Video klip di atas ada "still here" milik Emma Walker. Biar tetep pada semangat. Still here bisa di maknai self-love (mencintai diri sendiri) yang merupakan bentuk syukur
kepada Allah ﷻ karena sanggup melalui hari-hari yang terkadang terasa mustahil untuk dilewati. Mulai ke bahasan ya.
﷽
Apa yang Anda lakukan ketika Anda ndak dapat memotivasi diri Anda untuk melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan? Tampaknya beberapa orang dapat berfokus pada target lebih baik daripada orang lain. Apakah nature atau nurture adalah alasan dibalik ini, kenyataannya adalah tetap termotivasi secara konsisten membutuhkan usaha dan waktu. Motivasi adalah dorongan atau tekad untuk memaksa Anda untuk mengerjakan sesuatu yang Anda harus kerjakan. Meskipun Anda merasa ndak ingin melakukannya - memang sulit bagi kebanyakan dari kita. Tetapi ini adalah sesuatu yang manusia perjuangkan sejak zaman purba.Leluhur kita termotivasi dengan kebutuhan akan bahan pokok untuk bisa bertahan hidup. Hari ini, kebutuhan yang sama masih diperlukan untuk kita, tetapi jika Anda ingin untuk mencapai potensi Anda atau mencapai tujuan apapun, Anda perlu untuk termotivasi pada tingkat yang lebih tinggi. Di bawah ini ada 10 tips untuk membantu Anda tetap termotivasi:
1. Tentukan tujuan yang jelas
Kejelasan itu emas, dan sangat diperlukan apabila Anda ingin pergi dari poin A ke Poin B. Jadi, tetapkan tujuan secara spesifik yang ingin dikejar. Apakah Anda seorang individual atau sebuah organisasi, Anda akan menetapkan dengan berani sebuah tujuan yang besar, atau yang disebut oleh guru manajemen Jim Collins dengan sebutan BHAG (Big Hairy Audacious Goals) atau dalam Bahasa Indonesia bisa disebut dengan sasaran berani berbulu besar yang artinya target yang jelas dan menarik. Di dalam bukunya, Built To Last: Successful Habits of Visionary Companies, Jim Collins mencatat bahwa perusahaan dengan BHAG lebih sukses dibandingkan dengan perusahaan yang ndak mempunyai BHAG. Jim Collins menambahkan bahwa, “BHAG yang benar adalah punya kejelasan dan menarik, berfungsi untuk mempersatukan satu titik fokus usaha, dan sebagai pemersatu semangat yang jelas dalam tim.”Hal yang sama juga berlaku pada tingkat individual. BHAG memicu imajinasi kekanak – kanakan dalam artian untuk memicu kreativitas yang jenius saat anda masih anak-anak untuk mencapai sesuatu yang ndak mungkin tercapai karena tujuan BHAG anda cukup besar untuk menantang Anda untuk berkembang ke level performa yang lebih tinggi.
2. Ketahui Alasan ‘Mengapa’ Anda
Tujuan Anda harus berarti untuk Anda apabila Anda ingin tujuan itu untuk tercapai. Mempunyai rasa bahwa tujuan Anda memiliki arti dapat memicu semangat Anda yang sebenarnya.Semangat ndak berkurang ketika keadaan menjadi sulit, tetapi justru memicu Anda dengan energi kreatifitas yang akan mengeluarkan kemampuan terbaik Anda terutama saat dalam keadaan sedang kesulitan. Mari memikirkan bagaimana semangat bisa mempengaruhi seorang peneliti, orang – orang yang akan memenangkan Penghargaan Nobel Perdamaian setelah menghabiskan beberapa tahun dalam melakukan riset untuk menemukan terobosan baru.Pada akhirnya, salah satu penulis jurnal online menulis, “Sebagai akademisi, mereka ndak melakukan ini untuk uang. Mereka melakukan itu karena mereka hidup dan bernafas dengan itu. Perjalanan panjang dan yang ndak mungkin terhindar yakni kegagalan yang berulang akan menjadi ndak tertahankan apabila tanpa adanya semangat itu”.Anda mungkin juga tertarik dengan ini : Menjadi No 1 di Dunia
3. Bagikan tujuan "Goals" Anda menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dicapai
Untuk mencapai mimpi Anda, Anda perlu membagikan tujuan utama Anda menjadi tujuan kecil yang dapat dicapai dalam jangka pendek. Dengan menargetkan tujuan kecil ini satu demi satu, Anda menciptakan pencapaian jangka pendek yang dapat membangun sebuah momentum untuk suatu saat.Pencapaian kecil yang membantu Anda merasa bahwa Anda mencapai sesuatu - ingat, mencapai tujuan besar Anda adalah sebuah maraton dan bukan lari cepat.
