Video klip di atas ada "blinding lights" miliknya The Weeknd. Tema lagunya c tentang, mencintai sesuatu secara berlebihan (dunia, manusia, atau harta) dapat membutakan mata hati, menghilangkan objektivitas, dan membuat seseorang tuli terhadap kebenaran. Kalau video klipnya memperlihatnya seseorang yang lagi berkhayal dan bermimpi tentang sesuatu yang indah. Ya, begitu sadar....e..ternyata hanya mimpi. Tapi ndak apa kok, memiliki mimpi yang tinggi boleh - boleh aja. Apakah Anda pernah merasa bahwa impian hidup Anda terlalu tinggi? Saat pemikiran itu muncul, sebaiknya Anda ndak perlu waswas dan berusaha sadar diri. Memiliki mimpi yang tinggi merupakan sesuatu yang wajar terjadi dan ndak buruk.
Lagi pula, ndak ada yang tahu bagaimana nasib Anda ke depannya. Ada beberapa hal yang harus diingat ketika pikiran pesimis semacam itu muncul.
1. Pada dasarnya bermimpi itu gratis
Anda wajib menyadari kalau pada dasarnya bermimpi itu gratis. Jadi, Anda berhak bermimpi setinggi apa pun tanpa harus menuruti perkataan orang lain. Namun, yang jelas Anda harus mau berusaha untuk mendapatkannya. Memiliki mimpi yang tinggi berarti Anda harus berusaha dua kali lipat lebih banyak. Jika hal tersebut dilakukan secara konsisten, Anda pasti akan dengan gampang merealisasikan mimpi itu suatu saat nanti.
2. Asalkan mau berusaha, ndak ada mimpi yang ndak mungkin terjadi
Salah satu kunci utama mimpi bisa terealisasi adalah jika Anda bersedia berusaha. Hal itu memang ndak semudah membalikkan telapak tangan sebab Anda dituntut untuk bisa melewati segala macam rintangan yang ada. Anda juga akan mudah melewati hal tersebut jika dibarengi dengan semangat yang tinggi. Jika saat ini usaha sudah Anda lakukan, ndak ada salahnya untuk memiliki mimpi yang tinggi. Impian pasti akan tercapai jika Anda bisa konsisten.
3. Mimpi yang tinggi bisa menjadi pemantik semangat
Biasanya, sebuah mimpi yang tinggi dapat menjadi pemantik semangat hidup. Terlebih, dalam memperjuangkan sesuatu memang perlu semangat membara. Hal tersebut dapat memunculkan sebuah kemauan untuk berusaha. Ndak apa jika saat ini mimpi Anda terasa begitu mustahil. Tetaplah berusaha di jalan yang tersedia dengan bersungguh-sungguh. Dengan dibarengi semangat yang oke, hal yang sebelumnya dirasa ndak masuk akal pasti akan tergapai.
4. Asalkan paham risiko, ndak ada salahnya untuk punya mimpi yang tinggi
Dalam meraih sebuah mimpi, Anda harus memiliki strategi. Salah satu contohnya adalah Anda harus mempertimbangkan risiko terkait mimpimu itu. Ndak apa jika Anda memiliki mimpi yang kelihatannya ndak masuk akal asalkan bisa memahami risiko diri. Anda juga harus paham konsep high risk high return. Memiliki mimpi yang tinggi memang memiliki risiko. Tetapi, hal tersebut akan terbayar dengan penuh rasa bangga saat Anda benar-benar berhasil meraihnya.
5. Orang-orang terdekat Anda akan bangga saat mimpi itu tercapai
Anda memiliki orang-orang terdekat yang tentunya akan bangga jika kesuksesan itu berhasil diraih. Ndak ada salahnya memiliki mimpi yang tinggi asalkan dibarengi dengan usaha. Anda bisa membayangkan harapan mereka agar lebih semangat.
