapatkan wawasan dengan mengembangkan pola pikir yang menghasilkan wawasan tersebut. Jangan memaksakan pemikiran Anda atau menerapkan pendekatan analitis terhadap situasi tersebut. “Tantangan wawasan adalah persoalan serupa dalam membebaskan diri Anda dari pemikiran yang sempit dan konvensional.”

Dalam hal mengembangkan dan mengeksplorasi kemungkinan pemikiran elastis, mungkin yang terbaik adalah mengingat bahwa, “proses berpikir yang kita gunakan untuk menciptakan apa yang dipuji sebagai mahakarya seni dan sains pada dasarnya tidak berbeda dengan proses berpikir yang kita lakukan. gunakan untuk menciptakan kegagalan kita.”

Dec 12, 2023

Tip's Self Healing Dalam Islam

 


Bahasan kali ini cerita - cerita aja ya. SettiaBlog sambil dengerin lagu "someone you loved" pada video klip di atas. Biar rileks mengetik bahasannya. Semoga semua yang baca blognya Settia menjadi orang - orang yang selalu mendapatkan kebahagiaan bersama orang - orang yang di sayanginya. Tadi siang SettiaBlog membakar daun bambu dan ranting - rantingnya yang menumpuk, mau SettiaBlog buat arang bambu untuk tambahan pupuk. Cerita apa ya enaknya? O ya, SettiaBlog benar - benar minta maaf ya, kalau terkadang bahasan SettiaBlog ndak enak di baca. Lupakan ya bahasan - bahasan yang kurang enak di baca! SettiaBlog dulu punya guru, namanya ibu Mami Martoemi, yang betul - betul memperhatikan SettiaBlog, mulai tindak tanduk, kesehatan, kepribadian dan lain - lainnya. Terima kasih, SettiaBlog ndak mungkin bisa membalas kebaikan mereka semua. SettiaBlog itu dulu gemuk, sampai kalau di pakai lari gitu mudah ngos - ngosan. Suatu hari SettiaBlog di tegur sama ibu Mami Martoemi, awalnya dia lihat betis SettiaBlog kan besar. SettiaBlog di suruh menekan dengan jari. Beberapa saat dia bilang katanya SettiaBlog kurang vitamin B. SettiaBlog hanya diem. Beberapa hari kemudian SettiaBlog di suruh meminum rebusan kacang hijau sama gula aren buatan ibu Mami. Dia sambil cerita, karena dia itu juga memiliki tubuh gemuk. Banyak c ceritanya, terus dia ngasih saran ke SettiaBlog untuk membiasakan jalan kaki. Katanya c untuk menguatkan jantung dan paru - paru. SettiaBlog pun menurutinya. Dalam seminggu, SettiaBlog berangkat ke sekolah dengan jalan kaki 3 kali, sekitar 3 km-an jarak rumah SettiaBlog ke sekolah. Makanya waktu sekolah dulu SettiaBlog sering gunakan sepatu Adidas, karena ini yang paling nyaman buat jalan kaki. Sampai SettiaBlog suka naik gunung, blusukan masuk hutan, ya alasan ini, untuk menguatkan jantung dan paru - paru.

Cerita ini beneran, bukan rekayasa atau sindiran, boleh kok di tanyakan ke temen - temen SettiaBlog. SettiaBlog dari dulu itu orangnya lemah, ndak pinter, ndak cerdas, seenaknya, pokoknya ndak ada yang bisa di contoh dari SettiaBlog. Tapi Alhamdulillah, dari dulu SettiaBlog itu selalu dekat dengan orang - orang yang baik dan memperhatikan SettiaBlog. Baik di rumah, lingkungan dan di manapun SettiaBlog melangkahkan kaki. Dari dulu seperti itu. Dan SettiaBlog minta maaf untuk semuanya, ndak mungkin SettiaBlog bisa membalas kebaikan mereka. Seandainya SettiaBlog bisa kembali ke masa lalu, SettiaBlog pasti akan membenahi semua kesalahan sikap atau tindakan yang ndak semestinya SettiaBlog lakukan, tentu yang menjadikan SettiaBlog lebih baik. Tapi sayang, masa lalu itu seperti daun bambu dan ranting yang terbakar jadi arang. Arang kan ndak mungkin bisa menjadi daun dan ranting bambu lagi. Untuk yang baca blognya Settia, jadikan SettiaBlog ini contoh yang buruk ya dan contoh kegagalan. Agar Anda semua bisa lebih baik dan lebih baik lagi.

Udah ya ceritanya. SettiaBlog mau self healing....he....he.... Banyak yang bilang self healing merupakan metode penyembuhan penyakit bukan dengan obat, melainkan dengan menyembuhkan dan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam dalam tubuh yang dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam praktiknya, metode ini merupakan salah satu istilah yang menggunakan prinsip bahwa sebenarnya tubuh manusia mampu memperbaiki dan menyembuhkan diri melalui cara-cara tertentu secara alamiah.
Emangnya SettiaBlog mau self healing di mana? Huuuss.... jangan keras - keras! Ya biasa, glimbang - glimbung di atas kasur. Ehmmm....

Lalu bagaimana sebenarnya bentuk self healing  dalam pandangan Islam? Manusia diciptakan dengan beragam jenis perasaan seperti rasa kesal, takut, sedih, maupun senang. Semua itu merupakan sifat manusiawi yang diberikan Allah SWT kepada umatnya. Dalam sejarah Islam, kita tahu bahwa sosok nabi pun pasti pernah mengalami kesedihan dan ketakutan, seperti kisah Nabi Yaqub AS yang kehilangan anak tercintanya Yusuf. Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 84 yang artinya:
"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya)."
Kisah lain juga dialami oleh sahabat Rasul. Rasulullah SAW sedang dalam peperangan atau dalam perjalanan yang jauh, maka Rasulullah SAW memerintahkan kepada Bilal untuk beristirahat dengan shalat. Shalat dapat mengobati penyakit-penyakit, seperti persepsi yang salah terhadap diri sendiri maupun orang lain, mengobati kesedihan dan juga keputusasaan. Manusia yang berdiri di hadapan Sang Pencipta dalam shalatnya dengan khusyuk, akan membuatnya mendapatkan energi positif yang menciptakan ketenangan hati dan perasaan aman. Melalui shalat, ketidakstabilan emosi, beban masalah, lelah fisik, dan berbagai permasalahan lainnya akan menghilang. Inilah mengapa shalat merupakan obat untuk berbagai penyakit sekaligus penolong bagi manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153:
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Selain shalat, hal yang dapat kita lakukan untuk self healing adalah berdzikir. Berdzikir tidak hanya sekedar mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah. Berdzikir juga berarti kita mengingat bagaimana kasih sayang, cinta, dan kebesaran Allah SWT dalam hidup kita. Berdzikir akan membantu kita juga untuk lebih fokus, tenang, dan damai. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya: 
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d : 28).