4. Buatlah sebuah ritual
Mempunyai aktivitas yang tetap dapat membuat otak Anda termotivasi untuk melakukan kegiatan yang tepat menuju tujuan Anda dengan konsisten.Menurut Charlse Duhigg, penulis dari The Power of Habit, “Kebiasaan terbentuk ketika ada tanda yang mengarah pada ritual. Ritual tampak sebagai sebuah kebiasaan otomatis yang Anda lakukan lalu menuntun Anda untuk mendapatkan penghargaan dari melakukan suatu kegiatan.”
5. Seni dari menanyakan diri Anda sendiri
Jika Anda menemukan diri Anda terkuras lelah dan ndak terinspirasi, ingat bahwa jawaban yang terbaik selalu ada didalam diri Anda. Tanyakan diri Anda pertanyaan cerdas kepada diri sendiri dan temukan motivasi tersembunyi untuk membuat Anda bersemangat kembali. Tony Robbins menegaskan bahwa, Jika Anda menanyakan diri Anda pertanyaan yang cerdas, Anda akan menemukan jawaban yang cerdas.
6. Jangan berfokus pada apa yang ndak dapat Anda kendalikan
Berhati-hatilah bahwa begitu Anda bergerak untuk mencapai tujuan Anda, semua bentuk tantangan - atau apa yang Steven Pressfield sebut dengan halangan - akan muncul. Tantangan Anda adalah untuk ndak menghiraukan mereka - itu adalah sesuatu yang ndak dapat Anda kendalikan - justru kendalikanlah apa yang dapat Anda kendalikan.
7. Terus Mencoba Untuk Bertanggung Jawab
Mempunyai rekan yang bertanggung jawab yang menjaga Anda untuk tetap selaras dengan pemikiran, kata-kata, dan tindakan Anda akan cukup membantu.Sebuah studi oleh Association for Talent Development (ATD) tentang pertanggung jawaban menemukan bahwa Anda mempunyai rata-rata sebesar 65% untuk menyelesaikan tujuan Anda jika Anda komitmen pada seseorang. Dan jika Anda bertanggung jawab dengan janji temu dengan seseorang yang Anda komitmenkan, Anda akan meningkatkan persentase kesuksesan sampai dnegan 95%.
8. Ukurlah kemajuan Anda
Bisa dikatakan apa yang ndak Anda ukur ndak berkembang. Untuk mengetahui persis dimana Anda saat ini, siapkan waktu untuk meninjau kemajuan Anda dalam harian dan mingguan. Ini akan menginspirasi Anda untuk tetap berkembang dan mengatasi halangan yang datang ke arah Anda.
9. Tetap Konsisten
Goal attained! Ambil tindakan menuju tujuan Anda secara konsisten. Ingat bahwa Roma ndak dibangun dalam waktu sehari, artinya adalah jika Anda tetap melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan, maka hanya tinggal tunggu waktu sebelum Anda mencapai titik tertentu dan lihat! Tujuan Anda tercapai!
10. Berikan hadiah kepada diri Anda sendiri
Otak Anda akan selalu merespon kepada rasa sakit atau rasa senang, itulah kenapa memberi hadiah kepada diri Anda sendiri dalam mencapai sebuah tujuan dapat menghasilkan efek yang positif, mengarah pada jalur saraf yang baru yang merasakan kesenangan saat mencapai sebuah tujuan. Tetapi, ingat bahwa ndak semua hadiah diciptakan setara - beberapa hadiah mempunyai efek samping yang kontraproduktif.Tetap termotivasi memerlukan Anda untuk sangat jelas pada apa yang Anda inginkan dan mempunyai kekuasaan atas diri Anda sendiri jika Anda ingin mencapai tujuan Anda. Ini adalah tantangan bagi banyak orang dan jika Anda mengikuti beberapa tip ini, Anda akan berterima kasih kepada diri Anda untuk itu.Ingat bahwa dalam perjalanan Anda untuk mengejar mimpi Anda, Anda akan terhenti beberapa kali dalam perjalanan Anda, tetapi apapun yang terjadi Anda harus tetap fokus pada tujuan Anda.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya.
