Jan 3, 2026

Sikap Humble yang Membuat Hidup Lebih Tenang dan Bahagia

 


Sekarang udah masuk di tahun 2026. Untuk video klip SettiaBlog ada "beautiful things" milik Benson Boone. Enaknya bahasan kali ini di mulai dari mana ya? Gimana kalau di mulai dari Al Qur'an, Surah ke 20 ayat 26. Kita buka bareng - bareng ya! Berarti Surah Thaha (طه) ayat 26. Wa yassir li amri (dan mudahkanlah untukku urusanku). Untuk hal ini biar di bahas dan di kaji oleh yang lebih paham ya. Kali ini SettiaBlog bahas yang yang sederhana (humble) aja. Dalam kehidupan yang semakin kompleks ini, kebahagiaan dan ketenangan sering kali menjadi hal yang terasa sulit diraih. Banyak orang menganggap bahwa untuk hidup bahagia, kita harus memiliki banyak uang, karier gemilang, atau pencapaian besar lainnya. Namun, apakah kebahagiaan itu selalu tentang pencapaian eksternal? Ternyata, jawaban sederhana untuk hidup lebih tenang dan bahagia ada pada sikap kita sehari-hari terutama sikap humble atau rendah hati. Menjadi humble bukan berarti merendahkan diri sendiri, melainkan menyadari nilai kita tanpa perlu membuktikannya kepada dunia. Sikap ini membawa kedamaian, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Lalu, bagaimana sikap humble dapat membuat hidup lebih tenang dan bahagia? Mari kita eksplorasi bersama, sikap humble yang mungkin tampak sederhana, namun memiliki dampak luar biasa dalam menciptakan kebahagiaan sejati.

  1. Menghargai Pendapat Orang Lain tanpa Menghakimi

Salah satu tanda sikap humble adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat orang lain tanpa buru-buru memberikan penilaian. Ketika kita menghargai perspektif orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan terbuka terhadap keragaman cara berpikir. Dengan mendengarkan secara aktif, kita ndak hanya membangun hubungan yang lebih baik, tetapi juga memberikan ruang bagi diri sendiri untuk belajar sesuatu yang baru. Sikap ini menciptakan rasa saling menghormati yang dapat mengurangi potensi konflik. Hasilnya? Kehidupan yang lebih damai dan penuh pengertian. Selain itu, sikap ini mengajarkan kita untuk ndak merasa paling benar. Dunia bukan hanya hitam dan putih; ada banyak warna di antaranya. Dengan menghormati sudut pandang orang lain, kita menjadi lebih bijaksana dan mampu melihat kehidupan dari sudut yang lebih luas.  

2. Ndak Membanggakan Diri Berlebihan

Bersikap humble berarti ndak perlu terus-menerus menceritakan pencapaian kita kepada orang lain. Bukankah lebih indah jika keberhasilan kita berbicara lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata? Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan sejati ndak datang dari pengakuan eksternal. Mereka tahu bahwa prestasi terbaik adalah yang memberi dampak positif, bukan hanya yang mendapat tepuk tangan. Ketika kita ndak mencari validasi dari luar, hati kita menjadi lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Lagipula, orang yang terlalu membanggakan diri cenderung membuat orang lain merasa ndak nyaman. Sebaliknya, dengan bersikap rendah hati, kita justru menginspirasi orang lain untuk menghargai kita tanpa harus memintanya.

 3. Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Sikap humble juga terlihat dari bagaimana kita merespons kritik. Kritik, meski kadang terasa menyakitkan, adalah salah satu cara terbaik untuk tumbuh dan belajar. Orang yang humble melihat kritik sebagai peluang, bukan ancaman. Ketika kita menerima kritik tanpa defensif, kita menunjukkan bahwa kita cukup kuat untuk mengakui kekurangan. Sikap ini ndak hanya membuat kita lebih dihormati, tetapi juga membantu kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Lebih dari itu, menerima kritik dengan baik menunjukkan kematangan emosional. Kita belajar bahwa ndak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita sendiri. Dengan demikian, hidup menjadi lebih ringan karena kita ndak lagi terjebak dalam keinginan untuk selalu terlihat sempurna.

 4. Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Apakah ada sikap yang lebih humble daripada berani mengakui kesalahan? Orang yang rendah hati tahu bahwa meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Mengakui kesalahan menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan kita. Ini juga menciptakan ruang untuk memperbaiki hubungan yang mungkin retak. Dengan sikap ini, hati kita menjadi lebih ringan karena ndak membawa beban rasa bersalah yang berkepanjangan. Ketika kita meminta maaf dengan tulus, orang lain lebih mudah memaafkan, dan hubungan menjadi lebih harmonis. Sikap humble ini mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaikinya.