Bertafakur juga menjadi cara lain untuk self healing seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Di saat emosinya tidak dalam keadaan yang baik-baik saja, Rasulullah SAW pernah menyendiri (beruzlah) di Gua Hira, melaksanakan shalat, dzikir, ataupun kembali bertafakur akan kebesaran Allah SWT di dunia ini. Kembali kepada Allah dan menyadari kebesarannya adalah hal yang dilakukan Rasulullah SAW saat butuh proses untuk kembali bangkit.

Kita juga dapat bertafakur dengan mencari tempat baru yang ingin dikunjungi guna untuk me-refresh diri, mengingat kebesaran Allah yang ada di alam semesta, dan mendapatkan ketenteraman hati. Dan semoga kita menjadi pribadi yang mampu menjaga hati dan pikiran, serta menuangkan perasaan yang kita rasakan dengan cara yang positif seperti beribadah, shalat, berdzikir, dan bertafakur.
 

Dec 9, 2023

Manfaat Pengembangan Diri

 


Video klip di atas "back to December" milik Taylor Swift. Ndak terasa kan ya waktu begitu cepat berlalu, ujug - ujug udah bulan Desember lagi. Mahasuci Allah,  yang telah memerintahkan manusia untuk bergerak, berusaha, dan berkarya, menggali potensi dan menciptakan berbagai prestasi. Segala puji bagi-Nya yang telah menyuruh manusia untuk berlomba lomba dalam kebaikan. Tiada Tuhan selain Dia yang menilai manusia dari amal, kerja, prestasi, dan jasa (liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalan). Dan Mahabesar Dia yang telah menempatkan kenikmatan tak terhingga setelah adanya kerja keras: kenikmatan sejati hanya bisa diraih setelah seseorang lelah dalam berusaha. Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya akan dimiliki oleh orang yang telah berjuang, berupaya dan bekerja keras.

“Diam berarti mati”. Static condition means death.  Diam adalah kehinaan. Diam adalah kemunduran dan ketertindasan. Diam adalah kekalahan. Diam adalah belenggu para pecundang. Diam hanya akan mencelakakan diri sendiri, menyusahkan bahkan membahayakan orang lain. Tidak ada yang lebih menyakitkan dan merusak seseorang, selain diam, tidak berekspresi, tidak bergerak, tidak tumbuh berkembang. Matahari yang hanya berada pada satu posisi, tidak berputar (melakukan rotasi), akan membosankan siapa pun yang hidup di muka bumi. Matahari yang diam hanya akan membuat kehidupan takkan berjalan normal, bahkan menjadi ciri telah berakhirnya kehidupan.

Air yang menggenang, tidak mengalir, pasti akan busuk. Bila berlangsung lama, ia akan menjadi sarang penyakit, yang menyebarkan berbagai penyakit ke sekeliling. Singa yang mendekam di sarang takkan pernah bisa menemukan mangsa untuk disantap.. Burung yang tidak mau terbang takkan pernah pulang ke sarang dalam   keadaan kenyang. Bayi yang pendiam tanpa gerak takkan tumbuh dengan baik. Ia akan dicemasi oleh orang tua dan keluarganya. Keberlangsungan  hidupnya pun terancam. Bahkan sekiranya bisa tumbuh besar, ia takkan berkembang, menjadi pribadi yang cerdas dan sehat. Tidak ada prestasi, produktifitas, kemajuan, kebaikan, dan kesuksesan yang bisa diraih dengan diam. Semua hal positif hanya bisa didapatkan dengan gerak-dinamis. Hanya bisa dihasilkan dengan aktifitas gerak yang produktif dan energik. Diam bukan emas. Justru diam berarti kemalasan, kelemahan, keminderan, kemiskinan, dan ketertindasan. Di mana pun, dan kapan pun, kemiskinan, dan ketertindasan hanya terjadi ketika seseorang atau sebuah masyarakat diam, dan tidak berusaha untuk keluar dari kondisi tersebut. Tidak ada kebaikan dan kemajuan yang diperoleh dari diam.

Pepatah “diam itu emas” adalah mitos yang telah memperbodoh dan mencelakakan ratusan juta manusia sepanjang sejarah kehidupan. Pepatah ini hanyalah argumen dalam rangka mencari alasan terhormat untuk menutupi kekurangan dan kelemahan yang naif. Kalau pun ada benarnya, pepatah itu harus ditempatkan pada konteks tertentu yang relevan, dan hanya cocok untuk satu atau dua kasus. Hanya pengecualian. Sedangkan selebihnya, diam adalah kekalahan. Diam adalah kenaifan. Dan orang yang hanya berdiam diri, termangu berpangku tangan, adalah the real loser, pecundang sejati; orang yang hanya bisa menyesali diri dan mencela dunia; orang yang hanya akan menyalahkan dunia yang tidak mau berpihak kepadanya; orang yang akan mencari cari sejumlah alasan mulia untuk menyembunyikan kelemahannya yang mencolok dan telak. Ketika menjadi murid, pendiam takkan tumbuh cerdas. Ketika menjadi guru, pendiam takkan mencerdaskan murid. Ketika menjadi karyawan, pendiam akan menjadi beban perusahaan. Ketika menjadi manajer, pendiam akan menyia-nyiakan potensi besar di sekitarnya. Ketika menjadi rakyat, pendiam akan selalu ditipu, dibodohi, dizalimi, dan sangat bergantung pada kebaikan pemimpin. Ketika menjadi pemimpin, pendiam akan membiarkan rakyat ditindas, dan tidak berdaya, menjadi bulan bulanan masalah yang berkepanjangan. Pemimpin yang diam saat rakyat dililit multi krisis yang pelik dan mencekik sama buruknya dengan pemimpin yang suka membuat keributan saat rakyat menginginkan hidup tenang untuk membangun.

Menurut Anda, seberapa penting seseorang dalam mengembangkan dirinya? Tentunya, cukup penting dikarenakan bahwa siklus kehidupan seseorang akan melalui tahapan menjadi dewasa dan mandiri. Perlu banyaknya penyesuaian yang diperlukan agar diri sendiri dapat beradaptasi atas aktivitas kehidupan yang terus berganti. Selain itu, manfaat seseorang dalam mengembangkan dirinya tidak hanya berdampak pada pribadi dari orang itu sendiri. Namun, dapat ditularkan juga kepada orang lain.

Pengembangan diri adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri mereka, baik di bidang pribadi maupun profesional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan individu agar dapat mencapai tujuan hidup yang lebih baik dan sukses. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri, seperti mengikuti pendidikan formal atau informal, mengikuti pelatihan atau seminar, membaca buku atau artikel, atau bahkan melakukan refleksi diri. Dengan mengambil tindakan yang konkret dan tepat, seseorang dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Adapun tahapan-tahapan pengembangan diri seseorang yang pertama tentu memfokuskan pada kebutuhan diri sendiri terlebih dahulu. Mengevaluasi apa saja hal-hal yang selama ini dilakukan dan menggali potensi diri apa saja yang selama ini terpendam. Dengan memahami kebutuhan ini, seseorang akan menjadi paham mengenai tujuan yang akan dicapai dalam masa pengembangan dirinya. Setelah selesai dengan dirinya, seseorang dapat membantu orang lain dalam mengembangkan dirinya.

