Mar 30, 2025

4 Hal Agar Ndak Riya' Dalam Beribadah

 


Video klip di atas ada" twilight zone" miliknya Ariana Grande. SettiaBlog suka konsep video klipnya. SettiaBlog sendiri memaknai waktu senja:
 🌠 Waktu yang tepat untuk merenung, mengevaluasi kehidupan, dan merenungkan pilihan-pilihan yang kita buat.
 🌠 Waktu yang membawa pesan harapan dan kedamaian.
 🌠 Momen romantis, di mana pasangan seringkali menyaksikan matahari terbenam bersama.
 🌠 Sumber inspirasi bagi seniman, penyair, dan penulis.
 🌠 Simbol cinta serta keindahan.
Dan sebelum pembahasan.
On this joyous occasion of Eid al-Fitr, SettiaBlog apologize for any wrongs I have done to you. Eid Mubarak!
Di momen bahagia ini, SettiaBlog minta maaf atas segala kesalahan yang pernah SettiaBlog lakukan pada Anda semuanya . Selamat Hari Raya Idul Fitri!

May the blessings of Eid al-Fitr bring us closer and wash away any misunderstandings between us. Eid Mubarak!
Semoga berkah Idul Fitri membawa kita semakin dekat dan menghilangkan kesalahpahaman di antara kita. Selamat Hari Raya Idul Fitri!
Untuk kartu ucapan di atas SettiaBlog terinspirasi dari kartu ucapan jaman dulu, menggunakan kertas Afdruk foto yang ndak jadi, itu lho warnanya yang jadi hitam semua. Terus di gores menggunakan logam tumpul. Tapi kali ini yang SettiaBlog gunakan media korek api Zippo hitam polos, terus SettiaBlog gores menggunakan obeng kecil. Font nya sendiri SettiaBlog gunakan font nya Google yang Skranji.

SettiaBlog bener - bener minta maaf kepada semuanya. Ya mungkin banyak bahasan SettiaBlog yang sifatnya kurang benar, mohon di lupakan dan jangan di masukkan hati.

Salah satu penyakit hati yang bisa hinggap pada diri seorang hamba Allah SWT adalah riya' atau pamer. Ketika melaksanakan ibadah, seseorang yang hatinya sedang terjangkit penyakit ini biasanya akan mengharapkan perhatian dan pujian dari orang lain. Selain ujub atau sombong, riya' adalah penyakit hati yang cukup berat untuk dilewati oleh seorang ahli ibadah. Namun demikian, ada beberapa cara dan upaya agar hati kita ndak terinfeksi riya', sehingga ibadah yang dilakukan ndak rusak dan memiliki nilai sebagaimana yang diharapkan. Mengenai hal ini, Imam Ghazali menjelaskan, setidaknya ada 4 pengingat bagi hamba Allah SWT agar bisa menghilangkan riya' dalam hati. Penjelasan ini diungkap Imam Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin halaman 355-358.

Merasa ibadah masih kurang

Seorang hamba perlu mengingat dan merenungi firman Allah SWT dalam Surat At-Thalaq ayat 12
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”
Menurut Al-Ghazali, ayat tersebut menjadi teguran kepada hamba Allah SWT. Seolah-olah Allah SWT mengatakan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bumi, berikut keindahan yang ada di dalamnya untuk dinikmati oleh kita semua. Tapi hal itu ternyata ndak membuat kita ‘setia’ kepada-Nya sampai-sampai dalam beribadah pun harus mencari simpati dan pujian dari orang lain. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui terhadap semua makhluk-Nya. Sementara kita adalah makhluk lemah, untuk melaksanakan shalat 2 rakaat aja masih banyak kesalahan dan kekurangan, namun malah berharap pujian dari selain Allah SWT atas shalat yang berkekurangan tersebut. Merasa ibadah yang kita lakukan masih kurang akan menghilangkan potensi untuk mengharapkan pujian dari orang lain. Sebaliknya, merasa ibadah sudah baik bahkan menganggap sempurna akan menumbuhkan benih-benih riya' dalam hati seseorang.

Mendapat kerugian besar

Pengingat selanjutnya adalah ibadah kita akan mendapatkan balasan yang luar biasa dari Allah SWT. Namun jika ibadah itu ternyata sudah terkontaminasi dengan riya', tentu aja balasan yang luar biasa tersebut sudah ndak berlaku lagi. Imam Ghazali mengumpamakan ibadah yang dikotori dengan riya' seperti seseorang yang memiliki permata dan siap dibeli dengan harga miliaran rupiah, namun malah memilih menjual murah permata itu dengan harga 1 rupiah. Semuanya tentu akan menganggap bahwa orang tersebut sangat rugi, punya selera buruk, dan lemah. Imam Ghazali mendorong agar ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT. Dengan begitu, niscaya balasan dunia (pujian, rezeki, kesehatan, dan sebagainya) sekaligus akhirat (surga) akan mengikuti. Sebab Allah SWT adalah pemilik dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa  ayat 134.
“Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat.”
Jika ibadah hanya ditujukan untuk dunia, misalnya untuk mendapat pujian manusia, maka pahala akhirat ndak akan didapat. Bahkan, dunia yang sejak awal menjadi tujuan ibadah itu pun bisa jadi ndak akan didapat. Semua pujian dari manusia ndak akan sebanding dengan balasan dan pujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Dengan mengingat pada kerugian yang sangat besar ini, kemungkinan besar benih-benih riya' dalam hati seorang ndak akan tumbuh.

Orang lain ndak suka

Imam Ghazali menyarankan agar ndak beramal demi orang tertentu, karena bisa jadi orang tersebut ndak suka atau bahkan merasa risih dan keberatan dengan amal yang kita lakukan. Andai saja orang tersebut mengetahui bahwa amal itu untuknya, bisa jadi dia akan benci, marah, dan memandang hina kepada kita. Untuk itu, pengingat agar terhindar dari riya' adalah dengan menanamkan dalam diri bahwa orang lain ndak suka dengan amal ibadah yang kita lakukan. Dalam waktu yang sama, tujuan amal ibadah karena Allah SWT bisa mulai tumbuh secara perlahan. Sebab Allah SWT ndak akan pernah merasa keberatan dengan amal ibadah hamba-Nya. Justru Allah SWT akan mencintai dan memuliakan hamba-Nya yang ndak berpaling.

Mendapat Ridha Allah SWT

Pada pengingat berikutnya, Imam Ghazali kembali membuat analogi tentang orang riya'. Menurutnya, orang riya' itu seperti seseorang yang bisa mendapatkan restu raja, tapi malah memilih mencari restu gelandangan rendah. Padahal dengan restu raja, secara otomatis bisa dapat restu gelandang tadi. Tapi ketika hanya mencari restu gelandangan, raja malah akan murka dan gelandangan itu pun ikut murka. Dari analogi tersebut Imam Ghazali menegaskan bahwa ketika seorang mukmin beribadah karena Allah SWT dan mendapat ridha-Nya, secara otomatis ridla manusia juga bisa didapatkan karena Allah SWT adalah pemilik hati semua manusia yang ada di muka bumi ini.

Udah ya, maaf in SettiaBlog lho ya.

Mar 24, 2025

Cara Membebaskan Diri dari Belenggu Hidup di Masa Tua

 


Video klip di atas ada "younger and hotter than me" milik Selena Gomez. SettiaBlog suka video klip dan liriknya, Selena. Dalam video klip tersebut kamu tampak lebih tenang dan dewasa. Liriknya younger and hotter than me  sendiri bercerita tentang sepasang kekasih yang udah berpisah. Namun karena sekarang sang mantan kekasih berpacaran dengan gadis yang lebih muda. Selena mempertanyakan apakah pria itu menyukai pacar barunya karena perempuan itu lebih muda dan lebih seksi darinya? Seperti itu kan Selena?

