Video klip di atas ada "back to you" milik Selena Gomez. Selena...., SettiaBlog pinjem lagunya buat ilustrasi. Itu sengaja SettiaBlog kasih ilustrasi animasi orang yang lagi mondar mandir nampak kebingungan. Kalau lagi bingung ya kembali ke Allah ﷻ. Seperti yang kita tahu bahwa tobat merupakan jalan utama untuk meraih hidayah dan rahmat Allah ﷻ . Pintu tobat adalah salah satu rahmat terbesar yang diberikan Allah ﷻ kepada umat manusia. Allah ﷻ dengan kasih-Nya memberikan kesempatan yang sangat luas bagi setiap hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya, memperbaiki diri, dan menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.
Tobat menjadi jalan bagi umat Muslim untuk memperoleh ampunan dan rahmat-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, Allah ﷻ sangat mencintai orang yang bertobat dengan tulus dan memohon ampunan-Nya. Namun, meskipun pintu tobat dibuka begitu lebar, kesempatan ini ndaklah terbuka tanpa batas. Ada waktu-waktu tertentu ketika pintu tobat akan ditutup, dan ndak ada lagi kesempatan untuk bertobat.
Lalu, kapan pintu tobat ditutup? Pintu tobat Allah ﷻ terbuka sepanjang waktu, baik di siang maupun malam hari. Allah ﷻ memberikan kesempatan bagi umat-Nya untuk bertobat kapan saja, tanpa ada pembatasan waktu tertentu. Seperti yang disebutkan dalam hadits, Allah ﷻ membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk tobat orang yang berdosa di siang hari, dan di siang hari untuk tobat orang yang berdosa di malam hari.
Pintu tobat ini terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah ﷻ, memperbaiki diri, dan menyesali dosa-dosanya. Rasulullah ﷺ telah menegaskan bahwa pintu taubat tidak akan tertutup hingga waktu yang ditentukan oleh Allah ﷻ. Hal ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi umat Islam untuk bertobat dari dosa-dosanya. Namun, ada batasan waktu tertentu kapan pintu taubat akan tertutup. Seperti yang dijelaskan dalam beberapa riwayat, pintu taubat akan tertutup sebelum datangnya kiamat dan setelah nyawa sampai di tenggorokan. Rasulullah ﷺ dalam salah satu haditsnya menegaskan,
“Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba-Nya sebelum nyawa sampai di tenggorokan” (HR. Muslim).
Ini mengindikasikan bahwa selama nyawa seseorang belum sampai di tenggorokan, pintu tobat masih terbuka. Selain sebelum ajal tiba, ada satu tanda besar yang menunjukkan penutupan pintu tobat. Tanda tersebut adalah terbitnya matahari dari barat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan datang Hari Kiamat hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila matahari telah terbit demikian, maka tidak ada lagi manfaat bagi keimanan seseorang yang sebelumnya tidak beriman atau tidak berbuat kebaikan dalam keimanannya” (Shahih Muslim).
Hal ini menunjukkan bahwa setelah terbitnya matahari dari barat, kesempatan untuk bertobat atau beriman akan menjadi sia-sia. Ndak ada lagi kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar setelah tanda besar tersebut muncul. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk ndak menyia-nyiakan kesempatan bertobat yang diberikan oleh Allah ﷻ sebelum matahari terbit dari barat atau sebelum ajal tiba. Meskipun ada waktu-waktu tertentu ketika pintu tobat ditutup, kesempatan ini tetap diberikan dengan luas. Rasulullah ﷺ bahkan menyatakan bahwa pintu taubat Allah ﷻ begitu lebar dan besar, dengan jarak yang sangat jauh, setara dengan perjalanan 70 tahun. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Shafwan bin ‘Assal, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Bahwa Allah membuat sebuah pintu tobat di sebelah barat yang luasnya sejarak perjalanan 70 tahun, yang tidak akan ditutup selama matahari belum terbit dari tempat terbenamnya.” (HR. Tirmidzi).
