Video klip di atas ada "terbang" miliknya The fly. Ilustrasinya itu sebenarnya SettiaBlog ingin membuat looping video. Ada kesalahan memotong sedikit, yang awal harusnya SettiaBlog potong sedikit terus di taruh paling belakang. Makanya videonya kan ndak berjalan mulus, ada yang tersendat. Kenapa ndak di edit ulang SettiaBlog? Kan udah terjadi ya ndak bisa, waktu yang udah lewat ndak bisa di ulang. Ndak nyambung itu SettiaBlog...., masak tho? he....he....
Masalah memang selalu ada dalam hidup siapa pun. Namun, hidup dengan lebih sedikit persoalan tentu akan lebih baik. Ini menjadi keinginan semua orang agar mereka lebih bahagia dan ndak kehabisan energi buat memikirkan setiap masalah yang timbul. Tapi Anda mungkin juga mengenal beberapa orang yang hidupnya seakan-akan ndak pernah lepas dari jeratan persoalan. Satu masalah teratasi langsung muncul persoalan lain. Bahkan masalahnya sering di luar dugaan. Hidupnya menjadi berantakan padahal menurut Anda seharusnya bisa dijalani dengan lebih baik. Atau, justru diri Anda selama ini merasakan hal di atas. Persoalan Anda seolah-olah datang bertubi-tubi tanpa kamu tahu apa salah Anda. Pastinya diri Anda ndak mau ini terus terjadi. Ada beberapa cara sederhana agar hidup ndak penuh masalah, terutama yang berat-berat.
1. Menaati peraturan
Setiap pelanggaran terhadap peraturan akan mendatangkan sanksi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengembangkan sikap patuh dan kooperatif. Meski awalnya suatu aturan terasa sebagai masalah untuk Anda karena membelenggu atau ndak cocok buat Anda, coba melihatnya dari perspektif yang berbeda. Cari tahu dasar dan tujuan dari peraturan tersebut. Dengan begitu, lebih mudah untuk Anda mematuhinya. Kalaupun Anda tetap merasa ndak suka dengan peraturan itu dan ndak bisa meminta pihak lain menoleransi Anda, pergilah ke tempat yang ndak memberlakukan aturan tersebut. Hindari bertahan di suatu tempat yang aturannya sudah jelas dan diri Anda berkeras dengan kemauan pribadi. Sikap begini ndak akan bisa diterima. Masalah timbul baik karena pelanggaran aturan maupun gesekan antara Anda dengan pembuat aturan serta orang-orang yang taat. Hidup butuh penyesuaian diri, maka lakukanlah.
2. Mendengarkan nasihat dari orang-orang tepercaya
Nasihat penting untuk melindungi diri Anda. Ini semacam pengingat sebelum Anda telanjur melakukan kesalahan. Berterimakasihlah pada orang-orang yang masih mau menasihati Anda dalam kebaikan. Itu tandanya mereka memedulikan Anda dan hanya ingin yang terbaik bagi Anda. Memang ndak semua nasihat perlu benar-benar dijalankan. Anda bukan robot yang hanya mengikuti panduan manusia. Namun, jadikan semua nasihat itu sebagai petunjuk untuk Anda lebih berhati-hati. Minimal bila diri Anda hendak berbuat lain dari nasihat seseorang, dasar pertimbangannya kuat. Bisa saja suatu nasihat ndak cocok dengan keadaan Anda dan orang lain ndak sepenuhnya mengerti. Maka ia menasihatkan sebatas pemahamannya saja. Tapi yang jelas, jangan menutup telinga dari semua nasihat kalau Anda mau hidup yang minim masalah. Dengarkan baik-baik setiap nasihat tanpa perlu seseorang berkali-kali mengatakannya.
3. Belajar dari pengalaman orang lain
Pengalaman orang lain bisa positif atau negatif, tetapi sama-sama mengandung pelajaran untuk Anda. Pengalaman yang bagus dapat diikuti apabila situasi Anda juga sesuai. Sementara itu, pengalaman yang negatif mencegah Anda melakukan kesalahan yang sama dengannya. Orang lain berbagi pengalaman sepanjang waktu dengan atau tanpa diri Anda menyadarinya. Misalnya, dalam obrolan-obrolan ringan kalian. Dia berkata pernah mengalami ini dan itu. Perhatikan baik-baik karena ini bagian dari cara untuk mencegah hidup Anda kerap tersandung persoalan. Apabila ia bercerita pernah ditipu orang dengan suatu modus, berarti ke depan diri Anda dapat lebih waspada saat didekati seseorang dengan modus yang mirip. Jika teman Anda berkata mendapatkan pengalaman yang menyenangkan terkait pelayanan di suatu hotel, suatu saat Anda bisa menginap di sana saja ketika memerlukannya. Daripada diri Anda mencari hotel lain yang pelayanannya belum diketahui sebaik apa.