Memang c, berpatokan pada pengakuan orang lain ndak terlalu dianjurkan. Namun, ini sejatinya bisa bermanfaat agar Anda bersedia untuk terus bersemangat dalam merengkuh mimpi yang kelihatannya mustahil itu. Ndak apa jika Anda merasa mimpi Anda saat ini terlalu tinggi. Usaha aja dulu dan ingatlah kelima hal di atas agar niat Anda ndak gampang goyah.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya. SettiaBlog percaya kalau setiap orang yang normal pasti memiliki sebuah tujuan dalam hidupnya, baik itu besar maupun kecil. Mimpi bukan sekadar khayalan yang datang dalam tidur, tetapi juga sebuah visi yang memberikan arah dalam kehidupan. Tanpa mimpi, seseorang mungkin merasa hidupnya monoton dan ndak memiliki motivasi untuk berkembang. Oleh karena itu, memiliki sebuah mimpi adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang.
Mimpi memberikan tujuan hidup yang jelas. Ketika seseorang memiliki mimpi, mereka tahu apa yang ingin dicapai dan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk menuju ke sana. Tanpa mimpi, hidup bisa terasa hambar dan tanpa arah. Bayangkan seseorang yang menjalani hari-harinya tanpa dorongan untuk mencapai sesuatu, tentu aja hidup akan terasa stagnan dan membosankan. Sebuah mimpi membantu seseorang menentukan prioritas dan memberikan motivasi dalam menghadapi cobaan. Selain itu, mimpi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Ndak ada perjalanan yang mudah dalam meraih sebuah mimpi, tetapi tantangan yang dihadapi justru membuat seseorang semakin kuat dan pantang menyerah. Ketika mengalami kegagalan, mimpi bisa menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Banyak tokoh sukses di dunia ini yang mengalami berbagai hambatan sebelum akhirnya mencapai impian mereka. Thomas Edison, misalnya, mengalami ribuan kali kegagalan sebelum menemukan bola lampu. Jika ia menyerah di tengah jalan, dunia mungkin ndak akan mengenal pencahayaannya yang revolusioner.
Namun, memiliki mimpi aja ndak cukup. Seseorang harus berani mengambil langkah konkret untuk mewujudkannya. Ada banyak orang yang memiliki impian besar tetapi takut melangkah karena khawatir akan kegagalan. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan belajar dari kesalahan adalah cara terbaik untuk semakin dekat dengan impian yang diinginkan. Ndak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan ketekunan.
1. Pada dasarnya bermimpi itu gratis
Anda wajib menyadari kalau pada dasarnya bermimpi itu gratis. Jadi, Anda berhak bermimpi setinggi apa pun tanpa harus menuruti perkataan orang lain. Namun, yang jelas Anda harus mau berusaha untuk mendapatkannya. Memiliki mimpi yang tinggi berarti Anda harus berusaha dua kali lipat lebih banyak. Jika hal tersebut dilakukan secara konsisten, Anda pasti akan dengan gampang merealisasikan mimpi itu suatu saat nanti.
2. Asalkan mau berusaha, ndak ada mimpi yang ndak mungkin terjadi
Salah satu kunci utama mimpi bisa terealisasi adalah jika Anda bersedia berusaha. Hal itu memang ndak semudah membalikkan telapak tangan sebab Anda dituntut untuk bisa melewati segala macam rintangan yang ada. Anda juga akan mudah melewati hal tersebut jika dibarengi dengan semangat yang tinggi. Jika saat ini usaha sudah Anda lakukan, ndak ada salahnya untuk memiliki mimpi yang tinggi. Impian pasti akan tercapai jika Anda bisa konsisten.
3. Mimpi yang tinggi bisa menjadi pemantik semangat
Biasanya, sebuah mimpi yang tinggi dapat menjadi pemantik semangat hidup. Terlebih, dalam memperjuangkan sesuatu memang perlu semangat membara. Hal tersebut dapat memunculkan sebuah kemauan untuk berusaha. Ndak apa jika saat ini mimpi Anda terasa begitu mustahil. Tetaplah berusaha di jalan yang tersedia dengan bersungguh-sungguh. Dengan dibarengi semangat yang oke, hal yang sebelumnya dirasa ndak masuk akal pasti akan tergapai.
