Jan 20, 2026

Orang yang Menarik Namun Ndak Menyadarinya

 


Video klip di atas ada "Invisible Beauty" milik Aakash Gandhi. Tadi malem saat dengerin lagu ini kok jadi pengen buat bahasan. Apalagi suasananya tenang di tambah rintik - rintik gerimis di luar, enak di pakai buat bahasan. Invisible Beauty sendiri bisa di artikan keindahan yang ndak nampak. Kayak misalnya, beberapa orang itu memiliki daya tarik alami, akan tetapi mereka sendiri sama sekali ndak menyadarinya. Karena daya tarik, bukan hanya terletak pada penampilan yang menarik tetapi juga perilaku halus tertentu yang menambah pesona dari seseorang.

Jika Anda pernah melihat seseorang yang tampaknya ndak menyadari pesonanya sendiri, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang membuat mereka berbeda. Hal itu sering kali merupakan kombinasi dari sifat dan kebiasaan unik yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan. Di bawah ini ada 8 perilaku tersembunyi yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya. Jadi, teruslah membaca, Anda mungkin akan menyadari bahwa Anda adalah salah satu dari mereka selama ini.

५. Kepercayaan diri yang ndak disadari

Dalam dunia daya tarik, ada paradoks yang menarik. Banyak orang yang sebenarnya cukup menarik tampaknya ndak menyadarinya. Dan salah satu sifat paling umum yang tanpa mereka sadari mereka tunjukkan adalah rasa percaya diri yang ndak disadari. Ini ndak sama dengan kesombongan atau arogansi. Melainkan, ini adalah rasa percaya diri yang muncul karena merasa nyaman dengan diri sendiri. Mereka ndak membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan rasa percaya diri yang tenang ini memiliki efek yang memikat pada orang-orang di sekitar mereka. Namun, perlu di ingat, ini bukan tentang berpura-pura atau berpura-pura. Kepercayaan diri yang tulus dan ndak disadari adalah sesuatu yang terpancar dari dalam dan ndak dapat dipalsukan. Jadi, jika Anda menyadari sifat ini dalam diri Anda, itu pertanda bahwa Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka lebih banyak mendengar daripada berbicara

Sesuatu yang selalu mengejutkan tentang individu yang menarik yang ndak menyadari daya tarik mereka adalah kecenderungan mereka untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Perilaku mendengarkan orang lain secara mendetail, membuat seseorang terlihat sangat menarik. Hal itu memberi orang rasa penting dan nyaman saat berada di dekatnya. Ciri ini bukan tentang menjadi pendiam atau introvert. Ini tentang kemampuan untuk benar-benar terlibat dengan orang lain, menunjukkan minat pada pikiran dan pendapat mereka. Jika ini terdengar seperti Anda, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda duga.

५. Mereka merasa nyaman dengan kontak mata

Kontak mata merupakan alat yang ampuh dalam komunikasi antarmanusia. Kontak mata dapat menyampaikan berbagai emosi dan maksud, mulai dari ketertarikan hingga rasa hormat dan pengertian. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki kemampuan alami untuk mempertahankan kontak mata yang nyaman dan ndak mengancam. Ini bukan tatapan mata, tetapi hubungan yang hangat dan menarik yang membuat orang lain merasa benar-benar diperhatikan. Menurut penelitian dari Idiap Research Institute di Swiss, menjaga kontak mata selama percakapan memiliki dampak positif pada persepsi pendengar terhadap kecerdasan dan kredibilitas pembicara. Jadi, jika Anda memiliki bakat untuk melakukan kontak mata yang nyaman, Anda mungkin lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka baik kepada semua orang

Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sifat yang menarik secara universal, kebaikan hati. Mereka memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan pertimbangan, terlepas dari siapa mereka atau apa yang dapat mereka berikan sebagai balasannya. Ini bukan tentang menjadi orang yang mudah menyerah atau menyenangkan orang lain, tetapi tentang menunjukkan empati dan kasih sayang. Mereka adalah orang-orang yang akan membukakan pintu untuk orang asing, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menawarkan bantuan saat dibutuhkan. Kebaikan hati adalah perilaku yang melampaui daya tarik fisik. Kebaikan hati menciptakan aura positif yang menarik perhatian orang lain. Jadi, jika Anda mendapati diri Anda memperlakukan semua orang dengan baik, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka menghargai hal-hal sederhana dalam hidup

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana? Matahari terbenam yang indah, buku yang bagus, secangkir kopi hangat di pagi hari. Orang-orang seperti ini sering kali menarik tetapi ndak menyadarinya. Kemampuan untuk menikmati dan menghargai momen-momen kecil menunjukkan semangat hidup dan rasa puas yang secara inheren menarik. Ini bukan tentang gerakan besar atau gaya hidup mewah, tetapi tentang menemukan keindahan dalam kehidupan sehari-hari. Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang orang-orang seperti itu. Kapasitas mereka untuk bersukacita dapat menular, menyebarkan hal positif ke mana pun mereka pergi. Jika Anda mendapati diri Anda menikmati kesenangan hidup yang sederhana, kemungkinan besar Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka ndak malu dengan kekhasan mereka

Kita semua punya kekhasan, dan keanehan kecil yang membedakan kita. Itu adalah anugerah yang ndak pernah pudar terhadap putaran waktu yang lama dan ketertarikan yang ndak dapat dilihat secara awan. Menganggap keanehan sebagai pesona dan kelebihan, adalah sesuatu yang sering di lihat pada banyak orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya.bMereka menerima keanehan mereka, dan penerimaan ini membuat mereka menjadi sangat menarik. Keunikan ini membuat kita menjadi manusia, mudah bergaul, dan menarik. Keunikan ini memberi kita karakter dan individualitas. Jadi, jika Anda menyembunyikan keunikan Anda, mungkin inilah saatnya untuk menunjukkannya. Anda mungkin menemukan bahwa keunikan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda kira.