4. Ndak terburu-buru melakukan apa pun
Ndak terburu-buru bukan maknanya Anda sengaja selamban mungkin dalam mengambil tindakan. Hanya saja berpikir dulu selalu penting. Apabila tindakan telanjur diambil tanpa Anda berpikir panjang, diri Anda ndak bisa berbuat banyak ketika ternyata itu salah. Tenangkan diri dulu sambil memikirkan akibat jangka panjang dari suatu tindakan. Jangan terpaku pada dampak jangka pendek saja. Bila Anda bingung, ndak ada salahnya minta pendapat dari orang yang bijak. Mencegah masalah memang kadang memerlukan kacamata orang lain. Ndak semua kemungkinan di masa depan bisa dipetakan sendiri oleh Anda. Bila Anda sudah cukup mantap, baru bertindak. Ini pun perlu diikuti dengan diri Anda melakukan evaluasi per tindakan. Jangan sampai tindakan pertama belum dievaluasi baik atau buruk akibatnya, Anda sudah lanjut ke tindakan berikutnya. Nanti kesalahannya malah beruntun.
5. Meningkatkan kepandaian
Menghindari masalah kadang bisa pakai feeling. Seperti saat perasaan Anda tentang sesuatu atau seseorang sudah ndak enak duluan walau ndak jelas penyebabnya, maka lebih baik Anda menghindarinya. Akan tetapi, mengandalkan perasaan saja dapat ndak akurat. Pikiran perlu diasah agar dapat bekerja mengimbangi feeling Anda. Ketika keduanya mengatakan hal yang sama tentang kemungkinan bahaya dari sesuatu atau seseorang, diri Anda lebih mantap buat menjauhinya. Biasanya ini menjadi langkah yang lebih tepat. Teruslah belajar dari berbagai sumber. Belajar ndak hanya menambah pengetahuan Anda, tapi juga melatih ketekunan dan ketelitian Anda. Anda bakal lebih sabar menyikapi berbagai hal dan ndak melewatkan begitu saja potensi masalah sekecil apa pun. Ini mendorong Anda mengantisipasinya sejak dini..
6. Mengutamakan pikiran positif
Kadang masalah diciptakan oleh diri sendiri melalui pikiran negatif yang terus disuburkan. Contohnya, begitu Anda suka berpikir buruk tentang seseorang, apa pun yang dilakukannya menjadi tampak salah terus di mata Anda. Diri Anda mencurigainya sepanjang waktu. Lama-lama kecurigaan ini muncul dalam sikap Anda padanya yang penuh kebencian. Padahal dia ndak melakukan apa pun pada Anda. Akan tetapi, Anda seakan-akan sudah memastikan ia hendak berbuat jahat. Maka reaksi Anda melebihi stimulus yang diberikannya. Jangan bingung antara mendahulukan pikiran positif daripada negatif dengan ndak bersikap waspada. Diri Anda ndak waspada apabila mengabaikan tanda-tanda nyata adanya bahaya. Sementara kebanyakan berpikir negatif ialah sekadar menyuburkan prasangka terhadap seseorang tanpa adanya gelagat ndak beres. Juga ndak ada informasi pengalaman buruk orang lain saat berinteraksi dengannya.
Menginginkan hidup ndak penuh masalah dan melenyapkan seluruh masalah memang ndak mungkin. Setiap orang punya persoalan masing-masing. Namun, sebagian besar masalah masih dapat dicegah dengan kehati-hatian.
Udah ya, maafin SettiaBlog. Untuk backgroundnya ini SettiaBlog mengkombinasikan warna dark grey, white dan irish green.