﷽
Apa yang Anda lakukan ketika Anda ndak dapat memotivasi diri Anda untuk melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan? Tampaknya beberapa orang dapat berfokus pada target lebih baik daripada orang lain. Apakah nature atau nurture adalah alasan dibalik ini, kenyataannya adalah tetap termotivasi secara konsisten membutuhkan usaha dan waktu. Motivasi adalah dorongan atau tekad untuk memaksa Anda untuk mengerjakan sesuatu yang Anda harus kerjakan. Meskipun Anda merasa ndak ingin melakukannya - memang sulit bagi kebanyakan dari kita. Tetapi ini adalah sesuatu yang manusia perjuangkan sejak zaman purba.Leluhur kita termotivasi dengan kebutuhan akan bahan pokok untuk bisa bertahan hidup. Hari ini, kebutuhan yang sama masih diperlukan untuk kita, tetapi jika Anda ingin untuk mencapai potensi Anda atau mencapai tujuan apapun, Anda perlu untuk termotivasi pada tingkat yang lebih tinggi. Di bawah ini ada 10 tips untuk membantu Anda tetap termotivasi:
1. Tentukan tujuan yang jelas
Kejelasan itu emas, dan sangat diperlukan apabila Anda ingin pergi dari poin A ke Poin B. Jadi, tetapkan tujuan secara spesifik yang ingin dikejar. Apakah Anda seorang individual atau sebuah organisasi, Anda akan menetapkan dengan berani sebuah tujuan yang besar, atau yang disebut oleh guru manajemen Jim Collins dengan sebutan BHAG (Big Hairy Audacious Goals) atau dalam Bahasa Indonesia bisa disebut dengan sasaran berani berbulu besar yang artinya target yang jelas dan menarik. Di dalam bukunya, Built To Last: Successful Habits of Visionary Companies, Jim Collins mencatat bahwa perusahaan dengan BHAG lebih sukses dibandingkan dengan perusahaan yang ndak mempunyai BHAG. Jim Collins menambahkan bahwa, “BHAG yang benar adalah punya kejelasan dan menarik, berfungsi untuk mempersatukan satu titik fokus usaha, dan sebagai pemersatu semangat yang jelas dalam tim.”Hal yang sama juga berlaku pada tingkat individual. BHAG memicu imajinasi kekanak – kanakan dalam artian untuk memicu kreativitas yang jenius saat anda masih anak-anak untuk mencapai sesuatu yang ndak mungkin tercapai karena tujuan BHAG anda cukup besar untuk menantang Anda untuk berkembang ke level performa yang lebih tinggi.
2. Ketahui Alasan ‘Mengapa’ Anda
Tujuan Anda harus berarti untuk Anda apabila Anda ingin tujuan itu untuk tercapai. Mempunyai rasa bahwa tujuan Anda memiliki arti dapat memicu semangat Anda yang sebenarnya.Semangat ndak berkurang ketika keadaan menjadi sulit, tetapi justru memicu Anda dengan energi kreatifitas yang akan mengeluarkan kemampuan terbaik Anda terutama saat dalam keadaan sedang kesulitan. Mari memikirkan bagaimana semangat bisa mempengaruhi seorang peneliti, orang – orang yang akan memenangkan Penghargaan Nobel Perdamaian setelah menghabiskan beberapa tahun dalam melakukan riset untuk menemukan terobosan baru.Pada akhirnya, salah satu penulis jurnal online menulis, “Sebagai akademisi, mereka ndak melakukan ini untuk uang. Mereka melakukan itu karena mereka hidup dan bernafas dengan itu. Perjalanan panjang dan yang ndak mungkin terhindar yakni kegagalan yang berulang akan menjadi ndak tertahankan apabila tanpa adanya semangat itu”.Anda mungkin juga tertarik dengan ini : Menjadi No 1 di Dunia
3. Bagikan tujuan "Goals" Anda menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dicapai
Untuk mencapai mimpi Anda, Anda perlu membagikan tujuan utama Anda menjadi tujuan kecil yang dapat dicapai dalam jangka pendek. Dengan menargetkan tujuan kecil ini satu demi satu, Anda menciptakan pencapaian jangka pendek yang dapat membangun sebuah momentum untuk suatu saat.Pencapaian kecil yang membantu Anda merasa bahwa Anda mencapai sesuatu - ingat, mencapai tujuan besar Anda adalah sebuah maraton dan bukan lari cepat.