५. Mereka bersemangat tentang sesuatu

Gairah itu menular. Orang yang menarik tetapi ndak menyadarinya sering kali memiliki sesuatu yang sangat mereka sukai. Ini bisa berupa hobi, pekerjaan, suatu tujuan, apa pun yang membuat mereka bersemangat dari dalam. Ketika seseorang berbicara tentang hasratnya, matanya berbinar, energinya berubah, dan ia menjadi lebih bersemangat. Gairah ini membuat mereka menarik dan memikat orang lain. Gairah bukan tentang terobsesi atau sombong. Gairah adalah tentang memiliki sesuatu yang memberi Anda kegembiraan dan tujuan. Jadi, jika ada sesuatu yang Anda sukai, kemungkinan besar hal itu akan membuat Anda lebih menarik daripada yang Anda sadari.

५. Mereka asli

Di atas segalanya, sifat paling menarik yang tanpa disadari ditunjukkan orang adalah keaslian. Mereka nyata, tulus, dan bersahaja. Mereka ndak mencoba menjadi orang lain hanya untuk diterima atau membuat orang lain terkesan. Keaslian bersifat magnetis. Keaslian menarik perhatian orang dan membuat mereka merasa nyaman. Keaslian menciptakan kepercayaan dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam. Menjadi autentik berarti jujur ​​pada diri sendiri dan menerima kelebihan dan kekurangan Anda. Jadi, jika Anda menjalani hidup dengan autentik, ketahuilah bahwa ini adalah sifat Anda yang paling menarik.

Udah ya, maafin SettiaBlog ya. Backgroundnya ini SettiaBlog gunakan kue Pie khas Bali. Kan tiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing - masing, salah satunya kue Pie dari Bali. Kita juga gitu kan ya, tentu memiliki keunikan dan ke khas an masing - masing. Andheng - Andheng di tempat tertentu aja udah bisa bikin khas dan unik, bibir kecil ndoweh juga bisa jadi ciri khas, apalagi ya? banyak c. Yang jelas apapun keunikan yang kita miliki adalah keindahan yang di titipkan oleh Allah ﷻ kepada kita.


Video klip kedua ada "manchild" milik Sabrina. Temanya c tentang curhatan Sabrina saat ketemu cowok dewasa yang masih aja bersikap kayak anak kecil.  Banyak orang tentunya tau bahwa masa kecil itu adalah menyenangkan, meski ndak semua. Artinya, ketika menjadi bocah dulu ada saat senang dengan bermain, bersenda gurau, spontan, bisa akrab dengan siapa aja, tanpa beban, ndak perlu ribet mikirin tagihan, tunggakan dan cicilan. Jika diingat-ingat, masa seperti itu begitu menggembirakan sehingga sebagian orang rindu ingin bisa mengulanginya kembali. Kalo pun kagak, sudah pasti ada trauma serta pengalaman ndak mengenakkan kayak diomelin hingga digebukin, kesepian, keluarga berantakan dan sejenisnya. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa masa kanak-kanak memang berbeda dengan masa dewasa. Orang dewasa, dengan segala kerumitannya membuat diri menjadi cepat tua. Banyak pikiran, banyak tugas dan tanggung jawab, serta beban sosial hingga beban moral yang harus ditanggung.