Ini menggambarkan betapa besar kasih sayang Allah ﷻ kepada hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Allah ﷻ sangat gembira dan senang dengan tobat hamba-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Allah sangat senang dengan tobat hamba-Nya melebihi senangnya seorang perempuan (yang sudah divonis) mandul yang melahirkan seorang bayi, seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang, dan seseorang yang kehausan menemukan air untuk diminum.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Abu Hurairah RA).
Hal ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah ﷻ terhadap hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dalam keadaan menyesali dosa-dosanya. Selain itu, dalam riwayat lain dari Abu Hamzah Anas bin Malik al-Anshariy, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ini mengisyaratkan bahwa tobat adalah hal yang sangat mulia di sisi Allah ﷻ dan memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi hamba-Nya.
Udah ya, SettiaBlog bener bener minta maaf jika selama ini banyak melakukan kesalahan.
Tiada kebahagiaan
yang lebih indah
selain meraih ampunan Allah ﷻ
Lalu, kapan pintu tobat ditutup? Pintu tobat Allah ﷻ terbuka sepanjang waktu, baik di siang maupun malam hari. Allah ﷻ memberikan kesempatan bagi umat-Nya untuk bertobat kapan saja, tanpa ada pembatasan waktu tertentu. Seperti yang disebutkan dalam hadits, Allah ﷻ membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk tobat orang yang berdosa di siang hari, dan di siang hari untuk tobat orang yang berdosa di malam hari.
Pintu tobat ini terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah ﷻ, memperbaiki diri, dan menyesali dosa-dosanya. Rasulullah ﷺ telah menegaskan bahwa pintu taubat tidak akan tertutup hingga waktu yang ditentukan oleh Allah ﷻ. Hal ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi umat Islam untuk bertobat dari dosa-dosanya. Namun, ada batasan waktu tertentu kapan pintu taubat akan tertutup. Seperti yang dijelaskan dalam beberapa riwayat, pintu taubat akan tertutup sebelum datangnya kiamat dan setelah nyawa sampai di tenggorokan. Rasulullah ﷺ dalam salah satu haditsnya menegaskan,
“Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba-Nya sebelum nyawa sampai di tenggorokan” (HR. Muslim).
Ini mengindikasikan bahwa selama nyawa seseorang belum sampai di tenggorokan, pintu tobat masih terbuka. Selain sebelum ajal tiba, ada satu tanda besar yang menunjukkan penutupan pintu tobat. Tanda tersebut adalah terbitnya matahari dari barat. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan datang Hari Kiamat hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila matahari telah terbit demikian, maka tidak ada lagi manfaat bagi keimanan seseorang yang sebelumnya tidak beriman atau tidak berbuat kebaikan dalam keimanannya” (Shahih Muslim).
Hal ini menunjukkan bahwa setelah terbitnya matahari dari barat, kesempatan untuk bertobat atau beriman akan menjadi sia-sia. Ndak ada lagi kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar setelah tanda besar tersebut muncul. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk ndak menyia-nyiakan kesempatan bertobat yang diberikan oleh Allah ﷻ sebelum matahari terbit dari barat atau sebelum ajal tiba. Meskipun ada waktu-waktu tertentu ketika pintu tobat ditutup, kesempatan ini tetap diberikan dengan luas. Rasulullah ﷺ bahkan menyatakan bahwa pintu taubat Allah ﷻ begitu lebar dan besar, dengan jarak yang sangat jauh, setara dengan perjalanan 70 tahun. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Shafwan bin ‘Assal, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Bahwa Allah membuat sebuah pintu tobat di sebelah barat yang luasnya sejarak perjalanan 70 tahun, yang tidak akan ditutup selama matahari belum terbit dari tempat terbenamnya.” (HR. Tirmidzi).
Ini menggambarkan betapa besar kasih sayang Allah ﷻ kepada hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Allah ﷻ sangat gembira dan senang dengan tobat hamba-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Allah sangat senang dengan tobat hamba-Nya melebihi senangnya seorang perempuan (yang sudah divonis) mandul yang melahirkan seorang bayi, seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang, dan seseorang yang kehausan menemukan air untuk diminum.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Abu Hurairah RA).