4. Asalkan paham risiko, ndak ada salahnya untuk punya mimpi yang tinggi
Dalam meraih sebuah mimpi, Anda harus memiliki strategi. Salah satu contohnya adalah Anda harus mempertimbangkan risiko terkait mimpimu itu. Ndak apa jika Anda memiliki mimpi yang kelihatannya ndak masuk akal asalkan bisa memahami risiko diri. Anda juga harus paham konsep high risk high return. Memiliki mimpi yang tinggi memang memiliki risiko. Tetapi, hal tersebut akan terbayar dengan penuh rasa bangga saat Anda benar-benar berhasil meraihnya.
5. Orang-orang terdekat Anda akan bangga saat mimpi itu tercapai
Anda memiliki orang-orang terdekat yang tentunya akan bangga jika kesuksesan itu berhasil diraih. Ndak ada salahnya memiliki mimpi yang tinggi asalkan dibarengi dengan usaha. Anda bisa membayangkan harapan mereka agar lebih semangat.
Memang c, berpatokan pada pengakuan orang lain ndak terlalu dianjurkan. Namun, ini sejatinya bisa bermanfaat agar Anda bersedia untuk terus bersemangat dalam merengkuh mimpi yang kelihatannya mustahil itu. Ndak apa jika Anda merasa mimpi Anda saat ini terlalu tinggi. Usaha aja dulu dan ingatlah kelima hal di atas agar niat Anda ndak gampang goyah.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya. SettiaBlog percaya kalau setiap orang yang normal pasti memiliki sebuah tujuan dalam hidupnya, baik itu besar maupun kecil. Mimpi bukan sekadar khayalan yang datang dalam tidur, tetapi juga sebuah visi yang memberikan arah dalam kehidupan. Tanpa mimpi, seseorang mungkin merasa hidupnya monoton dan ndak memiliki motivasi untuk berkembang. Oleh karena itu, memiliki sebuah mimpi adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang.
Mimpi memberikan tujuan hidup yang jelas. Ketika seseorang memiliki mimpi, mereka tahu apa yang ingin dicapai dan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk menuju ke sana. Tanpa mimpi, hidup bisa terasa hambar dan tanpa arah. Bayangkan seseorang yang menjalani hari-harinya tanpa dorongan untuk mencapai sesuatu, tentu aja hidup akan terasa stagnan dan membosankan. Sebuah mimpi membantu seseorang menentukan prioritas dan memberikan motivasi dalam menghadapi cobaan. Selain itu, mimpi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Ndak ada perjalanan yang mudah dalam meraih sebuah mimpi, tetapi tantangan yang dihadapi justru membuat seseorang semakin kuat dan pantang menyerah. Ketika mengalami kegagalan, mimpi bisa menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Banyak tokoh sukses di dunia ini yang mengalami berbagai hambatan sebelum akhirnya mencapai impian mereka. Thomas Edison, misalnya, mengalami ribuan kali kegagalan sebelum menemukan bola lampu. Jika ia menyerah di tengah jalan, dunia mungkin ndak akan mengenal pencahayaannya yang revolusioner.
Namun, memiliki mimpi aja ndak cukup. Seseorang harus berani mengambil langkah konkret untuk mewujudkannya. Ada banyak orang yang memiliki impian besar tetapi takut melangkah karena khawatir akan kegagalan. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan belajar dari kesalahan adalah cara terbaik untuk semakin dekat dengan impian yang diinginkan. Ndak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan ketekunan.
Video klip kedua ada "Love Me like You Do" milik Ellie Goulding, biar pada semangat.
