Jan 29, 2026

Cara Mengendalikan Hawa Nafsu Dalam Berbisnis

 


Video klip di atas ada "Lihat Dengar Rasakan" milik Sheila On 7. Kalau backgroundnya SettiaBlog gunakan buah Parijoto, tanaman endemik gunung Muria. Buah ini biasa di gunakan untuk meningkatkan kesuburan pria atau wanita. Kata Parijoto di ambil dari tembang Jawa Sinom Parijoto yang di gunakan oleh Sunan Muria dan Sunan Kalijaga saat menyebarkan agama Islam, secara filosofis mengajak pada pengendalian nafsu.

Dunia bisnis seringkali digambarkan sebagai arena persaingan yang dinamis, penuh peluang sekaligus tantangan. Di tengah pusaran motif ekonomi yang ndak terbatas, terselip sebuah kekuatan laten yang dapat mengarahkan kesuksesan atau justru menjerumuskan pebisnis ke jurang kegagalan: hawa nafsu. Keserakahan, keinginan untuk meraih keuntungan instan, atau sekadar memanjakan diri tanpa batas, adalah beberapa manifestasi hawa nafsu yang kerap menghantui para pelaku usaha. Namun, bagi seorang Muslim, bisnis bukan sekadar mengejar laba, melainkan ibadah yang harus dijalankan sesuai ajaran agama. Oleh karena itu, kemampuan mengendalikan hawa nafsu dalam berbisnis menjadi kunci krusial untuk menjaga integritas dan merengkuh keberkahan.

Hawa nafsu, secara umum, merujuk pada dorongan atau keinginan kuat dalam diri manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosional, atau material. Dalam konteks bisnis, hawa nafsu ini acapkali termanifestasi dalam bentuk keserakahan (greed), keinginan untuk selalu berkuasa, atau kebutuhan untuk diakui secara berlebihan. Smith dan Jones dalam penelitiannya di Harvard Business School, “The Dark Side of Entrepreneurship: How Greed Can Lead to Unethical Behavior,” menjelaskan bagaimana dorongan kuat untuk keuntungan dapat mengikis prinsip-prinsip etika dalam pengambilan keputusan bisnis. Dampak negatif dari hawa nafsu yang ndak terkendali dalam bisnis sangatlah luas. Bagi diri pebisnis, ia dapat menyebabkan stres kronis, hilangnya ketenangan jiwa, bahkan terjerumus pada praktik-praktik yang merusak moral. Bisnis yang dijalankan atas dasar hawa nafsu cenderung mengabaikan kualitas produk, melakukan kecurangan dalam transaksi, atau mengeksploitasi pekerja dan konsumen. Konsekuensinya, reputasi bisnis akan hancur, kepercayaan pelanggan hilang, dan pada akhirnya, keberkahan akan menjauh.

Dalam perspektif Etika Bisnis Islami, hawa nafsu yang berlebihan dipandang sebagai musuh utama yang harus diperangi. Islam mengajarkan pentingnya Moralitas Pebisnis Muslim yang didasarkan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan amanah. Al-Qur’an mengingatkan, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu (dari) kenikmatan dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77). Ayat ini menegaskan perlunya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, serta larangan untuk berbuat kerusakan, termasuk dalam aktivitas bisnis.

Di sinilah peran Manajemen Diri Pebisnis menjadi sangat vital. Manajemen diri bukan sekadar tentang mengatur jadwal atau tugas, melainkan tentang kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, dan tindakan agar selaras dengan tujuan yang positif dan bernilai lurus. Ia berfungsi sebagai kompas internal yang mengarahkan motivasi agar ndak tersesat oleh godaan hawa nafsu. Kontrol diri yang kuat adalah fondasi utama dalam Cara Mengendalikan Hawa Nafsu Dalam Berbisnis. Tanpa kontrol diri, pebisnis akan mudah tergelincir pada godaan untuk mengambil jalan pintas yang tidak etis demi keuntungan sesaat. Sebaliknya, dengan manajemen diri yang baik, seorang pebisnis mampu menunda kepuasan instan demi tujuan jangka panjang yang lebih mulia dan berkah.

Bisnis yang dijalankan dengan integritas, kejujuran, dan etika yang baik, meskipun mungkin ndak menghasilkan keuntungan masif dalam waktu singkat, akan tumbuh dengan kokoh dan membawa keberkahan yang melimpah, baik di dunia maupun di akhirat.

Integritas dalam Bisnis adalah komitmen teguh untuk selalu bertindak jujur, adil, dan konsisten dalam perkataan maupun perbuatan, meskipun dalam situasi sulit atau ketika ndak ada yang mengawasi. Konsep ini berlawanan langsung dengan dorongan hawa nafsu yang seringkali mendorong seseorang untuk berbohong demi keuntungan atau menghindari kerugian. Pentingnya kejujuran, transparansi, dan amanah dalam setiap transaksi bisnis ndak bisa ditawar. Kejujuran dalam menawarkan produk, transparansi dalam setiap detail kesepakatan, dan amanah dalam menjalankan janji adalah pilar yang membangun fondasi bisnis yang kokoh. Rasulullah ﷺ bersabda, “Satu dinar yang kamu belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya ialah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa usaha mencari nafkah untuk keluarga pun memiliki nilai ibadah jika dijalankan dengan cara yang benar dan jujur.

Bagaimana Integritas dalam Bisnis membangun kepercayaan pelanggan dan mitra? Bayangkan sebuah bisnis yang selalu memberikan informasi produk yang akurat, ndak pernah menipu dalam harga, dan selalu menepati janji pengiriman. Pelanggan akan merasa aman, nyaman, dan loyal. Mitra bisnis akan merasa yakin untuk menjalin kerja sama jangka panjang. Kepercayaan ini adalah aset ndak ternilai yang sulit dibeli dengan uang, namun mudah hancur oleh tindakan yang ndak berintegritas.

Menerapkan Strategi Bisnis Jujur bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata dalam setiap lini operasional. Dalam pemasaran, ini berarti ndak menggunakan klaim yang menyesatkan atau melebih-lebihkan manfaat produk. Dalam penjualan, kejujuran harga dan transparansi prosedur menjadi keharusan. Dalam pelayanan, empati dan solusi terbaik bagi pelanggan harus diutamakan, bukan sekadar mengejar keuntungan maksimal. Mengutamakan kualitas produk atau jasa di atas keuntungan sesaat adalah inti dari strategi ini. Memang menggoda untuk menggunakan bahan baku yang lebih murah demi menekan biaya, atau mengurangi fitur demi mempercepat produksi. Namun, tindakan ini akan menggerogoti kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang. Bisnis yang dibangun atas dasar penipuan, sekecil apapun itu, berisiko besar untuk runtuh.

Warren Buffett pernah berkata, “It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.” (Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkan hal itu, Anda akan melakukan hal-hal secara berbeda.)

Keberkahan dalam Usaha adalah anugerah ilahi yang membuat harta, waktu, dan usaha kita menjadi bernilai lebih, mendatangkan kebaikan yang meluas, dan membawa ketenangan hati. Keberkahan bukanlah semata-mata jumlah profit yang besar, melainkan kualitas kebaikan yang hadir dari usaha tersebut. Keberkahan bisa berupa waktu yang terasa cukup, rezeki yang mendatangkan ketenangan, atau kesuksesan yang membawa manfaat bagi banyak orang. Ketika setiap aspek bisnis dijalankan sesuai dengan petunjuk Allah ﷻ dan Rasul-Nya, mulai dari mencari modal, produksi, pemasaran, hingga distribusi, maka insya Allah, usaha tersebut akan dilimpahi keberkahan. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa segala sesuatu yang dilakukan karena Allah ﷻ akan mendapatkan balasan dari-Nya.

Etika Bisnis Islami menjadi panduan utama untuk meraih Keberkahan dalam Usaha. Etika ini mencakup larangan terhadap praktik-praktik yang merugikan, seperti riba, penipuan, monopoli yang merusak, serta anjuran untuk bersikap adil, jujur, dan murah hati. Dengan mengamalkan etika ini, pebisnis ndak hanya menjalankan usaha secara profesional, tetapi juga ibadah yang mendatangkan ridha Allah ﷻ.

Salah satu bentuk Cara Menjaga Hawa Nafsu yang paling ditekankan dalam Islam adalah dengan Menghindari Riba dalam Bisnis. Riba, dalam berbagai bentuknya, adalah praktik penambahan nilai pada pinjaman atau utang yang berlandaskan waktu, bukan pada produktivitas riil. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan tanpa adanya usaha riil yang proporsional, yang seringkali memiskinkan pihak lain. Dampak negatif riba terhadap keberkahan usaha sangatlah besar. Al-Qur’an secara tegas menyatakan perang terhadap praktik riba: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu adalah pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 278-279). Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya larangan riba.

Implementasi Kiat Sukses Bisnis Berkah akan semakin nyata ketika pebisnis secara konsisten mempraktikkan bisnis yang adil, menghindari riba, dan menjauhkan diri dari segala bentuk ketidakadilan. Hal ini akan membentuk mentalitas yang ndak hanya mengejar keuntungan duniawi, tetapi juga mendambakan kebaikan abadi di akhirat.

Langkah fundamental dalam mengendalikan hawa nafsu adalah dengan membangun niat yang lurus dan berorientasi akhirat. Koreksi niat berbisnis secara berkala. Apakah tujuan utama Anda hanya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, atau ada niat yang lebih luhur, seperti untuk menjalankan perintah agama, menafkahi keluarga dengan cara halal, membantu sesama, dan menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat? Niat yang murni, yang berorientasi pada pencarian ridha Allah ﷻ, adalah benteng terkuat terhadap dorongan hawa nafsu. Ketika hati dan pikiran tertuju pada tujuan akhirat, godaan duniawi yang semu akan terasa semakin kecil pengaruhnya. Seperti yang diajarkan oleh para ulama, termasuk Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitab-kitabnya mengenai fiqih muamalah, niat adalah kunci utama diterimanya suatu amal.

Kekuatan mental dan spiritual menjadi jangkar penting dalam mengendalikan diri. Memperkuat akidah dan ketaatan beragama melalui ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan membaca Al-Qur’an akan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Semakin dekat seorang hamba kepada Tuhannya, semakin kuat imunitas spiritualnya terhadap godaan hawa nafsu. Konsep Muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah ﷻ selalu mengawasi setiap gerak-gerik kita, adalah kontrol diri yang paling efektif. Ketika kita selalu merasa diawasi oleh Sang Pencipta, kita akan lebih berhati-hati dalam setiap tindakan, termasuk dalam bisnis.

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku. Oleh karena itu, penting untuk membangun lingkungan bisnis yang kondusif. Pilihlah rekan kerja dan mitra bisnis yang memiliki Moralitas Pebisnis Muslim yang baik, yang sama-sama memiliki visi untuk menjalankan bisnis secara etis dan berkah. Hindari bergaul atau bekerja sama dengan orang-orang yang gemar melakukan kecurangan atau ndak menjaga amanah. Memanfaatkan komunitas atau majelis ilmu untuk saling mengingatkan dan belajar juga sangat bermanfaat. Dalam komunitas yang positif, kita akan mendapatkan dukungan moral dan ilmu yang membantu kita tetap teguh di jalan yang benar.