Masa tua adalah momen yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan, rasa syukur, dan kedamaian. Namun, ndak sedikit orang yang merasa terjebak dalam berbagai tekanan, seperti masalah kesehatan, keuangan, atau perasaan kesepian. Agar Anda dapat menikmati kehidupan dengan lebih bermakna, diperlukan langkah-langkah tertentu untuk membebaskan diri dari belenggu hidup yang membatasi kebahagiaan.

1. Memahami Dunia Batin Anda

Kenali apa yang Anda rasakan dan pikirkan. Proses ini dapat dimulai dengan merenung atau menulis jurnal tentang emosi dan pengalaman Anda. Memahami dunia batin membantu Anda mengelola stres dan mencapai ketenangan batin.

2. Mengambil Kendali Hidup

Masa tua ndak berarti Anda kehilangan kendali atas hidup. Buatlah keputusan yang memberikan dampak positif, seperti mengatur keuangan, menjaga gaya hidup sehat, atau belajar keterampilan baru. Mengambil kendali membantu Anda merasa lebih percaya diri.

3. Menjadi Pelatih Diri Sendiri

Jadilah pendukung terbaik untuk diri sendiri. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai Anda. Beri semangat kepada diri sendiri saat menghadapi tantangan, dan fokuslah pada kemajuan, bukan kesempurnaan.

4. Berlatih Belas Kasihan pada Diri

Berhentilah menyalahkan diri sendiri atas kesalahan masa lalu. Alih-alih, berlatihlah untuk menerima diri apa adanya. Dengan sikap belas kasihan, Anda bisa merasakan kedamaian dan memperbaiki hubungan dengan diri sendiri.

5. Mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh

Pola pikir bertumbuh membantu Anda melihat setiap situasi sebagai peluang untuk belajar. Jangan takut untuk mencoba hal baru atau memperluas wawasan. Hal ini dapat menjaga pikiran tetap aktif dan bersemangat.

6. Memperkuat Hubungan

Hubungan yang baik dengan keluarga dan teman adalah sumber kebahagiaan di masa tua. Luangkan waktu untuk menjaga komunikasi dan mendukung satu sama lain. Hubungan yang erat akan memberikan rasa kebermaknaan dalam hidup.

7. Mengutamakan Kesehatan

Prioritaskan kesehatan fisik dan mental Anda. Mulailah dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup. Kesehatan adalah fondasi penting untuk menikmati kehidupan dengan optimal.

8. Menemukan Tujuan Hidup

Memiliki tujuan memberikan arah dan motivasi. Temukan aktivitas atau hobi yang membuat Anda merasa bersemangat, seperti menulis, berkebun, atau menjadi relawan. Dengan tujuan hidup, Anda dapat merasa lebih bermakna dan bahagia.

Mulailah langkah-langkah ini dari sekarang untuk membebaskan diri dari belenggu hidup dan menikmati kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan.

Selena, untuk backgroundnya ini di dominasi warna Green Sage dengan nuansa langit di malam hari yang cerah penuh bintang.
Udah ya, maaf in SettiaBlog lho ya dan jangan di masukkan hati omongan SettiaBlog.



Untuk video klip kedua ini SettiaBlog kasih "Some Kind Of Feeling" miliknya Orianthi. SettiaBlog kasih pertanyaan ya, ini berhubungan dengan perasaan terbaik. Sebutkan 10 perasaan terbaik yang pernah Anda rasakan? Di bawah ini SettiaBlog kasih contoh, nanti lanjutkan ya.

1. Dalam gelap; duduk di jendela, menyaksikan rintik hujan, dan mendengarkan beberapa lagu patah hati atau sedih melalui headphone Anda... he... he...

2. Ketika Anda tidur dan tahu bahwa Anda ndak perlu bangun lebih pagi karena ini adalah akhir pekan!

3. Ketika para kerabat Anda mengejek Anda tapi Anda membalasnya dengan lebih baik yang membuat mereka terdiam. Itu adakah langkah terbaik untuk membalas mereka yang membuat Anda menderita selama bertahun-tahun.

4. Menyedekahkan uang kepada orang yang membutuhkan dan melihat mereka tersenyum dengan pandangan terima kasih. Tiada yang lebih baik dibandingkan membuat seseorang bahagia.

5. Duduk di meja makan menghadap luar jam 8 pagi, melihat semburat matahari muncul dan menyeruput secangkir kopi panas. Aaaah indahnya hidup ini….

6. Ketika menatap mata seseorang dan mengetahui apa yang sedang dia rasakan.

7. Berhasil meraih impian yang sangat di dambakan, tetapi ndak bisa menjelaskan bagaimana proses menggapainya.

Mar 20, 2025

Tindakan Diawali dari Pikiran

 


Beberapa hari yang lalu ndak sengaja SettiaBlog dengar seseorang memutar lagunya Within Temptation, kalau ndak salah yang frozen. Makanya video klip di atas itu juga milik Within Temptation tapi yang "In Perfect Harmony". Maksudnya hidup dalam kedamaian, dalam keseimbangan yang sempurna (dengan alam). Untuk gambar di video klip itu, parit kecil di sawah yang SettiaBlog ambil tadi pagi setengah siang. Peace begins with a positive mindset. (Kedamaian sendiri dimulai dengan pola pikir positif). Banyak dari kita berpikir bahwa kesehatan fisik jauh lebih penting dari kesehatan mental. Persepsi ini muncul mungkin karena manusia terkadang hanya fokus pada apa yang terlihat aja. Padahal pikiran dan mental yang sehat juga ndak kalah pentingnya. Segala hal yang ada di dunia ini dimulai dari pikiran dan hati. Benar kan ya, untuk itu kita memang harus berpikir positif. Tapi cobalah untuk melampaui pikiran positif tersebut sehingga ndak hanya menerapkan berpikir positif tapi juga kemampuan untuk memiliki kesadaran diri yang tinggi. Sejatinya di semesta ini ndak ada yang abadi. Itulah kesadaran pertama yang harus ditanamkan pada diri sendiri. Untuk menerapkan pemikiran ini kita harus menghidupi masa kini, hari ini, jam ini, detik ini. Secara sadar.

Segala hal yang ada di dunia ini dimulai dari pikiran dan hati. Kalau ada pertanyaan “Apa c yang sebenarnya menjadi pemicu stres?” Jawabannya adalah pemikiran akan hari esok dan masa lalu. Kita manusia seringkali terbelenggu dengan pertanyaan “Bagaimana menghadapi hari esok kan, ya?” dengan pernyataan “Ah, saya menyesal melakukan itu kemarin,” dan sebagainya. Ungkapan-ungkapan semacam inilah yang membuat kita ndak memberikan apresiasi pada hidup di masa kini yang sedang dihadapi.

Langkah awal untuk memunculkan pikiran dan mental yang lebih positif adalah dengan mensyukuri setiap detik yang sedang kita lalui, dengan sepenuhnya menyadari apa yang sudah didapatkan saat ini bukan kemarin atau besok. Di dunia ini kita ndak akan pernah bisa mengendalikan orang lain selain diri sendiri. Emosi dan reaksi dapat kita kontrol – jika berkehendak. Kita lah satu-satunya orang yang memutuskan untuk berperilaku seperti apa ketika menghadapi sesuatu. Oleh karena itu, untuk dapat mengendalikan pikiran, hati, dan perbuatan kita harus belajar melepaskan diri dari hal-hal duniawi secara berkala. Meditasi atau berdo'a dapat menjadi kebiasaan yang baik untuk perlahan memaksimalkan kemampuan pengendalian diri tersebut. Ndak mesti menghabiskan waktu yang selalu sama setiap harinya. Jika hanya memiliki waktu lima menit, ya gunakan aja. Yang penting ndak putus sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan.

Langkah awal untuk memunculkan pikiran dan mental yang lebih positif adalah dengan mensyukuri setiap detik yang sedang kita lalui. Penting adanya melepaskan diri dari unsur duniawi agar kita bisa kembali ke diri sendiri, fokus dengan dirinya sendiri demi memunculkan kesadaran secara penuh akan tanggung jawab yang diemban. Kebanyakan individu terkadang lupa akan seberapa vital hal ini karena fokus pada bagaimana membuat fisik lebih sehat, lebih indah. Padahal seindah apapun tubuh kita tapi pikirannya ndak, hidup ndak akan bahagia. Yang ada hanyalah pikiran untuk bagaimana penampilannya bukan apa yang dirasakan. Lebih signifikan jika kita memikirkan apakah usaha-usaha yang kita lakukan untuk tetap sehat itu bisa berguna bagi orang lain sesederhana apakah bisa buat kita dapat berinteraksi secara baik dengan orang-orang terdekat. Apapun yang kita lakukan harus berdasar pada pemahaman bahwa kita layak mendapatkannya. Tidak hanya sekadar mencapai sebuah target seperti turun berat badan saja. Hakikatnya, pencapaian yang seperti itu tidak akan ada habisnya. Gol yang lebih baik adalah untuk memastikan bahwa yang terjadi pada kita hari ini apakah sudah berjalan seperti rencana kita di awal hari atau belum. Untuk memastikan bahwa seharian ini kita telah bersikap jujur, melakukan semua kegiatan secara sadar.

Kebahagiaan itu nyatanya memang berasal dari dalam diri sendiri. Bukan dari luar. Kita harus menerima diri sendiri, menerima pengalaman apapun yang terjadi. Kalau kita menunggu validasi dari faktor eksternal, penantian akan penerimaan diri ndak akan tercapai. Sebab itu kita harus menyadari betapa hanya kita lah yang bertanggung jawab akan seberapa berpengaruhnya sebuah masalah yang melanda. Apabila kita memiliki kesadaran yang tinggi dan bisa menyeimbangkan sisi rasionalisme nantinya kita dapat lebih mudah mengendalikan emosi. Berhati-hatilah untuk ndak terlalu terbawa perasaan saat bersinggungan dengan orang lain. Contohnya ketika bertemu dengan seseorang yang sedang dalam rundungan emosi berusahalah memberikan dialog pada diri sendiri: “Saya ndak tahu apa yang sedang dia alami, mungkin dia sedang berada dalam masalah,”  “Saya ndak perlu ikut bereaksi yang sama atau ikut-ikutan ke dalam gelombang emosinya.” Jadi, meski lingkungan di sekitar kita ndak stabil, kita sudah bisa fokus pada diri sendiri. Ndak terpengaruh dengan sisi negatif dari luar.

Kebahagiaan itu nyatanya memang berasal dari dalam diri sendiri. Bukan dari luar.


Untuk video klip kedua itu tadi pagi ndak sengaja liat momen kumbang yang beterbangan di sekitar bunga Saga. Maaf ya, hasilnya kurang bagus karena jaraknya cukup jauh dan kumbang - kumbang itu cukup cepat dan hanya bisa ambil sedikit momen itu. Terus SettiaBlog kasih bacaan Surah As-Sajdah. Surah As-Sajdah mengandung makna tentang kebenaran Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah SWT, Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, dan kehidupan akhirat.  Bila ingin menenangkan hati dan pikiran, salah satunya dengan membaca Surah As Sajdah. Rasulullah SAW bahkan rutin membaca Surah ini sebelum tidur.

Bagaimana konsep dan cara meditasi mindfulness secara islami ?

1️⃣ Berdzikir

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mempraktikkan mindfulness sesuai dengan konsep islam adalah dengan berdzikir. Praktik mengosongkan pikiran akan lebih baik bila diisi dengan dzikir. Dengan melakukan dzikir, maka setiap muslim akan tersadar bahwa sejatinya kesempurnaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat hanya datang dari Allah SWT semata.

2️⃣ Sholat

Sholat merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat islam. Dalam hal ini, seorang muslim bisa melakukan praktik mindfulness saat melakukan ibadah sholat. Ketika sholat, seseorang akan lebih sadar tentang apa yang mereka kerjakan. Seseorang akan menyadari kedekatannya dengan sang Pencipta. Seorang muslim bisa memperbanyak sholat sunnah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sembari melakukan ibadah, tenangkan hati dan pikiran. Jika hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka seseorang akan mendapatkan kejernihan pikiran untuk menjalankan berbagai macam aktifitas.

3️⃣ Muraqabah

Ini merupakan salah satu kondisi dimana seseroang merasakan bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah SWT. Memang benar, setiap tingkah laku manusia sesungguhnya diawasi oleh Sang Pencipta. Dengan merasa sadar diri bahwa apa yang dikerjakan selalu diawasi, maka seseorang akan lebih berhati-hati untuk melakukan yang terbaik dalam setiap tindakannya.

Konsep mindfulness sendiri memang ndak mendasar pada suatu agama tertentu. Konsep untuk menyadari “hidup di waktu ini” bisa dipraktikkan oleh siapa aja. Dalam tradisi Jawa, ini juga merupakan sebuah ajaran luhur yang membuat setiap manusia harus sadar dalam melakukan berbagai tindakan. Berbagai cara meditasi mindfulness secara islami yang disebutkan di atas bisa dipraktikkan secara langsung dalam keseharian. Selain dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari, mindfulness memang bisa dilakukan dalam kegiatan beribadah kepada Allah SWT. Semuanya akan terasa lebih mudah dan menenangkan jika dilakukan dengan bimbingan Allah SWT. Dalam konsep islam, Mindfulness berarti menjadikan bahwa Allah SWT Pencipta Alam dan seisinya harus diingat kapanpun dan dimanapun. Baik dalam kondisi duduk, beribadah, bekerja, berbaring, semua umat harus mengingat Allah SWT. Ini akan membuat pikiran ndak terlalu mengembara ke masa lalu yang meninggalkan kekecewaan dan sedih atau membuat pikiran mengkhawatirkan hal-hal di masa depan.

Udah ya, maaf in SettiaBlog dan jangan di masukkan hati omongan SettiaBlog.
O ya, SettiaBlog lupa. Ketika membaca atau mendengar bacaan surah As Sajdah di sunnahkan melakukan sujud tilawah.

Mar 16, 2025

Hikmah dari Keberkahan dalam Keluarga

 


Hari Jum'at yang lalu SettiaBlog bercanda dengan murid les SettiaBlog, membuat kalimat dengan kata always, ever dan never. Makanya di atas itu SettiaBlog kasih video klip "never enough" milik Loren Allred. Lagu ini sebenarnya theme song dari film The Greatest Showman.  Film ini menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan, kreativitas adalah hal penting, kebahagiaan itu sederhana, kita harus pandai berbisnis, keluarga harus saling mendukung, membahagiakan keluarga yang utama dan banyak lagi c sebenarnya.

Keluarga yang penuh keberkahan adalah keluarga yang harmonis, saling mendukung, dan menerapkan nilai-nilai agama. Dengan hadirnya keberkahan, sebuah keluarga akan selalu diliputi oleh kebaikan. Memiliki keluarga yang harmonis dan berkecukupan tentu merupakan dambaan setiap orang. Terlebih lagi jika anggota keluarga selalu diberi kesehatan lahir batin. Ndak jarang di antara mereka ada yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mewujudkan itu. Namun di samping itu, ada satu hal yang ndak boleh dilupakan, yaitu mencari keberkahan. Berkah adalah bertambahnya kebaikan pada diri seseorang. Islam pun mengajarkan kepada seseorang untuk mencari keberkahan dalam segala urusan, termasuk urusan berumah tangga. Keberkahan merupakan unsur terpenting yang akan menjamin kebahagiaan dalam kehidupan keluarga. Dengan hadirnya keberkahan, sebuah keluarga akan selalu diliputi oleh kebaikan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW selalu mendo'akan keberkahan bagi pasangan yang baru menikah. Beliau ndak meminta mereka untuk menjadi orang kaya dan memiliki kedudukan yang tinggi. Ini menunjukkan kepada kita betapa penting arti keberkahan dibandingkan dengan banyaknya harta. Banyak hikmah dan manfaat yang diperoleh ketika sebuah keluarga telah diberkahi Allah SWT. Kehidupan yang rukun, anak-anak yang taat dan patuh, tetangga yang baik serta kecukupan dalam hal rezeki adalah buah dari keberkahan. Meskipun secara lahirnya, keluarga tersebut hidup tanpa kekayaan yang berlimpah. Salah satu cara yang dapat mengundang keberkahan adalah dengan bertawakal dan meningkatkan ketakwaaan kepada Allah SWT. Mengenai itu, Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Ia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya (keperluannya)...” (QS at-Thalaq : 2-3).

Seseorang yang memiliki ketakwaan, tentu akan selalu mengingatkan keluarganya untuk melaksanakan amal saleh, seperti beribadah, membaca Al Qur'an, bersedekah, bersyukur, dan lainnya. Ia ndak rela membiarkan anggota keluarganya berbuat dosa dan lalai terhadap Sang Pencipta. Jika sebuah keluarga mampu menerapkan ini, insya Allah keberkahan akan diperoleh. Peran orang tua dalam memberikan nafkah yang halal juga berpengaruh baik terhadap keluarga, di antaranya pada perkembangan sang anak. Sebagai contoh, Imam Bukhari sebagai ahli hadits terkemuka telah diakui memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa. Beliau berhasil menghafalkan ratusan ribu hadits beserta sanadnya.

Keberhasilan Imam Bukhari ndak lepas dari ikhtiar ayahnya yang selalu memberi nafkah halal kepada beliau. Sesuatu yang syubhat ndak pernah sedikitpun ayahnya berikan sebagai nafkah keluarga. Sehingga, nilai-nilai kebaikan dan keberkahan senantiasa mengalir dalam diri Imam Bukhari. Rasulullah SAW bersabda,
“Bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Ambillah yang halal, tinggalkan yang haram!” (HR Ibnu Majah).






Dua Syarat Meraih Keberkahan

Untuk memperoleh keberkahan dalam hidup secara umum dan dalam usaha penghasilan secara khusus, terdapat dua syarat yang mesti dipenuhi.

Pertama. Iman kepada Allah SWT .

Inilah syarat pertama dan terpenting agar rezeki kita diberkahi Allah SWT , yaitu dengan merealisasikan keimanan kepada Allah SWT . Allah SWT berfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al-A’râf 7:96)

Kedua. Amal Shâlih.

Yang dimaksud dengan amal shâlih, ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW . Inilah hakikat ketakwaan yang menjadi syarat datangnya keberkahan, sebagaimana ditegaskan pada surat Al-A’râf : 7 ayat 96 di atas.

Setelah terpenuhi dua syarat di atas, keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.

Pertama. Mensyukuri Segala Nikmat.
Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan manusia, melainkan datang dari Allah SWT . Atas dasar itu, Allah SWT mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah SWT, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagian kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah SWT . Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah SWT akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih“. (QS Ibrâhîm 14:7).

Kedua, Membayar Zakat (Sedekah)

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah SWT berfirman:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS Al-Baqarah 2:276)

Ketiga. Bekerja Mencari Rezeki Dengan Hati Qona’ah, Ndak Dipenuhi Ambisi dan Ndak Serakah.

Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah SWT , merupakan kekayaan yang ndak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rezeki  yang Allah SWT turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah SAW bersabda :
(إن اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَبْتَلِيْ عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ. فَمَنْ رضي بِمَا قَسَمَ الله  لَهُ بَارَكَ الله لَهُ فِيْهِ وَوَسَّعَهُ . وَمَنْ لم يَرْضَ لم يُبَارِكْ لَهُ وَلَمْ يَزِدْهُ عَلَى مَا كُتِبَ لَهُ) رواه أحمد والبيهقي وصححه الألباني
Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rezeki yang telah Ia berikan kepadanya. Barang siapa yang ridha dengan pembagian Allah k , maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rezeki tersebut untuknya. Dan barang siapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rezekinya tidak akan diberkahi.  (HR Ahmad ).

Keempat. Bertaubat dari Segala Perbuatan Dosa.

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rezeki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rezeki dan keberkahannya. Allah SWT menceritakan tentang Nabi Hud a.s bersama kaumnya:
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa“. (QS Hûd 11:52).

Kelima, Menyambung Tali Silaturrahmi

Di antara amal shâlih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ . ( متفق عليه )
Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rezekinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim. (Muttafaqun ‘alaih).

Keenam, Mencari Rezeki dari Jalan yang Halal.

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal.
لاَ تَسْتَبْطِئُوْا الرِّزْقَ ، فَإِنَّهُ لَنْ يَمُوْتَ الْعَبْدُ حَتَّى يَبْلُغَهُ آَخِرُ رِزْقٍ هُوَ لَهُ، فَأَجْمِلوُاْ فِيْ الطَّلَبِ: أَخْذِ الْحَلَالِ، وَترَكِ الْحَرَامِ.
Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu datangnya terlambat. Karena sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. (HR ‘Abdur-Razzâq, Ibnu Hibbân, dan al-Hâkim).

Ketujuh, Bekerja Saat Waktu Pagi.

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah SWT, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jauhnya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah SWT dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita. Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rezeki, ialah waktu pagi. Rasulullah SWT pernah memanjatkan do'a keberkahan:
 اللَّهُمَّ باَرِكْ لِأُمَّتِيْ فِيْ بُكُوْرِهَا ( رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجة وصححه الألباني )
Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka. (HR Abu Dâwud, at-Tirmidzi, an-Nasâ`i, Ibnu Mâjah)



Video klip kedua ini ada Abi Bowen, salah satu kontestan American Idol 2025. Dia bawain lagu "I Can't Make You Love Me" milik Bonnie Raitt. SettiaBlog suka vokalnya, tapi dia kurang percaya diri, bahkan dia sampai pakai kaca mata untuk menutupinya. Kayaknya dia sambil memejamkan mata ketika bernyanyi, ya mungkin agar lebih fokus.

Manusia terlahir dengan potensinya masing-masing. Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Seringkali di antara kita enggan untuk mengungkapkan potensi yang mereka miliki. Dengan alasan mereka malu mengungkapkannya atau bahkan mereka belum menyadari potensi yang mereka miiki. Nah, disinilah perlu adanya motivator yang dapat mendukung agar terus menggali potensi yang dimilikinya.

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Di antara pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman terdapat sebuah pohon yang dedaunannya tidak pernah gugur, dan itulah perumpamaan seorang muslim. Ceritakanlah kepadaku pohon apakah itu?”
Orang-orang menebaknya dengan beragam pohon yang tumbuh di daerah pedalaman tersebut. Abdullah bin Umar berkata,
‘Dalam hatiku terbesit pohon yang dimaksud adalah pohon kurma, tetapi aku merasa malu untuk mengungkapkannya (mengingat saat itu usiaku masih sangat muda).’ Selanjutnya, merekapun menyerah dan berkata, ‘Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah, pohon apakah itu?’ Lalu Rasulullah SAW menjawab, ‘Itulah pohon kurma’,”
(HR. Bukhari).

Udah ya, maaf in SettiaBlog lho ya.
“La vida se contrae o se expande en proporción al coraje de uno.”

Mar 10, 2025

Membangun Rasa Optimisme pada diri Kita

 


Ndak sengaja SettiaBlog pas lagi buka Youtube nya Hoáng Thi Luyên, di kebunnya dia, SettiaBlog lihat ada bunga Krisan dengan motif orange di tengah, terus kuning dan paling tepi warna putih. Cukup unik ini, makanya SettiaBlog screenshot terus SettiaBlog gunakan background. Bunga Krisan sendiri melambangkan "optimisme". Video klip "who says" di atas milik Selena Gomez juga ber-temakan optimisme. Biarin orang lain bicara apa, apalagi sekarang banyak pemberitaan yang simpang - siur. Yang penting kita harus tetap optimisme menjalani kehidupan, Allah SWT lebih mengerti semua itu dan percaya bahwa Allah SWT sebagai sebaik-baiknya Penolong. Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang beriman dan bersifat optimis.

Bagaimana membangun rasa Optimisme pada diri kita ?
Membangun rasa optimisme pada diri kita adalah sebuah perjalanan yang memerlukan kesadaran, latihan, dan komitmen. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda membangun dan mempertahankan sikap optimis:

1. Bersyukur: Mulailah dengan menghargai hal-hal baik dalam hidup Anda. Setiap hari, luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal yang membuat Anda bersyukur. Fokus pada hal-hal positif dapat membantu Anda melihat sisi cerah dari kehidupan.

2. Mengubah pola pikir negatif: Sadari pola pikir negatif yang mungkin Anda miliki dan usahakan untuk menggantinya dengan pemikiran yang lebih positif dan konstruktif. Tantang pikiran-pikiran negatif dengan pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah ini benar-benar masalah besar?” atau “Apa yang bisa saya pelajari dari situasi ini?”

3. Mengasup bahan-bahan positif: Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lingkungan mental kita memiliki dampak besar pada sikap kita. Pilihlah untuk mengasup bahan-bahan yang membangun, inspiratif, dan positif seperti buku, audio, kursus, dan percakapan.

4. Tetap fokus pada solusi: Daripada terjebak dalam pemikiran tentang masalah atau hambatan, cobalah untuk tetap fokus pada solusi. Identifikasi langkah-langkah konkret yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah dan bertindaklah sesuai dengan rencana tersebut.

5. Berlatih penghargaan diri: Kenali dan hargai pencapaian-pencapaian kecil yang Anda lakukan setiap hari. Memberi penghargaan pada diri sendiri dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan optimisme.

6. Mencari dukungan: Temukan orang-orang yang mendukung dan positif di sekitar Anda. Berbagi pengalaman dan tujuan Anda dengan orang-orang ini dapat memberi Anda dorongan dan dukungan yang Anda butuhkan untuk tetap optimis.

7. Terus belajar dan berkembang: Lihatlah setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Tetap terbuka terhadap peluang baru dan teruslah mengembangkan diri Anda.

Dengan kesadaran dan latihan yang konsisten, Anda dapat membangun sikap optimis yang kuat yang akan membantu Anda menghadapi hidup dengan lebih baik. Empat kunci untuk optimisme. Berikut latihan mentalnya :

1. Berpikir dan berbicara tentang apa yang anda inginkan dan bagaimana cara memperolehnya sepanjang waktu.

Karena apa pun yang Anda pikirkan dan bicarakan, Anda akan menariknya ke dalam hidup Anda. Itu adalah latihan mental yang bagus untuk mengkultivasi optimisme. Fokus pada tujuan dan cara untuk mencapainya dapat membantu mengarahkan pikiran dan energi positif ke arah yang produktif. Dengan memvisualisasikan apa yang Anda inginkan dan berbicara tentang cara mencapainya, Anda menggerakkan diri Anda sendiri menuju langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan impian Anda. Ini membantu menciptakan suasana yang positif dalam pikiran dan tindakan Anda, yang pada gilirannya dapat memperkuat optimisme dan motivasi Anda.

2. Kunci kedua optimisme adalah mencari hal baik dalam setiap situasi.

Benar sekali! Mencari hal baik dalam setiap situasi merupakan kunci penting dalam membangun dan mempertahankan sikap optimis. Terkadang, dalam kehidupan, kita dihadapkan pada situasi yang sulit atau tantangan yang menantang. Namun, bahkan di tengah-tengah kesulitan tersebut, ada peluang untuk menemukan sisi positifnya. Misalnya, meskipun suatu kegagalan mungkin terasa menyakitkan pada awalnya, kita bisa melihatnya sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Setiap kesalahan atau kegagalan membawa dengan mereka pelajaran berharga yang dapat membantu kita tumbuh lebih kuat dan lebih bijaksana di masa depan. Dengan melatih diri untuk mencari hal baik dalam setiap situasi, kita dapat melatih pikiran kita untuk fokus pada solusi daripada masalah. Ini membantu kita mengembangkan pola pikir yang lebih positif dan adaptif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan optimisme dan ketahanan kita dalam menghadapi tantangan hidup.

3. Mencari hikmah berharga di setiap masalah.

Benar sekali, mencari hikmah berharga di setiap masalah adalah salah satu aspek penting dari sikap optimis. Setiap masalah atau tantangan yang kita hadapi dalam hidup membawa pelajaran berharga yang dapat membentuk karakter kita dan membantu kita tumbuh sebagai individu.
Mengubah pandangan kita terhadap masalah sebagai peluang untuk belajar dan berkembang dapat membantu kita menghadapinya dengan sikap yang lebih positif dan produktif. Bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun, ada kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri, orang lain, atau dunia di sekitar kita. Dengan mencari hikmah di balik setiap masalah, kita dapat melihatnya sebagai bagian penting dari perjalanan kita menuju pertumbuhan dan pemenuhan potensi kita. Ini membantu kita membangun ketahanan yang kuat dan memupuk sikap optimis yang kuat bahkan di tengah-tengah kesulitan.

4. Mengasup pikiran Anda dengan bahan-bahan positif baik berupa buku, audio, kursus, seminar, konferensi serta percakapan positif.

Tentu, menjaga pikiran kita terpenuhi dengan bahan-bahan positif adalah kunci keempat dalam memelihara sikap optimis. Lingkungan mental kita memiliki dampak yang besar pada pola pikir dan persepsi kita terhadap dunia di sekitar kita. Dengan memilih untuk mengasup bahan-bahan yang membangun, inspiratif, dan positif, kita dapat membentuk pola pikir yang lebih optimis dan memperkuat mental kita.



Untuk video klip kedua ini juga "who says". Tapi yang versi live. Coba perhatikan, ketika Selena Gomez menyanyikan lagu ini dengan optimisme, orang - orang di sekitarnya juga ikut terbawa.

Orang bijak pernah berkata bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali ndak perlu Anda khawatirkan. Yang pertama: hari kemarin. Anda ndak bisa  mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda ndak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Yang kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, Anda ndak tahu apa yang akan terjadi. Anda ndak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda ndak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan aja. Yang tersisa kini hanyalah hari ini.

Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan aja diri Anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Udah ya, maaf in SettiaBlog lho ya.

Allah SWT merencanakan masa mendatang dan hari esok, Allah SWT menguji kita supaya berprasangka yang baik, berikhtiar yang baik, berencana yang baik, bersyukur dan bersabar setiap waktu.

Mar 4, 2025

Cara Belajar Bersosialisasi agar Pertemanan Langgeng

 


Video klip di atas ada "am i right" milik James Labrie vokalisnya Dream Theater. SettiaBlog suka vokalnya yang unik banget dan amat susah untuk di tiru. Klipnya sendiri ini juga ndak kalah unik lho, gambarnya ini SettiaBlog buat dalam 3 tahapan. Pembuatan background menggunakan Html code dengan radial gradient, terus SettiaBlog kasih bunga rumput yang SettiaBlog ambil kemaren siang di sawah dan selanjutnya SettiaBlog kasih goresan ranting menggunakan tangan. Liriknya sendiri tentang perasaan bersalah Sang penulis lagu kepada orang - orang yang di sayanginya. Makanya SettiaBlog tiap dengerin lagu ini ada perasaan sedih. Karena SettiaBlog sendiri tiap hari juga melakukan banyak kesalahan dan terkadang malu dengan keterbatasan pengetahuan yang SettiaBlog miliki, mohon di maklumi ya.

Rasa malu sendiri berkaitan erat dengan keberadaan orang lain. Rasa bersalah berkaitan erat dengan hati nurani atau iman dalam diri sendiri. Jika kita memiliki rasa  malu kepada orang lain tetapi ndak memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri, pastilah kita suka slintat-slintut  alias berperilaku munafik. Orang dengan tipe seperti itu tentu suka membangun image yang baik di depan orang lain karena malu dilihat jeleknya. Maksudnya bukan malu berbuat jelek, tetapi  merasa malu jika perbuatan jeleknya diketahui orang lain. Maka ketika ndak ada orang lain, ia bisa berbuat apa saja tanpa perasaan malu karena ia berpikir ndak ada orang lain yang melihat.

Perasaan bersalah juga ndak muncul dalam diri seseorang yang hati nuraninya tumpul karena ndak pernah diasah. Atau imannya lemah karena ndak pernah dipupuk. Hal ini bisa terjadi jika gagasan bahwa Allah Maha Melihat dan Mendengar hanyalah sebuah pengetahuan belaka yang ndak pernah diinternalisasikan dan  diaktualisasikan dalam diri seseorang. Sikap terbaik tentu saja adalah seseorang harus memiliki rasa malu terhadap orang lain sekaligus memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri dalam arti positif. Hal ini seperti yang terjadi pada diri Rasulullah SAW sehingga beliau sebagaimana dikisahkan dalam kitab Al-Barzanji disebut syadidal haya'. Sebutan syadidal haya' secara harfiah kebahasaan berarti “sangat pemalu”.  Secara konseptual psikologis sebutan itu berarti memiliki “rasa malu kepada orang lain sekaligus rasa bersalah  dalam diri sendiri”  karena kuatnya iman kepada Allah SWT. Dari perspektif tasawuf, Rasulullah SAW pastilah ma’rifah  billah sehingga selalu melihat Allah SWT dimanapun berada. Jadi dalam hal  ini, syadidal haya'”  bisa berarti tidak saja memiliki rasa malu kepada manusia, tetapi terlebih kepada Allah SWT.

Dalam kaitan dengan teori psikologi, Joseph Burgo dalam artikelnya berjudul The Difference between Guilt and Shame, memberikan penjelasan tentang ketidaksamaan antara rasa  malu (shame) dan rasa bersalah (guilt) sebagai berikut:
“Guilt involves the awareness of having done something wrong; it arises from our actions (even if it might be one that occurs in fantasy). Shame may result from the awareness of guilt but apparently is not the same thing as guilt. It's a painful feeling about how we appear to others (and to ourselves) and doesn't necessarily depend on our having done anything.”

(Rasa bersalah menyertai kesadaran telah melakukan perbuatan salah; ia timbul dari tindakan-tindakan kita [bahkan bisa jadi kesalahan itu hanya dalam khayalan]. Perasaan malu mungkin muncul dari kesadaran akan perasaan bersalah tetapi  sebenarnya perasaan malu tidak sama dengan perasaaan bersalah. Rasa malu merupakan perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat orang lain (dan bagaimana kita dilihat oleh diri sendiri) dan hal itu tidak selalu bergantung telah melakukan sesuatu) .
Dari penjelasan Joseph Burgo di atas jelaslah bahwa rasa bersalah bisa dibedakan dengan rasa malu dimana rasa malu terkait  dengan keberadaan orang lain termasuk keberadaan diri sendiri. Artinya rasa malu bisa tertuju pada orang lain, dan bisa pula sekaligus tertuju pada diri sendiri. Dalam konteks inipun, sebutan syadidal haya’ menemukan relevansinya karena menunjukkan rasa malu tingkat tinggi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:
فَإِنَّ الْـحَيَاءَ مِنَ الإيْمَـانِ

“Sesungguhnya rasa malu merupakan bagian dari iman.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:
اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ.
“Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.”
Hadits di atas menunjukkan bahwa rasa malu dan rasa bersalah yang bersumber dari iman saling berkaitan dan selalu ada secara bersama. Jika ndak, maka rusaklah kepribadian seseorang. Sebagai contoh adalah sebagaimana diuraikan di atas bahwa jika seseorang memiliki rasa malu kepada orang lain tetapi ndak memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri, pastilah ia  suka slintat-slintut. Ia bisa berbuat apa saja di belakang orang banyak tanpa perasaan malu karena ia berpikir ndak ada orang lain yang melihat. Dalam hal ini ia mengingkari imannya bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Dan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial adalah melakukan interaksi. Namun, ada beberapa orang yang tidak tahu cara belajar bersosialisasi dengan baik. Untuk itu, kita perlu memperhatikan cara belajar bersosialisasi agar bisa melanggengkan pertemanan.

Sosialisasi adalah salah satu kebutuhan makhluk hidup. Oleh sebab itu, setiap orang harus mampu bersosialisasi dengan baik untuk mempertahankan pertemanan. Ada beberapa cara belajar bersosialisasi yang bisa kita lakukan .

1. Membicarakan Hal Sederhana

Salah satu cara belajar bersosialisasi adalah dengan membicarakan hal sederhana. Anda mungkin bingung untuk memulai interaksi sosial. Nah, Anda bisa mencoba membahas topik-topik sederhana dan umum. Misalnya, dengan berbicara perihal hobi. Barangkali Anda dan teman Anda memiliki kesamaan hobi, pembicaraan kalian bisa mengalir begitu aja.

2. Bersikap Ramah

Bersikap ramah adalah salah satu cara bersosialisasi yang baik. Setiap orang pasti senang berbincang jika lawan bicaranya memiliki sikap yang ramah. Sebab, jika Anda terlalu jutek akan membuat lawan bicara Anda merasa ndak nyaman. Oleh sebab itu, cobalah untuk bersikap ramah dan murah senyum kepada orang-orang.

3. Menghindari Sikap Self Centered

Salah satu hal yang harus Anda hindari saat belajar bersosialisasi adalah menjadi self centered. Anda pasti merasa jenuh saat mendengarkan seseorang yang terus-menerus membicarakan dirinya sendiri. Nah, untuk menghindari sikap ndak nyaman tersebut, coba bicarakan hal lain dan kurangi pembahasan tentang diri Anda sendiri yang bisa membuat lawan bicara Anda merasa risih.

4. Menjadi Pendengar yang Baik

Pada umumnya, setiap orang selalu mencari pendengar yang baik untuk menjadi tempat curhat saat merasa gelisah dan sedih. Nah, Anda bisa mencoba menjadi pendengar yang baik. Kemampuan mendengar yang baik bisa membantu Anda untuk mendapatkan banyak teman dan melanggengkan hubungan.

5. Humoris

Ndak semua orang memiliki sifat humoris, tetapi Anda bisa mencoba untuk membuat lelucon agar pembicaraan ndak terasa garing. Selain itu, orang humoris cenderung disukai oleh banyak orang. Sebab, mereka mampu mencairkan suasana agar komunikasi ndak membuat jenuh.

Udah, ya. Maafin SettiaBlog, bahasan di atas sebenarnya teguran kepada diri SettiaBlog sendiri.


Video klip kedua ada "21" milik Gracie Abrams. Usia 21 merupakan titik tolak seseorang menuju ke arah dewasa. Dan cara menentukan apakah seseorang punya kepribadian dewasa atau ndak sebenarnya sangatlah mudah. Anda bisa memperhatikan bagaimana cara orang tersebut bersikap, berprilaku dan bertindak dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Lalu apa aja c ciri-ciri orang yang punya sikap dewasa dalam menjalani hidup bersosial.

1. Anda ndak membeda-bedakan orang lain dalam berteman

Dalam hidup bersosial, Anda ndak lagi membangun batasan pada orang-orang tertentu. Karena ndak jarang, sering kita menyaksikan seorang dalam bergaul hanya fokus pada orang-orang tertentu namun tanpa sadar ia ndak menyambut yang lain. Tapi seiring berjalannya waktu Anda ndak lagi mempermasalahkan segala bentuk perbedaan yang ada di diri orang lain baik itu dari segi usia, status dan latar belakang seseorang. Anda bisa lebih terbuka dengan orang-orang baru dalam hidup Anda.

2. Menunjukkan kepedulian pada lingkungan sekitar

Sadar akan peran sebagai makhluk sosial ndak serta merta menjadikan Anda sosok individual yang hanya mementingkan diri sendiri. Anda masih mau membaur dan menunjukkan kepedulian pada hal-hal yang terjadi di sekitar Anda. Bahkan Anda ndak segan untuk turut kontribusi melakukan hal-hal positif di lingkungan tempat Anda tinggal. Ndak hanya itu, Anda juga dapat lebih bersahabat dengan orang-orang di sekitar Anda.

3. Berhati-hati dalam berkata-berkata

Ndak jarang dalam berinteraksi dengan orang lain kita sering menyaksikan orang gemar berkata-kata tanpa peduli apakah ucapannya dapat menyinggung perasaan orang lain atau ndak. Kadang kala hal tersebut terjadi secara reflek karena ia ndak membuat batasannya terlebih dulu saat akan memulai pembicaraan. Namun seorang yang dewasa pasti akan selalu berpikir dulu dalam bertindak. Salah satunya dalam berkata-kata agar ndak membuat perasaan orang lain terluka. 

4. Dapat menjadi pendengar yang baik bagi orang lain

Anda tahu bagaimana cara menghargai orang lain. Salah satunya dengan mau menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Anda bukan orang egois yang hanya ingin didengar namun ndak mau mendengarkan. Anda tahu bagaimana etika yang baik dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

5. Ndak mudah terprovokasi dengan gosip miring yang dibawa orang lain

Anda bukanlah tipe yang mudah termakan gosip yang di bawa orang lain, apalagi terhasut untuk membenci orang yang sedang di gosipkan. Anda sadar bahwa cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Andaipun ada yang benar, toh, Anda juga bukanlah orang yang berhak menghakimi atas segala dosa orang lain. Anda ndak suka ikut campur terlalu dalam pada urusan kehidupan orang lain. 

6. Bisa menghargai setiap pendapat atau sudut pandang orang lain

Dalam menjalani hidup bersosial Anda akan selalu bertemu dengan perbedaan pandangan. Namun seorang yang dewasa akan dapat bersikap terbuka pada setiap perbedaan yang ada di diri orang lain. Sebab, ndak mungkin bila Anda dapat menyamaratakan setiap cara berpikir orang lain. Seiring waktu Anda dapat lebih menoleransi dan menghargai setiap cara pandang orang lain.

7. Mudah beradaptasi di mana pun Anda berada

Dalam hidup bermasyarakat kemampuan beradaptasi sangat diperlukan. Karena itu adalah salah satu kunci sukses dalam hidup bermasyarakat. Dengan tahu cara membawa diri Anda ndak akan menemukan kesulitan berarti dalam menjalani keseharian Anda sebagai makhluk sosial. 

Feb 28, 2025

Memahami Arti Progres dan Cara Mewujudkannya

 


Video klip di atas ada "now or never", miliknya Orianthi lagi. Ya, agar semua pada semangat. Kok jadi inget teknik closing 'now or never" dalam online shop. Kan kita sering lihat kata - kata iklan ' penawaran hanya berlaku hari ini', itu masuk dalam teknik tersebut. SettiaBlog sendiri dalam membuat bahasan juga gitu, begitu ada ide muncul ya langsung di realisasikan, baru nanti di kaji ulang. Tentu di dasari dengan sikap progresif. Maksudnya perbaikan dari yang udah SettiaBlog buat tadi  (dari yang bruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik lagi).

Begitu juga dalam sebuah kehidupan manusia pasti menemukan pasang surut dalam hidupnya. Namun, dalam memperjuangkan kehidupan manusia dituntut untuk selalu berjuang sampai titik darah penghabisan terlebih jika ingin mewujudkan ambisi hidupnya entah itu karir,  pendidikan, atau yang lainnya. Karena pada dasarnya ndak ada yang ndak mungkin terwujud di dunia selama manusia mau berusaha dan bekerja keras Mewujudkannya. Dalam proses mewujudkan ambisi tersebut ada istilah yang disebut dengan “progres” yakni sebuah istilah tentang kemajuan positif yang didapatkan setelah berusaha keras dalam prosesnya. Untuk menggapai progres tersebut manusia perlu mengevaluasi apa saja hal kurang yang menjadi penyebab kegagalan dalam mewujudkan ambisinya dan mengubahnya menjadi sebuah kemajuan. Sehingga dapat didefinisikan progres adalah sebuah tahapan lanjut menuju hasil yang diharapkan.

Makna progres menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kemajuan. Kata tersebut digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan perubahan arah kemajuan seseorang atau bidang tertentu. Dalam bahasa Inggris, istilah tersebut disebut progress dan artinya sama. Menurut definisi kamus online Oxford, kemajuan adalah gerakan menuju kemajuan untuk menggapai suatu tujuan. Secara etimologis, progress berasal dari kata bahasa Inggris “progress” yang sudah ada sejak abad ke-14 Masehi, yang juga diambil dari bahasa latin “progressus” yang berarti selangkah lebih maju.

