Video klip di atas ada "May Every Step Be Eased" milik Novi. Kata "may" bisa menunjuk pada sebuah harapan. Kayak misalnya,
May the Force be with you. (Semoga Kekuatan menyertaimu)
May you live long. (Semoga kamu panjang umur.)
May your wish come true. (Semoga impianmu terwujud)
Dan tema lagu di atas keinginan agar setiap langkah yang di jalani dalam kehidupan ini menemukan kemudahan. Ini juga harapan semua orang kan ya.
Namun dalam kehidupan kita sehari-hari kerap dipertemukan dengan tantangan yang ndak selalu mudah untuk dihadapi. Ada beberapa trik psikologi sederhana yang bisa kita aplikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup. Trik ini ndak hanya membantu kita mengendalikan pikiran kita dengan cara yang positif, sehingga membuat hari-hari kita lebih produktif dan memuaskan. Berikut ini adalah sejumlah trik psikologi yang belum banyak diketahui orang, namun sangat efektif dalam membantu kita menghadapi berbagai situasi hidup. Mulai dari cara menghadapi perasaan ndak bahagia hingga bagaimana cara menetapkan tujuan yang lebih realistis dan menyenangkan, trik-trik ini menawarkan pendekatan baru untuk mencapai hidup yang lebih seimbang dan memuaskan.
1. Jangan Khawatir Jika Anda Ndak Merasa Bahagia
Seringkali kita merasa tertekan dengan standar kebahagiaan yang ditentukan oleh orang lain. Namun, terlalu mengejar kebahagiaan justru bisa membuat kita merasa lebih tertekan. Para peneliti di Kanada menemukan bahwa semakin kita berusaha untuk bahagia, semakin kita merasa waktu terbatas dan akhirnya merasa ndak puas. Jadi, melepaskan tekanan untuk "selalu bahagia" bisa jadi langkah pertama menuju kesejahteraan yang lebih baik.
2. Fokus pada Membuat Hidup yang Kaya Pengalaman
Memiliki hidup yang "kaya" dalam hal pengalaman adalah kunci kebahagiaan sejati, meskipun pengalaman itu ndak selalu menyenangkan pada saatnya. Hidup yang dipenuhi dengan pengalaman dapat mengubah pandangan kita, meskipun terkadang sulit atau menyakitkan, kadang kala membantu kita memahami makna kehidupan dengan lebih baik. Ini lebih berharga daripada sekadar mengejar kebahagiaan instan.
3. Kurangi Beban dengan Menyederhanakan Hidup
Menekankan bahwa kita hidup di dunia dengan banyak pilihan yang justru membuat kita kewalahan. Ada ribuan keputusan kecil yang harus kita buat setiap hari, dari pilihan acara TV hingga makanan yang akan kita konsumsi. Mengurangi pilihan dan fokus pada apa yang benar-benar penting bisa membantu kita mengelola hidup dengan lebih efektif.
4. Gunakan WOOP untuk Mencapai Tujuan
WOOP adalah metode psikologi yang terdiri dari Wish (keinginan), Outcome (hasil), Obstacles (hambatan), dan Plan (rencana). Menentukan tujuan secara spesifik dan memikirkan hambatan yang mungkin terjadi akan membuat kita lebih siap menghadapi tantangan. Perencanaan yang matang lebih efektif daripada hanya berharap.
5. Jika Tujuan Terlalu Sulit, Mulailah dengan Target yang Lebih Kecil
Jika sebuah tujuan terasa terlalu sulit, kita harus menurunkan target dan merayakan pencapaian sekecil apapun. Setiap langkah maju, meski kecil, adalah kemenangan yang bisa meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi.
6. Fokus pada Perjalanan, Bukan Hanya Tujuan
Orang yang memandang pencapaiannya sebagai bagian dari perjalanan, bukan hanya sebagai tujuan akhir, cenderung lebih konsisten mempertahankan kebiasaan positif setelah mencapai tujuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa proses perjalanan itu sendiri bisa membawa kebahagiaan dan kepuasan.
Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya.
Tip's tambahan:
Aturan 5 menit Kalau lagi super malas mengerjakan tugas, maka kerjakan 5 menit saja. Biasanya dalam 5 menit kita udah terbiasa dan akhirnya menyelesaikan tugasnya. Momentum kecil ini yang kemudian melahirkan kebiasaan baru.
Hukum Pareto Hukum 80/20 ini mengatakan 80% hasil berasal dari 20% usaha. Maka fokuslah pada 20% tugas produktif yang bisa memberi hasil besar. Singkirkan dulu tugas remeh yang cuma buang energi..
Tripitaka Sebelum protes atau mengkritik, kita harus memuji dulu 2-3 hal positif tentang orang yang mau dikritik. Dengan begitu, kritikan kita jadi lebih konstruktif dan diterima, bukannya menyinggung..
Terapi pengalihan perhatian Kalau sedang cemas atau stress, sengaja alihkan perhatian ke aktivitas lain yang menyenangkan selama 5-10 menit, misal dengar lagu, main game, baca komik, dan lain lain. Cara ini efektif menenangkan diri..
Jeda waktu 7 detik Sebelum spontan menjawab pertanyaan atau menanggapi sesuatu, diam sebentar 7 detik. Otak kita butuh waktu singkat untuk beralih dan berpikir rasional. Dengan begitu keputusan jadi lebih baik..
Kuasai 4F agar ndak mudah tersinggung 4F adalah: forewarned (siap mental), forearmed (siap strategi), fortress (bentengi diri), dan freedom (rasa bebas). Dengan menguasai 4F maka kita jadi lebih tebal kulit menghadapi kritik orang..
Teknik pizza Maksudnya adalah lebih sering memuji dan mendorong anak ketimbang mengkritiknya. Pujian seperti saus pizza yang bikin anak ketagihan berprestasi, sedangkan kritik hanya toppingnya aja, jangan berlebihan..
Ganti kata 'tapi' jadi 'dan' Jangan berkata 'ide bagus tapi bla..bla..', sebaiknya katakan 'ide bagus dan bla..bla..'. Kata 'tapi' bikin orang langsung defensive dan jadi emosi. Kata 'dan' membuat lebih terbuka menerima masukan..
Jangan bahas masalah saat emosi meluap Ketika sedang marah atau sedih, otak kita sulit berpikir jernih. Makanya, tunda diskusi penting sampai emosi surut. Baru bahas lagi saat kondisi sudah tenang dan positif. Komunikasi jadi lebih konstruktif begitu..
Metafora gunung es Ini menggambarkan bahwa masalah pelik layaknya gunung es, cuma puncaknya yang kelihatan sedang bagian besar terpendam. Maka sebaiknya diskusi masalah pelan-pelan dan selangkah demi selangkah untuk mengungkap akar persoalan..
Mirroring bahasa tubuh Saat berkomunikasi kita bisa memberi isyarat 'kedekatan' dengan meniru bahasa tubuh lawan bicara. Misal, jika dia melipat tangan, kita juga begitu. Dengan mirroring, orang akan merasa nyaman dan percaya pada kita..
Seringlah tersenyum dan tertawa Penelitian menunjukkan, sesederhana apapun senyuman tulus bisa meningkatkan mood dan membuat orang lain merasa nyaman. Apalagi jika diiringi tawa renyah, maka stress pun berkurang serta imunitas bertambah..
Berbicara pada diri sendiri dengan kata 'kamu' Ini terdengar aneh tapi terbukti ampuh untuk meningkatkan motivasi dan performance. Misalnya, 'Kamu pasti bisa', 'Sedikit lagi kamu sampai'. Dengan begitu, pikiran bawah sadar kita jadi yakin.
May the Force be with you. (Semoga Kekuatan menyertaimu)
May you live long. (Semoga kamu panjang umur.)
May your wish come true. (Semoga impianmu terwujud)
Dan tema lagu di atas keinginan agar setiap langkah yang di jalani dalam kehidupan ini menemukan kemudahan. Ini juga harapan semua orang kan ya.
