Feb 22, 2026

Sikap Optimisme dan Kreativitas

 


Kali ini SettiaBlog ingin bahas yang santai - santai aja, kayak video klip di atas, "Three Little Birds" milik Bob Marley. Temanya c mengajak pendengar untuk melepas kekhawatiran dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik aja. Dengan lirik repetitif "Don't worry about a thing, 'cause every little thing gonna be all right", lagu ini cukup menenangkan dan memberikan semangat untuk tetap optimis menghadapi hidup. Dan hubungan antara optimisme dan kreativitas adalah salah satu aspek yang menarik dalam psikologi positif dan studi tentang inovasi. Optimisme dapat memiliki dampak signifikan pada proses kreatif, mempengaruhi cara individu mendekati masalah, menghasilkan ide, dan mengimplementasikan solusi inovatif. Berikut adalah beberapa cara di mana optimisme mempengaruhi dan meningkatkan kreativitas:

ঌ Pemikiran Divergen:
• Optimisme mendorong pemikiran divergen, yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai ide dan solusi untuk suatu masalah.
• Individu yang optimis cenderung lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan dan perspektif baru.

ঌ Keberanian Mengambil Risiko:
• Kreativitas sering membutuhkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru dan mengambil risiko.
• Orang optimis lebih cenderung untuk mengambil risiko kreatif karena mereka percaya pada kemungkinan hasil positif.

ঌ Ketahanan terhadap Kegagalan:
• Proses kreatif sering melibatkan trial and error. Optimisme membantu individu untuk tetap bertahan dan terus mencoba meskipun menghadapi kegagalan.
• Mereka melihat kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sebagai hambatan permanen.

ঌ Fleksibilitas Kognitif:
• Optimisme meningkatkan fleksibilitas kognitif, memungkinkan individu untuk beralih antara berbagai ide dan pendekatan dengan lebih mudah.
• Ini penting dalam menghasilkan solusi kreatif untuk masalah kompleks.

ঌ Motivasi Intrinsik:
• Optimisme dapat meningkatkan motivasi intrinsik, yang merupakan pendorong kuat untuk kreativitas.
• Individu yang optimis lebih mungkin untuk terlibat dalam tugas kreatif karena kesenangan dan kepuasan intrinsik.

ঌ Eksplorasi dan Eksperimentasi:
• Sikap optimis mendorong keinginan untuk mengeksplorasi ide-ide Baru dan bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda.
• Ini dapat menyebabkan penemuan dan inovasi yang ndak terduga.

ঌ Pemecahan Masalah yang Inovatif:
• Optimisme membantu dalam melihat masalah sebagai tantangan yang menarik, bukan sebagai hambatan yang ndak dapat diatasi.
• Ini mendorong pendekatan pemecahan masalah yang lebih inovatif dan kreatif.

ঌ Kolaborasi Kreatif:
• Optimisme dapat meningkatkan kemampuan untuk berkolaborasi secara kreatif dengan orang lain.
• Individu yang optimis lebih terbuka untuk berbagi ide dan membangun di atas ide orang lain.

ঌ Mengurangi Hambatan Mental:
• Optimisme dapat membantu mengurangi hambatan mental seperti rasa takut akan kritik atau kegagalan, yang sering menghambat kreativitas.
• lni memungkinkan aliran ide yang lebih bebas dan spontan.

ঌ Visi Jangka Panjang:
• Optimisme membantu dalam memvisualisasikan hasil positif jangka panjang dari upaya kreatif.
• lni dapat memotivasi individu untuk bertahan dalam proyek kreatif yang menantang dan kompleks.

Namun, penting untuk memahami bahwa hubungan antara optimisme dan kreativitas bukan merupakan hubungan linear sederhana. Ada beberapa pertimbangan penting :

వ Keseimbangan dengan Realisme:
• Optimisme yang berlebihan tanpa penilaian realistis dapat mengarah pada ide-ide yang tidak praktis atau ndak dapat diimplementasikan.
• Kreativitas yang efektif membutuhkan keseimbangan antara optimisme dan penilaian kritis.