4. Buatlah sebuah ritual
Mempunyai aktivitas yang tetap dapat membuat otak Anda termotivasi untuk melakukan kegiatan yang tepat menuju tujuan Anda dengan konsisten.Menurut Charlse Duhigg, penulis dari The Power of Habit, “Kebiasaan terbentuk ketika ada tanda yang mengarah pada ritual. Ritual tampak sebagai sebuah kebiasaan otomatis yang Anda lakukan lalu menuntun Anda untuk mendapatkan penghargaan dari melakukan suatu kegiatan.”
5. Seni dari menanyakan diri Anda sendiri
Jika Anda menemukan diri Anda terkuras lelah dan ndak terinspirasi, ingat bahwa jawaban yang terbaik selalu ada didalam diri Anda. Tanyakan diri Anda pertanyaan cerdas kepada diri sendiri dan temukan motivasi tersembunyi untuk membuat Anda bersemangat kembali. Tony Robbins menegaskan bahwa, Jika Anda menanyakan diri Anda pertanyaan yang cerdas, Anda akan menemukan jawaban yang cerdas.
6. Jangan berfokus pada apa yang ndak dapat Anda kendalikan
Berhati-hatilah bahwa begitu Anda bergerak untuk mencapai tujuan Anda, semua bentuk tantangan - atau apa yang Steven Pressfield sebut dengan halangan - akan muncul. Tantangan Anda adalah untuk ndak menghiraukan mereka - itu adalah sesuatu yang ndak dapat Anda kendalikan - justru kendalikanlah apa yang dapat Anda kendalikan.
7. Terus Mencoba Untuk Bertanggung Jawab
Mempunyai rekan yang bertanggung jawab yang menjaga Anda untuk tetap selaras dengan pemikiran, kata-kata, dan tindakan Anda akan cukup membantu.Sebuah studi oleh Association for Talent Development (ATD) tentang pertanggung jawaban menemukan bahwa Anda mempunyai rata-rata sebesar 65% untuk menyelesaikan tujuan Anda jika Anda komitmen pada seseorang. Dan jika Anda bertanggung jawab dengan janji temu dengan seseorang yang Anda komitmenkan, Anda akan meningkatkan persentase kesuksesan sampai dnegan 95%.
8. Ukurlah kemajuan Anda
Bisa dikatakan apa yang ndak Anda ukur ndak berkembang. Untuk mengetahui persis dimana Anda saat ini, siapkan waktu untuk meninjau kemajuan Anda dalam harian dan mingguan. Ini akan menginspirasi Anda untuk tetap berkembang dan mengatasi halangan yang datang ke arah Anda.
9. Tetap Konsisten
Goal attained! Ambil tindakan menuju tujuan Anda secara konsisten. Ingat bahwa Roma ndak dibangun dalam waktu sehari, artinya adalah jika Anda tetap melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan, maka hanya tinggal tunggu waktu sebelum Anda mencapai titik tertentu dan lihat! Tujuan Anda tercapai!