 5. Menyadari bahwa Semua Orang Memiliki Nilai yang Sama

Orang yang humble memahami bahwa setiap individu memiliki nilai yang sama, terlepas dari latar belakang atau status sosial. Sikap ini membantu kita untuk ndak memandang rendah orang lain atau merasa lebih superior. Ketika kita memandang semua orang setara, kita menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh kehangatan. Sikap ini membuat orang merasa dihargai dan nyaman berada di sekitar kita. Dengan demikian, hubungan sosial kita menjadi lebih erat dan bermakna. Selain itu, kesadaran ini mengajarkan kita untuk ndak terlalu terikat pada hal-hal material. Kehidupan menjadi lebih sederhana dan damai ketika kita fokus pada kualitas manusia, bukan atribut eksternal mereka.

6. Membantu tanpa Mengharapkan Imbalan

Salah satu bentuk sikap humble yang paling mulia adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Ketika kita membantu dengan tulus, kita ndak hanya memberi kebahagiaan kepada orang lain tetapi juga kepada diri sendiri. Orang yang humble memahami bahwa kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada mereka dalam bentuk yang ndak terduga. Sikap ini menciptakan rasa damai karena kita tahu bahwa kita telah memberikan kontribusi positif kepada dunia. Selain itu, membantu tanpa mengharapkan imbalan mengajarkan kita untuk fokus pada proses, bukan hasil. Dengan demikian, kita belajar untuk menikmati momen-momen kecil yang penuh makna dalam kehidupan sehari-hari.

 7. Bersyukur atas Hal-Hal Sederhana

Sikap humble yang membawa ketenangan dan kebahagiaan adalah kemampuan untuk bersyukur. Bersyukur ndak hanya tentang hal besar; bahkan momen sederhana seperti melihat matahari terbit atau menikmati secangkir kopi hangat dapat menjadi sumber kebahagiaan. Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tentang menghargai apa yang dimiliki. Ketika kita fokus pada hal-hal baik dalam hidup, kita menciptakan energi positif yang memancar ke sekitar. Dengan bersyukur, hati kita menjadi lebih tenang karena ndak terus-menerus mengejar sesuatu yang belum ada. Kita belajar untuk menikmati perjalanan hidup, bukan hanya tujuan akhirnya.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya. Untuk backgroundnya SettiaBlog mengadopsi warna bunga pink Carnation (anyelir warna pink).  

<

Video klip kedua ada "wish you were here" milik Avril Lavigne. Dalam lagu tersebut ditunjukkan sikap optimisme Avril. Setiap manusia yang berjiwa pasti memiliki harapan dan impian. Memiliki impian menyadarkan jika hidup harus ada tujuan yang diraih. Meskipun begitu, kita ndak bisa mewujudkan seluruh mimpi dalam satu waktu. Tetapi harus bersabar dan konsisten melakukan yang terbaik. Namun sebagai manusia biasa, ndak jarang hadir kekecewaan. Anda merasa jadi orang yang gagal karena banyak mimpi belum terwujudkan. Kehidupan yang tadinya penuh semangat berubah pesimis. Ketika Anda sadar masih banyak mimpi belum tercapai, katakan hal di bawah ini pada diri sendiri. Cita-cita boleh tertunda, namun diri sendiri tetap layak dihargai.

1. Seluruh jerih payah tetap layak dihargai

Rasa kecewa menyeruak saat Anda sadar masih banyak impian belum terwujudkan. Padahal selama ini Anda sudah berjuang mati-matian. Tapi dalam kondisi ini menyerah bukan keputusan yang tepat. Sebaliknya, katakan kalimat positif kepada diri sendiri. Boleh aja cita-cita dan impian belum tercapai. Tapi Anda sudah bersusah payah sejauh ini. Bahkan Anda tergolong hebat karena sudah bisa bertahan di titik yang sekarang. Rangkaian jerih payah yang sudah dilakukan tetap layak dihargai. Setidaknya berikan ucapan terima kasih kepada diri sendiri.

2. Semua hanya soal waktu dan kesabaran

Semua orang pasti memiliki ekspektasi meraih mimpi dengan mudah. Anda memiliki pekerjaan yang mapan, juga bisnis yang berkembang pesat. Belum lagi dikelilingi orang-orang tulus dan inspiratif. Tetapi semua harapan ndak berjalan sesuai realitas. Anda harus mengalami kenyataan pahit. Jika ditanya tentang perasaan kecewa, sudah pasti merasakannya. Tapi tetap berikan motivasi kepada diri sendiri. Semuanya soal waktu dan kesabaran. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan menyerah. Selama Anda konsisten dan mau bersabar, yang namanya keberhasilan pasti menghampiri.