Hanya aja, banyak juga yang ndak menyadari bahwa menjadi dewasa bukan sepenuhnya juga harus bermuka masam, berwajah serius, atau raut kecut meski isi dompet nyaris semaput. Ada banyak cara untuk bisa tetap terus berproses sejalan dengan umur tanpa harus meninggalkan kegembiraan dan keceriaan yang sudah pernah ada di masa kanak. Itulah sebabnya menjadi bocah (childlike) adalah kombinasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Tetap tumbuh dewasa tanpa melupakan perasaan senang, keinginan untuk terus bermain, dan menikmati segala sesuatu dengan santai. Sulitkah? Sudah pasti.
Pertama, hidup sudah terokupasi oleh segala rutinitas dan problem yang seringkali ndak mudah untuk berpaling sedikit untuk merangkan kaki atau mendinginkan kepala. Itu yang bikin cepet tua. Belum lagi kebiasaan terlalu banyak mikir (overthinking) yang jangan-jangan begini, kalo-kalo begitu. Harus dalam posisi serba siap siaga sedia agar kalo ada apa-apa itu bisa cepat diantisipasi. Padahal bisa jadi meleset semua dan kemudian malah jadi beban baru.
Kedua, ada asumi bahwa tetap menjadi bocah adalah hal yang memalukan. udah tambah tua, harusnya kan menjadi serius. Saking seriusnya malah kaku kayak lap mobil kering. Dengan bertambah kaku, malah ada resiko juga untuk menjadi patah jika ada hal yang ndak dinginkan terjadi. Belum lagi selama tumbuh dewasa, orang diajari untuk tetap berpegang kepada janji, punya komitmen dan konsisten. Itu c ndak salah. Hanya aja dalam prakteknya, ajaran semacam itu bercampur dengan pola disiplin dan latihan yang semakin menjauhkan dari ciri manusia sebagai makhluk bermain atau homo ludens. Menikmati jeda istirahat dianggap sebagai hal yang bukan prioritas. Melakukan hal konyol adalah memalukan. Orang yang bermain-main dianggap ndak bisa serius. Jadi orang dipaksa untuk berpikir dan hidup secara mekanis. Ibarat jarum jam analog yang berdetak dan harus menyesuaikan diri dengan benda seperti itu. Prakteknya ya sulit. Contohnya ya kebiasaan orang untuk memajukan putaran jam tangan atau wekker sebanyak 10 hingga 15 menit ke depan. Alasannya biar ndak telat atau masih ada waktu untuk bersiap. Padahal itu cuma alasan untuk bisa mengambil jarak sedikit dengan disiplin waktu kan?
“We don’t stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing”
Oleh karena tetap menjadi bocah (childlike) dianggap tabu, maka sebaliknya orang juga ndak bisa membedakannya dengan sifat kekanak-kanakan (childish). Padahal kekanak-kanakan ini lebih menjangkiti orang dewasa ketimbang sekedar keinginan untuk bermain-main. Mulai dari kebiasaan cuma ngomong doang, ogah atau merasa terbebani, baperan, sensi, ngamukan, bahkan ndak punya tanggung jawab. Kalo dimintai sesuatu ndak akan mau lebih, Memberi pun juga sama, serba perhitungan dan kalo bisa minimal. Kurang tanggung jawab itu membuat dirinya ndak kemana-mana tapi berpuas diri. Rasa iri, cemburu atau sirik baru muncul ketika ada orang lain dilihat melebihi dirinya. Lebih gawat lagi, kemudian dengan segala cara menjatuhkan atau menganggap orang lain adalah saingan. Padahal dengan diri berpangku tangan minimalis demikian ya ndak kemana-mana juga. Buat apa cemburu? Sebab hanya itulah yang bisa dilakukan. Paling ndak, berkomentar atau mengulas sudah dianggap sebagai sebuah tindakan.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Cukup sederhana. Ingatlah bahwa masa kanak-kanak adalah penuh dengan kepolosan dan sikap spontan. Di tengah dunia yang semakin keras, ndak pasti dan penuh persaingan maka tentu saja siakp waspada harus dipelihara. Ndak ada salahnya juga untuk tetap menjaga kepolosan dan spontanitas, sebagai bentuk antusiasme yang obyektif, ndak berprasangka dan niat baik untuk tetap memelihara kemanusiaan yang dimiliki. Selain itu, sebagai makhluk yang bermain tentu juga penting untuk tetap memliki hobi atau kegemaran, meluangkan waktu untuk bersantai serta lebih rileks memandang hidup. Ndak ada salahnya untuk selalu bersenang-senang di tengah kesibukan, berpikir sederhana di dalam kerumitan, atau tetap punya itikad yang lebih baik di antara kecurigaan. Itulah kekanakan yang sesungguhnya, ketimbang cuma ngabisin waktu ngomong sok ideal sok dewasa.
   

Jan 11, 2026

Ketika Hati Mulai Mati, Ke Mana Kita Harus Mencari Cahaya?

 


Video klip di atas ada "sebelum cahaya" milik Letto. Lagunya c mengajak kita untuk merenung, menemukan kekuatan dalam iman, dan percaya bahwa setelah kesulitan pasti ada kebahagiaan. Pernahkah kita merasa kosong dalam menjalani hidup? Pernahkah kita bangun di pagi hari tanpa gairah, menjalani rutinitas tanpa makna, lalu tidur kembali dengan perasaan yang sama? Pernahkah kita merasakan ibadah hanya sebagai kewajiban tanpa ruh, dzikir tanpa penghayatan, atau doa yang sekadar lantunan kata tanpa getaran dalam dada? Mengapa sebagian orang menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah ﷻ, sementara sebagian yang lain tetap diam seolah ndak terjadi apa-apa? Mengapa ada hati yang bergetar ketika nama Allah ﷻ disebut, tetapi ada juga yang tetap keras, ndak peduli seberapa banyak nasihat yang ia dengar? Apakah hati kita masih hidup, ataukah ia perlahan sedang menuju kematiannya?

Di dalam diri manusia terdapat sesuatu yang menjadi pusat kendali atas segalanya. Jika ia baik, maka seluruh anggota tubuh akan ikut baik. Jika ia rusak, maka semua perilaku akan ikut rusak. Rasulullah ﷺ. bersabda:
"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati." 
Hati adalah penentu segalanya. Ia bagaikan cermin yang memantulkan kondisi batin seseorang. Jika hati bersih, maka kehidupan akan terasa terang. Jika hati kotor, maka dunia akan tampak kelam. Jika hati mati, maka segala kebaikan akan kehilangan maknanya. Lalu, bagaimana kita mengetahui apakah hati kita masih hidup atau sudah mati?