Hal ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah ﷻ terhadap hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dalam keadaan menyesali dosa-dosanya. Selain itu, dalam riwayat lain dari Abu Hamzah Anas bin Malik al-Anshariy, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ini mengisyaratkan bahwa tobat adalah hal yang sangat mulia di sisi Allah ﷻ dan memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi hamba-Nya.
Udah ya, SettiaBlog bener bener minta maaf jika selama ini banyak melakukan kesalahan.
Tiada kebahagiaan
yang lebih indah
selain meraih ampunan Allah ﷻ
Mohon Maaf
Lahir dan Batin
Lahir dan Batin
Video klip kedua ada "sekali lagi" milik Sheilla on 7. Sekali lagi sama artinya kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya. Allah ﷻ memberikan kita kehidupan yang indah dunia. Kehidupan merupakan kesempatan dan kehidupan ini berisi kesempatan-kesempatan yang silih berganti ndak terhingga. Allah ﷻ memberikan kita kesempatan-kesempatan yang bervariasi. Ada kesempatan yang akhirnya mengubah arah kehidupan. Ada kesempatan yang mendatangkan perubahan kehidupan menjadi lebih baik bagi orang yang menggunakan kesempatan tersebut dan mengembangkannya. Begitu banyak Allah ﷻ memberikan kita kesempatan. Terkadang dalam bentuk ketaatan atau amalan kebajikan untuk membangun negeri atau pengembangan masyarakat. Terkadang kesempatan berupa kedudukan dan jabatan yang bisa digunakan demi membantu agama dan umat. Terkadang kesempatan dalam bentuk perdagangan.
Kesempatan dalam kehidupan seorang mukmin terbuka terus sepanjang hidup, tegak terus hingga saat-saat terakhir dari umurnya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah." (HR Al-Bukhari)
Rasulullah ﷺ adalah teladan yang diikuti. Sebagai suri teladan bagi semua manusia, beliau adalah sosok yang tajam dan terang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan. Beliau selalu memotivasi umatnya dalam ketaatan, memberi dorongan untuk selalu dekat dengan Allah ﷻ kepada umatnya, kapan pun dan di mana pun beliau berada. Kesempatan-kesempatan emas berlalu begitu cepat, karena waktunya sangat terbatas dan cepat selesai. Coba perhatikan perjalanan seorang yang telah tua. Lihatlah begitu cepat perubahan kondisinya dari dahulu sehat sekarang menjadi sakit; dari kaya menjadi miskin; dari rasa aman menjadi takut; dari waktu kosong kepada kesibukan; dari muda menjadi tua. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersegeralah beramal saleh sebelum datangnya fitnah-fitnah yang seperti potongan malam yang gelap gulita; seseorang di pagi hari dalam kondisi mukmin dan di sore hari menjadi kafir; seseorang di sore hari masih mukmin dan di pagi hari menjadi kafir; ia menjual agamanya dengan kepentingan dunia." (HR Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ mengarahkan umatnya untuk memanfaatkan kesempatan dan bersegera melakukan kebaikan sebelum terlambat. Beliau bersabda, "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kecukupanmu sebelum engkau miskin, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, kehidupanmu sebelum kematianmu." (HR an-Nasai)
Hadis di atas menerangkan bahwa kita dituntut untuk memanfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya. Jika tiba saatnya kita mati, maka terputuslah segala kesempatan untuk beramal dan beribadah. Cita-cita pun ikut luput, dan pasti akan datang penyesalan. Kita pun dituntut untuk memanfaatkan kesehatan. Jika sakit, kita ndak kuat melakukan banyak amal kebajikan. Lalu, kita pun berangan-angan seandainya di masa sehat, kita salat dan berpuasa. Begitupun dengan kesempatan-kesempatan lainnya yang Rasulullah ﷺ gambarkan dalam hadis di atas. Tobat merupakan kesempatan emas dalam kehidupan. Seseorang ndak tahu kapan akan luput kesempatan tersebut dari dirinya. Allah ﷻ berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS Ali Imron: 133).
