Video klip di atas ada "Invisible Beauty" milik Aakash Gandhi. Tadi malem saat dengerin lagu ini kok jadi pengen buat bahasan. Apalagi suasananya tenang di tambah rintik - rintik gerimis di luar, enak di pakai buat bahasan. Invisible Beauty sendiri bisa di artikan keindahan yang ndak nampak. Kayak misalnya, beberapa orang itu memiliki daya tarik alami, akan tetapi mereka sendiri sama sekali ndak menyadarinya. Karena daya tarik, bukan hanya terletak pada penampilan yang menarik tetapi juga perilaku halus tertentu yang menambah pesona dari seseorang.
Jika Anda pernah melihat seseorang yang tampaknya ndak menyadari pesonanya sendiri, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang membuat mereka berbeda. Hal itu sering kali merupakan kombinasi dari sifat dan kebiasaan unik yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan. Di bawah ini ada 8 perilaku tersembunyi yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya. Jadi, teruslah membaca, Anda mungkin akan menyadari bahwa Anda adalah salah satu dari mereka selama ini.
५. Kepercayaan diri yang ndak disadari
Dalam dunia daya tarik, ada paradoks yang menarik. Banyak orang yang sebenarnya cukup menarik tampaknya ndak menyadarinya. Dan salah satu sifat paling umum yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan adalah rasa percaya diri yang ndak disadari. Ini ndak sama dengan kesombongan atau arogansi. Melainkan, ini adalah rasa percaya diri yang muncul karena merasa nyaman dengan diri sendiri. Mereka ndak membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan rasa percaya diri yang tenang ini memiliki efek yang memikat pada orang-orang di sekitar mereka. Namun, perlu di ingat, ini bukan tentang berpura-pura atau berpura-pura. Kepercayaan diri yang tulus dan ndak disadari adalah sesuatu yang terpancar dari dalam dan ndak dapat dipalsukan. Jadi, jika Anda menyadari sifat ini dalam diri Anda, itu pertanda bahwa Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara
Sesuatu yang selalu mengejutkan tentang individu yang menarik yang ndak menyadari daya tarik mereka adalah kecenderungan mereka untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Perilaku mendengarkan orang lain secara mendetail, membuat seseorang terlihat sangat menarik. Hal itu memberi orang rasa penting dan nyaman saat berada di dekatnya. Ciri ini bukan tentang menjadi pendiam atau introvert. Ini tentang kemampuan untuk benar-benar terlibat dengan orang lain, menunjukkan minat pada pikiran dan pendapat mereka. Jika ini terdengar seperti Anda, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda duga.
५. Mereka merasa nyaman dengan kontak mata
Kontak mata merupakan alat yang ampuh dalam komunikasi antarmanusia. Kontak mata dapat menyampaikan berbagai emosi dan maksud, mulai dari ketertarikan hingga rasa hormat dan pengertian. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki kemampuan alami untuk mempertahankan kontak mata yang nyaman dan ndak mengancam. Ini bukan tatapan mata, tetapi hubungan yang hangat dan menarik yang membuat orang lain merasa benar-benar diperhatikan. Menurut penelitian dari Idiap Research Institute di Swiss, menjaga kontak mata selama percakapan memiliki dampak positif pada persepsi pendengar terhadap kecerdasan dan kredibilitas pembicara. Jadi, jika Anda memiliki bakat untuk melakukan kontak mata yang nyaman, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka baik kepada semua orang
Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sifat yang menarik secara universal, kebaikan hati. Mereka memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan pertimbangan, terlepas dari siapa mereka atau apa yang dapat mereka berikan sebagai balasannya. Ini bukan tentang menjadi orang yang mudah menyerah atau menyenangkan orang lain, tetapi tentang menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka adalah orang-orang yang akan membukakan pintu untuk orang asing, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menawarkan bantuan saat dibutuhkan. Kebaikan hati adalah perilaku yang melampaui daya tarik fisik. Kebaikan hati menciptakan aura positif yang menarik perhatian orang lain. Jadi, jika Anda mendapati diri Anda memperlakukan semua orang dengan baik, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka menghargai hal-hal sederhana dalam hidup