Allah ﷻ memberikan isyarat tentang hati yang mulai membeku dan kehilangan cahayanya:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal, di antara batu-batu itu ada yang mengalir sungai-sungai darinya. Dan ada pula yang terbelah, lalu keluar mata air darinya. Dan ada yang jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 74)

Bayangkan, hati manusia bisa lebih keras daripada batu. Batu bisa retak dan mengeluarkan air, tetapi hati yang mati tetap membatu meskipun mendengar firman Allah ﷻ, meskipun disapa oleh kematian di sekelilingnya, meskipun melihat kebesaran Allah ﷻ yang terpampang di langit dan bumi. Apakah hati kita sudah sampai pada titik itu?

Hati yang mati bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Ia seperti api kecil yang perlahan redup, seperti tubuh yang kehilangan nyawa sedikit demi sedikit. Ada banyak tanda yang bisa kita rasakan, jika kita mau jujur pada diri sendiri:

1. Ketika dosa terasa ringan dan ndak lagi membuat kita merasa bersalah.

Rasulullah  ﷺ bersabda:
الْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ النَّاسُ عَلَيْهِ
"Dosa adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah dan engkau tidak suka jika orang lain mengetahuinya." (HR. Muslim, no. 2553)
Namun, bagaimana jika kita sudah ndak merasa bersalah lagi? Bagaimana jika dosa menjadi kebiasaan, bahkan dianggap biasa aja? Itu adalah tanda bahwa hati kita telah kehilangan kepekaannya.

2. Ketika ibadah kehilangan ruhnya.

Kita shalat, tetapi ndak merasakan ketenangan. Kita membaca Al-Qur’an, tetapi ndak ada getaran dalam hati. Kita berdoa, tetapi doa terasa kosong. Allah  ﷻ berfirman:
وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا
"Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa: 142)
Apakah ibadah kita hanya sebatas gerakan tanpa makna?

3. Ketika dunia lebih menarik daripada akhirat.

Kita bisa menghabiskan berjam-jam menatap layar ponsel, tetapi sulit meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an walau hanya lima menit. Kita bisa bersemangat mencari rezeki, tetapi malas untuk bersedekah. Kita bisa berdebat panjang tentang dunia, tetapi enggan untuk merenungi akhirat. Rasulullah bersabda:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ
"Barang siapa yang dunia menjadi obsesinya, maka Allah akan membuat urusannya tercerai-berai, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan untuknya." (HR. At-Tirmidzi)
Apakah kita termasuk orang yang lebih sibuk mengejar dunia dan mengabaikan akhirat?

Masih Adakah Harapan?
Hati yang mati bukan berarti ndak bisa hidup kembali. Allah ﷻ adalah Maha Pengampun, Maha Lembut, dan Maha Membolak-balikkan hati. Selama kita masih diberi kesempatan, masih ada jalan untuk menghidupkan kembali hati yang telah membeku. Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya apabila dia menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian." (QS. Al-Anfal: 24)

Jika hati kita telah mati, maka mari kita hidupkan kembali. Jika iman kita telah redup, maka mari kita nyalakan cahayanya. Bagaimana caranya? Bagaimana kita bisa menyelamatkan hati kita sebelum benar-benar tenggelam dalam kegelapan? Mari kita lanjutkan perjalanan ini, menelusuri tanda-tanda hati yang mati dan menemukan jalan untuk menghidupkannya kembali. Karena sesungguhnya, hati yang hidup adalah sumber kebahagiaan, dan hati yang mati adalah awal dari kehancuran.

Hati adalah pusat kehidupan manusia. Dari hatilah lahir kebaikan atau keburukan. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, ada saatnya hati menjadi lemah, bahkan mati. Hati yang mati bukan sekadar ndak merasakan spiritualitas, tetapi juga kehilangan cahaya hidayah dan kasih sayang Allah ﷻ. Al-Qur'an menggambarkan kondisi hati yang mati:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةًۭ ۚ
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (QS. Al-Baqarah: 74)
Maka, mari kita pahami tanda-tanda hati yang mati serta bagaimana cara menghidupkannya kembali.

1. Ndak Tersentuh oleh Ayat-Ayat Allah ﷻ

Salah satu tanda hati yang hidup adalah mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah ﷻ. Sebaliknya, hati yang mati tetap keras meskipun diperdengarkan Al-Qur’an. Allah ﷻ. berfirman:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا وَلَّوْا۟ مُسْتَكْبِرِينَ كَأَنَّهُمْ لَمْ يَسْمَعُوهَا كَأَنَّ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًۭا ۖ
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berpaling dengan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya, seolah-olah di telinga mereka ada sumbatan." (QS. Luqman: 7)
Orang yang hatinya mati ndak merasakan kenikmatan dalam membaca atau mendengar Al-Qur'an. Ia membacanya hanya sebagai bacaan biasa, tanpa renungan dan penghayatan.