Dengan bertobat, maka Allah ﷻ menganugerahkan kepada para hamba untuk instropeksi diri, untuk merenungkan tentang kondisi mereka, lalu mereka segera kembali kepada Allah ﷻ sebelum datang kepada mereka kondisi-kondisi lemah dan petaka.
Demikian juga dengan bulan Ramadan, begitu indah Allah ﷻ memberikan kita kesempatan yang begitu mulia. Siangnya kita dapat menjalankan ibadah puasa, malamnya kita bisa melakukan qiyamullail. Dan segala amalan ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah ﷻ. Belum tentu tahun depan kita akan kembali berjumpa dengan Ramadan yang begitu mulia ini.
Kesempatan dalam kehidupan seorang mukmin terbuka terus sepanjang hidup, tegak terus hingga saat-saat terakhir dari umurnya. Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah." (HR Al-Bukhari)
Rasulullah ﷺ adalah teladan yang diikuti. Sebagai suri teladan bagi semua manusia, beliau adalah sosok yang tajam dan terang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan. Beliau selalu memotivasi umatnya dalam ketaatan, memberi dorongan untuk selalu dekat dengan Allah ﷻ kepada umatnya, kapan pun dan di mana pun beliau berada. Kesempatan-kesempatan emas berlalu begitu cepat, karena waktunya sangat terbatas dan cepat selesai. Coba perhatikan perjalanan seorang yang telah tua. Lihatlah begitu cepat perubahan kondisinya dari dahulu sehat sekarang menjadi sakit; dari kaya menjadi miskin; dari rasa aman menjadi takut; dari waktu kosong kepada kesibukan; dari muda menjadi tua. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersegeralah beramal saleh sebelum datangnya fitnah-fitnah yang seperti potongan malam yang gelap gulita; seseorang di pagi hari dalam kondisi mukmin dan di sore hari menjadi kafir; seseorang di sore hari masih mukmin dan di pagi hari menjadi kafir; ia menjual agamanya dengan kepentingan dunia." (HR Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ mengarahkan umatnya untuk memanfaatkan kesempatan dan bersegera melakukan kebaikan sebelum terlambat. Beliau bersabda, "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kecukupanmu sebelum engkau miskin, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, kehidupanmu sebelum kematianmu." (HR an-Nasai)
Hadis di atas menerangkan bahwa kita dituntut untuk memanfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya. Jika tiba saatnya kita mati, maka terputuslah segala kesempatan untuk beramal dan beribadah. Cita-cita pun ikut luput, dan pasti akan datang penyesalan. Kita pun dituntut untuk memanfaatkan kesehatan. Jika sakit, kita ndak kuat melakukan banyak amal kebajikan. Lalu, kita pun berangan-angan seandainya di masa sehat, kita salat dan berpuasa. Begitupun dengan kesempatan-kesempatan lainnya yang Rasulullah ﷺ gambarkan dalam hadis di atas. Tobat merupakan kesempatan emas dalam kehidupan. Seseorang ndak tahu kapan akan luput kesempatan tersebut dari dirinya. Allah ﷻ berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS Ali Imron: 133).
Dengan bertobat, maka Allah ﷻ menganugerahkan kepada para hamba untuk instropeksi diri, untuk merenungkan tentang kondisi mereka, lalu mereka segera kembali kepada Allah ﷻ sebelum datang kepada mereka kondisi-kondisi lemah dan petaka.
Demikian juga dengan bulan Ramadan, begitu indah Allah ﷻ memberikan kita kesempatan yang begitu mulia. Siangnya kita dapat menjalankan ibadah puasa, malamnya kita bisa melakukan qiyamullail. Dan segala amalan ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah ﷻ. Belum tentu tahun depan kita akan kembali berjumpa dengan Ramadan yang begitu mulia ini.