Dalam arena kehidupan yang penuh liku, kekalahan terbesar bukanlah ketika kita tersungkur di hadapan lawan yang tangguh. Bukan pula ketika strategi kita dipatahkan atau impian kita terhempas badai kenyataan. Kekalahan yang sesungguhnya, yang paling menghancurkan, adalah ketika kita kehilangan kendali atas diri sendiri. Emosi yang ndak terkendali, bagaikan gelombang pasang yang dahsyat, secara perlahan namun pasti menggerogoti benteng ketenangan jiwa. Amarah, kesedihan, kebencian, atau bahkan euforia yang berlebihan, jika dibiarkan merajalela, akan membutakan mata hati dan menyesatkan akal sehat. Kita kemudian menjadi tawanan dari perasaan kita sendiri, terperangkap dalam labirin pikiran yang gelap dan berliku. Setiap langkah yang kita ambil didikte oleh emosi sesaat, tanpa pertimbangan yang matang dan tanpa visi yang jernih. Kita kehilangan kemampuan untuk berpikir rasional, untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dan untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Padahal, kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjadi nahkoda bagi kapal jiwa kita di tengah lautan gejolak batin. Ketika badai emosi menerjang, kita tetap tenang dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Kita mampu mengendalikan diri, mengelola emosi dengan cerdas, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk meraih kesuksesan.
Seorang pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang ndak pernah merasakan emosi, melainkan mereka yang mampu mengendalikan emosi mereka dengan baik. Mereka mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Mereka mampu mengambil keputusan yang tepat, bahkan di bawah tekanan yang besar. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, berpikir rasional, dan bertindak bijaksana dalam setiap situasi. Jangan biarkan emosi menguasai diri kita, tetapi jadikanlah emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ingatlah selalu pesan bijak ini: Tetaplah tajam, tanpa melukai. Jadilah pribadi yang cerdas, kritis, dan berani, namun tetaplah menjaga hati dan perasaan orang lain. Jangan biarkan ketajaman pikiran kita melukai diri sendiri maupun orang lain. Gunakanlah ketajaman itu untuk membangun, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi sesama. Dengan demikian, kita akan meraih kemenangan sejati dalam hidup ini, kemenangan yang ndak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita.
Dalam arena kehidupan yang penuh liku, kekalahan terbesar bukanlah ketika kita tersungkur di hadapan lawan yang tangguh. Bukan pula ketika strategi kita dipatahkan atau impian kita terhempas badai kenyataan. Kekalahan yang sesungguhnya, yang paling menghancurkan, adalah ketika kita kehilangan kendali atas diri sendiri. Emosi yang ndak terkendali, bagaikan gelombang pasang yang dahsyat, secara perlahan namun pasti menggerogoti benteng ketenangan jiwa. Amarah, kesedihan, kebencian, atau bahkan euforia yang berlebihan, jika dibiarkan merajalela, akan membutakan mata hati dan menyesatkan akal sehat. Kita kemudian menjadi tawanan dari perasaan kita sendiri, terperangkap dalam labirin pikiran yang gelap dan berliku. Setiap langkah yang kita ambil didikte oleh emosi sesaat, tanpa pertimbangan yang matang dan tanpa visi yang jernih. Kita kehilangan kemampuan untuk berpikir rasional, untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dan untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Padahal, kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjadi nahkoda bagi kapal jiwa kita di tengah lautan gejolak batin. Ketika badai emosi menerjang, kita tetap tenang dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Kita mampu mengendalikan diri, mengelola emosi dengan cerdas, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk meraih kesuksesan.
Seorang pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang ndak pernah merasakan emosi, melainkan mereka yang mampu mengendalikan emosi mereka dengan baik. Mereka mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Mereka mampu mengambil keputusan yang tepat, bahkan di bawah tekanan yang besar. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, pribadi yang tangguh dan bermental baja. Belajarlah untuk mengendalikan emosi, berpikir rasional, dan bertindak bijaksana dalam setiap situasi. Jangan biarkan emosi menguasai diri kita, tetapi jadikanlah emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ingatlah selalu pesan bijak ini: Tetaplah tajam, tanpa melukai. Jadilah pribadi yang cerdas, kritis, dan berani, namun tetaplah menjaga hati dan perasaan orang lain. Jangan biarkan ketajaman pikiran kita melukai diri sendiri maupun orang lain. Gunakanlah ketajaman itu untuk membangun, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi sesama. Dengan demikian, kita akan meraih kemenangan sejati dalam hidup ini, kemenangan yang ndak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita.

No comments:
Post a Comment