Kemajuan adalah bentuk perubahan sosial yang progresif yang dapat membawa manfaat atau perbaikan tertentu bagi kehidupan orang-orang di sekitarnya. Dalam Kamus Cambridge, kemajuan dijelaskan sebagai bagian dari peningkatan atau pengembangan kemampuan, pengetahuan, dan lain - lain. Istilah progresif juga bisa dipahami sebagai “sesuatu yang akhirnya tercapai”. Dari segi makna, konsep progres adalah kemajuan. Secara umum, kemajuan adalah usaha yang dibuat dengan kreativitas dan optimisme. Kemajuan dalam kehidupan diartikan sebagai kemajuan yang dapat bermanfaat.

Orang pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Jadi setiap orang akan meniru kemampuannya untuk membangun kemajuan di masa depan. Kemajuan juga dapat membawa pertumbuhan dalam pengetahuan, keterampilan, dan lain lain. Jika kehidupan seseorang ndak mengalami kemajuan, mereka akan selalu merasa pesimis dan menyerah. Alasannya adalah karena orang akan selalu berada di zona nyamannya, ndak melakukan apa pun untuk mendorong kemajuannya sendiri. Kemajuan ini dapat melibatkan kehidupan pribadi, belajar, bekerja, dan lain lain.

Bagaimana Cara Mewujudkan Progres?
Kemajuan ndak hanya terkait dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan. Kemajuan dapat dibuat dan diterapkan secara internal. Bagaimana membuat kemajuan pribadi akan sangat membantu dalam mencapai tujuan dan sasaran nyata dalam hidup. Bagaimana cara mencapai progres diri?

1. Bertanggung jawab atas hidup Anda

Untuk maju, satu hal yang harus Anda lakukan adalah bertanggung jawab penuh atas hidup Anda sendiri. Hampir segala sesuatu dalam hidup Anda adalah hasil dari keputusan yang Anda buat. Baik itu masalah keuangan, percintaan, kesehatan bahkan masalah lain yang sedang Anda hadapi, semuanya menjadi tanggung jawab Anda. Jangan hanya duduk dan menunggu dan melihat apa yang terjadi pada Anda. Jika Anda ingin mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam hidup, ambillah tanggung jawab untuk mendapatkannya. Jangan biarkan orang lain mengatur hidup Anda.

2. Percaya pada tujuan hidup Anda

Setiap orang memiliki tujuan hidup, termasuk Anda. Bahkan jika terkadang tujuan hidup Anda ndak begitu tinggi, percayalah pada apa yang Anda yakini. Dengan mendefinisikan siapa Anda, Anda dapat menentukan tujuan Anda. Pastikan Anda meluangkan waktu dari hari-hari sibuk Anda untuk mengerjakan tujuan hidup Anda. Karena dengan memulai langkah awal dengan percaya pada diri Anda sendiri hal itu akan menjadikan sebuah progres semakin berjalan lancar dan terasa lebih mudah dijalani.

3. Putuskan apa yang Anda inginkan

Salah satu kesalahan terbesar yang dapat Anda lakukan dalam hidup adalah melakukan apa yang ndak Anda sukai. Fokus pada apa yang Anda suka dan jangan buang waktu pada apa yang ndak Anda sukai. Buatlah keputusan yang matang dengan merencanakannya sebelum memulai langkah. Walaupun jangan terlalu lama mengambil langkah namun juga jangan sampai salah langkah dalam memulai progres dalam hidup Anda.

4. Mengevaluasi Pencapaian

Setelah Anda menentukan apa yang ingin Anda hasilkan di masa depan, berinvestasilah di dalamnya. Dengan menetapkan tujuan dan membelanjakannya untuk aktivitas fisik alih-alih berpegang teguh pada ide, Anda akan mengatur waktu secara efektif untuk melihat seberapa jauh Anda dapat mencapainya. Sangat penting untuk meninjau hasil yang telah Anda capai. Jangan biarkan hidup Anda mengalir seperti air. Karena dalam perjalanan menuju kemajuan pastinya menemukan sebuah hambatan dari segi mana saja yang ndak terduga maka dari itu penting untuk melakukan evaluasi terhadap langkah yang Anda pilih dalam mewujudkan progres dalam hidup Anda.

5. Meminta bantuan

Satu hal penting untuk diinget adalah bahwa Anda ndak harus berjuang sendiri untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Mintalah seseorang untuk membantu Anda dengan sesuatu yang ndak dapat Anda lakukan sendiri. Hal ini dapat mengurangi waktu yang terbuang untuk melakukannya sendiri. Jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan karena walau bagaimanapun diri Anda adalah makhluk sosial yang masih punya kekurangan dan memerlukan bantuan orang lain dalam mewujudkan ambisi hidup Anda bahkan dari hal-hal paling sederhana sekalipun akan sangat berdampak pada tujuan Anda nantinya.

6. Jangan khawatir tentang apa yang orang pikirkan tentang Anda.

Satu hal yang harus Anda inget, anda ndak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Karena itu, jangan khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Ndak semua orang menyukai Anda. Beberapa orang dapat melakukan apa saja untuk menjatuhkan Anda. Jangan dengarkan komentar negatif dari orang yang ndak menyukai Anda. Fokus pada kelebihan yang Anda miliki. Terkadang hambatan memang bisa datang dari orang lain yang bisa jadi kerabat atau teman dekat Anda sendiri yang ndak ingin melihat kemajuan dalam diri Anda. Maka ada baiknya abaikan semua perkataan negatif orang lain yang dapat menjadi penghalang Anda dalam mencapai kemajuan dalam hidup Anda.

7. Eksekusi dan Lakukan!

Langkah selanjutnya yang harus Anda ambil adalah melakukan apa yang telah Anda rencanakan. Jangan biarkan hal-hal membusuk dari daftar tugas Anda. Kesempatan ndak datang dua kali. Jika Anda benar-benar menginginkan sesuatu, perjuangkanlah. Jangan terlalu lama mengatur rencana karena momen dalam kemajuan diri Anda bisa datang kapan saja. Jadi lakukanlah sesegera mungkin tentunya dengan rencana yang matang agar semua hal berjalan dengan lancar dalam mewujudkan progres diri Anda.



Di bawah ini ada terjemah lirik pada video klip kedua.

Ketika bencana datang, aku datang padaMu dengan kerendahan hati, mengadu, siapa lagi yang bisa aku harapkan selain Engkau, ya Rabb.
Engkau mendengar doaku, ya Allah yang selalu memberi, siapa lagi yang akan mengabulkan do'aku selain Engkau?
Harapanku hanya terikat pada-Mu, jangan perlakukan aku dengan dosaku, ya Yang Maha Dermawan, ya Yang Maha Mulia. Aku ini hamba yang lemah, nasibku tak seberapa.
Janganlah Engkau jauhkan aku dari kasih sayang-Mu, ya Rabb. Semua yang Kau kehendaki pasti terjadi.


Udah ya, maaf in SettiaBlog lho ya.
O ya, untuk backgroundnya ini SettiaBlog ambil dari batang bagian dalam pohon Palm. Kayak sagu itu kan juga di hasilkan dari pohon Enau yang termasuk jenis Palm. Sagu sendiri pernah jadi makanan pokok di Jawa lho, sebelum ada tanaman padi. Makanya di Jawa di kenal kata "Sego" untuk menyebut nasi. Udah ya, kok malah ngelantur cerita tentang Sagu.. he... he... .