2. Mudah Tenggelam dalam Maksiat Tanpa Rasa Bersalah

Seseorang dengan hati yang mati ndak lagi merasa bersalah ketika berbuat dosa. Ia terus menerus melakukan kemaksiatan tanpa adanya rasa penyesalan. Rasulullah ﷺ. bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، فَذَاكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ (كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)
"Sesungguhnya seorang mukmin jika ia berbuat dosa, maka muncul titik hitam di hatinya. Jika ia bertobat, meninggalkan dosa, dan memohon ampun, hatinya akan kembali bersih. Tetapi jika ia terus menambah dosa, maka titik hitam itu semakin banyak hingga menutupi seluruh hatinya. Itulah yang disebut dengan raan (karat hati) sebagaimana firman Allah: 'Sekali-kali tidak! Bahkan telah tertutup hati mereka oleh dosa-dosa yang mereka perbuat.' (QS. Al-Muthaffifin: 14)" (HR. Tirmidzi, no. 3334)

3. Cinta Dunia Berlebihan dan Lalai dari Akhirat

Seseorang dengan hati yang mati lebih mencintai dunia dibanding akhirat. Ia tenggelam dalam kesenangan dunia tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan setelah mati. Rasulullah ﷺ bersabda dalam Sebuah hadits Nabi yang sangat menarik dan penting untuk direnungkan oleh kita bersama. 
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم وليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت.
Nabi bersabda :  "(wahai kaum muslimin) Kelak bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian, bagaikan memperebutkan makanan di atas piring.
Sahabat bertanya : “Apakah karena saat itu jumlah kami sedikit, wahai utusan Tuhan”.?. 
Nabi menjawab : tidak, kalian justeru saat itu mayoritas. Sayangnya kalian bagaikan buih. Musuh-musuh kalian sudah tak lagi takut terhadap kalian. Karena kalian ditelikung oleh penyakit “wahan”. 
Sahabat bertanya lagi : ”apakah “wahan”itu, wahai Nabi?.
Beliau menjawab : “cinta (rakus) terhadap dunia dan ndak lagi ingat kematian”.  
Itu bermakna kalian senang dan berambisi memeroleh kenikmatan harta benda dan kekuasaan.

Cara Menghidupkan Kembali Hati yang Mati

1. Banyak Mengingat Allah ﷻ (Dzikir dan Istighfar)

Hati yang mati bisa dihidupkan dengan memperbanyak dzikir dan istighfar. Rasulullah ﷻ bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari, no. 6407)

2. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an

Al-Qur'an adalah obat bagi hati yang sakit dan mati. Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit (yang berada) di dalam dada." (QS. Yunus: 57)

3. Berteman dengan Orang Shalih

Hati akan terpengaruh oleh lingkungan. Rasulullah ﷺ bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
"Seseorang berada dalam agama sahabatnya, maka hendaklah ia melihat siapa yang dijadikannya sahabat." (HR. Abu Dawud, no. 4833)

4. Mengingat Kematian

Mengingat kematian membuat hati lebih lembut dan kembali kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
<"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (kematian)." (HR. Tirmidzi, no. 2307)
Sehingga dengan demikian maka Hati yang mati bukanlah akhir segalanya. Selama ruh masih di badan, masih ada kesempatan untuk kembali kepada Allah ﷻ. Semoga kita menjadi hamba yang memiliki hati yang hidup, dipenuhi cahaya iman, dan senantiasa dekat dengan Allah ﷻ.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya. SettiaBlog bahas kayak gini juga karena menyadari kalau SettiaBlog juga masih sering melakukan kelalaian. Yang jelas hati yang hidup adalah kunci segala kebaikan. Jika hati kita selamat, maka seluruh tubuh kita pun akan selamat. Jika hati kita hidup, maka hidup kita pun akan penuh dengan cahaya, penuh dengan kedamaian dan ketenangan.


Video klip kedua ada "hujan" miliknya Utopia. O ya di bawah ini ada sedikit cerita.
Seorang gadis kecil yang manis sedang memegang dua buah apel dengan kedua tangannya. Ibunya masuk dan dengan lembut bertanya kepada putrinya sambil tersenyum.
"Sayangku, maukah kamu memberikan salah satu dari dua apelmu kepada ibumu?"
Gadis kecil itu menatap ibunya selama beberapa detik, lalu tiba-tiba ia menggigit apel yang satu dengan cepat, dan kemudian dengan cepat menggigit apel yang lainnya. Senyum di wajah ibunya membeku. Ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan kekecewaannya.

Kemudian gadis kecil itu memberikan salah satu apel yang sudah digigitnya kepada ibunya, dan berkata.
" Ibu, ini dia. Ini yang lebih manis."
Siapa pun Anda, seberapa berpengalaman pun Anda, dan seberapa berpengetahuan pun Anda, selalu tunda menghakimi orang lain. Beri orang lain kesempatan untuk menjelaskan diri mereka sendiri. Apa yang Anda lihat mungkin tidak sama seperti yang Anda pikirkan. Jangan buru - buru mengambil kesimpulan dengan tindakan orang lain.


Anda mengerti dengan cerita di atas kan ya? Menilai orang lain itu mudah dan cepat, sementara berpikir secara mendalam butuh usaha dan kesabaran. Banyak orang cenderung langsung memberi label baik atau buruk, benar atau salah tanpa benar-benar memahami situasinya. lni terjadi karena menilai memberikan ilusi kontrol dan kepastian, meskipun dangkal. Sebaliknya, berpikir menuntut kita membuka diri terhadap keraguan, mempertimbangkan banyak sudut pandang, dan mengakui bahwa kita bisa salah.