Manajemen Diri Pebisnis juga mencakup kemampuan untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri secara rutin. Luangkan waktu untuk meninjau kembali setiap keputusan dan tindakan bisnis yang telah diambil. Apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip agama? Apakah ada potensi pelanggaran yang terlewat? Menggunakan prinsip akuntabilitas dalam setiap keputusan bisnis juga sangat penting. Artinya, kita siap bertanggung jawab atas setiap konsekuensi dari pilihan yang kita ambil, baik di dunia maupun di akhirat. Ini adalah bentuk disiplin diri yang kuat dalam menjaga integritas.

Salah satu wujud nyata Cara Menjaga Hawa Nafsu adalah melalui disiplin diri dalam pengeluaran dan investasi. Hindari gaya hidup mewah yang ndak sesuai dengan pendapatan riil. Tunda pembelian barang-barang yang ndak perlu. Lakukan investasi dengan hati-hati dan terukur. Belajar bersyukur dan merasa cukup (qana’ah) dengan rezeki yang diberikan Allah ﷻ juga merupakan teknik ampuh. Keserakahan seringkali muncul karena rasa ndak pernah cukup. Dengan rasa syukur, kita akan lebih menghargai apa yang sudah dimiliki dan ndak terdorong untuk mengambil jalan pintas demi mendapatkan lebih banyak. Ini adalah implementasi dari Kiat Sukses Bisnis Berkah yang hakiki.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya dan ndak usah di tanggapi serius omongan SettiaBlog. Tahu sendiri kan ya SettiaBlog sering agak ngacau omongannya, mohon di maklumi ya ...he...he...
Yang pasti, mengendalikan hawa nafsu dalam berbisnis bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap Muslim yang ingin meraih kesuksesan sejati. Dengan menjaga Integritas dalam Bisnis, pebisnis ndak hanya membangun reputasi yang kokoh, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan pelanggan, mitra, dan yang terpenting, dengan Sang Pencipta. 


Video klip kedua SettiaBlog kasih "sedia aku sebelum hujan". Gimana ya mengartikan makna dari lagu tersebut. Kalau SettiaBlog pribadi c memaknainya, dalam kehidupan ini kita harus berhati - hati dan berpikir matang sebelum bertindak. Dalam khazanah pemikiran Jawa, banyak petuah lahir bukan dari ruang akademik, melainkan dari pengalaman kepemimpinan dan pengamatan mendalam terhadap perilaku manusia. Salah satu peringatan yang relevan hingga hari ini datang dari Sultan Hamengkubuwana VIII, penguasa Kesultanan Yogyakarta pada awal abad ke-20. Ia menegaskan bahwa seseorang yang terlalu lama tenggelam dalam kenikmatan hidup cenderung kehilangan kewaspadaan. Pesan ini bukan sekadar kritik terhadap kemewahan, melainkan refleksi tentang bagaimana rasa aman dan nyaman yang berlebihan dapat melemahkan daya waspada manusia.

Secara psikologis, kondisi ini dikenal sebagai comfort trap  atau jebakan kenyamanan. Penelitian dalam Journal of Behavioral Decision Making menunjukkan bahwa individu yang berada dalam situasi stabil dan menyenangkan dalam jangka panjang cenderung menurunkan tingkat kehati-hatian, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam membaca risiko. Otak manusia dirancang untuk beradaptasi dengan lingkungan, sehingga ketika ancaman jarang muncul, sistem kewaspadaan ikut menurun. Hal inilah yang sering membuat seseorang lengah justru saat merasa paling aman.

Dalam konteks sosial dan kepemimpinan, fenomena ini memiliki dampak yang lebih luas. Sejarah menunjukkan bahwa banyak kejatuhan besar, baik individu, organisasi, maupun peradaban, bermula dari fase kejayaan. Sejarawan Arnold J. Toynbee dalam A Study of History mencatat bahwa kemunduran peradaban sering kali diawali oleh hilangnya kepekaan terhadap perubahan karena terlena oleh keberhasilan masa lalu. Kenikmatan yang ndak diimbangi refleksi dan disiplin justru menumpulkan insting bertahan hidup.

Budaya Jawa sendiri sangat menekankan konsep eling lan waspada, yakni kesadaran diri dan kewaspadaan batin dalam setiap kondisi. Nilai ini mengajarkan bahwa kenikmatan hidup bukan untuk ditolak, tetapi harus disertai pengendalian diri. Sultan Hamengkubuwana VIII dikenal sebagai pemimpin yang hidup di persimpangan tradisi dan modernitas, sehingga peringatannya mencerminkan kegelisahan terhadap manusia yang lupa menjaga keseimbangan antara rasa syukur dan kehati-hatian. Dalam pandangan ini, nikmat tanpa kewaspadaan bukanlah anugerah, melainkan potensi bahaya.

Pada akhirnya, pesan tersebut relevan bagi kehidupan modern yang serba instan dan nyaman. Kemajuan teknologi, kemudahan akses, dan stabilitas semu sering kali membuat manusia lalai membaca tanda-tanda risiko di sekitarnya. Menikmati hidup adalah hal wajar, namun mempertahankan kewaspadaan adalah bentuk kedewasaan. Kesadaran inilah yang membedakan antara mereka yang sekadar menikmati hidup dan mereka yang mampu menjaganya tetap utuh.

Jan 20, 2026

Orang yang Menarik Namun Ndak Menyadarinya

 


Video klip di atas ada "Invisible Beauty" milik Aakash Gandhi. Tadi malem saat dengerin lagu ini kok jadi pengen buat bahasan. Apalagi suasananya tenang di tambah rintik - rintik gerimis di luar, enak di pakai buat bahasan. Invisible Beauty sendiri bisa di artikan keindahan yang ndak nampak. Kayak misalnya, beberapa orang itu memiliki daya tarik alami, akan tetapi mereka sendiri sama sekali ndak menyadarinya. Karena daya tarik, bukan hanya terletak pada penampilan yang menarik tetapi juga perilaku halus tertentu yang menambah pesona dari seseorang.

Jika Anda pernah melihat seseorang yang tampaknya ndak menyadari pesonanya sendiri, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang membuat mereka berbeda. Hal itu sering kali merupakan kombinasi dari sifat dan kebiasaan unik yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan. Di bawah ini ada 8 perilaku tersembunyi yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya. Jadi, teruslah membaca, Anda mungkin akan menyadari bahwa Anda adalah salah satu dari mereka selama ini.

५. Kepercayaan diri yang ndak disadari

Dalam dunia daya tarik, ada paradoks yang menarik. Banyak orang yang sebenarnya cukup menarik tampaknya ndak menyadarinya. Dan salah satu sifat paling umum yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan adalah rasa percaya diri yang ndak disadari. Ini ndak sama dengan kesombongan atau arogansi. Melainkan, ini adalah rasa percaya diri yang muncul karena merasa nyaman dengan diri sendiri. Mereka ndak membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan rasa percaya diri yang tenang ini memiliki efek yang memikat pada orang-orang di sekitar mereka. Namun, perlu di ingat, ini bukan tentang berpura-pura atau berpura-pura. Kepercayaan diri yang tulus dan ndak disadari adalah sesuatu yang terpancar dari dalam dan ndak dapat dipalsukan. Jadi, jika Anda menyadari sifat ini dalam diri Anda, itu pertanda bahwa Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara

Sesuatu yang selalu mengejutkan tentang individu yang menarik yang ndak menyadari daya tarik mereka adalah kecenderungan mereka untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Perilaku mendengarkan orang lain secara mendetail, membuat seseorang terlihat sangat menarik. Hal itu memberi orang rasa penting dan nyaman saat berada di dekatnya. Ciri ini bukan tentang menjadi pendiam atau introvert. Ini tentang kemampuan untuk benar-benar terlibat dengan orang lain, menunjukkan minat pada pikiran dan pendapat mereka. Jika ini terdengar seperti Anda, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda duga.

५. Mereka merasa nyaman dengan kontak mata

Kontak mata merupakan alat yang ampuh dalam komunikasi antarmanusia. Kontak mata dapat menyampaikan berbagai emosi dan maksud, mulai dari ketertarikan hingga rasa hormat dan pengertian. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki kemampuan alami untuk mempertahankan kontak mata yang nyaman dan ndak mengancam. Ini bukan tatapan mata, tetapi hubungan yang hangat dan menarik yang membuat orang lain merasa benar-benar diperhatikan. Menurut penelitian dari Idiap Research Institute di Swiss, menjaga kontak mata selama percakapan memiliki dampak positif pada persepsi pendengar terhadap kecerdasan dan kredibilitas pembicara. Jadi, jika Anda memiliki bakat untuk melakukan kontak mata yang nyaman, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka baik kepada semua orang

Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sifat yang menarik secara universal, kebaikan hati. Mereka memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan pertimbangan, terlepas dari siapa mereka atau apa yang dapat mereka berikan sebagai balasannya. Ini bukan tentang menjadi orang yang mudah menyerah atau menyenangkan orang lain, tetapi tentang menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka adalah orang-orang yang akan membukakan pintu untuk orang asing, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menawarkan bantuan saat dibutuhkan. Kebaikan hati adalah perilaku yang melampaui daya tarik fisik. Kebaikan hati menciptakan aura positif yang menarik perhatian orang lain. Jadi, jika Anda mendapati diri Anda memperlakukan semua orang dengan baik, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka menghargai hal-hal sederhana dalam hidup

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana? Matahari terbenam yang indah, buku yang bagus, secangkir kopi hangat di pagi hari. Orang-orang seperti ini sering kali menarik tetapi ndak menyadarinya. Kemampuan untuk menikmati dan menghargai momen-momen kecil menunjukkan semangat hidup dan rasa puas yang secara inheren menarik. Ini bukan tentang gerakan besar atau gaya hidup mewah, tetapi tentang menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang orang-orang seperti itu. Kapasitas mereka untuk bersukacita dapat menular, menyebarkan hal positif ke mana pun mereka pergi. Jika Anda mendapati diri Anda menikmati kesenangan hidup yang sederhana, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka ndak malu dengan kekhasan mereka

Kita semua punya kekhasan, dan keanehan kecil yang membedakan kita. Itu adalah anugerah yang ndak pernah pudar terhadap putaran waktu yang lama dan ketertarikan yang ndak dapat dilihat secara awan. Menganggap keanehan sebagai pesona dan kelebihan, adalah sesuatu yang sering di lihat pada banyak orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya.bMereka menerima keanehan mereka, dan penerimaan ini membuat mereka menjadi sangat menarik. Keunikan ini membuat kita menjadi manusia, mudah bergaul, dan menarik. Keunikan ini memberi kita karakter dan individualitas. Jadi, jika Anda menyembunyikan keunikan Anda, mungkin inilah saatnya untuk menunjukkannya. Anda mungkin menemukan bahwa keunikan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka bersemangat tentang sesuatu

Gairah itu menular. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sesuatu yang sangat mereka sukai. Ini bisa berupa hobi, pekerjaan, suatu tujuan, apa pun yang membuat mereka bersemangat dari dalam. Ketika seseorang berbicara tentang hasratnya, matanya berbinar, energinya berubah, dan ia menjadi lebih bersemangat. Gairah ini membuat mereka menarik dan memikat orang lain. Gairah bukan tentang terobsesi atau sombong. Gairah adalah tentang memiliki sesuatu yang memberi Anda kegembiraan dan tujuan. Jadi, jika ada sesuatu yang Anda sukai, kemungkinan besar hal itu akan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka asli

Di atas segalanya, sifat paling menarik yang tanpa disadari ditunjukkan orang adalah keaslian. Mereka nyata, tulus, dan bersahaja. Mereka ndak mencoba menjadi orang lain hanya untuk diterima atau membuat orang lain terkesan. Keaslian bersifat magnetis. Keaslian menarik perhatian orang dan membuat mereka merasa nyaman. Keaslian menciptakan kepercayaan dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam. Menjadi autentik berarti jujur ​​pada diri sendiri dan menerima kelebihan dan kekurangan Anda. Jadi, jika Anda menjalani hidup dengan autentik, ketahuilah bahwa ini adalah sifat Anda yang paling menarik.