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana? Matahari terbenam yang indah, buku yang bagus, secangkir kopi hangat di pagi hari. Orang-orang seperti ini sering kali menarik tetapi ndak menyadarinya. Kemampuan untuk menikmati dan menghargai momen-momen kecil menunjukkan semangat hidup dan rasa puas yang secara inheren menarik. Ini bukan tentang gerakan besar atau gaya hidup mewah, tetapi tentang menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang orang-orang seperti itu. Kapasitas mereka untuk bersukacita dapat menular, menyebarkan hal positif ke mana pun mereka pergi. Jika Anda mendapati diri Anda menikmati kesenangan hidup yang sederhana, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka ndak malu dengan kekhasan mereka
Kita semua punya kekhasan, dan keanehan kecil yang membedakan kita. Itu adalah anugerah yang ndak pernah pudar terhadap putaran waktu yang lama dan ketertarikan yang ndak dapat dilihat secara awan. Menganggap keanehan sebagai pesona dan kelebihan, adalah sesuatu yang sering di lihat pada banyak orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya.bMereka menerima keanehan mereka, dan penerimaan ini membuat mereka menjadi sangat menarik. Keunikan ini membuat kita menjadi manusia, mudah bergaul, dan menarik. Keunikan ini memberi kita karakter dan individualitas. Jadi, jika Anda menyembunyikan keunikan Anda, mungkin inilah saatnya untuk menunjukkannya. Anda mungkin menemukan bahwa keunikan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka bersemangat tentang sesuatu
Gairah itu menular. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sesuatu yang sangat mereka sukai. Ini bisa berupa hobi, pekerjaan, suatu tujuan, apa pun yang membuat mereka bersemangat dari dalam. Ketika seseorang berbicara tentang hasratnya, matanya berbinar, energinya berubah, dan ia menjadi lebih bersemangat. Gairah ini membuat mereka menarik dan memikat orang lain. Gairah bukan tentang terobsesi atau sombong. Gairah adalah tentang memiliki sesuatu yang memberi Anda kegembiraan dan tujuan. Jadi, jika ada sesuatu yang Anda sukai, kemungkinan besar hal itu akan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka asli
Di atas segalanya, sifat paling menarik yang tanpa disadari ditunjukkan orang adalah keaslian. Mereka nyata, tulus, dan bersahaja. Mereka ndak mencoba menjadi orang lain hanya untuk diterima atau membuat orang lain terkesan. Keaslian bersifat magnetis. Keaslian menarik perhatian orang dan membuat mereka merasa nyaman. Keaslian menciptakan kepercayaan dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam. Menjadi autentik berarti jujur pada diri sendiri dan menerima kelebihan dan kekurangan Anda. Jadi, jika Anda menjalani hidup dengan autentik, ketahuilah bahwa ini adalah sifat Anda yang paling menarik.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya. Backgroundnya ini SettiaBlog gunakan kue Pie khas Bali. Kan tiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing - masing, salah satunya kue Pie dari Bali. Kita juga gitu kan ya, tentu memiliki keunikan dan ke khas an masing - masing. Andheng - Andheng di tempat tertentu aja udah bisa bikin khas dan unik, bibir kecil ndoweh juga bisa jadi ciri khas, apalagi ya? banyak c. Yang jelas apapun keunikan yang kita miliki adalah keindahan yang di titipkan oleh Allah ﷻ kepada kita.
Jika Anda pernah melihat seseorang yang tampaknya ndak menyadari pesonanya sendiri, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang membuat mereka berbeda. Hal itu sering kali merupakan kombinasi dari sifat dan kebiasaan unik yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan. Di bawah ini ada 8 perilaku tersembunyi yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya. Jadi, teruslah membaca, Anda mungkin akan menyadari bahwa Anda adalah salah satu dari mereka selama ini.