Masalah memang selalu ada dalam hidup siapa pun. Namun, hidup dengan lebih sedikit persoalan tentu akan lebih baik. Ini menjadi keinginan semua orang agar mereka lebih bahagia dan ndak kehabisan energi buat memikirkan setiap masalah yang timbul. Tapi Anda mungkin juga mengenal beberapa orang yang hidupnya seakan-akan ndak pernah lepas dari jeratan persoalan. Satu masalah teratasi langsung muncul persoalan lain. Bahkan masalahnya sering di luar dugaan. Hidupnya menjadi berantakan padahal menurut Anda seharusnya bisa dijalani dengan lebih baik. Atau, justru diri Anda selama ini merasakan hal di atas. Persoalan Anda seolah-olah datang bertubi-tubi tanpa kamu tahu apa salah Anda. Pastinya diri Anda ndak mau ini terus terjadi. Ada beberapa cara sederhana agar hidup ndak penuh masalah, terutama yang berat-berat.
1. Menaati peraturan
Setiap pelanggaran terhadap peraturan akan mendatangkan sanksi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengembangkan sikap patuh dan kooperatif. Meski awalnya suatu aturan terasa sebagai masalah untuk Anda karena membelenggu atau ndak cocok buat Anda, coba melihatnya dari perspektif yang berbeda. Cari tahu dasar dan tujuan dari peraturan tersebut. Dengan begitu, lebih mudah untuk Anda mematuhinya. Kalaupun Anda tetap merasa ndak suka dengan peraturan itu dan ndak bisa meminta pihak lain menoleransi Anda, pergilah ke tempat yang ndak memberlakukan aturan tersebut. Hindari bertahan di suatu tempat yang aturannya sudah jelas dan diri Anda berkeras dengan kemauan pribadi. Sikap begini ndak akan bisa diterima. Masalah timbul baik karena pelanggaran aturan maupun gesekan antara Anda dengan pembuat aturan serta orang-orang yang taat. Hidup butuh penyesuaian diri, maka lakukanlah.
2. Mendengarkan nasihat dari orang-orang tepercaya
Nasihat penting untuk melindungi diri Anda. Ini semacam pengingat sebelum Anda telanjur melakukan kesalahan. Berterimakasihlah pada orang-orang yang masih mau menasihati Anda dalam kebaikan. Itu tandanya mereka memedulikan Anda dan hanya ingin yang terbaik bagi Anda. Memang ndak semua nasihat perlu benar-benar dijalankan. Anda bukan robot yang hanya mengikuti panduan manusia. Namun, jadikan semua nasihat itu sebagai petunjuk untuk Anda lebih berhati-hati. Minimal bila diri Anda hendak berbuat lain dari nasihat seseorang, dasar pertimbangannya kuat. Bisa saja suatu nasihat ndak cocok dengan keadaan Anda dan orang lain ndak sepenuhnya mengerti. Maka ia menasihatkan sebatas pemahamannya saja. Tapi yang jelas, jangan menutup telinga dari semua nasihat kalau Anda mau hidup yang minim masalah. Dengarkan baik-baik setiap nasihat tanpa perlu seseorang berkali-kali mengatakannya.
3. Belajar dari pengalaman orang lain
Pengalaman orang lain bisa positif atau negatif, tetapi sama-sama mengandung pelajaran untuk Anda. Pengalaman yang bagus dapat diikuti apabila situasi Anda juga sesuai. Sementara itu, pengalaman yang negatif mencegah Anda melakukan kesalahan yang sama dengannya. Orang lain berbagi pengalaman sepanjang waktu dengan atau tanpa diri Anda menyadarinya. Misalnya, dalam obrolan-obrolan ringan kalian. Dia berkata pernah mengalami ini dan itu. Perhatikan baik-baik karena ini bagian dari cara untuk mencegah hidup Anda kerap tersandung persoalan. Apabila ia bercerita pernah ditipu orang dengan suatu modus, berarti ke depan diri Anda dapat lebih waspada saat didekati seseorang dengan modus yang mirip. Jika teman Anda berkata mendapatkan pengalaman yang menyenangkan terkait pelayanan di suatu hotel, suatu saat Anda bisa menginap di sana saja ketika memerlukannya. Daripada diri Anda mencari hotel lain yang pelayanannya belum diketahui sebaik apa.