Pengembangan diri dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi individu dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Meningkatkan Keterampilan:  Pengembangan diri dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu dalam berbagai bidang, baik profesional maupun pribadi. Hal ini dapat membuka peluang karir baru, meningkatkan kinerja kerja, serta memperluas jaringan relasi.

Meningkatkan Kepuasan Diri: Dengan melakukan pengembangan diri, individu dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dalam mengambil keputusan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepuasan diri dan memotivasi individu untuk mencapai tujuan mereka.

Menambah Wawasan: Pengembangan diri dapat membantu individu menambah wawasan dan memahami dunia dengan cara yang lebih baik. Hal ini dapat membantu individu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan, membantu meningkatkan kualitas hidup mereka, serta membantu mereka mencapai kesuksesan.

Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, individu dapat mengoptimalkan kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari dan memecahkan masalah. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Mengatasi Stres:  Pengembangan diri juga akan membantu individu mengatasi stres dan memperbaiki kesehatan mental. Dengan mempelajari teknik-teknik manajemen stres dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup, individu dapat merasa lebih tenang dan lebih mampu menghadapi situasi yang menantang.

Meningkatkan Hubungan:  Pengembangan diri bisa membantu individu meningkatkan keterampilan interpersonal dan membantu mereka memperbaiki hubungan dengan orang lain. Hal ini dapat membantu memperbaiki kualitas hubungan pribadi dan profesional.

Meningkatkan Kreativitas:  Pengembangan diri juga dapat membantu meningkatkan kreativitas individu, membantu mereka berpikir di luar kotak, dan menciptakan solusi yang inovatif. Hal ini dapat membantu individu menjadi lebih kreatif dan lebih mampu memecahkan masalah dengan cara yang berbeda dan lebih efektif.









Kalau video klip ini ada bunga "patuk manuk" atau Rudbeckia. Dan di kasih backsound  lagu "i'm with you" milik Avril. Untuk background postingan ini SettiaBlog kasih watermelon pink. Maaf ya, SettiaBlog ngomong kayak gitu bukan sok keminter tapi mengajak bareng - bareng untuk terus bergerak mengikuti sunnatullah yang terdapat di alam raya. Terus berkembang dan berkembang. Karena pengembangan diri bisa meningkatkan keterampilan, meningkatkan kepuasan diri, menambah wawasan, meningkatkan kinerja kerja, serta memperluas jaringan relasi.
 

Dec 6, 2023

Penyebab Kufur Nikmat

 


Pada bahasan kali ini SettiaBlog gunakan background bunga Melati. Habisnya tadi ada temen bawa minyak Melati, SettiaBlog di suruh coba menciumnya. Enak kok baunya, lembut, calm, hampir mirip bau Melati Jawa yang baru di petik. SettiaBlog sendiri sering kok gunakan bunga Melati untuk aromaterapi. Ya biasanya pas lagi lewat gitu di tepi jalan deket SettiaBlog ada yang tanam dan sering berbunga lebat, SettiaBlog ambil 4 atau 5 kuntum, terus SettiaBlog hirup baunya. Ndak boleh itu Settia, ambil milik orang. Ya SettiaBlog bilang yang punya. Kalau kebetulan ada yang belum mekar biasanya SettiaBlog ambil 2 atau 3 butir, SettiaBlog bersihkan terus SettiaBlog makan he....he.... Kalau itu namanya nggragas....Settia, lha wong bunga kok di makan. Apa, mau bilang kayak jin gitu. Yang SettiaBlog ngerti, tumbuhan khususnya bunga di ciptakan oleh Allah SWT untuk memperindah alam ini dan juga mengharumkan alam ini. Di samping itu banyak kandungan zat yang bermanfaat bagi manusia dalam bunga, tak terkecuali bunga Melati. Kalau Anda memandang bunga Melati itu sakral ya terserah Anda, kalau bagi SettiaBlog bunga Melati sama seperti bunga - bunga yang lain. O..ya, maaf beberapa hari ini SettiaBlog ndak membuat bahasan. Beberapa hari yang lalu SettiaBlog ndak sengaja membuka video klip nya Erin Zelia Nawawi di atas. SettiaBlog ndak ngerti, setelah dengerin, saat mulai di ayat ke 2 dan seterusnya, ada perasaan gimana gitu, trenyuh rasanya. Ini bukan penilaian ya, lha wong SettiaBlog ndak becus apa - apa kak menilai, ini hanya yang SettiaBlog rasakan. SettiaBlog merasa kurang bersyukur atau boleh di bilang kufur nikmat lah. SettiaBlog benar - benar ndak ngerti, setelah dengerin, muncul perasaan seperti itu.

Ada beberapa penyebab kufur nikmat yang harus kita ketahui. Sebab, hal ini merupakan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Manusia harus selalu mensyukuri segala yang dimilikinya. Di mana ketika mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh harta dan kenikmatan lainnya, namun kuasa-Nya tetap hadir dalam setiap nikmat. Akibatnya, seorang hamba tidak boleh bertindak sombong dan memanjakan diri ketika ada banyak nikmat. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah ketika manusia tidak mengungkapkan rasa syukurnya. Bahkan perilaku ini disebut sebagai kufur pada nikmat atas pemberianNya. Dalam firman-Nya, Allah (SWT), telah memperingatkan terhadap perilaku ini:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)

Selain itu, ayat ini memperingatkan manusia untuk tidak terjerumus ke dalam kufur nikmat dan mendorong mereka agar selalu bersyukur. Seseorang yang termasuk dalam kufur nikmat akan selalu merasa bangga atas apa pun yang diberikan kepadanya. Kemudian, lupa kapan untuk memuji Allah SWT atas pemberiannya tersebut.

Berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa orang sulit untuk mengungkapkan rasa syukur sehingga jatuh ke dalam kufur nikmat:

1.   Makan Makanan Haram

Pertama, makan makanan yang tidak diperbolehkan atau haram Hati ini perlu diselidiki ketika sulit mensyukuri apa yang dimilikinya; Apakah ada cara untuk menghasilkan rezeki itu haram namun tetap kita lakukan? Apakah kita yakin bahwa asupan yang masuk ke dalam tubuh kita dan yang kita peroleh berasal dari sumber yang halal? Jangan remehkan hal ini.

2.   Tidak Menghargai Nikmat Allah SWT

Yang kedua, adalah orang yang tidak menghargai setiap nikmat Allah SWT yang diberikan untuknya. Sebab, menurutnya, harta yang ada ini semata-mata diperoleh atas usahanya sendiri. Pikirnya, Allah SWT tidak ikut andil atas itu.

3.   Hanya Peduli Urusan Duniawi

Ketiga, hanya mencari materi dunia. Kekayaan dan segala macam kemewahan duniawi lebih penting dari apapun bagi orang yang hanya mengharapkan imbalan di dunia ini. Bahkan memikirkan Allah SWT dan bersyukur akan sulit karena semua yang dia pikirkan adalah perkara dunia saja.