10. Berikan hadiah kepada diri Anda sendiri
Otak Anda akan selalu merespon kepada rasa sakit atau rasa senang, itulah kenapa memberi hadiah kepada diri Anda sendiri dalam mencapai sebuah tujuan dapat menghasilkan efek yang positif, mengarah pada jalur saraf yang baru yang merasakan kesenangan saat mencapai sebuah tujuan. Tetapi, ingat bahwa ndak semua hadiah diciptakan setara - beberapa hadiah mempunyai efek samping yang kontraproduktif.Tetap termotivasi memerlukan Anda untuk sangat jelas pada apa yang Anda inginkan dan mempunyai kekuasaan atas diri Anda sendiri jika Anda ingin mencapai tujuan Anda. Ini adalah tantangan bagi banyak orang dan jika Anda mengikuti beberapa tip ini, Anda akan berterima kasih kepada diri Anda untuk itu.Ingat bahwa dalam perjalanan Anda untuk mengejar mimpi Anda, Anda akan terhenti beberapa kali dalam perjalanan Anda, tetapi apapun yang terjadi Anda harus tetap fokus pada tujuan Anda.
Udah ya, maafin SettiaBlog ya.
Video klip kedua SettiaBlog kasih judul "jalan panjang menuju hati".
Memahami diri sendiri ndak selamanya mudah dilakukan. Diri sendiri boleh jadi adalah orang pertama yang kita kenali sebelum kita mengenal orang lain. Tapi, seberapa dalam kita memahaminya, acapkali menjadi misteri yang ndak kunjung terpecahkan. Padahal, memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri merupakan hal yang vital untuk apa pun yang kita kerjakan. Baik untuk kebaikan diri, untuk membangun hubungan yang lebih baik, juga untuk menciptakan hidup yang berarti dan memuaskan. Setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Maka amat penting bagi kita semua untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul karena kita ndak bisa memhami diri sendiri. Sekali kita telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuat kita lebih memahami diri sendiri, kita akan bisa lebih mantap membuat pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya ndak pernah kita ambil. Tentu saja dibutuhkan kerja keras dan keberanian kita untuk bertanya tentang hal-hal besar pada diri sendiri seperti tentang apa yang sebenarnya kita inginkan, mengapa kita merasakan apa yang tengah kita rasakan, serta pertanyaan-pertanyaan lain dan harus bersiap untuk mendapat jawaban yang ndak sesuai dengan keinginan kita. Kebenaran tentang kesalahan yang kita lakukan, tentulah bukan kabar baik yang ingin kita dengar. Tapi harus kita terima dan hadapi dengan tegar, sebab membuka “pintu kebenaran” dapat memberi kita informasi yang positif dan berharga, asal saja kita mau lapang dada menerimanya. Melakukan refleksi untuk memahami diri memang acap kali ndak mudah, karena jujur menguliti diri merupakan sebuah kegiatan yang ndak menyenangkan. Kita biasanya lebih mudah mencari perlindungan di balik berbagai alasan. Padahal, membuka semua selubung alasan itu adalah hal kritis yang amat perlu dilakukan. Sembilan latihan di bawah ini bisa kita coba lakukan.
Kenang, hitung dan catat momen-momen membanggakan.
Adakah momen-momen yang membuat kita merasa bangga? Ingat-ingat semua momen membanggakan yang kita lakukan untuk diri sendiri, dan catat agar momen tersebut bisa kita “kunjungi” lagi tiap kali ingin melakukan sesuatu yang membuat rasa bangga itu hadir kembali.
Kenali perilaku lama.
Banyak dari kita yang terus haus mencari kesempurnaan dan kerap merasa bahwa kita ndak membuat dampak apapun untuk mengatasi kesulitan emosional seperti rasa malu dan kesedihan.
Lihat role model kita.
Dalam setiap tahapan perkembangan, setiap orang umumnya memiliki role model yang digunakan sebagai contoh untuk berkembang. Sarikan dalam kalimat-kalimat yang mudah diingat, hal-hal apa saja yang diajarkan para role model ini bagi kita. Apakah pelajaran-pelajaran tersebut masih kita sepakati saat ini atau ndak.
Ingat-ingat, hal apa saja yang beresonansi dengan kita.
Coba ingat-ingat, buku, film, atau acara televisi apa saja yang beresonansi secara emosional dengan diri kita. Lalu coba lakukan eksplorasi tentang apa saja dari hidup kita yang bisa diidentifikasi dengan hal-hal tersebut secara mendalam.
Minta masukan dari orang-orang yang kita sayang.