4. Ndak terburu-buru melakukan apa pun
Ndak terburu-buru bukan maknanya Anda sengaja selamban mungkin dalam mengambil tindakan. Hanya saja berpikir dulu selalu penting. Apabila tindakan telanjur diambil tanpa Anda berpikir panjang, diri Anda ndak bisa berbuat banyak ketika ternyata itu salah. Tenangkan diri dulu sambil memikirkan akibat jangka panjang dari suatu tindakan. Jangan terpaku pada dampak jangka pendek saja. Bila Anda bingung, ndak ada salahnya minta pendapat dari orang yang bijak. Mencegah masalah memang kadang memerlukan kacamata orang lain. Ndak semua kemungkinan di masa depan bisa dipetakan sendiri oleh Anda. Bila Anda sudah cukup mantap, baru bertindak. Ini pun perlu diikuti dengan diri Anda melakukan evaluasi per tindakan. Jangan sampai tindakan pertama belum dievaluasi baik atau buruk akibatnya, Anda sudah lanjut ke tindakan berikutnya. Nanti kesalahannya malah beruntun.
5. Meningkatkan kepandaian
Menghindari masalah kadang bisa pakai feeling. Seperti saat perasaan Anda tentang sesuatu atau seseorang sudah ndak enak duluan walau ndak jelas penyebabnya, maka lebih baik Anda menghindarinya. Akan tetapi, mengandalkan perasaan saja dapat ndak akurat. Pikiran perlu diasah agar dapat bekerja mengimbangi feeling Anda. Ketika keduanya mengatakan hal yang sama tentang kemungkinan bahaya dari sesuatu atau seseorang, diri Anda lebih mantap buat menjauhinya. Biasanya ini menjadi langkah yang lebih tepat. Teruslah belajar dari berbagai sumber. Belajar ndak hanya menambah pengetahuan Anda, tapi juga melatih ketekunan dan ketelitian Anda. Anda bakal lebih sabar menyikapi berbagai hal dan ndak melewatkan begitu saja potensi masalah sekecil apa pun. Ini mendorong Anda mengantisipasinya sejak dini..
6. Mengutamakan pikiran positif
Kadang masalah diciptakan oleh diri sendiri melalui pikiran negatif yang terus disuburkan. Contohnya, begitu Anda suka berpikir buruk tentang seseorang, apa pun yang dilakukannya menjadi tampak salah terus di mata Anda. Diri Anda mencurigainya sepanjang waktu. Lama-lama kecurigaan ini muncul dalam sikap Anda padanya yang penuh kebencian. Padahal dia ndak melakukan apa pun pada Anda. Akan tetapi, Anda seakan-akan sudah memastikan ia hendak berbuat jahat. Maka reaksi Anda melebihi stimulus yang diberikannya. Jangan bingung antara mendahulukan pikiran positif daripada negatif dengan ndak bersikap waspada. Diri Anda ndak waspada apabila mengabaikan tanda-tanda nyata adanya bahaya. Sementara kebanyakan berpikir negatif ialah sekadar menyuburkan prasangka terhadap seseorang tanpa adanya gelagat ndak beres. Juga ndak ada informasi pengalaman buruk orang lain saat berinteraksi dengannya.
Menginginkan hidup ndak penuh masalah dan melenyapkan seluruh masalah memang ndak mungkin. Setiap orang punya persoalan masing-masing. Namun, sebagian besar masalah masih dapat dicegah dengan kehati-hatian.
Udah ya, maafin SettiaBlog. Untuk backgroundnya ini SettiaBlog mengkombinasikan warna dark grey, white dan irish green.
Video klip kedua ini ilustrasinya SettiaBlog buat mikro ekspresi saat mengantuk dan di situ geraknya cukup halus. Kalau di lihat sampai akhir akan terlihat ketika mulai mata perlahan mengatup. Mikro ekspresi (micro expression) sendiri merupakan ekspresi wajah spontan dan sangat singkat—berlangsung hanya sepersekian detik hingga setengah detik—yang muncul secara ndak sadar. Ini mengungkapkan emosi asli seseorang ketika mereka mencoba menyembunyikan atau menekan perasaan sebenarnya, seringkali sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang jujur. Gambarnya SettiaBlog buat dengan kombinasi warna Dark grey, White dan Irish green. Untuk lagunya SettiaBlog kasih "set fire to the rain". Membakar air hujan? Itu idiom SettiaBlog, maksudnya itu melakukan hal yang sia - sia. O...gitu tha?