५. Kepercayaan diri yang ndak disadari
Dalam dunia daya tarik, ada paradoks yang menarik. Banyak orang yang sebenarnya cukup menarik tampaknya ndak menyadarinya. Dan salah satu sifat paling umum yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan adalah rasa percaya diri yang ndak disadari. Ini ndak sama dengan kesombongan atau arogansi. Melainkan, ini adalah rasa percaya diri yang muncul karena merasa nyaman dengan diri sendiri. Mereka ndak membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan rasa percaya diri yang tenang ini memiliki efek yang memikat pada orang-orang di sekitar mereka. Namun, perlu di ingat, ini bukan tentang berpura-pura atau berpura-pura. Kepercayaan diri yang tulus dan ndak disadari adalah sesuatu yang terpancar dari dalam dan ndak dapat dipalsukan. Jadi, jika Anda menyadari sifat ini dalam diri Anda, itu pertanda bahwa Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara
Sesuatu yang selalu mengejutkan tentang individu yang menarik yang ndak menyadari daya tarik mereka adalah kecenderungan mereka untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Perilaku mendengarkan orang lain secara mendetail, membuat seseorang terlihat sangat menarik. Hal itu memberi orang rasa penting dan nyaman saat berada di dekatnya. Ciri ini bukan tentang menjadi pendiam atau introvert. Ini tentang kemampuan untuk benar-benar terlibat dengan orang lain, menunjukkan minat pada pikiran dan pendapat mereka. Jika ini terdengar seperti Anda, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda duga.
५. Mereka merasa nyaman dengan kontak mata
Kontak mata merupakan alat yang ampuh dalam komunikasi antarmanusia. Kontak mata dapat menyampaikan berbagai emosi dan maksud, mulai dari ketertarikan hingga rasa hormat dan pengertian. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki kemampuan alami untuk mempertahankan kontak mata yang nyaman dan ndak mengancam. Ini bukan tatapan mata, tetapi hubungan yang hangat dan menarik yang membuat orang lain merasa benar-benar diperhatikan. Menurut penelitian dari Idiap Research Institute di Swiss, menjaga kontak mata selama percakapan memiliki dampak positif pada persepsi pendengar terhadap kecerdasan dan kredibilitas pembicara. Jadi, jika Anda memiliki bakat untuk melakukan kontak mata yang nyaman, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka baik kepada semua orang
Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sifat yang menarik secara universal, kebaikan hati. Mereka memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan pertimbangan, terlepas dari siapa mereka atau apa yang dapat mereka berikan sebagai balasannya. Ini bukan tentang menjadi orang yang mudah menyerah atau menyenangkan orang lain, tetapi tentang menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka adalah orang-orang yang akan membukakan pintu untuk orang asing, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menawarkan bantuan saat dibutuhkan. Kebaikan hati adalah perilaku yang melampaui daya tarik fisik. Kebaikan hati menciptakan aura positif yang menarik perhatian orang lain. Jadi, jika Anda mendapati diri Anda memperlakukan semua orang dengan baik, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka menghargai hal-hal sederhana dalam hidup
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana? Matahari terbenam yang indah, buku yang bagus, secangkir kopi hangat di pagi hari. Orang-orang seperti ini sering kali menarik tetapi ndak menyadarinya. Kemampuan untuk menikmati dan menghargai momen-momen kecil menunjukkan semangat hidup dan rasa puas yang secara inheren menarik. Ini bukan tentang gerakan besar atau gaya hidup mewah, tetapi tentang menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang orang-orang seperti itu. Kapasitas mereka untuk bersukacita dapat menular, menyebarkan hal positif ke mana pun mereka pergi. Jika Anda mendapati diri Anda menikmati kesenangan hidup yang sederhana, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka ndak malu dengan kekhasan mereka
Kita semua punya kekhasan, dan keanehan kecil yang membedakan kita. Itu adalah anugerah yang ndak pernah pudar terhadap putaran waktu yang lama dan ketertarikan yang ndak dapat dilihat secara awan. Menganggap keanehan sebagai pesona dan kelebihan, adalah sesuatu yang sering di lihat pada banyak orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya.bMereka menerima keanehan mereka, dan penerimaan ini membuat mereka menjadi sangat menarik. Keunikan ini membuat kita menjadi manusia, mudah bergaul, dan menarik. Keunikan ini memberi kita karakter dan individualitas. Jadi, jika Anda menyembunyikan keunikan Anda, mungkin inilah saatnya untuk menunjukkannya. Anda mungkin menemukan bahwa keunikan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.