Mintalah masukan dari teman dan keluarga untuk mengamati, hal-hal apa yang menurut mereka bisa membuat kita bahagia atau tertekan. Tentu saja, ndak mudah meminta orang lain memberi masukan. Tapi mereka akan sangat mungkin memberi masukan yang mengejutkan dan amat membantu kita memahami diri sendiri.
Hubungkan diri kita dengan masa muda.
Cari kembali foto-foto masa lalu dan coba kenang dan rasakan lagi perasaan yang kita rasakan saat-saat itu. Tanyakan pada kita dalam foto tersebut, apa yang ia pikirkan tentang kita sekarang. Adakah perubahan yang ia ingin kita lakukan dalam hidup?
Pikirkan lagi kebiasaan.
“Hal apa yang manjur untuk kita?” Pertanyaan ini bisa menyuguhkan pada kita kebijaksanaan-kebijaksanaan penting yang bisa membantu kita memahami diri sendiri. Amati, apakah kebiasaan-kebiasaan kita itu produktif atau justru destruktif dalam perjalanan kita sejauh ini. Kita, misalnya, bisa saja mulai mengamati, apakah jam kerja 70 jam seminggu produktif atau destruktif buat kita. Lalu bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan kita yang lain. Bila kebiasaan-kebiasaan itu membuat kita sengsara, apa yang bisa kita lakukan untuk melakukan perubahan? Dari situ, kita bisa mulai kembali menata diri dan lebih mengenalinya.
Fokus pada hal-hal yang menginspirasi.
Untuk bertanya pada diri sendiri, kapan kita merasa bebas dan sangat bersemangat. Bila sudah menemukan jawabannya, kita mulai bisa mengamati, apakah kita telah menjadikan upaya untuk menciptakan momen tersebut sebagai prioritas.
Tanyakan selalu 'pertanyaan ajaib' ini.
Pertanyaan ini merupakan salah satu teknik utama dalam terapi fokus-solusi. “Bila malam ini, saat tidur, sebuah keajaiban terjadi, esok ketika bangun pagi, hal apa yang akan segara saya sadari, bahwa hidup tiba-tiba menjadi lebih baik?” Pertanyaan ini bisa membantu kita mengidentifikasi apa yang benar-benar kita inginkan, apa yang terjadi dan bisa membantu kita menemukan cara mengatasi hambatan-hambatan yang kita temui.
Knowing yourself is the beginning of all wisdom.
Be faithful to that which exists within yourself.
Be yourself, because an original is worth more than a copy.
Memahami diri sendiri ndak selamanya mudah dilakukan. Diri sendiri boleh jadi adalah orang pertama yang kita kenali sebelum kita mengenal orang lain. Tapi, seberapa dalam kita memahaminya, acapkali menjadi misteri yang ndak kunjung terpecahkan. Padahal, memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri merupakan hal yang vital untuk apa pun yang kita kerjakan. Baik untuk kebaikan diri, untuk membangun hubungan yang lebih baik, juga untuk menciptakan hidup yang berarti dan memuaskan. Setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Maka amat penting bagi kita semua untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul karena kita ndak bisa memhami diri sendiri. Sekali kita telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuat kita lebih memahami diri sendiri, kita akan bisa lebih mantap membuat pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya ndak pernah kita ambil. Tentu saja dibutuhkan kerja keras dan keberanian kita untuk bertanya tentang hal-hal besar pada diri sendiri seperti tentang apa yang sebenarnya kita inginkan, mengapa kita merasakan apa yang tengah kita rasakan, serta pertanyaan-pertanyaan lain dan harus bersiap untuk mendapat jawaban yang ndak sesuai dengan keinginan kita. Kebenaran tentang kesalahan yang kita lakukan, tentulah bukan kabar baik yang ingin kita dengar. Tapi harus kita terima dan hadapi dengan tegar, sebab membuka “pintu kebenaran” dapat memberi kita informasi yang positif dan berharga, asal saja kita mau lapang dada menerimanya. Melakukan refleksi untuk memahami diri memang acap kali ndak mudah, karena jujur menguliti diri merupakan sebuah kegiatan yang ndak menyenangkan. Kita biasanya lebih mudah mencari perlindungan di balik berbagai alasan. Padahal, membuka semua selubung alasan itu adalah hal kritis yang amat perlu dilakukan. Sembilan latihan di bawah ini bisa kita coba lakukan.
Kenang, hitung dan catat momen-momen membanggakan.
Adakah momen-momen yang membuat kita merasa bangga? Ingat-ingat semua momen membanggakan yang kita lakukan untuk diri sendiri, dan catat agar momen tersebut bisa kita “kunjungi” lagi tiap kali ingin melakukan sesuatu yang membuat rasa bangga itu hadir kembali.
Kenali perilaku lama.
Banyak dari kita yang terus haus mencari kesempurnaan dan kerap merasa bahwa kita ndak membuat dampak apapun untuk mengatasi kesulitan emosional seperti rasa malu dan kesedihan.
Lihat role model kita.
Dalam setiap tahapan perkembangan, setiap orang umumnya memiliki role model yang digunakan sebagai contoh untuk berkembang. Sarikan dalam kalimat-kalimat yang mudah diingat, hal-hal apa saja yang diajarkan para role model ini bagi kita. Apakah pelajaran-pelajaran tersebut masih kita sepakati saat ini atau ndak.
Ingat-ingat, hal apa saja yang beresonansi dengan kita.
Coba ingat-ingat, buku, film, atau acara televisi apa saja yang beresonansi secara emosional dengan diri kita. Lalu coba lakukan eksplorasi tentang apa saja dari hidup kita yang bisa diidentifikasi dengan hal-hal tersebut secara mendalam.
Minta masukan dari orang-orang yang kita sayang.
Mintalah masukan dari teman dan keluarga untuk mengamati, hal-hal apa yang menurut mereka bisa membuat kita bahagia atau tertekan. Tentu saja, ndak mudah meminta orang lain memberi masukan. Tapi mereka akan sangat mungkin memberi masukan yang mengejutkan dan amat membantu kita memahami diri sendiri.
Hubungkan diri kita dengan masa muda.
Cari kembali foto-foto masa lalu dan coba kenang dan rasakan lagi perasaan yang kita rasakan saat-saat itu. Tanyakan pada kita dalam foto tersebut, apa yang ia pikirkan tentang kita sekarang. Adakah perubahan yang ia ingin kita lakukan dalam hidup?
Pikirkan lagi kebiasaan.
“Hal apa yang manjur untuk kita?” Pertanyaan ini bisa menyuguhkan pada kita kebijaksanaan-kebijaksanaan penting yang bisa membantu kita memahami diri sendiri. Amati, apakah kebiasaan-kebiasaan kita itu produktif atau justru destruktif dalam perjalanan kita sejauh ini. Kita, misalnya, bisa saja mulai mengamati, apakah jam kerja 70 jam seminggu produktif atau destruktif buat kita. Lalu bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan kita yang lain. Bila kebiasaan-kebiasaan itu membuat kita sengsara, apa yang bisa kita lakukan untuk melakukan perubahan? Dari situ, kita bisa mulai kembali menata diri dan lebih mengenalinya.
Fokus pada hal-hal yang menginspirasi.
Untuk bertanya pada diri sendiri, kapan kita merasa bebas dan sangat bersemangat. Bila sudah menemukan jawabannya, kita mulai bisa mengamati, apakah kita telah menjadikan upaya untuk menciptakan momen tersebut sebagai prioritas.
Tanyakan selalu 'pertanyaan ajaib' ini.
Pertanyaan ini merupakan salah satu teknik utama dalam terapi fokus-solusi. “Bila malam ini, saat tidur, sebuah keajaiban terjadi, esok ketika bangun pagi, hal apa yang akan segara saya sadari, bahwa hidup tiba-tiba menjadi lebih baik?” Pertanyaan ini bisa membantu kita mengidentifikasi apa yang benar-benar kita inginkan, apa yang terjadi dan bisa membantu kita menemukan cara mengatasi hambatan-hambatan yang kita temui.
Knowing yourself is the beginning of all wisdom.
Be faithful to that which exists within yourself.
Be yourself, because an original is worth more than a copy.