Kehidupan ini selalu menyajikan beraneka ragam kisah-kisah unik didalamnya, SettiaBlog. Mmm.... Dan untuk mendapat kehidupan yang berkualitas, semua itu ada dalam kendali penuh diri Anda. Karena Anda dibekali Allah ﷻ akal dan fikiran untuk menimbang mana yang baik dan mana yang ndak untuk dilakukan. Bukan itu aja, Anda juga harus bisa menyeimbangkan antara perasaan dan logika agar Anda bisa memandang sesuatu dengan lebih rasional. Sehingga Anda ndak terjebak dalam kelabilan dan kecerobohan. Jadi, agar ndak salah langkah sebaiknya jangan pernah lakukan perbuatan sia-sia di bawah ini. Kalau di bilangin itu di dengerin SettiaBlog! Iya...SettiaBlog akan dengerin.
1. Terlalu mudah baper dan larut dalam prasangka buruk
Ndak enak lho, hidup jadi orang yang gampang baperan. Karena itu hanya akan menyulitkan Anda dibanyak hal. Termasuk membuat Anda jadi sosok yang membatasi diri dalam pergaulan hanya karena ndak ingin hati Anda terluka karenanya. Sifat gampang baper ini juga bisa membawa Anda larut dalam pemikiran-pemikiran negatif terhadap orang lain. Sehingga Anda jadi mudah menaruh prasangka buruk pada mereka. Tentu hal ini bisa mengganggu keharmonisan hubungan Anda dengan orang-orang disekitar Anda. Sebab orang bisa merasa ndak nyaman, jika harus berteman dengan seorang yang gampang baper dan mudah menaruh curiga pada mereka meski semua itu hanya kesalahpahaman semata.
2. Selalu menjadikan omongan orang lain sebagai landasan hidup meski hati Anda sendiri bertolak belakang
Anda yang menjalani hidup maka Anda yang berhak menentukan segala keputusan yang terbaik bagi Anda. Jangan karena takut akan pandangan orang lain terhadap Anda, Anda jadi selalu mengindahkan apa kata mereka sehingga Anda ndak bisa hidup dengan menjadi diri sendiri. Selama yang Anda lakukan itu masih dilajur yang benar, ikutilah kata hati Anda. Jangan berpatok pada keputusan orang lain. Karena mereka ndak punya hak atas itu. Buatlah diri Anda nyaman terlebih dahulu. Ingat, tolak ukur kebahagiaan Anda ndak dilihat dari perspektif orang lain.
3. Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan orang-orang yang ndak satu frekuensi sama Anda
Seseorang bisa terlihat fake tergantung dengan siapa dia berkumpul saat itu. Kadang agar bisa dianggap gaul dan mendapat pengakuan dari lingkup pergaulan mereka, seseorang bahkan rela hidup dengan memakai topeng serta rela mengimbangi semua karakter orang-orang didalam lingkaran pergaulan mereka agar hadirnya bisa diterima. Jika terus dijalani, lama-lama hati Anda akan lelah sendiri. Meski diluar Anda terlihat nampak ceria dan antusias tapi didalam hati Anda sebaliknya. Maka jangan paksakan diri Anda hidup dilingkaran dimana Anda ndak merasa nyaman dan ndak bisa jadi diri sendiri. Tapi berkumpulah dengan orang-orang yang memiliki satu frekuensi yang sama dengan Anda biar Anda bisa merasa nyaman dan tetap menjadi diri sendiri. Buang jauh semua rasa gengsi yang masih mengakar pada diri Anda. Jangan buang waktu berharga Anda untuk berkumpul dengan orang-orang yang ndak satu cerminan diri sama Anda.
4. Suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Semua orang punya alur cerita kehidupan yang berbeda-beda. Dan tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi jangan pernah bandingkan diri Anda dengan orang lain. Nantinya Anda akan menjadi ndak bersyukur dan selalu merasa rendah diri. Disamping sisi terlalu membandingkan diri dengan orang lain hanya akan bikin Anda diliputi perasaan iri dan ndak bahagia.
5. Terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu sampai terjebak dalam fanatisme buta
Ndak ada yang salah jika Anda mengidolakan artis atau tokoh terkenal asal jangan sampai berlebihan sampai terjebak dalam fanatisme buta agar Anda masih bisa rasional dalam memandang sesuatu. Seperti, siap bertengkar pada siapa saja yang berani mengusik idola Anda, baik itu didunia nyata atau pun didunia maya karena Anda mudah terbawa baper dan amarah pada sesuatu yang sebenarnya ndak ada sangkut pautnya dengan diri Anda sendiri. Disamping itu Anda bisa saja berbalik mendapat kecewa berat saat mengetahui idola Anda membuat suatu keputusan diluar dari kehendak dan ekspektasi Anda. Jadi jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu. Idolakan mereka secukupnya saja. Jangan buang waktu berharga Anda untuk melakukan perbuatan sia-sia yang hanya dapat mencoreng nama baik diri Anda.