4.   Hanya Memikirkan Diri Sendiri

Keempat, karena mementingkan diri sendiri. Salah satu musuh terbesar setiap orang adalah kesombongan. Bagaimana orang yang sombong bisa bersyukur? Orang-orang yang melakukan langkah mereka dengan bangga; baginya, kekayaan bisa membuat kedudukan seseorang menjadi tinggi. Seperti kesombongan Firaun, yang menganggap kekayaannya setara dengan milik Tuhan. Namun, tahukah? Bahwa kekayaannya benar-benar mengujinya.

5.   Akibat Tipu Daya Setan

Kelima, akibat tipu daya setan. Setan akan terus mencoba menggoda umat manusia sampai akhir zaman. Kita pasti akan terbawa arus godaannya jika kita tidak terus memperbaharui iman kita. Godaan setan juga dapat berkontribusi pada kurangnya rasa syukur ini. Seperti yang Dia nyatakan dalam firmanNya:
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS. A’raf:17)
Nah, jangan pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT jika ingin lebih menikmati hidup dan menerima berkah Allah SWT.

Udah ya, lupakan bahasan SettiaBlog. SettiaBlog lapar. Makan dulu ya, mbak yu SettiaBlog tadi masak sayur lodeh boros, terong, terus apalagi ya ini campurannya. Wah...ini di makan sama kerupuk Klenteng...mm...mantab....he...he....

Nov 29, 2023

Jadikan Hidup lebih Bermakna

 


Video klip di atas "love life" milik Natalie Taylor. Dan bahasan ini SettiaBlog ketik di antara pohon dan bunga yang pada mulai memunculkan daun tunas di ujungnya, kan sekarang lagi musim awal penghujan. Suasana pun juga sedikit adem. Beberapa bunga sudah ada yang mulai mekar dan kupu-kupu yang terbang dari satu bunga ke bunga berikutnya. Salah satu dari mereka hinggap di bunga ungu dan memakan nektarnya. Dengan hati-hati, SettiaBlog berjalan ke arahnya dan melihat kupu-kupu itu dari dekat. SettiaBlog sangat kagum pada bentuk dan warnanya yang indah. Setelah selesai, ia terbang dengan lapisan serbuk sari yang tebal pada tubuhnya. Lalu ia berlanjut hinggap ke bunga yang lain. Tahukah Anda bahwa ada sekitar 400.000 varietas bunga dan tanaman yang berbeda di planet bumi? Dapatkah Anda membayangkannya? Banyaknya variasi di antara semua bunga yang SettiaBlog lihat membuat SettiaBlog selalu takjub. Setiap bunga memiliki warna yang indah dan bentuk yang unik. Lho, SettiaBlog kok jadi cerita tentang bunga dan kupu - kupu, gimana tho ini. Lha wong SettiaBlog itu mau membahas tentang hidup yang penuh makna. Ndak jelas SettiaBlog ini....maaf! Pikiran lagi sedikit ngeblur ...he...he....

Pernah ndak Anda mendengar keluhan orang atau Anda sendiri bilang begini: "kapan ya aku bisa bahagia seperti dia? Kok bisa ya dia senang dan bahagia terus, sementara hidup aku begini-begini aja, susah!"
Kalau Anda pernah mendengar itu, coba deh didalami dan cari alasan kenapa keluhan seperti itu bisa muncul? Apakah pertanyaan itu karena faktor rasa atau mindset  yang tidak benar? Atau karena faktor keduanya?
Okay. Sekarang SettiaBlog ingin bertanya lagi sama Anda? Bahagia dan tidak bahagia itu sumbernya dari mana? Merasa senang karena banyak uang apakah secara otomatis bahagia? Saat Anda lihat pasangan suami isteri yang catik dan ganteng jalan bareng, makan bareng, dan selfie bareng yang diunggah di medsos apakah juga pasti bahagia?

Nops! Hentikan cara berpikir bahwa senang dan bahagia itu sama? Memiliki uang banyak, pasangan cantik atau ganteng, rumah dan mobil bagus, gaji besar, dan lain-lain itu adalah "unsur luar" yang mendorong seseorang bisa menjadi senang. Hidup senang tidak berbanding lurus dengan bahagia. Senang lebih pada aspek kecukupan material yang oleh rerata orang disalahpahami sebagai kebahagiaan itu sendiri. Sementara bahagia adalah suatu kondisi pikiran yang sinkron dengan emosional dan spiritual dalam berbagai situasi dan kondisi. Bahagia tidak selalu harus dipenuhi dulu seluruh kebutuhan material (fisik), seperti uang yang banyak, mobil dan rumah yang bagus, jabatan tinggi, dan lain-lain. Bahagia itu suatu kondisi batin yang merasa nyaman (comfort) dan lega tanpa beban atas kondisi apapun. Rasa nyaman karena mau menerima atas apa yang dimilikinya dengan sepenuh jiwa. Jadi kebahagiaan muncul dari hati terdalam, hati yang tenang, hati yang ikhlas atas kondisi yang ada dalam wujud syukur. Rasa bahagia dan tidak bahagia tergantung bagaimana akal dan hati menyikapi diri dan lingkungan tanpa tergantung oleh faktor luar.

Memang benar, bahwa faktor luar diri bisa menjadi pendukung kebahagiaan, seperti kecukupan ekonomi, status sosial. Namun tidak bisa dipastikan bahwa orang kaya dan terkenal pasti bahagia. Istri cantik atau suami ganteng juga belum pasti membahagiakan. Betapa banyak orang kaya yang tidak bahagia. Berapa banyak pasangan yang bubar (cerai) padahal mereka ganteng-ganteng dan cantik-cantik, dan lain-lain. Jadi mm...mm..., kebahagiaan itu muncul tergantung kemampuan seseorang dalam memaknai hidup ini (meaning life). Hidup itu bermakna atau tidak tergantung cara pandang hidupnya yang dipengaruhi oleh pikiran dan rasa. Tidak sedikit orang yang hidup pas-pasan, rumah sederhana dengan segala keterbatasan hidupnya justru sangat bahagia. Inilah kenapa Viktor Frankl, ilmuwan di bidang psikologi, melalui teori "logotherapy" menyebut hidup bermakna justru bisa muncul dari penderitaan. Frankl memiliki pengalaman berada di kamp konsentrasi NAZI yang kejam dan dia mengamati ragam perilaku manusia dalam penderitaan. Ia menemukan sejumlah orang tetap mampu berjuang dalam hidup yang penuh derita. Sementara sejumlah orang lainnya mengalah dan merasa kalah kepada derita. Bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Menurut Frankl, hal yang membedakan dari sejumlah orang yang mempertahankan kehidupan ini adalah karena mereka memiliki hidup yang bermakna. Tanpa makna hidup, kehidupan dirasakan hampa. Ketika kehidupan dirasa hampa, manusia ndak ubahnya seperti mayat hidup (zombie). Ia bergerak, namun tidak ada arti dan tujuan.