వ Peran Emosi Negatif:
• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa emosi negatif juga dapat memainkan peran dalam proses kreatif, terutama dalam fase tertentu seperti evaluasi kritis.
• Optimisme perlu diimbangi dengan kemampuan untuk mengenali dan memanfaatkan berbagai emosi dalam proses kreatif.

వ Konteks dan Jenis Kreativitas:
• Pengaruh optimisme pada kreativitas dapat bervariasi tergantung pada konteks dan jenis tugas kreatif.
• Beberapa bentuk kreativitas mungkin membutuhkan tingkat skeptisisme atau pemikiran kritis yang lebih tinggi.

Untuk memanfaatkan hubungan antara optimisme dan kreativitas secara efektif, individu dan organisasi dapat mempertimbangkan beberapa strategi:

వ Menciptakan Lingkungan yang Mendukung:
• Membangun lingkungan yang mendorong eksperimentasi dan toleransi terhadap kegagalan.
• Menghargai dan merayakan ide-ide kreatif, bahkan jika ndak semua dapat diimplementasikan.

వ Pelatihan Pola Pikir:
• Menyediakan pelatihan yang membantu individu mengembangkan pola pikir optimis dan kreatif.
• Mengajarkan teknik-teknik untuk mengatasi hambatan mental dan meningkatkan fleksibilitas kognitif.

వ Mendorong Kolaborasi:
• Memfasilitasi kolaborasi antar individu dengan berbagai latar belakang dan perspektif.
• Menciptakan ruang untuk brainstorming dan pertukaran ide yang bebas.

వ Menantang Asumsi:
• Mendorong individu untuk menantang asumsi dan mencari perspektif alternatif.
• Menggunakan teknik seperti pemikiran lateral untuk merangsang kreativitas.

వ Memberikan Waktu dan Ruang:
• Menyediakan waktu dan ruang untuk refleksi dan inkubasi ide.
• Menghargai proses kreatif, bukan hanya hasil akhir.

Dengan memahami dan memanfaatkan hubungan antara optimisme dan kreativitas, individu dan organisasi dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk inovasi dan pemecahan masalah kreatif. Optimisme dapat menjadi katalis yang kuat untuk kreativitas, membuka pintu untuk ide-ide baru dan pendekatan inovatif dalam menghadapi tantangan kompleks di dunia yang terus berubah.

Udah ya, maafin SettiaBlog ya.


Video klip kedua SettiaBlog kasih "new heart" milik Crash Adams yang udah di cover. Dalam suasana bulan puasa ini, salah satu jalan terbaik untuk ‎membersihkan hati dan mengaktivasi batin adalah melalui puasa. Dan ini juga sangat berpengaruh pada sikap optimis karena hati yang bersih adalah sebuah kondisi mental dan spiritual di mana seseorang memandang masa depan dengan positif karena batinnya bebas dari penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, dan kesyirikan . Hati yang bersih (Qolbun Salim) melahirkan ketenangan, yang menjadi fondasi utama untuk selalu berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah ﷻ dan sesama manusia.

Berikut adalah poin-poin mengapa hati yang bersih melahirkan optimisme:

Fokus pada Potensi Positif: Orang dengan hati bersih cenderung fokus pada peluang dan kebaikan, bukan pada kekurangan atau masalah.

Keikhlasan dan Ketahanan: Karena ndak terbebani negativitas, pemilik hati bersih lebih tahan banting dan konsisten (istiqomah) dalam menghadapi tantangan hidup.

Menerima Takdir: Salah satu ciri hati bersih adalah rida terhadap ketetapan Allah ﷻ, yang membuat seseorang ndak putus asa meskipun situasi terasa sulit.

Ketenangan Jiwa (Nafs Muthma'innah): Hati yang bersih menghadirkan ketenangan, yang secara otomatis memunculkan harapan tinggi akan hasil yang baik di masa depan.