५. Mereka bersemangat tentang sesuatu
Gairah itu menular. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sesuatu yang sangat mereka sukai. Ini bisa berupa hobi, pekerjaan, suatu tujuan, apa pun yang membuat mereka bersemangat dari dalam. Ketika seseorang berbicara tentang hasratnya, matanya berbinar, energinya berubah, dan ia menjadi lebih bersemangat. Gairah ini membuat mereka menarik dan memikat orang lain. Gairah bukan tentang terobsesi atau sombong. Gairah adalah tentang memiliki sesuatu yang memberi Anda kegembiraan dan tujuan. Jadi, jika ada sesuatu yang Anda sukai, kemungkinan besar hal itu akan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.
५. Mereka asli
Di atas segalanya, sifat paling menarik yang tanpa disadari ditunjukkan orang adalah keaslian. Mereka nyata, tulus, dan bersahaja. Mereka ndak mencoba menjadi orang lain hanya untuk diterima atau membuat orang lain terkesan. Keaslian bersifat magnetis. Keaslian menarik perhatian orang dan membuat mereka merasa nyaman. Keaslian menciptakan kepercayaan dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam. Menjadi autentik berarti jujur pada diri sendiri dan menerima kelebihan dan kekurangan Anda. Jadi, jika Anda menjalani hidup dengan autentik, ketahuilah bahwa ini adalah sifat Anda yang paling menarik.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya. Backgroundnya ini SettiaBlog gunakan kue Pie khas Bali. Kan tiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing - masing, salah satunya kue Pie dari Bali. Kita juga gitu kan ya, tentu memiliki keunikan dan ke khas an masing - masing. Andheng - Andheng di tempat tertentu aja udah bisa bikin khas dan unik, bibir kecil ndoweh juga bisa jadi ciri khas, apalagi ya? banyak c. Yang jelas apapun keunikan yang kita miliki adalah keindahan yang di titipkan oleh Allah ﷻ kepada kita.
Video klip kedua ada "manchild" milik Sabrina. Temanya c tentang curhatan Sabrina saat ketemu cowok dewasa yang masih aja bersikap kayak anak kecil. Banyak orang tentunya tau bahwa masa kecil itu adalah menyenangkan, meski ndak semua. Artinya, ketika menjadi bocah dulu ada saat senang dengan bermain, bersenda gurau, spontan, bisa akrab dengan siapa aja, tanpa beban, ndak perlu ribet mikirin tagihan, tunggakan dan cicilan. Jika diingat-ingat, masa seperti itu begitu menggembirakan sehingga sebagian orang rindu ingin bisa mengulanginya kembali. Kalo pun kagak, sudah pasti ada trauma serta pengalaman ndak mengenakkan kayak diomelin hingga digebukin, kesepian, keluarga berantakan dan sejenisnya. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa masa kanak-kanak memang berbeda dengan masa dewasa. Orang dewasa, dengan segala kerumitannya membuat diri menjadi cepat tua. Banyak pikiran, banyak tugas dan tanggung jawab, serta beban sosial hingga beban moral yang harus ditanggung.
Hanya aja, banyak juga yang ndak menyadari bahwa menjadi dewasa bukan sepenuhnya juga harus bermuka masam, berwajah serius, atau raut kecut meski isi dompet nyaris semaput. Ada banyak cara untuk bisa tetap terus berproses sejalan dengan umur tanpa harus meninggalkan kegembiraan dan keceriaan yang sudah pernah ada di masa kanak. Itulah sebabnya menjadi bocah (childlike) adalah kombinasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Tetap tumbuh dewasa tanpa melupakan perasaan senang, keinginan untuk terus bermain, dan menikmati segala sesuatu dengan santai. Sulitkah? Sudah pasti.
Pertama, hidup sudah terokupasi oleh segala rutinitas dan problem yang seringkali ndak mudah untuk berpaling sedikit untuk merangkan kaki atau mendinginkan kepala. Itu yang bikin cepet tua. Belum lagi kebiasaan terlalu banyak mikir (overthinking) yang jangan-jangan begini, kalo-kalo begitu. Harus dalam posisi serba siap siaga sedia agar kalo ada apa-apa itu bisa cepat diantisipasi. Padahal bisa jadi meleset semua dan kemudian malah jadi beban baru.