Karenanya, untuk hidup bahagia itu ketika Anda mampu menjadikan hidup ini indah yang penuh arti. Anda bisa menerima keadaan, merasa hidup Anda penting dan memberi manfaat bagi sesama. Artinya, Anda mampu memaknainya secara positif, penuh optimisme, dan banyak berbagi manfaat kepada orang lain, apapun bentuknya dengan tetap "positive thinking".

Apa kata Islam soal ini? Islam itu agama yang komplit membincang soal ini. Dalam QS: Al-An'am: 32: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
Ayat tersebut ingin menggambarkan bahwa kehidupan dunia, kehidupan yang bersifat material hanyalah "mainan" atau kamuflase kebahagiaan. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa Allah SWT menurunkan Nabi Adam as ke bumi ini dan akhirnya, kenapa kita harus ada di dunia ini?

Yes, pertanyaan yang cerdas. Kalau disederhanakan begini: kenapa kita mesti hidup di dunia jika kita pada akhirnya mati juga? Anda harus tahu, bahwa siklus hidup manusia di dunia ini hanya satu kali, yaitu hidup dan setelah itu mati. Dalam QS: Al-Mulk: 2, disebutkan: "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".

Dalam ayat tersebut, kenapa kata "mati" disebut dahulu sebelum hidup? Karena kematian adalah akhir dari segalanya, tidak bisa kembali lagi untuk bertobat atau memperbaiki diri. Sementara kata "hidup" disebut belakangan karena Allah SWT menghargai hidup kita, bahwa kehidupan manusia merupakan peluang yang luar biasa untuk kebaikan, meskipun hal yang buruk (dosa) juga bisa dilakukan. Tegasnya, Allah SWT ingin menguji manusia siapa yang paling baik dalam perbuatannya.

Inti dari bahasan di atas, bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai oleh hati-hati manusia yang tenang (muthmainnah). Jiwa-jiwa manusia yang bersih, lapang dan kuat dari tekanan ego. Jiwa yang mampu mengelola sampah emosi dengan baik.

Lalu bagaimana caranya? Langkah yang paling bisa dilakukan adalah bagaimana kita mampu memaknai hidup ini dengan baik. Jangan biarkan jiwa ini dikotori oleh kehendak-kehendak yang bersifat material yang hanya menawarkan kebahagiaan semu di bumi.

Biar tambah adem, ini ada video klip relaxing.


Ini tarian dan musik dari Tibet. Wajah dan bentuk tubuhnya ndak jauh beda kan ya dengan orang Indonesia pada umumnya. Orang Indonesia sendiri merupakan campuran beragam genetika. Indonesia kan terletak di jalur persimpangan perdagangan laut, apalagi tanahnya juga subur, sudah sewajarnya kalau Indonesia dulu menjadi tujuan dari negara lain dan tidak menutup kemungkinan Indonesia dulu pernah menjadi pusat peradaban. Makanya, seperti yang Anda lihat orang Indonesia itu unik, karena campuran dari beragam genetika. Kayak "gado - gado", ada kentang kukus, tahu putih, tempe, daun selada hijau, buah mentimun, tauge, kol. Di tambah bumbu, ada kacang tanah goreng di haluskan, daun jeruk, kecap manis, garam, gula merah, asam jawa dan lain - lain. Gado gado ya gado gado, ndak bisa hanya di bilang kentang rebusnya atau taogenya aja. Settia kamu itu lho ngomongin apa? Ndak tahu...he...he... Udah ya.

Nov 25, 2023

Tip"s Menemukan Kebahagiaan dengan Ikigai

 




Seperti biasanya SettiaBlog suka melihat matahari yang terbit dari arah timur.
Ya Allah, berikan aku bagian dari setiap kebaikan yang turun malam ini dari langit ke bumi.
Dan video klip di atas cahaya matahari pagi di kota Bojonegoro dengan theme song nya "rising" milik Aash Gandhi. Kadang kala kita pernah merasa kurang bergairah, tidak semangat, dan malas. Seringkali kita juga merasa bosan, lelah, dan perasaan ndak menentu saat menjalani rutinitas sehari-hari. Sebagai manusia, wajar jika sesekali merasakan hal yang demikian. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka jelas akan mengganggu keseharian Anda. Lalu, bagaimana memperbaiki semuanya agar hidup terasa lebih bermakna?

Yang baca blognya Settia tentu masih ingat kan ya istilah IkigaiIkigai  (生き甲斐) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, kata Ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yang berarti nilai, sehingga Ikigai  dapat diartikan sebagai alasan kita hidup, menjalani hidup mulai bangun pagi. Ikigai bisa menjadi salah satu jawaban agar hidup Anda menjadi bermakna dengan memahami konsepnya.

Konsep Ikigai

Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monako. Alasan seseorang untuk bangun di pagi hari tidak selalu merupakan sesuatu hal yang besar. Terkadang dari hal-hal kecil dan sederhana, kita menemukan makna dari kebahagiaan. Misalnya, menikmati matahari terbit, minum kopi pahit yang hangat, memasak makanan untuk disantap bersama keluarga, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang tanpa kita sadari dapat membuat hati ini bersemangat dan bahagia saat melakukannya. Seseorang yang menerapkan  Ikigai  akan tahu alasan mereka harus bangun pagi, harus memperjuangkan sesuatu, dan mereka memiliki harapan. Jika kita hidup tanpa mengetahui Ikigai,  hidup akan terasa sepi tanpa makna. 

Cara Menemukan Ikigai

Pada dasarnya, Ikigai  merupakan irisan dari empat elemen yaitu Passion, Mission, Vocation, dan Profession. Dalam menemukan Ikigai, yang terpenting adalah menyeimbangkan empat elemen tersebut untuk saling mengisi dalam membentuk sebuah tujuan hidup berkelanjutan. Keempat aspek tersebut harus saling melengkapi. Jika Anda hanya menemukan beberapa saja maka belum bisa dikatakan sudah menemukan cara hidup Ikigai. Apabila kita dapat menyatukan keempat elemen tersebut, maka kita akan menemukan arti dari Ikigai  yang dapat membuat hidup lebih bermakna.

1.         Passion: What You Love

Passion  dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita senangi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukan hal tersebut dan merasa bahagia apabila melakukan hal tersebut, misalnya hobi ataupun kesenangan pribadi.

2.       Mission: What the World Need

Mission  adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar kita. Mungkin tidak sesuai dengan passion  kita tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat berkontribusi dengan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita.

3.       Vocation: What You Can be Paid For

Tidak dipungkiri demi bertahan hidup tentunya kita harus mempunyai penghasilan. Vocation  adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dan menghasilkan suatu pendapatan bagi kita.

4.       Profession: What You Are Good at

Profession  adalah sesuatu yang kita merasa ahli di bidangnya. Keahlian ini bisa kita dapatkan dengan menempuh pendidikan atau mengikuti kursus pelatihan.