Carl Jung ingin menekankan bahwa berpikir sejati bukan sekadar mengumpulkan informasi, tapi merenung dengan jujur, mengkritisi diri, dan mencari makna di balik permukaan. Proses ini melelahkan bagi sebagian orang karena membutuhkan keberanian untuk menghadapi ketidaktahuan dan kompleksitas hidup. Karena itulah, banyak orang lebih nyaman menilai daripada berpikir. Namun, masyarakat yang gemar menilai tanpa berpikir cenderung melahirkan prasangka, konflik, dan kesalahpahaman. Sebaliknya, ketika kita belajar berpikir lebih dalam, kita bisa menciptakan hubungan yang lebih sehat, keputusan yang lebih bijak, dan kehidupan yang lebih bermakna. Maka, tantangannya adalah berani berpikir meskipun itu sulit.

Jan 3, 2026

Sikap Humble yang Membuat Hidup Lebih Tenang dan Bahagia

 


Sekarang udah masuk di tahun 2026. Untuk video klip SettiaBlog ada "beautiful things" milik Benson Boone. Enaknya bahasan kali ini di mulai dari mana ya? Gimana kalau di mulai dari Al Qur'an, Surah ke 20 ayat 26. Kita buka bareng - bareng ya! Berarti Surah Thaha (طه) ayat 26. Wa yassir li amri (dan mudahkanlah untukku urusanku). Untuk hal ini biar di bahas dan di kaji oleh yang lebih paham ya. Kali ini SettiaBlog bahas yang yang sederhana (humble) aja. Dalam kehidupan yang semakin kompleks ini, kebahagiaan dan ketenangan sering kali menjadi hal yang terasa sulit diraih. Banyak orang menganggap bahwa untuk hidup bahagia, kita harus memiliki banyak uang, karier gemilang, atau pencapaian besar lainnya. Namun, apakah kebahagiaan itu selalu tentang pencapaian eksternal? Ternyata, jawaban sederhana untuk hidup lebih tenang dan bahagia ada pada sikap kita sehari-hari terutama sikap humble atau rendah hati. Menjadi humble bukan berarti merendahkan diri sendiri, melainkan menyadari nilai kita tanpa perlu membuktikannya kepada dunia. Sikap ini membawa kedamaian, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Lalu, bagaimana sikap humble dapat membuat hidup lebih tenang dan bahagia? Mari kita eksplorasi bersama, sikap humble yang mungkin tampak sederhana, namun memiliki dampak luar biasa dalam menciptakan kebahagiaan sejati.

  1. Menghargai Pendapat Orang Lain tanpa Menghakimi

Salah satu tanda sikap humble adalah kemampuan untuk mendengarkan pendapat orang lain tanpa buru-buru memberikan penilaian. Ketika kita menghargai perspektif orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan terbuka terhadap keragaman cara berpikir. Dengan mendengarkan secara aktif, kita ndak hanya membangun hubungan yang lebih baik, tetapi juga memberikan ruang bagi diri sendiri untuk belajar sesuatu yang baru. Sikap ini menciptakan rasa saling menghormati yang dapat mengurangi potensi konflik. Hasilnya? Kehidupan yang lebih damai dan penuh pengertian. Selain itu, sikap ini mengajarkan kita untuk ndak merasa paling benar. Dunia bukan hanya hitam dan putih; ada banyak warna di antaranya. Dengan menghormati sudut pandang orang lain, kita menjadi lebih bijaksana dan mampu melihat kehidupan dari sudut yang lebih luas.  

2. Ndak Membanggakan Diri Berlebihan

Bersikap humble berarti ndak perlu terus-menerus menceritakan pencapaian kita kepada orang lain. Bukankah lebih indah jika keberhasilan kita berbicara lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata? Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan sejati ndak datang dari pengakuan eksternal. Mereka tahu bahwa prestasi terbaik adalah yang memberi dampak positif, bukan hanya yang mendapat tepuk tangan. Ketika kita ndak mencari validasi dari luar, hati kita menjadi lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Lagipula, orang yang terlalu membanggakan diri cenderung membuat orang lain merasa ndak nyaman. Sebaliknya, dengan bersikap rendah hati, kita justru menginspirasi orang lain untuk menghargai kita tanpa harus memintanya.

 3. Menerima Kritik dengan Lapang Dada

Sikap humble juga terlihat dari bagaimana kita merespons kritik. Kritik, meski kadang terasa menyakitkan, adalah salah satu cara terbaik untuk tumbuh dan belajar. Orang yang humble melihat kritik sebagai peluang, bukan ancaman. Ketika kita menerima kritik tanpa defensif, kita menunjukkan bahwa kita cukup kuat untuk mengakui kekurangan. Sikap ini ndak hanya membuat kita lebih dihormati, tetapi juga membantu kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Lebih dari itu, menerima kritik dengan baik menunjukkan kematangan emosional. Kita belajar bahwa ndak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita sendiri. Dengan demikian, hidup menjadi lebih ringan karena kita ndak lagi terjebak dalam keinginan untuk selalu terlihat sempurna.

 4. Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf

Apakah ada sikap yang lebih humble daripada berani mengakui kesalahan? Orang yang rendah hati tahu bahwa meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Mengakui kesalahan menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan kita. Ini juga menciptakan ruang untuk memperbaiki hubungan yang mungkin retak. Dengan sikap ini, hati kita menjadi lebih ringan karena ndak membawa beban rasa bersalah yang berkepanjangan. Ketika kita meminta maaf dengan tulus, orang lain lebih mudah memaafkan, dan hubungan menjadi lebih harmonis. Sikap humble ini mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaikinya.

 5. Menyadari bahwa Semua Orang Memiliki Nilai yang Sama

Orang yang humble memahami bahwa setiap individu memiliki nilai yang sama, terlepas dari latar belakang atau status sosial. Sikap ini membantu kita untuk ndak memandang rendah orang lain atau merasa lebih superior. Ketika kita memandang semua orang setara, kita menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh kehangatan. Sikap ini membuat orang merasa dihargai dan nyaman berada di sekitar kita. Dengan demikian, hubungan sosial kita menjadi lebih erat dan bermakna. Selain itu, kesadaran ini mengajarkan kita untuk ndak terlalu terikat pada hal-hal material. Kehidupan menjadi lebih sederhana dan damai ketika kita fokus pada kualitas manusia, bukan atribut eksternal mereka.

6. Membantu tanpa Mengharapkan Imbalan

Salah satu bentuk sikap humble yang paling mulia adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Ketika kita membantu dengan tulus, kita ndak hanya memberi kebahagiaan kepada orang lain tetapi juga kepada diri sendiri. Orang yang humble memahami bahwa kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada mereka dalam bentuk yang ndak terduga. Sikap ini menciptakan rasa damai karena kita tahu bahwa kita telah memberikan kontribusi positif kepada dunia. Selain itu, membantu tanpa mengharapkan imbalan mengajarkan kita untuk fokus pada proses, bukan hasil. Dengan demikian, kita belajar untuk menikmati momen-momen kecil yang penuh makna dalam kehidupan sehari-hari.

 7. Bersyukur atas Hal-Hal Sederhana

Sikap humble yang membawa ketenangan dan kebahagiaan adalah kemampuan untuk bersyukur. Bersyukur ndak hanya tentang hal besar; bahkan momen sederhana seperti melihat matahari terbit atau menikmati secangkir kopi hangat dapat menjadi sumber kebahagiaan. Orang yang humble memahami bahwa kebahagiaan bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tentang menghargai apa yang dimiliki. Ketika kita fokus pada hal-hal baik dalam hidup, kita menciptakan energi positif yang memancar ke sekitar. Dengan bersyukur, hati kita menjadi lebih tenang karena ndak terus-menerus mengejar sesuatu yang belum ada. Kita belajar untuk menikmati perjalanan hidup, bukan hanya tujuan akhirnya.

Udah ya, maafin SettiaBlog lho ya. Untuk backgroundnya SettiaBlog mengadopsi warna bunga pink Carnation (anyelir warna pink).  

<

Video klip kedua ada "wish you were here" milik Avril Lavigne. Dalam lagu tersebut ditunjukkan sikap optimisme Avril. Setiap manusia yang berjiwa pasti memiliki harapan dan impian. Memiliki impian menyadarkan jika hidup harus ada tujuan yang diraih. Meskipun begitu, kita ndak bisa mewujudkan seluruh mimpi dalam satu waktu. Tetapi harus bersabar dan konsisten melakukan yang terbaik. Namun sebagai manusia biasa, ndak jarang hadir kekecewaan. Anda merasa jadi orang yang gagal karena banyak mimpi belum terwujudkan. Kehidupan yang tadinya penuh semangat berubah pesimis. Ketika Anda sadar masih banyak mimpi belum tercapai, katakan hal di bawah ini pada diri sendiri. Cita-cita boleh tertunda, namun diri sendiri tetap layak dihargai.

1. Seluruh jerih payah tetap layak dihargai

Rasa kecewa menyeruak saat Anda sadar masih banyak impian belum terwujudkan. Padahal selama ini Anda sudah berjuang mati-matian. Tapi dalam kondisi ini menyerah bukan keputusan yang tepat. Sebaliknya, katakan kalimat positif kepada diri sendiri. Boleh aja cita-cita dan impian belum tercapai. Tapi Anda sudah bersusah payah sejauh ini. Bahkan Anda tergolong hebat karena sudah bisa bertahan di titik yang sekarang. Rangkaian jerih payah yang sudah dilakukan tetap layak dihargai. Setidaknya berikan ucapan terima kasih kepada diri sendiri.

2. Semua hanya soal waktu dan kesabaran

Semua orang pasti memiliki ekspektasi meraih mimpi dengan mudah. Anda memiliki pekerjaan yang mapan, juga bisnis yang berkembang pesat. Belum lagi dikelilingi orang-orang tulus dan inspiratif. Tetapi semua harapan ndak berjalan sesuai realitas. Anda harus mengalami kenyataan pahit. Jika ditanya tentang perasaan kecewa, sudah pasti merasakannya. Tapi tetap berikan motivasi kepada diri sendiri. Semuanya soal waktu dan kesabaran. Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan menyerah. Selama Anda konsisten dan mau bersabar, yang namanya keberhasilan pasti menghampiri.