Udah ya, maafin SettiaBlog ya. Backgroundnya ini SettiaBlog gunakan kue Pie khas Bali. Kan tiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing - masing, salah satunya kue Pie dari Bali. Kita juga gitu kan ya, tentu memiliki keunikan dan ke khas an masing - masing. Andheng - Andheng di tempat tertentu aja udah bisa bikin khas dan unik, bibir kecil ndoweh juga bisa jadi ciri khas, apalagi ya? banyak c. Yang jelas apapun keunikan yang kita miliki adalah keindahan yang di titipkan oleh Allah ﷻ kepada kita.


Video klip kedua ada "manchild" milik Sabrina. Temanya c tentang curhatan Sabrina saat ketemu cowok dewasa yang masih aja bersikap kayak anak kecil.  Banyak orang tentunya tau bahwa masa kecil itu adalah menyenangkan, meski ndak semua. Artinya, ketika menjadi bocah dulu ada saat senang dengan bermain, bersenda gurau, spontan, bisa akrab dengan siapa aja, tanpa beban, ndak perlu ribet mikirin tagihan, tunggakan dan cicilan. Jika diingat-ingat, masa seperti itu begitu menggembirakan sehingga sebagian orang rindu ingin bisa mengulanginya kembali. Kalo pun kagak, sudah pasti ada trauma serta pengalaman ndak mengenakkan kayak diomelin hingga digebukin, kesepian, keluarga berantakan dan sejenisnya. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa masa kanak-kanak memang berbeda dengan masa dewasa. Orang dewasa, dengan segala kerumitannya membuat diri menjadi cepat tua. Banyak pikiran, banyak tugas dan tanggung jawab, serta beban sosial hingga beban moral yang harus ditanggung.

Hanya aja, banyak juga yang ndak menyadari bahwa menjadi dewasa bukan sepenuhnya juga harus bermuka masam, berwajah serius, atau raut kecut meski isi dompet nyaris semaput. Ada banyak cara untuk bisa tetap terus berproses sejalan dengan umur tanpa harus meninggalkan kegembiraan dan keceriaan yang sudah pernah ada di masa kanak. Itulah sebabnya menjadi bocah (childlike) adalah kombinasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Tetap tumbuh dewasa tanpa melupakan perasaan senang, keinginan untuk terus bermain, dan menikmati segala sesuatu dengan santai. Sulitkah? Sudah pasti.
Pertama, hidup sudah terokupasi oleh segala rutinitas dan problem yang seringkali ndak mudah untuk berpaling sedikit untuk merangkan kaki atau mendinginkan kepala. Itu yang bikin cepet tua. Belum lagi kebiasaan terlalu banyak mikir (overthinking) yang jangan-jangan begini, kalo-kalo begitu. Harus dalam posisi serba siap siaga sedia agar kalo ada apa-apa itu bisa cepat diantisipasi. Padahal bisa jadi meleset semua dan kemudian malah jadi beban baru.
Kedua, ada asumi bahwa tetap menjadi bocah adalah hal yang memalukan. udah tambah tua, harusnya kan menjadi serius. Saking seriusnya malah kaku kayak lap mobil kering. Dengan bertambah kaku, malah ada resiko juga untuk menjadi patah jika ada hal yang ndak dinginkan terjadi. Belum lagi selama tumbuh dewasa, orang diajari untuk tetap berpegang kepada janji, punya komitmen dan konsisten. Itu c ndak salah. Hanya aja dalam prakteknya, ajaran semacam itu bercampur dengan pola disiplin dan latihan yang semakin menjauhkan dari ciri manusia sebagai makhluk bermain atau homo ludens. Menikmati jeda istirahat dianggap sebagai hal yang bukan prioritas. Melakukan hal konyol adalah memalukan. Orang yang bermain-main dianggap ndak bisa serius. Jadi orang dipaksa untuk berpikir dan hidup secara mekanis. Ibarat jarum jam analog yang berdetak dan harus menyesuaikan diri dengan benda seperti itu. Prakteknya ya sulit. Contohnya ya kebiasaan orang untuk memajukan putaran jam tangan atau wekker sebanyak 10 hingga 15 menit ke depan. Alasannya biar ndak telat atau masih ada waktu untuk bersiap. Padahal itu cuma alasan untuk bisa mengambil jarak sedikit dengan disiplin waktu kan?
“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing”
Oleh karena tetap menjadi bocah (childlike) dianggap tabu, maka sebaliknya orang juga ndak bisa membedakannya dengan sifat kekanak-kanakan (childish). Padahal kekanak-kanakan ini lebih menjangkiti orang dewasa ketimbang sekedar keinginan untuk bermain-main. Mulai dari kebiasaan cuma ngomong doang, ogah atau merasa terbebani, baperan, sensi, ngamukan, bahkan ndak punya tanggung jawab. Kalo dimintai sesuatu ndak akan mau lebih, Memberi pun juga sama, serba perhitungan dan kalo bisa minimal. Kurang tanggung jawab itu membuat dirinya ndak kemana-mana tapi berpuas diri. Rasa iri, cemburu atau sirik baru muncul ketika ada orang lain dilihat melebihi dirinya. Lebih gawat lagi, kemudian dengan segala cara menjatuhkan atau menganggap orang lain adalah saingan. Padahal dengan diri berpangku tangan minimalis demikian ya ndak kemana-mana juga. Buat apa cemburu? Sebab hanya itulah yang bisa dilakukan. Paling ndak, berkomentar atau mengulas sudah dianggap sebagai sebuah tindakan.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Cukup sederhana. Ingatlah bahwa masa kanak-kanak adalah penuh dengan kepolosan dan sikap spontan. Di tengah dunia yang semakin keras, ndak pasti dan penuh persaingan maka tentu saja siakp waspada harus dipelihara. Ndak ada salahnya juga untuk tetap menjaga kepolosan dan spontanitas, sebagai bentuk antusiasme yang obyektif, ndak berprasangka dan niat baik untuk tetap memelihara kemanusiaan yang dimiliki. Selain itu, sebagai makhluk yang bermain tentu juga penting untuk tetap memliki hobi atau kegemaran, meluangkan waktu untuk bersantai serta lebih rileks memandang hidup. Ndak ada salahnya untuk selalu bersenang-senang di tengah kesibukan, berpikir sederhana di dalam kerumitan, atau tetap punya itikad yang lebih baik di antara kecurigaan. Itulah kekanakan yang sesungguhnya, ketimbang cuma ngabisin waktu ngomong sok ideal sok dewasa.
   

Jan 11, 2026

Ketika Hati Mulai Mati, Ke Mana Kita Harus Mencari Cahaya?

 


Video klip di atas ada "sebelum cahaya" milik Letto. Lagunya c mengajak kita untuk merenung, menemukan kekuatan dalam iman, dan percaya bahwa setelah kesulitan pasti ada kebahagiaan. Pernahkah kita merasa kosong dalam menjalani hidup? Pernahkah kita bangun di pagi hari tanpa gairah, menjalani rutinitas tanpa makna, lalu tidur kembali dengan perasaan yang sama? Pernahkah kita merasakan ibadah hanya sebagai kewajiban tanpa ruh, dzikir tanpa penghayatan, atau doa yang sekadar lantunan kata tanpa getaran dalam dada? Mengapa sebagian orang menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah ﷻ, sementara sebagian yang lain tetap diam seolah ndak terjadi apa-apa? Mengapa ada hati yang bergetar ketika nama Allah ﷻ disebut, tetapi ada juga yang tetap keras, ndak peduli seberapa banyak nasihat yang ia dengar? Apakah hati kita masih hidup, ataukah ia perlahan sedang menuju kematiannya?

Di dalam diri manusia terdapat sesuatu yang menjadi pusat kendali atas segalanya. Jika ia baik, maka seluruh anggota tubuh akan ikut baik. Jika ia rusak, maka semua perilaku akan ikut rusak. Rasulullah ﷺ. bersabda:
"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati." 
Hati adalah penentu segalanya. Ia bagaikan cermin yang memantulkan kondisi batin seseorang. Jika hati bersih, maka kehidupan akan terasa terang. Jika hati kotor, maka dunia akan tampak kelam. Jika hati mati, maka segala kebaikan akan kehilangan maknanya. Lalu, bagaimana kita mengetahui apakah hati kita masih hidup atau sudah mati?

Allah ﷻ memberikan isyarat tentang hati yang mulai membeku dan kehilangan cahayanya:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal, di antara batu-batu itu ada yang mengalir sungai-sungai darinya. Dan ada pula yang terbelah, lalu keluar mata air darinya. Dan ada yang jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 74)

Bayangkan, hati manusia bisa lebih keras daripada batu. Batu bisa retak dan mengeluarkan air, tetapi hati yang mati tetap membatu meskipun mendengar firman Allah ﷻ, meskipun disapa oleh kematian di sekelilingnya, meskipun melihat kebesaran Allah ﷻ yang terpampang di langit dan bumi. Apakah hati kita sudah sampai pada titik itu?

Hati yang mati bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Ia seperti api kecil yang perlahan redup, seperti tubuh yang kehilangan nyawa sedikit demi sedikit. Ada banyak tanda yang bisa kita rasakan, jika kita mau jujur pada diri sendiri:

1. Ketika dosa terasa ringan dan ndak lagi membuat kita merasa bersalah.

Rasulullah  ﷺ bersabda:
الْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ النَّاسُ عَلَيْهِ
"Dosa adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya." (HR. Muslim, no. 2553)
Namun, bagaimana jika kita sudah ndak merasa bersalah lagi? Bagaimana jika dosa menjadi kebiasaan, bahkan dianggap biasa aja? Itu adalah tanda bahwa hati kita telah kehilangan kepekaannya.