Terhindar dari Penyakit Mental: Bersih hati berarti terbebas dari sifat iri hati dan dengki, yang sering menjadi sumber stres dan sikap pesimis.

Singkatnya, hati yang bersih membuat seseorang percaya pada kemampuan diri dan yakin akan adanya kemudahan setelah kesulitan.


Hidup di dunia ibarat menyinggahi kefanaan untuk menuju keabadian. Maka, ndak ada yang layak dilakukan kecuali melakukan yang terbaik dan beramal saleh dalam upaya menyiapkan bekal akhirat. Tentu merugi jika di panggung kehidupan kita meluangkan waktu untuk sekadar mengalirkan kalimat-kalimat kasar, sikap yang menyakitkan, bahkan perasaan benci. Dalam panggung kehidupan ini, kita adalah aktor yang selalu berada dalam pengawasan-Nya. Jika ingin berakhir khusnul khatimah dan menjadi aktor yang kelak didekatkan bersama para kekasih-Nya, ndak ada hal yang pantas kita lakukan kecuali menyediakan yang terbaik.

Menyediakan hati yang terbaik ketika beribadah kepada-Nya, hati yang suci dari penyakit jiwa, sungguh ndak mudah. Pun, bagi hamba-hamba-Nya yang telah berupaya menyediakan diri terbaiknya untuk beribadah, Allah ﷻ membentangkan pahala, kemudahan, dan curahan rahmat. Orang-orang yang berhati bersih merupakan figur Muslim utama yang mencintai dan dicintai-Nya. Lantas, seperti apakah karakteristik orang yang berhati bersih?

Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, beliau berkata, "Rasulullah ﷺ pernah ditanya, 'Siapakah orang yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.' Para sahabat berkata, 'Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?' Rasulullah ﷺ menjawab, 'Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tidak ada pula dendam dan hasad." (HR Ibnu Majah).

Hati yang bersih akan selalu memancarkan sikap dan perilaku yang suci. Orang berhati bersih akan selalu menyediakan kalimat yang ndak membuat hati orang lain ternoda, apalagi terluka. Orang lain yang berinteraksi dengan pemilik hati yang bersih hanya akan dilimpahi kata-kata yang lezat dinikmati, menenteramkan, dan menyegarkan jiwa. Hati yang bersih hanya akan memberikan sikap santun, tulus, dan terpuji. Sungguh membahagiakan jika hidup disertai hati yang bersih. Segala hal yang dialami akan tampak nikmat karena dilimpahi dengan dua sikap, syukur dan sabar. Menggapai hati yang bersih memerlukan upaya sepanjang waktu, tiada henti. Sebab, bisa aja orang lain (ndak sengaja) mengotori hati. Dan, begitu sikap orang lain memantikkan emosi negatif, seyogianya kita harus buru-buru membersihkannya. Setiap Muslim dianjurkan membersihkan kotoran hati dengan membaca istighfar.

Allah ﷻ berfirman dalam Alquran surah Hud ayat 13, "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan-keutamaannya (balasan). Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." Semoga kita diberi kemudahan untuk menjaga kebersihan hati, setidaknya dengan gemar membaca istighfar. Dan seiring itu, semoga limpahan ampunan dan nikmat-Nya semakin limpah, meruah, dan berkesinambungan di dunia hingga akhirat.

Feb 13, 2026

Kembali Kepada Allah ﷻ

 


Video klip di atas ada "kembali untukMu" milik Kotak. Seperti yang kita rasakan, hidup seringkali terasa berat dan penuh ketidakpastian. Kita mudah merasa cemas akan masa depan atau terbebani oleh masalah yang seakan tiada akhir. Keresahan ini seringkali berakar dari satu hal, yakni hati yang terasa jauh dari pemilikNya. Jalan satu-satunya untuk meraih ketenangan sejati adalah dengan Kembali Kepada Allah ﷻ. Makna Kembali Kepada Allah ﷻ sesungguhnya adalah mengembalikan segala urusan kepada-Nya selagi kita masih hidup. Kita menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah milik mutlak Allah ﷻ. Manusia tetap diwajibkan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan keinginannya. Usaha atau ikhtiar ini harus diiringi dengan do'a untuk memohon hasil terbaik. Kita menyerahkan hasil akhirnya hanya kepada ketetapan Sang Pencipta.