Namun dalam kehidupan kita sehari-hari kerap dipertemukan dengan tantangan yang ndak selalu mudah untuk dihadapi. Ada beberapa trik psikologi sederhana yang bisa kita aplikasikan untuk meningkatkan kualitas hidup. Trik ini ndak hanya membantu kita mengendalikan pikiran kita dengan cara yang positif, sehingga membuat hari-hari kita lebih produktif dan memuaskan. Berikut ini adalah sejumlah trik psikologi yang belum banyak diketahui orang, namun sangat efektif dalam membantu kita menghadapi berbagai situasi hidup. Mulai dari cara menghadapi perasaan ndak bahagia hingga bagaimana cara menetapkan tujuan yang lebih realistis dan menyenangkan, trik-trik ini menawarkan pendekatan baru untuk mencapai hidup yang lebih seimbang dan memuaskan.
1. Jangan Khawatir Jika Anda Ndak Merasa Bahagia
Seringkali kita merasa tertekan dengan standar kebahagiaan yang ditentukan oleh orang lain. Namun, terlalu mengejar kebahagiaan justru bisa membuat kita merasa lebih tertekan. Para peneliti di Kanada menemukan bahwa semakin kita berusaha untuk bahagia, semakin kita merasa waktu terbatas dan akhirnya merasa ndak puas. Jadi, melepaskan tekanan untuk "selalu bahagia" bisa jadi langkah pertama menuju kesejahteraan yang lebih baik.
2. Fokus pada Membuat Hidup yang Kaya Pengalaman
Memiliki hidup yang "kaya" dalam hal pengalaman adalah kunci kebahagiaan sejati, meskipun pengalaman itu ndak selalu menyenangkan pada saatnya. Hidup yang dipenuhi dengan pengalaman dapat mengubah pandangan kita, meskipun terkadang sulit atau menyakitkan, kadang kala membantu kita memahami makna kehidupan dengan lebih baik. Ini lebih berharga daripada sekadar mengejar kebahagiaan instan.
3. Kurangi Beban dengan Menyederhanakan Hidup
Menekankan bahwa kita hidup di dunia dengan banyak pilihan yang justru membuat kita kewalahan. Ada ribuan keputusan kecil yang harus kita buat setiap hari, dari pilihan acara TV hingga makanan yang akan kita konsumsi. Mengurangi pilihan dan fokus pada apa yang benar-benar penting bisa membantu kita mengelola hidup dengan lebih efektif.
4. Gunakan WOOP untuk Mencapai Tujuan
WOOP adalah metode psikologi yang terdiri dari Wish (keinginan), Outcome (hasil), Obstacles (hambatan), dan Plan (rencana). Menentukan tujuan secara spesifik dan memikirkan hambatan yang mungkin terjadi akan membuat kita lebih siap menghadapi tantangan. Perencanaan yang matang lebih efektif daripada hanya berharap.
5. Jika Tujuan Terlalu Sulit, Mulailah dengan Target yang Lebih Kecil
Jika sebuah tujuan terasa terlalu sulit, kita harus menurunkan target dan merayakan pencapaian sekecil apapun. Setiap langkah maju, meski kecil, adalah kemenangan yang bisa meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi.
6. Fokus pada Perjalanan, Bukan Hanya Tujuan
Orang yang memandang pencapaiannya sebagai bagian dari perjalanan, bukan hanya sebagai tujuan akhir, cenderung lebih konsisten mempertahankan kebiasaan positif setelah mencapai tujuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa proses perjalanan itu sendiri bisa membawa kebahagiaan dan kepuasan.
Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya.
Tip's tambahan:
Aturan 5 menit Kalau lagi super malas mengerjakan tugas, maka kerjakan 5 menit saja. Biasanya dalam 5 menit kita udah terbiasa dan akhirnya menyelesaikan tugasnya. Momentum kecil ini yang kemudian melahirkan kebiasaan baru.