3. Kita masih diberi kesempatan untuk berbenah

Pikiran buruk muncul saat Anda sadar masih banyak cita-cita belum terealisasi. Timbul perasaan jenuh menjalani kehidupan. Percuma aja sudah melakukan yang terbaik Namun ndak ada hasilnya. Tapi tunggu dulu, Anda jangan larut dalam prasangka. Alangkah baiknya mengatakan beberapa hal agar Anda ndak terpuruk. Inilah tanda kita diberi kesempatan untuk berbenah. Segala sesuatunya bisa dipersiapkan dengan lebih matang. Kelak saat waktunya tiba, Anda bisa meraih pencapaian lebih dari yang diperkirakan.

4. Ndak perlu membandingkan diri dengan kehidupan orang lain terlihat ideal

Wajar jika Anda merasa kecewa saat sadar banyak impian belum terwujudkan. Padahal  sudah berusaha dari jauh-jauh hari. Berada di titik melelahkan ini, timbul perasaan minder. Anda mulai melirik kehidupan orang lain yang terlihat ideal, kemudian meratapi nasib dan menyalahkan takdir. Betapa konyolnya kita jika ndak mampu menyikapi situasi seperti ini dengan cara bijak. Menyalahkan takdir ndak akan memperbaiki keadaan. Katakan pada dirimu agar ndak mudah membandingkan dengan kehidupan orang lain yang terlihat ideal. Cukup konsentrasi pada diri sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik, kelak kesuksesan akan mengikuti.

5. Tetap semangat dan optimis kesuksesan pasti datang

Mewujudkan impian ndak semudah yang diperkirakan. Banyak hambatan turut menyertai sehingga keberhasilan tertunda. Rasa kecewa tentu muncul dan mendominasi diri. Tapi jangan gegabah mengambil keputusan menyerah. Sebaliknya, katakan kalimat positif yang mampu memotivasi. Saat ini boleh aja Anda belum mampu mewujudkan impian. Namun harus tetap diiringi semangat dan optimis jika kesuksesan pasti datang. Ndak ada yang mustahil selagi Anda masih mau berusaha. Bisa jadi kesuksesan datang di waktu yang tepat, saat Anda sudah benar-benar siap menerima semuanya.


Optimis merupakan karakter indah seorang mukmin. Mukmin sejati harus senantiasa berpikir positif dan memotivasi diri menjadi pribadi yang memiliki visi akhirat, perfeksionis, dan punya standar yang tinggi untuk perkara-perkara yang dicintai Allah ﷻ. Sikap optimis harus ditanamkan dalam hati manakala suatu saat menghadapi badai masalah, ia akan tegar dan terus bersemangat mencari solusi penyelesaian masalah. Ndak mudah putus asa dan yakin pasti ada hikmah besar di balik semua takdir Allah ﷻ. Islam mengajarkan umatnya untuk bangkit menyongsong hari esok dengan obsesi baru, harapan dan semangat membara agar hidupnya lebih baik, amalnya lebih shalih, imannya bertambah kuat, serta hatinya dipenuhi buhul cinta kepada Allah ﷻ, ndak menyesali peristiwa masa lalu yang mungkin menumbuhkan kesedihan mendalam.

Hadapi perkara mendatang dengan penuh kebahagiaan dan menepis dan melawan perasaan negatif yang belum terjadi. Al-Hulaimi rahimahullah mengatakan: “Nabi Muhammad ﷺ suka dengan optimisme, karena pesimis merupakan cermin persangkaan buruk kepada Allah ﷻ tanpa alasan yang jelas. Optimisme diperintahkan dan merupakan wujud persangkaan yang baik. Seorang mukmin diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah ﷻ dalam setiap kondisi.

Optimisme butuh action dan langkah nyata seorang yang ingin sukses menempuh studi atau menuntut ilmu agama perlu belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, dan mengerahkan segala potensi yang dimilikinya. Menjalankan usaha-usaha atau ikhtiar dalam mencapai tujuannya. Begitu pula ketika berniat berumah tangga, semangat aja belum cukup, butuh kesiapan fisik dan ilmu yang terkait dengan kerumahtanggaan agar bahtera pernikahannya berkah di sisi Allahﷻ. Hidup ini hakikatnya adalah belajar, beramal dan bersabar serta mengiringi semua yang kita lakukan dengan penuh optimisme, Allah ﷻ akan memberi kita yang terbaik sesuai takdirnya. Yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan. Allah ﷻ berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)
Seorang mukmin sejati dalam segala situasi dan kondisi harus bergantung hatinya kepada Allah ﷻ. Memperbanyak doa dan husnudzan kepada Allah ﷻ akan memberikan pilihan terbaik sesuai dengan ilmu Allah ﷻ meski terkadang ndak selaras dengan nafsu manusia.

Al-Hasan al-Basri mengatakan, “Sesungguhnya tawakal seorang hamba kepada rabbnya adalah ia meyakini bahwa Allah itu sumber kepercayaan dirinya.” (Al-Fawa’id, 149).

No comments:

Post a Comment