Kembali Kepada Allah ﷻ adalah sebuah proses penyadaran diri secara terus-menerus. Ini adalah tentang menggeser fokus hidup dari duniawi semata menjadi berorientasi pada akhirat. Kesadaran ini menuntun kita untuk selalu melibatkan Allah ﷻ dalam setiap langkah. Kita mengakui bahwa kita ndak memiliki daya dan kekuatan apa pun. Segala pencapaian, harta, dan keluarga adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Konsep ini membebaskan kita dari rasa memiliki yang berlebihan. Implementasinya adalah berserah diri secara total setelah ikhtiar maksimal dilakukan. Kita ridha (menerima) apa pun hasil yang Allah ﷻ berikan. Inilah inti dari tawakal yang sesungguhnya.

Islam menuntut umatnya untuk menjadi pribadi yang aktif dan pekerja keras. Kita dilarang hanya berpangku tangan pasrah pada takdir tanpa usaha. Ikhtiar adalah bentuk ibadah fisik kita kepada Allah ﷻ. Namun, usaha kita akan sia-sia jika ndak diiringi dengan do'a. Do'a adalah pengakuan atas kelemahan kita dan keagungan Allah ﷻ. Mengandalkan usaha sendiri tanpa berdo'a adalah bentuk kesombongan yang nyata. Manusia selayaknya selalu bermunajat untuk memohon ampunan dan pertolongan. Jangan sampai kita menjadi hamba yang angkuh karena merasa bisa melakukan segalanya sendiri. Kembali Kepada Allah ﷻ berarti menyatukan usaha dan do'a secara seimbang.

Setiap hamba pasti berharap do'anya segera dikabulkan oleh Allah ﷻ. Kita sering merasa sedih atau putus asa ketika keinginan belum terwujud. Padahal, Allah ﷻ selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya tanpa terkecuali. Ketika do'a kita belum terkabul, bukan berarti Allah ﷻ ndak mengabulkannya. Bisa jadi do'a itu telah diganti dengan bentuk lain yang lebih kita butuhkan. Mungkin Allahﷻ menggantinya dengan keselamatan dari musibah atau kesehatan bagi keluarga. Kita wajib berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah ﷻ. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan, sementara kita hanya tahu apa yang kita inginkan. Keyakinan inilah yang membuat hati tetap tenang saat Kembali Kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ sendiri telah menjamin bahwa Ia dekat dan mengabulkan do'a. Kedekatan ini dijelaskan dalam firman-Nya.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186).

Tujuan utama Kembali Kepada Allah ﷻ adalah meluruskan niat hidup. Apa pun yang kita lakukan semata-mata ditujukan untuk menjalankan ibadah karena Allah ﷻ. Bekerja, belajar, dan berkeluarga semuanya bernilai pahala. Hati akan merasakan kegembiraan dan suka cita saat niatnya lurus. Kita ndak lagi terbebani oleh ekspektasi manusia atau pujian duniawi. Fokus kita hanya mencari keridhaan Allah. Perasaan ini muncul karena kita ndak merasa sendiri dalam perjalanan hidup. Ada Allah ﷻ yang senantiasa menemani di setiap langkah yang kita tempuh. Inilah puncak ketenangan batin yang dicari setiap manusia. Kembali Kepada Allah ﷻ adalah perjalanan pulang menuju ketenangan hakiki. Hati yang bersandar penuh pada-Nya ndak akan pernah dikecewakan.

Udah ya, selama ini SettiaBlog tentu banyak melakukan kesalahan. Mohon di maklumi dan


Dalam suasana hari kasih sayang ini mungkin SettiaBlog ndak akan kasih coklat atau bunga. SettiaBlog hanya bisa kasih lagu, "Shallow" milik Lady Gaga kayaknya cocok.