Selain itu, dalam Ikigai  dikenal lima pilar penting yang menopang prinsip Ikigai  itu sendiri. Kelima pilar tersebut adalah: 

Pilar 1  : Awali dengan hal yang kecil

Hal kecil yang bisa menjadi awal dari hari Anda, bisa jadi adalah bangun pagi. Pada saat kita bangun pagi terlebih dengan rasa syukur akan memberikan rasa positif yang berguna untuk mengawali hari. Pada pagi hari, apabila waktu tidur Anda cukup, otak akan berada dalam kondisi segar dan siap untuk mencerna informasi baru.

Pilar 2  : Bebaskan diri Anda

Membebaskan diri seperti layaknya seorang anak kecil. Anak kecil terbiasa berpikir secara polos dan apa adanya. Alangkah menyenangkan apabila kita dapat mempertahankan cara pandang seorang anak kecil sepanjang kehidupan kita.  Berada dalam kondisi mengalir dan terbebas dari beban diri sendiri akan meningkatkan kualitas dalam hidup dan pekerjaan. Berada dalam kondisi mengalir menjadikan pekerjaan akan berkelanjutan dan terasa menyenangkan.

Pilar 3  : Keselarasan dan kesinambungan

Sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya kita hidup selaras dan berdampingan. Begitu pula dalam prinsip Ikigai, dengan menghargai dan menghormati karakteristik tiap orang di sekitar maka akan timbul sebuah “segitiga emas” antara Ikigai, aliran, dan kreativitas. Ikigai berhubungan erat dengan menjaga keselarasan dengan lingkungan, dengan orang-orang di sekitar, dan masyarakat secara luas. Tanpanya maka kelestarian akan menjadi mustahil.

Pilar 4  : Kegembiraan dari hal-hal kecil

Orang-orang Jepang terkenal dengan penghargaannya terhadap hal-hal kecil. Mereka terbiasa menghargai sesuatu walau dari hal terkecil sehingga menghasilkan suatu karya yang luar biasa. Contohnya, makanan khas Jepang yaitu susyi. Restoran di Jepang sangat teliti dalam memilih ikan sebagai bahan utama dari sushi. Mereka rela bangun pagi dan berjalan ke pasar ikan dini hari guna mendapatkan ikan terbaik, hasil tangkapan nelayan semalam, yang masih segar dengan kualitas sempurna yang dapat disajikan kepada para pelanggannya.

Pilar 5  : Hadir di tempat dan waktu sekarang

Menikmati waktu dan kondisi yang dirasakan pada saat sekarang adalah salah satu pilar dari Ikigai. Kesederhanaan yang timbul dari keadaan sekitar kita apa pun itu, ketika menghargai dan menikmati waktu yang telah diberikan akan membuat hidup terasa lebih bermakna.  

Nov 21, 2023

Meraih Kesuksesan Prophetic (Langkah Sukses Kenabian)

 


Video klip di atas adalah deburan ombak yang tenang dari Laut Utara Jawa, ini SettiaBlog ambil di Sarang. Di balik ketenangan ombak inilah tersimpan kejayaan dan kebesaran bangsa Indonesia di masa lampau. Semua tentu masih ingat kan ya, dengan eyang SettiaBlog Ratu Pantai Utara, Ratu Sima atau Si Ratu Adil. Terima kasih untuk semuanya, yang telah berjuang tanpa lelah mencari peradaban bangsa Indonesia yang selama ini terbenam. Lagunya sendiri "oceans", lagunya sendiri bercerita tentang seseorang yang sedang melangkah dalam situasi yang penuh ketidakpastian, namun tetap percaya penuh akan Allah SWT yang pasti akan menyertainya.
"Pantai itu menyenangkan, sedangkan gunung itu menenangkan."
"Perahu layar dibuat bukan untuk diikat di pantai, tapi untuk mengarungi ganasnya ombak di tengah lautan."

Banyak orang di dunia ini menyukai laut dengan begitu banyak pernak-pernik di dalamnya. Banyak keindahan yang bisa ditemui di laut, dan salah satunya adalah pantainya yang begitu Indah. Pantai dengan deru ombak yang mengalir menjadi tempat bermain air yang sangat menyenangkan bagi banyak orang. Orang bisa bermain banana boat, naik perahu ke tengah laut, ataupun bermain jetski. Bagi yang tidak mau berenang, bermain pasir membentuk bangunan, lubang besar, benteng, ataupun berbagai bentuk lain juga tidak kalah mengasyikkan.

Salah satu yang sering menjadi perhatian di beberapa pantai yang terutama mempunyai ombak besar adalah para peselancar. Para peselancar adalah para penakluk ombak, di mana mereka justru mencari dan menunggu ombak besar yang datang untuk ditaklukkan. Bagi banyak orang, ombak besar merupakan salah satu hal yang perlu dijauhi karena berbahaya buat keselamatan. Sekali digulung ombak, orang akan kesulitan untuk bisa melepaskan diri dan bisa-bisa terbawa ke tengah laut. Sebaliknya, bagi peselancar, justru hidup mereka sangat tergantung dari besarnya ombak yang datang kepada mereka. Saat ombak datang, mereka menanti saat yang tepat untuk bisa menunggangi ombak tersebut dengan selancar yang mereka bawa. Penempatan waktu (timing) yang tepat sangat menentukan apakah mereka berhasil berselancar dengan baik atau tidak.

Ombak di laut, sebagaimana kehidupan sering datang melalui apa yang disebut sebagai tantangan ataupun rintangan. Banyak orang menghindari tantangan atau rintangan ini karena tidak berani menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul. Padahal, jika orang tahu bagaimana menaklukkan ombak, tidak hanya kepuasan batin luar biasa yang didapatkan, tetapi juga penampilan ciamik yang indah dipandang banyak orang. Ombak di laut, seperti sebuah ujian apakah seorang peselancar mampu mengatasinya atau tidak. Dan sekali peselancar mampu mengatasi ombak, tidak berhenti di situ. Ombak itu adalah ujian pertama, dan selanjutnya ia akan terus diuji bagaimana menaklukkan ombak yang jauh lebih besar di tempat lain. Begitu seterusnya, sebagaimana dalam hidup yang juga mengalami banyak ujian. Sebagaimana ujian yang mesti dihadapi oleh anak-anak sekolah, pada setiap fase kehidupan, kita selalu mengalami hal yang kurang lebih mirip, menghadapi berbagai ujian. Ujian diperlukan untuk melihat dan mengevaluasi apakah belajar kita sudah memberikan hasil maksimal atau belum. Jika kita berhasil melewati ujian tersebut, maka kita dinyatakan lulus atau naik kelas. Dan yang menarik, kenaikan kelas atau kelulusan bukan berarti kita mendapatkan hal yang lebih mudah. Sebaliknya, kenaikan kelas dan kelulusan itu adalah awal dari kita belajar lagi hal-hal yang lebih sulit untuk kemudian mendapatkan ujian yang lebih sulit juga.