Kedua, ada asumi bahwa tetap menjadi bocah adalah hal yang memalukan. udah tambah tua, harusnya kan menjadi serius. Saking seriusnya malah kaku kayak lap mobil kering. Dengan bertambah kaku, malah ada resiko juga untuk menjadi patah jika ada hal yang ndak dinginkan terjadi. Belum lagi selama tumbuh dewasa, orang diajari untuk tetap berpegang kepada janji, punya komitmen dan konsisten. Itu c ndak salah. Hanya aja dalam prakteknya, ajaran semacam itu bercampur dengan pola disiplin dan latihan yang semakin menjauhkan dari ciri manusia sebagai makhluk bermain atau homo ludens. Menikmati jeda istirahat dianggap sebagai hal yang bukan prioritas. Melakukan hal konyol adalah memalukan. Orang yang bermain-main dianggap ndak bisa serius. Jadi orang dipaksa untuk berpikir dan hidup secara mekanis. Ibarat jarum jam analog yang berdetak dan harus menyesuaikan diri dengan benda seperti itu. Prakteknya ya sulit. Contohnya ya kebiasaan orang untuk memajukan putaran jam tangan atau wekker sebanyak 10 hingga 15 menit ke depan. Alasannya biar ndak telat atau masih ada waktu untuk bersiap. Padahal itu cuma alasan untuk bisa mengambil jarak sedikit dengan disiplin waktu kan?
“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing”
Oleh karena tetap menjadi bocah (childlike) dianggap tabu, maka sebaliknya orang juga ndak bisa membedakannya dengan sifat kekanak-kanakan (childish). Padahal kekanak-kanakan ini lebih menjangkiti orang dewasa ketimbang sekedar keinginan untuk bermain-main. Mulai dari kebiasaan cuma ngomong doang, ogah atau merasa terbebani, baperan, sensi, ngamukan, bahkan ndak punya tanggung jawab. Kalo dimintai sesuatu ndak akan mau lebih, Memberi pun juga sama, serba perhitungan dan kalo bisa minimal. Kurang tanggung jawab itu membuat dirinya ndak kemana-mana tapi berpuas diri. Rasa iri, cemburu atau sirik baru muncul ketika ada orang lain dilihat melebihi dirinya. Lebih gawat lagi, kemudian dengan segala cara menjatuhkan atau menganggap orang lain adalah saingan. Padahal dengan diri berpangku tangan minimalis demikian ya ndak kemana-mana juga. Buat apa cemburu? Sebab hanya itulah yang bisa dilakukan. Paling ndak, berkomentar atau mengulas sudah dianggap sebagai sebuah tindakan.
Lantas, apa yang harus dilakukan? Cukup sederhana. Ingatlah bahwa masa kanak-kanak adalah penuh dengan kepolosan dan sikap spontan. Di tengah dunia yang semakin keras, ndak pasti dan penuh persaingan maka tentu saja siakp waspada harus dipelihara. Ndak ada salahnya juga untuk tetap menjaga kepolosan dan spontanitas, sebagai bentuk antusiasme yang obyektif, ndak berprasangka dan niat baik untuk tetap memelihara kemanusiaan yang dimiliki. Selain itu, sebagai makhluk yang bermain tentu juga penting untuk tetap memliki hobi atau kegemaran, meluangkan waktu untuk bersantai serta lebih rileks memandang hidup. Ndak ada salahnya untuk selalu bersenang-senang di tengah kesibukan, berpikir sederhana di dalam kerumitan, atau tetap punya itikad yang lebih baik di antara kecurigaan. Itulah kekanakan yang sesungguhnya, ketimbang cuma ngabisin waktu ngomong sok ideal sok dewasa.
Hanya aja, banyak juga yang ndak menyadari bahwa menjadi dewasa bukan sepenuhnya juga harus bermuka masam, berwajah serius, atau raut kecut meski isi dompet nyaris semaput. Ada banyak cara untuk bisa tetap terus berproses sejalan dengan umur tanpa harus meninggalkan kegembiraan dan keceriaan yang sudah pernah ada di masa kanak. Itulah sebabnya menjadi bocah (childlike) adalah kombinasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Tetap tumbuh dewasa tanpa melupakan perasaan senang, keinginan untuk terus bermain, dan menikmati segala sesuatu dengan santai. Sulitkah? Sudah pasti.
Pertama, hidup sudah terokupasi oleh segala rutinitas dan problem yang seringkali ndak mudah untuk berpaling sedikit untuk merangkan kaki atau mendinginkan kepala. Itu yang bikin cepet tua. Belum lagi kebiasaan terlalu banyak mikir (overthinking) yang jangan-jangan begini, kalo-kalo begitu. Harus dalam posisi serba siap siaga sedia agar kalo ada apa-apa itu bisa cepat diantisipasi. Padahal bisa jadi meleset semua dan kemudian malah jadi beban baru.
Kedua, ada asumi bahwa tetap menjadi bocah adalah hal yang memalukan. udah tambah tua, harusnya kan menjadi serius. Saking seriusnya malah kaku kayak lap mobil kering. Dengan bertambah kaku, malah ada resiko juga untuk menjadi patah jika ada hal yang ndak dinginkan terjadi. Belum lagi selama tumbuh dewasa, orang diajari untuk tetap berpegang kepada janji, punya komitmen dan konsisten. Itu c ndak salah. Hanya aja dalam prakteknya, ajaran semacam itu bercampur dengan pola disiplin dan latihan yang semakin menjauhkan dari ciri manusia sebagai makhluk bermain atau homo ludens. Menikmati jeda istirahat dianggap sebagai hal yang bukan prioritas. Melakukan hal konyol adalah memalukan. Orang yang bermain-main dianggap ndak bisa serius. Jadi orang dipaksa untuk berpikir dan hidup secara mekanis. Ibarat jarum jam analog yang berdetak dan harus menyesuaikan diri dengan benda seperti itu. Prakteknya ya sulit. Contohnya ya kebiasaan orang untuk memajukan putaran jam tangan atau wekker sebanyak 10 hingga 15 menit ke depan. Alasannya biar ndak telat atau masih ada waktu untuk bersiap. Padahal itu cuma alasan untuk bisa mengambil jarak sedikit dengan disiplin waktu kan?
“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing”
Oleh karena tetap menjadi bocah (childlike) dianggap tabu, maka sebaliknya orang juga ndak bisa membedakannya dengan sifat kekanak-kanakan (childish). Padahal kekanak-kanakan ini lebih menjangkiti orang dewasa ketimbang sekedar keinginan untuk bermain-main. Mulai dari kebiasaan cuma ngomong doang, ogah atau merasa terbebani, baperan, sensi, ngamukan, bahkan ndak punya tanggung jawab. Kalo dimintai sesuatu ndak akan mau lebih, Memberi pun juga sama, serba perhitungan dan kalo bisa minimal. Kurang tanggung jawab itu membuat dirinya ndak kemana-mana tapi berpuas diri. Rasa iri, cemburu atau sirik baru muncul ketika ada orang lain dilihat melebihi dirinya. Lebih gawat lagi, kemudian dengan segala cara menjatuhkan atau menganggap orang lain adalah saingan. Padahal dengan diri berpangku tangan minimalis demikian ya ndak kemana-mana juga. Buat apa cemburu? Sebab hanya itulah yang bisa dilakukan. Paling ndak, berkomentar atau mengulas sudah dianggap sebagai sebuah tindakan.
Lantas, apa yang harus dilakukan? Cukup sederhana. Ingatlah bahwa masa kanak-kanak adalah penuh dengan kepolosan dan sikap spontan. Di tengah dunia yang semakin keras, ndak pasti dan penuh persaingan maka tentu saja siakp waspada harus dipelihara. Ndak ada salahnya juga untuk tetap menjaga kepolosan dan spontanitas, sebagai bentuk antusiasme yang obyektif, ndak berprasangka dan niat baik untuk tetap memelihara kemanusiaan yang dimiliki. Selain itu, sebagai makhluk yang bermain tentu juga penting untuk tetap memliki hobi atau kegemaran, meluangkan waktu untuk bersantai serta lebih rileks memandang hidup. Ndak ada salahnya untuk selalu bersenang-senang di tengah kesibukan, berpikir sederhana di dalam kerumitan, atau tetap punya itikad yang lebih baik di antara kecurigaan. Itulah kekanakan yang sesungguhnya, ketimbang cuma ngabisin waktu ngomong sok ideal sok dewasa.