2. Ketika ibadah kehilangan ruhnya.

Kita shalat, tetapi ndak merasakan ketenangan. Kita membaca Al-Qur’an, tetapi ndak ada getaran dalam hati. Kita berdoa, tetapi doa terasa kosong. Allah  ﷻ berfirman:
وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا
"Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa: 142)
Apakah ibadah kita hanya sebatas gerakan tanpa makna?

3. Ketika dunia lebih menarik daripada akhirat.

Kita bisa menghabiskan berjam-jam menatap layar ponsel, tetapi sulit meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an walau hanya lima menit. Kita bisa bersemangat mencari rezeki, tetapi malas untuk bersedekah. Kita bisa berdebat panjang tentang dunia, tetapi enggan untuk merenungi akhirat. Rasulullah bersabda:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ
"Barang siapa yang dunia menjadi obsesinya, maka Allah akan membuat urusannya tercerai-berai, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan untuknya." (HR. At-Tirmidzi)
Apakah kita termasuk orang yang lebih sibuk mengejar dunia dan mengabaikan akhirat?

Masih Adakah Harapan?
Hati yang mati bukan berarti ndak bisa hidup kembali. Allah ﷻ adalah Maha Pengampun, Maha Lembut, dan Maha Membolak-balikkan hati. Selama kita masih diberi kesempatan, masih ada jalan untuk menghidupkan kembali hati yang telah membeku. Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya apabila dia menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian." (QS. Al-Anfal: 24)

Jika hati kita telah mati, maka mari kita hidupkan kembali. Jika iman kita telah redup, maka mari kita nyalakan cahayanya. Bagaimana caranya? Bagaimana kita bisa menyelamatkan hati kita sebelum benar-benar tenggelam dalam kegelapan? Mari kita lanjutkan perjalanan ini, menelusuri tanda-tanda hati yang mati dan menemukan jalan untuk menghidupkannya kembali. Karena sesungguhnya, hati yang hidup adalah sumber kebahagiaan, dan hati yang mati adalah awal dari kehancuran.

Hati adalah pusat kehidupan manusia. Dari hatilah lahir kebaikan atau keburukan. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, ada saatnya hati menjadi lemah, bahkan mati. Hati yang mati bukan sekadar ndak merasakan spiritualitas, tetapi juga kehilangan cahaya hidayah dan kasih sayang Allah ﷻ. Al-Qur'an menggambarkan kondisi hati yang mati:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةًۭ ۚ
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (QS. Al-Baqarah: 74)
Maka, mari kita pahami tanda-tanda hati yang mati serta bagaimana cara menghidupkannya kembali.

1. Ndak Tersentuh oleh Ayat-Ayat Allah ﷻ

Salah satu tanda hati yang hidup adalah mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah ﷻ. Sebaliknya, hati yang mati tetap keras meskipun diperdengarkan Al-Qur’an. Allah ﷻ. berfirman:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا وَلَّوْا۟ مُسْتَكْبِرِينَ كَأَنَّهُمْ لَمْ يَسْمَعُوهَا كَأَنَّ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًۭا ۖ
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berpaling dengan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya, seolah-olah di telinga mereka ada sumbatan." (QS. Luqman: 7)
Orang yang hatinya mati ndak merasakan kenikmatan dalam membaca atau mendengar Al-Qur'an. Ia membacanya hanya sebagai bacaan biasa, tanpa renungan dan penghayatan.

2. Mudah Tenggelam dalam Maksiat Tanpa Rasa Bersalah

Seseorang dengan hati yang mati ndak lagi merasa bersalah ketika berbuat dosa. Ia terus menerus melakukan kemaksiatan tanpa adanya rasa penyesalan. Rasulullah ﷺ. bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، فَذَاكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ (كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)
"Sesungguhnya seorang mukmin jika ia berbuat dosa, maka muncul titik hitam di hatinya. Jika ia bertobat, meninggalkan dosa, dan memohon ampun, hatinya akan kembali bersih. Tetapi jika ia terus menambah dosa, maka titik hitam itu semakin banyak hingga menutupi seluruh hatinya. Itulah yang disebut dengan raan (karat hati) sebagaimana firman Allah: 'Sekali-kali tidak! Bahkan telah tertutup hati mereka oleh dosa-dosa yang mereka perbuat.' (QS. Al-Muthaffifin: 14)" (HR. Tirmidzi, no. 3334)

3. Cinta Dunia Berlebihan dan Lalai dari Akhirat

Seseorang dengan hati yang mati lebih mencintai dunia dibanding akhirat. Ia tenggelam dalam kesenangan dunia tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan setelah mati. Rasulullah ﷺ bersabda dalam Sebuah hadits Nabi yang sangat menarik dan penting untuk direnungkan oleh kita bersama. 
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم وليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت.
Nabi bersabda :  "(wahai kaum muslimin) Kelak bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian, bagaikan memperebutkan makanan di atas piring.
Sahabat bertanya : “Apakah karena saat itu jumlah kami sedikit, wahai utusan Tuhan”.?. 
Nabi menjawab : tidak, kalian justeru saat itu mayoritas. Sayangnya kalian bagaikan buih. Musuh-musuh kalian sudah tak lagi takut terhadap kalian. Karena kalian ditelikung oleh penyakit “wahan”. 
Sahabat bertanya lagi : ”apakah “wahan”itu, wahai Nabi?.
Beliau menjawab : “cinta (rakus) terhadap dunia dan ndak lagi ingat kematian”.  
Itu bermakna kalian senang dan berambisi memeroleh kenikmatan harta benda dan kekuasaan.

Cara Menghidupkan Kembali Hati yang Mati

1. Banyak Mengingat Allah ﷻ (Dzikir dan Istighfar)

Hati yang mati bisa dihidupkan dengan memperbanyak dzikir dan istighfar. Rasulullah ﷻ bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari, no. 6407)

2. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an

Al-Qur'an adalah obat bagi hati yang sakit dan mati. Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit (yang berada) di dalam dada." (QS. Yunus: 57)

3. Berteman dengan Orang Shalih

Hati akan terpengaruh oleh lingkungan. Rasulullah ﷺ bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
"Seseorang berada dalam agama sahabatnya, maka hendaklah ia melihat siapa yang dijadikannya sahabat." (HR. Abu Dawud, no. 4833)

4. Mengingat Kematian

Mengingat kematian membuat hati lebih lembut dan kembali kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
<"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (kematian)." (HR. Tirmidzi, no. 2307)
Sehingga dengan demikian maka Hati yang mati bukanlah akhir segalanya. Selama ruh masih di badan, masih ada kesempatan untuk kembali kepada Allah ﷻ. Semoga kita menjadi hamba yang memiliki hati yang hidup, dipenuhi cahaya iman, dan senantiasa dekat dengan Allah ﷻ.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya. SettiaBlog bahas kayak gini juga karena menyadari kalau SettiaBlog juga masih sering melakukan kelalaian. Yang jelas hati yang hidup adalah kunci segala kebaikan. Jika hati kita selamat, maka seluruh tubuh kita pun akan selamat. Jika hati kita hidup, maka hidup kita pun akan penuh dengan cahaya, penuh dengan kedamaian dan ketenangan.


Video klip kedua ada "hujan" miliknya Utopia. O ya di bawah ini ada sedikit cerita.
Seorang gadis kecil yang manis sedang memegang dua buah apel dengan kedua tangannya. Ibunya masuk dan dengan lembut bertanya kepada putrinya sambil tersenyum.
"Sayangku, maukah kamu memberikan salah satu dari dua apelmu kepada ibumu?"
Gadis kecil itu menatap ibunya selama beberapa detik, lalu tiba-tiba ia menggigit apel yang satu dengan cepat, dan kemudian dengan cepat menggigit apel yang lainnya. Senyum di wajah ibunya membeku. Ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan kekecewaannya.

Kemudian gadis kecil itu memberikan salah satu apel yang sudah digigitnya kepada ibunya, dan berkata.
" Ibu, ini dia. Ini yang lebih manis."
Siapa pun Anda, seberapa berpengalaman pun Anda, dan seberapa berpengetahuan pun Anda, selalu tunda menghakimi orang lain. Beri orang lain kesempatan untuk menjelaskan diri mereka sendiri. Apa yang Anda lihat mungkin tidak sama seperti yang Anda pikirkan. Jangan buru - buru mengambil kesimpulan dengan tindakan orang lain.


Anda mengerti dengan cerita di atas kan ya? Menilai orang lain itu mudah dan cepat, sementara berpikir secara mendalam butuh usaha dan kesabaran. Banyak orang cenderung langsung memberi label baik atau buruk, benar atau salah tanpa benar-benar memahami situasinya. lni terjadi karena menilai memberikan ilusi kontrol dan kepastian, meskipun dangkal. Sebaliknya, berpikir menuntut kita membuka diri terhadap keraguan, mempertimbangkan banyak sudut pandang, dan mengakui bahwa kita bisa salah.

Carl Jung ingin menekankan bahwa berpikir sejati bukan sekadar mengumpulkan informasi, tapi merenung dengan jujur, mengkritisi diri, dan mencari makna di balik permukaan. Proses ini melelahkan bagi sebagian orang karena membutuhkan keberanian untuk menghadapi ketidaktahuan dan kompleksitas hidup. Karena itulah, banyak orang lebih nyaman menilai daripada berpikir. Namun, masyarakat yang gemar menilai tanpa berpikir cenderung melahirkan prasangka, konflik, dan kesalahpahaman. Sebaliknya, ketika kita belajar berpikir lebih dalam, kita bisa menciptakan hubungan yang lebih sehat, keputusan yang lebih bijak, dan kehidupan yang lebih bermakna. Maka, tantangannya adalah berani berpikir meskipun itu sulit.

Jan 3, 2026

Sikap Humble yang Membuat Hidup Lebih Tenang dan Bahagia

 


Sekarang udah masuk di tahun 2026. Untuk video klip SettiaBlog ada "beautiful things" milik Benson Boone. Enaknya bahasan kali ini di mulai dari mana ya? Gimana kalau di mulai dari Al Qur'an, Surah ke 20 ayat 26. Kita buka bareng - bareng ya! Berarti Surah Thaha (طه) ayat 26. Wa yassir li amri (dan mudahkanlah untukku urusanku). Untuk hal ini biar di bahas dan di kaji oleh yang lebih paham ya. Kali ini SettiaBlog bahas yang yang sederhana (humble) aja. Dalam kehidupan yang semakin kompleks ini, kebahagiaan dan ketenangan sering kali menjadi hal yang terasa sulit diraih. Banyak orang menganggap bahwa untuk hidup bahagia, kita harus memiliki banyak uang, karier gemilang, atau pencapaian besar lainnya. Namun, apakah kebahagiaan itu selalu tentang pencapaian eksternal? Ternyata, jawaban sederhana untuk hidup lebih tenang dan bahagia ada pada sikap kita sehari-hari terutama sikap humble atau rendah hati. Menjadi humble bukan berarti merendahkan diri sendiri, melainkan menyadari nilai kita tanpa perlu membuktikannya kepada dunia. Sikap ini membawa kedamaian, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Lalu, bagaimana sikap humble dapat membuat hidup lebih tenang dan bahagia? Mari kita eksplorasi bersama, sikap humble yang mungkin tampak sederhana, namun memiliki dampak luar biasa dalam menciptakan kebahagiaan sejati.