Hukum Pareto Hukum 80/20 ini mengatakan 80% hasil berasal dari 20% usaha. Maka fokuslah pada 20% tugas produktif yang bisa memberi hasil besar. Singkirkan dulu tugas remeh yang cuma buang energi..
Tripitaka Sebelum protes atau mengkritik, kita harus memuji dulu 2-3 hal positif tentang orang yang mau dikritik. Dengan begitu, kritikan kita jadi lebih konstruktif dan diterima, bukannya menyinggung..
Terapi pengalihan perhatian Kalau sedang cemas atau stress, sengaja alihkan perhatian ke aktivitas lain yang menyenangkan selama 5-10 menit, misal dengar lagu, main game, baca komik, dan lain lain. Cara ini efektif menenangkan diri..
Jeda waktu 7 detik Sebelum spontan menjawab pertanyaan atau menanggapi sesuatu, diam sebentar 7 detik. Otak kita butuh waktu singkat untuk beralih dan berpikir rasional. Dengan begitu keputusan jadi lebih baik..
Kuasai 4F agar ndak mudah tersinggung 4F adalah: forewarned (siap mental), forearmed (siap strategi), fortress (bentengi diri), dan freedom (rasa bebas). Dengan menguasai 4F maka kita jadi lebih tebal kulit menghadapi kritik orang..
Teknik pizza Maksudnya adalah lebih sering memuji dan mendorong anak ketimbang mengkritiknya. Pujian seperti saus pizza yang bikin anak ketagihan berprestasi, sedangkan kritik hanya toppingnya aja, jangan berlebihan..
Ganti kata 'tapi' jadi 'dan' Jangan berkata 'ide bagus tapi bla..bla..', sebaiknya katakan 'ide bagus dan bla..bla..'. Kata 'tapi' bikin orang langsung defensive dan jadi emosi. Kata 'dan' membuat lebih terbuka menerima masukan..
Jangan bahas masalah saat emosi meluap Ketika sedang marah atau sedih, otak kita sulit berpikir jernih. Makanya, tunda diskusi penting sampai emosi surut. Baru bahas lagi saat kondisi sudah tenang dan positif. Komunikasi jadi lebih konstruktif begitu..
Metafora gunung es Ini menggambarkan bahwa masalah pelik layaknya gunung es, cuma puncaknya yang kelihatan sedang bagian besar terpendam. Maka sebaiknya diskusi masalah pelan-pelan dan selangkah demi selangkah untuk mengungkap akar persoalan..
Mirroring bahasa tubuh Saat berkomunikasi kita bisa memberi isyarat 'kedekatan' dengan meniru bahasa tubuh lawan bicara. Misal, jika dia melipat tangan, kita juga begitu. Dengan mirroring, orang akan merasa nyaman dan percaya pada kita..
Seringlah tersenyum dan tertawa Penelitian menunjukkan, sesederhana apapun senyuman tulus bisa meningkatkan mood dan membuat orang lain merasa nyaman. Apalagi jika diiringi tawa renyah, maka stress pun berkurang serta imunitas bertambah..
Berbicara pada diri sendiri dengan kata 'kamu' Ini terdengar aneh tapi terbukti ampuh untuk meningkatkan motivasi dan performance. Misalnya, 'Kamu pasti bisa', 'Sedikit lagi kamu sampai'. Dengan begitu, pikiran bawah sadar kita jadi yakin.
Video klip yang kedua ini milik Lumi duo asal Belanda Loeki Jeuken dan Claudia Verbakel. Enak kok lagunya di dengerin sambil ketik - ketik bahasan. Ilustrasinya sendiri SettiaBlog kasih ombak Laut Selatan. Ombak Laut Selatan yang paling di waspadai itu saat titik balik menuju pantai terus kembali ke Laut, ini yang sering menyeret orang yang ada di Pantai Laut Selatan.