       Sekolah merupakan salah satu proses pembelajaran yang baik buat kehidupan. Dalam setiap fase kehidupan, kita menghadapi berbagai tantangan dan ujian. Dalam setiap fase ujian tersebut kita akan melihat apakah proses pembelajaran selama ini bisa berhasil atau tidak. Jika kita bisa melewati masa-masa ujian itu dengan baik, maka kita akan naik ke kelas yang lebih tinggi. Namun itu tidak berarti akan menjadi lebih mudah, di kelas yang lebih tinggi akan jauh lebih sulit ujian yang harus dilewati. Saat kita bekerja dalam posisi staf misalnya, berbagai ujian harus kita lewati, mulai dari banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, terkadang harus sampai lembur tetapi bayarannya kurang, atasan yang tidak koperatif dan komunikatif, hasil kerja yang kurang dihargai, dan berbagai hal lain yang dirasa mungkin tidak mengenakkan. Tetapi kita harus melewati masa-masa itu karena memang di situlah kita ditempa untuk menjadi pekerja yang lebih tangguh.

Kita ditempa dengan berbagai tekanan kerja yang ada apakah mampu untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut sebaik-baiknya. Jika kita kemudian dengan berbagai tantangan tersebut kalah, sering mengeluh, dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tentu saja akan sulit bagi kita untuk bisa naik kelas ke jenjang lebih tinggi. Hal terpenting bagi kita adalah bagaimana kita menghadapi persoalan dan tantangan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan segala kesungguhan dan potensi yang kita miliki agar kita siap untuk bisa naik kelas. Karena bagaimanapun, untuk bisa naik kelas menjadi supervisor atau manager, tantangan yang kita hadapi akan jauh lebih sulit dibandingkan sekarang. Seperti pepatah tentang sebuah pohon, semakin tinggi menjulang, semakin deras angin yang akan menerpa. Semakin tinggi kedudukan yang kita miliki, akan semakin banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah mental dan sikap kita, karena itulah mesti dibentuk dari sekarang. Sebuah keramik terbentuk menjadi keramik yang indah dan mahal karena dia ditempa oleh panas yang tinggi, ditekan dalam tekanan yang besar, dipukul-pukul, dipahat, dicat, dan dibentuk selama kurun waktu tertentu. Onggokan tanah itu, jika tidak mau dibentuk dan hanya mau enak-enakan, hanya akan menjadi onggokan tanah, tidak pernah akan bisa menjadi keramik. Sama dengan diri kita sendiri, jika hanya ingin enak-enakan, tidak mau menghadapi tantangan kehidupan yang keras, tidak mau belajar dari kesalahan, tidak berani menghadapi kegagalan, maka hidup kita tidak akan pernah naik kelas yang lebih tinggi.

Sebenarnya, kesulitan dan tantangan hidup adalah cara terbaik bagi kita untuk meningkatkan diri. Kuncinya adalah bagaimana kita mau berpikir dan bekerja keras mencari solusi dari permasalahan yang ada. Dengan selalu berpikir kreatif, maka kita akan menemukan berbagai alternatif penyelesaian yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Selanjutnya adalah mau bekerja keras mencari berbagai solusi tersebut. Tidak ada satupun di dunia ini permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya. Tinggal kita bagaimana berpikir dan bekerja keras mencarinya. Semakin serius kita pikirkan dan kita kerjakan, maka jalan keluar dari setiap permasalahan akan segera kita selesaikan. Masalahnya, yang sering terjadi, permasalahan itu kita pikirkan terus menerus, tetapi selesai cuma dipikirkan saja dan tidak dikerjakan. Akibatnya, semakin hari semakin banyak permasalahan yang harusnya kita bisa selesaikan, hanya berhenti di pikiran. Beban itu akhirnya semakin berat dan semakin rumit. Di situlah, kemampuan kita mengurai setiap permasalahan menjadi penting. Dengan mengurai satu persatu permasalahan yang ada, diselesaikan dengan baik, maka akan bisa meringankan beban pikiran kita.

Jangan menunggu untuk menyelesaikan segera masalah yang kita hadapi, agar tidak menjadi besar. Jika kita mengakhirkan hari ini, percayalah, besok juga masalah tersebut harus diselesaikan. Karena itu, semakin cepat sebuah masalah terselesaikan akan semakin baik buat kita karena beban hidup kita akan menjadi jauh lebih ringan. Jika manajemen masalah ini bisa kita lakukan dengan baik, akan memudahkan kita untuk menghadapi tantangan ke depan yang jauh lebih besar. Toh kita akan mengalaminya bukan? Jika kita berani bermimpi untuk menjadi orang yang lebih sukses, kita juga mesti berani menghadapi tantangan yang lebih besar. Jika tidak berani? ya, tinggal kelas, dong……


Kalau ini ada video klip "stronger".

Karena, bahasan ini hanya SettiaBlog peruntukkan bagi orang yang berani berjuang dalam hidup, bukan untuk pecundang yang hanya menertawakan dan sibuk mencari kesalahan orang lain.

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Al-Baqarah: 200-201).

  Sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin karena merugilah bagi orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya (QS. Al-‘Ashr 1-3). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada untuk meningkatkan kualitas amal ibadah kita setiap hari karena orang yang amal ibadahnya hari ini sama dengan hari kemaren adalah orang yang merugi dan orang yang amal ibadahnya hari ini lebih baik dari hari kemaren adalah orang yang beruntung. Pepatah Arab mengatakan “Waktu itu laksana pedang, jika kamu tidak memamfaatkannya maka ia akan menebasmu”. Maka merupakan suatu kebijaksanaan jika kita meningkatkan kualitas amal ibadah kita dari waktu ke waktu. Untuk mencapai kualitas kesuksesan yang berorieantasi bukan hanya pada kehidupan dunia tapi juga untuk kehidupan akhirat atau boleh saya sebut dengan “Kesuksesan Prophetic”, maka Islam telah mengajarkannya kepada kita.
“Sukses”, siapa c yang ndak familiar dengan kata yang satu ini?
Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang ingin sukses, baik itu sukses dalam belajar, sukses dalam membina keluarga, sukses dalam berusaha, sukses dalam karier, dan lain - lain. Tapi tidak semua orang bisa meraih yang namanya “sukses”. Bisa jadi ini terjadi karena diferensiasi metode yang dilakukan orang dalam meraih sukses dan tingkat ketekunan dan kegigihan (keistiqomahan) mereka. Orang yang bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya pasti akan senang dan selalu optimis, begitu juga sebaliknya orang yang gagal dalam hidupnya akan pesimis dalam menjalani hidup. Karena itulah watak manusia, mereka tidak bisa mengambil pelajaran (i’tibar/faedah) dibalik realita. Dilain sisi, orang pada umumnya mengidentikkan sukses dengan kebebasan financial, punya asset yang banyak, penghasilan di atas 50 juta perbulan, punya rumah dan mobil mewah. Itu kan hanya persepsi nafsu duniawi belaka, tapi realitanya banyak mereka yang punya banyak asset, penghasilan di atas 50 juta perbulan, rumah dan mobil mewah tapi hati mereka tidak tenang setenang seperti apa yang orang miskin banyak pikirkan, jiwa mereka penuh dengan was-was. Namun, tidak sedikit orang yang hidupnya sederhana bisa ‘sukses’ dalam hidupnya, hatinya tenang dan bahagia.