  1. Menghargai Pendapat Orang Lain tanpa Menghakimi

Salah satu tanda sikap humble adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat orang lain tanpa buru-buru memberikan penilaian. Ketika kita menghargai perspektif orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan terbuka terhadap keragaman cara berpikir. Dengan mendengarkan secara aktif, kita ndak hanya membangun hubungan yang lebih baik, tetapi juga memberikan ruang bagi diri sendiri untuk belajar sesuatu yang baru. Sikap ini menciptakan rasa saling menghormati yang dapat mengurangi potensi konflik. Hasilnya? Kehidupan yang lebih damai dan penuh pengertian. Selain itu, sikap ini mengajarkan kita untuk ndak merasa paling benar. Dunia bukan hanya hitam dan putih; ada banyak warna di antaranya. Dengan menghormati sudut pandang orang lain, kita menjadi lebih bijaksana dan mampu melihat kehidupan dari sudut yang lebih luas.  

2. Ndak Membanggakan Diri Berlebihan

Bersikap humble berarti ndak perlu terus-menerus menceritakan pencapaian kita kepada orang lain. Bukankah lebih indah jika keberhasilan kita berbicara lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata? Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan sejati ndak datang dari pengakuan eksternal. Mereka tahu bahwa prestasi terbaik adalah yang memberi dampak positif, bukan hanya yang mendapat tepuk tangan. Ketika kita ndak mencari validasi dari luar, hati kita menjadi lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Lagipula, orang yang terlalu membanggakan diri cenderung membuat orang lain merasa ndak nyaman. Sebaliknya, dengan bersikap rendah hati, kita justru menginspirasi orang lain untuk menghargai kita tanpa harus memintanya.

 3. Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Sikap humble juga terlihat dari bagaimana kita merespons kritik. Kritik, meski kadang terasa menyakitkan, adalah salah satu cara terbaik untuk tumbuh dan belajar. Orang yang humble melihat kritik sebagai peluang, bukan ancaman. Ketika kita menerima kritik tanpa defensif, kita menunjukkan bahwa kita cukup kuat untuk mengakui kekurangan. Sikap ini ndak hanya membuat kita lebih dihormati, tetapi juga membantu kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Lebih dari itu, menerima kritik dengan baik menunjukkan kematangan emosional. Kita belajar bahwa ndak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita sendiri. Dengan demikian, hidup menjadi lebih ringan karena kita ndak lagi terjebak dalam keinginan untuk selalu terlihat sempurna.

 4. Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Apakah ada sikap yang lebih humble daripada berani mengakui kesalahan? Orang yang rendah hati tahu bahwa meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Mengakui kesalahan menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan kita. Ini juga menciptakan ruang untuk memperbaiki hubungan yang mungkin retak. Dengan sikap ini, hati kita menjadi lebih ringan karena ndak membawa beban rasa bersalah yang berkepanjangan. Ketika kita meminta maaf dengan tulus, orang lain lebih mudah memaafkan, dan hubungan menjadi lebih harmonis. Sikap humble ini mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaikinya.

 5. Menyadari bahwa Semua Orang Memiliki Nilai yang Sama

Orang yang humble memahami bahwa setiap individu memiliki nilai yang sama, terlepas dari latar belakang atau status sosial. Sikap ini membantu kita untuk ndak memandang rendah orang lain atau merasa lebih superior. Ketika kita memandang semua orang setara, kita menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh kehangatan. Sikap ini membuat orang merasa dihargai dan nyaman berada di sekitar kita. Dengan demikian, hubungan sosial kita menjadi lebih erat dan bermakna. Selain itu, kesadaran ini mengajarkan kita untuk ndak terlalu terikat pada hal-hal material. Kehidupan menjadi lebih sederhana dan damai ketika kita fokus pada kualitas manusia, bukan atribut eksternal mereka.

6. Membantu tanpa Mengharapkan Imbalan

Salah satu bentuk sikap humble yang paling mulia adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Ketika kita membantu dengan tulus, kita ndak hanya memberi kebahagiaan kepada orang lain tetapi juga kepada diri sendiri. Orang yang humble memahami bahwa kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada mereka dalam bentuk yang ndak terduga. Sikap ini menciptakan rasa damai karena kita tahu bahwa kita telah memberikan kontribusi positif kepada dunia. Selain itu, membantu tanpa mengharapkan imbalan mengajarkan kita untuk fokus pada proses, bukan hasil. Dengan demikian, kita belajar untuk menikmati momen-momen kecil yang penuh makna dalam kehidupan sehari-hari.

 7. Bersyukur atas Hal-Hal Sederhana

Sikap humble yang membawa ketenangan dan kebahagiaan adalah kemampuan untuk bersyukur. Bersyukur ndak hanya tentang hal besar; bahkan momen sederhana seperti melihat matahari terbit atau menikmati secangkir kopi hangat dapat menjadi sumber kebahagiaan. Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tentang menghargai apa yang dimiliki. Ketika kita fokus pada hal-hal baik dalam hidup, kita menciptakan energi positif yang memancar ke sekitar. Dengan bersyukur, hati kita menjadi lebih tenang karena ndak terus-menerus mengejar sesuatu yang belum ada. Kita belajar untuk menikmati perjalanan hidup, bukan hanya tujuan akhirnya.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya. Untuk backgroundnya SettiaBlog mengadopsi warna bunga pink Carnation (anyelir warna pink).  

<

Video klip kedua ada "wish you were here" milik Avril Lavigne. Dalam lagu tersebut ditunjukkan sikap optimisme Avril. Setiap manusia yang berjiwa pasti memiliki harapan dan impian. Memiliki impian menyadarkan jika hidup harus ada tujuan yang diraih. Meskipun begitu, kita ndak bisa mewujudkan seluruh mimpi dalam satu waktu. Tetapi harus bersabar dan konsisten melakukan yang terbaik. Namun sebagai manusia biasa, ndak jarang hadir kekecewaan. Anda merasa jadi orang yang gagal karena banyak mimpi belum terwujudkan. Kehidupan yang tadinya penuh semangat berubah pesimis. Ketika Anda sadar masih banyak mimpi belum tercapai, katakan hal di bawah ini pada diri sendiri. Cita-cita boleh tertunda, namun diri sendiri tetap layak dihargai.

1. Seluruh jerih payah tetap layak dihargai

Rasa kecewa menyeruak saat Anda sadar masih banyak impian belum terwujudkan. Padahal selama ini Anda sudah berjuang mati-matian. Tapi dalam kondisi ini menyerah bukan keputusan yang tepat. Sebaliknya, katakan kalimat positif kepada diri sendiri. Boleh aja cita-cita dan impian belum tercapai. Tapi Anda sudah bersusah payah sejauh ini. Bahkan Anda tergolong hebat karena sudah bisa bertahan di titik yang sekarang. Rangkaian jerih payah yang sudah dilakukan tetap layak dihargai. Setidaknya berikan ucapan terima kasih kepada diri sendiri.

2. Semua hanya soal waktu dan kesabaran

Semua orang pasti memiliki ekspektasi meraih mimpi dengan mudah. Anda memiliki pekerjaan yang mapan, juga bisnis yang berkembang pesat. Belum lagi dikelilingi orang-orang tulus dan inspiratif. Tetapi semua harapan ndak berjalan sesuai realitas. Anda harus mengalami kenyataan pahit. Jika ditanya tentang perasaan kecewa, sudah pasti merasakannya. Tapi tetap berikan motivasi kepada diri sendiri. Semuanya soal waktu dan kesabaran. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan menyerah. Selama Anda konsisten dan mau bersabar, yang namanya keberhasilan pasti menghampiri.

3. Kita masih diberi kesempatan untuk berbenah

Pikiran buruk muncul saat Anda sadar masih banyak cita-cita belum terealisasi. Timbul perasaan jenuh menjalani kehidupan. Percuma aja sudah melakukan yang terbaik Namun ndak ada hasilnya. Tapi tunggu dulu, Anda jangan larut dalam prasangka. Alangkah baiknya mengatakan beberapa hal agar Anda ndak terpuruk. Inilah tanda kita diberi kesempatan untuk berbenah. Segala sesuatunya bisa dipersiapkan dengan lebih matang. Kelak saat waktunya tiba, Anda bisa meraih pencapaian lebih dari yang diperkirakan.

4. Ndak perlu membandingkan diri dengan kehidupan orang lain terlihat ideal

Wajar jika Anda merasa kecewa saat sadar banyak impian belum terwujudkan. Padahal  sudah berusaha dari jauh-jauh hari. Berada di titik melelahkan ini, timbul perasaan minder. Anda mulai melirik kehidupan orang lain yang terlihat ideal, kemudian meratapi nasib dan menyalahkan takdir. Betapa konyolnya kita jika ndak mampu menyikapi situasi seperti ini dengan cara bijak. Menyalahkan takdir ndak akan memperbaiki keadaan. Katakan pada dirimu agar ndak mudah membandingkan dengan kehidupan orang lain yang terlihat ideal. Cukup konsentrasi pada diri sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik, kelak kesuksesan akan mengikuti.

5. Tetap semangat dan optimis kesuksesan pasti datang

Mewujudkan impian ndak semudah yang diperkirakan. Banyak hambatan turut menyertai sehingga keberhasilan tertunda. Rasa kecewa tentu muncul dan mendominasi diri. Tapi jangan gegabah mengambil keputusan menyerah. Sebaliknya, katakan kalimat positif yang mampu memotivasi. Saat ini boleh aja Anda belum mampu mewujudkan impian. Namun harus tetap diiringi semangat dan optimis jika kesuksesan pasti datang. Ndak ada yang mustahil selagi Anda masih mau berusaha. Bisa jadi kesuksesan datang di waktu yang tepat, saat Anda sudah benar-benar siap menerima semuanya.


Optimis merupakan karakter indah seorang mukmin. Mukmin sejati harus senantiasa berpikir positif dan memotivasi diri menjadi pribadi yang memiliki visi akhirat, perfeksionis, dan punya standar yang tinggi untuk perkara-perkara yang dicintai Allah ﷻ. Sikap optimis harus ditanamkan dalam hati manakala suatu saat menghadapi badai masalah, ia akan tegar dan terus bersemangat mencari solusi penyelesaian masalah. Ndak mudah putus asa dan yakin pasti ada hikmah besar di balik semua takdir Allah ﷻ. Islam mengajarkan umatnya untuk bangkit menyongsong hari esok dengan obsesi baru, harapan dan semangat membara agar hidupnya lebih baik, amalnya lebih shalih, imannya bertambah kuat, serta hatinya dipenuhi buhul cinta kepada Allah ﷻ, ndak menyesali peristiwa masa lalu yang mungkin menumbuhkan kesedihan mendalam.

Hadapi perkara mendatang dengan penuh kebahagiaan dan menepis dan melawan perasaan negatif yang belum terjadi. Al-Hulaimi rahimahullah mengatakan: “Nabi Muhammad ﷺ suka dengan optimisme, karena pesimis merupakan cermin persangkaan buruk kepada Allah ﷻ tanpa alasan yang jelas. Optimisme diperintahkan dan merupakan wujud persangkaan yang baik. Seorang mukmin diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah ﷻ dalam setiap kondisi.

Optimisme butuh action dan langkah nyata seorang yang ingin sukses menempuh studi atau menuntut ilmu agama perlu belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, dan mengerahkan segala potensi yang dimilikinya. Menjalankan usaha-usaha atau ikhtiar dalam mencapai tujuannya. Begitu pula ketika berniat berumah tangga, semangat aja belum cukup, butuh kesiapan fisik dan ilmu yang terkait dengan kerumahtanggaan agar bahtera pernikahannya berkah di sisi Allahﷻ. Hidup ini hakikatnya adalah belajar, beramal dan bersabar serta mengiringi semua yang kita lakukan dengan penuh optimisme, Allah ﷻ akan memberi kita yang terbaik sesuai takdirnya. Yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan. Allah ﷻ berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)
Seorang mukmin sejati dalam segala situasi dan kondisi harus bergantung hatinya kepada Allah ﷻ. Memperbanyak doa dan husnudzan kepada Allah ﷻ akan memberikan pilihan terbaik sesuai dengan ilmu Allah ﷻ meski terkadang ndak selaras dengan nafsu manusia.

Al-Hasan al-Basri mengatakan, “Sesungguhnya tawakal seorang hamba kepada rabbnya adalah ia meyakini bahwa Allah itu sumber kepercayaan dirinya.” (Al-Fawa’id, 149).

Dec 22, 2025

Alasan Pentingnya Memiliki Sikap Tekun dalam Hidup

 


Video klip di atas ada "The Life of a Showgirl", salah satu lagu yang ada di album terbarunya Taylor Swift yang dirilis pada 3 Oktober 2025 dan dalam lagu tersebut berkolaborasi dengan Sabrina Carpenter. Lagunya c ini renyah, enak di denger, kalau ndak salah dia pakai nada dasar G5 (G power). The Life of a Showgirl juga di jadikan judul album ke 12 Taylor Swift. Prestasi yang luar biasa lho itu, mulai tahun 2006 saat rambutnya masih kriwul sampai sekarang, dengan tekun dia rajin berkarya. Entah udah berapa aja perhargaan yang di terimanya. Itu semua merupakan hasil dari ketekunan dia dalam berkarya. Dalam kehidupan selalu ada sebab akibat. Hukum sebab akibat adalah hukum kekekalan sampai kapanpun akan tetap berlaku bagi siapapun, untuk apapun ndak ada yang terkecuali. Di dalam Hukum Sebab Akibat tercakup hukum alam dan hukum kehidupan. Contoh suatu kecambah misalnya, berasal dari biji atau benih dan pertumbuhannya tergantung pada tanah, kelembaban, suhu dan matahari. Jika terdapat suatu kondisi yang kurang, maka kecambah tersebut ndak akan dapat tumbuh. Begitu juga yang di alami Taylor Swift, punya bakat, tekun dan lingkungan yang mendukung kariernya. Tentu ndak terlepas dari ujian, ya, cemoohan, cacian dan lain - lain. Tapi justru itulah yang membuatnya hebat.

Setiap orang itu ndak dilahirkan dengan ketekunan yang tertanam dalam diri mereka lho. Kita harus memperolehnya dengan usaha dan latihan yang keras. Segala hal yang dilakukan dengan ketekunan akan membawa pada hidup yang lebih baik. Orang tekun akan mengambil tindakan yang konsisten untuk mencapai tujuan mereka. Ketekunan adalah salah satu sikap yang penting untuk kita miliki. Mengapa demikian? Di bawah ini ada alasan pentingnya memiliki sikap tekun dalam hidup, 

1. Dengan ketekunan Anda bisa mencapai hal-hal besar dalam hidup

Pada dasarnya, ketekunan adalah usaha-usaha kecil yang dilakukan secara terus-menerus hingga membuahkan hasil yang besar. Ndak heran, banyak ilmuwan yang berhasil dalam penemuannya lantaran mereka pantang menyerah dalam berusaha. Meskipun hal ini terasa sulit dan berat, tapi kita harus tetap berusaha untuk mencobanya. Usaha-usaha kecil yang Anda lakukan dapat mengantarkan kepada hal-hal besar dalam hidup Anda. Apakah Anda masih ingat, batu yang berlubang oleh tetesan air itu bukan karena kekuatan airnya, melainkan karena kegigihannya. Ketekunan akan mengantarkan seseorang pada keberhasilan.

2. Anda akan menjadi ahli dalam bidang tertentu

Setiap orang yang tekun pasti mencintai apa yang mereka kerjakan. Ketika Anda senang dalam melakukan sesuatu, kemudian pekerjaan itu dilakukan dengan konsisten, maka Anda akan menjadi ahli pada bidang tersebut. Misalkan jika Anda tekun bermain sepakbola, bulu tangkis dan lain-lain, maka Anda akan jadi ahli dalam bidang olahraga. Jika Anda pandai dan rajin melukis, menggambar, maka Anda akan jadi ahli dalam bidang seni, dan masih banyak contoh yang lainnya. 

3. Terhindar dari rasa malas

Orang yang memiliki ketekunan dalam hidupnya, sudah dapat dipastikan bahwa mereka adalah orang-orang yang anti dengan sifat pemalas. Karena, mereka bisa melawan rasa malas tersebut dengan usahanya bukan justru menuruti kemalasannya. Mereka lebih memilih bergerak maju walaupun selangkah demi langkah. Karena sedikit apa pun perubahan yang terjadi itu tetap sebuah kemajuan. Orang-orang yang tekun memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya.

4. Anda akan lebih menghargai waktu

Orang yang tekun selalu mempunyai waktu untuk mengerjakan suatu hal-hal yang bermanfaat baginya. Misalnya aja dengan membaca buku. Orang yang tekun ndak membaca buku saat waktu luang aja, melainkan ia selalu meluangkan waktu untuk membacanya. Sedangkan orang yang malas, mereka cenderung ndak menghargai waktu sama sekali, ia suka menunda-nunda suatu pekerjaan bahkan mereka menghabiskan hari-harinya untuk bersantai-santai tanpa melakukan apa pun. 

5. Dapat menghadapi tantangan dengan percaya diri

Umumnya, sebagian besar orang berkecil hati dengan berbagai masalah yang menimpa dalam hidup. Dan ndak jarang juga ada yang menganggap bahwa kehidupan yang dipenuhi masalah itu merupakan sebuah takdir dari Allah ﷻ. Namun di sisi lain, orang yang tekun justru memilih untuk bekerja keras demi memperbaiki hidupnya daripada hanya duduk diam aja tanpa melakukan apa-apa atau sibuk meratapi sebuah nasib. Mereka tetap berusaha keras dengan penuh semangat untuk mengubah kondisi hidupnya. Karena mereka yakin dengan usaha yang giat, pasti akan membuahkan hasil yang nyata walaupun hasilnya belum seberapa.

Keberhasilan bukanlah milik mereka yang pintar dan punya banyak harta, akan tetapi milik orang-orang yang tekun berusaha dan ndak mengenal putus asa. Jadilah pribadi yang tekun, ya!

Udah ya, maafin SettiaBlog ya. Untuk backgroundnya itu SettiaBlog gunakan guratan - guratan yang ndak simetris tapi tetep enak di lihat kok.


Video klip kedua SettiaBlog ambil "Spanish Romance" yang di cover Ilona dengan gitar Enya Nexg, produsen gitar yang terkenal dengan inovasinya. Ilona ini juga sama, dengan tekun terus meningkatkan kualitas permainan gitarnya, focusnya emang di musik klasik. SettiaBlog, cerita lagi tho...! Cerita apa? Lha wong dulu itu SettiaBlog kalau buat cerita gitu ndak ada kok orang di sekitar SettiaBlog yang kasih respon. E...kayaknya pernah sekali ada yang pernah ngasih respon. Temen SettiaBlog namanya mbak Kristina, waktu itu ada tugas buat cerita di tulis di kertas folio, dia lihat cerita SettiaBlog dan meresponnya bukan karena ceritanya yang menarik tapi waktu itu SettiaBlog menulis ceritanya dengan tinta merah, habisnya tinta hitam SettiaBlog habis...he...he.., sekarang cerita ya.

Siapa sangka kerjaannya tukang perahu bisa mengantarkan seseorang jadi salah satu orang terkaya di negerinya. Kenalan nih sama Dengtong. Awalnya dia cuman orang biasa, hidup sederhana banget. Konon pakai baju aja bolong-bolong karena miskinnya. Pekerjaannya mengemudikan perahu penyeberangan. Jadi dia sering ketemu orang istana yang lewat sungai. Kaisar Wen berkuasa 180 sampai 157 sebelum Masehi. Suatu hari mimpi aneh. Dalam mimpinya dia lagi susah payah manjat ke langit. Mungkin mau ketemu Dewa kali ya, tapi ndak bisa sampai-sampai. Tiba-tiba muncul seorang tukang perahu berbaju comppang-camping nolong dorong kaisar dari belakang sampai berhasil naik ke surga.

Nah, pas kaisar bangun, beliau keliling cari orang yang mirip sama di mimpi. Nemulah Dengtong dengan baju tambal sulamnya. Wah, ini dia orangnya, pikir kaisar. Dengtong pun dipanggil ke istana. Awalnya Kaisar Wen kasih jabatan kecil yang nyambung sama mimpi itu. Dengtong dijadiin petugas perahu pribadi kaisar semacam pelindung istana gitu. Tapi lama-lama karena kaisar ini senang banget sama si Deng, mungkin merasa Deng pembawa hoki setelah mimpi, Dengtong diberondong hadiah. Bayangin harta Dengtong naik sampai hitungan puluhan miliar koin uang. Ini menurut catatan sejarawan Shimachian. Gila ndak tuh miliaran koin di zaman itu? Kaisar bahkan angkat Dengtong jadi pejabat bangsawan bergelar Lord dan sering main ke rumahnya buat having fun. Puncaknya, Kaisar Wen menghadiahi Dengtong hak khusus menambang tembaga di pegunungan Yandao Shu, daerah Siichuan dan mengizinkan dia mencetak koin sendiri dengan tembaga itu. Koin-koin buatan Dengtong, orang nyebutnya uang deng, saking banyaknya sampai beredar di seluruh negeri. Kebayangkan cuannya sebesar apa kalau punya izin nge-print duit sendiri.

Tapi nih cerita dengtong bukan cuma soal dari ndak ada menjadi segalanya, tapi juga kembali ke ndak ada. Lho, kok jadi semua kekayaan dan posisi dengtong itu kan berkat kebaikan Kaisar Wen. Namanya juga modal relationship. Begitu Kaisar Wen wafat, pemasok hoki dengtong mendadak hilang. Kaisar Jing putra Kaisar Wen naik takhta tahun 157 sebelum Masehi. Dan doi ndak suka sama Dengtong. Mungkin para bangsawan lain juga iri lihat orang biasa jadi super kaya. Dengtong akhirnya dijauhi dari istana.