6. Suka melarutkan diri memikirkan hal-hal yang ndak penting
Banyak hal penting yang harusnya bisa lebih Anda prioritaskan dalam hidup ini. Tapi anehnya banyak orang yang suka melarutkan diri memikirkan hal-hal yang ndak penting serta ndak memberi pengaruh apa-apa bagi hidupnya. Jadi daripada Abda hanya membuang waktu untuk memikirkan hal-hal yang sia-sia. Sebaiknya Anda coba lebih fokuskan diri untuk memikirkan hal-hal penting agar hidup Anda lebih terarah dan berkualitas. Maka dari itu, demi mendapat hidup yang lebih baik segera buang jauh-jauh perbuatan sia-sia yang menjadi penyumbang ketidakbahagiaan Anda dalam menjalani hidup.
Sekarang paham SettiaBlog? Paham apanya? SettiaBlog dari tadi udah ngantuk. SettiaBlog sendiri ndak sepenuhnya percaya pandangan seperti itu. Ndak ada yang sia-sia dalam perbuatan Allah ﷻ. Termasuk ketika Dia menciptakan kita semua.
“Try not to resist life’s changes. Even your smallest pains are seeds. Nothing in this existence is wasted. Every wound is a passage toward the Beloved.”
SettiaBlog mengambil pandangan Jalaluddin Rumi. Kutipan tersebut mengandung pesan sederhana namun revolusioner: jangan menolak perubahan, sebab bahkan rasa sakit terkecil sekalipun adalah benih yang tumbuh menuju sesuatu yang lebih besar. Luka-luka yang kita alami, pada akhirnya, adalah jalan yang mengantarkan kita kepada Sang Kekasih—Allah ﷻ.
Kehidupan ini selalu menyajikan beraneka ragam kisah-kisah unik didalamnya, SettiaBlog. Mmm.... Dan untuk mendapat kehidupan yang berkualitas, semua itu ada dalam kendali penuh diri Anda. Karena Anda dibekali Allah ﷻ akal dan fikiran untuk menimbang mana yang baik dan mana yang ndak untuk dilakukan. Bukan itu aja, Anda juga harus bisa menyeimbangkan antara perasaan dan logika agar Anda bisa memandang sesuatu dengan lebih rasional. Sehingga Anda ndak terjebak dalam kelabilan dan kecerobohan. Jadi, agar ndak salah langkah sebaiknya jangan pernah lakukan perbuatan sia-sia di bawah ini. Kalau di bilangin itu di dengerin SettiaBlog! Iya...SettiaBlog akan dengerin.
1. Terlalu mudah baper dan larut dalam prasangka buruk
Ndak enak lho, hidup jadi orang yang gampang baperan. Karena itu hanya akan menyulitkan Anda dibanyak hal. Termasuk membuat Anda jadi sosok yang membatasi diri dalam pergaulan hanya karena ndak ingin hati Anda terluka karenanya. Sifat gampang baper ini juga bisa membawa Anda larut dalam pemikiran-pemikiran negatif terhadap orang lain. Sehingga Anda jadi mudah menaruh prasangka buruk pada mereka. Tentu hal ini bisa mengganggu keharmonisan hubungan Anda dengan orang-orang disekitar Anda. Sebab orang bisa merasa ndak nyaman, jika harus berteman dengan seorang yang gampang baper dan mudah menaruh curiga pada mereka meski semua itu hanya kesalahpahaman semata.
2. Selalu menjadikan omongan orang lain sebagai landasan hidup meski hati Anda sendiri bertolak belakang
Anda yang menjalani hidup maka Anda yang berhak menentukan segala keputusan yang terbaik bagi Anda. Jangan karena takut akan pandangan orang lain terhadap Anda, Anda jadi selalu mengindahkan apa kata mereka sehingga Anda ndak bisa hidup dengan menjadi diri sendiri. Selama yang Anda lakukan itu masih dilajur yang benar, ikutilah kata hati Anda. Jangan berpatok pada keputusan orang lain. Karena mereka ndak punya hak atas itu. Buatlah diri Anda nyaman terlebih dahulu. Ingat, tolak ukur kebahagiaan Anda ndak dilihat dari perspektif orang lain.
3. Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan orang-orang yang ndak satu frekuensi sama Anda
Seseorang bisa terlihat fake tergantung dengan siapa dia berkumpul saat itu. Kadang agar bisa dianggap gaul dan mendapat pengakuan dari lingkup pergaulan mereka, seseorang bahkan rela hidup dengan memakai topeng serta rela mengimbangi semua karakter orang-orang didalam lingkaran pergaulan mereka agar hadirnya bisa diterima. Jika terus dijalani, lama-lama hati Anda akan lelah sendiri. Meski diluar Anda terlihat nampak ceria dan antusias tapi didalam hati Anda sebaliknya. Maka jangan paksakan diri Anda hidup dilingkaran dimana Anda ndak merasa nyaman dan ndak bisa jadi diri sendiri. Tapi berkumpulah dengan orang-orang yang memiliki satu frekuensi yang sama dengan Anda biar Anda bisa merasa nyaman dan tetap menjadi diri sendiri. Buang jauh semua rasa gengsi yang masih mengakar pada diri Anda. Jangan buang waktu berharga Anda untuk berkumpul dengan orang-orang yang ndak satu cerminan diri sama Anda.
4. Suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Semua orang punya alur cerita kehidupan yang berbeda-beda. Dan tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi jangan pernah bandingkan diri Anda dengan orang lain. Nantinya Anda akan menjadi ndak bersyukur dan selalu merasa rendah diri. Disamping sisi terlalu membandingkan diri dengan orang lain hanya akan bikin Anda diliputi perasaan iri dan ndak bahagia.
5. Terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu sampai terjebak dalam fanatisme buta
Ndak ada yang salah jika Anda mengidolakan artis atau tokoh terkenal asal jangan sampai berlebihan sampai terjebak dalam fanatisme buta agar Anda masih bisa rasional dalam memandang sesuatu. Seperti, siap bertengkar pada siapa saja yang berani mengusik idola Anda, baik itu didunia nyata atau pun didunia maya karena Anda mudah terbawa baper dan amarah pada sesuatu yang sebenarnya ndak ada sangkut pautnya dengan diri Anda sendiri. Disamping itu Anda bisa saja berbalik mendapat kecewa berat saat mengetahui idola Anda membuat suatu keputusan diluar dari kehendak dan ekspektasi Anda. Jadi jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu. Idolakan mereka secukupnya saja. Jangan buang waktu berharga Anda untuk melakukan perbuatan sia-sia yang hanya dapat mencoreng nama baik diri Anda.
6. Suka melarutkan diri memikirkan hal-hal yang ndak penting
Banyak hal penting yang harusnya bisa lebih Anda prioritaskan dalam hidup ini. Tapi anehnya banyak orang yang suka melarutkan diri memikirkan hal-hal yang ndak penting serta ndak memberi pengaruh apa-apa bagi hidupnya. Jadi daripada Abda hanya membuang waktu untuk memikirkan hal-hal yang sia-sia. Sebaiknya Anda coba lebih fokuskan diri untuk memikirkan hal-hal penting agar hidup Anda lebih terarah dan berkualitas. Maka dari itu, demi mendapat hidup yang lebih baik segera buang jauh-jauh perbuatan sia-sia yang menjadi penyumbang ketidakbahagiaan Anda dalam menjalani hidup.
Sekarang paham SettiaBlog? Paham apanya? SettiaBlog dari tadi udah ngantuk. SettiaBlog sendiri ndak sepenuhnya percaya pandangan seperti itu. Ndak ada yang sia-sia dalam perbuatan Allah ﷻ. Termasuk ketika Dia menciptakan kita semua.
“Try not to resist life’s changes. Even your smallest pains are seeds. Nothing in this existence is wasted. Every wound is a passage toward the Beloved.”
SettiaBlog mengambil pandangan Jalaluddin Rumi. Kutipan tersebut mengandung pesan sederhana namun revolusioner: jangan menolak perubahan, sebab bahkan rasa sakit terkecil sekalipun adalah benih yang tumbuh menuju sesuatu yang lebih besar. Luka-luka yang kita alami, pada akhirnya, adalah jalan yang mengantarkan kita kepada Sang Kekasih—Allah ﷻ.

No comments:
Post a Comment