Nah, sekarang bukan saatnya lagi pola pikir kita dikuasai dengan yang namanya ‘sukses berarti bebas finansial’, tapi bukan berarti kita menafikkan pentingnya finansial, bahkan sangat penting. Oleh karena itu kita harus berhijrah metode meraih sukses dari ‘persepsi financial, duniawi, dan nafsu belaka’ kepada sukses dengan ‘kekuatan spritual, kenabian atau prophetic, ukhrawi’ yang akan mengantarkan hidup kita ‘sukses financial’ dan sukses ‘jiwa atau ruh’ artinya apa yang diraih dan diikhtiarkan untuk duniawiah berbuah pahala dan kebaikan juga untuk ukrawi dan ruhiah kita.

Langkah sukses pertama, istifaedah, orang bijak selalu bilang “semua peristiwa itu ada hikmahnya”, dalam Al-Quran Allah ta’ala juga berfirman ”Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (Qs Al-Hasyr: 2).

Allah ta’ala tidak pernah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatu. Dia menciptakan surga supaya manusia cenderung kepada-Nya, Dia menciptakan neraka supaya manusia takut dengan siksaaan-Nya dan senantiasa menjauhi dosa, Allah ta’ala menciptakan manusia yang jahat agar manusia yang hasan (baik) bisa menasehati dan saling tolong menolong untuk kebaikan dan taqwa (lihat QS Al-Maidah: 2). Begitu juga kita dalam menghadapi kehidupan dibalik kegagalan yang kita hadapi pasti ada hikmahnya dan dibalik kesuksesan yang kita miliki juga ada hikmahnya karena Allah ta’ala tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa hikmah. Maka, hanya orang-orang yang memiliki wawasan (ilmu) lah yang bisa mengambil faedah dibalik realita kehidupan.

Kedua, istiqamah atau teguh pendirian, roda kehidupan memang tidak selalu berada di atas terkadang kita berada di bagian bawah, badai disertai angin kencang dan hujan selalu menerjang biduk kehidupan yang kita tumpangi, sehingga membuat kita oleng kekiri ataupun kekanan, terkadang biduk kita hampir tenggelam bahkan ada yang tenggelam karena terpaan badai yang kuat dan besar. Namun, orang yang optimis, pantang menyerah dan teguh pendirian akan berusaha sekuat tenaga mencapai pulau sukses mereka “patah dayungnya mereka gunakan tangan sebagai penggantinya, robek layarnya mereka ganti dengan baju mereka, tenggelam biduk mereka, mereka berenang mengarungi lautan walaupun terkadang terombang ambing terhempas ombak”.

Orang sukses semuanya berangkat dari perjuangan kecil yang mereka rintis, ini realita kalu kita belajar dari orang-orang sukses yang ada di Indonesia boleh kita lihat biografi mereka, ada yang sekolah sambil jualan di pasar, jadi buruh, jualan gorengan sambil sekolah, dll. Atau para pengusaha yang sukses mereka terkadang juga ada yang bangkrut alias gulung tikar, tapi mereka berusaha bangkit dan bangkit. Ingatlah, tidak semua orang mengarungi samudra dengan kapal yang besar, tapi banyak diantara mereka yang mengarungi samudra dengan biduk kecil, namun mengapa mereka berhasil? Jawabannya “istiqamah”, Allah ta’ala berfirman “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri yang merubah nasibnya”.(QS Ar-Ra’ad: 11).

Ketiga, istisyarah, Allah ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an  “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka".(QS As-Syura: 38).

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa merupakan suatu kewajiban untuk bermusyawarah dalam urusan dunia. Dalam bermusyawarah akan muncul solusi-solusi bermutu dan ide-ide cemerlang yang bisa membantu penyelesaian masalah, karena Allah ta’ala akan membukakan jalan permasalahan bagi siapa yang mengharap rahmat dari musyawarah itu. Orang Minang punya pepatah “duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang” artinya menyelesaikan masalah tanpa musyawarah itu sulit, tapi jika dengan musyawarah masalah itu cepat terselesaikan. Pepatah ini senada dengan apa yang Allah ta’ala perintahkan dalam al-Qur’an  “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu”. (QS Al-Mujadalah: 11).

Keempat,  istikharah, hidup itu terkadang pilihan, dalam perkara apaupun kita selalu dihadapkan kepada pilihan. Masing-masing pilihan mesti punya konsekuensi yang terkadang kita ragu dalam menentukan pilihan kita karena mempetimbangkan konsekuensi dari pilihan itu. Banyak orang menyesal setelah mereka menentukan pilihan mereka dan gagal bahkan mereka mengumpat diri mereka sendiri. Ini tentu sangat berbeda dengan orang yang ‘istikharah’, dalam menentukan pilihan mereka selalu meminta pertolongan Allah ta’ala. Kalau pilihan mereka itu berakibat baik pada diri mereka maka mereka akan bersyukur pada Allah ta’ala, tapi jika pilihan mereka itu membuat mereka rugi atau buruk bagi mereka, mereka tetap sabar dan yakin bahwa dibalik realita ini pasti Allah ta’ala mempersiapkan kebaikan yang banyak. Itulah bedanya orang yang istikharah dan yang tidak. “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”. (QS Al-Qashas: 68).

Oleh karena itu, bawalah Allah ta’ala setiap anda akan menentukan pilihan, insya Allah ta’ala anda akan mendapatkan kebaikan yang banyak.

Kelima, istijabah, kewajiban manusia adalah berikhtiar (berusaha), apa yang menjadi hasilnya nanti adalah urusan Allah ta’ala. Namun disamping itu kita juga harus ber-istijabah (berdo’a atau memohon) kepada Allah ta’ala sebagai penguat ikhtiar yang telah kita usahakan. Ber-istijabah kepada Allah ta’ala merupakan suatu ibadah sebagaimana perintah Allah ta’ala  “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” .(QS Al-Mu’min: 60) (yang dimaksud menyembah-Ku adalah beribadah kepada-Ku). Di surat lain Allah ta’ala juga berfirman  ” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” . (QS Al-Baqarah: 186).

Sebagai seorang Muslim yang menjadi patokan kesuksesan kita adalah Rasulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan para sahabat-sahabatnya, misalnya Umar radiyallahu ‘anhu memiliki 70.000 property, Usman radiyallahu ‘anhu memiliki property disepanjang wilayah Aris dan Khibar, belum lagi sahabat Abdurrahman bin Auf, Amru bin Ash, Zubair, dan Mu’awiyah, dll radiyallahu ‘anhum ajma’in. Kesuksesan mereka bukan hanya diakui secara duniawi saja melainkan juga secara ukhrawi mereka adalah para ahli sorga yang Allah ta’ala janjikan atas mereka.

“Bukanlah kaya (sukses) orang yang banyak hartanya, tapi orang yang kaya (sukses) adalah orang yang kaya jiwanya” (HR Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah ra).