Pemerintah baru menyita semua hartanya dengan berbagai dalih. Dengtong telah menyelundupkan koin keluar perbatasan ke suku barbar. Dengtong dituduh utang pajaklah, penyelundupanlah. Pokoknya diakal-akalin supaya hartanya bisa disita. Hasilnya seluruh kekayaan Dengtong Ludes diambil negara.

Bahkan kabarnya setelah disita pun masih dianggap kurang bayar utang. Jadi Dengtong jatuh miskin banget sampai ndak punya sepesar pun uang mati miskin menumpang di rumah orang. Ironis ya. Dari baju bolong jadi orang paling tajir, balik lagi jadi ndak punya apa - apa. Dengtong ini ngasih kita gambaran kalau jadi orang kepercayaan kaisar itu bisa bikin kaya mendadak. Sistem sosialnya memungkinkan kaisar ngasih privilege besar, lahan tambang, monopoli uang. Tantangannya, nasib orang itu nempel ke nasib kaisar. Begitu pelindungnya wafat atau diganti, habislah riwayat. Para elit lama yang ndak suka bakal balik berkuasa dan bisa balas dendam kayak yang dialami Dengtong. Jadi semacam high risk, high return versi kuno. Cepat kaya tapi rawan kepelintir kalau politik berubah.


Kepercayaan ndak ternilai harganya. Bahkan rupiah dan dolar sekalipun ndak bisa membayar lunas harga sebuah kepercayaan. Kepercayaan adalah investasi seumur hidup, yang masa tanam dan panennya selalu beriringan setiap hari. Semakin gigih Anda menanam, semakin banyak Anda panen. Semakin baik Anda merawat, semakin baik kualitas dan kuantitas yang Anda dapat.

Menjaga kepercayaan bukan pekerjaan orang sembarangan. Karena amat merugi ketika sebuah kepercayaan disia-siakan. Kekecewaan yang berujung hilangnya rasa percaya adalah sebuah malapetaka besar. Sebab butuh waktu lebih lama untuk membangun daripada menghancurkan. Apalagi kalau sebelumnya mengumbar banyak harapan. Saat harapan pupus satu per satu bersama hilangnya kepercayaan, ini yang akan membuat Anda hancur lebur menjadi debu yang tiada berarti. Bahkan lebih pahit dari sekadar kehilangan kepercayaan. Bagaimana ndak, bukan sekadar kepercayaan yang hilang, tapi juga harapan untuk percaya pun telah pupus.

Memenuhi apa yang menjadi harapan dan mengantisipasi apa yang menyebabkan kekecewaan berarti menyemai benih-benih kepercayaan. Memenuhi harapan tanpa cela dan membabat habis semua peluang kekecewaan adalah cara paling jitu agar kepercayaan tetap tumbuh, kokoh menjulang. Setiap orang selalu butuh alasan untuk percaya. Maka penting untuk mencari tahu dan membuat-buat alasan tersebut. Agar kelak, dapat selalu Anda rawat apa yang menjadi alasan orang percaya pada Anda. Sebab hilangnya alasan untuk percaya akan selalu disertai hilangnya rasa percaya itu sendiri. Alasan dan harapan, dua hal ini yang harus selalu Anda tumbuhkan. Anda sirami dan beri pupuk tiap hari. Dari sebutir biji jadi kecambah, lalu pohon besar yang lebat dan ranum buahnya. Dapat Anda petik dan makan bersama.

Satu hal yang mungkin sekarang Anda belum mengerti bagaimana rasanya: penyesalan yang bertambah-tambah dari hilangnya sebuah kepercayaan. Kalau kepercayaan begitu berharga dan Anda jaga sepanjang masa, bagaimana dengan hati yang telah dipercayakan pada Anda?

Dec 16, 2025

Hal yang akan Terjadi jika Ndak Totalitas dalam Bekerja

 


Video klip di atas ada 'I miss you, I'm sorry' milik Gracie Abrams yang versi live. Gracie benar - benar menjiwai lagunya, Anda bisa lihat mimik wajahnya, seolah - olah dia benar - benar merasakan perasaan itu. Ya itu namanya totalitas. SettiaBlog suka gaya rambutnya, kamu lebih terlihat dewasa Gracie. Usia 26 tahun boleh di bilang puncak masa dewasa awal (young adulthood), fase dinamis penuh perubahan fisik, kognitif, dan emosional, di mana seseorang fokus pada kemandirian, membuat keputusan penting (karier, finansial, hubungan), dan sering kali mengalami quarter-life crisis saat transisi dari remaja ke dewasa matang, ditandai tanggung jawab penuh dan melepaskan ekspektasi masa lalu. Ini adalah masa penting untuk membentuk identitas diri dan membangun fondasi hidup lebih lanjut. 

Dunia kerja memang ndak mudah. Ketika Anda sudah terjun di dalamnya, ada beragam tantangan yang siap ndak siap harus dihadapi. Baik itu dari segi kebiasaan dan perilaku Anda sendiri, kondisi lingkungan, maupun sikap dan karakter orang-orang di sekitar. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika sudah terjun di dunia kerja adalah totalitas. Totalitas mencerminkan kesungguhan Anda terhadap pekerjaan yang diemban. Meskipun begitu, pada kenyataannya masih banyak orang yang menganggap remeh akan hal tersebut. Padahal ndak bersungguh-sungguh terhadap apa yang dikerjakan memiliki resiko tersendiri, lho. Berikut ini ada beberapa hal yang akan terjadi jika Anda ndak totalitas dalam bekerja.

1. Pekerjaan banyak yang terbengkalai

Menggeluti suatu bidang pekerjaan tertentu, Anda pasti memiliki tanggungan yang harus diselesaikan. Tentu aja totalitas memegang peranan penting. Dengan adanya kesungguhan hati, Anda akan menyelesaikan tanggung jawab yang dibebankan dengan optimal. Tapi bagaimana jika dalam bekerja ternyata kita ndak memiliki kesungguhan? Sudah pasti hasil yang akan dicapai akan berbeda. Bekerja tanpa totalitas akan membuat Anda kacau dan merasa berantakan. Alih-alih selesai secara optimal, yang ada justru banyak tanggung jawab ndak terselesaikan.

2. Akan timbul rasa malas

Sejatinya malas adalah sifat yang pasti ada dalam diri setiap orang. Namun demikian, ini tergantung dari bagaimana masing-masing orang mengelolanya. Ketika memanjakan sifat malas secara berlebihan, kelak yang akan menanggung resikonya adalah diri sendiri. Lantas, apa hubungannya dengan totalitas dalam bekerja? Perlu diketahui, totalitas turut mempengaruhi kesungguhan hati dalam menyeleseikan pekerjaan sebaik mungkin. Ketika rasa totalitas itu hilang, Anda akan melakukan sesuatu setengah hati sehingga tanpa disadari timbul rasa malas.

3. Proses Anda akan terhambat

Dalam menjalani hidup, kita pasti akan selalu berkaitan dengan yang namanya proses, ndak terkecuali ketika sedang bekerja. Setiap orang tentu ingin berkembang dari waktu ke waktu. Terbentuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas dan lebih berkompeten daripada sebelumnya. Tapi sayangnya, ini ndak akan terjadi jika kita ndak memiliki totalitas dalam bekerja. Mungkin terdengar sepele, tapi pada kenyataannya bekerja tanpa kesungguhan hati malah membuat semuanya ndak dapat terselesaikan secara maksimal. Pada akhirnya justru proses yang dijalani akan terhambat.

4. Sering melakukan kecerobohan

Kecerobohan sudah pasti menjadi hal yang harus dihindari, terutama ketika tengah menyelesaikan pekerjaan. Bukan tanpa alasan, kecerobohan pada akhirnya dapat memicu akibat fatal yang merugikan. Baik itu merugikan bagi diri sendiri maupun merugikan bagi orang lain. Perilaku ndak totalitas erat kaitannya dengan kecerobohan. Bagaimana pun juga, mengerjakan segala sesuatu secara setengah hati dan ogah-ogahan membuat ndak fokus serta ndak teliti. Jika sampai ini terjadi, maka Anda akan semakin rentan melakukan kesalahan.

5. Mendapatkan penilaian buruk dari atasan maupun sesama rekan kerja

Memasuki lingkup dunia kerja, Anda ndak hanya bergelut dengan setumpuk pekerjaan, melainkan juga berhadapan dengan rekan dan atasan kerja. Salah satu dasar penilaian mereka terhadap diri Anda adalah terkait bagaimana kesungguhan Anda dalam bekerja sehingga tanggung jawab terselesaikan dengan baik. Namun sayangnya, masih cukup banyak orang yang ndak memiliki kesadaran atas hal tersebut. Alih-alih bekerja secara totalitas, yang ada sebagian orang justru terkesan ogah-ogahan. Padahal sikap yang demikian bisa membuat atasan maupun rekan kerja memiliki pandangan yang negatif terhadap diri Anda.

Dunia kerja memang penuh dengan tantangan. Ndak hanya berkutat dengan setumpuk pekerjaan, namun Anda juga berhadapan dengan rekan maupun atasan kerja. Setelah mengetahui beberapa hal di atas, apakah Anda yakin masih mengesampingkan totalitas dalam bekerja?

Udah ya, maafin SettiaBlog ya. O ya lupa, selalu berpikir positif ya. Berpikir positif lebih membantu dalam pemecahan masalah lho, karena orang yang berpikir positif memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menerima informasi baru. Ini meningkatkan kemampuan orang untuk "menghubungkan titik-titik", sehingga membantu mereka mengatasi masalah. Pemikir positif juga memiliki lebih banyak energi, karena orang-orang dengan pengaruh disposisi positif memiliki lebih banyak energi dan antusiasme daripada mereka yang memiliki pengaruh negatif lebih banyak. Di samping itu bersikap positif dalam menghadapi kesulitan dapat membantu Anda menjadi lebih tangguh lho. Dan orang yang positif lebih sehat, karena watak bahagia dari orang-orang positif mengarah pada manfaat kesehatan yang nyata.

<

Video klip di atas ada sketsa anak yang lagi bersedih. Jangan bersedih ya..! Mending sit still, look pretty (duduk diam, yang cantik) dengerin SettiaBlog bercerita...he....he...

Udara dingin menusuk tulang, kabut tebal menutupi sungai yang arusnya menderu ganas dan seluruh dunia terasa hening. Tapi ini bukan keheningan yang damai. Ini adalah antisipasi. Ribuan tahun lalu, jauh sebelum masehi, sesuatu yang besar akan terjadi. Sesuatu yang akan menentukan takdir dan karakter miliaran manusia di masa depan. Ceritanya dimulai karena kekacauan. Manusia di bumi kesulitan mengingat tahun. Ndak ada sistem kalender yang paten. Kaisar Giok, penguasa tertinggi di langit melihat kekacauan ini dan memutuskan butuh cara baru. Dia mengirimkan dekrit ke seluruh penjuru bumi. "12 hewan pertama yang berhasil mencapai gerbang istanaku akan mendapatkan kehormatan abadi. Nama mereka akan digunakan untuk menandai siklus waktu." Bayangkan betapa hebohnya dunia hewan. Ini bukan cuma soal gengsi, ini soal keabadian. Semua bersiap, tapi apakah perlombaan ini akan semudah kelihatannya?