Dalam Islam, hati dianggap sebagai pusat kesadaran dan spiritualitas seseorang. Kebersihan hati memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan perilaku sehari-hari.

Mengapa Hati yang Bersih Penting: Kebersihan hati adalah syarat utama dalam Islam untuk mendapatkan cinta dan keridhaan Allah ﷻ. Al-Quran secara tegas menyebutkan pentingnya hati yang bersih dalam mencapai kedekatan dengan-Nya. Rasulullah Muhammad ﷺ juga mengajarkan bahwa kebersihan hati merupakan landasan untuk kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Dampak Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari:
Hubungan Interpersonal yang Baik: Akhlak yang baik, seperti kesabaran, kasih sayang, dan kejujuran, memainkan peran penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Dengan memiliki hati yang bersih, seseorang cenderung bersikap lebih memahami, toleran, dan pengertian terhadap orang lain.
Kesejahteraan Emosional: Menjaga hati yang bersih dan berakhlak mulia membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup sehari-hari seseorang. Orang yang memiliki hati yang bersih cenderung lebih tenang dan damai dalam menghadapi tantangan hidup, serta mampu menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.
Keteladanan untuk Orang Lain: Seorang Muslim yang memiliki akhlak yang baik dapat menjadi teladan bagi orang lain. Tindakan-tindakan kebaikan yang dilakukan oleh seseorang dengan hati yang bersih dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya dengan positif, menginspirasi orang lain untuk berbuat baik pula.

Strategi untuk Menjaga Hati yang Bersih:
Muhasabah Diri: Merenungkan perbuatan dan niat secara teratur untuk memastikan kesucian hati dan tujuan yang baik. Melakukan introspeksi diri secara teratur dapat membantu seseorang memperbaiki diri dan menjaga kesucian hatinya.
Membaca Al-Quran dan Berzikir: Membaca Al-Quran dan berzikir adalah cara yang efektif untuk membersihkan hati dari kegelapan dan memperkuat iman. Dengan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ melalui ibadah, seseorang dapat menjaga hatinya tetap bersih dan terjaga.
Mengendalikan Nafsu: Mengendalikan hawa nafsu dan menghindari godaan yang dapat merusak kebersihan hati merupakan langkah penting dalam menjaga hati yang bersih. Seseorang perlu memiliki kesadaran diri untuk ndak tergoda oleh hal-hal yang dapat merusak akhlaknya.
Berbuat Baik kepada Orang Lain: Membantu orang lain dan berbuat baik merupakan cara yang efektif untuk menumbuhkan kebaikan dalam hati. Dengan melakukan kebaikan kepada sesama, seseorang tidak hanya menjaga hatinya tetap bersih, tetapi juga memperoleh keberkahan dari Allah ﷻ.

Menjaga hati yang bersih dan berakhlak mulia merupakan bagian integral dari praktik Islam yang sejati. Dengan memperhatikan kebersihan hati dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan cinta Allah ﷻ Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk berusaha menjaga hati mereka tetap bersih dan terjaga dari segala bentuk kejahatan. Hati yang bersih akan membawa seseorang menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat, serta mendekatkannya kepada ridha Allahﷻ.

Feb 6, 2026

Ingatlah Beberapa Hal Ini saat Merasa Mimpi Anda Terlalu Tinggi, Usaha Aja Dulu

 


Video klip di atas ada "blinding lights" miliknya The Weeknd. Tema lagunya c tentang, mencintai sesuatu secara berlebihan (dunia, manusia, atau harta) dapat membutakan mata hati, menghilangkan objektivitas, dan membuat seseorang tuli terhadap kebenaran. Kalau video klipnya memperlihatnya seseorang yang lagi berkhayal dan bermimpi tentang sesuatu yang indah. Ya, begitu sadar....e..ternyata hanya mimpi. Tapi ndak apa kok, memiliki mimpi yang tinggi boleh - boleh aja. Apakah Anda pernah merasa bahwa impian hidup Anda terlalu tinggi? Saat pemikiran itu muncul, sebaiknya Anda ndak perlu waswas dan berusaha sadar diri. Memiliki mimpi yang tinggi merupakan sesuatu yang wajar terjadi dan ndak buruk. Lagi pula, ndak ada yang tahu bagaimana nasib Anda ke depannya. Ada beberapa hal yang harus diingat ketika pikiran pesimis semacam itu muncul.