Begitu juga kehidupan yang kita jalani pada saatnya tentu akan menemukan titik balik. Kehidupan yang membentang sepanjang usia yang kita jalani, lakonnya sangat dinamis, antara baik dan buruk saling tarik menarik. Begitu dinamisnya lakon kehidupan ini, terkadang sulit bagi kita untuk menemukan pemenang dari dua kutub yang saling tarik menarik itu. Kenisbian kita sebagai manusia sering kali menggeret kita untuk condong menikmati lakon yang buruk (baca: negatif) dengan berusaha untuk berdamai dengan hati dan keadaan, hingga berada pada zona nyaman dengan satu kalimat pegangan dan pembenaran “bahwa ndak dikatakan manusia kalau ndak memiliki kesalahan”. Ketika kita sudah terperangkap pada gerbong negatif dan menikmatinya dengan zona nyaman, mulailah rasa di dalam diri memproduk ayat-ayat pembenaran yang membuat kita damai pada zona itu, yang pada akhirnya kemampuan rasional menjadi tumpul dan rasa yang ada menjadi rabun untuk dapat melihat lakon yang baik. Kondisi seperti di atas ndak menutup kemungkinan akan terjadi pula pada diri kita, itulah sebagian dari kelemahan kita sebagai manusia. Akan tetapi Allah ﷺ ndak menaruh titik lemah itu dalam keadaan berdiri sendiri, Dia menaruh satu kemampuan yang mendampingi kelemahan itu di dalam lubuk hati yang paling dalam, yang suatu saat akan berbisik tentang kedamaian dan berbisik pula tentang kebenaran sejati, dan akan melahirkan energi positif berupa titik balik kehidupan.
Titik balik kehidupan menjadi sebuah episode dalam fase kehidupan, yang akan dialami oleh seseorang, yang sudah terlampau jauh menikmati zona nyaman dari kondisi dan peristiwa yang membawanya pada keterpurukan, ketika itulah penyadaran yang mendalam tentang diri dan tentang keagungan moral akan terjadi. Banyak kasus yang bisa kita telaah pada kisah yang menceritakan titik balik kehidupan. Seperti yang dialami oleh seorang pemikir yang sangat ekstrim-radikal. Begitu sampai pada titik kulminasi pemikiran radikalnya, dia menemukan titik balik dalam kehidupannya, dia menyadari bahwa dirinya telah jauh dari standar rasional pemikiran manusia dan moral etik ketuhanan, sehingga tiba-tiba ada tekanan perubahan yang mendorong kesadaran dari dalam dirinya, yang mengantarkannya menjadi orang yang paling beragama.
Seorang pecandu judi dan pemabuk yang melampaui batas, hingga sampai pada titik kulminasi dari kebiasaan judi dan mabuk, hingga melampaui ambang batas antara sadar dan lupa dengan dirinya sendiri. Dalam ketidaksadarannya itulah tiba-tiba menemukan titik balik kehidupan, yang membawanya berubah menjadi manusia paling taat dan paling baik akhlaknya. Kasus di atas di kalangan sufi sering terjadi dan menjadi iktibar bagi kita, bahwa pada masing-masing diri telah Allah ﷺ anugerahkan satu nuktah di dalam lubuk hati, untuk mengantarkan manusia menemukan titik balik dalam kehidupannya. Untuk menemukan rahasia titik balik kehidupan, kita ndak harus melakoni lorong kehidupan dalam kasus di atas. Allah ﷺ dan Rasul-Nya sebenarnya ndak menghendaki seorang hamba untuk harus melampaui batas terlebih dahulu dalam melakukan hal-hal yang menyimpang, baru memfungsikan potensi untuk melakukan titik balik kehidupan, akan tetapi Allah ﷺ melalui Rasulullah ﷻ ingin agar kita sebagai umatnya mengaktifkan potensi titik balik kehidupan itu setiap hari.
“Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun”.
Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka.
Hadis di atas menghendaki agar kita dapat melakukan titik balik kehidupan setiap hari, dengan menjamin bahwa tiap hari yang kita lakoni dalam hidup kita, harus menjadi hari yang lebih baik dari hari sebelumnya. Artinya, petuah Nabi ﷻ di atas tidaklah muluk-muluk dalam mengajak kita untuk berorientasi menjadi orang baik, ndak menuntut kita untuk memperbaiki hari kita selama satu Minggu, atau satu bulan, apalagi satu tahun. Namun Nabi ﷻ hanya ingin agar kita meng-update diri sehari saja. Dan apabila kita bisa melakukan perbaikan diri atau mengaktifkan titik balik kehidupan kita menjadi orang yang lebih baik sehari saja setiap hari, maka kita akan menjadi orang paling baik sepanjang usia kita. Kemampuan kita memfungsikan potensi titik balik kehidupan setiap hari dalam hidup kita, akan semakin meruncingkan hasrat kesadaran untuk menjadi lebih baik, dan seluruh aktivitas yang kita jalankan dalam segala bentuk ruang dan waktu akan membuahkan poin-poin positif. Itulah yang dibahasakan oleh Nabi ﷻ dalam hadisnya, mengajak untuk konsisten dan komitmen dalam taqwa.
“Ittaqillaha haitsuma kunta waat biissaital hasanata tamhuha wakhaliqinnas bikhulukin hasanin”.
Bertakwalah kepada Allah di mana dan kapan saja kalian berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.
Berprilaku yang mencerminkan ketaqwaan di mana pun dan kapan pun adalah aktualisasi dari keharusan kita melakukan upaya titik balik kehidupan setiap hari, setiap waktu, dan setiap saat.
* Titik balik merupakan momen ketika sebuah perubahan berlangsung. Layaknya mesin yang diperbaiki hingga kembali seperti baru, titik balik dalam kehidupan membuat seseorang bergerak menuju arah yang lebih baik hingga terasa seperti mendapatkan kesempatan lahir kembali. Namun bisa juga lho bergerak menuju kearah sebaliknya, dari baik menjadi kurang baik dan tentu ini yang perlu kita waspadai.
Begitu juga kehidupan yang kita jalani pada saatnya tentu akan menemukan titik balik. Kehidupan yang membentang sepanjang usia yang kita jalani, lakonnya sangat dinamis, antara baik dan buruk saling tarik menarik. Begitu dinamisnya lakon kehidupan ini, terkadang sulit bagi kita untuk menemukan pemenang dari dua kutub yang saling tarik menarik itu. Kenisbian kita sebagai manusia sering kali menggeret kita untuk condong menikmati lakon yang buruk (baca: negatif) dengan berusaha untuk berdamai dengan hati dan keadaan, hingga berada pada zona nyaman dengan satu kalimat pegangan dan pembenaran “bahwa ndak dikatakan manusia kalau ndak memiliki kesalahan”. Ketika kita sudah terperangkap pada gerbong negatif dan menikmatinya dengan zona nyaman, mulailah rasa di dalam diri memproduk ayat-ayat pembenaran yang membuat kita damai pada zona itu, yang pada akhirnya kemampuan rasional menjadi tumpul dan rasa yang ada menjadi rabun untuk dapat melihat lakon yang baik. Kondisi seperti di atas ndak menutup kemungkinan akan terjadi pula pada diri kita, itulah sebagian dari kelemahan kita sebagai manusia. Akan tetapi Allah ﷺ ndak menaruh titik lemah itu dalam keadaan berdiri sendiri, Dia menaruh satu kemampuan yang mendampingi kelemahan itu di dalam lubuk hati yang paling dalam, yang suatu saat akan berbisik tentang kedamaian dan berbisik pula tentang kebenaran sejati, dan akan melahirkan energi positif berupa titik balik kehidupan.
Titik balik kehidupan menjadi sebuah episode dalam fase kehidupan, yang akan dialami oleh seseorang, yang sudah terlampau jauh menikmati zona nyaman dari kondisi dan peristiwa yang membawanya pada keterpurukan, ketika itulah penyadaran yang mendalam tentang diri dan tentang keagungan moral akan terjadi. Banyak kasus yang bisa kita telaah pada kisah yang menceritakan titik balik kehidupan. Seperti yang dialami oleh seorang pemikir yang sangat ekstrim-radikal. Begitu sampai pada titik kulminasi pemikiran radikalnya, dia menemukan titik balik dalam kehidupannya, dia menyadari bahwa dirinya telah jauh dari standar rasional pemikiran manusia dan moral etik ketuhanan, sehingga tiba-tiba ada tekanan perubahan yang mendorong kesadaran dari dalam dirinya, yang mengantarkannya menjadi orang yang paling beragama.
Seorang pecandu judi dan pemabuk yang melampaui batas, hingga sampai pada titik kulminasi dari kebiasaan judi dan mabuk, hingga melampaui ambang batas antara sadar dan lupa dengan dirinya sendiri. Dalam ketidaksadarannya itulah tiba-tiba menemukan titik balik kehidupan, yang membawanya berubah menjadi manusia paling taat dan paling baik akhlaknya. Kasus di atas di kalangan sufi sering terjadi dan menjadi iktibar bagi kita, bahwa pada masing-masing diri telah Allah ﷺ anugerahkan satu nuktah di dalam lubuk hati, untuk mengantarkan manusia menemukan titik balik dalam kehidupannya. Untuk menemukan rahasia titik balik kehidupan, kita ndak harus melakoni lorong kehidupan dalam kasus di atas. Allah ﷺ dan Rasul-Nya sebenarnya ndak menghendaki seorang hamba untuk harus melampaui batas terlebih dahulu dalam melakukan hal-hal yang menyimpang, baru memfungsikan potensi untuk melakukan titik balik kehidupan, akan tetapi Allah ﷺ melalui Rasulullah ﷻ ingin agar kita sebagai umatnya mengaktifkan potensi titik balik kehidupan itu setiap hari.
“Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun”.
Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka.
Hadis di atas menghendaki agar kita dapat melakukan titik balik kehidupan setiap hari, dengan menjamin bahwa tiap hari yang kita lakoni dalam hidup kita, harus menjadi hari yang lebih baik dari hari sebelumnya. Artinya, petuah Nabi ﷻ di atas tidaklah muluk-muluk dalam mengajak kita untuk berorientasi menjadi orang baik, ndak menuntut kita untuk memperbaiki hari kita selama satu Minggu, atau satu bulan, apalagi satu tahun. Namun Nabi ﷻ hanya ingin agar kita meng-update diri sehari saja. Dan apabila kita bisa melakukan perbaikan diri atau mengaktifkan titik balik kehidupan kita menjadi orang yang lebih baik sehari saja setiap hari, maka kita akan menjadi orang paling baik sepanjang usia kita. Kemampuan kita memfungsikan potensi titik balik kehidupan setiap hari dalam hidup kita, akan semakin meruncingkan hasrat kesadaran untuk menjadi lebih baik, dan seluruh aktivitas yang kita jalankan dalam segala bentuk ruang dan waktu akan membuahkan poin-poin positif. Itulah yang dibahasakan oleh Nabi ﷻ dalam hadisnya, mengajak untuk konsisten dan komitmen dalam taqwa.
“Ittaqillaha haitsuma kunta waat biissaital hasanata tamhuha wakhaliqinnas bikhulukin hasanin”.
Bertakwalah kepada Allah di mana dan kapan saja kalian berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.
Berprilaku yang mencerminkan ketaqwaan di mana pun dan kapan pun adalah aktualisasi dari keharusan kita melakukan upaya titik balik kehidupan setiap hari, setiap waktu, dan setiap saat.
* Titik balik merupakan momen ketika sebuah perubahan berlangsung. Layaknya mesin yang diperbaiki hingga kembali seperti baru, titik balik dalam kehidupan membuat seseorang bergerak menuju arah yang lebih baik hingga terasa seperti mendapatkan kesempatan lahir kembali. Namun bisa juga lho bergerak menuju kearah sebaliknya, dari baik menjadi kurang baik dan tentu ini yang perlu kita waspadai.