Aliansi dan pengkhianatan paling ikonik. Sebelum perlombaan dimulai, kita fokus dulu kedua sahabat yang paling kompak, kucing dan tikus. Di zaman kuno itu, mereka adalah duo yang solid. Mereka sadar diri. Keduanya kecil dan yang paling parah, mereka ndak jago berenang. Padahal rintangan terbesar dalam perlombaan ini adalah menyeberangi sungai raksasa yang arusnya sangat kencang tepat sebelum garis finish. Mereka butuh strategi brilian untuk mengatasi ini. Mereka mendekati kerbau, hewan yang paling kuat, paling stabil, dan paling baik hati. Mereka bilang, "Wahai kerbau, kami tahu kamu pasti akan menang. Tapi bolehkah kami menumpang di punggungmu saat menyeberangi sungai?" Kerbau yang memang dasarnya lurus dan tulus setuju aja. Dia ndak melihat mereka sebagai ancaman. Kucing yang sedikit khawatir karena dia gampang ketiduran berpesan pada Tikus, "Besok pagi bangunkan aku ya, jangan sampai kita telat." Tikus mengangguk setuju. Ini adalah aliansi yang menjanjikan kesuksesan bagi mereka. Namun, ambisi mengubah segalanya.

Malam sebelum perlombaan, sementara kucing sudah tidur pulas, tikus tetap terjaga. Dia melihat kucing dan mulai berpikir lebih jauh. Dia ndak cuma mau lolos, dia mau jadi nomor satu. Kalau kita sampai bersamaan, siapa yang akan jadi yang pertama? Oleh karena itu, ketika Fajar menyingsing tikus membuat keputusan egois. Dia menyelinap pergi sendirian. Dia meninggalkan sahabatnya, kucing yang masih terlelap. Tikus berhasil menemui kerbau. Tepat waktu dan mereka memulai perjalanan. Kucing ketika akhirnya bangun menyadari bahwa perlombaan sudah dimulai dan dia telah dikhianati. Inilah awal mula dendam abadi itu. Tapi apakah strategi tikus ini akan berhasil semudah itu? Kecerdikan melawan kekuatan di sungai.

Oke, jadi kerbau mulai bergerak jauh sebelum yang lain. Dia memang lambat di darat, tapi begitu masuk ke air dia seperti kapal tanker, stabil dan ndak terhentikan. Tikus duduk manis di punggung kerbau, menikmati perjalanan gratis sambil menghindari arus sungai yang mematikan. Hewan-hewan lain yang lebih cepat di darat seperti harimau baru aja tiba di tepi sungai dan terkejut melihat betapa sulitnya menyeberang. Mereka harus berjuang keras melawan arus yang terus mendorong mereka ke hilir. Sementara itu, kerbau terus maju dengan mantap. Dia sudah bisa melihat tepian seberang. Gerbang istana langit sudah di depan mata. Kerbau berpikir dalam hati, "Aku akan jadi yang pertama. Kerja kerasku terbayar." Dia fokus pada tujuannya. Tipikal kerbau yang gigih dan jujur. Dia sama sekali ndak curiga dengan tikus yang ada di punggungnya. Baginya, dia sudah memenuhi janjinya untuk membantu si kecil menyeberang.

Konteksnya di sini adalah kerbau merasa sudah menang karena kekuatannya. Tetapi konflik justru muncul dari penumpangnya sendiri. Tepat ketika kaki depan kerbau menyentuh daratan kering di seberang sungai. Tikus mengambil kesempatan emasnya dengan satu gerakan cepat yang sudah dia perhitungkan sejak awal. Tikus melompat dari kepala kerbau, berlari melewati gerbang dan langsung bersujud di depan kaisar Giok. Tikus dinobatkan sebagai hewan pertama dalam zodiak Tiongkok.

Kerbau yang baru aja selesai keluar dari air hanya bisa melongo. Dia berada di urutan kedua. Dia dikalahkan bukan oleh kekuatan yang lebih besar, tapi oleh kelicikan atau kecerdasan oportunis tergantung bagaimana Anda melihatnya. Bayangkan perasaan kerbau. Apakah adil menggunakan kebaikan orang lain untuk keuntungan Anda sendiri? Ndak begitu lama setelah drama di garis finish itu, harimau tiba. Dia basah kuyup, terengah-engah, dan tampak kelelahan luar biasa. Meskipun dia sangat kuat dan perenang yang handal, arus sungai tadi benar-benar menguras tenaganya. Dia harus puas di posisi ketiga. Ini menunjukkan bahwa bahkan kekuatan murni pun bisa ditaklukkan oleh alam. Tapi siapa yang menyusul di posisi keempat?

Ternyata kelinci. Bagaimana kelinci yang kecil bisa menyeberang? Dia ndak berenang. Dia melompat lincah dari satu batu ke batu lain yang muncul di permukaan sungai. Tapi di tengah jalan dia hampir terpeleset dan jatuh ke arus yang deras. Di sinilah keberuntungan berperan. Sebatang kayu kebetulan hanyut melewatinya. Kelinci berpegangan erat pada kayu itu dan terbawa arus sampai ketepian. Dia selamat dan mendapatkan posisi keempat. Tapi tunggu dulu, ada yang aneh di sini. Di mana naga? Bukankah naga adalah makhluk paling kuat, paling agung, dan yang terpenting bisa terbang? Kenapa dia belum sampai?

Nah, ini bagian yang jarang diceritakan. Naga sebenarnya sudah dalam perjalanan dan bisa aja jadi yang pertama dengan sangat mudah. Dia terbang tinggi di atas sungai. Namun dalam perjalanannya dia melihat ke bawah dan menyaksikan sebuah desa di bumi yang mengalami kekeringan parah. Para penduduknya menderita. Tanaman mereka layu, merasa iba. Naga berhenti sejenak dari perlombaan. Dia mengumpulkan awan dan menurunkan hujan bagi desa tersebut. Karena tindakan mulianya inilah naga tiba di urutan kelima. Ini mengajarkan kita sesuatu yang mendalam. Bahwa kekuatan sejati bukan cuma soal menang untuk diri sendiri, tapi soal bagaimana menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan yang lebih besar.

Tipu daya kedua dan kekuatan tim. Setelah naga mendarat dengan anggun, persaingan kembali memanas dan intrik. Kuda berlari kencang melintasi daratan dan tampaknya akan jadi yang keenam. Dia sudah sangat dekat dengan garis finish. Kaisar Giok sudah bersiap menyambutnya. Tetapi tepat saat dia akan melangkah masuk, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Ular tiba-tiba muncul dari balik kuku kuda. Ternyata ular yang cerdik dan licik seperti tikus diam-diam melilit di kaki kuda sepanjang perjalanan menyeberangi sungai. Dia juga menumpang. Kemunculan ular yang tiba-tiba ini membuat kuda kaget setengah mati. Kuda meringkik ketakutan dan melonjak mundur. Kesempatan sepersekian detik itu dimanfaatkan ular untuk menyelinap masuk dan merebut posisi keenam. Kuda yang masih syok dan jantungnya berdebar kencang harus puas di posisi ketujuh. Ironis bukan? Hewan sebesar kuda kalah gesit oleh ular hanya karena rasa takutnya sendiri. Di belakang mereka melihat pemandangan yang sangat berbeda. Bukan persaingan individu, tapi kerja sama tim. Trio yang ndak terduga kambing, monyet, dan ayam muncul bersama. Mereka menyadari bahwa mereka ndak akan bisa menyeberang sendirian. Ayam menemukan sebuah rakit kayu. Monyet dan kambing membantu membersihkan alang-alang dan mendorong rakit ke air. Mereka mendayung bersama melintasi sungai. Kaisar Giok sangat terkesan. Mereka memutuskan untuk memberikan posisi kedelapan kepada kambing karena dianggap paling supportif. Diikuti monyet di posisi kesembianl dan ayam di posisi ke-10.

Tapi dengan 10 posisi terisi, siapa yang akan mengisi dua tempat terakhir? Keterlambatan yang konyol. Tinggal dua tempat lagi. Semua mata tertuju ke arah sungai. Akhirnya anjing muncul dari air menggoyangkan badannya yang basah. Anjing sebenarnya perenang yang handal dan seharusnya bisa tiba lebih awal. Lantas kenapa dia terlambat? Ternyata anjing terlalu menikmati air sungai yang segar dan jernih. Sudah lama dia ndak mandi dan bermain air sepuasnya. Jadi, alih-alih fokus pada perlombaan, dia malah asyik bermain air. Dia baru ingat kalau sedang berlomba ketika melihat hewan lain sudah hampir selesai dan langsung mengamankan posisi ke-11. Kaisar Giok akan menutup perlombaan. Gerbang sudah hampir ditutup, tapi tiba-tiba terdengar suara oing-oing dari kejauhan. Babi berlari tergopoh-gopoh. Dia adalah hewan terakhir yang tiba menggenapi siklus di posisi ke-12. Kenapa dia terlambat? Jawabannya jujur sekali. Dalam perjalanan dia merasa lapar. Dia berhenti untuk makan besar dulu. Setelah kenyang, dia merasa mengantuk dan tidur siang sebentar. Dia baru bangun dan menyadari kalau dia hampir terlambat. Babi berhasil masuk tepat waktu, mencerminkan sifatnya yang santai dan menikmati hidup.

Dan begitulah urutan 12 terbentuk. Tapi kalau kita lihat lagi, perlombaan langit ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur. Ini adalah cerminan strategi dan karakter dalam hidup. Ini bukan tentang siapa yang terkuat atau tercepat. Tikus menang karena dia yang paling cerdik dan oportunis. Kerbau menunjukkan kegigihan dan kebaikan hati. Meskipun itu membuatnya dimanfaatkan, naga menunjukkan bahwa kemuliaan dan belas kasihan lebih penting daripada kemenangan semata. Dan trio kambing, monyet, ayam membuktikan kekuatan kolaborasi. Bahkan keterlambatan anjing dan babi mengajarkan kita tentang pentingnya menikmati proses meskipun tetap harus menyelesaikan tugas. Kaisar Giok sepertinya sengaja membiarkan drama ini terjadi karena hidup memang seperti itu. Keseimbangan antara kelicikan, kekuatan, keberuntungan, dan kebajikan.

Makanya kita harus selalu eling lan waspodo.  Eling  ( ingat ) berarti kita harus ingat bahwa tujuan sejati kita adalah Allah ﷻ maka segala perilaku kita harus dalam rangka ibadah ke Allah ﷻ tetapi dalam praktik perjalannya seringkali ujian, halangan dan cobaan datang sehingga kita lupa tujuan sejati kita. Maka kita harus terus Waspodo  ( waspada ) setiap perjalannya. Dihitung. Dirumus. Difikirkan. Berhati -- hati dalam melangkah. Agar selalu ingat tujuan sejati.