1. Pada dasarnya bermimpi itu gratis

Anda wajib menyadari kalau pada dasarnya bermimpi itu gratis. Jadi, Anda berhak bermimpi setinggi apa pun tanpa harus menuruti perkataan orang lain. Namun, yang jelas Anda harus mau berusaha untuk mendapatkannya. Memiliki mimpi yang tinggi berarti Anda harus berusaha dua kali lipat lebih banyak. Jika hal tersebut dilakukan secara konsisten, Anda pasti akan dengan gampang merealisasikan mimpi itu suatu saat nanti.

2. Asalkan mau berusaha, ndak ada mimpi yang ndak mungkin terjadi

Salah satu kunci utama mimpi bisa terealisasi adalah jika Anda bersedia berusaha. Hal itu memang ndak semudah membalikkan telapak tangan sebab Anda dituntut untuk bisa melewati segala macam rintangan yang ada. Anda juga akan mudah melewati hal tersebut jika dibarengi dengan semangat yang tinggi. Jika saat ini usaha sudah Anda lakukan, ndak ada salahnya untuk memiliki mimpi yang tinggi. Impian pasti akan tercapai jika Anda bisa konsisten.

3. Mimpi yang tinggi bisa menjadi pemantik semangat

Biasanya, sebuah mimpi yang tinggi dapat menjadi pemantik semangat hidup. Terlebih, dalam memperjuangkan sesuatu memang perlu semangat membara. Hal tersebut dapat memunculkan sebuah kemauan untuk berusaha. Ndak apa jika saat ini mimpi Anda terasa begitu mustahil. Tetaplah berusaha di jalan yang tersedia dengan bersungguh-sungguh. Dengan dibarengi semangat yang oke, hal yang sebelumnya dirasa ndak masuk akal pasti akan tergapai.

4. Asalkan paham risiko, ndak ada salahnya untuk punya mimpi yang tinggi

Dalam meraih sebuah mimpi, Anda harus memiliki strategi. Salah satu contohnya adalah Anda harus mempertimbangkan risiko terkait mimpimu itu. Ndak apa jika Anda memiliki mimpi yang kelihatannya ndak masuk akal asalkan bisa memahami risiko diri. Anda juga harus paham konsep high risk high return. Memiliki mimpi yang tinggi memang memiliki risiko. Tetapi, hal tersebut akan terbayar dengan penuh rasa bangga saat Anda benar-benar berhasil meraihnya.

5. Orang-orang terdekat Anda akan bangga saat mimpi itu tercapai

Anda memiliki orang-orang terdekat yang tentunya akan bangga jika kesuksesan itu berhasil diraih. Ndak ada salahnya memiliki mimpi yang tinggi asalkan dibarengi dengan usaha. Anda bisa membayangkan harapan mereka agar lebih semangat.

Memang c, berpatokan pada pengakuan orang lain ndak terlalu dianjurkan. Namun, ini sejatinya bisa bermanfaat agar Anda bersedia untuk terus bersemangat dalam merengkuh mimpi yang kelihatannya mustahil itu. Ndak apa jika Anda merasa mimpi Anda saat ini terlalu tinggi. Usaha aja dulu dan ingatlah kelima hal di atas agar niat Anda ndak gampang goyah.

Udah ya, maafin SettiaBlog ya. SettiaBlog percaya kalau setiap orang yang normal pasti memiliki sebuah  tujuan dalam hidupnya, baik itu besar maupun kecil. Mimpi bukan sekadar khayalan yang datang dalam tidur, tetapi juga sebuah visi yang memberikan arah dalam kehidupan. Tanpa mimpi, seseorang mungkin merasa hidupnya monoton dan ndak memiliki motivasi untuk berkembang. Oleh karena itu, memiliki sebuah mimpi adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang.