3. Kita masih diberi kesempatan untuk berbenah

Pikiran buruk muncul saat Anda sadar masih banyak cita-cita belum terealisasi. Timbul perasaan jenuh menjalani kehidupan. Percuma aja sudah melakukan yang terbaik Namun ndak ada hasilnya. Tapi tunggu dulu, Anda jangan larut dalam prasangka. Alangkah baiknya mengatakan beberapa hal agar Anda ndak terpuruk. Inilah tanda kita diberi kesempatan untuk berbenah. Segala sesuatunya bisa dipersiapkan dengan lebih matang. Kelak saat waktunya tiba, Anda bisa meraih pencapaian lebih dari yang diperkirakan.

4. Ndak perlu membandingkan diri dengan kehidupan orang lain terlihat ideal

Wajar jika Anda merasa kecewa saat sadar banyak impian belum terwujudkan. Padahal  sudah berusaha dari jauh-jauh hari. Berada di titik melelahkan ini, timbul perasaan minder. Anda mulai melirik kehidupan orang lain yang terlihat ideal, kemudian meratapi nasib dan menyalahkan takdir. Betapa konyolnya kita jika ndak mampu menyikapi situasi seperti ini dengan cara bijak. Menyalahkan takdir ndak akan memperbaiki keadaan. Katakan pada dirimu agar ndak mudah membandingkan dengan kehidupan orang lain yang terlihat ideal. Cukup konsentrasi pada diri sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik, kelak kesuksesan akan mengikuti.

5. Tetap semangat dan optimis kesuksesan pasti datang

Mewujudkan impian ndak semudah yang diperkirakan. Banyak hambatan turut menyertai sehingga keberhasilan tertunda. Rasa kecewa tentu muncul dan mendominasi diri. Tapi jangan gegabah mengambil keputusan menyerah. Sebaliknya, katakan kalimat positif yang mampu memotivasi. Saat ini boleh aja Anda belum mampu mewujudkan impian. Namun harus tetap diiringi semangat dan optimis jika kesuksesan pasti datang. Ndak ada yang mustahil selagi Anda masih mau berusaha. Bisa jadi kesuksesan datang di waktu yang tepat, saat Anda sudah benar-benar siap menerima semuanya.


Optimis merupakan karakter indah seorang mukmin. Mukmin sejati harus senantiasa berpikir positif dan memotivasi diri menjadi pribadi yang memiliki visi akhirat, perfeksionis, dan punya standar yang tinggi untuk perkara-perkara yang dicintai Allah ﷻ. Sikap optimis harus ditanamkan dalam hati manakala suatu saat menghadapi badai masalah, ia akan tegar dan terus bersemangat mencari solusi penyelesaian masalah. Ndak mudah putus asa dan yakin pasti ada hikmah besar di balik semua takdir Allah ﷻ. Islam mengajarkan umatnya untuk bangkit menyongsong hari esok dengan obsesi baru, harapan dan semangat membara agar hidupnya lebih baik, amalnya lebih shalih, imannya bertambah kuat, serta hatinya dipenuhi buhul cinta kepada Allah ﷻ, ndak menyesali peristiwa masa lalu yang mungkin menumbuhkan kesedihan mendalam.

Hadapi perkara mendatang dengan penuh kebahagiaan dan menepis dan melawan perasaan negatif yang belum terjadi. Al-Hulaimi rahimahullah mengatakan: “Nabi Muhammad ﷺ suka dengan optimisme, karena pesimis merupakan cermin persangkaan buruk kepada Allah ﷻ tanpa alasan yang jelas. Optimisme diperintahkan dan merupakan wujud persangkaan yang baik. Seorang mukmin diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah ﷻ dalam setiap kondisi.

Optimisme butuh action dan langkah nyata seorang yang ingin sukses menempuh studi atau menuntut ilmu agama perlu belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, dan mengerahkan segala potensi yang dimilikinya. Menjalankan usaha-usaha atau ikhtiar dalam mencapai tujuannya. Begitu pula ketika berniat berumah tangga, semangat aja belum cukup, butuh kesiapan fisik dan ilmu yang terkait dengan kerumahtanggaan agar bahtera pernikahannya berkah di sisi Allahﷻ. Hidup ini hakikatnya adalah belajar, beramal dan bersabar serta mengiringi semua yang kita lakukan dengan penuh optimisme, Allah ﷻ akan memberi kita yang terbaik sesuai takdirnya. Yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan. Allah ﷻ berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)
Seorang mukmin sejati dalam segala situasi dan kondisi harus bergantung hatinya kepada Allah ﷻ. Memperbanyak doa dan husnudzan kepada Allah ﷻ akan memberikan pilihan terbaik sesuai dengan ilmu Allah ﷻ meski terkadang ndak selaras dengan nafsu manusia.

Al-Hasan al-Basri mengatakan, “Sesungguhnya tawakal seorang hamba kepada rabbnya adalah ia meyakini bahwa Allah itu sumber kepercayaan dirinya.” (Al-Fawa’id, 149).