Mimpi memberikan tujuan hidup yang jelas. Ketika seseorang memiliki mimpi, mereka tahu apa yang ingin dicapai dan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk menuju ke sana. Tanpa mimpi, hidup bisa terasa hambar dan tanpa arah. Bayangkan seseorang yang menjalani hari-harinya tanpa dorongan untuk mencapai sesuatu, tentu aja hidup akan terasa stagnan dan membosankan. Sebuah mimpi membantu seseorang menentukan prioritas dan memberikan motivasi dalam menghadapi cobaan. Selain itu, mimpi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Ndak ada perjalanan yang mudah dalam meraih sebuah mimpi, tetapi tantangan yang dihadapi justru membuat seseorang semakin kuat dan pantang menyerah. Ketika mengalami kegagalan, mimpi bisa menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Banyak tokoh sukses di dunia ini yang mengalami berbagai hambatan sebelum akhirnya mencapai impian mereka. Thomas Edison, misalnya, mengalami ribuan kali kegagalan sebelum menemukan bola lampu. Jika ia menyerah di tengah jalan, dunia mungkin ndak akan mengenal pencahayaannya yang revolusioner.

Namun, memiliki mimpi aja ndak cukup. Seseorang harus berani mengambil langkah konkret untuk mewujudkannya. Ada banyak orang yang memiliki impian besar tetapi takut melangkah karena khawatir akan kegagalan. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan belajar dari kesalahan adalah cara terbaik untuk semakin dekat dengan impian yang diinginkan. Ndak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan ketekunan.


Video klip kedua ada "Love Me like You Do" milik Ellie Goulding, biar pada semangat.

Dalam arena kehidupan yang penuh liku, kekalahan terbesar bukanlah ketika kita tersungkur di hadapan lawan yang tangguh. Bukan pula ketika strategi kita dipatahkan atau impian kita terhempas badai kenyataan. Kekalahan yang sesungguhnya, yang paling menghancurkan, adalah ketika kita kehilangan kendali atas diri sendiri. Emosi yang ndak terkendali, bagaikan gelombang pasang yang dahsyat, secara perlahan namun pasti menggerogoti benteng ketenangan jiwa. Amarah, kesedihan, kebencian, atau bahkan euforia yang berlebihan, jika dibiarkan merajalela, akan membutakan mata hati dan menyesatkan akal sehat. Kita kemudian menjadi tawanan dari perasaan kita sendiri, terperangkap dalam labirin pikiran yang gelap dan berliku. Setiap langkah yang kita ambil didikte oleh emosi sesaat, tanpa pertimbangan yang matang dan tanpa visi yang jernih. Kita kehilangan kemampuan untuk berpikir rasional, untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dan untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Padahal, kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjadi nahkoda bagi kapal jiwa kita di tengah lautan gejolak batin. Ketika badai emosi menerjang, kita tetap tenang dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Kita mampu mengendalikan diri, mengelola emosi dengan cerdas, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk meraih kesuksesan.

Seorang pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang ndak pernah merasakan emosi, melainkan mereka yang mampu mengendalikan emosi mereka dengan baik. Mereka mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Mereka mampu mengambil keputusan yang tepat, bahkan di bawah tekanan yang besar. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, berpikir rasional, dan bertindak bijaksana dalam setiap situasi. Jangan biarkan emosi menguasai diri kita, tetapi jadikanlah emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ingatlah selalu pesan bijak ini: Tetaplah tajam, tanpa melukai. Jadilah pribadi yang cerdas, kritis, dan berani, namun tetaplah menjaga hati dan perasaan orang lain. Jangan biarkan ketajaman pikiran kita melukai diri sendiri maupun orang lain. Gunakanlah ketajaman itu untuk membangun, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi sesama. Dengan demikian, kita akan meraih kemenangan sejati dalam hidup ini, kemenangan yang ndak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita.